Mozart bertanya, kenapa Ratu Inggris bernama Elizabeth?
Begitulah bunyi salah satu pesan terakhir Kakek Isabel. Awalnya, gadis albino tersebut tak pernah menduga, bahwa kematian Sang Kakek akan menjadi awal dari perjalanan panjang petualangannya yang mendebarkan, penuh teka-teki, serta mengantarkannya pada kenyataan pahit yang tak pernah diduga. Zeyn, sang kakak sepupu yang turut membantu pun mesti mengejar pelaku yang membuatnya harus melawan nuraninya sendiri. Mengungkap sebuah konspirasi besar yang mengoyak-oyak harga dirinya.
Sementara itu, di ujung lain waktu, Isabel yang lain tengah menjalani kisah hidupnya sendiri. Sejarah telah memaksanya menyaksikan sebuah revolusi yang akan mengubah seluruh kehidupannya hingga ke ujung lain masa. Ini adalah sebuah novel inspiratif yang akan menyadarkan kita, betapa sebagai seorang muslim kita tanpa sadar telah meninggalkan kemusliman kita. Sementara di suatu tempat di sana, ada orang-orang yang justru menemukan indahnya Islam hanya dengan menjadi bagian dari perubahan di sekitarnya.
Baguss! Walau ada beberapa plus minus di sini, tapi sejujurnya aku suka cerita ini. Dua Isabel yang terpisahkan oleh zaman, tapi ternyata masing-masing saling berhubungan. Hmm dimana toko yg masih menjual buku ini?
Cantik bukunya 🤯🤯🤯 Dari plot sampai karakter kayak BEDA BANGET, dikemas rapih tapi tetep ada unsur Islaminya, teka teki dan misteri yang disajikan di buku ini juga bikin kita penasaran dan penasaran buat terus baca bukunya sampai selesai, keren pokoknya
Novel ini bercerita tentang 2 orang wanita yang dilahirkan di zaman yang berbeda dengan nama sama, Isabel. Di masa penaklukan Konstatinopel, Isabel yang terlahir albino hidup sebagai budak di rumah kediaman ayahnya sendiri. Kondisinya yang berbeda membuat Isabel harus selalu bersembunyi. Ia kemudian bertemu dengan Cladius, putra dari Theodeos sang ayah. Keduanya menjalin pertemanan dari kecil hingga dewasa. Cladius kerap mengajak Isabel berjalan-jalan bersama dan tumbuhlah benih cinta di antara keduanya. Sayangnya kenyataan pahit harus diterima keduanya saat tahu rahasia yang sebenarnya . Tak hanya itu penaklukan kota Konstatinopel pada akhirnya juga mengubah kehidupan Isabel sepenuhnya.
Sementara itu di jaman yang berbeda, Isabel Pasha ditantang untuk memecahkan teka-teki yang diberikan almarhum kakeknya sebelum meninggal. Kakek yang meninggal karena serangan jantung berusaha menunjukkan sebuah rahasia terkait kematian ayah Isabel dan pesan lain terkait leluhur mereka. Hingga akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan kalau dia harus pergi ke Turki. Namun bagaimana caranya Isabel ke Turki sementara semua kartunya diblokir sang paman yang sejak dulu tak pernah bersikap baik padanya?
Sebagai sebuah novel berbalut sejarah, penulis cukup apik dalam menggambarkan situasi Konstatinopel di masa penaklukan Sultan Mahmud Al Fatih. Sementara untuk kisah dengan setting masa sekarang, cerita Isabel Pasha juga cukup menarik meski pada bagian teka tekinya agak kurang bisa dipahami. Konspirasi yang diberikan juga seperti sinetron yang sering kita tonton. Heu
Penggambaran 2 kisah yang berbeda di novel ini nggak terasa aneh maupum awkward meski terjadi di 2 waktu yang jauh berbeda. Dengan satu benang merah yang sama, 2 kisah ini sama-sama mengangkat soal syariat Islamㅡperihal kewajiban menutup aurat bagi muslimah. Lebih-lebih, alasan yang digunakan untuk menutup aurat terasa cukup relevan hingga kini, dimana alasan yang digunakan masih sebatas menutupi kekurangan yang ada di dalam diri. Hingga akhir kisah, kita diajak untuk berbangga diri atas identitas terlahir sebagai seorang muslim dan betapa syariat Islam begitu indah menjaga para pemeluknya.
BUKU INI SUPER UNDERRATED! PADAHAL SUPER BAGUS. PLOT TWIST NYA GA MAIN MAIN. Kita sebagai pembaca tuh bahkan ga akan ngira apa fakta yang bakal penulis kasih tau 😭😭😆❤❤❤
Penulis yang baik ada penulis yang melakukan riset dan menuangkannya dengan baik. Deasylawati berhasil memainkan sejarah penaklukan konstantinopel dengan sudut pandang yang baru dan unik. kisah dua zaman yang berbeda menjadi satu juga jadi salah satu daya tarik. Sayangnya, entah karena terinspirasi dari sinetron turki atau telenovela, percakapan dan konflik terasa seperti 'sinetron' mainstream sekali meski konsep besar sebenarnya bagus. Pesan yang disampaikan penulis dan pertemuan dua kisah beda zaman menjadi poin plus buku ini