Ari dan Widi, kakak beradik yang tinggal di Jakarta, harus menerima kenyataan bahwa ibu mereka yang tinggal di Malang tengah berbaring sakit dan divonis kanker hati stadium 4. Mereka pun sepakat membawa beliau ke Jakarta. Jarak yang panjan Malang-Jakarta pun mereka tempuh menggunakan sebuah VW combi tua. Selama 37 Jam mereka berkendara melewati kota-kota di Pulau Jawa, sekaligus mengungkapkan berbagai kisah, rahasia, dan mimpi yang selama ini tersimpan. Ada letih, ada kecewa, ada sedih, tapi ada juga canda dan kenangan selama perjalanan tersebut. Tujuan mereka hanya satu: menjemput pengharapan bagi sang ibu tercinta. Lalu, apakah mereka bisa mewujudkannya?
Di awal cerita, kita akan disuguhi dengan berita menyedihkan. Dari berita itulah kemudian pembaca akan diajak berjalan merasakan tiap-tiap waktu yang terus dijalan dari sisi cerita maupun penyajian alur cerita.
Dari ceritanya kita akan menemukan apa itu arti perjuangan, kesabaran, realistis dalam hidup, kasih sayang, cinta kasih, tawa dalam waktu-waktu sempit, momen yang sangat memilukan, dan arti sebuah pengorbanan untuk sang ibu, sebagaimana ibu kepada anak-anaknya.
Ari dan Widi sebagai tokoh utama begitu realistis namun tak putus harapan pada apa yang menimpanya. Meski dihantam keadaan, iya dan kakaknya tak mau hanya menunggu takdir. Tokoh juga menunjukkan pada pembaca bahwa sebuah langkah itu dimulai dengan bergerak tanpa banyak menunggu.
Narasi dan percakapan benar-benar membuat pembaca terhanyut dengan keadaan yang dialami tokoh-tokohnya. Penggambaran keadaan, cerita-cerita yang dialami selama di perjalanan mereka, semuanya tergambar dengan sangat menyentuh.
Apapun kondisi yang menempa kita saat ini, hidup harus terus dilanjutkan, kehidupan terus berjalan.
Perjalanan kakak beradik untuk membawa ibunya yang sedang sakit parah ini tak hanya mengharukan, tetapi juga penuh dengan pelajaran hidup mengenai kesabaran dan arti sebuah penerimaan. Diceritakan dalam alur bolak-balik, kita akan diajak menyelami perjuangan seorang perempuan yang harus kehilangan suami hanya karena sebuah persaingan bisnis. Sang suami yang tak pernah diketahui kabarnya, meninggalkan anak-anaknya dan istri dalam kondisi tak terduga. Diangkat dari kisah nyata, dan apakah kakak beradik itu berhasil membawa ibunya berobat tepat waktu? Coba baca dan siap-siap menangis di tengah-tengah bab.
Aku pikir cerita yang disuguhkan mengenai kisah baru perjalanan selama 37 jam tersebut. Cerita yang membuat kedekatan ibu & anak yg sempat terputus kembali lagi terjalin. Rupanya cerita ini fokus pada flashback² yg terjadi. Sedikit kecewa, tapi cerita ini menarik. Sangat related, tentu saja karena kisah ini pun berdasarkan kisah nyata. Sangat mengharukan di bagian akhir cerita, terutama saat Ary dapat berdamai dengan dirinya sendiri. ☺️
This entire review has been hidden because of spoilers.
37 jam itu basically road-trip yang nguras perasaan. ceritanya tentang kakak-beradik yang bawa ibu sakit dari malang ke jakarta dalam VW combi tua, dan selama perjalanan itu mereka ngobrol soal rahasia, mimpi, dan semua drama hidup yang belum sempat mereka share.
honestly, buku ini heartwarming banget di part-part tertentu. ada sedihnya, ada lucunya, dan vibe kekeluargaannya kerasa kuat. tapi kadang alurnya maju mundur flashback bisa bikin mood bolak-balik. overall ringan tapi tetep ngena.