Persahabatan selalu spesial. Dan sahabat terbaik selalu bersama kita hingga kapan pun. Tidak peduli meskipun jarak, sekolah, dan pekerjaan telah memisahkan. Sungguh beruntung orang-orang yang memiliki sahabat. Buku ini memuat 100 kutipan terbaik Tere Liye tentang persahabatan. Resapi kalimatnya, milikilah sahabat terbaik, jalani persahabatan tersebut, buktikan persahabatan kalian 100 kali lebih indah dibanding kutipan di buku ini. Selamat membaca.
"Jangan mau jadi kritikus buku, tapi TIDAK pernah menulis buku."
"1000 komentar yang kita buat di dunia maya, tidak akan membuat kita naik pangkat menjadi penulis buku. Mulailah menulis buku, jangan habiskan waktu jadi komentator, mulailah jadi pelaku."
Andainya aku masih berada di alam persekolahan dan terjumpa naskah ini, mungkin aku akan sangat-sangat suka dengan buku ini. Yalah zaman persekolahan itulah zaman yang di kelililingi oleh orang-orang yang bergelar 'sahabat', 'rakan' dan semuanya. Tapi masalahnya, aku baca naskah ini di waktu aku sudah hampir menjadi orang tua. Owhh, tuanya aku rasa sekarang ni!
Quote(s) yang dipersembahkan, ada saja yang aku abaikan dan pandang sekilas. Tapi ada juga tidak dinafikan memang bagus. Tapi ya macam aku cakap tadi, aku kini memang sedang berada di fasa yang mana rakan-rakan, masing-masing ada kehidupan sendiri. Jadi aku sudah muak dengan quote seperti itu dan sehinggakan ada masanya aku rasa meluat dan geli!
Tapi memang tidak dinafikan yang naskah ini lebih kemas. Grafik di setiap lembaran juga, sangat minimal dan tidak menyakitkan mata.
Apa-apa pun, korang bacalah dulu. Manatau korang akan suka? Lain orang lain citarasanya kan?
So. Ini adalah buku Tere Liye pertama yang berhasil kutamatkan. Sambil berdiri di Gramedia Matos Malang! PLAK! #AmpunBang XD Maka dari itu aku merasa wajib mempromosikan buku ini agar aku tak merasa terlalu hina sebagai pembaca gratisan. Huahauhauhau...
Aku membaca buku ini di saat yang tepat. Saat satu demi satu hubunganku dengan orang-orang yang kuanggap "teman" dan menganggap dirinya "temanku" terus diuji sejak awal tahun. So, beberapa kutipan dalam buku ini bisa dibilang lumayan menyembuhkanku. Ah, Tere Liye. Baru kutipannya saja sudah alhamdulillah menyejukkan. Gimana novel-novelnya, yak? *kalau ada waktu ntar ganyang koleksi Tere Liye-nya adek, ah XD
So, ini beberapa kutipan dari buku #AboutFriends yang nampol di hati akuh (tsaaah):
Hei! Berhenti bertanya bagaimana caranya punya teman yang baik. Mulailah menjadi teman yang baik bagi orang lain, maka dengan sendirinya kita akan tahu jawabannya.
Boleh jadi kita harus belajar dari sendiri dan kesepian dulu, baru mengerti hakikat pertemanan sejati. Boleh jadi kita harus belajar bertengkar dan dan salah paham dulu, baru memahami persahabatan sejati.
Gimana rasanya bertengkar sama orang-orang yang kamu anggap penting? Berat. Banget. Tapi demi prinsip, apa pun bisa terjadi. Sering yang namanya teman juga harus diluruskan meski sakit. Sakit di dia, apalagi sakit di kitanya. Setelah beberapa kali berkonflik dengan teman-temanku, aku jadi mulai memahami bahwa mereka yang benar-benar teman akan tetap menghormatimu meski sedang berkonflik denganmu. Mereka akan tetap membuka jalur komunikasi dan di tengah emosi tetap berusaha mendengarkan sudut pandangmu karena kamu pun sudah berusaha menjelaskan. Bahwa yang namanya teman juga punya banyak cara untuk meminta maaf, tak selalu secara verbal. Intinya teman itu ya yang mau diperjuangkan dan memperjuangkanmu lah. Harus dua arah. Ini bukan ngomongin masalah perhitungan atau pamrih. NO. Ini masalah etika.
Mau nerima harus mau ngasih. Dan itu selalu kuterapkan pada diriku sendiri. Setiap aku menerima kebaikan orang, sebisa mungkin aku membalas dengan kebaikan juga. Kalau saat ini tidak bisa, berarti harus membalas di masa depan. Sering karena keterbatasanku, janji untuk membalas budi itu bisa tertunda hingga lama. Tapi aku nggak akan lupa. Insyaallah berusaha nggak akan lupa.
Karena apa? Karena baru sekarang aku menyadari bahwa waktu dan keberadaan adalah dua hal berharga yang paling sering diminta orang secara cuma-cuma. Mungkin kita juga termasuk orang yang suka menuntut dua hal ini dari orang lain. Tanpa sadar bahwa dua hal ini justru nggak bisa dihitung dengan materi sebanyak apa pun.
Maka sejak saat itu aku pun melatih diri untuk mengucapkan, "Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga untukku."
***
Kutipan-kutipan asyik lainnya akan ditambahkan nanti, insyaallah. Ni mau urus jadwal postingan page organisasi. Fiuh.
Buku ini sebenarnya lebih banyak mengajari cara menjadi teman yang baik daripada bagaimana mendapat teman yang baik. Dan yeah, sudah saatnya orang-orang kita belajar etika menjalin hubungan dengan sesama manusia, kan.
Sukses selalu Bang Tere Liye. Semoga wacana yang sudah kau coba untuk gulirkan, tentang Pajak Penulis itu, bisa mencapai ending yang memuaskan bagi para pejuang literasi.
Buku ini hanya memuat 100 Quotes tentang persahabatan dan sebenarnya bisa dikatakan lebih menarik dibandingkan #aboutlove . Harganya juga cukup mahal menurut saya untuk buku setipis ini. Ini beberapa yang menjadi favorit saya!
"Sebenarnya saat kita menangis, lebih banyak orang-orang yang bahkan tidak menyadari ada air mata di pipi kita. Saat kita susah hati, lebih banyak orang-orang yang tidak peduli dengan apa yang kita rasakan. Saat kita kesulitan, orang-orang justru menjauh, tidak mau tertimpa masalah. Hanya teman sejati yang bisa menyaksikan tangisan di antara senyuman" (Halaman 14)
"Di dunia ini ada orang-orang yang memilih pergi, ada yang memutuskan tinggal. Ada orang-orang yang melupakan, ada yang memilih mengingat. Ada orang-orang yang menyayangi, pun ada yang tidak perduli lagi. Maka, fokuslah pada yang tinggal, mengingat dan menyayangi. Bukan yang pergi, melupakan dan tidak perduli. Teman sejati sungguh akan selalu bersama kita" (Halaman 16)
"Teman sejati tidak peduli kita ini anak siapa, dari keluarga apa; tidak peduli kita ini kaya atau miskin, pintar atau bodoh. Dan yang lebih penting lagi, tidak perduli kita ini sedang susah atau menang undian berhadiah sepuluh miliar. Teman sejati tidak peduli itu semua. Yang dia peduli, teman sejati selalu ada, selalu menemani, selalu menasihati, selalu mengingatkan kebaikan, mengajak meninggalkan hal-hal yang buruk dan sia-sia, dan bersama-sama terus memperbaiki diri" (halaman 72)
"Sedih sekali ketika teman baik pelan-pelan menghindar, kemudian menjauh, menjadi orang asing. Ayo, persahabatan kita jauh lebih penting dibanding egoisme sesaat, pun kesalahpahaman maupun batu kerikil lainnya." - halaman 19.
Tipis, tapi penuh dengan kutipan-kutipan indah tentang persahabatan. Tak pelak jika di akhir halaman Tere Liye merekomendasikan untuk menghadiahkan buku ini kepada sahabat tercinta. Pun demikian, kalau menurut saya harganya nggak sebanding dengan tebal halamannya. Meski dikemas dengan sampul yang ciamik dan desain halaman yang menarik, tapi tetap saja bagi saya masih ternilai mahal. Anyway, it's a nice thing to read. Sangat mengingatkan akan pentingnya sahabat dalam hidup kita. Instantly remind me of my old friends 😢😢 Thank you for everything!
3,5/5🌟 Melalui buku ini Kita bisa menemukan kata-kata tentang apa itu teman, bagaimana sikap teman sejati, mengapa sahabat lebih baik daripada pacar, sahabat yg baik itu seperti apa, apa hal-hal yg dpt merusak persahabatan, dsb. . Ketika aku membaca buku ini, aku teringat teman-teman/sahabat-sahabatku dgn segala sifat unik yg mereka miliki 😂, aku merenung "Sdhkah aku menjadi teman/sahabat yg baik bagi mereka?" 🙃 dan aku teringat pula org2 yg pernah menyakiti 😅. . Iya, krn selain kata-kata tentang teman, ada pula beberapa kata tentang pentingnya mencintai diri sendiri yg intinya seperti: tak perlu mendengarkan ucapan negatif orang lain dan berterima kasih kepada mereka yg pernah menyakiti krn telah mengajarkan diri ini untuk tidak menyakiti seperti yg mereka lakukan.
Buku cantik yang berisi 100 kutipan tentang persahabatan. Berisi tentang perbedaan teman dengan sahabat sejati. Menuliskan banyak ketulusan seorang sahabat sejati kepada sahabatnya. Menegaskan makna persahabatan yang sangat berharga, maka harus dijaga sebaik mungkin.
“Teman-teman terbaik selalu bersama kita hingga kapan pun” (hal. 4)
“Tidak semua yang tersenyum pada kita itu teman, dan tidak semua yang menyakiti kita itu musuh” (hal. 17)
“Teman baik adalah harta karun tak ternilai” (hal. 20)
“Kita tidak perlu menjadi kamera atau tongsis, yang saat diangkat, semua orang tersenyum melihatnya. Juga tidak perlu menjadi lagu kenangan, yang saat diputar, orang-orang jadi mengenang kita. Tidak. Kita cukup jadi diri sendiri saja. Bahagia. Bermanfaat.” (hal. 36)
“Persahabatan adalah pelangi di langit. Begitu indah, warna-warna berbeda yang saling melengkapi.” (hal. 57)
“Teman itu seperti lilin yang kita nyalakan. Dan sahabat sejati adalah lilin yang terakhir padam. Menemani hingga tak ada lagi yang tersisa.” (hal. 61)
“Teman-teman terbaik sama dengan lagu favorit kita. Diulang-ulang menyanyikannya, selalu menyenangkan.” (hal. 70)
“Menjadi apa adanya, tanpa topeng, tanpa basa-basi tidak selalu membuat kita banyak teman. Tapi sekai kita mendapatkannya, itu kabar gembira. Hanya sahabat sejati yang selalu memahami kita apa adany.” (hal. 83)
Uhm okey, aku selalu suka sama karya-karyanya Tere Liye. Yeps, aku mengidolakannya. Dan setelah sekian lama nunggu buku kumpulan quotes selain #AboutLove, akhirnya lahirlah kumpulan quotes yang bertema "teman". Waktu Tere Liye kasih info melalui halaman facebooknya, aku benar-benar excited, gak sabar nunggu bukunya terbit.
Jujur aja waktu baca aku biasa aja setelah lihat desain isi bukunya, uhm mungkin karena aku berpikir kalau #AboutFriends akan di desain serupa seperti #AboutLove yang versi lama. Aku kurang suka sama desain isi buku ini, terlebih jenis fontnya yang tidak banyak berubah--flat--. Oh mungkin emang konsep dari sananya seperti itu, aku gak tahu juga sih hehe...
TAPI, diluar jenis font yang aku pribadi kurang suka, aku tetep suka sama buku ini. Quotesnya tuh ya selalu ngena, kayak pas gitu lah pokoknya. Memang kan quote bikinan Tere Liye selalu ngena dan berkesan? hahaha
yahh aku sukak buku ini :) Tapi kayaknya kurang banyak aja halamannya hehe XD
Ada nasihat lama: Jangan pernah melupakan orang-orang yang membantu kita saat kita sedang dalam kesulitan besar. Teman-teman sejati.
Juga jangan pernah melupakan orang-orang yang justru pergi menjauh, apalagi bersedia membantu, sama sekali tidak mau, saat kita dalam kesulitan besar. Teman-teman palsu.
Dan tentu saja, jangan pernah melupakan orang-orang yang membuat kita dalam kesulitan besar tersebut. Dimaafkan iya, dilupakan jangan pernah.
Bagi ABG, buku ini cocok sebagai panduan memilih teman, mengerti definisi teman yg sesungguhnya, bagaimana menjadi teman yg baik, karena pada usia ini sedang mengangung agungkan eksistensi teman, sahabat, dan pacar. Tapi buat yg sudah lebih dewasa dari ABG, buku ini tetap bernilai penting untuk dibaca, karena bisa jadi cerminan, sudah sejauh mana sih kita berguna bagi sahabat kita, teman kita, masihkah kita kalah dengan sifat egois diri kita di usia sekarang. Hehe.
Lebih suka #AboutFriends ini ketimbang #AboutLove. Ilustrasinya lebih soft, sama tulisannya lebih panjang dan lebih jleb gitu. Cocoklah dibaca buat yang ingin mendalami dunia pertemanan.
"Ada banyak sekali kesenangan datang dari sekedar berbicara sebentar dengan sahabat. Yang bisa mengguyur suasana hati muram dan sebal. Ada banyak sekali obat kebahagiaan dari hanya bertemu sejenak dengan sahabat. Yang bisa melepaskan sejenak penat dan pikiran." (Hal.98)
Salah satu resolusi di tahun 2017 yang kutulis setahun lalu, aku ingat salah satunya adalah tentang memperbaiki komunikasi dengan teman-temanku (terutama yang di dunia nyata). Nyatanya? Bukannya nyambung silaturahmi, yang ada salah satu persahabatanku kandas. HAHAHAHA. Ya sudah, mau bagaimana lagi. Awalnya aku baca ini, terus nggak kuat. Skip. Lantas, di akhir tahun, aku menutupnya dengan membaca ini. Ha. Entahlah. Aku memang tak pandai menjaga pertemanan. Teman SD yang masih berkomunikasi sampai sekarang nggak ada. Teman SMP, cuma satu. Teman SMA masih lumayan banyak, tapi hanya sekadar "Hai" dan menghadiri undangan pernikahan mereka saja. Teman kuliah? Ini lebih ribet lagi. Beruntung mereka masih menerimaku apa adanya. (Bukan mereka yang pergi, tapi aku yang menghindari, ya, kuakui, hm.) Teman organisasi, yang masih akrab cuma satu. Kami satu kota tapi jarang ketemu. Teman komunitas (alias NIH), sudah menghilang sejak aku hiatus main di sana. Yah, kecuali satu orang yang masih suka menemani kegalauanku dan jadi first reader tulisanku. Selebihnya aku masih menjaga komunikasi, sebisaku. Karena tali komunikasi menuju dunia mereka sudah kuputus sejak memutuskan hiatus.
Astaga, jadi curhat panjang. Padahal aku niatnya nggak mau review buku ini--karena aku pasti curhat menyedihkan tentang ini.
sebenarnya ini buku yang nggak cocok buat gw karena gw sudah mengalami pahit manisnya persahabatan. buku ini tuh cocoknya buat abege yang lagi cari mana teman mana sahabat. mana sahabat fake mana sahabat asli. ya gitu lah.
terus kenapa gw baca? buat memenuhi reading challenge goodreads aja sih, dan lagian ini gw baca ebook which is gratis hahahaha
Dan kebetulan, gue lagi bareng sama temen deket gue pas baca buku ini. Kebetulan juga, gue lagi jengkel pas baca karena dia malah asyik foto-foto padahal lagi jalan bareng. Hahahaha. Jadi pas baca bagian tertentu... gue mengiakan yang ditulis Tere Liye.
Buku ini singkat dan bisa dibaca dalam sehari. Pas banget sama tantangannya @gerakan1week1book
Isinya singkat tapi dalem banget. Fokus dalam lingkup arti dari teman sejati. Buku ini mengingatkanku pada kenangan2 masa sekolah dan kuliah bagaimana dekatnya aku dan teman-temanku. Aku bisa bertatap muka setiap hari. Bisa sharing, makan, main bareng.
Sekarang, waktu aku sudah kerja beda lagi. Ada teman yang datang, ada pula yang pergi. Beberapa masih contact. Beberapa bahkan udah engga menyapa lagi.
Buku ini mengajarkanku tentang betapa harusnya aku lebih menghargai dan berterima kasih ke teman -teman yang kumiliki saat ini🙂
➕What I Like Kata-katanya mengena banget. Jadi aku lebih merasa kurang menghargai jasa teman-temanku selama ini. Buku ini membuatku lebih bersyukur.
➖What I Feel "Kurang"🤔 Ada beberapa perkataan yang kurang pas sih di aku. Seperti buku ini membedakan teman dan sahabat sejati. Aku mikir "sahabatku ga gini kok, berarti dia teman dong, bukan sahabat". Jadi aku decide sendiri. Definisi sahabatku itu ini ini ini. Gak perlu plek kayak buku. Yang penting aku nyaman sama mereka dan ada sesuatu value dari persahabatan ini.
Buku ini sudah aku selesaikan kemarin sebenarnya, dalam sekali--berhubung aku bacanya kemarin sambil rebahan--so i would say selesai dalam sekali rebahan.
Buku ini aku bacanya di Gramedia Digital dan nggak kerasa swipe-swipe tahu-tahu ada tulisan "end of page" aja.
Seperti biasa di sini Tere Liye menggunakan rangkaian kata yang enak dan gampang dimengerti, namun hal tersebut juga menjadi hal kita bisa memahami atau menikmati makna di balik tulisan-tulisannya.
Dan di sini entah kenapa aku merasa Tere Liye tidak menekankan prinsip "biarlah kata-kata dirangkai sebegitu rumitnya untuk menciptakan kiasan baru atau pemaknaan baru" tapi lebih mengedepankan ke rangkaian kata aja yang gampang gak usah susah-susah yang penting pembaca memahaminya.
Enough untuk membahas mengenai gaya bahasa di sini aku mau bahas isi atau topik yang diangkat yaitu mengenai pertemanan. Singkat saja aku suka pake banget! Karena di sini, hampir semua puisi di sini, cukup menggambarkan keadaan yang pernah atau sedang kualami. Dan karena temanya pertemanan itulah aku merasa topik puisi ini cukup universal yang mana orang lain mungkin juga merasakannya.
Jadi aku rekomendasikan puisi ini buat kalian yang lagi pengin coba mulai baca puisi yang mungkin temanya nggak tentang cinta. Kalau bisa ngasih 6 bintang aku bakalan ngasih 6 dari 5 bintang.
Cukup cepat rosi baca buku ini, sekitar 25 menit (liat di aplikasi flip yang udah berdering karena pake teknik pomodoro, maklum dipake waktu karena memang sudah kebiasaan target belajar sama baca buku wkwk) padahal baca sambil makan. Pas dilihat lagi halamannya oh ya pantes cuma 100 halaman isinya quotes semua haha..
Rosi baca bukunya di iPusnas, kebetulan lagi mau kejar target baca buku karena bentar lagi akhir tahun. Menurut rosi quotesnya cocok kalo dibaca sama remaja-remaja yang masih asik-asik temenan. Ya rosi juga masih remaja sih, cuma ya ko rada kurang ngena ke hati aja.
Ada satu quote yang malah bikin flashback,
"Sahabat baik seperti belajar naik sepeda. Walaupun lama tak bersua, jarak dan waktu memisahkan, saat bertemu kembali tetap sama. Mungkin sedikit kaku diawalnya, tapi sama menyenangkan"
Keingat pas ketemu teman dekat lama di kondangan yang gak sengaja berakhir berbicang lama nyampe ghibah segala, hahaha.
Meskipun ada beberapa quote yang rosi sedikit gak setuju, tapi ya udahlah mungkin saat ini rosi emang lagi underestimate sama yang namanya teman wkwk.
"Kita tidak perlu menjadi kamera atau tongsis, yang saat diangkat, semua orang tersenyum melihatnya. Juga tidak perlu menjadi lagu kenangan, yang saat diputar, orang-orang jadi mengenang kita. Tidak. Kita cukup jadi diri kita sendiri saja. Bahagia. Bermanfaat. Tidak semua orang akan tersenyum melihat kita, pun tidak semua orang akan mengingat kita."
"Kebanyakan sahabat tercipta begitu saja. Tidak pernah tahu persis kenapa jadi dekat. Cocok satu sama lain, kompak, dan bersama-sama dengan sendirinya. Meskipun tentu saja ada yang menjadi sahabat setelah bertengkar hebat."
Dua dari sekian banyak kutipan yang saya suka dari buku ini. Teman atau sahabat rasanya memang penting buat kehidupan seseorang karena bisa tidak kadaluarsa dan tahan seumur hidup kalau kita bisa menjaganya. Baca buku ini jadi bikin kangen teman-teman :")
Berbeda dengan buku #AboutLove yang merupakan kutipan-kutipan dari buku Tere Liye sebelumnya. Buku #AboutFriends ini sepertinya ditulis ulang seluruhnya. Berkisah tentang bedanya teman dan sahabat, pentingnya memiliki dan menjaga hubungan persahabatan, dan juga apa keuntungannya memiliki sahabat sejati dibandingkan dengan pacar. Dari isinya, buku ini sangat sesuai untuk anak kelas 1 SMP hingga kelas 2 SMA. Remaja yang memang sedang asyik-asyiknya menjalin hubungan pertemanan. Secara umum, buku ini akan terasa menyenangkan dibaca oleh usia yang tepat.
Ps: tidak butuh waktu yang lama untuk menghabiskan buku ini sebenarnya. Akan tetapi, kalau kamu tunda untuk menyelesaikannya, kamu jadi membutuhkan waktu lagi untuk memulainya kembali.
Dari buku ini aku semakin bertambah tahu tentang betapa berharganya kehadiran seorang teman lebih2 sosok sahabat sejati, belajar menghargai lagi keberadaan mereka, dan berusaha untuk semakin baik menjadi teman ataupun sahabat sejati bagi orang2 yg juga menyangiku. Memang benar seperti kata2 Ali bin Abi Thalib yg ada d kutipan buku ini, kurang lebih seperti ini "Tidak perlu menjelaskan dirimu kepada siapapun. Karena yg menyukaimu tdk butuh itu. Dan yg membencimu tdk percaya itu"
Terima kasih atas bukunya :)
This entire review has been hidden because of spoilers.
"Salah satu hal ajaib dari pertemanan adalah tidak ada menembaknya, tidak ada jadiannya, dan tidak ada akadnya. Tiba-tiba sudah teman baiklah. Dan teman baik selalu mempunyai ruang untuk teman baik berikutnya, berikutnya, dan berikutnya." . . Ada juga kutipan-kutipan yang bikin gue reflek "Nah, iya nih. Bener banget." Yang mana mengingatkan akan tingkah aneh bin ajaib dari para sahabat gue hahaha