Jump to ratings and reviews
Rate this book

Among the Pink Poppies

Rate this book
Saras bertemu gadis kecil bernama Amelia di tempatnya bekerja, di pusat teknologi, di kota Linz, Austria. Ibu dari Amelia sudah meninggal dunia. Saras terenyuh dan ingin berteman dengan Amelia dan paman, merangkap ayah asuhnya, Jonas. Mereka jadi sering bertemu dan Saras mulai menyayangi Amelia. Ia bahkan semakin dekat dengan Jonas hingga keduanya jatuh cinta.

Sementara di Jakarta, ibunya yang diktator sudah mempunyai calon suami untuk Saras. Ketika mengetahui tentang hubungannya dengan Amelia dan Jonas, ibu dan seluruh keluarganya langsung memojokkan Saras.

Dengan semakin bertambahnya konflik, baik antara Saras dengan keluarganya, maupun dengan "keluarga baru" di Austria, ia mulai belajar untuk mengambil keputusan secara dewasa.

552 pages, Paperback

First published March 27, 2017

4 people are currently reading
63 people want to read

About the author

Kusumastuti Fischer

6 books16 followers
Pen name of Kusumastuti.

Author of over twenty books and hundreds of articles.

Published Books and e-books:
25* Kenali Perasaanmu / Know Your Feelings (ELEX Media Komputindo, 2024)
24* Kumpulan Cerita Sains Sehari-hari Untuk Anak (BIP, 2024)
23* 50 Aktivitas Mengasah Emosi Anak: Panduan Lengkap dan Praktis bagi Orangtua (BIP, 2024)
22* Sukses Mendidik Anak ala Homeschooling (BIP,2021)
21* Petualangan SONIA Membuat Kielbasa (Rumah Asap, 2019)

20* 500 Cara Membenahi Perilaku Anak (BIP, 2019)
19* Petualangan SONIA Membuat Bratwurst (Rumah Asap, 2018)
18* Thomas in The New World (Little Lights Studio GmbH, 2018)
17* Among the Pink Poppies (BIP, 2017)
16* 25 Inspiring Christmas Stories for Children / Sukacita Kasih Natal (BIP, 2015)

15* Berlabuh di Lindoeya (GPU, 2015)
14* Denting Lara (BIP, 2015)
13* Blue Vino (GPU, 2013)
12* Mendidik Anak ala Homeschool - 52 Aktivitas Menyenangkan Belajar Sains (BIP, 2013)
11* Mendidik Anak ala Homeschool - 52 Aktivitas Untuk Meluaskan Wawasan Anak (BIP, 2012)

10* Mendidik Anak ala Homeschool - 52 Aktivitas Untuk Memacu Otak Anak Berpikir Cepat (BIP, 2012)
09* Mendidik Anak ala Homeschool - 52 Aktivitas Untuk Membuat Anak Aktif & Lincah (BIP, 2012)
08* Mendidik Anak ala Homeschool - 52 Aktifitas Untuk Membuat Anak Pede & Kreatif (BIP, 2012)
07* OLEZ - Vienna untuk Cinta (Ufuk Publishing House, 2012)
06* Buku Panggung Boneka: Ayo Ke Kebun Binatang (Erlangga for Kids, 2011)

05* 3 Sahabat - Misteri Pharao Matahari (Erlangga for Kids, 2010)
04* 3 Sahabat - Misteri AEIOU (Erlangga for Kids, 2009)
03* The Last Pirate Boy / Bajak Laut Terakhir (Erlangga for Kids, 2009)
02* Erfolgreich Stricken OHNE Strickkenntnisse (mit Knitting Loom) (lulu, 2009)
01* Alanakyla - Tidak Mencari Pangeran (Grafindo, 2008)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (33%)
4 stars
16 (44%)
3 stars
6 (16%)
2 stars
0 (0%)
1 star
2 (5%)
Displaying 1 - 18 of 18 reviews
Profile Image for Rumah.
Author 1 book41 followers
July 15, 2017
Among The Pink Poppies menceritakan tentang kisah kehidupan Saras, seorang wanita dari keluarga Jawa dan saat ini tinggal di Linz, Austria. Ibunya Saras sangat tegas, terutama masalah pendamping hidup anak-anaknya. Jika memiliki teman lelaki haruslah melalui seleksi dari Ibunya terlebih dahulu. Kebetulan Saras terlahir sebagai bungsu di keluarganya, dan semua kakak Saras sudah menikah.

Tak tanggung-tanggung, melihat kebetahan Saras dengan status singlenya, akhirnya membuat Ibunya Saras akhirnya merencanakan perjodohan untuk Saras dan Roi, teman lama Saras. Akan tetapi, Saras ternyata sudah memiliki tambatan hati sendiri. Dan pria tersebut bernama Jonas, seorang lelaki berkewarganegaraan Austria.

Mereka awalnya bertemu saat berada di Ars Electronika, yang akhirnya membuat Saras terpana dan terpesona. Berawal dari niat Saras yang menghibur Amelia, keponakan Jonas yang sedih dengan telenoid, sebuah robot yang bisa berkomunikasi dengan manusia dengan bantuan operator. Namun, niat Saras yang ingin menghibur Amelia, berdampak besar, Saras terpaksa berbohong jika dia bisa menghubungkan Amelia dengan ibunya di surga. Hal ini tentu saja membuat Amelia menjadi berharap banyak pada telenoid. Dan Saras merasa bersalah sekali. Setiap ada kesempatan untuk mengakui dan meminta maaf atas kesalahannya, lewat begitu saja.

Aku suka dengan covernya, bikin berbinar-binar mataku saat pertama kali melihat covernya. Apalagi kalau bukan warnanya, PINK. My Favourite Color. Aku suka dengan ide ceritanya yang memang banyak terjadi di lingkungan sekitar kita. Atau mungkin juga kamu pernah mengalami kisah Saras dan Jonas ini. Setting Linz yang bikin aku jatuh cinta juga menambah keindahan novel ini. Konflik mulai dari perjodohan hingga perebutan hak asuh anak, bikin makin dag dig dug baca novel ini.

Omong-omong soal setting tempat, aku merasa jika aku berada di sana lho. Melihat sendiri keindahan Linz, meihat sendiri kehidupan Saras dan Jonas.
Aku selalu jatuh cinta setiap kali melihat hamparan bunga. Dan kali ini adalah bunga poppies. Aku paling suka dengan tokoh Eyang Saras. Chemistrynya dengan Saras terasa kuat sekali. Eyang juga mampu membuat Saras menjadi dirinya sendiri.
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
May 12, 2017
Review + giveaway http://www.kubikelromance.com/2017/05...

Pertemuan pertama Saras dengan Jonas bermula ketika Saras sedang mengisi workshop di Uranus' Playground, salah satu bagian dari Ars Electronica, pusat teknologi di kota Linz, Austria. Salah satu pengunjungnya adalah anak-anak yang sedang mengikuti program Kinderforschungslabor atau Laboratorium Penelitian Anak, di antara anak-anak yang antusia mendengar penjelasannya, ada satu anak yang tidak bersemangat, anak kecil yang habis menangis, Amelia. Gadis itu merindukan ibunya yang baru saja meninggal, karena tidak tega melihat kesedihannya, melalui Telenoid, robot teman mengobrol bagi orang-orang yang kesepian dan butuh lawan bicara, Saras melakukan penghiburan yang seharusnya tidak boleh dia lakukan.

Kedekatan Amelia membuat Saras dekat dengan Jonas, paman sekaligus orangtua asuhnya. Saras kerab kali menghibur Amelia yang sering bersedih karena kehilangan ibunya, misalkann saja membawanya ke ladang bunga Pink Poppies untuk bahan tugas sekolah, sampai akhirnya teman-teman berserta gurunya ikut mendatangi ladang tersebut. Walau hanya Jonas dan Amelia tinggal berdua saja, mereka memiliki sahabat yang seperti keluarga sendiri, Sigi dan Lisa berserta anak mereka yang sepantaran dengan Amelia. Lewat Sigi dan Lisa, Saras mulai mengenal masa lalu Jonas dan latar belakang orangtua Amelia. Kedekatan mereka berbuah perasaan yang ikut berkembang, tapi ada beberapa penghalang setelahnya.

Saras memiliki ibu yang otoriter, kemauannya harus dituruti, salah satunya menjodohkan Saras dengan anak sahabatnya, Roi yang juga teman lama Laras. Hanya satu orang yang selalu menyuruh Saras mengikuti kata hatinya, Eyangnya. Tuntutan ibunya semakin besar ketika hubungan Saras dengan Jonas diketahui, melihat latar belakang Jonas terlebih adanya Amelia, sontak ibunya melarang keras. Ditambah, hadirnya seseorang yang tidak diinginkan dalam hidup Amelia, membuat Jonas harus memperjuangkan dua hal yang amat dia cintai.

"Asal kamu tahu, aku tidak pernah mencari versi sempurna dari orang yang aku cintai. Kamu tahu kenapa? Karena versi sempurna di kepalaku bukanlah yang ada di kehidupan nyata. Aku mencintai seseorang dengan segala kekurangannya. Karena aku juga berharap, orang itu akan mencintaiku dengan segala kekuranganku. Bukan versi sempurna diriku yang ada di kepala mereka."

"Sesuatu yang indah butuh proses, tapi itu tugas kita, membuat proses itu, sehingga yang indah menjadi kenyataan."

K. Fischer masih membawa aroma yang sama dalam tulisannya, layaknya judul buku ini begitu manis dan indah. Membaca dua buku terakhirnya yang bergenre romance, penulis selalu membuat setting di luar negeri, bukannya terasa tempelan biasa, melainkan pembaca juga akan merasakan keindahannya lewat deskripsi yang dilakukan, ditambah dia juga akan menceritakan yang menjadi ciri khas negara tersebut, misalkan saja street art festival atau Pflasterspektakel yang biasa berlangsung selama tiga hari.

Untuk ukuran buku bergenre romance, memang halaman Among the Pink Poppies tergolong sangat tebal, hal ini karena penulis membangun hubungan antara Saras dan Jonas secara perlahan, di tambah kedua tokoh memiliki konflik masing-masing, Jonas dengan masalah Amelia, sedangkan Saras dengan keluarganya. Konflik Saras mungkin lebih realistis, tentang orangtua yang ingin terbaik bagi anaknya, sedangkan masalah yang menimpa Amelia, terasa sedikit dipaksakan, ditambah penyelesaiannya yang terbilang mendadak. Namun, bagian yang paling saya suka adalah ketika Jonas, Saras dan Amelia bersama, rasa saling memiliki terasa sekali.

Tentang karakternya, sepertinya penulis berpegang teguh dengan cowok manis dan pendiam, hal ini terlihat dari semua bukunya yang sudah saya baca. Saras cukup kuat, dia berpendirian, yakin akan apa yang dia pilih walau, katakanlah, seluruh dunia menentang pilihannya, dia akan mencari jalan keluar. Eyang adalah sosok yang paling bijaksana, dia mencoba mengerti dari berbagai sisi, pun dengan ayah Saras yang jarang kelihatan. Ibu Saras, laiknya orangttua kebanyakan, ingin anaknya bahagia walau kadang bersifat memaksa. Saya juga menyukai kehadiran Sigi dan Lisa, bahwa kehadiran sahabat itu sangat diperlukan.

Secara keseluruhan, buku ini manis dan ringan, temanya memang terbilang biasa, tapi kita akan dibuat betah dengan setting di dalamnya. Duh, saya pun jadi pengin ke ladang bunga Pink Poppies, secara saya suka banget yang berbau floral :D
Profile Image for Melani Ivi.
55 reviews5 followers
March 1, 2018
“Sekolah, kerja, menikah, punya anak, jadi tua,meninggal. Sudah. Hanya itukah arti hidupku?” (hlm. 475)

“Banyak orang bersama tapi merasa sendiri...Dua orang bersama seringkali sudah menjadi tantangan tersendiri. Tiga orang bersama bahagia, itu karunia.” (hlm. 292)

“Jangan takut keluar dari dunia kita, yang penting kita tahu siapa yang kita hadapi.” (hlm. 331)

“Sesuatu yang indah butuh proses, tapi itu tugas kita, membuat proses itu, sehingga yang indah menjadi kenyataan.” (hlm. 520)

“Sekarang aku tahu, selama ini, aku membiarkan diriku tidak bahagia karena aku tidak berani jujur.” (hlm. 544)

Kutipan-kutipannya nggak melulu tentang cinta, kan? Justru kebanyakan menyentil tentang pilihan-pilihan yang kita ambil dalam kehidupan. Itu salah satu poin plus penting dari novel ini juga. Mengangkat tema keluarga, sebagai nilai tambahan, penulis menggabungkan dua keluarga beda budaya beda benua sebagai fokus cerita. Menurut saya ini sebuah tantangan.

Dikisahkan menggunakan sudut pandang orang ketiga, menurut saya pilihan POV ini sudah cukup tepat. Saya tetap dapat ikut merasakan pergulatan batin yang dirasakan Saras, meskipun bukan dikisahkan lewat sudut pandangnya. Kehadiran tokoh kanak-kanak seperti Amelia dan Leoni pun mencerahkan suasana, sehingga cerita tidak monoton konflik orang dewasa yang rumit. Kadang adegan dan perkataan Amelia pun mampu mengaduk-aduk perasaan juga meskipun terkesan polos. Jika ditanya siapa karakter protagonis favorit, selain Amelia, saya rasa Jonas patut disukai. Sosoknya yang good looking, seorang chef, dewasa, dan penyayang, memang tipikal yang akan mudah disukai pembaca. Jonas juga digambarkan memiliki sisi manusiawi, di mana dia bisa tersinggung ketika harga dirinya dilukai dan dibohongi. Ini membuatnya tak seperti malaikat yang sempurna. Sedangkan Saras, tipikal perempuan muda cerdas kebanyakan, yang selalu serbasalah di mata ibunya. Saya bisa memahami dan bersimpati atas posisinya, walaupun mau tak mau dia juga kerap membuat saya gemas karena tidak berani bersikap jujur dan tegas. Tapi penulis berhasil menggambarkan perkembangan karakternya dengan baik. Sedangkan sosok ibunda Saras menjadi sosok ibu diktator yang sangat menyebalkan. Cara berpikir dan bersikapnya mengundang amarah karena kelewatan dalam memandang rendah orang lain dan tak mau menerima masukan. Penulis tak lupa memberikan latar belakang yang logis atas karakter sulit sang ibu ini.

Seting Linz pun sangat baik dideskripsikan. Sejalan dengan rentang waktu kisah yang cukup lama, terdapat ruang luas untuk memasukkan poin-poin deskripsi, semacam street food dan street art festival, hingga event Klangwolke, sisipan sejarah dan kuliner kota, hingga beberapa seting tempat yang bersifat personal seperti ladang pink poppies, restoran Yon, dan rumah pengintaian berburu. Semuanya manis, membuat saya ingin sekali merasakan berada di sana. Momen-momen indah maupun sedihnya juga sangat terasa dengan detail yang disajikan.

Konflik cerita terbilang rumit. Melibatkan masalah personal, hukum, maupun keluarga. Mampu bikin saya ikut gondok, geregetan, sedih, namun juga tersenyum. Penulis memberikan penyelesaian konflik yang memuaskan, logis, dan bisa saya terima.

Awalnya saya cukup tercengang mendapati jumlah halaman buku yang terbilang tebal, apalagi untuk ukuran novel bergenre romance-family drama. Sempat terbersit, apakah akan membosankan atau terlampau ‘drama’ konfliknya? Dan nyatanya saya menikmati dan ikut merasa jatuh cinta pada kota Linz, pada keluarga Sigi, pada si kecil Amelia, dan kisah cinta Saras-Jonas. Novel karya penulis Indonesia yang layak banget dibaca dan direkomendasikan. Terutama jika kamu penyuka kisah cinta beda budaya dengan pernak-pernik rintangannya.

Profile Image for Erin  F.
135 reviews1 follower
August 9, 2019
Akhirnya aku bisa melahap lagi karya Mba Uti yang ceritanya selalu seru, termasuk novel satu ini "Among the Pink Poppies". Banyak informasi baru tentang Austria yang membuatku ingin melancong ke sana.

Dalam novel ini penulis mengisahkan seorang gadis asal Indonesia yang bekerja di Austria. Kehidupan di Austria sangat lancar dan menyenangkan, terutama saat ada anak-anak berkunjung ke tempat kerjanya hingga suatu hari salah satu rombongan anak TK membuatnya terlibat dengan urusan hati dengan salah satu ayah asuh anak TK tersebut.

Permasalahan Saras adalah sang Ibu yang menyuruhnya menikah dengan lelaki yang sudah dijodohkan. Tidak ada kata penolakan. Nsmun, Saras tipe anak pemberontak dibandingkan kakak-kakaknya. Urusan masa depan dia ingin menentukan sendiri, menikah dengan orang yang dicintai adalah keputusannya. Untunglah ada sang Eyang yang selalu mendukung Saras.

Sayangnya hidup tidak selalu berjalan lancar. Eyang Saras meninggal, dan permasalahan perjodohan semakin mencekik batin Saras. Tidak ada lagi yang mendukung Saras, hubungannya dengan Jonas terancam hancur. Selain tingkah ibu dan keluarganya yang telah membuat runyam, ada kebohongan besar yang dilupakan Saras. Jonas sangat kecewa karenanya.

Kisah kehidupan Saras, Jonas dan Amelia yang sangat menarik. Aku bisa memahami bagaimana perasaan Saras yang lebih nyaman tinggal di negeri orang. Apalagi sang Ibu yang sangat diktator, tapi bagaimanapun keluarga tetap akan menjadi keluarga. Apa pun masalahnya Saras harus berani menghadapi sendiri, termasuk hutang penjelasan terhadap Amelia dan Jonas.

Alur dalam novel ini mengalir dengan konflik cerita yang tidak membosankan. Sebagai pembaca terasa banget bagaimana Saras dongkol dikacangin oleh lelaki pilihan ibunya. Sang Kakak yang tidak memberi dukungan, Ibu yang mengatur segalanya. Yah, konflik keluarga pada umumnya dan wajar orang tua berpikir begitu kolot. Bagaimanapun orang tua selalu ingin yang terbaik untuknya.

Overall, aku selalu suka dengan novel mba Uti karena sangat jelas saat menjabarkan setting tempat dan suasana membuatku tertaruk untuk melancong ke negara tersebut. Jadi tahu bahwa di Kota Linz ada festival yang diadakan setahun sekali. Kalau di Indonesia itu seperti Pekan Raya Jakarta.

Poin yang bisa diambil dari novel ini adalah sebagai anak kita memiliki hak untuk menetukan masa depan sendiri, asal bicarakan baik-baik dengan keluarga. Mencari solusi yang akan enak di semua pihak. Dan, jika kita pernah berbuat kesalahan maka segeralah mengaku dan meminta maaf karena didiamkan akan menjadi boom waktu yang bisa meledak kapan saja.
Profile Image for Noni.
90 reviews
May 29, 2017
https://www.instagram.com/p/BUJ34JbFD...

Kisah romantis perjuangan sepasang insan (halah) untuk mempertahankan cinta mereka yg dilarang orangtua.
.
Saras, bungsu dari 5 bersaudara, merantau dan bekerja di Austria. Di sana, dia bertemu Jonas, single namun merawat keponakannya, anak satu2nya dari kakaknya yg telah meninggal dunia. Mereka jatuh cinta, namun Saras tidak mendapat restu dari keluarga besarnya sementara Jonas juga berjuang dalam mempertahankan hak asuh Amelia sambil mengelola bisnis sambil membuktikan dia bisa menjadi orangtua ideal utk Amelia.
.
Saat membaca novel ini, saya merasa bisa memahami perasaan mamanya Saras. Bayangkan! Anak bungsu, sendirian di negara yg jauh, bergaul dg pria berjanggut sinterklas (biasanya pria berjanggut kelihatan lebih tua ya kan ya kan?), dan berfoto bersama anak kecil. Gak heran kalau si mama ketakutan Saras sudah "diapa2in" oleh sang janggut sinterklas 🤓
.
Tapi pria yg jago masak memang meningkat kadar kekerenannya hingga 76,39%! Nah, Jonas ini ditambah lagi dengan sifatnya yg penyayang anak-anak. Gimana gak bikin meleleh? 😄
.
Yg menarik dari novel ini mungkin penggambaran Austria dari orang yg memang menetap di sana. Detailnya dapet dan yg diceritakan bukan sekadar lokasi menstrim yg biasa dikunjungi turis tapi lokasi2 yg memiliki muatan lokal (terpengaruh matpel apa ini...).
.
⭐️⭐️⭐️⭐️, 2017, 552hlm
.
.
.
.
.
.
#bhuanailmupopuler #novel #buku #books #bookworm #booklover #bookstagram #goodreadsindonesia #goodreadschallenge2017 #goodreads #literature #kutubuku #bookish #love
Profile Image for R-Qie R-Qie.
Author 4 books9 followers
November 27, 2019
Insiden Telenoid membawa Saras pada kehidupan Amelia, gadis cilik piatu, dan paman sekaligus ayah asuhnya, Jonas. Saras yang bekerja di pusat teknologi Linz, Austria, menemukan kehangatan keluarga bersama mereka dan orang-orang sekitar. Hal yang tak dirasakannya pada keluarga di Jakarta kecuali eyang.

Di Jakarta, ibunya yang diktator menjodohkannya dengan Rio, anak teman ibunya sekaligus teman sekolah Saras hingga SMP. Saras memberontak yang membuat ia dihujat dan dicerca keluarga besarnya. Belum lagi masalah perebutan hak asuh Amelia antara Jonas dan ayah kandung Amelia yang sebelumnya menghilang sekian lama.

***

Novel tebal yang nikmat dibaca. Didominasi permainan emosi para tokohnya. Membuat pembaca turut larut dalam rangkaian kisah mereka. Amat kaya akan pengetahuan kota Linz. Tempat, budaya, transportasi, peraturan, kebiasaan serta karakter masyarakat Linz tergambar cukup baik. Sayangnya tidak ada catatan kaki atau terjemahan untuk istilah maupun kata-kata asing. Meski jarang dan hanya satu dua kata dalam dialog, tetap saja kurang nyaman saat tidak tahu artinya. Typo-nya juga lumayan banyak. Empat bintang.

***
Profile Image for rizu..
55 reviews34 followers
December 24, 2019
"Sesuatu yang indah itu butuh proses, tapi itu tugas kita, membuat proses itu, sehingga yang indah menjadi kenyataan."

Ketemu lagi sama salah satu novel romance terbitan bhuana sastra yang buat perasaan aku jadi nano-nano; bentar-bentar menghangat, bentar-bentar mengharukan, bentar-bentar emosi.

Udah sering liat cover novel ini di ipusnas, tapi baru tergerak sekarang untuk membacanya. Dan aku sama sekali nggak nyesal.

Selain alur cerita, aku suka banget sama karakter-karakter yang ada pada novel ini. Terutama Jonas. Dan paling gedeg liat karakter ibunya Saras. Duh, kalau aku jadi anaknya udah stress bangetlah pasti. Ngerasa dikekang, hidup diatur-atur, dan disalahkan kalau tidak sesuai dengan prinsip ibunya. Dan di sinilah Saras, dengan prinsip yang sangat bertentangan dengan ibunya, ia pun melangkah ke negeri Eropa untuk membentuk jati dirinya dan menemukan kebahagiaan yang tak pernah ia dapatkan selama di rumah selain bersama Eyangnya.

Meskipun tema novel yang diangkat 'terdengar' berat karena mengangkat perjodohan dan kisah cinta beda budaya, tapi buatku pribadi novel ini tergolong ringan meskipun memiliki 520an halaman.
Profile Image for Rifka.
15 reviews16 followers
December 11, 2020
Aku paham yang Saras rasain waktu ibunya maksa maksa dia sama Roi. Di tempatku apalagi desa itu wajar jodoh menjodohkan. Dalihnya biar hidupnya mujur sama orang bener pilihan keluarga, bebet bibit bobotnya jelas, besannya jelas. Pokoknya pilihan orang tua yang paling benar, padahal yang nikah siapa? Yang menjalankan siapa?

Kalo nggak nurut langsung kata sakti keluar, kualat, nggak tau diri, etc etc. Apa iya yang begini masih disebut 'karena peduli' 'karena mau yang terbaik'? Padahal mah pendapat aja nggak didenger.

Yang ada kalo punya orang tua strict minta ampun kitanya lemes lemes aja mereka makin seneng menginvasi dan ngatur ngatur hidup kita. Harus emang sedikit ngelawan orang tua begitu, tapi bukan berarti jadi bandel dan mau ikutin kemauan sendiri lhoo

Oiya tiap Jonas muncul bawaanya tuh senyum senyum sendiri turut merasakan Saras yang dag dig dug hehe, Amelia juga kecil kecil udah bisa mikir dewasa disuatu keadaan tertentu. Salut sih sama cara mengeducate anak di belahan bumi sana. Tau sendiri Asian parent seperti apa, bukannya mengeneralisasi semua ya tp kebanyakan. Ibunya Saras ini termasuk.

Profile Image for Stephanie.
85 reviews21 followers
August 26, 2019
Buku ini kayaknya novel romance/family drama terbaik yang gw baca dalam beberapa tahun terakhir. Konflik2 yang ada cukup banyak tapi tidak serta merta selesai begitu aja. Meski tebal, jalan ceritanya menarik dan banyak hal baru yang ditampilkan. Interaksi Saras dan Eyangnya sungguh menghangatkan hati. Sempet terharu sampai hampir nangis di beberapa bagian cerita padahal baca sambil nunggu antrian dokter :’D Bagian percintaannya juga dibangun dengan baik, sering bikin gw senyum2 sendiri.

Agak terlambat tau tentang buku ini gara2 udah ga tinggal di Indonesia lagi, tapi pas ngubek2 gramedia digital ngeliat ini jadi langsung dibaca deh :) Ditunggu buku2 barunya, Mbak Uti.
Profile Image for ahmad.
188 reviews4 followers
December 4, 2020
“Sesuatu yang indah butuh proses, tapi itu tugas kita, membuat proses itu, sehingga yang indah menjadi kenyataan.” (hlm. 520)


banyak sekali quotes indah di novel ini, covernya yang indah dan kisahnya yang indah membuat siapa saja tak akan melupakannya. bener bener jadi pengen ke Austria sana setelah baca novel ini, dan pengen liat kebun bunga poppy, heheh kak Kusumastuti berhasil membuat segala angan ke Eropa jadi makin mupeng.

pokoknya novel ini harum, manis, segar, keren deh pokoknya.
Profile Image for Yoyovochka.
312 reviews7 followers
August 3, 2025
Hal yang paling saya suka saat membaca tulisan penulis adalah saat pedekate kedua tokohnya selalu hangat, selalu bikin pipi saya merona dan ikutan deg-degan. Halus banget gitu dan pelan-pelan. Butuh proses. Plus latarnya nggak main-main. Banyak pengetahuan baru soal Austria yang saya dapat dari buku ini. Gaya bahasanya juga asyik.
Profile Image for bookishpadawan.
405 reviews11 followers
March 25, 2018
buku ini menarik karena alur ceritanya yang mudah diikuti, dengan karakter-karakter yang menyenangkan dan berbagai konflik yang ada di dalam satu buku, tidak membuat kita bosan membacanya dan semakin penasaran bagaimana konflik-konfliknya akan berakhir. recommended (y)
Profile Image for endang cippy.
275 reviews26 followers
December 30, 2017
Buku untuk siaran Sabtu, 5 Agustus 2017 bersama Kak Nura dan editor Sarah Yosevina.
Bukunya benar-benar tebal. Aku sampai kaget karena buku ini datang 2 minggu sebelum siaran. Tebalnya buku ini disebabkan karena huruf dan spasinya yang membuat mata sangat nyaman 😍

Ketika tiba siaran. Aku baru menyelesaikan setengahnya. Jangan tanya seperti apa di dalam ruang siar. Karena aku banyak bertanya kepada editornya hahaha

Yup, buku ini memberikan kejutan ketika aku bisa menyelesaikannya hingga akhir halaman. Karena aku baru bisa menyelesaikannya di akhir bulan Agustus 2017. Makanya, setelah selesai siaran aku banyak bertanya kepada penulisnya yang bisa di kontak langsung via instagram.

Buku ini bukan hanya bercerita tentang perjodohan semata, tetapi ada kulineran, traveling, dan sosial budaya masyarakat kota Linz, Austria tempat pengarangnya tinggal.

Kota Linz yang menjadi pusat dalam cerita ini benar-benar digambarkan dengan baik oleh pengarangnya. Penjelajahan sudut-sudut kota Linz menambah daya tarik. Mulai dari museum, gedung-gedung tua, pusat perkantoran dan bisnis, hingga sungai Danube tempat diadakannya Festival Makanan seantero Eropa selama 3 hari dalam setahun. Yang menggangkat kreativitas para koki lokal maupun koki tingkat Eropa (Internasional) untuk menampilkan kreativitas mereka yang disiarkan ke seluruh jaringan negara-negara Eropa yang menggunakan uang mata Euro. Semua warga Eropa akan membanjiri festival makanan ini di musim panas.

Karena Jonas sebagai tokoh utama dalam novel ini yang profesinya sebagai koki. Otomatis, aku pun ikutan mupeng dengan masakan Jonas dalam Festival Makanan tersebut. Tidak hanya itu.. aku pun mupeng sama burger yang dibuat Jonas untuk Saras.

Bayangin ya... burger yang dibuat Jonas itu ada teknik memasaknya. Daging yang dipanggang menggunakan kayu khusus. Yang ketika hasil dari kayu yang dibakar tersebut akan mengeluarkan bau harum yang menambah cita rasa daging burger itu sendiri. Bumbu-bumbu yang dipakai pun di olah secara tradisional. Ahhh.. rasanya aku iri sama Saras yang bisa menikmati masakan Jonas yang luar biasaaaa..

Ketika membahas burger tersebut di dalam buku. Pada saat yang bersamaan aku kelaperan hebat di dalam transj. Sampai-sampai aku menanyakan langsung tentang kayu yang mengeluarkan aroma. Pengarangnya sampai memberikan link utk kayu aromanya.

https://m.facebook.com/photo.php?fbid...

^ link yang diberikan pengarangnya. contoh kayu yang beraroma. kayu seperti ini sudah biasa dipergunakan untuk masak memasak.

Dan ada satu keju yang membuatku penasaran. Keju ementeler. ini aku juga nanya sama penulisnya. Karena baru tahu ada keju dengan nama ini.
Penulisnya bilang : kejunya lebih asin dari keju chedar.
Nah, keju ini belum ketemu sampai sekarang karena ingin melihat bentuk aslinya. (di toko buah dan makanan impor yang aku datangi belum nemu 😅)

Sosial Budaya dimana kamu dibesarkan akan mempengaruhi karakter dirimu. Ini juga yang aku tangkap dari karakter Jonas dan Amelia (keponakan Jonas) dalam buku ini. Jonas dan Amelia ini orang yang berpandangan ke depan, mementingkan pendidikan, disiplin juga berusaha menempati janji yang dibuat.

Dan tokoh yang paling aku benci di dalam buku ini adalah :
Ibunya Saras!
Dasar emak-emak gak tahu diri. Pengennya memaksakan kehendak. Emangnya pantes melakukan hal seperti itu sama anak!
😤😤😤😤😤

Yang bikin takjub adalah ayahnya Saras. Mentang-mentang punya kerajaan bisnis dimana-mana. Sampai-sampai Saras hampir tidak menggenal ayahnya karena kurangnya komunikasi. huft.! kalau bukan karena nomor telp yang ditinggalkan almarhum neneknya untuk menghubungi ayahnya. Mungkin Saras tidak akan bisa meminta pertolongan ayahnya.

Banyak konflik dalam novel ini. Dan tidak akan terasa dengan tebalnya halaman...

Btw, maaf baru dibuat reviewnya di akhir Desember 2017. Ya, karena bukunya pun masih jalan-jalan ke rumah teman kantorku 😄😄

colek2 pengarangnya di Instagram :
https://www.instagram.com/utiauthor/

Jangan kaget ya.. pengarangnya suka masak memasak. Siapa tahu.. aku juga ketularan masak. 😄😆

review aku di instagram :
https://www.instagram.com/p/BYNNtzOHQ7g/
Profile Image for Dhani.
5 reviews5 followers
June 10, 2017
Pada akhirnya, yang paling dikenang dari hidup seseorang bukan penampilannya, bukan barang apa yang ia punyai, bukan juga kalimat-kalimat yang dia ucapkan, tapi bagaimana mereka membuat kita nyaman atau tidak dengan mereka - hlm 342

Saras yang merupakan anak bungsu, satu-satunya yang belum menikah, memiliki seorang ibu yang kehendaknya selalu ingin dituruti membuatnya menjadi bulan-bulanan. Tidak hanya oleh ibunya, melainkan semua kakak-kakaknya. ibunya menjodohkannya dengan anak temannya yang kaya raya tapi sangat tidak disukai Saras.

Dilain sisi, Saras menjalani kehidupannya di Austria, memiliki tempat dan teman kerja yang sangat dia sukai dan membuatnya betah. Beda dengan keadaan di rumahnya sendiri yang serba apatis. Ditambah ketika dia bertemu dengan Amelia -gadis kecil yang waktu mengikuti workshpnya tengah bersedih dan mencuri perhatiannya- dan Jonas -cowok ganteng yang belakangan dia ketahui adalah paman dari Amelia- hidupnya di Austria semakin berwarna dan membuatnya malas untuk pulang.

Amelia, Jonas dan Saras akhirnya semakin dekat oleh hal-hal yang tidak terduga. Mereka akhirnya melewati hari-hari bersama. Sampai ibunya mengetahui Saras benar-benar tidak ingin dijodohkan karena memiliki pacar. Saras cuma mengandalkan Eyangnya kalau cuma berususan dengan ibunya. Tapi apakah Eyangnya akan selalu ada?

Aah, banyak konflik di novel ini dan itu membuat saya tidak ingin berhenti membaca. Saya suka sekali dengan Amelia, meski masih duduk di bangku TK tapi kecerewetannya melibihi orang dewasa. Kepolosannya selalu membuat orang-orang dewasa tersipu malu, terkhusus Saras dan Jonas. Sayang, kebersamaan mereka tidak berlangsung lama. Kenapa dengan Amelia?

Novel ini mengajarkan bahwa komunikasi dan saling pengertian itu wajib di dalam keluarga. Bahwa memberikan rasa nyaman kepada orang adalah utama, lalu tidak akan ada lagi saling tertutupi dan saling memaksakan kehendak.

Apakah ibunya akhirnya menyetujui hubungan Saras dan Jonas? Akankah Jonas, Saras dan Amelia akan berakhir dengan bahagia?

Baca deh, buku ini recomended!
Profile Image for linath.
83 reviews20 followers
March 13, 2021
Cerita yang menarik, ketika membaca buku ini aku sambil membayangkan sedang berada didalam cerita tersebut.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Sisca wiryawan.
59 reviews
April 13, 2017
Novel anti perjodohan yang sangat romantis. ^.^ Kisah cinta dunia Timur dan Barat!
Tokoh Jonas yang cute, tapi dingin2 es krim sukses ngelumerin hati! Udah ganteng, pintar masak pula...tipe cowok yang cocok banget untuk menghemat biaya makan di luar :P ngedatenya di dapur trus...adegan dapur yang bikin melayang. Bukan karena bumbu masakan yang harum, tapi bumbu cinta!!! ^.^

Review lebih lengkap di http://bookluvluv.blogspot.co.id/2017...
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
May 2, 2017
Ikuti Among The Pink Poppies PhotoQuotes di Instagramku, hanya sampai 5 Mei 2017 http://www.rizkymirgawati.com/2017/04...

"Sekolah, kerja, menikah, punya anak, jadi tua, meninggal. Sudah. Hanya itukah arti hidupku?" (Hal.5)

Among The Pink Poppies adalah novel kelima K.Fischer yang kubaca. Melalui novel terbarunya ini, K.Fischer ingin membagikan kisah kehidupan Saras, seorang wanita yang sekarang tinggal di Linz, Austria.

Saras merupakan anak bungsu dari keluarga Jawa yang sangat ketat dengan aturan-aturannya, terutama mengenai pasangan hidupnya. Ibu Saras sangat keras dan tegas terkait pilihan pasangan anak-anaknya. Semua kakak Saras menemukan suami atau istri melalui perjodohan. Semua pasangan hidup anak-anaknya harus melewati ibunya terlebih dahulu. Dan sekarang giliran Saras yang belum menikah dan masih betah berstatus single.

Untuk itulah, Ibu Saras pun merencanakan perjodohan Saras dengan Roi, teman lama Saras. Kebetulan keluarga Roi dan keluarga Saras sudah saling mengenal sejak lama, jadi Ibu Saras yakin Roi adalah pilihan terbaik bagi Saras. Tetapi, kali ini Saras punya pilihannya sendiri. Saras jatuh cinta dengan pria Austria bernama Jonas.

Pertemuan pertama mereka di Ars Electronika, tempat kerjanya membuat Saras terpana. Awalnya Saras hanya ingin menghibur Amelia, keponakan Jonas yang terlihat sedih melalui telenoid, robot yang bisa berkomunikasi dengan manusia dan ada bantuan operatornya. Sayangnya, Saras berlebihan hingga menimbulkan kebohongan terhadap Amelia terkait surga dan telenoid yang bisa menghubungkan ibu Amelia yang telah meninggal.

Hal ini membuat Saras merasa bersalah sekali dengan Amelia karena membuat dirinya terlalu berharap banyak dengan telenoid. Kesempatan untuk meminta maaf dan mengakui kesalahannya pun malah terlewati begitu saja.

Singkat kata, Saras malah sering bertemu dengan Jonas dan Amelia. Saras tidak menyangka dia bisa merasakan kenyamanan bersama mereka. Bahkan Saras menemukan arti keluarga bersama Jonas, Amelia, Sigi dan Lisa (sahabat keluarga Jonas). Hal yang sulit dia temui di dalam keluarganya sendiri.

Mereka pun akhirnya saling jatuh cinta, tetapi masalah pun datang silih berganti. Mulai dari kasus perebutan hak asuh anak Amelia, perjodohan Saras dengan Roi hingga kebohongan Saras terkait telenoid. Apa yang terjadi selanjutnya?

Membaca kisah Saras ini membuatku begitu hanyut saat membacanya. Novel yang cukup tebal tetapi sama sekali tidak membosankan. Aku betah membaca sejak halaman pertama hingga akhir.

K. Fischer secara perlahan mengenalkanku akan sosok Saras, kemudian pertemuan Saras dengan Jonas dan Amelia yang mengubah hidupnya kemudian keluarga Saras yang otoriter.

Ide cerita yang terasa familiar dan mungkin bisa terjadi bagi siapa saja, diramu sedemikian rupa menjadi sebuah kisah yang menarik untuk diikuti. Kisah romansa berbalut perjodohan dan perebutan hak asuh anak dengan setting Linz yang begitu memikat.

Satu hal yang paling kusukai dari karya K.Fischer adalah K.Fischer selalu mampu membangun setting tempat dengan begitu memukau dan hidup. Aku seakan bisa merasakan dan membayangkannya sendiri Kota Linz itu seperti apa. Kota yang sama sekali tidak familiar di telingaku, tetapi begitu menarik setelah membaca novel ini. Penggambaran setiap tempat dengan begitu detail, dan aku begitu terkesima dengan Ars Electronica dan ladang bunga poppies.

Alurnya memang terasa lambat, lebih memfokuskan perkembangan hubungan Jonas dan Saras kemudian drama keluarga Saras, tetapi aku tetap betah membacanya.

Semua karakter dalam novel ini begitu kuat dan saling melengkapi satu sama lain. Tokoh favoritku jatuh pada Eyang Saras. Walaupun dia tidak terlalu banyak muncul, tetapi interaksinya dengan Saras begitu terasa sekali chemistrynya. Eyang juga yang membuat Saras mampu untuk menjadi dirinya sendiri dan mengungkapkan apa yang dia mau.

Jujur aku jika berada dalam posisi Saras juga bakal bingung, memilih keluarga atau cinta. Apalagi Saras terlahir dan besar dari keluarga yang sangat keras. Aku benar-benar salut dengan Saras yang akhirnya berani untuk menentukan sikap. Aku memang bisa memahami kenapa Ibu Saras begitu keras terhadap anak-anaknya. Setiap ibu pasti ingin yang terbaik bagi anak-anaknya, termasuk masalah jodoh. Tidak mungkin seorang ibu menjerumuskan anak-anaknya. Tetapi kadangkala seorang ibu juga harus diingatkan bahwa anak juga punya pilihannya sendiri.

Membaca kisah ini aku belajar banyak sekali dari Saras maupun orang sekelilingnya. Tentang arti cinta, keluarga, kejujuran hingga dewasa dalam menentukan pilihan hidup. Kebahagiaan kita sendiri yang tentukan, dan kita sendiri yang tahu apa yang kita inginkan.

Kamu mencari sebuah kisah romansa dengan setting yang memikat, kamu wajib baca novel ini. Aku yakin kamu bakal jatuh cinta dengan Among The Pink Poppies sepertiku.
Displaying 1 - 18 of 18 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.