Jangan berbohong pada orang yang mencintaimu. Jangan mencintai orang yang berbohong padamu.
THE NOT-SO-HAPPY WIFE “Aku akan menikah, Ma, Pa.”
THE PINOCCHIO HUSBAND “Kita hanya perlu bersandiwara seperti ini.”
WEDDING OF LIES Simbiosis mutualisme, begitu mereka menyebut pernikahan itu. Gwen bisa kembali dipertemukan dengan adiknya yang telah lama hilang, sedangkan Tristan bisa menggunakan pernikahannya untuk menyukseskan ambisinya sebagai penerus bisnis keluarga.
Dan setelah keduanya mendapatkan yang mereka mau, bercerai adalah langkah selanjutnya.
HAPPILY NEVER AFTER? Kehidupan pernikahan mereka yang menyerupai roller coaster—termasuk borok memalukan yang setengah mati disembunyikan oleh keluarga besar Gwen—mendekatkan jarak di antara mereka. Menumbuhkan perasaan yang diikuti dengan pertanyaan besar: apakah keduanya sudi berkompromi demi harapan bahwa pernikahan ini akan berjalan lebih dari sekadar lima bulan?
AUTHOR OF ONLINE NOVELS: - Rose's Queen Anne (on going at Storial.co) - Here and Where You Are (on going at Storial.co) - (Un)Broken Wings (on going at Storial.co)
AUTHOR OF PUBLISHED NOVELS: - Friends with Bittersweet-Love (2020) - El Verano (2020) - Placebo (2019) - Little Secrets (E-Book) (2019) - Camera's Eye (Memento Series) (2018) - Afterword (2018) - Pendulum (2018) - Play with Fire (2018) - Never Too Far (2018) - Kohesi (2017) - The Whole Nine Yards (2017) - Pinocchio Husband (2017) - Roma (2016) - Dark Memories (2015) - Kata dalam Kotak Kaca (2015) - The Wedding Plan (2015) - Two Lost Souls (2015) - Weh (2014) - Deep Down Inside (2014) - Carrying Your Heart (2014) - Love Lock (2014) - Beautiful Sorrow (2014)
AUTHOR OF NOVELLA: - Violet's Heart (E-Book) (2016)
CONTRIBUTOR OF ANTHOLOGIES AND NOVELS: - My Beautiful World - Heartsick (Novel) - Senja yang Mendadak Bisu - Januari: Titik Balik (Novel) - Gadis 360 Hari yang Lalu - Curhatku untuk Semesta - Curhat LDR - True Love Stories
Tristan harus menikah sebelum mendapatkan perusahaan keluarga. Dan jelas dia tidak akan menikah dengan gadis pilihan orang tuanya. Dia membutuhkan gadis mandiri yang bisa diajaknya bekerja sama.
“Saya ingin kamu menikah dengan saya. Kamu kandidat yang sempurna untuk menjadi seorang istri di keluarga Pranaja.” (h. 33)
Gwen sejak dulu ingin bertemu adiknya. Sayangnya, kondisi mereka tidak memungkinkan. Hingga suatu hari seseorang menawarkan perjanjian bisnis agar Gwen bisa bertemu dengan adiknya.
Begitulah. Takdir Tristan dan Gwen terjalin dalam perjanjian kerta sama bernama pernikahan kontrak. Meski pada awalnya Gwen menganggap ide Tristan itu gila, perempuan itu akhirnya mengiyakan. Selain karena sang adik dan rahasia keluarga yang tidak ingin tersebar luas, ada alasan lain Gwen mengiyakan tawaran Tristan.
Novel ini punya cerita yang asyi. Temanya sendiri bukannya tidak pernah diangkat, cuma novel ini punya latar keluarga yang cukup kompleks sehingga berbeda dengan novel pernikahan kontrak sejenis. Saya pribadi cukup menikmatinya. Sayangnya hanya novel ini terasa begitu cepat, adegannya melompat-lompat dan saya tidak mendapatkan peningkatan chemistry yang baik dari Tristan dan Gwen.
kisah nikah kontrak, sudah banyak cerita yang mengambil cerita dengan tema cerita seperti ini. tapi ini beda. novel ini menjadi juara ketiga dalam lomba "sweet dan spicy romance " yang diadakan oleh penerbit Twigora. jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk kalian tidak membaca novel ini.
kalian harus membaca novel ini. dan siap siap jatuh cinta dengan sosok Guruh. pilih Guruh atau Tristan
Sebenarnya aku sudah menyelesaikan buku ini 4 hari yang lalu, bahkan aku sudah mereviewnya di blogku (http://romanitamore.blogspot.co.id/20...), tapi aku lupa belum mengupdatenya di GR 😆
Pertama kali membaca judul novel ini, kupikir aku akan disungguhi kisah seseorang yang memiliki suami yang sering sekali berbohong seperti pinokio. Hal ini diperkuat oleh taglinenya yang penuh kebohongan, duh jadi bertanya-tanya "kira-kira sebrengsek apa ya suaminya?" 😅
Namun, dugaanku itu salah. "Pinocchio Husband" di sini ternyata dimaksudkan sebagai "suami bohongan". Pernikahan yang direkayasa untuk kepentingan pribadi kedua pihak, yang sekarang hitsnya dikenal dengan "kawin kontrak".
Adanya simbiosis mutualisme itu ternyata tidak membuat pernikahan antara Gwen dan Tristan menjadi lebih mudah. Mereka mulai merasakan kelelahan untuk selalu berpura-pura di hadapan semua orang. Tak hanya itu, kepura-puraan itu juga akhirnya membuat keduanya saling membohongi perasaan masing-masing.
Sayangnya, konflik yang terjadi di pernikahan Gwen dan Tristan menurutku agak kurang greget. Kurang greget di sini adalah karena aku lebih merasakan "manisnya" cinta Gwen dan Tristan daripada konfliknya.Entah kenapa konflik mereka hanya bersumber pada diri mereka masing-masing yang saling gengsi. Bahkan, aku malah merasa fokus permasalahan di novel ini lebih kepada hubungan antara Gwen dan Guruh.
*review lengkap ada di blogku ya, link ada di atas*
fun read! ceritanya sesuai ekspektasi. jadi, memang kebetulan lagi mau baca cerita nikahan tapi eksekusinya gak klise2 amat. dan, buku ini bikin gak nyesel beli (soalnya waktu itu rada bimbang bcs rating bukunya di GR tak terlalu tinggi, takut malah nggak sesuai selera). eh gataunya enak.
Satu hal yg bikin aku kasih 4 bintang adalah karena pengulasan masalah Guruh (bukan, ini bukan tokoh utama lelakinya). Aku suka kekeluargaan yang dibawa di sini. Like, how someone from a broken family choose to fix it what's wrong all these years. Trus aku simpatik banget buat tokoh Guruh. Kalau menurutku, elemen keluarga ini yg bikin aku terus lanjut baca. Soalnya sekilas, baca blurb cerita ini bakal bikin lo mungkin berpikir, "Ah, pasti typical romance story ttg nikah kontrak yang akhirnya saling cinta." Di satu sisi, ya, benar. Tapi di sisi lain, kayak yang tadi kubilang. Ada elemen lain dalam cerita ini yg bikin aku merasa cerita ini eksekusinya gak seklise yg awalnya kupikir.
Dan syukurnya, gaya nulis Pia Devina cocok di aku. Jadi aku betah bacanya. Bener2 pas juga ini cerita yang lagi mau kubaca, jadinya nggak nyesel belinya.
OMG this book 😭😭 Aku nggak bakal menyoroti kisah cinta Gwen-Tristan, karena percayalah, kisah cinta mereka serupa dengan kisah-kisah kawin kontrak yang lain.
Aku suka banget buku ini karena buku ini menyuarakan apa yang selama ini aku rasakan. Aku tahu bagaimana rasanya menjadi Gwen, dan bagaimana kebimbangan dia berada di tengah-tengah lingkungan keluarga seperti itu. Bergumul sendirian dengan rasa benci, bersalah, juga sayang. Tapi bukan itu sih yang bikin aku amazed(?).
Buku ini dengan gagah berani menyuarakan bahwa dalam setiap perselingkuhan, yang bersalah, yang berengsek adalah pihak pembuat keputusan, ia yang memutuskan untuk selingkuh dan menghancurkan rumah tangganya. Wanita kedua yang pada era kekinian sering disebut sebagai pelakor bisa jadi menjadi KORBAN! Tapi dunia seolah enggan buka mata, mereka maunya pihak wanita selingkuhan yang salah apa pun alasannya!
Tapi buku ini bener-bener cakep karena berani menyatakan dengan lugas bahwa kesalahan dalam perselingkuhan itu berlaku DUA ARAH!
Apakah ini mengandung spoiler? 😂 Kalo iya, tolong ingatkan aku, bakal kuedit kukasih warning di atas 😁
Sebelumnya, saya cuma mau bilang kalo saya ngga jago bikin review tapi disini saya cuma mau bikin pendapat singkat aja yaa.
Jadi, saya sebenernya suka sama ceritanya. Bagus dan konfliknya menarik, tapi menurut saya jalan ceritanya agak lompat-lompat. Penyatuan antara konflik keluarga yang dijalani Gwen sama cerita romance nya dengan Tristan seakan kurang menyatu. Pas baca, saya sempet kayak "lho kok tiba2 gini?"
Tapi, overall cerita ini cukup bisa dinikmati kok :)
Kisah-kisah yang sempat membuatku berpikir ulang tentang sosok yang hampir selalu diberi label "penghancur keluarga". Interaksi Gwen dan Tristan yang sering melibatkan emosi negatif. Sering juga keduanya harus menahan perasaan agar tetap tampak dingin. Dan, salah satu bagian favoritku: ketika Gwen bertemu ibu Tristan. Cukup sudah kurang lebih 250 halaman mencampuradukkan emosiku.