Setelah sekian lama tidak menyentuh bacaan fantasi, akhirnya di penghujung 2020 ini saya kembali menyelaminya. Kali ini saya mencomot dari salah satu koleksi yang saya punya, sebuah novel fantasy ringan nan jenaka karya Rick Riordan, serial Magnus Chase and The Gods of Asgard:)
Magnus Chase, si mc di buku ini, sebenarnya agak gak asing jika kalian mengikuti karya Rick Riordan lainnya. Terutama karya tentang dewa Dewi Yunani. Yup! Sebuah petualangan lagi bersama Percy Jackson^^
Magnus ini sendiri merupakan sepupu jauh dari Annabeth Chase, salah satu mc dan merupakan pacar dari Percy Jackson di seri yang berbeda.
Untuk beberapa bab awal, saya sendiri terkesan sangat bosan membacanya, intensitas dari ketegangannya nyaris gak ada perubahan hingga menjelang pertengahan buku, yang berarti hampir mendekati 300 halaman lebih.
Entah mungkin karena bacaan saya agak berat akhir-akhir ini. Di tambah tuntutan dunia nyata juga semakin bertambah. Selain itu juga, kesan saya sendiri, mungkin karena agak ada perbedaan umur antara saya dan buku ini.
Sudah terlalu tua untuk menikmati fantasi ringan ini:(
Pertengahan cerita, akhirnya mood saya membaik, wkwk. Saya mulai bisa menikmati petualangan-petualangan menyenangkan yang dialami oleh Magnus dkk. Mulai dari memanjat Pohon Dunia, memancing monster laut, mencuri palu Thor hingga yang paling klimaks, menghadapi Surt si raksasa api dan mengikat Fenris si Serigala.
Pembawaannya lumayan. Namun entah mengapa, saya beberapa kali mengalami kejenuhan ketika membaca ini. Barulah menjelang 100 halaman terakhir, saya benar-benar bisa fokus untuk menyelesaikan buku ini. Selain itu, celetukan asal yang disampaikan mampu memberikan humor yang sedikit menyegarkan.
Oh ya:) salah satu faktor utama saya membaca seri ini adalah adanya tokoh Samirah al-Abbas. Her name is uniq, mist writters rarely using the name like this. Apalagi dalam cerita-cerita bertajuk fantasy. (Nb : pronounsku masih anjlok, wkwk)
Samirah ini agamanya Islam, sesuai dugaan saya di awal cerita. Ia kemana-mana selalu membawa kain yang ia sebut hijab. Dan well, ini agak gimana ya. Bayangin aja deh, ada muslim (yang non maaf ya, ini cuma review:)), yang kecantol dalam mitologi Nordik. Agak kurang ngeh gitu di otak aku, awokwow.
Akhir cerita, semoga teman-teman menikmati cerita ini. Ragnarok memang berhasil tertunda. Namun, ancaman yang lebih besar justru malah mendekat. Ingin lanjut ke buku ke-2?
"Ya, tapi dewa-dewilah yang demikian, bukan aku. Yang perlu kita camkan mengenai takdir manusia, Magnus, adalah sebagai berikut : Kalaupun kita tidak bisa mengubah gambaran besarnya, pilihan kita dapat mengubah detail-detailnya. Begitulah cara kita memberontak untuk melawan takdir. Begitulah cara kita meninggalkan jejak. Tindakan apa yang akan kau ambil?" -p. 164
"Iya ... tapi tetap saja. Pernahkah kamu membuat pilihan yang tepat dan tahu bahwa pilihanmu itu tepat, tapi tetap saja perasaanmu itu tidak enak?" -p. 158