Sosok Gus Dur dikenal punya daya linuwih yang bisa memprediksi sesuatu, seperti tumbangnya Presiden Habibie atau naiknya SBY menjadi presiden. Namun, tidak semua orang tahu bahwa Gus Dur punya alasan untuk setiap hal yang dia perkirakan. Dalam Mata Batin Gus Dur, Imam Anshori Saleh menuturkan kenangannya bersama Gus Dur. Kedekatan itu terjalin karena selain adanya pertautan ideologis, juga karena keduanya berasal dari Jombang. Dari situ lahirlah kisah-kisah menarik dan aneh-aneh yang belum pernah didengar orang lain. Inilah kisah yang dialami sendiri oleh seorang santri—dari sang kiai.
Saya rasa berat bagi Imam Anshori Saleh menuliskan cerita yang berimbang tentang Gus Dur. Cak Imam memang dekat dengan Gus Dur, jauh-jauh hari sebelum beliau naik ke panggung politik. Kekaguman cak Imam dan rasa hormat tersorot dari kumpulan kisah-kisah unik. Gus Dur yang linuwih, tergambar dalam buku ini. Seolah bisa meramalkan hal-hal yang akan terjadi. Namun bagian terakhir buku ini menegaskan bahwa cak Imam bisa mengulas sisi-sisi Abdurrahman yang tidak selalu mulus. Salut Cak!
Damai di surga Gus. Selalu berterima kasih mengenang jasamu.
Buku ini bercerita tentang sisi lain Gus Dur yang hanya dapat diceritakan dari orang yg memiliki kedekatan dengan beliau. Gus Dur bisa menjadi ramah, lucu, unik, dan memiliki argumen yg out of the box dari pemimpin lain di Indonesia
Sebagaimana yang termaktub dalam kata pengantar buku ini, penulis memaparkan bahwa saat ini sudah banyak sekali buku yang membahas tentang sosok KH. Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan sebutan Gus Dur. Di mulai dari pemikiran-pemikiran Gus Dur, hingga humornya. Semua mencoba menghadirkan sosok Gus Dur yang berwajah banyak. Sebagai pemimpin formal dan informal, keduanya sama-sama menarik untuk disimak (hal xxix).
Memang Gus Dur adalah sosok yang kaya akan ilmu dan pengalaman. Ilmu agama, analisis ekonomi dan pemahaman sejarahnya sangat mengagumkan. Jika diibaratkan Gus Dur itu bagai sumur yang dalam, diambil dan dikuras airnya seberapa pun banyak, air tak akan habis. Oleh karena itu agar semakin lengkap, penulis mencoba menguraikan cerita-cerita unik selama bersama Gus Dur—mengingat bisa dikatakan bahwa penulis memang cukup dekat dengan Gus Dur ketika masih hidup. Di mana kisah-kisahnya ini memang tidak banyak yang mengetahui.
Kenapa dibilang unik? Karena buku ini seolah mengungkap tentang hal-hal yang mungkin tidak terlalu kita perhatikan ketika berinteraksi dengan Gus Dur. Yaitu tentang Gus Dur yang memiliki daya linuwih—bisa memprediksi sesuatu, weruh sak durunge winarah.