Novel ini adalah Contoh Semprulna hal² buruk dibungkus dgn cantik, maka itu menurut saya, saya wajib mengungkapkan mengapa saya tidak senang/tidak suka dgn novel ini.
Daiva ini sedang "kejar tayang" sebelum kadaluarsa dan berakhir sbg Perawan Tua. Aku miris loh krn kata-kata Perawan Tua ini berkali-kali digaungkan di novel ini sbg tanda negatif, sebuah momok bhw seorang wanita yg gak laku dan gak berharga.
Kebetulan di kantornya, ada bos baru datang yg super kece (lama-lama gw bosen juga nih baca office romance novel lulusan wattpad, semua bosnya digambarkan kece badai yg bisa bikin cedera leher cewek-cewek), yg sudah bertunangan dgn aktris gak laku, Karin. Buat gampang membayangkannya, Meghan Markle aja yg skrg sukses jadi Duchess dan istrinya Prince Harry dari Inggris.
Terlepas Karin sbg antagonist yg dibikin super jalang egois yg bedebah, gw gak suka dia dibully segitunya sama keponakan² Tristan dan Daiva. Udh ky Donald Bebek dikerjain trio Kwak-Kwik-Kwek. FYI, saya baca ini benar-benar "blind" dan terjun bebas tanpa baca sinopsis ataupun review teman², jadi saya heran mengapa Tristan sbg ayah pengganti keponakannya itu bisa dibilang membiarkan tunangannya dibully dan keponakannya melenggang bebas tanpa hukuman setimpal? Juga pernyataan Daiva yg berkomplot dgn keponakan Tristan ini astaganagadragon.... menganggap mereka anak kecil (Maura sudah 12 tahun ya dan aku gak suka dgn bajingan kecil ini) yg seolah-olah layak saja melakukan hal-hal kurang ajar pd tunangan bosnya. Puncaknya adalah scene laga tenis antara Daiva dan Karin yg seperti sinetron kelas babu-babu. Disini saya kembali heran, buat apa Daiva meladeni tantangan Karin utk main tenis? Dari sini saya menyimpulkan Daiva sudah disetting sbg korban. Korban cinta yg ditinggalkan pria yg seharusnya menikahinya. Korban sbg pihak ketiga utk sasaran kemarahan tunangan yg cemburu. Karin juga gak luput jadi korban sbg antagonis dgn puncaknya sbg pengkhianat cinta tak tahu malu.
Di sisi lain Daiva digambarkan sbg tipe over judgmental, nyolotan dan jinak-jinak merpati kpd Tristan. Nah saya mau bahas jangan pemeo "Selama janur kuning belum melengkung, masih bebas di pasaran" berlaku di novel romance juga deh. Daiva walau dgn gengsi gak ngejar² Tristan secara langsung, tetapi dia sudah berbaris paling depan utk menyodorkan diri pada Tristan, apalagi Daiva sudah menang selangkah dari Karin dgn disukai secara instan oleh ponakan² Tristan sbg substitusi Karin, dan otomatis mereka bersatu padu dlm ketololan utk membenci Karin. Tapi saat Daiva dan Tristan sudah resmi dan baru ada masalah, kelakuan mereka berdua gak beda jauh dgn pasangan alay-alay ababil, marahan, kabur, ada pihak ketiga yg tidak diinginkan (Karin, Luc apa bedanya? sama-sama pihak yg tidak diinginkan pihak yg lain kan?).
Sedangkan tokoh Tristan, sori dori mori gw udh keburu ilfil sejak awal. Si Tristan udh pny tunangan, ngapain jg deket-deketin, kepo-kepoin trus si Daiva, malah gak malu² pake ponakan²nya spy Daiva deket diye mulu? Diye dulunya mengkhianati Tiara, ibu keponakan²nya, dan sejak Daiva hadir di kehidupannya, sama saja si Tristan ini tukang selingkuh walau samar². Baiklah, mungkin kata "Perselingkuhan terselubung" terlalu berlebihan krn berselingkuh itu harus dijalani dua belah pihak pdhl Daiva-nya masih ogah-ogahan (tapi mau), paling nggak "NIAT"NYA Tristan udah busuk dari awal cerita.
Selain itu, bahasanya rada kaku utk dialog²nya, terutama dialog antara Daiva dgn ibunya/tantenya. Baku gitu serasa dengerin dubbing telenovela. Sudah gitu gak konsisten antara menggunakan kata "aku" atau "saya". Saya juga gak suka dgn unsur kearifan lokal (alias ikut campurnya anggota keluarga) dlm penyelesaian solusi relationship Daiva-Tristan ini. Mungkin yg rada konsisten adalah Kejutekan Daiva pada Tristan saja sepanjang novel ini. Dan ini bikin saya heran juga kenapa di novel romance lokal, tipe spt Daiva selalu digambarkan punya banyak basis fans pria yg demen, dari CLBK-nya yg bule yg mau aja dijadiin tameng dramanya hingga bos yg bisa bucin sampe segitunya. Sebenarnya juga kesalahpahaman mereka ini bukan krn Tristan telat ngomong cinta spt yg dituturkan author pd dialog Kiki, tapi lebih karena Tristan lalai dan abai utk membereskan urusannya dgn mantan. Lagian juga kalau in-relationship ala backstreet, bukannya ini juga efek sampingnya juga kan? 🤔🤔🤔