Jump to ratings and reviews
Rate this book

Despicable

Rate this book
Utsugi, jeune détective privé, est engagé par un professeur à l'université, Seinosuke Yamashiro, pour enquêter sur l'infidélité de sa femme. Lors d'une mission de surveillance, Utsugi découvre que l'amant de la femme de Yamashiro est un homme qu'il a connu dix ans plus tôt, Shûji Okuzono, et dont il était amoureux. En fouillant un peu plus, il découvre que les deux hommes ont un passé commun qui remonte jusqu'au lycée, et que depuis cette époque, Okuzono vole régulièrement à Yamashiro toutes ses conquêtes amoureuses. Utsugi, qui n'a jamais réussi à oublier Okuzono, n'a plus qu'une seule envie : s'impliquer dans cette relation toxique, afin d'obtenir ce qu'il souhaite vraiment. Pour ça, il peut peut-être compter sur l'aide de Yamashiro...

212 pages, Mass Market Paperback

First published October 27, 2015

25 people want to read

About the author

Delico Psyche

17 books20 followers

Associated names :
PSYCHE Deriko
PYSCHE Deliko
SAIKE Delico
SAIKE Deliko
SAIKE Deriko
Sonico

Name (in native language) : 彩景でりこ

Zodiac : Virgo

Blood type : A

Doujinshi Circle: Sonico

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (6%)
4 stars
23 (46%)
3 stars
14 (28%)
2 stars
9 (18%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews
Profile Image for MaDoReader.
1,358 reviews168 followers
June 30, 2017
No es mi favorito de Psyche Delico, le ha faltado chicha y no me refiero a sexo ;)
Profile Image for Anna C.
1,535 reviews94 followers
June 25, 2016
First, let me say this : last chapter bikin hatiku teriris-iris. T__T

Nah, kita mulai review ini dari cover dulu. Aku suka dengan cover-nya. Tapi tak berharap banyak sama isinya, berkaca dari pengalamanku baca karya-karya Psyche Delico selama ini yg kuberi 3 bintang semuanya : Choco Strawberry Vanilla, Fuuzokugurui Desu ga Toshishita Danshi ni Kokuraremashita/I'm a Sex Service Addict, But Got Confessed To by a Younger Guy (judulnya sepanjang kereta api ya), Eroman - Kami to Pen to Sex to!!.
Walaupun tampaknya aku kurang suka dengan karya mangaka yg satu ini, tapi aku tak pernah kapok buat baca karyanya. Karena biarpun para tokohnya rata-rata sekrup di kepalanya kendor (bukan lepas), plotnya selalu menarik, berbeda dari BL kebanyakan yg fluffy sweet romantic yg sudah sangat menjamur di dunia BL. Yg agak dark, twisted, sinting, aneh, psycho itu cuma segelintir saja, sehingga terasa seperti angin segar bagi fujoshi yg terkadang bosan dengan yg gulali terus. Kadang kita pengen yg asam dan pahit juga, lol.

Baca manga ini bikin aku meras otak buat mencoba memahami orang-orang yg sekrupnya kendor ini. Berikut adalah interpretasiku soal pasangan pertama dalam manga ini. Yamashiro dan Okuzono ini menurutku adalah penganut paham "Cinta lebih indah ketika tidak saling memiliki". Dua orang yg sekrup di kepalanya kendor ini menghabiskan hidup mereka sedari remaja hingga paruh baya dalam permainan kejar dan dikejar. Menurutku, hubungan kedua orang ini ibarat seorang idola dan fans beratnya. Fans berat itu ada berbagai tipe walaupun pada dasarnya bisa disebut stalker juga kalo sudah sampe menguntit-nguntit segala. Pertama, tipe fans yg jika diberi kesempatan buat 'nerkam' idolanya, ga pake ragu-ragu. Kedua, tipe fans yg sudah senang dan puas jika mandang dari jauh, ngagumin fotonya, beli CD-nya, beli barang bekas pakainya, dipeluk dan jabat tangan waktu meet and greet dll. Nah, sebenarnya masih banyak tipe fans tapi ga usah dibahas terlalu mendalam deh. Intinya, Okuzono ini adalah tipe fans yg kedua yg sudah senang dengan barang bekas cicipan idolanya, entah itu barang beneran seperti alat tulis, sepatu atau manusia (pria dan wanita), pokoknya bekasnya Yamashiro saja. Mungkin Okuzono ini tipe yg tak percaya diri juga, dia tahu kalo Yamashiro cinta padanya, tapi dia berpikir segala hubungan pada suatu saat akan berakhir, segala awal pasti ada akhir. Baginya jauh lebih menenteramkan hati jika ia terus mengejar Yamashiro seumur hidupnya, dan merebut apa yg dimiliki Yamashiro, terus dan terus. An infinite loop.

Meanwhile, Yamashiro sendiri juga senang menjadi "idola", pihak yg dikejar. Tentu saja dia tahu Okuzono cinta padanya dan Okuzono selalu mencuri "barang miliknya", tapi jika dilihat dari tingkah lakunya Yamashiro yg juga agak sinting ini, dia mungkin mengkonfirmasi cinta Okuzono padanya saat Okuzono merebut kekasihnya atau istrinya karena dia begitu senang melihat Okuzono yg berselingkuh dgn istrinya. Bahkan saat Yamashiro di ambang maut pun tidak membuatnya utk berubah pikiran dan memutus infinite loop tsb. Mengejar dan dikejar, cinta terasa lebih terkukuhkan saat tdk saling memiliki. Sukar dipahami memang. Tapi kurasa penyuka kisah tragedi setuju dengan paham ini. Pada akhirnya, kasihan korban mereka yg terjebak di antara Yamashiro dan Okuzono. Utsugi juga, biarpun pada akhirnya dia menerima pernyataan cinta dari Okuzono sesudah Okuzono ditolak Yamashiro, aku tetap tak bisa percaya Okuzono beneran cinta Utsugi. Rasanya seperti Utsugi itu ban serep dia. Walaupun dia merasa lumayan tertarik pada Utsugi, aku tak yakin ketertarikannya bisa bertahan lama. Bagaimana mungkin cuma berinteraksi dengan Utsugi dalam waktu singkat (dan itu 10 tahun yg lalu!) sudah bisa mematahkan obsesi dan cinta Okuzono pada Yamashiro selama puluhan tahun. Aku menyayangkan akhir ceritanya karena aku berharap Okuzono akhirnya bisa bersama Yamashiro. :(

Last chapter juga tragedi dari cinta bertepuk sebelah tangan. Otohiko yg jatuh cinta pada Daigo, iparnya, tahu kalau perasaannya takkan berbalas biarpun ia mengutarakan perasaannya pada Daigo, yg tak pernah dilakukannya hingga ia mati. Sekali lagi, temanya cinta tak harus memiliki, sudah bahagia jika orang yg dicintainya bahagia. Tapi Otohiko tak bisa bahagia. Masaki yg cinta pada Otohiko, juga tak bisa bahagia. Aku mengamatimu, tapi kamu mengamatinya, dan dia mengamati orang lain. Aku dan kamu, sama-sama merana. Baik Masaki maupun Otohiko, tak bisa move on dan mencintai orang lain. Adegan penutup last chapter itu benar2 bikin air mata mengalir deras, saat Masaki memeluk abu jenazah Otohiko. Membuatku bertanya-tanya, sebenarnya puluhan tahun itu dihabiskan Masaki dan Otohiko untuk apa? Kesalahan terbesar dari Masaki adalah ketika ia menyuruh Otohiko untuk menganggap Masaki sebagai Daigo saat Masaki bercinta dengan Otohiko. Yg terus dipatuhi Otohiko sepenuh jiwanya dan membuatnya semakin mencintai Daigo dan semakin sulit melepaskan Daigo. Terlihat dari ucapannya Otohiko ini : "But we couldn't touch each other unless we had a reason. Masaki would take me, even when I grew gray and wrinkled, without hesitation. And my love for Daigo only grew stronger." Yg kumiringkan tulisannya itu adalah bagian yg ingin kutekankan. Oh Masaki, if only you didn't suggest that. If only you were more aggressive. If only...
Profile Image for ⋆ ࣪˖ ִֶָ   sel  ་༘࿐.
968 reviews22 followers
November 10, 2022
I really love unconventional (twisted) love representations. Okuzono and Yamashiro's love never fails to send something in me whenever I read this book. I feel like their love is something only the two of them can have and perfectly embody. I want to cry. This is so beautiful to me.
Profile Image for duniamimpigie Anggi.
Author 2 books54 followers
February 9, 2016
Karya yang berhasil bikin saya "nyatet" nama Psyche Delico di otak sebagai mangaka cerita twisted-angst-dark setara Ogawa Chise (si Gie selalu menjadikan Ogawa Chise sebagai "patokan" cerita-cerita "twisted-beyond-repair") (ah, saya masih nungguin "Tourou no Ori" buat nyaingin twisted-nya ini).

Sebenernya saya udah kenal Delico ini dari karyanya yang "Strawberry Choco Vanilla"--atau itulah, saya lupa urutannya gimana, yang pasti tiga rasa es krim itu. Yang itu juga sebenernya udah termasuk cerita twisted-depressed-angst-dark BL dengan mengedepankan cinta segitiga yang carut-marut, gak jelas siapa cinta sama siapa (karena tokoh-tokohnya lain di mulut lain di hati semua), yang saking "belibet"-nya pembaca mesti mikir pas baca.
Nah, karya yang "Inu mo Kuwanai" ini premisnya juga serupa: cinta segitiga yang carut-marut, gak jelas siapa cinta sama siapa (karena tokoh-tokohnya saking twisted-nya personality-nya, jadi menolak menyatakan cinta dengan jujur--atau, well, "cinta"? Apa itu "cinta" di cerita ini? :"v)

Gitu deh.
Si Gie emang pada dasarnya demen cerita cinta yang carut-marut.
Terima kasih.

Balik ke ulasan, berbeda dengan "Tiga Rasa Es Krim" yang mengedepankan betapa membara(?)nya cinta tiga orang yang carut-marut itu, si "Inu mo Kuwanai" ini kesannya lebih ke "sudah terlambat" dan "menyedihkan", lantaran tokoh-tokohnya diceritakan udah pada tua, sekitar hampir 50 tahun lah (iya, ini salah satu faktor kenapa si Gie demen cerita ini dibanding karya-karya Delico sebelumnya, banyak om-omnya dan ada age-gap relationship dengan satu tokoh muda).
Jadi yah... temanya emang "sudah terlambat" dan "menyedihkan". Siapa suruh memendam cinta sejak masih remaja, diseret-seret berpuluh-puluh tahun dan dilampiaskan dengan cara yang sinting--ngambilin barang-barang orang itu sampai ngerebut setiap kekasihnya.

Berbeda dengan "Tiga Rasa Es Krim" yang gak bisa saya sukain karena ketiga tokohnya "bobo" bareng-bareng dan ganti-gantian--saya monogamis akut, gak nerima poligami atau perselingkuhan, bahkan dalam cerita fiksi sekalipun, mau itu dilakukan atas kompromi ataupun gak--; si "Inu mo Kuwanai" ini ceritanya cuma "kejar-kejaran", jadi saya bisa baca dengan tenang(?).

Tapi, yah, gitu deh... KENAPA PADA GAK NGUNGKAPIN CINTANYA AJA SIIIIH????!!! *lempar meja* Kalau pada jujur aja kan, ceritanya gak bakalan secarut-marut ini. Buset dah, kejar-kejaran berpuluh tahun cuma karena alasan sepele: "Kalau dia tahu hatiku sudah jadi miliknya, dia bakal pergi."
Udahlah, capek gue baca cerita kalian.

Yang cerita paling akhir itu beneran "sudah terlambat" dalam arti sebenarnya. Dipendam lama-lama sampai salah satu tokohnya meninggal. Udah gitu, tetep pada gak ngungkapin. Sakit banget, sialan, pas liat halaman terakhir di mana salah satu tokohnya melukin guci isi abu jenazah orang yang selama ini cuma jadi cinta bertepuk sebelah tangan. Bego banget sih, mereka padahal tetep bersama selama bertahun-tahun, tapi kagak nyampein apa-apa.

Meski saya ngomel-ngomel di sini, sebenernya saya suka sama cerita ini *eh*
Delico berhasil menyampaikan cerita super depresi ini dengan cara yang lembut--menurut saya. Ceritanya jadi terasa pelan dan hangat. Meski tokoh-tokohnya pada sinting, kesintingan mereka jadi tertutupi dengan atmosfer hangat cintanya (meski gak tersampaikan).

Udahlah.
Saya perlu yang fuwafuwa.
Kenapa tiap kali saya butuh cerita fuwafuwa malah dapet yang depresi, coba? Kutukan banget hiks ;A;
Profile Image for Emily.
1,139 reviews10 followers
March 9, 2019
So I was really into this story at first, but the last few chapters were pretty disappointing.
Profile Image for The_noxbook.
165 reviews4 followers
March 4, 2023
Me han gustado mucho las dos historias, pero ambas merecían más desarrollo
Displaying 1 - 6 of 6 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.