Jack Ma sering didatangi orang dan diminta menandatangani buku tentang dirinya. Dia merasa tak enak karena dia belum melihat buku yang disodorkan dan tidak tahu apa isi buku itu.
Kemudian, suatu hari Chen Wei, sahabat sekaligus asistennya, mengirimi sebuah draf naskah tentang dirinya. Jack Ma terkejut Chen Wei sanggup mengingat kejadian-kejadian dan detail-detail yang terjadi bertahun-tahun lalu dengan begitu jelas. Itulah yang digambarkan secara jujur dan jenaka dalam buku ini. Penulis menyaksikan sendiri transformasi Jack Ma dari seorang guru bahasa Inggris sederhana menjadi salah satu sosok pria paling berpengaruh di dunia.
Jack Ma, pendiri dan CEO perusahaan e-commerce terbesar di China, dikenal sebagai sosok yang cerdas dan penuh talenta. Di tangannya, omset Alibaba diperkirakan lebih besar dari penghasilan gabungan dua perusahaan Amerika, eBay dan Amazon.com. Namun, siapa yang menyangka jika salah satu orang terkaya di dunia ini juga suka usil, menggemari novel-novel silat, dan kerap kali berkhayal menjadi pendekar. Nama-nama ruangan di dalam gedung Alibaba bahkan dinamai dengan nama-nama layaknya di perguruan Taichi.
Jadi, dijamin Anda tidak akan menemukan teori-teori bisnis yang menjemukan dalam buku ini. Oleh karena itulah, Jack Ma merekomendasikan sendiri buku ini untuk Anda baca.
Kecekalan Jack Ma tidak dapat disangkal, ditambah dengan banyak kali gagal. Namun putus asa bagai tidak wujud dalam kamus hidupnya.
Sifat cekal bagaimanapun tipikal dalam diri semua usahawan berjaya. Ada kualiti diri unik yang dalam diri pengasa Alibaba Group.
Beliau begitu menghargai tradisi bangsa; meminati dan menguasai taici (malah berusaha belajar daripada sifu taici terbaik), Feng Qingyang serta kaligrafi Cina.
Yup, biarpun terkenal dengan bisnes berkaitan IoT, beliau meminati seni. Beliau malah meminati seni perfileman dan Chen Wei mengkhususkan satu bab tentang Jack Ma dan penerbit filem, Zhang Jizhong.
Jack Ma juga didapati meminati sejarah. Menurut beliau, pengetahuan tentang sejarah bangsa lain penting jika mahu memimpin bangsa berkenaan.
Sebagai ketua, beliau percaya bahawa ketua mesti bijak dan mahir 'bercakap besar' untuk berjaya - ternyata berjiwa besar sahaja tidak memadai, anda mesti mampu 'bercakap besar'!
Beliau dan dua rakan kongsi (termasuk isteri) menjadi yang pertama menubuhkan syarikat internet komersial iaitu Hangzhou DiFe Hope Computer Service pada tahun 1995.
Ini mengingatkan saya kepada kata-kata beliau dalam sebuah video di Youtube dengan mesej lebih kurang begini, tak usah bersaing untuk jadi juara tapi berusahalah jadi yang pertama.
Siapa sangka, guru Bahasa Inggeris mampu menjadi perintis dan juara dalam bisnes 'platform' jual beli dalam talian.
Jack Ma buat pertama kali menerima ijazah kehormat (tanpa perlu buat PhD) daripada HK University of Science and Technology. Beliau malah banyak kali menyampaikan bicara di universiti ternama termasuk Harvard dan MIT.
Buku ini saya fikir mampu menjadi lebih baik bila penulis dapat meminimumkan lagi gaya penulisan yang menzahirkan hubungan sentimental penulis dengan Jack Ma.
Sungguhpun begitu, Jack Ma memang manusia luar biasa. Saya akhiri dengan perenggan nasihat beliau merujuk kepada fasa umur dalam kehidupan.
"When you are 20 to 30 years old, you should follow a good boss [and] join a good company to learn how to do things properly. When you are 30 to 40 years old, if you want to do something yourself, just do it. You still can afford to lose, to fail. When you’re 40 to 50 years old, my suggestion is you should do things you are good at. When you are 50 to 60 years old, spend time training and developing young people, the next generation. When you are over 60 years old, you better stay with your grandchildren." Kredit buat CNBC di https://www.cnbc.com/2018/01/30/jack-....
Membaca buku ini, justru membuatku yakin dengan banyak ilmu bisnis yang sering diajarkan. Bahwa bisnis mampu berkembang karena networking, kepercayaan dan kecakapan si pemilik bisnis. Karena ketiga hal ini ada pada Jack Ma.
Buat yang mau berkenalan dengan Jack Ma dan bagaimana Alibaba hadir di dunia ini. Disertai jejak perubahan kehidupan di Cina. Buku ini bisa menjadi media yang tepat. Karena, disebutkan pula saat Alibaba menanjak naik adalah saat wabah SARS merebak di Cina.
I knew when I bought the book that it won't be a fulfilling read as I'd like and it might be very flat as this was written by Jack Ma's assistant, Chen Wei, but I bought it anyway coz I do like to see different perspectives on successful people and I do not have a lot of knowledge on Jack Ma except that he's the Alibaba guy.
Just as I thought, the book is flat for my taste and feels like it was more of Chen Wei's story. Though he linked the stories to Jack Ma, it wasn't enough. The only part that really showed who Jack Ma is was in the index of his emails to his staff which I find refreshing and showed a glimpse of who the man is.
Not to sound like a snob (coz my language isn't great either), the bigger problem for me was that the book was written in broken English. I'm not sure whether the author wrote this originally in English, or was this translated. If it was originally in English, I applaud the author as this is not his first language and he tries. If this was a translation, that was a disappointment. A lot of the text would have made more sense in Chinese as most of the proverbs got lost in translation and doesn't sound half as good in English. I'm curious though, the emails that Jack Ma sent to his staff were written in good English, which could mean that Jack Ma had a better grasp in the language or they made a better effort to translate the text.
Other things that troubled me was this act of bragging that Jack Ma has, to make things seem better and the story more interesting when entertaining guests. This is one of the things that I'm unsure if it was translated incorrectly, but I take it that it means more of story telling is a good skill to have, which doesn't sit well with me. Another is the jokes they make that downgrades women to a certain extent. Maybe another wrongly translated text but I'd have been a lil uncomfortable if I was in such situations.
Some notable quotes: "Don't build castles in the air. Better go to the victims and listen to their voice and willingness. That is, before helping an oldy cross the street, first make clear whether she really wants to cross the street."
"We must distinguish between the character and moral quality. Do not suspect others' moral quality due to different characters. Learn to be tolerant. ... Everyone has his own characters and this makes up a perfect team. If all the staff talks about dreams every day as I do, then the company will go nowhere..."
saya suka membaca kisah kejayaan seseorang kerana secara tidak langsung ia membakar semangat saya untuk berusaha dengan lebih gigih sehingga mencapai kejayaan.
Bagi ikon terkenal seperti Pemilik Ali Baba rupa-rupanya Jack Ma juga lahir daripada golongan sederhana.Mempunyai pemikiran yang positif, lucu dan berfikir diluar kotak menjadikan Jack Ma seorang usahawan yang berjaya.
Dalam buku ini juga Jack Ma sangat percaya dengan konsep kepercayaan kepada Tuhan sehingga dia mempunyai rutin hidupnya sendiri.Apa yang menarik Jack Ma juga seorang yang berani mengambil risiko malah suka mencuba sesuatu yang baru.
Jack Ma juga amat disenangi oleh pekerjanya kerana beliau merupakan seorang ketua dan rakan yang cukup baik.Walaupun Jack Ma mempunyai syarikat gergasi dia tetap menjalani kehidupannya seperti orang kebanyakan.
buku autobiografi ini cukup menarik pada saya kerana dari hasil pembacaan ini saya memperoleh tips-tips untuk berjaya dan juga bagaimana ingin menjadi seorang ketua yang baik.
I rated this book 3/5 because of, it tells more about Chen Wei instead of Jack Ma and I don’t really understand the storyline, I think it’s due to direct translation from Chinese to English and it makes hard to understand. However, it’s good to read in leisure time and at least you can know Jack Ma’s personality from his assistant perspective. When I read it, I can know that Jack Ma is always being a humble person and treat his friends and employees nicely. He’s also spend some times with his friends even though he is busy.
Sometimes we devote our life with our works and it makes us forget to spend more times with our beloved ones. I think we should be more appreciative towards someone who is always support us just like how Jack Ma did. He never forgets people that come across his life.
Buku yang menarik tetapi rasanya pembaca keturunan Tiong Hua mungkin lebih menghayati kandunagn buku ini. Conyo dan tokoh yang disebut di dalam buku ini, saya tidak biasa dengar.
Tulisan di dalam buku ini lebih berupa catatan peristiwa oleh seorang pembantu peribadi. Tidak cukup banyak pelajaran yang boleh dipelajari dari gaya bisnes Jack Ma.