Yang aku lakukan setelah putus cinta adalah menyelinap ke acara pernikahan sebagai tamu tak diundang. Yes! I'm the wedding crasher. Aku menyelinap masuk ke pernikahan-pernikahan sebagai designer yang mencari mangsa. Di mana lagi aku bisa mempromosikan desainku dengan cuma-cuma (dapat makan lagi!) kalau bukan di acara penikahan mewah, tempat para wanita sosialita berdandan habis-habisan. Dan aku muncul dengan mengenakan gaun karyaku, memancing rasa kagum bagi mereka yang tertarik. Saat itulah, aku akan mengeluarkan kartu namaku dan bisa tersenyum bahagia.
Namun, senyumku hilang ketika aku datang ke sebuah resepsi pernikahan, dan yang menghampiriku bukanlah tante-tante calon klien, melainkan seorang laki-laki. Laki-laki yang begitu romantis dan menyita seluruh isi otakku.
Dia menganggap sebagai takdir atas pertemuan kami di tiga resepsi berturut-turut. Apa yang harus aku lakukan? Mengakui bahwa sebenarnya aku bukanlah tamu undangan, dengan risiko dia akan berpikir aku melakukan itu untuk menjebaknya. Atau haruskah aku terus menjaga rahasiaku?
Sejak pertama kali baca Sleepaholic, sudah jatuh cinta dengan karya penulis yang satu ini. Seperti membaca HQ rasa Indonesia. Tastenya berbeda. Sejak saat itu, aku tidak pernah tidak membaca buku-buku hasil karya beliau. Langsung menjerit bahagia saat tahu ada buku terbarunya, stalking, dan berakhir dengan baca sampai subuh sebelum akhirnya promosi dengan teman-teman yang satu genre (mostly teman satu divisi, satu divisi Akunting suka buku semua gitu). Meski aku tidak membaca buku keduanya (kisah tentang Tatiana, saudara Tecla).
Aku tahu, setelah aku memutuskan membaca buku ini tanggal 28 Maret kemarin (saat libur Nyepi) di jam 10 malam, aku akan berakhir dengan tidak tidur untuk membaca buku ini, toh akhirnya dilakukan juga. :)) Well yeah, aku kelar membaca jam setengah 5 pagi, dan ngantor~ \m/
Oke, ceritanya. Please jangan baca kalau kamu tidak suka spoiler.
Astrid Zeng (yak, kamu tidak salah, si tokoh bernama sama dengan nama penulis, memiliki pekerjaan yang sama dengan penulis; sebagai desainer, plus tinggal di Surabaya), seorang desainer gaun pesta (mostly gaun pengantin) memiliki kebiasaan buruk nan unik yaitu menyusup masuk ke dalam pesta-pesta pernikahan orang-orang kaya dan mewah. Setting pertama lokasi cerita adalah di Ritz Carlton (tidak disebutkan namun terlihat dari deskripsi, hotel mana lagi yang dekat Pacific Place?) :P dan Astrid bersama Ruth menyusup masuk ke dalam pesta pernikahan Lisa dan Ben. Dengan bermodalkan ongkos taksi, tip taksi serta dua buah angpau berisi masing-masing lima ribu rupiah, mereka menikmati makan yang hampir bisa dibilang gratis di dalam pesta. Di pesta itulah mereka bertemu dengan Michael Lienata (awalnya hanya dikenal sebagai Michael), yang tidak sengaja mendengar komentar kritik nan pedas yang dikatakan oleh Astrid kepada Ruth, mengenai pesta pernikahan itu. Astrid mengaku sebagai sahabat si perempuan, sementara Michael berkata sebagai "bisa dibilang" teman si pengantin lelaki, walau ketika pertanyaan mulai menjurus yang rawan membongkar penyusupan Astrid, dia berkelit dan pergi dari pesta. Akhir pertemuan itu dia baru tahu kalau Michael adalah Best Man si pengantin.
Pertemuan kedua mereka terjadi di Surabaya. Astrid tahu Michael datang ke Surabaya, bahkan sempat menjemput di bandara. Namun mereka lagi-lagi bertemu di pesta pernikahan. Michael sebagai salah seorang tamu dan Astrid lagi-lagi menyusup. Si pria sudah memberikan sinyal ingin mengenal si perempuan lebih dekat, tapi tidak bersambut. Hanya saja, mereka bertemu lagi di sebuah pernikahan di Bali! Alala~ Astrid datang bersama Ruth, dan menyebutkan nama palsunya sesaat sebelum Michael bersama dengan Alex keluar dari venue dan melihat mereka. Astrid mengaku salah tempat undangan, sementara Michael memberikan sinyal lain ingin mengenal Astrid lebih jauh. Saat itulah mereka sepakat untuk mencoba menjajaki hubungan mereka, karena buat Michael pertemuan tiga kali di tiga kondangan yang berbeda adalah pertanda mereka berjodoh.
Michale Lienata anak kedua dari keluarga Lienata. Managing Director di sebuah perusahaan, yang rupanya adalah perusahaan hasil kerjasama keluarganya dengan keluarga konglomerat lainnya. Kakak lelakinya sudah menikah dan mempunyai seorang anak perempuan.
"Pacaran" jarak jauh mereka membuat interaksi mereka menggemaskan! Relasi yang terjalin antara Michael dan Astrid lucu banget buat disimak. Meski Michael berasal dari keluarga kaya, tapi dia tidak malu untuk melakukan 'pencurian' membawa pulang sandal, sampo, sabun, sikat gigi hotel dan handuk pesawat. Justru permintaan yang dilakukan oleh Astrid itu yang membuatku malu sendiri saat membaca. Entahlah, lucu di satu sisi, tapi memalukan di sisi lain. Karena cenderung dari keluarga biasa-biasa saja, yang mengumpulkan uang dari keringat sendiri, membuatnya menghargai uang habis-habisan dan memanfaatkan hal di sekitarnya, menjurus ke kata "pelit". Padahal kemarin-kemarin buku penulis yang sama, kalau pun ada si miskin, tidak seperti ini karakternya, entah kenapa yang ini bikin merinding. Oh my, untung Michael cute, kalau nggak, sudah kututup buku ini. Tokoh utama wanita kita agak nggak punya harga diri cuy. =.=a Yeah, dua bintang kuberikan pada Michael, tanpa karakter hero kita, sudah kuberikan bintang dua sepertinya. >.<
Namun ketika akhirnya Astrid dibawa ke tempat yang sama dengan orangtua Michael, barulah jurang antara mereka berdua jelas terlihat. Yah, seperti kisah klasik di kisah-kisah lainnya, si kaya dan si miskin tidak cocok. Orangtua si kaya akan berusaha membuat si perempuan pergi, lalu muncul perempuan kaya lain yang direstui oleh orangtua si kaya. Yup, seperti itu polanya di tengah buku hingga ke ending. Akhirnya seru juga, awal buku terasa agak membosankan.
Tapi aku suka.
Meski karakter Astrid terasa memalukan dan bikin merinding, aku sadari orang seperti itu ada. Yeah mungkin tidak seberuntung itu hingga bertemu "pangeran" tampan, kaya dan berjodoh yang rela mengejarnya mati-matian. Setidaknya membumi-lah karakternya. Adegan saat , walau aku berharap tidak dieksekusi secepat yang dituliskan di buku ini. Namun rupanya jumlah halaman sudah kebanyakan. :P Aku hampir berharap si Astrid sebenarnya punya sakit sesuatu lho, saat Michael menyatakan si perempuan harus cek kesehatan karena badannya mudah sakit. Hahaha. Tapi ini Amore, dan Amore harus berakhir bahagia. Mungkin aku akan mencari buku lain jika ingin buku sad ending. :3
Oh, tapi sayang banget, typonya banyak! Asli, aku malah makin seger matanya karena membaca typo yang tertaburan hampir setiap dua halaman sekali. >.< Apalagi semakin ke belakang. =.=a Huhuhu. Masalahnya tidak mudah diabaikan, karena terlihat jelas. Tapi tak apalah, aku suka ceritanya. :D Walau aku tetap lebih suka Bella and the Beast. :P (Kapan sih aku tidak suka buku itu? Semuanya aku bandingin ke buku itu.) :))
Baik, mari kita closing reading challenge tahun ini dengan mengucap Hamdalah #apadah. Yah tapi beneran, buku ini jadi penutup tahun 2019. Semoga tahun depan bisa banyakan lagi buku yang bisa dibaca ((bakalan repot ngurusin si bayik, hehe))
Well, random ajasik benernya. Pas scrolling to-read-list di kobo langsung ketemu ini dan voila bacalah sampe kelar. Eh eh ini ceritanya Ce Acid sendiri yak? Begitu Graha Family muncul ku kaya homey banget, berasa seneng aja kenal baik sama setting tempatnya—yip, Surabaya gaes. Awalnya ku sudah banyangin Cece2 yang suka menuhin Supermall yang kadang bikin uwe bete kalo mereka udah ngomong pake mandarin gitu. Hellaw, iki sek Suroboyo kan? —hati we yang mbatin gitu, LOLs. Tapi semakin kebelakang ku tahu kalau Astrid dan keluarganya ini beda, tipe-tipe yang kerja keras yang kadang ditemuin ndek Pasar Atom yang nggak mandang ras Jawa beda kasta sama merek gicuu—yang kalo ngomong medhoknya ngalah2in kita yang asli jowo, wqwq.
Kay sudahan prolognya.... Ku sebenernya agak lupa2 inget si Michael ini sodaranya siapa yes? Phillip bukan ya? Abisnya baca series sebelumnya udah mayan lama jadi sisa ingetan itu cuman sekian persen aja. Nggak ada hubungannya sama Tecla dan Tatiana kan yes? Jadi si Astrid ini designer muda tapi karena pengen melebarkan sayap aka dapet customer lebih banyak tapi maunya gratis wqwq doi rela nyusup ke kawinan2 orang kaya terus nyebarin kartu nama ke calon customer potensial—wedding crasher gitu lah istilahnya. Nah saat nyusup itu doi ketemu sama Michael, 3 kali kawinan dan ngga sengaja ketemu bikin mereka ngerasa cucok—terlebih si Mike ya—dan akhirnya memutuskan jalanin aja pelan-pelan. Si Mike juga udah beberapa kali ke Surabaya buat ngunjungin Astrid terus akrab sama keluarga Astrid. Nah tibalah saatnya Mike pengen ngenalin Astrid ke kehidupannya. Agak kurang suka part ini ya sebenernya, soalnya rada sinetron gituloo. Mike ini katakanlah satu dari Crazy Rich Indonesians gitu, jadi you know lah, perbedaan status keluarga Mike dan Astrid jadi penghalang buat cinta mereka. Bahkan emak-emak bersasak tinggi nan arogan & wanita maha cantik sempurna buat jodoh si anak kesayangan juga nongol—sinet amat kan? Ini yang agak ngurangin poin uwe. Meski Mike mati2an pertahanin hubungan mereka tapi keretakan itu akhirnya dateng juga. Lah di HK banget lagi kejadiannya. Si Bos besar—Papa Mike—membuka semua aib Astrid didepan Mike, aibnya? Well baca sendiri lah ya... tapi gegara itu Mike yang shock sempat meragu ke Astrid dan mereka akhirnya lost contact sementara waktu. Tapi bukan Ce Acid dong kalo ga bikin ceritanya happily ever after. Berkat kekuatan bulan #halah mereka pun baikan lagi, Yay! Fin!
Ciyusan deh ceritanya emang cuma sampe mereka baikan doang, udah disono aja nggak terus wqwq. Agak geregetan kan yang baca ini, hehe.
Akhirnya selesai jugaaaaa 😭😭😭😭 Pertama-tama mau minta maaf dulu sama sang author hehe, soalnya agak bitter pas komentar di update progress. Gue jabarin aja deh ya kelebihan dan kekurangan novel ini. Disclaimer, namanya juga review pribadi dan sangaaaat subjektif
Kelebihan: 1. I hate Ibu Suri and Carissa sooo much. Gue suka banget sama penulisannya utk gambarin betapa sadisnya dua perempuan itu 2. Ide ceritanya unik, gue baru tau kalau sememungkinkan itu seorang desainer nyusup ke hajatan orang 😂😂 3. Penulisan tentang dunia desain yg digeluti si Astrid ini believable banget. Lah yaiya sih orang author-nya desainer, ya harus believable wkwk 4. Tidak terganggu dgn gaya bahasanya alias, so so lahhh
Well, maap kalo agak julid dan sangat sangat bitter di bagian ini. Namanya juga review yg beda tipis sama curhat pengalaman membacanya haha Kekurangan: 1. Astaga. Ini novel yg paling bertele-tele yg pernah gue baca! Argh. 376 halaman is tooooooo much! Banyak banget scene yg ga penting2 amat atau sbnrnya bisa diringkas. Misalnya pas bagian pergi ke antah berantah trus nemu rumah serem. I don't really need it! Gatau juga maksudnya masukin scene itu buat apa 😭. Trus pas bagian dikejer-kejer begal itu apalah, ngapaiiiiin? Mmm trus bab paling akhir pun menurut gue ga penting juga sih hehe. Entah maksudnya buat bridge series novel selanjutnya tapi, duh, kepanjangan. 2. Sesungguhnya gue kurang suka kalo nama karakter sama nama author-nya itu sama. Mau ceritain pengalaman pribadi? I don't want it, I read this novel bcs it's fiction. Fiction=not real. Udah mah imajinasi gue ttg gimana Astrid itu jadi kacau karena kebayang-bayang muka author-nya which is not good for my imagination. Imajinasi gue jadinya ga jalan dan gue sangat ga suka itu. Atau apakah bikin novel ini sbg tribute to your best friends? Makanya namanya sama banget. Well, gue lbh suka kalo sifatnya aja disamain. Jadinya tuh tanggung gtu loh, ini gue mau ngebayangin beneran ada orang namanya Astrid, Ruth, Michael, Alex di dunia ini apa engga? 3. Ah ini sebenernya ga krusial tapi mayan penting sih hehe. Ada bbrp adegan skinship yg gue ga paham. Kaya gimana ya, gue itu selalu membayangkan keadaan seperti yg tertulis di tiap halaman novel yg gue baca. Nah, pas di awal2 interaksi skinship Astrid dan Michael itu banyak yg ga bisa kebayang gtu loh. Kaya posisi mereka berdua tuh nempelnya kaya gimana sih ga tersampaikan dgn baik dr tulisan itu. Gue sampe baca berulang kali tapi ttp ga kebayang, jadinya yaudala gue abaikan aja. Padahal itu poin penting sih buat menilai seberapa intimnya hubungan si Astrid sama Michael. Apalagi penulisan skinship yg ga bisa gue bayangin itu adanya di halaman2 awal novel, jadinya gue ga kebayang, seberapa 'nyosor'-nya si Michael ke si Astrid gtu haha.
Dah gtu aja, tetep berkarya ya Mba Astrid! Semoga tidak sakit hati saat membaca review gue nan panjang dan nyelekit ini hehehe 😁😁
Akhirnya memutuskan untuk tidak menyelesaikan novel ini. Wedding Crasher adalah audio book kedua yang saya dengarkan di Vidio setelah Seribu Tahun Kumenanti (ulasan). Pembacanya berbeda dengan STK, tapi masih sama bagusnya. Satu hal yang saya sadari dari kedua pembaca ini adalah: mereka selalu memberatkan suaranya saat membaca dialog tokoh pria. Kalau misal nanti ada pembaca pria, kira-kira bagaimana dia akan membacakan dialog tokoh wanita?
Saya cuma mendengarkan sampai bab ketiga sebelum akhirnya jengkel dengan tokoh utamanya. Si tokoh utamanya, buatku, terasa sok asyik. Interaksi dan caranya mendeskripsikan teman-temannya membuat saya memutar bola mata. Sepertinya dia ini tipe teman yang masih berusaha orang toleransi, tapi tidak dimasukkan ke suatu grup WA yang secara spesifik dibuat untuk menghindarinya. Cukup 4,5 jam saja yang saya habiskan dengan Astrid, si tokoh utama yang bernama sama dengan penulis novel ini. Saya tidak kuat melanjutkan lebih dari itu.
Astrid adalah seorang designer yang tinggal di Surabaya. Dia adalah seorang wedding crasher yang suka datang ke pesta pernikahan padahal tak diundang. Tujuannya untuk mencari customer bagi butiknya. Tak disangka, di 3 pesta pernikahan yang dia datangi, dia selalu bertemu Michael. Michael adalah seorang managing director disebuah perusahaan besar di Jakarta. Sialnya, Astrid berbohong dengan mengaku mengenal mempelai wanita, padahal mempelai wanita tersebut adalah adik Michael. Michael dan Astrid mulai pdkt tapi dengan adanya kebohongan Astrid, hubungan mereka menjadi sedikit runyam. Overall, plot tentang berbohong soal background memang sudah common. Tapi novel ini memberikan sisi baru sehingga membacanya tetap seru dan fresh.
Sebagai penggemar tulisan Astrid, terutama kisah Tatiana dan Cindy, rasanya sangat kecewa membaca novel ini. Gaya tulisan (terutama di bagian awal) sangat asing dan membosankan, bukan seperti karya Astrid yang lain. Maaf, cara bertutur yang khas Astrid tidak terlihat, malah digantikan dengan lumayan banyaknya adegan yang konyol dan malah bikin ilfil. Aku (hampir) yakin ini kisah Astrid sendiri. Kalau memang iya, ini cuma membuktikan satu hal. Tak semua pengarang bisa menuliskan kisahnya sendiri dengan cantik. Sekadar saran untuk penulis kesayangan, please, kembali ke Astrid Zeng yang asli. Dengan kisah-kisah manis yang membuat hati menjadi hangat. Yang konyol-konyol bukan jatahmu, Ci.
Tokoh favorit aku adalah Astrid. Bagiku Astrid itu tipe pengusaha baik hati, gak heran ia punya keluarga dan sahabat yang solid. One day, aku juga pengen kayak Astrid (bukan jadi designer) yang punya tempat usaha sendiri. . 💐 Banyak amanat yang bisa dipetik dari novel bercover cantik ini, tentang pasangan, kepercayaan, persahabatan, dan juga hubungan keluarga. Narasi yang sederhana terasa menyenangkan. Selain Astrid dan Michael, tokoh2 lain Wedding Crasher juga punya karakter kuat. . 💐 Yang buat aku kurang sreg pada bagian akhir adalah munculnya bagian Alex-Ruth. Pengen lihat wedding Astrid-Michael seberapa mewahnya. 😥 . . 3.7/5
2. Alurnya terkesan lambat, buat saya ada adegan yang seharusnya bisa dihilangkan dan diganti dengan konflik serta penyelesaian yang pas.
3. Ending yang terkesan terburu-buru.
Terlepas dari yang diatas membaca novel ini bisa melepas penat pada saat weekdays, karena cukup menghibur 😊. Thank you, semoga kedepannya karya mbak astrid bisa lebih baik lagi, sukses terus 😇. Sampai saat ini karya mbak astrid yang membekas di hati masih Pengantin Pengganti.
Sebenernya suka sih karya Astrid Zeng... Tapi entah kenapa pas baca cerita yang ini, somehow feelnya ga sreg aja.. ceritanya sih bagus, mengalir, ga ngebosenin. cuman chemistry tokoh utamanya agak kurang sreg aja. sesimple itukah cinta? rasanya kok gampang banget dan terlalu keburu buru? Jadi serasa ngejar metromini pas bacanya. akhirnya feelnya ga dapet. Tapi balik lagi sih, semua tergantung selera masing masing ya ... :)
I like the idea of the story. Wedding crasher...never come across in my mind that's part of marketing to promote business. Plot was well written...though storyline typically like korean drama, rich guy had crushed with ordinary girl. But when I started to read it, I couldn't stop. Always wanna know how the relationship being ended up. Nice chic lit
Interaksi Astrid-Michael kurang ngena ya, mereka kayak gak ada chemistry-nya. Konfliknya juga bentrar banget, dengan endingnya yang gak berasa apa-apa. Gak selucu atapun seromantis novel-novel sebelumnya.
2.5. bintang. Gue baca 30 halaman awal — merasa kurang nancep sama ceritanya, skimming bagian tengah, lantas baca 30 halaman terakhir— setengah skimming juga.
Bocor parah si Astrid. Keluarga dan temennya juga lucu. Menyenangkan baca ini. Walaupun seperti cerita macam Cinderella begitu, tapi ga terlalu dipaksain. Bagus dan ringan untuk dibaca
Saya suka ide cerita yang dibawakan oleh penulis dalam buku ini, seorang desainer yang memasuki wedding party untuk mempromosikan diri. Pada awal cerita, saya bisa merasakan perasaan excited yang kuat. Hanya saja, ketika mengikuti alur cerita, perasaan tersebut semakin lama semakin menurun. Alur nya dapat dikatakan bertele-tele sehingga memunculkan perasaan bosan saat membaca. Ada beberapa peristiwa dalam cerita yang menurut saya tidak memberikan pesan atau efek terhadap jalan cerita. Permasalahan memuncak dengan cepat pada akhir cerita cukup memunculkan perasaan excicted saya. Selain itu, ada hal positif yang saya dapat dari buku ini. Saya sangat suka bagaimana penulis mampu menggambarkan situasi keluarga Astrid dengan begitu konkrit, yaitu keluarga Tiong Hoa yang sederhana dengan segala perilaku khas nya.
Waktu tau Ci Astrid mau keluarin anak nya lagi, udah pasti gue langsung seneng banget ya.. Pasti langsung mikir dong ya, siapa lagi nih yang di bahas. Terus nemuin nama sang tokoh cowok, Michael. Lho kok Michael? Bukannya doi udah jadi suami Tatiana ya? Apa ini cerita sebelum Michael ketemu Tatiana? Tapi pas udah kesananya ohhh beda orang tohhhh.. Ternyata ini Michael yang laen, Michael nya aku #ehh ._.
Kalo sang cowok namanya Michael, yang ceweknya namanya malah sama kya sag penulis: Astrid. Ini nulis kisah sendirikah? Atau udah bingung lagi pake nama apaan. Okelah forget it masalah nama ya.
Astrid yang memiliki butik di Surabaya ini selalu menyelundup ke pernikahan2 mewah hanya untuk mencari calon customer nya. Sampe akhirnya dia ketemu sama Michael ya. Dan Astrid gk tau kalo di pernikahan itu yang nikah adiknya Michael, dan Astrid berbohong kalo dia adalah teman Lisa, adik Michael itu. Dan sejak saat itu terjadilah kebohongan2 Astrid terhadap Michael. Yang gk disangka, Michael ternyata tertarik sama Astrid.
Tapi saat hubungan dia mulai serius, orang tua Michael malah gk setuju. Mama nya Michael ngerasa Astrid itu gk setara sama dia yg kekayaan nya mungkin ngelelebihin mama nya Dao Ming Se di Meteor Garden. Sumpah pas kejadian itu langsung inget sasak ibu suri itu yaa.. Udah lah inti nya begitu, silakan beli dan baca sendiri kelanjutannya.
Hhmmm.. Gimana yaa. Untuk cerita nya sendiri entah kenapa gk nemu gregetnya. Gue suka dengan covernya. Dan untuk keseluruhan cerita, emang ya Ci Astrid itu jago bikin cerita yang gk bosenin. Dialog2 yang hidup antara tokoh2 nya.. Good job Ci. Selalu nunggu buku2 mu setiap saat ^^
Ada kalanya beberapa bagian dalam cerita membuatku lupa nama teman-teman dari karakter utama —Astrid; karena hanya sesekali disebutkan. Menurutku, karakter Astrid sangar relatable. Dengan masa lalunya yang cukup pahit, keluarganya yang sederhana namun hangat, sifatnya yang agak ceplas-ceplos, juga ketidakpercayaan dirinya. Sementara Michael, bak pangeran yang muncul dalam dongen dan impian bagi semua wanita untuk mempunyai lelaki seperti dia. Dan kombinasi mereka berdua sangat menarik. Interaksinya dinamis dan terkadang menegangkan. Ada saat aku kesal pada Michael dengan rahasianya; ada kalanya pada Astrid yang terlalu berkalut pada masa lalunya. All in all, membeli Wedding Crasher di Gramedia tidak sia-sia. Cerita yang ringan cukup membuatku hampir (NOTE: hampir) kembali pada dunia romance. . Ps: aku menemukan beberapa typos dan agaknya ada kata yang hilang sehingga aku terkadang harus menerkanya. . PPS: Nama tokoh utamanya Astrid Zeng juga nih, pengalaman pribadi? Hihi.
Merasa puas setelah sampai di bagian endingnya, haha, oke Mbak Astrid pasti bikin spin-off nya nih, percaya deh Mbak.. Penilaian saya terhadap buku ini, hemm, temanya menarik, ceritanya apik, kejutan-kejutannya unik terutama di bagian-bagian akhir. Sayang menurutku separuh awal agak bertele-tele seharusnya bisa dipersingkat. Oh ya agak banyak typonya juga sayang banget. Makanya tiga bintang aja ya, it's ok.. overall, it's recommended 😊
Judul : Wedding Crasher Penulis : Astrid Zeng Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2017 Finished : 30.03.2018
Baru ini nemu tokoh utama wanita yang kekonyolannya bikin gregetan. Masuk ke acara pernikahan tanpa undangan udah cukup nekat ya, e ada lagi dia suka ngtrip keluar kota demi acara nikahan juga dan bercita-cita bisa meninggalkan jejak pipis di setiap kota. Belum lagi yang pakai acara pipis minta ditunggui Michael dan Alex terus mereka harus menghadap kamar mandinya dengan alasan takut hilang dibawa hantu. Benar-benar gak ada malunya. Membaca tokoh Astrid jadi mikir apa sang penulis Astrid Zeng aslinya juga seperti Astrid Zeng yang ini? Karena membaca setiap adegannya aku merasa Astrid itu nyata.
Lalu ada lagi Michael si konglomerat anti keringat. Meski pun tidak digambarkan Michael ini sosok anti kotor, tapi agak kesel juga pas dia nolak bantuin di panti asuhan dengan alasan nanti keringatan dan sudah ada anak-anak. Blas gak ada basa-basinya dia ngomong. Cuma pas dia ikut ngasih sumbangan jadi adem lagi deh. Baik hatinya dia lebih yang bukan pakai tenaga kayanya.
Ini seharusnya jadi kisah dramatis miris karena penolakan dan penghinaan orang tua Michael yang terang-terangan, tapi melihat bagaimana santainya Astrid dan keluarganya menghadapi si Ibu Suri, mama Michael, malah terkesan ringan aja. Suka sama keluarga ini.
Pokoknya inti dari kisah ini yang aku dapat adalah apa pun masalahnya, dibawa santai aja.
Finish this book in a day! Untuk awalannya sih oke ya ceritanya tentang seorang designer yang menyelusup ke pernikahan-pernikahan orang kaya untuk mendapatkan customers. Tapi kok makin ke belakang, ceritanya malah berasa jadi out of context judulnya “Weddingg Crasher” ya? Jadi cerita tentang wedding crasher nya ini hanya dibagian depan dan mulai tengah ke belakang sudah tidak nyambung lagi ceritanya dan banyak scenes yang saya rasa tidak perlu dimasukan ke dalam bagian cerita karena tidak penting. Menurut saya juga endingnya sangat tidak pas, chemistry between the two main characters ga dapet banget feelnya. But still a good story anyway