Jump to ratings and reviews
Rate this book

Then She Smiles

Rate this book
“Lo nggak perlu memaksakan senyum di depan gue.”

Alena tak pernah menyangka kata-kata tersebut akan keluar dari mulut Hexa, tetangga barunya.

Lembaran foto mempertemukan mereka.
Jepretan shutter sedikit demi sedikit mengikis tembok yang Alena bangun sejak lama.
Lambat laun, kesendirian Alena pun terisi oleh momen-momen baru bersama Hexa.
Alena terbuai, hingga kedekatan mereka membuat Hexa menyadari sebuah rahasia yang Alena sembunyikan di balik senyumnya.

Ketika sisi gelap paling rapuh Alena terkuak, siapkah Hexa untuk tetap berada di samping Alena?

Paperback

Published January 1, 2017

2 people are currently reading
29 people want to read

About the author

Makna Sinatria

3 books3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (17%)
4 stars
14 (24%)
3 stars
29 (50%)
2 stars
4 (7%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 21 of 21 reviews
Profile Image for Maggie Chen.
145 reviews85 followers
March 14, 2017
UPDATE #1

Short review dan wawancara dengan penulis dapat ditonton di sini:
MEET THE AUTHOR: Makna Sinatria | Booktube Indonesia https://youtu.be/vAp4psayWBM via @YouTube

------------------------------------
Short review + something special coming soon on my channel! (bukan giveaway ya :p)
Profile Image for pidaalandrian.
364 reviews5 followers
March 15, 2017
Review Lengkap >> https://collection-of-book.blogspot.c...

Tanya Jawab bareng Penulis (Makna Sinatria) >> https://collection-of-book.blogspot.c...

Untuk novel pertamanya, penulis sudah sangat mahir mencampur-adukkan emosi pembaca dengan kejadian-kejadian yang di alami oleh sang tokoh. Terutama untuk tokoh Alena. Saya sangat menyukai bagaimana cara penulis menyimpan dengan baik rahasia kelam yang di alami oleh Alena, yang kemudian di ungkap secara perlahan - beruntun - hingga akhir.

Saya suka bagaimana penulis menggambarkan hubungan antara Hexa dan Alena. Dengan masa lalu dan masalah masing-masing, wajar saja kalau mereka merasa tidak percaya diri. Apalagi dengan Alena. Masalah yang di simpannya sendiri membuatnya tidak percaya diri dan merasa takut jika sudah berhadapan dengan laki-laki. Walaupun tidak ada konflik yang signifikan di antara keduanya, tidak membuat novel ini menjadi tidak menarik. Malah sebaliknya. Jika di perhatikan lebih seksama saat membaca, ada sesuatu yang menarik di antara keduanya, dan saya suka itu juga kedekatan keduanya. Untuk tokoh pendukungnya sendiri saya lebih menyukai partmer kerja sekaligus sepupunya Hexa, siapa lagi kalau bukan Riou.

Overall, novel ini sangat cocok untuk kamu yang menyukai tentang dunia fotografi, dan masih ada banyak hal yang tak terduga yang tersimpan dan bisa di pelajari melalui bacaan ringan novel ini. Novel ini seperti dalam satu paket penyajiannya. Tentang persahabatan, keluarga, dan perasaan hati.
Profile Image for Wardah.
952 reviews172 followers
March 31, 2017
Temanya bagus, alurnya padu dan rapi. Suka eksekusinya. Cuma interaksi karakter utamanya kurang greget gitu. Namun, puas sama akhirnya! Berharap Altari nongol lebih banyak aja :(

Ulasan lengkap sila baca di sini.
Profile Image for Rosita Dewi Nuraeni.
19 reviews
January 4, 2020
3.5 mendekati ke 4 sebenarnya. Saya suka dengan penyelesaiannya meski diawal saya sedikit kurang menikmati interaksi Hexa dan Alena. Saya ngerasa diawal Hexa terlalu berusaha mendekati Alena. Hexa masuk ke kategori cowok yang gak mungkin di dunia nyata, hehe. Gak mungkin seberusaha itu mendekati cewek maksud saja. Tapi saya mulai suka saat dipertengahan, karena interaksi mereka mulai terlihat menyenangkan.
1 review
May 16, 2022
Dari cover novel ini terlihat klasik. Namun, setelah aku baca ternyata alurnya menarik dan seru, kita diajak mengenal seputar kamera insta x, tak lupa juga dibumbuhi kisah hidup alena yang penuh dengan lika liku
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for larashati.
94 reviews7 followers
October 8, 2020
jujur awalnya aku ngga berharap banyak sama ini novel, karena.. yah kalian bisa lihat sendiri ratingnya hanya 3,17 dan saat membaca review rata-rata hanya memberikan bintang 3.
namun saat membacanya, ternyata ceritanya cocok untukku, mungkin aku hanya memberikan bintang 4 di rating, tapi sebenarnya 4,5. iya aku sesuka itu dengan dia.

banyak hal yg menurutku cukup menarik disini, pertama-tama akan ku katakan bahwa gaya penulisan penulis benar-benar mengalir, cerita yg sebenarnya cukup complicated dapat dijelaskan dengan ringan, tentunya ini merupakan nilai tambah tersendiri.
oiya, buku ini juga membawa tema tentang fotografi, Hexa yg merupakan seorang fotografer, dan Alena yg menyukai fotografi instan. jujur ini buku pertama yg kubaca yg menjelaskan fotografi dengan lebih detail, sampai aku juga kepengen punya kamera polaroid.
untuk novel dengan tebal 240an halaman, ku kira aku hanya akan mendapat cerita yg super duper ringan dan hanya tentang orang pacaran. tapi, ternyata penulis tidak begitu, ia dapat menyajikan karya yg padat dan kompleks hanya dengan jumlah halaman yg tidak begitu banyak, dengan konflik yg tidak pasaran tentunya. latar belakang dan alasan yg dimiliki tokoh-tokohnya juga dapat dikatakan kuat.
namun, saat membaca review di goodreads ini, aku menemukan ada yg mengatakan bahwa orang seperti Hexa ini tidak mungkin ada di dunia nyata. sedangkan menurutku, mungkin-mungkin saja. Hexa sendiri pernah berada diposisi seperti Alena, jadi wajar menurutku jika ia ingin membantu Alena, menurutku ini yg disebut dengan simpati. apalagi ditambah Alena dan Hexa mempunyai minat yg serupa tapi tak sama dalam fotografi tadi, secara ngga langsung pasti ini menarik salah satu orang tersebut.
hal yg kusukai lagi dari buku ini adalah, Hexa dan Riou merupakan orang Prancis, dan mereka masih membawa kebudayaan mereka, terlihat dari penggunaan slang dan idiom Prancis dalam percakapan mereka. kulihat, ngga banyak penulis yg seperti ini, biasanya mereka hanya mengatakan tokohnya tinggal di luar negeri, tapi kenyataannya budayanya tetap seperti orang indo tulen, yah mungkin mereka hanya kurang riset.

kekurangan dari novel ini, menurutku adalah blurbnya yg kurang menarik.
aku sendiri kurang tertarik dengan blurbnya, tapi saat membaca bab pertama, malah terkesan lebih menarik lagi.
Profile Image for Bookish Dungeon.
105 reviews
February 6, 2021
Nah tema novel kali ini berbau-bau tentang fotografer, mulai dari teknik memfoto, tipe kamera yang digunakan bahkan tempat-tempat yang cocok digunakan untuk fotografer. Dengan membaca itu mendapatkan pengetahuan baru.

Pertama kali aku membaca blurb di novel ini, membawaku membayangkan permasalahan berada di pada diri Alena, tapi setelah aku membaca ternyata salah banget. Keluargalah yang membuat Alena bersikap seperti itu.

Then She Smile berceritakan pertemuan Hexa dan Alena lewat dunia fotografi atau tepatnya lewat sebuah lembaran foto yang tidak sengaja Alena injak. Setelah itu, mereka kembali dipertemukan lewat balkon kamar masing-masing yang saling bertetanggaan.

Disini aku membaca kisah Alena sungguh memilukan, melihat Ayah tirinya begitu gila hormat ingin sekali karena Mama Alena sudah bekerja sehingga tidak bergantung dengan keberadaan Ayah tirinya. itulah yang membuat Alena tersiksa dengan prilaku Ayah tirinya karena memperlakukannya dengan tidak baik, dengan semena-mena dan hampir melakukan tindakan tidak bermoral pada Alena (ap aitu? Baca sendiri dong)

Mengenai karakter dan alur, aku puas dengan kedua hal itu. Karakter Hexa maupun Alena sangat saling melengkapi satu sama lain. Yang satu lembut namun iri saat dikompori oleh Riou kalau Hexa sedang telpon dengan cewek. Sedangkan cowoknya, terkesan ingin tancap gas segera menyatakan perasaannya tapi Hexa menghentikan sesegera mungkin hingga masalah Alena selesai terlebih dahulu.

Nah, sekarang aku mau sedikit berkomentar dengan topik yang diangkat penulis tentang Ayah tiri Alena. Pria mana sih yang nggak mau diandalkan oleh wanitanya? Apalagi dalam hal finansial? Pasti semua pria berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi wanitanya dalam hal material, bukan?
Pada novel Then She Smile, Ayah tiri Alena seperti orang gila hormat karena beliau merasa tidak diandalkan ataupun dihormati oleh Mama Alena karena secara finansial Mama Alena terpenuhi secara mandiri. Di masa lalunya pun, Mama Altair—kakak tiri Alena—adalah korban kekerasan dari Ayahnya sendiri.

Itu sekilas review Then She Smile dan beberapa sudut pandangku mengenai kasus yang diangkat, mendebarkan ketika memasuki babak ending.
Profile Image for Ashan He.
Author 1 book10 followers
March 11, 2017
Ada Giveaway! Deadline 15 Maret 2017 --> [ goo.gl/fyiLZ2 ]
Ask Author --> [ goo.gl/aYyFsW ]

Selagi membaca Then She Smiles untuk keperluan Blogtour & Plus-Plus yang diadakan oleh Penerbit Haru, saya juga sedang kembali membaca The Giver karangan Lois Lowry untuk keperluan sebuah proyek lain. Kami—saya dan seorang teman menulis—mendiskusikan novel The Giver tadi malam sampai hampir pukul setengah dua pagi.

Banyak hal yang menjadi fokus pembicaraan kami mengenai The Giver, mulai dari kenapa terpikir untuk membaca novel ini dan mendapatkan bukunya dari mana sampai pada hal-hal yang lebih mendalam semacam latar belakang penulisnya dan apa alasan utama para tetua komunitas memberlakukan sistem yang sedemikian ketat nan tidak masuk akal itu. Sekilas, kehidupan mereka memang tampak utopia, ujar teman saya, tapi ternyata kehidupan harmonis tersebut adalah sebuah dystopia. Paradoks.

Menciptakan lingkungan yang nyaman namun dengan jalan membatasi identitas manusia sebagai manusia. Kehidupan mereka hampir tanpa konflik dan hidup di bawah payung keteraturan, tapi ternyata ada harga yang harus dibeli untuk mendapatkan hal tersebut; hidup seorang The Giver. Dia harus mau bersahabat dengan luka sendirian hanya untuk membuat lingkungan komunitas tampak baik-baik saja.

Kenapa saya memulai ulasan ini dengan novel The Giver?

Saya sekilas teringat Alena ketika berdiskusi soal The Giver dengan teman saya tadi malam dan menemukan kesamaan itu ketika kembali mengingat bagaimana alur kehidupan Alena yang disajikan oleh Makna Sinatria dalam Then She Smile. Ya, meski dalam persentase yang berbeda tapi setidaknya dua hal itu mengusung konsep yang hampir serupa.

Benang merah novel Then She Smile adalah tentang Alena yang perlu memaksa dirinya untuk bersahabat dengan luka-luka yang diberikan oleh Ayah tirinya demi keharmonisan hidup keluarga mereka. Sekilas, kehidupan mereka di mata sang Mama dan Altair—kakaknya—tampak baik-baik saja sampai mereka mendapati sendiri bukti bahwa pandangan mereka salah seratus persen dari kenyataan yang ada.

See? I found something similiar.

Beruntungnya kehidupan Alena diintervensi oleh kedatangan tetangga baru bernama Hexa—seorang pemuda berdarah campuran Indonesia dan Prancis yang bekerja sebagai seorang fotografer profesional. Bersama sang sepupu bernama Riou, mereka mulai menarik Alena dari belenggu yang selama lima tahun ini membuatnya harus bersabar dengan nestapa tanpa tahu harus berbuat apa untuk melenyapkannya selain bertahan. Bertahan sampai dia tidak mampu lagi bertahan.

Lanjut baca di http://latestbookmark.blogspot.co.id/...

Honorable mention di postingan ini saya tujukan untuk Riou yang dengan kepolosan dan kekonyolannya turut memberikan andil untuk kejelasan hubungan antara Hexa dan Alena. Lainnya untuk Altair yang sudah menjadi kakak tiri yang pengertian untuk Alena, saya salut dengan keputusan yang dia ambil di tiga bab terakhir Then She Smiles.

Well, saya merasa cukup puas membaca novel ini. Banyak hal yang membuat saya merasakan hal seperti itu. Jika kamu penasaran, saya rekomendasikan kamu untuk membacanya dan menemukan bagian-bagian mana dari novel ini yang akan membuatmu puas. Tapi jika kamu suka novel berlatar kota Bandung dan berbagai isu soal fotografi, kamu sepertinya wajib memasukkan Then She Smile ke dalam daftar bacaan kamu.
Profile Image for Hapudin.
287 reviews7 followers
March 9, 2017
Saya sempat berpikiran jika objek cerita berupa foto akan sangat bagus jika dimasukkan ke cerita misteri. Tapi dengan membaca novel Then She Smiles, saya merasa keberadaan foto di novel ini sama bagusnya. Pemilihan objek yang pas. Dan ketakutan saya terhadap cara mengeksplorasi foto itu akan dangkal, penulis justru membuatnya lumayan banyak. Utamanya pembahasan kamera instan. Dunia fotografi yang diangkat penulis tentu saja memberikan pengetahuan baru bagi pembaca.

Ide besar novel Then She Smiles sebenarnya sudah banyak dipakai pembaca lain. Dua tokoh yang dipertemukan pada suatu peristiwa, kemudian mereka jadi dekat hingga akhirnya tumbuh perasaan saling suka. Yang membuat novel ini menarik, penulis memberikan satu plot tentang kekerasan dalam rumah tangga.

Pembaca diajak untuk berperan seandainya menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Penulis memberikan satu pilihan keputusan jika hal itu benar-benar terjadi kepada pembaca; membicarakan dengan orang yang dipercaya dan melaporkan si pelaku ke polisi. Lalu, bagaimana jika pelaku adalah keluarga yang selama ini kita hormati? Penulis menjawab hal tersebut dengan memberikan motivasi, siapa pun pelakunya, memukul anggota keluarga bukanlah tindakan yang dibenarkan.

Jadi, novel Then She Smiles bukan melulu bicara tentang cinta, melainkan ada bagian besar yang menyinggung permasalahan keluarga dan tentu saja dunia fotografi.
Profile Image for Maja.
63 reviews2 followers
August 16, 2022
Ceritanya tentang Hexa yang baru pindah ke Bandung untuk pekerjaan dan bertemu Alena, tetangga barunya. Namun, siapa sangka, Alena menyimpan rasa sakit di dalam hatinya…

Aku salut sama penulis yang bisa dengan detail menjelaskan tentang kamera dan dunia fotografi, jadi profesi Hexa sebagai fotografer dan Alena yang hobi memotret dengan kamera instan bukan cuma tempelan aja, rasanya lebih hidup. Aku suka karena vibes Bandung sebagai latar novel beneran kerasa. Alena yang memiliki trauma dan berusaha untuk melawan traumanya pun digambarkan dengan cukup oke. Aku juga puas sama ending-nya.

Hanya saja, yang aku kurang suka adalah Hexa jatuh cinta sama Alena di pertemuan pertama dan itu rasanya kaya tiba-tiba banget. Hexa juga di awal terkesan terlalu grasa-grusu dan memaksa Alena, padahal udah diberi kode gak nyaman. Dialog tokoh juga rasanya kaku dan kurang luwes. Kadang-kadang, karakter Hexa dan Alena juga kekanakan. Susah rasanya membayangkan mereka udah dewasa—Hexa udah kerja dan Alena tinggal bikin skripsi, malah awalnya aku pikir Then She Smiles adalah cerita romansa anak sekolah.

Aku rasa novel ini cocok buat anak remaja atau siapapun yang lagi pengen baca novel romance ringan ala muda-mudi.
Profile Image for Veyn.
6 reviews
February 5, 2025
Senang sekali bisa baca ini sampai habis. Bukan tipikal romansa yg menggebu-gebu dan ambisius tapi romansa yang tenang dan damai. Apakah ceritanya alot? mungkin untuk pembaca gen z pada umumnya atau alpha akan berkata demikian tapi untukku, ceritanya cukup calming dan menyenangkan.

Jujur saja, butuh waktu lama untuk menyelesaikan bacaan ini karena ceritanya yang sangat tenang kerap kali membuat ku mengantuk ketika membacanya di waktu luang.

Alena sang tokoh utama wanita direpresentasikan seorang gadis yang lugu, polos dan penakut. Hexa sang tokoh utama laki laki memiliki karakter yang menenangkan, cukup berjiwa bebas juga. Bahagia sekali melihat mereka bisa melengkapi satu sama lain di novel ini.

Novel ini membawa isu kekerasan dan pelecehan seksual pada anak. Sayangnya kurang diceritakan secara mendalam mengenai ini dari 2 karakter utamanya. Tapi ya, untuk di novel ini cukup kok untuk dijadikan cerita. Dan juga ada membahas fotografi seperti yg tergambar pada covernya ya.

Is it higly recommended? gatau sih ya, tapi kalau buat bacaan santai novel ini cocok buat kamu.
Profile Image for Hana Eka.
1,393 reviews5 followers
June 29, 2021
Bacaan lokal tahun ini.

Sampulnya bagus.
Judulnya, OK.
Penulisannya rapi walau ada beberapa hal yang agak kurang buat saya seperti beberapa panggilan dari percakapan pribadi. Selebihnya, Ok.
Ceritanya bagus untuk remaja dengan konflik yang bisa terjadi pada remaja.
Sayangnya saya membaca novel ini sekarang, bukan 10 tahun lalu. Di mana saya masih bisa dan menyukai lika-liku kisah remaja polos yang bertemu cowok tampan sempurna yang punya hobi sama.

Saya minta maaf karena cuma bisa memberi nilai 2 yang berarti cukup OK.
Them She Smile bukan novel yang buruk. Hanya saja novel ini tidak memberi saya kepuasan. Not my cup of tea.

Namun novel ini bisa direkomendasinya untuk anak pra remaja menjelang remaja ;). Mereka yang masih hype membaca cerita-cerita shoujou atau komik perempuan dan lainnya. Yang masih "relate" dengan novel ini. Yuk, temukan novel yang tepat bagimu.
Profile Image for Intan Pratiwi.
43 reviews
May 28, 2022
Kurang suka dengan cowoknya yang bucin berlebihan dan begitu gak masuk akal. Di dunia nyata gak ada yang seperti ini, ya namanya aja novel, hehehe. Mungkin soal selera aja, tapi jelas ini bukan selera saya, jadi 2,5 cukup!
Profile Image for Oktabri.
147 reviews4 followers
March 12, 2017
“Gue cuma mau bilang... hidup nggak mudah buat siapa pun. Dan lo nggak pelu selalu pura-pura terlihat bahagia dan baik-baik aja. Sometimes, it’s okay not to be okay. Gue emang nggak tahu himana perasaan lo, tapi gue sama sekali nggak bermaksud ngeremehin masalah lo.” (hal. 89)

Senin besok, 13 Maret 2017, akan ada giveaway-nya di irbatko.wordpress.com
Profile Image for Lala.
128 reviews46 followers
March 7, 2017
Banyak yang kusukai dari novel ini, terutama hal manis-manisnya.

Tolong ya kalian para perempuan, wajib banget loh baca novel ini dan segera habiskan menuju endingnya :")

Tema yang diangkat sangat menarik dan membuat kita para pembacanya mungkin bisa lebih sadar dengan lingkungan sekitar. Siapa tau ada yang memiliki kasus serupa Alena?

Dan juga, aku suka cara Kak Makna memasukkan unsur fotografi tanpa membuatnya hanya sekadar tempelan. Karakter-karakternya juga lovable sebenarnya, meski masih bisa dieksplor lebih dalam lagi supaya meninggalkan kesan kepada pembaca.

P.s. Aku suka Altairrr!

Review selengkapnya: http://readingvibes.blogspot.co.id/20... (psst, ada giveaway nya loh!)
Profile Image for Eksa.
292 reviews25 followers
March 1, 2017
Review lengkap bisa dilihat di blogku: http://youneedsomebreaks.blogspot.co....

Aku suka covernya, cantik. Tema cerita tentang fotografi sebenernya nggak begitu bikin aku tertarik, tapi kisahnya mengalir, jadi bikin enak bacanya. Konfliknya cukup klise, menurutku, tapi puas dengan eksekusinya. Dua hal yang paling kusukai: berlatar Bandung dan ilustrasinya yang keren abissss!!
Profile Image for Jasmina.
50 reviews2 followers
February 22, 2018
Actual rating: 3.5


Suka! Dari segi tema yang mengangkat dunia fotografi, aku suka pembahasannya. Dibawakan dengan begitu jelas, sampai aku sedikit mengerti dengan jenis kamera yang ada.

Chemistry kedua tokohnya menurutku kuat! Pada awalnya, memang terasa sedikit... Ya, kurang chemistry. Tapi jika kalian terus membuka lembarannya, semua itu akan terasa dengan baik.

Aku suka sama pembahasan Ayah Alena. Apa yang terjadi pada Alena, apa yang dirasakannya, semua bisa aku rasakan. Mungkin kalian bisa tebak Alena itu kenapa, tapi menurutku di sini, penulis berhasil memainkan emosiku sehingga aku bisa merasakan apa yang Alena rasakan.

Untuk penulisannya, aku suka. Dibikin ngalir begitu saja, tanpa terasa kaku. Di buku ini juga minim typo (atau nggak ada sama sekali? Entahlah). Dan bonus pict di akhir halaman, aku suka gambarnya. Satu kata; keren!
Profile Image for Adek Fbree.
159 reviews
April 24, 2017
Tepatnya 2.5☆ krn buat saya terasa kurang greget. Tapi untuk ukuran debut ini termasuk bagus ^^

Ps: Review di medsos malah lebih menarik dibanding setelah baca full bukunya (maap).
Profile Image for Aisyah Rahmatusysyifa.
85 reviews
April 30, 2017
3,5 bintang tepatnya.

Yang menarik mata itu covernya yang sederhana tapi unik, ditambah lagi paduan warnanya yang pastel-pastel gimana gitu. Novel dengan cover cantik itu punya nilai plus tersendiri bagiku. Then She Smiles dapat nilai plus dariku karena covernya :))

Bagaimana dgn ceritanya? Cukup menarik dan sederhana. Tidak bertele-tele, tetapi mungkin terlalu sederhana. Menurutku banyak hal-hal dan beberapa tokoh yang perlu dieksplor atau dikupas lebih dalam lagi. Dan karena aku tertarik dengan dunia fotografi, aku cocok dengan buku ini. Buku ini menyajikan banyak detail-detail fotografi bagi pemula, yg mana menjadi tambahan pengetahuan untuk diriku ini. Karakter tokoh-tokohnya juga udah oke banget, tinggal dipoles lagi aja. Terus untuk konfliknya sih lumayan, walaupun di akhir2 ceritanya jadi agak datar. Overall, lumayan kok buku ini, apalagi ini buku pertama yg ditulis oleh Kak Makna. Ditunggu kelahiran karya-karyanya selanjutnya! :))
Displaying 1 - 21 of 21 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.