Jump to ratings and reviews
Rate this book

Black.

Rate this book
Bagi Inka, menerima lamaran Chesta—tetangga masa kecil yang selalu memberi komentar pedas untuk pakaian serbahitam yang dia kenakan—hanyalah tiket untuk meninggalkan mimpi buruk akan hancurnya sebuah keluarga.

Namun, Inka tak menyangka Chesta membawa kenangankenangan indah dari masa lalu yang dia tahu takkan terulang lagi. Pemuda itu membuatnya marah sekaligus bahagia, memberi harapan-harapan baru di harinya yang sedih. Chesta membuat Inka kembali jatuh cinta.

Akan tetapi, apakah menerima lamaran itu memberikan kehidupan yang Inka mau? Atau dia memang harus menerima kenyataan bahw a tidak semua luka bisa disembuhkan, bahwa Chesta mungkin takkan pernah membalas perasaannya, dan bahwa cinta mungkin tak bisa menyelamatkan dirinya.

304 pages, Paperback

First published April 17, 2017

15 people are currently reading
225 people want to read

About the author

Ruth Priscilia Angelina

8 books169 followers
The wheel of fortune.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
68 (18%)
4 stars
157 (42%)
3 stars
117 (31%)
2 stars
18 (4%)
1 star
8 (2%)
Displaying 1 - 30 of 95 reviews
Profile Image for yun with books.
715 reviews243 followers
July 3, 2017


Black.
Bercerita tentang dua anak manusia berusia hampir 30-an bernama Inka dan Chesta. Mereka adalah teman masa kecil yang bertemu kembali di Oxford ketika dewasa. Kenangan-kenangan masa lalu yang indah dan sekaligus kelam mengantarkan mereka pada suatu perasaan yang tidak dapat disangkal oleh satu sama lain. Inka yang pemarah, Chesta yang dingin. Kelamnya kehidupan dan cinta mengantarkan mereka pada suatu keputusan yang menyakitkan, apakah mereka mampu menyembuhkan hati satu sama lain? Apakah mereka mampu mencintai satu sama lain dengan pecahan-pecahan cinta yang hanya menjadi "sisa" bagi mereka berdua?

Buku ini saya beli karena saya penasaran, karena sampul depan buku ini cukup sederhana dan misterius. Saya baca sinopsisnya, saya semakin penasaran. Lalu, saat saya membacanya saya tidak menyangka bahwa buku ini sangat bikin saya tidak berhenti untuk membalik ke halaman berikutnya. Serius! Saya suka cara Ruth Priscilia Angelina menceritakan setiap kehidupan kelam Inka dan Chesta. Saya suka bagaimana cara Chesta memperlakukan Inka, manis dan kalem walaupun dingin. I'm totally in love with Chesta Sentanu


Memang, jika menilik lebih dalam tema dan setting cerita ini tidak begitu spesial. Tapi entah, menurut saya apabila ada buku yang membuat saya tidak bisa berhenti membaca, berarti saya sangat menyukai buku tersebut. Nah, itu berlaku bagi buku Black. ini. Beberapa nilai minus dari buku ini adalah ada beberapa bagian yang seharusnya bisa diceritakan lebih dalam lagi, bukan hanya soal wasiat ibunya Chesta, lamaran yang tiba-tiba, perasaan kehilangan dan trauma yang menurut saya agak lebay. Tapi keseluruhannya OKAY.

Pokoknya saya suka banget, dan mencoba untuk membaca buku karya Ruth Priscilia Angelina lainnya.
Profile Image for Meytatak.
14 reviews1 follower
June 7, 2017
Sebelum menulis komentar untuk buku ini, aku mau cerita sedikit.. Aku jatuh cinta oleh sosok Ruth Priscilia melalui buku Forever Monday yang aku beli pada 10 Januari 2015. Buku yang berhasil mencuri hatiku dan berhasil masuk ke deretan buku terbaik yang pernah aku baca. Kemarin, saat ke toko buku, perhatianku tidak sengaja tertuju ke buku yang bersampul putih hitam yang sederhana ini. Tak lama, aku berusaha mengendalikan diriku yang rasanya ingin berteriak karena melihat 3 kata dengan ukuran tulisan sedang di bawah judul. Nama penulis yang tidak asing. Nama penulis yang selalu aku nanti.

Buku ini sangat cocok untuk mengisi kekosongan hari-hari dan hatiku. Buku yang seakan mengelus punggungku lembut dan sesekali menepuknya perlahan. Buku yang berlatarkan, London dan tokoh yang bernama unik namun mudah diingat berhasil membawaku melayang. Ada beberapa kejutan kecil yang membuatku selalu ingin tahu kelanjutannya. Ya, walau untuk hal ini, Forever Monday masih juaranya. Tapi tetap saja, buku Ruth Priscilia berhasil mencuri hatiku lagi. Di bagian bab terakhir bahkan aku menangis tersedu-sedu dangan air mata yang berlomba-lomba untuk jatuh.

PS : Akan ku nantikan buku selanjutnya oleh penulis. Selamat dan Semangat.
Profile Image for Roem Widianto.
83 reviews3 followers
June 29, 2021
Sebelum baca ini, aku sempat baca review orang-orang yang pernah baca ini. Dan beberapa di antaranya bilang kalau novel ini tentang kawin paksa. Iyakah? Emang bener gitu? Dan ternyata setelah aku baca gak juga. Toh kedua tokoh utamanya belum beneran kawin 🤪. Btw, fyi aku gak pernah bermasalah dengan topik kawin paksa atau perjodohan. Aku mah oke-oke aja. Ehehehe. 😬

Aku cukup menikmati novel ini. Tapi yang disayangkan aku masih gak ngerti sama trauma yang dihadapi dua tokoh utama. Menurutku penulis masih kurang dalam menggali tentang trauma dua tokoh ini. Jadinya aku gak bisa merasa empati ke mereka gitu lho. Jadi pas ngomongin masalah trauma ini ekspresiku jadi lempeng gitu. 😐

Walaupun begitu, novel ini tetep bagus dan layak buat dibaca, kok. Soalnya cara berceritanya ini tergolong asyik menurutku.
Profile Image for ANPRA.
94 reviews5 followers
May 31, 2022
"Jadilah orang dewasa yang bahagia, yang mencintai hingga kamu tidak punya alasan untuk membenci." (page. 286). Kutipan yang paling aku suka, sederhana tapi kuat & membekas begitu menyentuh, membuatku merasa begitu hangat. Akan selalu aku simpan baik-baik di hatiku.

Yang membuatku memutuskan membeli buku ini awalnya karena ini salah satu buku yang ditulis Ruth dan penasaran karena judulnya BLACK. aku sangat menyukai warna hitam, bahkan mungkin menggilai. Entah mengapa hitam selalu memberiku energi bold yang unik dan ceria, bukankah karena hitam gelapnya malam kita melihat sinar bintang yang terang dan indah? Hitam & gelap membuatku cepat menyadari sesuatu yang terang sekecil apapun itu. Black is my happy colour. Dengan alasan itulah semua barang2ku dan wardrobe ku di dominasi hitam bahkan kamarku ku dekor hitam dan warna gelap, kalo bisa semua yang kumiliki ku rubah jadi hitam wkwkwk

Tokoh favoritku Chesta dan Sigi.

Aku juga suka banget plot twist dibuku ini!

4,7/5🌟


Aku uda baca 3 buku Ruth Priscilia Angelina, dan aku urutkan berdasarkan ranking yang paling aku suka
1. Black.
2. Tokyo dan perayaan kesedihan.
3. Forever monday
(RD light yang udah kupunya tapi belum ku baca hehe)

Setelah membaca beberapa buku Ruth, aku menganalisis ciri khas dari tulisan Ruth, Ruth selalu bisa membangun karakter-karakter yang menarik, menarik disini bukan yang super sempurna tapi seseorang yang dari luar terlihat aneh, jahat, egois, dingin, nyebelin, dark intinya bisa bikin geleng2 kepala alias ga habis pikir, tapi Ruth lewat narasinya selalu menerangkan masa lalu dan masa kecil orang itu atau secara jelas memaparkan trauma apa yang membentuknya jadi orang seperti itu. Di sela-sela cerita atau saat seseorang seperti itu disayangi sepenuh hati atau saat seseorang yang bisa 'mengisi' bagian yang kosong atau mengidupkan kembali yang 'mati' dihati orang itu, orang itu tidak seburuk yang pembaca pikirkan, Ruth mengajak pembacanya memahami dan ber empati bahwa seburuk apapun orang kelihataanya pasti selalu punya sisi baik dan punya hati yang butuh dihangatkan dengan kasih sayang tulus. Itulah mengapa buku Ruth selalu berhasil membuatku penasaran.

Quotes yang kusuka::

" jangan minta maaf jika kau tidak merasa salah"
(Page. 78)

"Sudah kubilang, jangan minta maaf jika kau tidak tahu apa salahmu" (page. 132)

"Maafkan aku, aku tidak seharusnya marah. Aku hanya benci pada orang yang banyak bicara tanpa tahu kebenarannya" (page.133)

Chesta menggeleng-geleng. "Aku tidak mengerti kenapa wanita suka kepalsuan, ”

"Semua orang terkadang butuh kepalsuan, Chesta.”

"Aku lebih tidak bisa memahami itu. Orang senang menyembunyikan kenyataan untuk keindahan sementara, tanpa sadar itu hanya persoalan waktu, Pada akhirnya realitas akan menghantam dan rasanya akan ribuan lebih sakit karena kau sudah mencicipi kebahagiaan sebelumnya. (page. 158)

”Mungkin justru karena itu. Karena tahu pada ujungnya akan merasa sakit, beberapa orang memilih mencicipi kebahagiaan lebih dulu.” (page. 159)

Aku jatuh cinta padanya yang mau berusaha untuk jadi yang terbaik untukku. (Page. 195)


“Dan itu membutuhkan keberanian yang kukumpulkan sedikit demi sedikit. Kau berarti untukku, dan beberapa hal terasa sulit ketika kita melakukannya untuk seseorang yang berarti lebih. Begitu juga ibumu. Kau berarti untuknya dan sulit baginya untuk memberitahumu bahwa dia akan meninggalkanmu dalam waktu dekat.” (Page. 211-212)


Chesta menoleh dan menatapku lekat-lekat. Aku memberinya senyum tulus yang kuharap bisa membuatnya tenang, "Aku akan menemanimu.”

Aku menyalakan sebatang rokok lagi dan Chesta membuka sekaleng bir lagi, Aku tidak bisa memutar balik waktu dan memberikan kesempatan padanya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada ibunya. Aku tidak bisa menyembuhkan luka dan mengusir penyesalannya, Aku tidak bisa memeluk hatinya dan membuatnya melupakan masa lalu. Aku tidak bisa menjadi pelangi di harinya yang mendung. Tapi aku bisa mengisap ratusan batang rokok dalam semalam bersamanya, meneguk berbotol-botol tequila, dan memberikannya Alka-Seltzer di pagi hari. Aku akan menemaninya hancur. (Page 245-246)

"Ya, aku ingat perkataanmu waktu itu. Kau bilang karena aku anak yang baik, maka aku akan jadi ibu yang baik juga.” 273


"Aku tidak bisa mengembalikan ayahmu dan tidak bisa membunuh ibumu untukmu. Aku tidak bisa menghiburmu dan tidak bisa membuatmu menangis seperti yang Sigi lakukan. Tapi aku mencintaimu dan karena itu aku mengubah rumah ini menjadi hitam. Supaya kau bisa melihat ayahmu di sini. Setiap hari. Supaya kau bisa puas merindukannya. Aku hanya bisa melakukan sesedikit ini, tapi bukan berarti aku tidak mencintaimu sebanyak yang orang-orang lain lakukan.”

"Chesta—”

"Aku tahu bagaimana cinta mampu menghancurkan kita. Ayahku menikahi wanita lain setahun setelah ibuku meninggal. Ibumu berselingkuh dan ayahmu mati karenanya. Kau dan aku tahu sisi mengerikan dari cinta yang selalu orang-orang dambakan itu. Tapi, tak akan kubiarkan itu terjadi pada kita. Persetan dengan cinta. Aku akan ada untukmu seperti pakaian-pakaian hitammu. Seperti rokok yang kau isap, seperti vodka yang kau minum, dan Alka-Seltzer yang kautelan. Aku akan menyayangimu di malam-malammu yang tak lelap, di keinginanmu untuk mati dan meninggalkanku. Aku ada untuk masa-masa gelapmu dan menjadi tempatmu pulang.” (Page 283-284)
Profile Image for Nur Fadilla Octavianasari.
565 reviews45 followers
December 9, 2018
#2018-[140]

Yatuhaaan, kenapa novel yang saya pilih random ceritanya selalu tentang either kawin atau kawin paksa dan kemudian saling jatuh cinta. Sungguh butuh cerita baru dan segar. Bukan berarti novel ini nggak menarik yes. It has its own charm.

Dua hati yang terluka karena ditinggalkan. Inka yang rapuh setelah perpisahan kedua orangtuanya, dan Chesta yang ditinggal pergi Mom-nya untuk selama-lamanya. Long story short mereka jadi meragu akan cinta, takut ditinggalkan lagi. Semesta emang punya cara sendiri buat mainin hidup kita. Inka dan Chesta dipertemukan kembali saat Inka gabung diklub pecinta Harry Potter di kampusnya. Yup, setelah sekian tahun berlalu dan mereka bertemu kembali. Chesta yang ingin memenuhi wasiat ibunya secara tiba-tiba mengajak Inka menikah. Inka yang ingin terlepas dari masa lalunya yang kelam menerima tawaran itu. Well mereka tetap bertengkar, tetap selisih pendapat, meskipun pada akhirnya saling jatuh cinta. Yah memang Inka yang pertama kali menyadari dan menyatakan perasaannya, lalu Chesta? Well doi kabur cuy, dan bikin Inka salah paham, padahal mah Chesta cuman takut bakal ditinggal pergi lagi sama orang yang disayang. Seperti saat Mom meninggalkan dia, Chesta juga takut ditunggal Inka. Dan masih banyak kesalahpahaman lain. Untunglah semua berakhir bahagia.
Profile Image for Lala.
128 reviews46 followers
May 13, 2017
Inggris, Harry Potter, warna hitam, semua hal komplit yang mampu menarik perhatianku di awal-awal membaca. Dibuka dengan perseteruan antara Inka dan ibunya, aku dibuat penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi. Selanjutnya, berganti dengan Inka yang telah terbang ke Inggris dan melanjutkan pendidikan di University College.

Narasi masam mengenai kota Oxford yang menjadi setting sangat membuatku tertarik. Meski menurutku pribadi London memang identik dengan hujan dan aura dingin (dan aku menyukainya), cara Ruth Priscilia mendeskripsikannya (lewat Inka) sangat berhasil dalam mengembuskan napas sendu pada kota tersebut seperti apa yang dirasakan Inka. Intinya, dari setiap halaman, Ruth Priscilia sukses membuat aura Black benar-benar terasa 'Black', padahal di awal aku cukup skeptis dan mengira dinamai Black hanya karena si tokoh utama menyukai warna hitam. Namun setelah mengetahui kisah hidupnya, aku tahu apa tujuannya.

Interaksi yang terjalin antara Inka dan Chesta sangat natural dengan kedekatan yang lambat laun tercipta dengan alasan yang masuk akal. Cara Ruth Priscilia meramu masa lalu mereka berdua dan mengaitkan benang merahnya cukup unik.

Untuk karakter favoritku adalah Chesta, sungguh. Dia tipe cowok yang meski sinis, dingin, jarang tertawa, tetapi terkenal playboy, ketika dia telah mencintai seseorang, dia melakukannya dengan sepenuh hati meski sikapnya agak sedikit bossy. Cowok yang menarik dan unik menurutku. Tetapi di sisi lain, dia begitu rapuh dan membutuhkan seseorang untuk menguatkannya.

Plot dari awal hingga akhir ditata dengan cukup rapi dan membuatku betah membacanya. Side character juga dapat dimanfaatkan dengan cukup baik oleh Ruth Priscilia, meski aku masih sedikit penasaran dengan apa yang terjadi antara Inka dan sahabat cowoknya, Sigi.

Overall, kalau kamu sedang berjuang untuk menyembuhkan kesedihan dan mencari teman untuk menikmati warna hitam bersama, mungkin Black dapat menjadi jawabannya. 😉

Review lengkap di: http://readingvibes.blogspot.co.id/20...
Profile Image for Olivia.
132 reviews9 followers
March 31, 2018
Awalnya, saya maju mundur untuk membaca Black karya Ruth Priscilia Angelina ini. Dari blurb, ceritanya terdengar sangat "normal". Tapi dari cover dan nuansa yang diberikan, rasanya ada sesuatu yang menarik saya. Kemudian, saat saya melihat ada seseorang yang mengatakan buku ini termasuk dark romance, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba membaca. Karena, yah, saya suka dark romance.

Sampai sekitar 3/4 buku, sejujurnya tidak terasa ada unsur dark-nya sama sekali. Ya, karakternya datang dari latar belakang keluarga yang hancur. Ya, karakternya tampak kelam- memakai pakaian serba hitam dan tampak tidak peduli pada "cinta". Namun setiap adegan yang terlukis di dalamnya justru menunjukkan ada "cinta".
Namun di samping semua itu, saya cukup menikmati perkembangan cerita yang diberikan Black, kok. Sampai pada titik itu, setidaknya.

Saya kurang tahu mengapa, tapi pada satu titik, tiba-tiba saja ada beberapa hal yang terjadi yang mengganggu dan membuat saya mengerutkan kening. Hal tersebut justru terjadi ketika konflik dari Black semakin... mendekati klimaks. Ketika kedua karakter utama harus benar-benar menghadapi hidup mereka. Dan jujur, keanehan-keanehan tersebut membuat saya kurang menikmati cerita.

Misalnya, Inka yang sejak awal dikisahkan tidak dapat mengendarai mobil . Pada satu adegan, dituliskan "di mana aku memarkirkan mobilnya saat ini"- dari sudut pandang Inka. Memarkirkan. Yang kuanggap kalau ia juga yang menyetir hingga tempat tersebut-? Setelah sebelumnya jelas-jelas disebutkan ia tidak bisa menyetir?
Kemudian, keanehan lain yang saya temukan adalah salah satu kejadian pada klimaksnya. Saya sampai membacanya berulang-ulang, lagi dan lagi, namun hingga saat review in dibuat, saya sendiri belum dapat yakin dalam menyimpulkan apa yang terjadi.

Di samping keanehan yang ada di buku itu, saya juga berharap kalau karakter selain Inka dan Chesta dapat diceritakan lebih banyak- terutama karakter yang memiliki peran dalam hidup keduanya dan dikisahkan memang memiliki latar belakang kelam. Seperti Sigi yang berkata kalau lukanya sama busuknya dengan luka Inka. Luka seperti apa? Atau apa yang ibu dari Inka pikirkan sehingga akhirnya ia luluh dan meminta maaf pada Inka. Atau Ezra...? Saya pikir ia akan memiliki peran sepanjang buku, namun nyatanya perannya hanya sebatas "prolog" saja.

Namun di balik segala kekurangan/kekurangpuasan yang saya temukan di Black ini, saya tetap dapat menikmati ceritanya. Bahkan sekalipun kadang kebebalan karakter di dalam Black membuat saya gemas. Penulisan dari Black ini memang nyaman untuk diikuti dari awal hingga selesai, dan ada pula beberapa adegan yang membuat saya tersenyum sendiri- misalnya ketika Chesta "membela" Inka di depan Ezra, atau ketika Inka mengakui perasaannya. Manis. Atau juga ketika Inka menceritakan lagu One Direction favoritnya- You and I.
Ada sebagian kecil hatiku yang berharap, seandainya cinta kedua orang tuaku sekuat itu.

Part itu rasanya benar-benar mengena.

Overall, buku yang cukup menyenangkan untuk dibaca secara ringan. Masih ada beberapa kekurangan, namun bukan menjadi sesuatu yang membuat saya ingin melakukan dnf.

Final Rating: 3.2/5
Profile Image for raafi.
928 reviews449 followers
May 13, 2017
Ulasan bertajuk "Pengalaman Pertama Baca Metropop Bersama Black.": http://bit.ly/BibliBlack.

Inka punya hubungan yang tidak bagus dengan kedua orangtuanya. Terutama, ibunya. Setelah berselingkuh dengan pria lain dan membuat keluarganya kacau-balau, ibunya berencana untuk menikah dengan pria lain. Hal yang paling disesali Inka adalah menutupi keburukan ibunya itu sehingga keluarganya tidak bisa diselamatkan lagi. Ayahnya yang menerima dengan lapang dada perselingkuhan ibunya membuat Inka harus bisa mengendalikan diri. Sejak masalah itu, Inka lebih membela dan menginginkan untuk selalu bersama sang ayah ketimbang sang ibu. Namun, beberapa hari belakangan ini, ayahnya tidak bisa dikontak. Telepon tidak diangkat dan sms tidak dibalas. Padahal, ayahnya sudah berjanji mengantar Inka ke bandara hari ini. Inka akan terbang ke London dan menuntut ilmu S2 Creative Writing-nya di Cambridge University.

Muka Sigi merah padam setelah melihat Inka tiba pada detik-detik terakhir keberangkatan mereka setelah tiga kali nama mereka dipanggil melalui pengeras suara di ruang tunggu bandara. Pria yang bisa dibilang teman semasa hidup Inka itu juga akan kuliah di London. Bedanya, Sigi mendapatkan beasiswa sementara Inka harus membiayai kuliahnya sendiri. Inka tahu semua akan tidak mudah, hidup di London itu. Biaya hidup yang lumayan tinggi membuatnya harus ambil kerja sambilan sembari kuliah. Keinginan Inka sebenarnya hanya satu: tinggal di sana. Ia tak mau kembali ke Indonesia. Ia ingin pergi jauh-jauh dari masa lalunya yang kelam. Tak dinyana, di London, ia bertemu dengan Chesta, pria masa lalunya yang begitu ia inginkan namun harus ia lepaskan karena semuanya adalah guyonan masa kecil. Apakah bertemu kembali dengan Chesta sebuah pertanda baik atau malah mempergelap hitam hidupnya?
Profile Image for Amaya.
745 reviews58 followers
December 19, 2022
Apa yang lebih menyakitkan ketika mendapati ibumu punya selingkuhan dan ayahmu minggat dari rumah begitu saja? Yap, Inka melihat roda berputar di depannya secara langsung. Bagaimana ayahnya tiba-tiba menghilang, dan ibunya yang berkeras menikahi kekasihnya.

Misteri yang sampai akhir belum kutemukan: Apa alasan kuat ayah Inka tiba-tiba pergi dari rumah, padahal tidak pernah membenci Inka, dan kenapa ibunya bisa selingkuh. Sebenarnya ada masalah apa dengan orang tuanya sampai bisa berpisah.

Karena kisah berantakan keluarganya itu, Inka sendiri jadi ragu dia bisa mendapatkan cinta yang benar-benar tulus dan tak pergi setelah beberapa tahun mendatang.

Emosinya kuat banget. Awalnya sempat menebak akankah pertemuan Inka dengan teman masa kecilnya, Chesta, yang terkenal sering berganti pacar, akan jadi kisah-kisah pernikahan palsu antar badboy dengan cewek pasrah. Tapi no. Bahkan isinya lebih baik dari yang kupikirkan. I looooooveeee it.

Suka banget waktu Inka menyembuhkan dan menuntun Chesta, begitu pun sebaliknya. Mereka sama-sama berpikir lurus dan nggak asal melakukan perbuatan yang buruk (if you know what I mean).

Duh, sayang banget sama dua karakter utama di sini. Walaupun ada lack di sifat Inka yang aku yakin bukan usianya udah nggak muda lagi, but it's okay, kisah mereka membantu menyempurnakan bintang!
Profile Image for Apriyani.
29 reviews2 followers
June 2, 2017
Ada banyak hal yang aku sukai di novel Black, yaitu Harry Potter, Inggris, Oxford, One Direction, dan warna hitam. Aku kira saat membaca novel ini, ceritanya hitam kelam sekelam novel Forever Monday, tapi perkiraanku salah, novel ini begitu manis dan kelam secara bersamaan.

Aku jatuh cinta dengan Chesta Sentanu dengan sifatnya yang cool dan kaus kakinya berwarna cerah. Inka yang begitu cool walaupun hidupnya kelam karena mengalami broken home.

Tapi sayang, untuk latar tempatnya kurang di jelaskan, hanya disebut nama tempatnya, dan aku kurang bisa membayangkan latar Inggris di dalamnya. Terkesan cuma untuk tempelan latar Inggris doang.
Dan Alhamdulillah (yang sangat aku pikirin) novelnya happy ending, udah takut aja bayangin kalo bakal Sad Ending, gak kuat kalo sad, udah trauma sama ending di Forever Monday huehehe.

Suka banget sama ceritanya, walaupun ada kekurangan yang mungkin penulisnya gak engeh atau gimana karena tiba2 Inka udah bisa setir mobil di pemakaman. Atau aku cuma kurang paham, karena mungkin dia nyewa driver ? Entahlah.

Tapi, Overall aku suka sama novel ini di banding Forever Monday yg endingnya bikin aku gila abis bacanya (iya masih aja bahas ending)

Recommended banget lah ini novelnya.

Di tunggu karya novelnya yang lain ya Mbak Ruth :*
Profile Image for Halida Hanun.
325 reviews13 followers
August 6, 2017
Entah kenapa, buatku sampul buku dengan dasar hitam selalu tampak menarik dan membuatku penasaran. lalu begitu tahu judul buku ini adalah Black, aku makin penasaran. belum lagi sampul yang menarik. meskipun pas beli aku sedikit gambling karena takut mendapatkan ending yang menjadi 'khas' Ruth di buku-buku sebelumnya. namun untungnya aku berbahagia dengan ending di buku ini. selain berbeda dengan buku-buku sebelumnya, ending di buku ini menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepla gue. yang awalnya bikin misah-misuh karena nggak dibahas-bahas sama Ruth. nggak taunya ada di bagian akhir. pakai sudut pandang Chesta lagi. luuuvvvvvv

meski judul buku ini Black alias hitam tapi ceritanya tak sekelam warna hitam kok. sedikit saran aja sih, kalau kamu gampang mewek kayak gue, jangan baca buku ini pas lagi PMS. hehehe
Profile Image for Elfi.
49 reviews
July 23, 2023
Pertama tertarik, tentu saja, karena judulnya, trus covernya, trus London. Awal2 merasa seperti baca novel terjemahan tapi lama2 bisa menikmati juga sampe ga bisa berhenti baca 🖤
Profile Image for Leila Rumeila.
992 reviews30 followers
July 23, 2022
One of the worst books i've read in 2022!
Buku pertama yg gue baca dari Ruth Priscilla and i'm deeply disappointed!
Pertama2, trope buku ini sebenernya apa sih?
Gue pikir marriage of convenience, tapi ternyata sampai ending mereka engga ada gelar pernikahan.
2nd chance? Konsep Chesta sama Inka akhirnya bersatu kembali di kesempatan kedua mereka bertemu bukan berlandaskan cinta with slow burn yg biasanya identik dengan trope 2nd chance romance. Alih2 ide Chesta yg tiba2 mengajak Inka menikah dengan alasan yg gue pun samar2 dengerinnya (re: dengerin audiobooknya di Storytel), karna gue sampai males buat rewind bagian itu.
Fake dating? Tapi si Chesta ngajaknya pura2 nikah, bukan pura2 pacaran. Bener2 gue engga ngerti konsep awal buku ini maunya gimana?!?!

Kedua, karakter2 yg unlikeable! Chesta yg menurut gue karakternya terlalu kasar dan wataknya yg keras. Inka yg bagi gue engga ada sesuatu yg spesial dalam karakternya. Bahkan di akhir ada kata2 dari bokapnya Chesta yg bilang Inka banyak sekali merubah Chesta, tapi gue engga merasa Inka banyak melakukan hal2 yg signifikan terhadap Chesta!

Proses hubungan Chesta dan Inka pun kurang smooth. Engga ada percikan2 yg bikin gue senyum2 sendiri. Chesta yg otoriter membuat hubungannya dengan Inka jadi terkesan kaku dan engga lovey-dovey, engga harus lovey-dovey juga sih, tapi romance di sini bagi gue berasa suram dan aneh.

Setting di Oxford, Inggris, yg buat gue di awal2 baca berekspektasi bakal disajikan gambaran2 yg wah, tapi ternyata engga! Cuma sekedar kata2 "oxford", "harry potter", dan kata2 standar yg engga menggambarkan sesuatu yg imajiner sama sekali. Menurut gue kaya apasih? Kalo cuma gitu doang kenapa harus ambil setting di Oxford? Mungkin biar terkesan keren, meh.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Lutvy.
1 review
February 23, 2018
Terkadang cinta nggak sanggup membeli masa depan, kita pernah sepakat soal itu, kan? (hlm. 119)
#
Black ini karyanya kak Ruth yang pertama kali aku baca.
Tertarik beli dan baca buku ini dikarenakan si monokrom😍
Covernya bikin jatuh cinta, lalu judul. Judulnya ini udah mendeskripsikan bahwa ada sesuatu yang menarik dari pertama kali dilihat&dibaca, serta sinopsisnya yang sukses bikin aku kepo berat. Dan metropop, aku gapernah bisa nolak tuk gabaca novel metropop. Yap karena sebagus itu, makanya selalu gabisa nolak😆

London-Harry Potter-Black-Oxford sukses membuatku histeris pas baca😂 ibarat tuh barang kesukaanmu digabung jadi 1 paket, rasanya seperti BAHAGIA SEKALI. Dan baca buku ini bikin nagih. Iya nagih. Pembawaan yang dibawakan oleh kak Ruth ini luar biasa, bikin aku lanjut terus sampai ke halaman terakhir dengan cepat. Baca buku ini butuh waktu 4 jam, dan bikin gabisa tidur😞
(Nyesel bacanya pas mau tidur)

Endingnya bikin terngiang-ngiang terus, pokonya Chesta fix bikin aku pengen nyulik dia.
Sosok yang antimainstream dan yaampun request yang seperti Chesta 1 aja bisa ga si😥😂
Sosok Inka menjelaskan bahwa hidup itu gaselalu baik dari yang terlihat tapi tetap harus kuat walaupun memiliki masa lalu yang kelam😊

Note:
Pokonya kalo kalian baca buku ini, kalian bakalan liat suatu pandangan yang berbeda.
#
“Aku menginginkanmu seperti hidup dan seperti mati. Seperti hitamnya perpisahan, hitamnya ditinggalkan.”
Profile Image for Nining Sriningsih.
361 reviews38 followers
February 6, 2018
"terkadang ada ketidakakuran yang melambangkan perasaan sayang"
hal 176

"aku marah menyadari diriku tidak berhak marah. aku marah menyadari diriku tak sebanding dengannya. aku marah karena aku cemburu"
hal 187

"aku berjanji akan memberitahumu jika aku akan pergi. supaya kau bisa ada di sana dan mengucapkan selamat tinggal"
hal 212

"aku mungkin menyakitimu, melukaimu. tapi aku tidak akan meninggalkanmu diam-diam. aku berjanji tidak akan menjadi pengecut"
hal 213

"aku menyayangimu di malam-malammu yg tak lelap, di keinginanmu untuk mati & meninggalkanku. aku ada untuk masa-masa gelapmu & menjadi tempatmu pulang. jangan membuangku."
hal 284

cerita yg menurut q agak sendu, murung..
mungkin karena q baca ini pas lagi musim hujan & langit gelap mendung..
XD

tapi q suka qoutes-qoutes di novel ini, berasa jleb bangeeet gitu..
mungkin cara menunjukkan cinta Chesta & q sama, q pikir..
:D

kadang sebel sama Chesta, kadang di bikin terharu ma sikap Chesta..
ehmm, cara orang mengungkapkan cinta pasti beda-beda..
q sukaaaa novel ini..
:')
Profile Image for Majingga Wijaya.
152 reviews19 followers
August 29, 2020
Ini novel pertama Ruth yang aku baca. Awalnya tertarik beli karena judulnya yang sangat simple yang justru bikin penasaran. Why Black? Not yellow or red or maybe other colors. Dan setelah sekian tahun hanya disimpan (setelah beli, maaf 🙏🏻), akhirnya terbaca juga.

Pertama baca, berasa baca novel terjemahan. Nah pas denger dialog antara Inka dan Sigi barulah disadarkan ini masih novel Indonesia.

Entah kenapa aku sulit memahami karakter dari tokoh utama yang digambarkan memiliki trauma yg bisa dibilang hampir sama. Merasa dikhianati oleh orang terdekat dan yang paling kita percaya. Apalagi hampir sebagian cerita digambarkan bagaimana Inka yang selalu berusaha mengerti dan mengalah pada Chesta. Jadi kesannya Inka yang selalu ngejar Chesta. Walaupun setiap orang punya caranya sendiri.

Konflik yang diangkat nggak terlalu berat sih menurutku. Pergolakan batin tokoh-tokohnya dalam menghadapi trauma mereka dan juga cara menyelesaikan masalah yang tarik ulur cukup bikin gemes.

Well, not a bad novel ✌🏻 Try to read it.
Profile Image for nin☁️.
31 reviews1 follower
December 28, 2024
Such a page turner! Menceritakan tentang Inka, perempuan yang melarikan diri dari kehidupan gelapnya di Indonesia dengan menjadi mahasiswi di Oxford. Namun, pelarian yang niatnya ingin lepas dari masa kelamnya justru mempertemukan Inka dengan tetangga menyebalkan di masa kecilnya, Chesta.

Hate relationship antara Inka-Chesta justru berujung pada sebuah kesepakatan yang ‘menguntungkan’ bagi satu sama lain. ‘beneficial relationship’ adalah sebutan yang tepat untuk hubungan mereka selanjutnya. Walaupun begitu, rintangan dari hubungan mereka justru semakin pelik karena keterlibatan perasaan mereka. Bukan cuma itu, trauma masa lalu dari Inka pun terus hadir dan terus menyakiti Chesta.

Menurutku konflik dari novel ini gak terlalu bikin pusing dan penyelesaian konfliknya pun cukup dewasa tanpa ribet. Chesta yang harus melawan dukanya yang berlarut-larut, dan Inka yang harus berdamai dengan traumanya. Aku suka sekali bagaimana cara mereka untuk saling menyembuhkan tetapi dengan cara tersirat.
Profile Image for Autmn Reader.
881 reviews92 followers
May 14, 2022
Aku kaih 4 🌟 karena aku dengerin audiobook-nya di storytel. Karea kalau aku baca, aku bkalan ngerasa bosen kayaknya, wkkw.

Dan lagi, karena aku blom bisa listening comprehension dan bru bisa tahu aja crtanya tentang apa, trus ngakak kalau ngakak, sedih kalau sedih, jadi nggak akan review bukunya juga, wkwk.

Intinyamah naratornya enak bgt berasa didongngin dan aku duka Chesta sama Inka. Dinamika mreka juga aku suka.

Dah sgtu aja. 😂
Profile Image for Michelle.
31 reviews38 followers
November 16, 2018
I love the story so much. Maybe the story might sound clichè sometimes but i can relate to some parts of it. It's worth your read.
Profile Image for Sweetdhee.
514 reviews115 followers
November 21, 2019
this book tasted like my father.




no.


it tasted like the feeling of missing him.
Profile Image for ami.
210 reviews26 followers
October 10, 2020
Dari segi plot & karakter, buat genre metropop Black ini gak spesial sih. Tapi penulisannya mengalir & ringan banget buat dibaca, walaupun aku tetep ngerasa eehh pas bagian cheesy nan dramatisnya. Overall masih okelah, walaupun gak terlalu mengesankan karena rada klise di sepanjang penceritaan dan karakterisasinya.
Profile Image for Eza.
48 reviews1 follower
October 12, 2017
Black - Page 298

Tertarik dg sampul depannya, sepatu hitam dan stocking hitam. Ibarat sepatu akan menemanimu melangkah dalam bagian terhitam sekalipun.

Inka, wanita tangguh dengan masalah keluarga tapi tetap semangat menggapai mimpi. Chesta, sosok cowok charming, pintar, dan kaya.

Sekilas, mungkin akan baca pembaca yang mengira cerita ini mirip dengan drama korea versi teenlit.

Tapi salah besar karena Black berintikan cerita keluarga, dua teman kecil yang bertemu kembali di Inggris dan menyukai Harry Potter sama sama menemani satu sama lain untuk mengatasi masalah keluarga.

Belajar untuk membuka diri dan menerima keadaan yang tidak selalu berjalan sesuai dengan kenyataan tapi hitam bukan berarti tidak indah. Karena hitam adalah warna penenang yang manis 😊
Profile Image for bookswormie.
134 reviews7 followers
October 28, 2025
I can't handle kesamaan antara kedua karakter yang terlalu mirip ditambah parallelism antara kisah cinta chesta dan kakaknya. Bukan apa-apa, jadi bikin boring. Ditambah chesta yang menurut gue kurang lakik
Profile Image for Ardina Rahma.
134 reviews14 followers
October 11, 2017
Walaupun judulnya Black, alhamdulillah tidak sesuram Forever Monday.
Salah satu cerita penulis lokal rasa terjemahan ~('.')~
Profile Image for Euclid.
81 reviews23 followers
May 29, 2022
“Persetan dengan cinta. Aku akan ada untukmu seperti pakaian-pakaian hitammu. Seperti rokok yang kauisap, seperti vodka yang kau minum, dan Alka-Seltzer yang kau telan. Aku akan menyayangimu di malam-malammu yang tak lelap, di keinginanmu untuk mati dan meninggalkanku. Aku ada untuk masa-masa gelapmu dan menjadi tempatmu pulang.”⁠
“Jangan membuangku.”⁠

Inka Atresia, berharap dapat membuka lembaran baru hidupnya ketika ia memutuskan untuk kuliah di Oxford meninggalkan kelamnya hidup dan trauma. Ia bertemu kembali dengan Chesta, sahabat kecilnya 8 tahun. Ia terpaksa menikah kontrak karena membutuhkan biaya untuk kuliah, kehidupannya dan untuk menjadi warga negara Inggris. Selama proses untuk menikah tak jarang Inka harus berhadapan dengan emosinya yang naik turun karena sifat dingin, cuek dan protectivenya Chesta. Banyak yang tak setuju akan pertunangan ini termasuk Sigi sahabatnya dari Indonesia yang selalu ada disampingnya. ⁠

Chesta Sentanu, terkenal sebagai ‘player’ sejati ditambah dengan ketampanan dan gaya nyentriknya. Ia memutuskan pacar terakhirnya dan melamar Inka untuk menikah kontrak demi mewujudkan wasiat ibunya. Ia tak percaya cinta karena ibunya yang sangat dikaguminya pergi meninggalkannya begitu cepat.⁠

Berada di jalur yang sama akan kehancuran, kesedihan, dan putus asa akan keluarga masing masing apakah mereka dapat menyembuhkan trauma masing-masing disaat kepercayaan akan ‘cinta’ tidak ada lagi? ⁠

Plotnya rapih, dari awal pacenya cukup pelan hingga makin cepat dan makin kompleks. Disini belajar bagaimana kita menerima segala keadaan yang tak sesuai harapan hingga berdamai dengan diri sendiri. Trauma terkesan berlebihan karena cerita tentang keluarga Inka dan isi wasiat ibunya Chesta dan kematiannya hanya sepenggal diceritakan padahal menjadi latar trauma.⁠

Kagum sama Chesta, walaupun terlihat cuek dan dingin ia sangat perhatian dengan caranya tersendiri. Asli karakter yang dibangun terlihat rapuh tapi kuat untuk bertahan…. Bersiap larut merasakan kelam dan sedihnya Inka - Chesta. sepertinya aku akan hunting karya-karya author ini.
Profile Image for Alya N.
306 reviews12 followers
June 4, 2018
Nama Ruth Priscila Angelina, penulis buku ini, sudah punya ingatan tersendiri di otak saya. Jika mendengar namanya, otak saya sudah secara otomatis akan mengasosiasikan nama tersebut dengan salah satu masterpiece buatan Ruth, Forever Monday, salah satu novel yang berkesan untuk saya. Selain Forever Monday, saya ingat saya pernah baca karya Ruth yangain yaitu Rainbow and Ocean tapi saya tidak kuat untuk menyelesaikannya karena saya tidak tertarik dengan buku itu.

Jadi, itulah alasan saya memutuskan membaca Black ini. Karena Forever Monday. Saya terkesan dengan Forever Monday dan sejak itu selalu berniat untuk membaca karya Ruth lainnya. Dan ketika saya menemukan Black, melihat blurb-nya, menelaah covernya, sepertinya aura gelapnya akan sama dan sama amazingnya dengan Forever Monday. Pikir saya begitu.

Tapi ternyata tidak. Membaca Black...tak ubahnya seperti muter muter di satu ruangan yang sama. Membosankan. Saya nggak tahu apa yang penulis mau sampaikan di buku ini, entahlah, tidak dapat ter-trasfer dengan baik ke saya. Berbeda dengan Forever Monday yang selalu bisa membuat kita terus membalik lembar per lembar buku, Black justru tidak bisa mempertahankan saya mulai dari pertengahan hingga akhir. Iya, Black se-membosankan itu. Padahal saya sudah dapat nge-blend dengan premis yang dibangun penulis di bagian awal-awal cerita dan saya menikmatinya. Namun mulai dari tengah hingga akhir, saya tak tahu apa yang Penulis mau tunjukkan.

Pada intinya, saya kira ada sesuatu yang lebih dari sekedar yang Penulis hamparkan dalam tulisannya tapi ternyata tidak.
"Udah nih segini doang?"

Black tidak se-mengejutkan itu.

Saya tunggu dark romance dari Ruth berikutnya. Saya yakin yang selanjutnya pasti bisa menyaingi Forever Monday. Bravo.
Profile Image for Trissella   .
Author 2 books10 followers
May 11, 2017
Saya berekspektasi novel ini akan sekelam judulnya. Namun saya salah. Novel ini kelam, tapi di saat yang sama saya sangat jatuh cinta dengan karakternya. Bukan karena kesakitan yang mereka pendam, tapi karena saya benar-benar terpikat dengan mereka. Bahkan saat saya menuliskan ulasan singkatnya saat ini, jantung saya masih berdebar kencang karena Chesta. Dia terlalu ... ah, bahkan saya sulit menjelaskannya.

Mungkin, saya menyukai Chesta karena memang saya menyukai latar belakang tokoh seperti itu. dingin, tapi menyimpan cinta yang terlalu dalam. Entahlah, tapi Chesta benar-benar membuat saya gemas. Dia mencintai dengan segala kerapuhannya.

Inka dan Chesta seperti takdir yang saling berkaitan. Kembali bertemu karena nasib mereka berada di satu garis yang sama. Mengenai keluarga, kehancuran, juga keputusasaan mereka. Namun mereka saling melengkapi.

Dan mengenai hubungan Inka dengan Sigi, saya tahu betul hubungan ini. memiliki sahabat seperti Sigi memang akan membuat saya merasa selalu pulang ke tempat yang seharusnya.

Saya sangat menyukai epilognya. Penyelesaian yang sangat manis. Tidak berlebihan hingga membutuhkan satu bab penuh. Cukup dengan tiga lembar saja, dunia Chesta seolah kembali ke porosnya. Saya juga tidak menyangka surat wasiat Carissa memiliki arti sedalam itu. Kasih seorang Ibu memang tak pernah lekang oleh waktu.

Dari semua kepuasan saya dengan Black, saya memiliki satu pertanyaan, “Kenapa tiba-tiba Inka bisa memarkir mobil Chesta? Apakah dia sudah bisa menyetir dengan benar?” :)

Ah ya, setelah selesai membaca Forever Monday, saya seolah melihat sisi lain dari Ruth Priscilla. In a good way, tentunya. Namun saya jauh lebih puas dengan Black :)
Profile Image for Ratna Sari.
308 reviews12 followers
May 29, 2017
Terkadang cinta nggak sanggup membeli masa depan, kita pernah sepakat soal itu, kan?" (hlm. 119)

Inka melarikan diri perpisahan kedua orang tuanya. Bersama Sigi, sahabatnya, ia melanjutkan sekolahnya di Oxford. Sayangnya, saat dirinya bergabung dgn Harry Potter Society, Inka bertemu kembali dengan teman masa kecilnya yg sangat membenci Inka, Chesta. Di saat Inka berusaha menjauhkan diri, Chesta malah melamarnya. Berbekal surat wasiat mendiang ibunya, Chesta meminta Inka menerima lamarannya meskipun dengan bersandiwara. Berhasilkah sandiwara mereka?

Awalnya aku pikir "Black" adl novel terjemahan, lihat saja covernya.. keren kan? Sanking penasarannya aku nunggu-nunggu muncul di scoop, eh ternyata gak ada ebooknya. Akhirnya aku bs baca novel ini dgn meminjamnya dr salah satu blogger. Tengkyu ya 😊

Setelah aku baca, ternyata dugaanku salah, ternyata ini novel lokal 😅 Hanya saja ceritanya memang bersetting kota di Inggris (yg sayangnya aku ngerasa setting luar negeri ini cm "tempelan" doang, karna penulis sprtinya sangat menyukai Harry Potter & One Direction 😂😂) Walaupun begitu, aku cukup menikmati gaya penulisannya. Sederhana dan mengalir. Yang aku sayangkan lagi yaitu karakter beberapa tokohnya ada yg inkonsisten (yg kadang bikin aku mikir "kok begini ya?") Too much "kebetulan" 😆 Culture yg diangkat jg terlalu "kebarat-baratan", seperti biasa menginap di rumah cowok dan satu kamar (?), dan sdh tinggal bersama padahal blm merit (?) 😅
Sangat disayangkan banget, pdhl aku cukup menikmati bbrp halaman akhir, dan bagian itu "feel"nya dapet banget.
Displaying 1 - 30 of 95 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.