Sesuai kata pengantar sekaligus editornya, kumpulan tulisan onghokham ini bersifat tematik dengan informasi yang berulang. Memang benar ada beberapa fakta penting yang dipaparkan, seperti (1) segmentasi ruang hidup masyarakat Cina, (2) kedatangan orang cina yang jauh mendahului kompeni, serta (3) hubungan dagang yang pelik antara Cina, Belanda, dan orang Jawa. Belum lagi soal perlindungan hukum, hak waris, agama, dan kewarganegaraan yang kabur. Namun, kompilasi ini lebih bersifat tribute bagi 100 harian wafatnya onghokham daripada fokus sejarah yang adil atas peranakan tionghoa di Indonesia.
Selain gaya kalimatnya yang panjang-panjang, narasi onghokham sering mengasumsikan bahwa pembaca punya pemahaman dasar atas artikel yang dipaparkan. Trivia yang ditulisnya memang fakta umum, walaupun belum tentu populer. Kedua hal ini membuat tulisannya menjadi dekat, seperti mendengar kuliah langsung. Namun perlu dibaca pelan-pelan dan ditelisik lagi bagi orang yang bukan, dalam istilahnya, "sarjana sejarah".