Jump to ratings and reviews
Rate this book

Aftertaste

Rate this book
NAREND
Buatku, memberikan kesempatan kedua hampir tak mungkin.
Untuk apa membuka kemungkinan bagi kekecewaan yang lain?
Hati yang benar-benar patah tak perlu berulang-ulang, bukan?
Namun, kali ini rasanya berbeda. Hanya saja, aku bahkan tak lagi
percaya cinta dan kisah romansa itu nyata.

FARRA
Aku tak pernah merencanakan menjatuhkan hati kepadanya.
Tidak juga pada sikapnya yang sedingin es itu. Setiap saat bersamanya,
membuatku selalu bertanya-tanya juga berangan-angan tentang cinta.
Lalu tiba-tiba ketakutan dan harapan kosong melandaku, lagi dan lagi.
Sudah kucoba untuk menepikan segala ras. Namun, terkadang hati dan
keinginan tak selalu sejalan.

*

Aftertaste mengisahkan dua orang chef yang saling jatuh cinta,
tetapi tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya.
Masa lalu membuat mereka enggan membiarkan hati berbicara ,
meskipun mereka tahu tak akan sanggup untuk saling melepaskan.

361 pages, Paperback

First published February 1, 2017

5 people are currently reading
61 people want to read

About the author

Sefryana Khairil

25 books278 followers
Sefryana Khairil is a writer who published more than 10 books as a team or under her own name in several notable publishing house in Indonesia, like GagasMedia and Gramedia Pustaka Utama.

In her teenage years, she began to write fictions. Her first novel, You, when she was 15 years old. Following her debut, she continued to write as a freelance writer for number of magazines, such as Aneka Yess!, Gadis, and Kawanku.

Her sixth novel, Dongeng Semusim, was Chic Magazine's The Most Wanted Book and was Cleo Indonesia Magazine’s the Book of The Month for February 2010.

In August 2011, Dongeng Semusim, Rindu, Tanah Air Beta, and Coming Home exhibited at the Book Fair in Bern, Switzerland.

Find out more about Sefryana Khairil on www.sefryanakhairil.com

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
11 (11%)
4 stars
29 (30%)
3 stars
43 (44%)
2 stars
11 (11%)
1 star
2 (2%)
Displaying 1 - 27 of 27 reviews
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
March 20, 2017
Pertama, marilah kita luangkan waktu sejenak untuk mengapresiasi desain sampulnya yang Gagas banget! Mengingatkan saya dengan buku-buku Gagas sekitar 3-5 tahun lalu. Baru kali ini lagi, setelah With Or Without You, saya tertarik membeli buku Gagas berkat melihat kavernya.

(Ya, saya memang agak banci kaver)

Kebetulan pula, temanya kuliner--salah satu tema fiksi yang saya suka. Meski aromanya mengingatkan saya akan Love Cake, yummylit karya Jee (dan terbukti setelah saya menyelesaikannya) tetap saja ada bedanya. Terlebih, saya sedang mencari bacaan yang senapas dengan novel Rindu-nya penulis.

Diksi dan gaya menulisnya khas Kak Sefry. Rapi, terkonsep, dan manis berkat kutipan yang bertebaran. Entah bagaimana, saya tidak begitu terganggu dengan kutipan-kutipan itu, tidak seperti di Rindu. Desain dalam bukunya pun menyesuaikan luarnya. Tiap tokoh mendapat porsi yang sama sehingga kita bisa tahu dari hampir semua sudut pandang.

Bagaimana dengan dunia kulinernya sendiri? Seamlessly blended. Saya belum pernah nonton drama Korea 'Pasta', tapi saya yakin nuansanya sama dengan novel ini. Konfliknya tipikal drama, tapi penyelesaian dan endingnya mulus dan bagus. Cukup memberikan kesan.

Mungkin saja karena adanya kesamaan dengan cerita serupa yang pernah saya baca, saya jarang menemukan keterbaruan. Adanya inkonsistensi (lihat reading progress) membuat saya sempat mengerutkan kening. 'Penyakit Gagas' kata pembaca lain, adalah typo yang cukup bertebaran. Kalau ini sedikit selera pribadi--karakter Narend terasa emo dan sensitif untuk laki-laki. Tapi mungkin saja jika ada di posisinya setiap orang akan merasa begitu.

Selain buat menemani seduh teh sore, mencemil cokelat, atau istirahat setelah membaca bacaan nonfiksi berat, Aftertaste juga cocok dibaca penggemar fiksi kuliner metropop, terutama yang pernah membaca Love Cake dan menyukainya.
Profile Image for Wardah.
960 reviews174 followers
October 6, 2017
Saya menemukan tulisan Sefryana Khairil pertama kali dari buku duetnya dengan Prisca Primasari, Beautiful Mistake. Di sana, saya langsung yakin bahwa tulisannya bukanlah untuk saya.

Beberapa tahun kemudian, seorang teman meminjamkan saya Sweet Nothings. Membaca buku itu, saya semakin yakin bahwa tulisan Sefryana Khairil benar-benar bukanlah untuk saya.

Namun, beberapa hari lalu, saya memberikan kesempatan lagi pada tulisan Sefryana Khairil. Pasalnya kovernya cakep dan latar sebagai chef sangat membuat saya penasaran. Apakah saya bisa tahan menghabiskan buku ini?

Jawabannya, ya, akhirnya saya berhasil. Saya tidak melakukan DNF. Saya menyelesaikan bukunya. Meski, saya dibuat kecewa oleh hal-hal seputar dapur, memasak, chef, yang entahlah terlalu konyol. Plotnya sendiri klasik dan rada membosankan.

Tokoh lelaki yang awalnya benci jadi super baik. Cek.
Penyakit mematikan. Cek.
Orang ketiga. Cek.
Suka pada gadis yang sama. Cek.
Mantan yang menyebalkan. Cek.
Apalagi ya? Hmmm....

Secara keseluruhan okelah. Saya cukup menikmatinya. Makanannya juga bikin ngiler. Dan jelas, kovernya cantik. Ulasan lengkap bisa dibaca di sini.
Profile Image for Lala.
128 reviews46 followers
June 12, 2018
Dalam buku ini kalian akan cukup sering menemukan nama-nama menu makanan yang bertaburan dimana-mana, cara pembuatannya, dan itu bikin ngiler! Sedikit cerita, personally nggak ada karakternya yang bikin aku suka, maksudnya biasa aja :( Nggak tahu kenapa ya biasanya yang terbitan gagasmedia itu emang enak banget buat dibaca novel-novelnya. Entah layout atau apanya.
Profile Image for Yessie L. Rismar.
136 reviews2 followers
October 6, 2017
Tepatnya sih 3.8, tapi saya bulatkan jadi 4. 😁
Ceritanya asik. Ngalir dan sederhana. Agak slow sih, memang, tapi saya tetap menikmati kok. :)
Profile Image for Ariany Wisesa.
24 reviews39 followers
March 31, 2017
Satu lagi novel karya Sefryana Khairil yang sama baca....
Bintang 4 untuk ceritanya karena Sefryana berhasil bikin saya patah hati berhari-hari mulai dari pertama membaca ceritanya sampai saat saya menulis ulasan ini.
Novel berjudul “Aftertaste” ini bisa dilihat dari judulnya saja bertema-kan mengenai dunia kuliner, dunia para pencipta masakan enak penggugat selera.
Bercerita tentang Farra si heroine kita yang bekerja pada salah satu restora Italia milik celebrity chef bernama Narend.... Dalam novel ini Farra digambarkan sebagai seorang gadis yang energik bertemua dengan Narend yang berwatak keras dan perfeksionis yang sejak ditinggalkan oleh kekasihnya berubah jadi laki-laki pembenci wanita sehingga melarang dapur restorannya mempekerjakan wanita sebagai pegawainya.
Akan tetapi keinginan Narend untuk membersihkan dapurnya dari sentuhan wanita tidak terwujud karena adiknya, Praya, yang juga mengelola restoran milik keluarga tersebut mempekerjakan Farra di restoran tersebut.
Setelah ini mungkin dapat dibayangkan akan ada kisah cinta segitiga antara Narend, Farra dan Praya.
Seperti saya bilang diawal bahwa novel ini berhasil bikin saya patah hati karena pada saat saya membaca novel ini saya langsung teringat mengenai drama korea Endless Love...
Yang buat saya teringat serial itu bukan karena jalan ceritanya yang mirip dengan serial tersebut tapi karena penyakit yang diderita oleh Narend.
Terdapat kekurangan dan kelebihan dalam novel ini....
Salah satu kekurangan yang menurut saya cukup terasa adalah mengenai banyaknya typo dalam penulisan ceritanya. Selain itu, menurut saya narasi yang ada di cover belakang buku kurang tepat terutama di bagian Farra, karena menurut saya Farra hanya ingin fokus pada impiannya dan dalam novel juga tidak tergambar mengenai masa lalu yang mungkin saja membuat Farra jera untuk jatuh cinta. Begitu tagline yang ada di cover depan buku, saya rasa itu juga kurang tepat.
Tapi kekurangan ini hanyalah penilaian saya secara pribadi, pasti terdapat alasan yang melatarbelakangi kata-kata yang disusun redaksi. Terlepas dari kekurangan tersebut, saya tetap dapat menikmati novel ini meskipun setiap kali membacanya hati saya jadi teremas sedih (sepertinya tujuan penulis mengambil tema ini berhasil...)
Untuk kelebihannya sendiri, menurut saya penulis telah melakukan riset yang cukup mendalam baik itu mengenai dunia para chef dan penyakit leukimia yang diderita oleh Narend. Penggambaran kisah cintanya juga sederhana, yang menurut saya berjalan sewajarnya dan tidak menggebu-gebu.
Hanya saja pada saat saya membaca bagian akhir pada novel ini, saya merasa belum ada cukup closing bagi semua tokoh yang ada dalam novel ini....baik itu kisah Cindy dan Raymond, kelanjutan Belaria, kisa Farra dan Praya...
Semoga saya penulis mau menulis sekuel dari novel ini karena bagi saya pembaca pecinta kisah happy ending merasa kisah tokoh dalam novel ini jauh dari selesai....
Profile Image for Ratna Lestari.
8 reviews
May 14, 2017
#SefryanaKhairil #Aftertaste
Novel ini berisi tentang kuliner, leukemia-kanker darah, luka, dan kebahagiaan. friendships and brothership. pertengahan bab sampai akhir, saya selalu menahan tangis ketika Narend harus berjuang melawan penyakitnya, leukemia. Tetapi disitu Farra hadir membawa nuansa yang berbeda, membangkitkan semangat Narend untuk sembuh, pertemuan mereka singkat tapi sunggub bermakna. Sangat disayangkan Narend akhirnya meninggal, tapi feel buku ini memang best. Dan masih menemukan sedikit typo disana-sini. hehe :^) I loved you Narendra Mahardika.
Profile Image for Magdalena Rina.
115 reviews8 followers
March 24, 2017
aku ga tau...harus mulai dri mana review nya...
yg pasti begitu menutup buku ini,hatiku blm bisa merelakan narend *nangisbombay*

semua porsinya bener2 pas di novel ini...mulai dri masakannya,kisah antara farra dan Narend...Narend dan Cindi...Farra dan Praya...
ah...can't wait kisah lanjutan Farra n Praya.
Profile Image for Gita Karmani.
433 reviews15 followers
March 14, 2017
3 bintang.
Saya suka sekali cerita roman yg menawarkan dunia kuliner di dalamnya (bikin baper--eh salah laper hahaha). Kovernya menarik, elemen ceritanya cukup rapi dan tidak ada celah, sepertinya penulis melakukan riset yg bagus dan terlihat menguasai temanya (jadi mudah membayangkan makanannya). Diksinya juga rapi. Saya suka.
Hanya saja penceritaannya lewat banyak tokoh jadi terlihat agak kurang fokus. Malah saya jadi agak bingung tokoh utamanya itu sebenarnya yang mana :(
Ini karya ketiga dari kak Sefry yang saya baca setelah Sweet Nothings dan Tokyo: Falling. Dan karyanya ini menurut saya 'cukup berbeda' dari novel-novel lain yang ditulis Kak Sefry dari sisi nilai slice of life-nya.
Sukses terus ya, Kak Sefry!
Profile Image for Nadytia KS.
68 reviews6 followers
July 24, 2017
Saya sangat suka dengan tema novel yang berhubungan dengan makanan dan chef. Kenapa? Karena pasti banyak makanan yang bertebaran! :))

Kalau mau jujur, tiga bintang ini tertolong dari detail makanan dan kehidupan masak-memasak para chef yang selalu menarik untuk disimak, karena saya kurang suka dengan akhir ceritanya :( tapi namanya selera ya, hehehe...

Gaya penulisannya asyik untuk dibaca, tapi ada suatu faktor yang membuat saya ga terlalu ingin untuk membaca ulang (padahal kalau tentang makanan dan chef tampan, biasanya hampir selalu saya baca ulang, entah skimming adegan yang manis ataupun adegan memasaknya). Saya juga merasa ada beberapa bagian yang terlalu dramatis (buat saya). Namun selebihnya, cukup menghibur :)
Profile Image for Fadila setsuji hirazawa.
351 reviews4 followers
August 21, 2022
Awalnya saya berpikir bahwa novel ini akan menghadirkan kisah Farra yang penuh konflik tapi justru Narend dan masalah hidupnya yang digambarkan dengan jelas dalam novelnya.Di satu sisi saya berpikir bahwa ini merupakan ide yang bagus karena penulisnya adalah perempuan dan Narend sebagai tokoh yang berusaha dikisahkan namun di sisi lain saya cukup menyayangkan bahwa narasi yang dibuat oleh penulis tidak sepenuhnya membuat saya terhanyut merasakan emosi yang berkecamuk dalam diri Narend ketika menghadapi satu demi satu permasalahan hidup.
Selain itu, Tokoh Praya dalam novel ini menjadi favorit saya dengan alasan yang sampai sekarang membuat saya bingung hehe
Paling suka dengan desain kovernya yang ciamik >___<
Profile Image for Melani Ivi.
55 reviews5 followers
October 13, 2017
“Kamu tahu, apa yang susah saat memasak?” Narend menatap Farra.
“Mmm... membuat makanan itu enak?” sahut Farra.
Narend menggelengkan kepala. “Bukan itu. Tetapi, gimana kita mencampur bumbu-bumbu. Kadang rasa itu bisa berbenturan, sulit disatukan, tapi kalo kita bisa, rasanya pasti enak banget.” (hal. 216-217)
“Seseorang yang mencintai dengan tulus, pasti mengikhlaskan apa pun untuk kebahagiaan orang yang dicintainya.” (hal. 337)

Menggunakan POV orang ketiga, novel yang kental dengan nuansa kuliner Italia dan kehidupan para chef profesional ini hendak mengajak kita menyelami emosi dan konflik antar tokohnya. Kak Sefryana Khairil menurut saya sukses menggambarkan tentang kuliner Italia, membuat saya terpancing rasa lapar setiap kali ada adegan memasak. Bagaimana kedisiplinan di dapur restoran diterapkan juga tergambarkan dengan baik. Ditambah lagi, judul-judul bab yang menggunakan istilah bahasa Italia dan ilustrasi foto monokromnya yang cantik. Juga ada selipan lagu-lagu dari Sia, The Script, dan Five For Fighting—yang mana merupakan musisi favorit saya—yang juga menjadi daya tarik tersendiri.

Cinta, mimpi, dan harapan merupakan jiwa dari cerita ini. Karakter dari Chef Narend menurut saya cukup menantang. Dihadapkan pada vonis sakit, dicampakkan kekasih, tanggung jawab pekerjaan, sekaligus hubungan tak dekat dengan satu-satunya adik adalah konflik batin yang menurut saya memang rumit. Tak heran, bagi saya, sosok Narend ini antara mengundang simpati tapi juga benci. Simpati karena dia merasa kesepian tapi tak sudi mengakui, sekaligus benci karena dia bersikap egois pada akhirnya, berdalih kondisi kesehatan dan perasaan sayang. Sedangkan sosok Farra yang ceria dan berbakat menjadi semacam daya tarik bagi Narend dan Praya. Latar belakang keluarga Farra yang hangat dan harmonis juga turut mendukung cerita. Praya sendiri, sebenarnya memendam kesedihan dan bayangan kekecewaan akan masa lalu keluarganya, namun dia bersikap tegar dan menyimpan semuanya sendiri. Yang saya sukai dari Praya adalah sikapnya yang dewasa dan penyayang. Kelihatan sekali dia menyayangi kakaknya, meskipun hubungan mereka tak dekat.

Yang saya sayangkan dari cerita ini adalah minimnya interaksi antara Narend dan Praya. Mereka kerap hanya mengobrol tentang pekerjaan. Padahal banyak hal yang ingin disampaikan keduanya, semacam rekonsialiasi dan mencurahkan perasaan atas apa yang tejadi di masa lalu. Saya mengharapkan ada satu-dua adegan emosional terkait perasaan keduanya sebagai kakak-adik, bukan cuma sebatas memperebutkan cinta Farra, dan tidak hanya di bagian akhir. Pada akhirnya saya justru merasa lebih memihak Praya ketimbang Narend dan Farra, yang di mata saya bersikap egois. Farra sendiri tahu tentang rahasia Narend dan tahu juga bagaimana rasa sayang Praya terhadap sang kakak, tapi dia justru ‘dibutakan’ oleh cinta dan pada akhirnya melupakan keinginannya membantu memperbaiki hubungan kakak-beradik tersebut. Meski demikian, ada beberapa adegan di bab akhir yang memang sukses menguras emosi dan membuat saya menitikkan air mata. Masih terdapat typo dan kekurangtelitian sepanjang cerita yang cukup saya sayangkan juga. Dan, meski terlihat sepele, menurut saya kutipan-kutipan kalimat yang dicetak tebal dan bertaburan di sepanjang peralihan paragraf dalam satu chapter itu kurang perlu. Bagi saya, kutipan di awal bab atau chapter saja sudah cukup.

Secara keseluruhan, Aftertaste digarap dengan apik dan menyajikan topik yang menarik. Kalian yang suka membaca kisah romansa sekaligus menyukai dunia kuliner Italia, akan dimanjakan oleh berbagai resep menggiurkan sekaligus kisah yang mengaduk-aduk emosi dan meninggalkan kesan mendalam jika membaca novel yang satu ini.

“Bukankah mencintai adalah merelakan orang yang kita cintai itu bahagia, tanpa rasa sakit?”

Profile Image for Bunga Mawar.
1,361 reviews43 followers
May 23, 2025
Udah lama gak baca tulisannya Sefry, selama ini kadang lewat info di IG kalau ada buku barunya, atau bukunya difilmkan atau apalah, tapi hanya sekadar tahu gak sampai penasaran.

Pekan lalu lihat buku ini di rak perpusnas, hayoklah, let's give it a try, mari pinjam.

Ternyata cukup beberapa jam bisa diselesaikan membacanya. Pas hujan2 pula (sambil diam-diam mengunyah sebungkus Hello Panda). Bisa agak ngebut karena cara cerita Sefry gak berbelit-belit (juga karena semacam kutipan2 di sela2 bab yg buat saya gak selalu nyambung dgn cerita itu udahlah gak usah dilirik dua kali, apalagi dimasukkan ke hati).

Kisahnya tentang Narendra, seorang pria pemilik sekaligus koki utama sebuah restoran Italia di Jakarta, yg mantan celebrity chef (tapi sudah beberapa tahun mundur dari dunia layar kaca setelah putus jalinan asmara dengan chef lain, Cindy).
Prinsip Narend yg patah hati habis2an setelah itu tidak membolehkan ada pekerja perempuan di dapur restorannya. Terpaksa prinsip itu berhenti karena pihak personalia telanjur mengontrak Farra yang lulusan SMK sebagai cook helper. Farra digambarkan sebagai perempuan muda mandiri, yg walaupun orangtuanya masih berpenghasilan (bokapnya PNS aktif) tapi pengin meneruskan sekolah dgn biaya sendiri.
Lalu ada Praya, adik kandung Narend, si direktur restoran yang kerjaan sampingannya adalah nge-band, justru memberi perhatian lebih dulu pada Farra.
Apakah jadinya ini cerita cinta segitiga?

Nanti dulu. Jangan lupa masih ada Cindy si mantan, yg katanya masih cinta Narend walaupun sudah bertunangan dgn Raymond. Silakan pusing sendiri dengan segala potensi romansa, karena Narend punya isu internal sendiri yang menjadikan hal2 tersebut jadi rumit.

Kenapa saya kasih cukup bintang dua alias lumayan, karena Sefry belum menghadirkan chemistry yg kuat baik antara Farra dan Narend, maupun Farra dan Praya.
Farra bukan player, malah dia disebut belum pernah punya pacar. Dia tahu perasaan abang adik itu kepadanya, tapi di sisi lain dia tahu masalah internal Narend lama sebelum akhirnya Praya tahu. Di satu sisi dia peduli pada Narend, di sisi lain dia punya ambisi untuk dapat beasiswa sekolah koki di Eropa. Jadi kayaknya emang perasaan dia ngambang aja pada dua bersaudara itu. Satu dengan alasan realistis, satu lagi macam ya kumaha wae engke.

Trus itu si Cindy, maap nih, chef selevel dia napa juga perlu muncul lagi demi menyaingi Farra, hufft...

Satu lagi, sebagai orang Indonesia saya terganggu dgn cara Farra memanggil Narend setelah hubungan mereka cukup dekat. Iya, Narend gak mau dipanggil dgn sebutan profesinya "chef" di luar tempat kerja, tapi membaca Farra yg jarak umurnya cukup jauh di bawahnya langsung memanggil nama, kayaknya nggak enak di telinga (walau saya nggak mendengarnya langsung sih). Jujur, jadi ilfil walau Farra ini gak ada orangnya, wkwkwk.

Tentang makanan Italia yang disebut2 dalam cerita ini, gak ada yg nyangkut after taste-nya buat saya, karena saya mah kalo ada makanan halal apa aja bisa diterima lidah, lalu tergelincir di kerongkongan, itu sudah alhamdulillah, mamma mia lezzatos :)
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
November 22, 2017
Selalu suka dengan tulisan yang dikisahkan oleh Kak Sefry. Kali ini Kak Sefry mencoba mengangkat tema kisah romansa berbalut dunia masak memasak. Ada 4 tokoh yang berperan besar dalam novel ini, Narend, Farra, Praya dan Cindy. Walaupun porsi utamanya memang jatuh pada Narend. Chef sekaligus pemilik restoran, Bellaria.

Narend yang menyimpan rahasia besar dan patah hati, membuat sikapnya berubah ketus dan tak percaya dengan orang lain.

Farra yang ingin menjadi chef hebat dan pantang menyerah walaupun kemampuannya diragukan.

Praya yang lebih santai dan ramah, yang jatuh cinta pada Farra. Ingin lebih dekat dengan Narend,kakaknya tetapi mereka malah menyukai wanita yang sama.

Hingga Cindy mantan kekasih yang meninggalkan Narend dan sudah bertunangan dengan orang lain, tapi anehnya masih sering memikirkan Narend.

Kisah cinta yang rumit diantara para tokoh, persaudaraan yang renggang hingga passion dunia memasak membuatku betah membacanya. Aku begitu penasaran bagaimana kisah ini akan berakhir, apalagi kondisi Narend sehingga membuatku begitu betah membaca hingga akhir.

Cover yang cantik, ilustrasi dan lay out yang menarik, karakter yang kuat, eksekusi yang pas, dibumbui dengan menu-menu makanan italia yang lumayan bikin ngiler,membuat kisah ini menjadi nyaman untuk dinikmati.

Kamu mencari sebuah kisah romansa berbalut dunia memasak, aku rekomendasikan kisah Chef Narend. Siapa tahu bisa baca sambil belajar memasak.
Profile Image for Fataya.
Author 3 books17 followers
August 24, 2017
Cerita kali ini agak berbeda dengan cerita-cerita sebelumnya. Walaupun sama-sama tentang chef, tapi ini berbeda dengan #SweetNothings, ya. Ceritanya lebih ke proses belajar memasak u/ menjadi seorang chef, tapi kisah cintanya juga enggak kalah kok. Dari pertemuannya di Bellaria dengan Farra sebagai staf baru, membuat Narend jatuh hati. Dan berkat usaha-usaha Farra, yang memperlihatkan semangatnya kepada Narend, membuat cowok itu lebih semangat untuk hidup di balik waktunya yang semakin sempit karena penyakit yang dideritanya.
Narend pun mengetahui kalau Praya, adiknya, menyukai Farra. Dia tidak akan melepaskan Farra sampai kapanpun. Dan berkat Narend, Farra akhirnya bisa mendapatkan beasiswa ICC seperti yang diinginkan gadis itu. Ungkapan cinta di antara keduanya tak pernah terucap, sampai akhirnya waktu yang dimiliki Narend semakin sempit di saat-saat di rumah sakit... 😭 😭
Cerita berakhir dengan kepergian Farra u/ beasiswanya. Dan Mas Pra yang akan selalu menunggu kepulangan Farra. Gadis itu harus pulang u/ Praya, Bellaria, dan u/ menepati janjinya kepada Narend.
Profile Image for Nola Andriyani.
180 reviews
November 17, 2017
🍱Karakternya juga kuat. Dengan pembagian bab yang pas untuk tiap tokoh. Tapi disini aku cuma suka sama Farra yang ceria dan selalu optimis. Untuk yang lain aku kurang sih. Narend sendiri aku suka dengan sikap tegas dan disiplinnya karena itu salah satu hal penting untuk seorang Chef. Dan aku nggak suka sama sikap arogan dan egoisnya. Tapikan aku masih suka juga sama dia karena Chef itu😳
🍱Alurnya sendiri pas menurutku. Tapi aku menyayangkan karena bagian mereka didapur kurang terekspos. Mungkin penulis ingin fokus ke masalah pribadi mereka saja. Walau endingnya buat aku mewek dan diluar ekspektasi tapi aku percaya itu semua yang terbaik buat mereka. Overall aku puas.
🍱Buku ini bukan hanya tersedia kisah romance aja. Dibuku ini aku belajar tentang keluarga, cinta, mimpi dan cita-cita, serta keikhlasan melepas dan memaafkan masa lalu. Juga ada beberapa resep masakan itali yang lumayan gampang dan buat aku laper dan pengen nyoba😥
🍱Aku suka cover, lay out, dan ilustrasinya. Ukuran fontnya juga pas di aku. Sayangnya masih banyak typo.
Profile Image for Dhea Safira.
Author 8 books2 followers
September 30, 2017
Sebenarnya dari segi gaya penulisan, saya suka dengan tulisan Mbak Sefryana; rapi, mengalir, dan manis. Saya juga suka cerita ini membahas dunia kuliner--dan dapet banget dunia kulinernya.

Hanya... entah kenapa makin ke belakang saya makin jenuh.

Banyak perpindahan scene yang menurut saya terlalu cepat, terlalu banyak, dan nggak perlu. Kesannya saya jadi kayak nonton sinetron yang ganti2 scene.

Romantisnya juga kurang dapat. Saya nggak merasakan chemistry di antara para tokoh.

Dialognya ada beberapa yang terasa kaku.
Penulis juga kurang konsisten dalam beberapa hal. Misal penulisan spageti yang kadang miring kadang tidak, dan masih banyak lagi.

Dan, entah apa fungsinya sosok Cindy ikut diceritakan di sini (dengan porsi yang cukup banyak). Saya tidak melihat kehadirannya benar2 diperlukan setelah hubungannya dengan Narend kandas.

Overall, ekspektasi saya terlalu tinggi rupanya. Namun sebenarnya, idenya bagus, hanya mungkin ekskekusinya yang kurang saya sukai.
Profile Image for Rama Febriyan.
6 reviews15 followers
July 19, 2017
Bagaimana jadinya seorang chef yang sudah menutup hatinya akhirnya jatuh cinta kembali? Cinta bisa berawal dari benci, Teman. Mungkin saja, saking bencinya, Kau akan mencari tahu tentang dirinya kemudian menemukan hal yang menarik yang ia miliki. Sekalipun Hati itu tertutup dan membeku, Tuhan akan mengirimkan seseorang untuk menghangatkannya agar terbuka kembali.

"Aku dan kamu sama-sama tidak tahu. Sama-sama menunggu." -hal. 140


Seperti biasa, tulisan Sefryana Khairil tidak lepas dari ciri khasnya. Menyisipkan beberapa potongan lagu, kemudian mempermainkan perasaan pembaca di akhir cerita.

Profile Image for Maghfirotun Nazila.
15 reviews
April 27, 2020
Saya suka settingnya di dunia kuliner. Hanya menurut saya ini mirip dengan drama yang di sebutkan di TV. setting di redtoran italia, cook helper yg berseteru dengan head chef. hanya saja endingnya berbeda. dan latar belakang chefnya juga berbeda dengan di drama.
This entire review has been hidden because of spoilers.
2 reviews
February 1, 2022
Sebuah novel yang sederhana dan menghangatkan. Dari segi pemilihan dan penjabaran karakternya pun bagus dan jelas. Walaupun ada beberapa bagian dalam novel yang sepertinya bisa saja dipangkas, karena penjelasan (misal penjelasan sebuah kejadian atau proses memasak) yang agak panjang.
123 reviews
May 28, 2018
Review-nya menyusul. 2,5⭐ dari saya. Tema dan alur seperti ini sudah bukan my cup of tea lagi. Mungkin kalau 5 tahun yang lalu saya masih bisa kasih rate 3⭐ ke atas
Profile Image for Lia.
515 reviews12 followers
April 20, 2017
Buku kak Sefryana lagi yang kupilih dibaca di bulan April ini. Buku ini menyuguhkan cerita yang sendu... tidak kusangka ketika melihat cover dan membaca sinopsisnya.
Ada 2 poin yang membuat saya tidak begitu enjoy membaca buku ini:
1. plot yang dari awal sudah terprediksi, membuat saya enggan menikmati buku ini. Saya lebih suka maij diksi dan tidak langsung to the poin.
2. Karakter Farra dan Narend yang entah mengapa tidak membuat saya begitu tersentuh 😐
After all... ceritanya bagus dengan kemasan cerita yang sepertinya berbeda dari cara Kak Sefryana menulis.
Profile Image for Nora Apriyani.
151 reviews
August 20, 2017
Farra, adalah gadis yang mendaftar sebagai cook assistant di sebuah restoran bernama Bellaria, setelah ia kehilangan pekerjaan karena Delicio - kafe tempat ia bekerja sebelumnya harus tutup lantaran bangkrut. Setelah melewati serangakaian test, Farra diterima bekerja di Bellaria oleh salah satu pewaris Bellaria bernama Praya - pemuda santai, tampan, suka nge-band tapi bertekad meneruskan usaha warisan ayahnya (Chef Windu) yang telah meninggal dan mewariskan Bellaria kepada Praya dan kakaknya yang memang seorang chef - bernama Narend.

Chef Narend sendiri adalah seorang chef hebat, menjalin cinta dengan celebrity chef cantik bernama Cindy. Namun hubungan mereka berakhir, karena Cindy memutuskan untuk meninggalkan Narend, setelah Narend divonis positif menderita Leukimia dan diperkirakan umurnya tidak lama lagi.

Pasca putus cinta dengan Cindy, Narend menjadi pribadi yang kasar, ia mudah marah bahkan gampang memecat anak buah yang dianggapnya tidak becus bekerja. Hal ini menjadi semacam pelampiasan Narend atas apa yang terjadi pada dirinya, ia menjadi tertutup, masalah penyakitnyapun hanya Tuhan, dokter, Cindy dan Hari - sahabatnya yang tahu. Namun hadirnya Farra, merubah banyak hal dalam diri Narend. Ia bahkan sempat cemburu melihat kedekatan Farra dan Praya. Di saat ia merasakan sebuah perasaan terhadap Farra, Cindy tiba-tiba muncul dan mengungkapkan penyesalannya karena pernah memutuskan Narend.

Kepada siapakah Farra akhirnya menambatkan hati? Apa jadinya ketika Cindy memutuskan ikut lomba festival memasak yang diikuti Farra? Bisakah Farra memenangkan kompetisi memasak tersebut dengan ilmu yang diajarkan Narend? Dapatkah Narend mengalahkan penyakit yang menggerogoti tubuhnya? Dan bagaimana perasaan Praya ketika mengetahui kakaknya (satu-satunya anggota keluarga yang ia punya) menderita Leukimia? di Aftertaste semuanya akan terjawab...

*** *** *** *** ***

Aftertaste adalah karya terbaru dari mba Sefryana Khairil. Buku ini adalah buku ke-20 beliau, tapi merupakan buku pertama beliau yang saya baca. Buku ini sudah lama saya lihat beredar di ig, banyak review-review nya yang sukses bikin saya penasaran. Beruntungnya ternyata ada teman kantor yang sudah beli dan dengan baik hati meminjamkan buku ini.

Well, IMHO saya ngerasa biasa aja dengan isi cerita di buku ini, nothing special sih kalo menurut saya. Bahkan saya cenderung terganggu dengan cara penulisan cerita yang seperti dipenggal-penggal per adegan. Entah maksudnya apa, tapi saya jadi kurang menikmati. Ditambah dengan banyaknya typo di buku ini, sampai-sampai saya langsung nyari nama editornya di halaman informasi buku ini (sesuatu yang jarang bahkan mungkin belum pernah saya lakukan sebelumnya), karena saya ngerasa koq gini sih bukunya, banyak yang salah kata-katanya, padahal sebelum terbit kan udah masuk proses editing dulu sama editornya...

Juga mengenai pemilihan nama, ngerasa agak aneh aja dengan Praya yang ternyata nama seorang cowok. Juga tokoh bernama Cahya yang ternyata cowok juga alias bapak-bapak berbadan gemuk. Agak gimanaaa gitu.

2,5 / 5 bintang untuk buku ini.
7 reviews
November 18, 2017
Menurut ku, alur dalam novel ini lumayan cepet. Jadi aku merasa cepet banget nyelesain cerita nya padahal tebal buku ini lumayan.

Menceritakan tentang Farra dan Narend yang selalu di penuhi dengan ketegangan setiap kali mereka bertemu di dapur. Narend yang sangattt disiplin gak pernah melewati hari nya tanpa omelan kepada para karyawan nya. Dan Farra yang memiliki cita-cita ingin kuliah di luar negri. Hari demi hari mereka lewati sampai akhirnya tiba lah dimana Narend mulai merasakan sesuatu yang berbeda terhadap Farra dan mulai menyembuhkan rasa sakit pada masa lalu nya.

Narend mulai bergerak cepat saat tau waktu nya tidak akan cukup untuk melihat Farra sukses menjadi chef terkenal. Dan ...

Gitu dehh.

Tapi yang terpenting cerita ini bagus. Ending nya berhasil bikin mewek gak jelas. 👍👍👍
Displaying 1 - 27 of 27 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.