“Iran ingin menjadi penentu nasibnya sendiri,” demikian kata Ayatullah Khomeini pada masa puncak Revolusi Iran. Pada 1979, 38 tahun silam, rakyat Iran menentang dan menggulingkan pemerintahan Shah Reza Pahlavi yang dianggap semena-mena dan tak becus mengurus negeri. Dipimpin oleh Ayatullah Khomeini, Iran kemudian menyatakan diri sebagai Republik Islam. Nasir Tamara yang ketika itu meliput langsung dari Iran—bahkan ikut dalam pesawat yang membawa pulang Khomeini ke tanah airnya dari pengasingan di Paris—menceritakan apa yang terjadi ketika itu di Iran, latar belakang dan jalannya revolusi dari waktu ke waktu, berbagai alasan dan sudut pandang para tokoh utamanya, serta dampaknya yang lebih luas.
Buku Revolusi Iran pertama kali terbit tahun 1980 dan hingga kini merupakan salah satu rujukan berbahasa Indonesia terpenting mengenai peris tiwa itu, sebagai karya sejarah objektif, tanpa sudut pandang sektarian. Selain karena telah banyak permintaan dan usul agar buku ini diterbitkan kembali, Iran tetaplah menjadi negara yang menonjol di Timur Tengah, dengan hubungan yang tak pernah putus dengan Indonesia, sehingga selalu relevan untuk dipelajari. Dalam edisi ini, penulis menambahkan beberapa bagian baru, termasuk Epilog yang merangkum perkembangan sejarah Iran sampai masa kini.
“Saya merasa bahwa buku ini akan merupakan bahan informasi yang sangat berharga bagi yang ingin menge tahui apa yang sebenarnya terjadi di Iran.”
—Dr. Anwar Haryono, selaku Wakil Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia
“Kita di Indonesia memang beruntung bahwa ada wartawan Indonesia yang, tanpa ragu dan cukup ongkos, pergi menyaksikan revolusi Iran dari dekat untuk kita ... buku ini tetap suatu analecta yang penti ng tentang revolusi Iran.”
—Goenawan Mohamad, resensi di Tempo 9 Agustus 1980
Buku ini dulu pinjeman, tapi dari sini saya bukan cuma berhasil menyelesaikan tugas kuliah. Kisaran 1996-1997. Buku ini juga pernah jadi bahan jualan pada masa wartawan itu keren. Bersama buku duo Washington Post yang menguak kisah penting. Pentingnya mungkin berbeda, tapi bisa bersama dalam satu pesawat dalam sebuah momen bersejarah memang seperti takdir yang sulit dijawab mengapanya. Buku ini juga menjadi penting karena saat itu pergantian rezim yang sebelumnya didukung negara adikuasa seperti muskil. Selain itu rezim penggantinya masih jauh dari terkonsolidasi, warna-warni politik Iran masih tergambar.
Dari buku ini saya melanjutkan ke beberapa publikasi yang ditulis oleh akademisi yang dikemudian hari menjadi senior di kantor saya. Berlanjut hingga saya menulis tentang Dual Containment Amerika Serikat terhadap Iran. Dengan segala ambisi anak muda kala itu. Pertarungan energi di seputaran Laut Kaspia seperti menggoda. Hingga saya sadar itu pernah dikisahkan di Film James Bond :D
Semoga Zulfakhri (HI Unpad 1995) yang meminjamkan buku ini mendapatkan pahala yang tiada terputus. Btw bukunya perasaan nyangkut di rak buku saya. Semoga diikhlaskan, sulit berpisah dengan buku yang begitu tinggi nilai romantikanya. Maaf :D
Saya cuman baca Bab tentang pedagang bazar yang mendukung revolusi iran. Kok gitu? Ya karena yang menarik buat Saya Itu doang hehe.
Asik banget. Ternyata di struktur masyarakat Iran ada kelompok bazar alias para pedagang pasar traditional. Jaringan mereka luas di seantero Iran. Kekuatan ekonomi mereka gak main2. Mereka yang menolong ekonomi sekolah, pesantren, dan fasilitas Publik lain.
Trust antara mereka juga sangat erat. Kamu bisa meminjam uang banyak sekali tanpa ribet agunan, ktp, dan semacamnya -asal ada trust. Tapi sekali mengkhianati ya habis, Tak bakal dipercaya Oleh kelompok bazar se-Iran.
Ketika shah Iran menekan kelompok bazar, mereka marah besar. Akhirnya mereka bergabung dengan kelompok islam dan para oposisi. Mereka menggulingkan shah dari Kursi kepemimpinan Iran!
buku ini yang ditulis dalam rentang waktu turun lapang yang tidak begitu lama dan memakan waktu bertahun2, ditambah dengan acuan referensi, penulis dapat menulis hasil liputannya dengan cukup populer untuk dinikmati secara saya santai. dan ini yang merupakan nilai lebih dari buku ini. terlepas dari beberapa kekurangan yang ada seperti kurang lengkapnya data penunjang dsb. bagus banget lah
bagus... ceritanya dari sudut pandang jurnalistik... lebih ke arah tulisan populer... tidak terlalu mendetail, tapi cukup menggambarkan bagaimana revolusi iran berlangsung. bagusnya lagi ada epilog 38 tahun iran setelah revolusi, jadi bisa nambah-nambah pengetahuan sejarah...