Apa jadinya kalo kamu harus hidup berdampingan dengan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa di sebuah rumah sakit jiwa? Mungkin, sebagian dari kamu akan menjawab, “Jangan sampe deh!”. Tapi, bagi seorang ko-ass atau asisten dokter, mereka harus siap di tempatkan di mana saja, termasuk di rumah sakit jiwa.
Hal inilah yang dialami Riva. Waktu kecil, Riva emang udah akrab dengan kata-kata gila. Karena itulah, saat ia harus ko-ass di ilmu kedokteran jiwa, ia sangat takut ketemu orang-orang berpenyakit jiwa ini, khususnya mereka yang mengidap skizofrenia.
Begitu Riva sampai di tempat itu, ia pun disuruh untuk memeriksa beberapa pasien sakit jiwa yang udah menantinya. Satu masukan berharga yang ia dapatkan dari Budi—teman satu ko-assnya—adalah belagak gila saat menghadapi orang gila!
Akhirnya, Riva pun mengikuti saran Budi. Memang sih, saran itu benar-benar manjur dan ampuh. Terbukti, semua pasien yang ia tangani ternyata pada nurut semua, bahkan mereka tertawa dan bersikap begitu baik terhadapnya.
Sayang, apa yang telah dilakukan Riva—nyanyi-nyanyi, lompat-lompat, dan menari-nari seperti orang gila—di hadapan pasiennya, ternyata sangat jauh dari bayangan suksesnya teori ‘belagak gila saat menghadapi orang gila’. Karena, yang ia hadapi saat itu adalah pasien depresi ringan.
Jelas aja mereka, bisa secepat itu tertawa. Coba kalau mereka adalah pasien skizofrenia yang benar-benar parah. Mungkin, belagak gila udah nggak akan mempan lagi!
Menghadapi pasien sakit jiwa ini hanyalah salah satu pengalaman konyol dan aneh Ferdiriva Hamzah atau Riva saat ko-ass. Masih banyak pengalaman gokil lainnya yang bisa kamu temukan dalam buku Cado-Cado; Catatan Dodol Calon Dokter yang diterbitkan oleh Bukuné.
Selama ko-ass itu, Riva harus menghadapi berbagai macam tingkah dari pasien-pasiennya. Ada yang pemarah, pemalu, periang, penggerutu, dan sebagainya. Mulai dari merawat pasien sakit jiwa, menghadapi pasien waria yang centil-centil, sampe pasien preman pernah dilalui Riva. Kebayang dong, serunya buku ini seperti apa?! Enjoy reading!
Ferdiriva Hamzah adalah dokter spesialis mata tamatan FKUI dan saat ini praktik di rumah sakit mata ternama di Jakarta. Ia telah menerbitkan lima buah buku; Riva The Explorer: Petualangan yang Menggelikan, The Journeys (buku kompilasi dengan penulis lain), CADO CADO: Catatan Dodol Calon Dokter, CADO CADO Kuadrat: Dokter Muda Serba Salah, dan CADO CADO 3: Susahnya Jadi Dokter Muda.
Buku ini bercerita tentang kegiatan ko-ass (?) seorang dokter. judulnya sendiri singkatan dari Catatan Dodol Calon Dokter. dodol? ...agak lebay yah karena dokter ama dodol ga ada hubungannya yah tapi begitulah anak jaman sekarang menggunakan kata untuk menggambarkan sesuatu yang kadang-kadang memang tidak memiliki hubungan. duduul..:-P
Adalah Ferdiriva Hamzah, cado yang punya imajinasi tinggi yang menceritakan pengalaman lucu, gokil, seru selama menjalani masa-masa ko-ass (pendidikan lanjutan untuk mahasiswa kedoteran yang ingin mencapai gelar dokter umum) selama masa ini sang calon dokter menjalani ko-ass untuk beberapa ilmu kedokteran. pertualangan sang Cado di Rumkit Jiwa membuat dia harus berakting gila karena orang gila hanya mengerti orang gila? he..he... cerita mulai lebay ketika beberpa ko-ass berkutat antara bau mayat dan bau temennya. Ko-ass ternyata mengenal senioritas. Ferdivera dtt berhasil membuat seorang senior sepak dan sombong mereka bertekuk lutut, gimana caranya?? hihihi, sedikit jail dan nakal.
sebagai orang awam saya mulai mengerti sedikit mengenai seluk beluk menjadi ko-ass, tidak tidur alias begadang karena giliran jaga UGD (ha..ha..ternyata yang di UGD itu banyak anak2 ko-ass yah?)
Saya penggemar Grey's Anatomy, serial kedokteran yang menceritakan perjuangan dokter-dokter menyelamatkan nyawa manusia. kagum melihat dokter-dokter cekatan yang sigap dan sangat menghargai nyawa manusia. disini diceritakan bagaimana komunikatifnya dokter dengan pasien dan keluarga pasien. semua istilah medis dijelaskan dengan bahasa awam. so far berhubungan dengan dokter disini (ya iyalah di sini..di Jakarta) saya belum menemukan dokter yang seperti di film itu. empati tinggi, sigap, cekatan dan yang terpenting , komunikatif!! meski saya juga sering ,mendengar beberapa pasien yang beruntung menemukan dokter yang baik. yang jelas, ini bukan generalisasi untuk dokter-dokter di Indonesia. loh kok malah jadi ngomongin GA. :-P. mungkin ini alasan saya beli buku ini.
kalau mau tau lika liku mahasiswa dokter menjalani ko-ass dan perjuangan berat untuk menjadi dokter umum. silahkan baca buku ini. hhmmm..oh yah, agak terganggu aja dengan kata "aku" di buku ini. kocaknya jadi nanggung euy.
Jujur aja buku ini sangat menghibur buat gw!!! baca dimana aja bisa... gw lagi ngopi2 bisa...lagi mau tidur bisa....lagi nangkring di WC juga bisa....hihihihi... lucu banget!!! jadi mikir2 juga...uhmmm...apa iya yg ngarang beneran dokter??? huahahaha.... jarang bener nemu dokter se-geblek itu ya??
Kekurangan buku ini cuma satu!!! KURANG TEBEL!!!! hahahaha....
Cerita tentang profesi yang satu ini memang selalu menarik. Apalagi bagi saya yang jelas-jelas tidak memiliki hubungan dengan profesi ini.
Dengan gaya cerita anak muda, buku ini cocok untuk bersantai sesaat dan dapat segera selesai dalam waktu singkat, karena memang tidak tebal-tebal sekali. Memang sih, sering saya terganggu dengan bagian yang keluar dari cerita dan terlalu dilebih-lebihkan. Akan tetapi secara keseluruhan oke kok. Saya masih ingin membaca buku pertamanya.
Ini buku tentang perjalanan koasnya penulis. Lucu banget karena mungkin pas baca juga jaman-jaman kuliah. Jadi relate sama ceritanya karena waktu itu juga punya temen yang kuliah kedokteran.
Buku yang ngebuat aku jadi lebih paham tentang dunia kedokteran yang tidak perna kesampaian jadi kenyataan itu 😂😂
Seru dan beneran kocak. Bisa di baca sampai habis dalam waktu kurang dari 3 jam aku rasa
Fun and light read, finished in one day/two sittings. It convinced my belief that being a doctor is not for me (to each their own). One thing that made me upset is the dishonesty of the doctor, which is sadly still prevalent in the country.
Selain kagum sama kocak dr Riva, kagum juga sama kerapihan beliau mencatat memory saat koass, sementara diriku saat menjalani koass dulu dan masih hidup saja istilahnya sudah syukur (jadi ingat temen Riva si Ms. Istilah 😅). Jadi pengen baca buku yang lain dong.
Dulu sempet skeptis buku ini bakalan garing karna dokter biasanya serius tapi ternyata emang dokter Riva oranghya heboh plus didukung temen2 yg ga kalah ajaib 🤭🤭
Saya memilih buku ini karena dua hal: saya suka dunia kedokteran setelah menonton Grey's Anatomy dan yang kedua adalah penulisnya Ferdiriva. Saya menyukai cara menulis Ferdiriva saat di The Journeys 1. Memang sih dari pengalaman sebelumnya buku-buku personal literature hampir selalu mengecewakan. Kali ini saya mengambil risiko. Buku ini saya baca untuk selingan saat saya sedang membaca Norwegian Wood dan 9 dari Nadira di saat yang bersamaan. Harapan saya agar buku ini bisa menjadi bacaan ringan yang menyenangkan. Dan, ternyata, sangat menyenangkan. Cado-Cado membungkus rapi mantra wajib setiap buku: dulce et utile (bermanfaat dan berguna). Itu mantra wajib saat saya kuliah sastra semester pertama. Setiap buku bacaan harusnya bermanfaat dan berguna. Dari Cado-Cado saya mendapat pengetahuan istialh kedokteran dan juga mendapat hiburan di saat bersamaan. Nggak sabar baca Cado-Cado Kuadrat dan Cado-Cado 3 jadinya.
Ringan, konyol tapi juga mengandung pesan-pesan moral. Buku ini menceritakan bahwa saat ko-ass, walaupun penuh tekanan dan kesulitan, akan tetapi juga penuh hal-hal konyol yang secara sengaja atau tidak sengaja dilakukan para ko-ass tersebut.
Jadi, buat kamu yang lagi ko-ass, bisa nih baca buku ini supaya tidak stress saat ko-ass. Atau buat yang sudah jadi dokter, bisa dibuat ajang nostalgila saat-saat ko-ass. Atau buat yang bukan calon dokter atau dokter seperti saya, bisa dibuat ketawa-ketiwi karena tidak ikut ngerasain susahnya ko-ass :D
Buku pertama dari trilogi Cado-cado. Ternyata emang dari awal udah 'gebleg' gini cara ceritanya. Ga banyak basa-basi, dr Ferdiriva langsung terjun cerita tentang suka-dukanya semasa koass di aneka bidang/jurusan/cabang kedokteran. Kita jadi dapat mengintip seperti apa sih dunia kedokteran itu. Dan ternyata sama sekali nggak gampang :D (ya eyalaaah)
Gaya menulisnya enak, banyak pengetahuan yang diselipkan diantara kekonyolan atau kekacauan saat jaga di rs, ga cuma ketawa-ketawa ajah. Ga sabar baca lanjutannya :D
kalo diliat dari hum0rnya sih jadul ya... tapi karena ni buku cerita tentang anak koass, jadi ngebaca buku ini jadi ngingetin waktu jaman-jaman koass... yang cerita di forensik tu yang cerita tentang Alm Bu' Nurbama alias Nek Bam kayaknya ceita turun - temurun. Nggak ngerti deh tu cerita sebenernya siapa yang ngalami, karena banyak yang ngaku itu cerita mereka... tapi buku ini tetep keren kok...
Hhmmm..lumayanla.. Sebenarnya aku bukan tipe org yang suka baca buku yg berbahasa gokil spt ini.tp berhubung isi ceritanya banyak yang pernah aku alami jg, jadi asik sendiri bacanya. Terutama bab forensiknya.hehehe..asli ngakak. Aku jg pernah ngalami hal yang sama di rumah sakit yang sama dan dengan orang yang sama.hahaha.. Baca buku ini serasa napak tilas kisah susah jaman koas dl. Pahit dijalani..manis dikenang..hehe..
Kalau mau dibandingkan dengan sekuelnya, cado-cado kuadrat atau cado-cado 3, buku ini menurut saya bakal tenggelam. Di bagian awal, saya melihat sesuatu yang datar-datar saja, tidak "dodol" amat. Baru di chapter menjelang end cover, ko-ass ilmu penyakit anak, neurologi, dengan ilmu kesehatan masyarakat, saya mulai tersenyum sendiri membaca buku cado-cado ini. This book is pretty enough to read.
Bercerita tentang calon dokter yang sedang ko-ass.
Cerita dibagi ke dalam beberapa bidang kedokteran di mana penulis menjalani ko-ass. bidang-bidang tersebut yaitu, ilmu kedokteran jiwa,ilmu kedokteran forensik, ilmu penyakit dalam, ilmu bedah, THT, ilmu kesehatan anak, neurologi, dan ilmu kesehatan masyarakat.
buku yang sangat-sangat-sangat menghibur.. mulai dari cerita lucu yang bikin ngakak guling-guling, sampai cerita yang mengharukan pengalaman penulis selama ko-ass. semuanya kisah nyata loh.. seru banget.. jangan lupa baca buku 2 dan 3 nya juga.. dijamin ngakaknya nggak berhenti-berhenti.. :)) happy reading!
Saya beruntung bisa membaca novel ini ketika sedang berada di perpustakaan SMA saya ketika kelas satu dulu. dari situ saya sungguh semakin ingin menjadi dokter. terima kasih dkter untuk telah merubah mind set bahwa di kedokteran tidak ada mahasiswa aneh nyeleneh seperti saya. Tapi lewat buku ini dkter telah membuktikannya :)
Tapi, biarin deh..hitung-hitung bisa ngintip kedokteran itu kayak mana.
Lagian dari awal juga gak berharap banyak. Kalau udah yang namanya buku semacam personal literature, dari selebtwit pula, yah... aku udah gak pernah ngarep yang macam-macam, walau anehnya gak kapok juga beli.
Tapi ternyata buku ini dah masuk cetakan 10 loh :O
nih buku emang lucu bgt deh. gak nyangka kalo pengarangnya tuh adalah seorang dokter..hehehe.. gw paling ngakak pas yg bagian dia ko-ass di rsj, sumpah parah bgt.. menghibur bgt deh bukunya..baca buku ini gak perlu pake mikir..ketawa terus lah..
lucu juga pengalaman si ferdi ini saat co Ass. gw malah jadi inget dengan PKL Apoteker gw di Apotek. ini gw bikin obat apa bisa bikin pasien sembuh yach :p mana di malu2in pasiennya gara2 gw ga bisa jawab pertanyaan pasienn.hehehehe
paling lucu yang bab2 awal, terutama yang di RSJ. kocak banget. berasa balik lagi ke jaman klinik dulu, susahnya cari pasien n ketemu dosen killer. walopun riva tuh dokter umum n gw dokter gigi.. well beti deh (beda2 tipis) hehehe
Buku ini ditulis oleh sepupu adik ipar saya, seorang dokter mata. Buku ini ini berawal dari entries yang ditulis di blognya, berupa kisah-kisah lucu semasa penulis menjadi co-ass (calon dokter). Benar-benar lucu, cocok untuk bacaan saat dalam perjalanan.
bukunya kecil dan tebalnya pun hanya 190 halaman. buku yang ditulis oleh ferdiriva hamzah ini rata2 memuat kekonyolan2nya sewaktu masa2 coassnya yang lucu2.menurutku agak slengean ceritanya. heheh. tapi enak juga buat suasana yang jenuh.
Ferdiriva memang sableng.. Bukunya lucu banget. Dibuat berseri-seri seperti buku keduanya. Tapi lebih lucu buku kedua. Tampilan nya juga lebih mending buku kedua. Don't judge the book from its cover.. :D
Buku konyol yang menjadi Candu. Cocok untuk menghilangkan stress ditengah kepenatan. Walaupun sering bertanya-tanya "Masa iya sih Coass bisa kaya gini?" Tapi terlepas dari segala rasa ketidakpercayaan akan kisah ini yang benar-benar terjadi, buku ini cukup menghibur.