Jump to ratings and reviews
Rate this book

Njoto: Biografi Pemikiran 1951-1965

Rate this book
“…inilah tragedi kita kini, Larto: genialitas dan brilyansi itu kini (hanya) ada di kalangan PKI. Sekiranyalah Aidit dan Njoto bukan di PKI, sejarah tanah air kita akan sangat berbeda […] Aidit dan Lukman tidak begitu berbahaya bagi masa depan Indonesia, tapi Njoto, bisa memperdaya intelegensi kita.” — Iwan Simatupang, dalam surat-suratnya kepada B. Soelarto (1965)

Buku ini menyoroti pemikiran seorang prosais dan propagandis yang disebut-sebut termasuk paling genial dalam sejarah gerakan kiri di Indonesia: Njoto. Njoto bukan hanya duduk sebagai salah satu pucuk pimpinan partai, tetapi juga anggota Politbiro dan kepala Departemen Agitasi dan Propaganda partai. Bersama D.N. Aidit dan M.H. Lukman, ia menerbitkan kembali majalah teoretis Bintang Merah. Njoto juga memimpin koran resmi partai, Harian Rakjat, dan berhasil menjadikannya salah satu koran dengan oplah terbesar pada zamannya.

Sebagai politisi, Njoto pernah masuk ke Konsti­tuante, lalu diangkat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) yang sebagian tugasnya adalah menggencarkan indoktrinasi Manipol ke daerah-daerah sekaligus meninjau pelaksanaan undang-undang yang diprakarsai DPA (termasuk landreform). Dia akhirnya diangkat sebagai Menteri Negara dan dikenal sebagai penulis pidato-pidato Sukarno. Njoto juga menekuni sastra dan memiliki minat besar di bidang kebudayaan. Ia termasuk salah satu pendiri Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra).

Buku ini berusaha memberi pintu masuk ke dunia ide Njoto dengan membahas ketiga bidang yang digelutinya: politik, publisistik, dan kebudayaan. Dilengkapi dengan tulisan-tulisan dan pidato-pidato asli dari tokoh yang dimatikan secara fisik dan gagasan ini oleh kediktatoran Orde Baru.

283 pages, Paperback

First published February 1, 2017

8 people are currently reading
30 people want to read

About the author

Fadrik Aziz Firdausi

1 book1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
13 (41%)
4 stars
6 (19%)
3 stars
12 (38%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews
Profile Image for Ursula.
304 reviews19 followers
November 20, 2017
Sebuah skripsi yang diubah menjadi buku, mengupas pemikiran Njoto ihwal politik, pers, dan kebudayaan. Penulis mengawali pembedahan dengan membahas masa lalu, pendidikan, serta keluarga pentolan partai merah ini, hingga perjalanan karier politiknya.

Namanya juga skripsi, maka setiap argumen dan analisa disertai bukti cuplikan tulisan Njoto. Tercantum pula wawancara orang-orang yang mengenal dan bersinggungan dengan dia semasa hidup untuk memperluas konteks.

Menurut saya pribadi, berlian buku ini adalah lampiran tulisan Njoto yang brilian itu. Caranya membahas soal pers, kebudayaan, dan kaitannya dengan pergerakan sosial itu luar biasa. Singkat, lugas, namun menancap. Tak ayal ia ditunjuk untuk menggembalai Harian Rakjat , corong PKI. Wajarlah jika PKI bisa kembali meraih simpati masyarakat, meski namanya sempat ternoda peristiwa Madiun 1948.

Saya kira buku ini penting dibaca, terutama bagi mereka yang gemar berkoar soal PKI, tanpa mengetahui bagaimana sikap para pentolannya. Apakah iblis akan memperhatikan nasib para petani yang hidupnya masih dibelenggu kemiskinan, atau buruh yang tidak mendapatkan haknya? Atau mengkritisi pers yang lebih sibuk mengurusi picisan ketimbang masalah aktual seperti kemiskinan dan ketimpangan yang tengah melanda penduduk?

Buku ini menarik sekali, dan rasanya seru berpetualang di kepala seorang komunis Indonesia. Sayang, pembaca harus puas dengan evolusi pemikiran Njoto selama 14 tahun saja, karena ia menghilang pada Oktober 1965. Tanpa bisa membuat visinya menjadi nyata, atau melihat ide-idenya ditumbangkan.

Mengutip kata-kata Fadrik: "Ini menjadikan seluruh bangun pemikirannya tampak sebagai jalan yang terputus sebelum menemui ujungnya."
Profile Image for Hero Yudha.
23 reviews1 follower
October 27, 2018
Membaca penelitian tentang narasi pemikiran dari Njoto, sedikit banyak memberikan Saya gambaran bagaimana kualitas para politisi di Masa lalu, orang2 yg teguh pada keyakinan pemikirannya, berdebat hebat tentang konsepsi. Orang2 yang punya kualitas mengarahkan kehidupan suatu peradaban masyarakat, bukan sekadar transaksi jual beli kebijakan. Satu fakta yg membuat Kita harus berterima kasih pada golongan komunis pada Masa itu adalah perjuangan mereka tentang landreform, sehingga akhirnya tertuang pada Undang2 Pokok Agraria. Dan Satu Hal lagi idea bagus yg dibawa partai komunis pada Masa itu adalah pembangunan Negara harus berimbang antara pertanian Dan industri agar Indonesia tetap bisa berdikari. Rezim boleh bilang apapun tentang orang2 ini, tapi pikiran2 mulia Tak boleh dicomberi oleh pelabelan. Njoto adalah salah Satu tokoh inspirasi.
Profile Image for Kahfi.
140 reviews15 followers
March 20, 2017
Tak banyak buku yang membahas tentang sejarah intelektual pada umumnya, jika adapun itu hanya bersifat sempalan yang terdapat dalam konteks penulisan biografi yang masih berkutat pada perjalanan hidup serta pencapaian tokoh yang sedang diceritakan.
Buku ini tentunya menjadi menarik, karena sosok intelektual yang diangkat berasal dari kelompok yang dianggap sebagai musuh komunal. Perlu kita rasanya membaca buku ini agar percaya bahwa sebuah kebenaran tak melulu berasal dari kacamata pihak yang berkuasa.
Profile Image for Gilang Bina.
32 reviews7 followers
September 19, 2020
Bahasa yang dibawakan oleh penulis agak sulit saya cerna, mungkin karena kekurangan saya. Namun kelebihan dari buku ini karena memuat beberapa artikel tulisan Njoto di Harian Rakjat yang agaknya lebih mudah dicerna dan menjelaskan beberapa hal yang menarik.
Displaying 1 - 6 of 6 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.