Masa hidup Hans Joseph Weel bisa dibilang tidak menyenangkan. Dia tidak pernah dekat dengan kedua orangtua atau saudara selayaknya anak-anak lain. Hanya Rosemary Boyld—seorang wanita tua yang menganggap Hans seperti cucu sendiri—berada di sisinya sampai ke teror mengerikan itu…."… aku hanyalah anak kecil yang sedang menunggu Mama untuk menjemputku pulang. Jika boleh meminta, tolong jangan memanggilku dengan sebutan hantu. Panggil saja namaku... Hans."
Meski begitu, Hans mampu menutupi kesepiannya dengan sangat baik. Dia lebih suka menderita sendiri ketimbang membagi derita dengan sahabat-sahabatnya yang lain, termasuk aku. Sikapnya yang selalu ceria, membuat siapa pun tak menyangka bahwa dia punya masa lalu yang singkat, rumit, dan berakhir mengerikan.
Cerita Hans disini dimulai dari kisah hidup ibunya Helena yang sungguh tragis. Namun itu yang membuatku sedikit bosan karena mengharapkan cerita dari Hans. Meskipun sudah dijelaskan bahwa cerita Hans harus dimulai dari kisah ibunya. Namun tetap saja aku kecewa. Terus ada beberapa pertanyaanku yg tidak terjawab di buku ini yaitu Bagaimana kisah Hans bisa sampe tinggal di dekat rumah Hendrik? Menurutku bagian itu kurang dijelaskan padahal aku tunggu".
Apa bayang-bayang kematian itu beneran ada dan bukan cuma fiksi? Gimana nasib keluarga hans yang masih tersisa? Aku benar2 penasaran soal itu. Lagi, nggak bisa nahan buat gak sesegukan baca kisah temen2 hantu kak Risa. Hans yang doyan masak ini ternyata punya kisah kelam yang juga bikin miris. Aku tak sepenuhnya percaya tapi juga bukan nggak percaya. Yang jelas, sedrama apa pun kehidupan mereka, dramanya berhasil kasih banyak sekali pelajaran tentang hidup. Dan satu terakhir, tentang kematian. Let's move! Aku penasaran seperti apa kisah William. Salut dengan persahabatan hidup-matinya Hans dan Hendrick.
Kisah Hans sendiri tidak banyak. Buku ini lebih banyak menceritakan tentang keluarga Hans dan kerabatnya. Kisah Hans agak berbeda dengan Peter dan Hendrick, tetapi sama-sama pedih dan menimbulkan rasa kasihan.
Akhir hidup Hans pun 'begitu' yang tidak aku sangka-sangka. Semoga Hans bisa berkumpul bersama keluarganya.
Yeah.. another sad story :) yg berhasil menjawab pertanyaan ku mengenai sosok Hans. I really love the vibe :) struggle nya menjalani kehidupan masyarakat Netherlands di Hindia Belanda saat itu benar-benar terasa.
Again with the drama T_T It's not so much about Hans, rather about his parents, especially about his mother Heleen. Also about the kind-hearted Grandma Rose.
"Risa,kau harus tahu semuanya agar kau mengerti. masa laluku memang rumit. mungkin tidak serumit kisah hidup Hendrick sih. hanya saja, memang banyak nama yang harus diceritakan ...."
dan yap memang seperti itulah,awal kisah ini dimulai dengan cerita persahabatan antara mama Hans, heleen weel dan anke schoner seorang wanita netherland kaya yg super baik dan ramah. Tapi seiring berjalannya waktu, persahabatan mereka mulai retak ketika anke schoner berteman dekat dengan seorang wanita netherland jahat bernama leonore willem.
leonore willem ini benci sekali dengan heleen,sehingga dia berusaha keras mempengaruhi anke schoner untuk menjauhi heleen weel. dan berhasil, anke schoner yang baik hati dan ramah berubah 180 derajat menjadi anke yang super jahat dan tega menyakiti hati sahabatnya itu (dibagian ini udah mulai gemes banget sama leonore,di imajinasiku leonore ini wujudnya emak-emak belanda yg kurus tinggi,mukanya jelek pucat macem nenek sihir, omongannya nyinyir terus macem emak-emak komplek yg suka bergosip 😑).
dan akibat ulah leonore willem ini terjadilah suatu tragedi mengenaskan yang membuat Rosemary dan Hans harus pergi meninggalkan kota tempat mereka tinggal, meninggalkan heleen weel dan adriaan weel serta kedua saudara Hans, Judith dan Grena, berkelana tak menentu arah hingga kota bandoeng, untuk menghindari orang-orang yang berniat menyakiti keluarga weel. dan bisa ditebak orang-orang tersebut berusaha mengejar keluarga weel karena fitnah kejam yang di tuduhkan leonore willem.
baca novel ini tuh bener-bener larut banget dalam drama dan emosi sama seperti waktu membaca kisah hendrick. ada senengnya, terharu dan benci jadi satu. apalagi pas bagian leonore willem yang suka nyinyir dan fitnah heleen,padahal heleen baik banget loh. sempet emosi sendiri dan ngebayangin kalo aku jd heleen udah aku iket itu leonore di pohon mangga aku sumpel mulutnya pake kaos kaki bau terus aku gantungin tulisan di lehernya "i'm a bitch" 😈 (inhale exhale,sabar frenti ini ujian).
overall good job teh risa, sukses bikin aku penasaran dan akhirnya khatam buku ini dlm wkt sehari 😊 aku gak bs kasih bintang lima karena menurutku ada beberapa kalimat yang rada 'njelimet' jadi harus dibaca berulang biar paham maksudnya.
Wow.... the drama.... the drama it's very dramatic...
Sejujurnya, jika mengharapkan kisah Hans mungkin kalian akan kecewa setelah membaca buku ini. Buku ini lebih berfokus mengenai cerita ibu dari Hans, Heleen.
Sejujurnya, saya cukup bingung mendeskripsikan alur cerita dari buku ini. Sebelumnya, saya telah membaca buku Risa Saraswati yang lain, namun yang ini sedikit berbeda. Alur cerita buku ini berantakan, maju-mundur, ketika membaca saya merasa beberapa detail tidak ditulis, beberapa kejadian janggal, dan terkadang saya merasa aneh kenapa tiba tiba tokoh A melakukan ini dan itu. Penggambaran tokohnya memang analitik, tapi tetap terasa hampa dan sering kontradiktif. Contoh nya, dibagian Heleen yang tiba tiba dijodohkan dan jatuh cinta atau Heleen yang secara tidak tersirat dikatakan telah 'terbakar' oleh api.
I think this genre of book just not for me tapi ada satu hal yang aku suka dari buku ini, penggambaran kondisi sosial ketika masih zaman penjajahan Belanda nya cukup bagus dan realistis. Diskriminasinya, kesenjangan sosialnya, bahkan sexual assault yang sangat pedih dan mengakibatkan emosi saya memuncak. Namun, kemungkinan besar memang di zaman itu hal tersebut lumrah terjadi. Terutama kepada wanita pribumi miskin.
Sejujurnya, saya tidak percaya kepada Risa dan segala cerita mistis nya. Saya membaca bukunya hanya untuk hiburan tanpa mempercayai ceritanya. Tapi jika kisah ini nyata, jika Hans benar-benar ada, semoga kamu cepat bertemu dengan ibumu dan berkumpul bersama orang-orang yang kamu sayangi.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Saya hanya melihat sambil lalu, ketika lihat buku ini di etalase toko buku favorit saya. Ketika akhirnya punya kesempatan buat baca, saya butuh waktu selama 6 jam untuk membaca buku ini. Kisah salah satu 'teman' gaib risa ini bisa dibilang tragis, kasihan. Plot cerita dimulai dari awal mula kisah ibunda Hans, Heleen Weel. Asal usul Heleen Weel yang bersahabat dengan Anke Van Keller, bagaimana persahabatan mereka akhirnya berakhir tragis karena ulang keluarga Willem yang jahat nya minta ampun. Sampai dimana Hans dan Neneknya, Rosemary akhirnya harus menjadi kaum nomaden yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain karena takut keluarga Willem masih mengejar mereka
Sambil membaca, saya membayangkan suasana masyarakat di jaman kolonial 1890 an. Bagaimana ya rasanya?. Cerita nya Hans bikin imajinasi saya berjalan layaknya telenovela jadul. Saya agak sedih-hampir-menangis ketika sampai dibagian Heleen Weel yang dibakar massa di dalam pabrik gula, karena terkena tuduhan palsu oleh wanita biadab. Memang lidah manusia itu lebih tajam dari pedang. Overall, buku ini menarik, karena kita dibawa menyelami kehidupan masa lampau 'hantu', suatu hal sering saya bayangkan sejak kecil.
Saya memang tidak percaya dengan roh manusia yang masih bergentayangan, yang saya percaya, itu adalah jin qori, jin yang mengikuti manusia itu semasa hidup jadi ketika manusia itu sudah meninggal jin itu yang akan berubah menyerupai manusia yang dia ikuti. Sedangkan ruh manusia nya yaa...di alam barzah.
Novel ini menceritakan salah satu dari kelima sahabat hantu Risa yang telah diceritakan secara sekilas dalam novel Danur. Namun, pada novel ini diceritakan kisah dari anak laki-laki yang memiliki nama Hans, ia terlahir dari keluarga yang penuh kasih sayang dan kebahagiaan. Meski begitu, bukan berarti semuanya baik-baik saja. Masa lalu ibunda Hans—yang terlahir dari hasil pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang keturunan Belanda—menjadi awal mula kehancuran keluarga Hans.
Satu per satu kejadian menyakitkan pun datang menghampiri keluarga Hans. Hingga puncaknya, Leonore (orang yang membenci ibu Hans yaitu, Heleen) menuduh Heleen membunuh Anke (sahabat Heleen yang berkhianat padanya). Hans yang saat itu berada di rumah bersama Rosemary (pengasuhnya), diminta Heleen untuk segera meninggalkan rumah tersebut untuk menghindari amukan masyarakat. Namun, amukan masyarakat yang terperdaya omong kosong Leonore berhasil membuat seluruh keluarga Hans terbunuh dengan sia-sia.
Dengan pendekatan mimetik, novel ini sangat relevan dengan kehidupan manusia yang pada dasarnya ingin saling menjatuhkan satu sama lain. Namun, sisi menarik yang ada dalam buku ini adalah nilai-nilai yang mengajarkan agar pembaca tidak mudah termakan omong kosong seseorang.
Aku beri 2,5 dari 5 bintang. Ini hanya pendapatku, tolong jangan diprotes.
Entah kenapa ya, dibandingkan buku Peter, buku Hans ini membosankan. Isinya lebih banyak menceritakan orang lain daripada Hans, padahal aku berharap sekali isinya lebih banyak bercerita tentang Hans. Tokohnya kebanyakan!
Iya sih, teh Risa sudah menjelaskan bahwa ini semua berhubungan dengan Hans. Kisah hidupnya sangat rumit, memang. Tapi jadi bosan banget sumpah! Kayak baca cerita orang lain aja.
POV yang dipakai juga gonta-ganti tapi perubahannya tiba-tiba saja. Emm gimana yaa, beda lah sama buku-buku teh Risa yang lain. Yang ini terkesan memaksa. Ada cerita yang aku nggak paham, mungkin salahku sendiri, salah membaca urutannya. Harusnya baca Hendrick, baru Hans. Mungkin kalau bacanya sesuai urutan jadi seru banget.
Bab-bab akhir sudah banyak menceritakan kisah Hans. Nah di situ mulai seru, karena itulah yang aku mau.
Baca kisah sahabat teh Ris—hantu, selalu menimbulkan perasaan syukur bisa diberi kesempatan taubat. Dalam cerita selalu berkata bahwa mereka yang sudah mati selalu menyesal mengapa semasa hidup tidak begini, tidak begitu, matinya pun tidak tenang. Apalagi ini kisah bocah-bocah yang masih kecil, sungguh kasihan.
Hanya butuh 3 jam untuk melahap 255 halaman novel tersebut. Karya Risa pertama yang saya baca.
Penuturannya bagus dan cukup membuat penasaran, saat Risa menceritakan tentang kisah hidup Hans. Hanya karena ini memang karya dengan tema kehidupan seorang hantu yang bukan merupakan genre kesukaan saya (saya tidak mengetahui kalau Risa Saraswati adalah seorang selebriti Indigo), jadi menurut saya terlalu berlebihan dalam mengekspresikan perasaan seorang anak kecil, seakan akan Hans adalah anak yang dewasa dan bijaksana di usia yang belum genap 7 tahun.
Tetapi secara keseluruhan dari sisi penuturan dan alur kisah cukup menghibur, walaupun berakhir tragis.
Ganjalan dari novel ini adalah: 1. Alasan perubahan karakter Anke dari seorang gadis berbudi menjadi angkuh, perlu lebih mendetail. Dalam novel ini hanya diceritakan dengan sangat singkat sesaat sebelum kejadian tragis yang menjadi puncak cerita novel ini. 2. Dalam novel ini, tidak dicarikan benang merah untuk mengisahkan tentang nasib Adrian, Judith dan Grena selanjutnya. Yah mungkin ini bisa jadi ide untuk spin off.
Karena ganjalan-ganjalan ini, maka saya tidak memberikan 4 atau 5 stars.
Novel ini akan jadi novel yang paling membayang-bayangi. Hal ini karena alurnya yang menurutku pahit untuk cerita antara Heleen dan Anke, dan bagaimana sayang dan nanggung kisah Hans yang menjadi teman Risa ini. Novel ini mampu membuat aku yang cenderung takut dengan hantu menjadi netral, layaknya saat membaca Samantha. Kisah Hans ini mengajarkan tentang banyak hal, perihal kisah Belanda yang tak selamanya bahagia. Dari awal, buku ini sama sekali tak bisa dikategorikan membosankan, aku menyelesaikannya dalam waktu sekitar satu hari, sebab runtutan dan antimainstreamnya kisah Hans yang sering membuat ngeri dan penasaran, sebab kisah Hans ini baru dapat ditemukan namanya di tengah halaman. Lebih ke poinnya, aku dibuat menangis sedalam-dalamnya, tidak di semua bagian, tetapi ada saja adegan yang demi apa membuat ngilu, sengilu-ngilunya di dada, kunobatkan jadi novel paling sedih.
Minusnya sedikit banget, hanya ending yang menghunjamku dengan pertanyaan “kenapa?”. Bagiku kematian dengan cara “—mengandung spoiler—” untuk si kecil Hans terlalu sayang, tetapi untuk ekspresif si Rosemary setelahnya juga mampu membuatku tersentuh.
Setelah sebelumnya membaca PETER dan HENDRICK, kali ini aku pun diajak untuk menelusuri lorong waktu mengintip masa lalu Hans, sahabat hantu tak kasat mata Risa.
Namun, tak seperti kisah Peter dan Hendrick, cerita kali ini lebih didominasi awal mula keluarga Hans. Kisah orangtuanya, kisah persahabatan Ibunya, tragedi yang menimpa keluarga Hans hingga persahabatan Hans dan Hendrick.
Kisah Hans kali ini pun ternyata tak berbeda jauh dengan kisah Peter maupun Hendrick, masih sama mengharukan dan menyedihkan, bahkan apa yang terjadi pada keluarganya sungguh sangat tragis. Rasanya untuk anak seusianya itu terlalu berat sekali 😭
Alhamdulilah Hans dan keluarganya memiliki Oma Rosemary, ah membayangkan kue-kue yang dibikin oleh Oma ini sepertinya lezat sekali.
Karena membaca Hendrick pula, aku jadi tahu bahwa kematian Hans tak berbeda jauh dengan Hendrick, yang aku tak tahu alasan kematiannya. Dan saat tahu, aku pun ikut sedih.
Aku suka sekali dengan persahabatan Hans dan Hendrick, terasa sekali chemistry-nya 😍 Gaya bercerita Risa pun menyenangkan dan page turner, aku hanya membutuhkan beberapa jam saja untuk menyelesaikan kisah Hans kali ini.
setelah membaca buku Hendrick, saya ingin membaca dan melihat sudut pandang Hans yang merupakan sahabat Hendrick, beserta masa lalu dann kehidupannya semasa hidup. Isi : Masa hidup Kans Joseph Weel bisa dibilang tidak menyenangkan. Dia tidak pernah dekat dengan kedua orangtua atau saudara selayaknya anak-anak lain. Hanya Rosemary Boyld-seorang wanita tua yang menganggap Hans seperti cucu sendiri- berada di sisinya sampai ke teror mengerikan itu.... Meski begitu, Hans mampu menutupi kesepiannya dengan sangat baik. Dia lebih suka menderita sendiri ketimbang membagi derita dengan sahabat-sahabatnya yang lain, termasuk aku. Sikapnya yang selalu ceria, membuat siapa pun tak menyangka bahwa dia punya masa lalu yang singkat, rumit, dan berakhir mengerikan. "... aku hanyalah anak kecil yang sedang menunggu Mama untuk menjemputku pulang. Jika boleh meminta, tolong jangan memanggilku dengan sebutan hantu. Panggil saja namaku... Hans." Hikmah : tetap sabar dalam menghadapi masalah, meskipun masih kecil Hans hanya mencoba bersabar, menumpahkan keresahannya dalam kesunyian, berharap sahabat baiknya, Hendrick bisa mendengarkan curahannya dari atas sana
Setelah sekian lama... akhirnya aku bisa baca buku karya Risa Sarasvati yeay *tepuktangan ditambah lagi sekarang kan filmnya, Danur, lagi hype. Pas lah ya moment nya aku baca buku ini.
Hm.. buku ini di luar ekspektasiku. Serius. Aku kira ini buku horror, ternyata... ceritanya heartbreaking banget, bikin sedih, guling-gulingan sambil jerit-jerit. Emosiku terkuras gara-gara buku ini. Aku baca buku ini sampai shubuh, langsung aku beresin karena saking serunya buku ini dan juga bukunya terbilang tipis jadi quick reads jg.
Sempet bingung dan bertanya-tanya.. bener nggak ya semua yang ada di buku ini terjadi di masa lalu? Kalo memang iya, euh... bisa ya ada orang sampai sejahat itu. *mulai emosi lagi Tapi, terlepas dari bener atau nggak nya yang penting ambil hikmah nya aja dari cerita tersebut.
Rekomendasi BANGET buat kalian. Harus baca pokoknya. Baca ya. Harus *maksa tenang, bukunya bukan tentang hantu dan alam lain kok horror nya bukan begitu, tetapi horror liat kelakuan manusia yang sebejad itu
Aku jadi ketagihan karya-karyanya Risa Sarasvati haha. Happy Reading ya semuaaa
aah finally, buku kedua kak Risa yang aku baca dengan cepat! setelah me-review Hendrick 2 hari yang lalu aku cepet-cepet minjem Hans di perpus sekolahku.
and, BOOM! pecahhh and i like it very much!!!!!! aku sukaa banget dari gaya penulisan and ofc plot-plot yg wow hehe, gaperna bikin boring and really ngebuat aku keluar dr my reading-slump. u're the best kak Risa :DDDD
tidak seperti kisah Hendrick yang diawali dengan keharmonisan, kisah Hans ini diawali dengan kejadian traumatis yang.... :(( dan juga ditutup dengan kesedihan. di kisah Hans juga tidak terlalu banyak hal-hal yang membahagiakan, lebih banyak kisah kelamnya and it makes me feel sooo sad, sakit hati setiap kali membaca per-halaman, takut akan kisah pilu yang kian menaik.
Ibu hans dihamili oleh majikan lelaki dan memutuskan untuk kabur dari rumah tsb. Ibu hans bertemu ibu tua yg sangat baik meski tdk ada ikatan darah. Namun naasnya, ibu hans meninggal karena fitnah. Sehingga hans hrs hidup bersama nenek dan melalang buana untuk menghindari orang² jahat yg pernah membunuh ibu hans. Hans mati terjatuh dari tangga saat disuruh sang nenek untuk membersihkan diri di rumah.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Fav dari karya teh risa gua tuh duo soulmate ini, hans dan hendrick. So far, menurut gua silsilah paling ribet jatuh ditangan kisah hidup hans wkwkwk ini gua baca udah lama bgt awal mulai suka baca novel dan agak bingung setiap baca harus banyak hapalin tokoh karena banyak wkwkwk mana meninggalnya paling konyol wkwk. Waktu itu bacanta juga lama selesainya tapi tetep enjoy! Hans sama hendrick ceritanya paling berkesan lah pokoknya
Memang awalnya bikin bertanya-tanya, ini cerita tentang Hans-nya mana? Tapi ya setelah dibaca perlahan, sedikit demi sedikit nongol juga Hans-nya.
Memang agak sedikit membingungkan ketika tiba-tiba muncul Hendrick di bagian-bagian akhir, saya nggak tahu apa harusnya baca Hendrick dulu baru Hans atau gimana. Soalnya saya belum baca yang Hendrick.
Secara keseluruhan, ceritanya bikin kita merasa pengen pukpuk Hans. Anak sekecil itu harus nerima nasibnya yang kelam.
Great book. Knew this book from a friend who shared it on his instagram. Bought it online and hoping it was good as it advertisement. Indeed.... At first it was slow but getting to the end it was more exciting. Need to read another 2 books to understand who are the trio ghosts but it is quite difficult to find Peter and Hendrick, lately.
Nangis😭 Entah kenapa saya selalu hanyut sama tulisan Teh Risa, di Danur dan Maddah pun sama (saya ngacak baca bukunya ehe) Saya pikir kisah Hans itu ngga menarik, tapi ternyata..........ga sanggup, bendungan jebol :'''
huhuhu semoga semua teman kecil Kak Saras ini bisa ketemua mamanya :'' btw hans bisa bikin cheesecake ga? aku mau dibikinin (lewat perantara Teh Risa tentunya) wkwkwkwk
Sedih. Untuk Hans, mama, oma Rose, papa, kakak, adik dan juga neneknya. Aku sedih kau hidup terpisah dengan keluargamu Hans Joseph Weel, tapi syukurlah masih ada oma Rose di sampingmu. Banyak sekali orang jahat di buku ini. Aku benci.
Sebenarnya aku berharap kalau diri Hans sendiri yang lebih banyak dibahas di sini.
that was...depressing. tujuan dari buku ini bikin takut bukan ya soalnya iya gue takut. saran gue jangan baca buku ini malem-malem (kayak, seriusan). but for real, risa saraswati never failed to get me out of a reading slump. buku-bukunya selalu fast-paced dan plotnya ngga pernah boring. aduh gue rasa ini buku paling serem di antara buku-buku risa yang pernah gue baca. and also VERY depressing.
Cerita tentang Hans Weel...membuatku terasa mengemut permen rasa lemon....rasanya manis tp sbnrnya kecut. Sekali lg aku dibuat emosional dgn buku Risa. Setelah buku Hendrick yg bgitu menyakitkan, muncul lg buku Hans yg tidak kalah menyakitkan...
All of Risa Saraswati's 'friends' belong to my soft spot, because why the heel not? (Hans dapat bintang tiga karena secara teknis dia bukan pemeran utama. I WANT MOAR OF HIM!)
sedih banget banget banget😓❗❗❗❗ tapi aku suka banget sama buku horor tapi ga terlalu horor kayak gini. Aku suka banget dan sekaligus sedih sama kisah hidup Hans 🫂🫂 Aku suka banget sama alur dan latarnya!!
Cerita nya cukup bagus, tpi belum cukup kuat utk membangun ikatan batin dengan si Hans dengan cerita nya, dan menurut saya cerita nya 11 12 dgn William, buku pertama dalam serial Peter CS yg saya baca (sdh bagus, tpi belum semenarik yg telah saya ekspektasikan)