Udah lama pengen review, baru sempet di-post, hoho.. maapkeun~
Sebelumnya saya infokan dulu bahwa Parak (Nona Teh dan Tuan Kopi #1) yang saya baca ini self publish (draft pertama), jadi nggak sabar nunggu yang versi mayor :')
Saya suka desain covernya (walaupun sebenernya saya ngarep banget yang gambar teh dan kopi yang membentuk "yin" dan "yang" itu tuh), Crowdstroia emang patut diacungi jempol. Selain ahli dalam meramu kata, dia juga punya talenta dalam hal desain-mendesain cover (liat aja cover cerita-ceritanya di Wattpad). OK lanjut ke review.
Nona Teh dan Tuan Kopi ini beda daripada novel yang seliweran di Wattpad. Nggak perlu tema bad boy ketemu good girl atau CEO dan sejenisnya buat menarik hati para pembacanya. Bercerita tentang si Nona Teh dan Tuan Kopi yang dipertemukan sedemikian rupa oleh semesta, lalu cerita ini hidup begitu saja dalam kepala saya. Dibuka dengan prolog oleh seseorang untuk Nona Teh yang membuat saya langsung jatuh cinta pada novel ini, juga membuat saya penasaran akan sosok seseorang ini (no spoiler siapa seseorang ini, sebagian pembaca NTdTK di Wattpad pasti taulah siapa, heheh).
Saya salut dengan ide ceritanya, Nona Teh (Varsha) diceritakan sebagai wanita karir yang tangguh bukannya wanita lemah yang menghamba cinta CEO muda tampan kaya raya /gak/
Back to topic, Varsha ini seorang wanita yang super duper keren (Varsha ini role model banget buat saya pribadi) yang di usianya sudah mencapai kepala tiga dia masih menjalani hidup seorang diri, padahal karir sudah lumayan. Mengapa dia dia masih melajang ... akan kamu temukan jawabannya dalam novel ini.
Saya sukaaaa banget sama karakterisasi yang dibangun Troia, gimana dia ngebangun karaker Nona Teh (Varsha); sosok wanita tangguh yang tanpa dijabarkan secara langsung tapi tetap menunjukkan kemandiriannya, ketegarannya, bahkan kerapuhannya. Lalu Tuan Kopi; si Mr. Dork yang loveable banget, nggak perlu ditulis dia tampan blahblahblah buat tau Mr. Kopi seperti apa, melalui narasi Troia sudah berhasil menciptakan sosok Mr. Kopi dalam kepala setiap pembaca, juga orang-orang yang ada di sekitar mereka; Awan, Hartanti, Axel, Virga, Hektor, dll. Tokoh-tokoh di Nona Teh dan Tuan Kopi ini terasa begitu real, hampir lupa saya kalo ini cerita fiksi, hahaha.
Terus chemistry antar tokoh itu, aih dapet banget! Salah satuy contohnya seperti saat Varsha kecil harus menemukan ibunya pada saat games di TK-nya dulu, sumpah ini part pertama yang bikin saya merinding juga nangis sesenggukan.
Cara Troia mempertemukan Nona Teh dan Tuan Kopi itu selalu membuat saya terkagum-kagum, dengan semua kebetulan-kebetulan yang menghubungkan keduanya, itu terkesan real banget, kayak nggak dibuat-buat sama sekali. So natural. And FYI pertemuan keduanya beda loh sama yang di Wattpad.
Tokoh favorite saya di sini : Aksel dan Cloud/Awan (selain 2 tokoh utamanya tentu saja). Kenapa Aksel dan Awan? Ah, kamu harus baca ini novel biar tau kenapa mereka jadi favorite saya.
Baca ini tuh nyeseknya dapet, dark-nya dapet, kocaknya dapet, ilmu tentang kehidupannya dapet, pokoknya komplit deh. Dari novel ini juga saya bisa belajar bahasa Jerman (dikit-dikit dapet lah), karena settingnya sebagian berada di Jerman, Troia sangat membantu kita dengan memberikan keterangan arti dari kalimat-kalimat bahasa Jerman di dalam NTdTK. "Ach so" adalah kata favorite saya sejak baca ini.
Berhubung novel ini murni dari tangan Troia seorang, tanpa ada campur tangan editor, tentu masih ada beberapa kekurangannya. Berikut beberapa koreksi dari saya di novel ini :
(-) hal. 87 :
agak boros sama kata "dan" di kalimat ini >> Ia lalu mencari-cari sosok perempuan dan berhijab, dan menemukannya tengah....
(kata "dan" yang pertama enaknya diilangin aja, soalnya setelah kata itu juga udah pake "-ber" terus abis koma juga ketemu sama "dan" lagi)
(-) hal. 109 :
agak aneh sama kata "masuk ke dalam tirai" di kalimat >> Kimala mengikuti dan melihat Varsha untuk terakhir kalinya sebelum dia masuk ke dalam tirai tempat ibunya dimandikan
(-) hal. 129 :
paragraf 4. agak aneh sama "di usia dua puluhnya" di kalimat >> Seorang wanita di usia dua puluhnya lalu mengangguk hormat kepada Regen ketika pria itu....
(lebih enak kalo gini misalnya : Seorang wanita berusia dua puluhan itu lalu....)
(-) hal. 131 :
"mengeram" atau "menggeram"? setau saya mengeram tuh kayak mengerami telur(?) kalimat ini >> Valerio pun mengeram tertahan, namun tetap.... (paragraf 2)
(-) hal. 132 :
"membentangi"? bukan "membentengi"? kalimat ini >> Selalu ada selaput tipis yang membentangi antara Regen yang ia..... (paragraf 3)
(-) hal. 136 :
- kurang kata penghubung "yang" kayaknya di antara kata "ada" dan "nyambut" >> Lo mau tiap hari kerja dan pas pulang nggak ada nyambut? (paragraf 3)
- "Anggukan." Ya, cuma satu kata yang tertulis di sini. Menurut saya bagus kalo digabung dan jadi gini >> Regen mengangguk sebagai jawaban, tak menoleh saat Valerio melangkah pergi (1 kalimat tunggal sebelum paragraf terakhir)
(-) hal. 139 :
boros kata "pun juga" artinya bisa dikatakan sama kan ya? kayaknya enakan diilangin kata "juga" nya di kalimat >> Regen pun juga segera berjongkok dan hendak meraih sat benda.... (paragraf 2)
(-) hal. 166 :
typo "berbadan" jadi "berbedan" di kalimat >> Riko, yang berbedan bongsor itu, lalu berinisiatif membawa..... (paragraf 6)
(-) hal. 170 :
SALAH SATU PART FAVORITE SAYA DI NTdTK SEJAK DI WATTPAD #lol (kekocakan ponakan2 ini yg ngebuat NTdTK ga seberat itu) #maapinibukankoreksi
(-) hal. 181 :
kelebihan huruf A di kata yang harusnya "menghangatkan" di kalimat >> Valerio terkekeh untuk menghangatkana suasana.
(-) hal. 189 : Varsha-nya kurang S >> Varha berhenti sejenak. (paragraf 2)
Anyway beberapa kekurangan di atas nggak mengurangi kecintaan saya terhadap kisah Nona Teh dan Tuan Kopi ini :')
Dan sangat disayangkan kalau Nona Teh dan Tuan Kopi hanya terbit sebagai novel cetak saja. Kudu harus wajib banget nongol di layar lebar. Seperti yang saya pernah tulis di akun Twitter saya beberapa waktu lalu. Semoga suatu saat ada Produser atau PH yang menemukan masterpiece ini, dengan catatan NTdTK harus berada di tangan orang-orang yang kompeten agar pembaca tidak kecewa. Semoga :')
Tak lupa saya ucapkan banyak terima kasih kepada Troia karena saya diperbolehkan untuk jadi salah satu reviewer awal dari series pertama Nona Teh dan Tuan Kopi (draft version) ini. It's such a honor for me :')
So, selamat menanti terbitnya Parak (Nona Teh dan Tuan Kopi #1) pada Februari 2017!