What do you think?


Seperti Bianglala, pada Sebuah Akhir Kita Memulai
Kepada hati yang ringkih selepas ditinggal pergi
Kepada ingatan yang mengaduh saat ia kian menjauh
Kepada dada yang lebam saat menolak gejolak perasaan
Kepada bibir yang gemetar menahan marah
Untuk langkah kaki kala mencoba beranjak
Untuk cemas yang malu-malu menggoda
Untuk rindu yang tiba-tiba menelusup tanpa aba-aba
Untuk pipi yang merona merah ketika mencoba untuk kembali jatuh cinta
Semoga segera datang cinta tanpa meninggalkan dendam.
Keikhlasan yang tulus tanpa pamrih dan kerelaan yang tegar tanpa rasa takut.
Kepada ingatan yang mengaduh saat ia kian menjauh
Kepada dada yang lebam saat menolak gejolak perasaan
Kepada bibir yang gemetar menahan marah
Untuk langkah kaki kala mencoba beranjak
Untuk cemas yang malu-malu menggoda
Untuk rindu yang tiba-tiba menelusup tanpa aba-aba
Untuk pipi yang merona merah ketika mencoba untuk kembali jatuh cinta
Semoga segera datang cinta tanpa meninggalkan dendam.
Keikhlasan yang tulus tanpa pamrih dan kerelaan yang tegar tanpa rasa takut.
- GenresRomance
184 pages, Paperback
Published April 1, 2017
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 12 of 12 reviews
September 14, 2020
** Books 111 - 2020 **
Buku ini untuk menyelesaikan Tsundoku Books Challenge 2020
3,7 dari 5 bintang!
Suka dengan tidak hanya format puisi didalamnya tetapi berupa seperti surat dan curahan hati didalamnya. Pembaca seolah-olah dibuat masuk kedalam kegundahan hati, kesedihan dan kesepian sang penulis. Gak hanya puisi singkat-singkat seperti buku puisi kontemporer seperti biasanya
Terimakasih mas Galih atas Pemberian Bukunya!
Buku ini untuk menyelesaikan Tsundoku Books Challenge 2020
3,7 dari 5 bintang!
Suka dengan tidak hanya format puisi didalamnya tetapi berupa seperti surat dan curahan hati didalamnya. Pembaca seolah-olah dibuat masuk kedalam kegundahan hati, kesedihan dan kesepian sang penulis. Gak hanya puisi singkat-singkat seperti buku puisi kontemporer seperti biasanya
Terimakasih mas Galih atas Pemberian Bukunya!
April 23, 2018
"Kau menikmati setiap detik bersamanya karena tahu bahwa waktu tidaklah selamanya. Mengisinya dengan kenangan-kenangan menyenangkan agar kelak dapat kau ingat sebaik-baiknya."
May 11, 2017
memberi bintang lima pada buku sendiri adalah narsis yang tak lagi malu-malu. semoga kalian suka bukunya sebagaimana saya yang masih selalu senyum sendiri saat melihat dan membuka tiap lembar halaman bukunya. selamat membaca. selamat jatuh cinta segila-gilanya, selamat patah hati sehancur-hancurnya.
January 27, 2021
Buku dengan tajuk Seperti Bianglala, Pada Sebuah Akhir Kita Memulai, bukan novel. Melainkan kumpulan tulisan pendek yang dikumpulkan penulis dengan tema roman. Kalau kita menilik sampulnya, pantasnya ini adalah novel, begitu juga dugaan saya di awal. Namun setelah membaca bab 'thanks to' yang merupakan pendahuluannya, di situ dikatakan tulisan ini merupakan catatan-catatan saja.
Tema roman merupakan intisari semua tulisan di buku ini. Kita akan menemukan tulisan-tulisan pendek mengenai banyak keadaan manusia ketika dihadapkan dengan cinta. Ada catatan ketika jatuh cinta, bahkan jatuh cinta yang diam-diam. Ada juga catatan tentang putus cinta, ketika kehilangan. Ada pula catatan tentang rindu.
Resensi lengkap dapat dibaca di link berikut ini: https://bukuhapudin.blogspot.com/2021...
Tema roman merupakan intisari semua tulisan di buku ini. Kita akan menemukan tulisan-tulisan pendek mengenai banyak keadaan manusia ketika dihadapkan dengan cinta. Ada catatan ketika jatuh cinta, bahkan jatuh cinta yang diam-diam. Ada juga catatan tentang putus cinta, ketika kehilangan. Ada pula catatan tentang rindu.
Resensi lengkap dapat dibaca di link berikut ini: https://bukuhapudin.blogspot.com/2021...
April 12, 2020
Ini buku kedua Galih HIdayatullah yang selesai kubaca, feelnya mirip buku untukmu di hari kemarin. Buku ini berisi cerita-cerita pendek juga senandika yang bisa dibaca acak per judul tanpa urutan. Di buku ini juga banyak membahas rindu, perasaan-perasaan kehilangan, ditinggalkan dan sejenislah.
Entah karena belum menemukan mood yang bagus atau buku ini gak cocok denganku, buku setebal 170an halaman ini kelar kubaca tiga hari dengan susah payah karena gak menemukan ke-klop-an. Tapi untuk yang suka baca-baca prosa-prosa perasaan buku ini cocok sih.
Entah karena belum menemukan mood yang bagus atau buku ini gak cocok denganku, buku setebal 170an halaman ini kelar kubaca tiga hari dengan susah payah karena gak menemukan ke-klop-an. Tapi untuk yang suka baca-baca prosa-prosa perasaan buku ini cocok sih.
August 17, 2021
“Ajari aku kesetiaan senja untuk kembali datang, meski malam kerap menyuruhnya pulang”
My favorite line from the author since forever (gainget kapan pertama kali baca kalimat itu, tapi jadi ngikutin tulisan authornya semenjak baca kalimat itu, yang ternyata dibawain juga di dalam buku ini ^_^)
My favorite line from the author since forever (gainget kapan pertama kali baca kalimat itu, tapi jadi ngikutin tulisan authornya semenjak baca kalimat itu, yang ternyata dibawain juga di dalam buku ini ^_^)
April 18, 2019
I dunno.
Entah ngerasa sok kenal penulis apa gimana, tapi rasanya kurang mengalir. Diksinya kaya raya, tapi hampa. Eh, apa memang sehampa itu rasanya, bang? 🌪
Entah ngerasa sok kenal penulis apa gimana, tapi rasanya kurang mengalir. Diksinya kaya raya, tapi hampa. Eh, apa memang sehampa itu rasanya, bang? 🌪
May 9, 2020
Jadi di dalamnya ada cerpen, ada juga puisi. Sebut saja kumpulan tulisan ya.
Masih berbicara tentang cinta, kehilangan, perjalanan.
Dapat gratisan dari penulisnya via Google Play
Masih berbicara tentang cinta, kehilangan, perjalanan.
Dapat gratisan dari penulisnya via Google Play
August 13, 2020
Maaf banget ini akan terdengar kurang masuk akal: aku gak suka bukunya karena fontnya yang ganti-ganti tiap halaman. Aku paham pasti itu ada maksudnya, tapi aku pusing gimana dong😭
June 27, 2022
Menikmati kesedihan untuk dapat merayakan kehilangan.
-- Selamat jatuh cinta segila-gilanya. Selamat patah hati sehancur-hancurnya.
-- Selamat jatuh cinta segila-gilanya. Selamat patah hati sehancur-hancurnya.
Read
April 30, 2020Pertama kali baca buku karya Galih H.
Ada beberaa quote yang saya suka, namun untuk cerpen-cerpennya tidak sesuai dengan genre saya, terlalu cengeng (hanya pendapat pribadi).
Ada beberaa quote yang saya suka, namun untuk cerpen-cerpennya tidak sesuai dengan genre saya, terlalu cengeng (hanya pendapat pribadi).
February 2, 2021
Sempat merasa familiar sama beberapa bagian buku ini, setelah saya cek, ternyata ada beberapa tulisan yang memang sudah pernah dipost di blog penulis dan pernah saya baca.
Tentang isinya.... bikin keinget mantan. Selain karena tulisannya daleem pisan, juga karena beberapa latar yang pakai Kota Jogja. Hambyar, rek. Haha.
Btw, terima kasih, Mas Galih, telah memberikan saya kesempatan membaca buku ini. Saya tim baca gratis dari playbook yang Mas Galih bagikan saat awal pandemi tahun lalu. :)
Tentang isinya.... bikin keinget mantan. Selain karena tulisannya daleem pisan, juga karena beberapa latar yang pakai Kota Jogja. Hambyar, rek. Haha.
Btw, terima kasih, Mas Galih, telah memberikan saya kesempatan membaca buku ini. Saya tim baca gratis dari playbook yang Mas Galih bagikan saat awal pandemi tahun lalu. :)
Displaying 1 - 12 of 12 reviews













