Ada dua pertanyaan penting dan menarik bila kita membaca karya dan kehidupan Kahlil Gibran. Pertama,sejauh mana kita punya hak menuntut seorang penulis untuk menjalankan sendiri persepsi-persepsinya.Kedua,sejauh mana pengalaman personal dibutuhkan untuk validitas bagi pengajaran spiritual.
Cinta dan spiritualitas.Itulah dua hal yang tak bisa dipisahkan dari Kahlil Gibran. Cinta selalu menjadi tema yang sangat impresif dalam karya-karya.Begitu pula spiritualitas yang sangat kuat mewarnai syair dan kehidupannya.Cinta dan spiritualitas bertaut erat dalam puisi dan kehidupan sang penyair .
Buku ini menyajikan sejumlah puisi,prosa,serta syair Gibran tentang cinta,kehidupan dan spiritualitas. Buku ini akan mampu melentikkan inspirasi memperkaya pengalaman batin.
Kahlil Gibran (Arabic: جبران خليل جبران) was a Lebanese-American artist, poet, and writer. Born in the town of Bsharri in modern-day Lebanon (then part of Ottoman Mount Lebanon), as a young man he emigrated with his family to the United States where he studied art and began his literary career. In the Arab world, Gibran is regarded as a literary and political rebel. His romantic style was at the heart of a renaissance in modern Arabic literature, especially prose poetry, breaking away from the classical school. In Lebanon, he is still celebrated as a literary hero. He is chiefly known in the English-speaking world for his 1923 book The Prophet, an early example of inspirational fiction including a series of philosophical essays written in poetic English prose. The book sold well despite a cool critical reception, gaining popularity in the 1930s and again, especially in the 1960s counterculture. Gibran is the third best-selling poet of all time, behind Shakespeare and Lao-Tzu.