Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
"Karena kamu tahu siapa aku yang sesungguhnya,
bahkan di saat aku meragukan diriku sendiri."

Saat berburu, Elya menemukan seorang pemuda sekarat di antara jasad prajurit Legiun Falthemnar dan membawanya pulang untuk dirawat. Karena pemuda itu tak ingat jati diri atau bahkan namanya sendiri, Elya memanggilnya Lucca, yang artinya anak hilang.

Sementara itu, pembunuh misterius berkeliaran di Dominia dan mengancam jalannya Festival Musim Kemarau. Keadaan semakin pelik dan berbahaya. Elya harus berpacu dengan waktu untuk mengembalikan ingatan Lucca, sebab keselamatan semua orang yang disayanginya bergantung pada misi yang tidak bisa diingat pemuda itu.

Ketika akhirnya potongan demi potongan ingatan Lucca mulai kembali, Elya menyadari sesuatu. Bukan saja mengembalikan masa lalu Lucca, tetapi Elya juga berhasil mengungkap sejarah kelam Bangsa Elvar, aib yang terjadi dalam era Perang Besar lebih dari lima belas abad yang lampau.

364 pages, Paperback

First published June 26, 2013

21 people are currently reading
822 people want to read

About the author

Shienny M.S.

26 books282 followers
Story teller and fantasy scribbler.

Currently working as a lecturer and a writer. She has published her fantasy novel tetralogy Ther Melian. Which consist of: Ther Melian Revelation, Ther Melian Chronicle, Ther Melian Discord, Ther Melian Genesis She also wrote two other novels for the same series Anthology and Recollection

Writing is her passion since elementary school. She’ve been writing short comics/ stories and sending them to tabloid/ magazine since high-school.

Her first book Past Promise was published by Elex Media Komputindo. It was the first comic made by young female artist that was published in Indonesia at that time.

Her other works are: White Castle (2002) Love Flies (2003) Le Ciel (2004) Creating Comics Shoujo Manga Style (2004) Le Ciel The Journey Continues (2005) Love Junction (2006) Fake Angel (2006) and Drawing Tutorial for Beginner (2008)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
194 (62%)
4 stars
73 (23%)
3 stars
28 (9%)
2 stars
11 (3%)
1 star
2 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 43 reviews
Profile Image for Magdalena Amanda.
Author 2 books32 followers
February 1, 2015
reviewnya ntar kalo udah di PC dan gak lupa :v

Oke, udah di PC dan udah ditagih langsung sama penulisnya utk ngereview. :))

Recollection ini bagian dari seri Ther Melian, barangkali ada yang belum tahu. Secara timeline cerita, Recollection ini posisinya adalah sebelum tetralogi utama (Revelation, Chronicle, Discord, Genesis berasa lagi nulis judul game .hack yg generasi pertama: Infection, Mutation, Outbreak, Quarantine).

Meskipun penulis dan kover masih tetap sama, tapi ilustrasi untuk Recollection ini berbeda. Sempat terasa aneh buat saya melihat gaya gambar yang berbeda total dari gaya gambar penulis biasanya. Kadang gambarnya terkesan sketsa kasar dan itu lumayan bikin jatuh juga. :v

Perasaan Saya Setelah Selesai Baca Buku Ini

YES! Fiksi-fantasi (lokal) gak ber-logi2 satu buku tamat! YES!

Jadi ceritanya lemari buku saya sudah penuh dan membeli lemari buku baru bukan solusi karena mau ditaruh di mana kalau rumahnya nggak digedein dan ngegedein rumah nggak segampang ngegedein cafe di game Line I Love Coffee. :v Makanya paling menyenangkan kalo nemu novel yg 1 buku tamat.

Dan novel ini adalah pembuktian bahwa gak perlu sekian-logi buat bikin cerita fantasi yang bagus.

Karakter

Kalo saya bilang bahwa (salah satu) karakter utama novel ini hilang ingatan, berapa banyak yang bakalan bilang klise? Mungkin nggak banyak, tapi kalau suka nonton anime, baca manga ato main game (terutama game Jepang) karakter yg mengalami amnesia adalah salah satu hal yg cukup sering muncul.

Kalau ditanya siapa karakter yg plg saya suka, jawabannya adalah Lucca, oknum amnesia yg namanya pun berarti "anak hilang". :)) Kelakuannya mau menyerahkan diri karena merasa telah berbuat salah padahal gak bener2 inget apa yg terjadi itu sungguh bikin dia minta digetok (dalam artian bagus). Kelakuan yg kesannya nggak masuk akal itu buat saya pribadi ketangkepnya sebagai Lucca adalah tipe yg gak mau bikin org repot (terutama yg menyembunyikan dia), bukan karena semata2 tindakan gak rasional.

Yang asik lagi adalah di sini para karakter terlihat berkolaborasi ketika cerita memasuki fase "final boss battle". Ada yg ditempatkan bertahan di kota, ada yang mencari "big boss" ke dalam hutan, masing2 terasa punya bobot pekerjaan.

Yang jadi tim pencari "big boss" pun tidak didominasi oleh Lucca yg skill membunuhnya tinggi, tapi masih ada bagi tugas lagi: Elya yg hafal jalan hutan disuruh mimpin jalan, Valadin yg pny holy magic jd pengawal utk menghalau undead yg datang.

Pembagian semacam ini oke banget mnrt saya. Gak semua masalah dibereskan oleh karakter utama doang, tapi karakter lain turut membantu.

Cerita

Beda dengan tetralogi utama yg khas JRPG di mana misi anggota tim protagonis berevolusi menjadi tugas menyelamatkan dunia, di Recollection, misi akhirnya lebih berskala kecil: menyelamatkan sebuah kota.

Tapi build-up-nya bagus. Indikasi masalah ditunjukkan dari awal, dugaan2 dilontarkan di perkembangan cerita, sampai akhirnya terkuak apa sebenarnya yang terjadi. Runutannya enak dan jelas.

Tambahan: novel ini kadar romance-nya jauh lebih rendah daripada tetralogi utama, yang mana membuat saya kasih nilai plus di bagian cerita. :D Gak semua cerita butuh romance yg ditunjukin dgn blatant berkembang sepanjang cerita.

Setting

Karena sudah baca tetralogi Ther Melian yg utama, saya sebenarnya sudah tidak asing lagi dengan setting ceritanya. Agak sulit bagi saya berkomentar mengenai setting karena memang sudah kenal dari baca 4 buku pendahulunya. Tapi sepengamatan saya, tidak banyak istilah dan rapalan mantera seperti di tetralogi, yang otomatis juga tidak menuntut adanya banyak penjelasan yang harus dimasukkan, jadi harusnya orang yang membaca novel ini tanpa membaca tetralogi bisa langsung ngeh dengan setting dunianya.

Yang Masalah Banget Buat Saya

Ilustrasinya. :v

Bukan karena ilustrasinya ditempatkan di setiap awal bab, tapi beberapa ilustrasi kesannya seperti sketsa belum final! :V Ilustrasi itu memang cuma suplemen, gak ada sbnrnya gpp, tapi ketika ada bakalan diliatin jelek-bagusnya. :v
Profile Image for Shienny M.S..
Author 26 books282 followers
June 24, 2013
Setelah Tetralogi Ther Melian, saia ingin menuliskan kisah lain berlatarkan benua ini, dengan segala konflik dan perbenturan kepentingan di antara bangsa-bangsa penghuninya.

Mengambil waktu dua puluh tahun sebelum buku pertama Ther Melian (Revelation), kisah Recollection tidak berkaitan dengan serial utama Ther Melian.

Novel ini dapat dinikmati siapa pun, khususnya pembaca yang baru mengenal dunia Ther Melian. Selain menghadirkan kembali beberapa tokoh yang sudah dikenal pembaca, kisah ini juga memperkenalkan tokoh-tokoh baru. Dan tentunya masih diwarnai petualangan, sihir, misteri, dan kisah cinta.

Untuk ilustrasi, kali ini saia serahkan kepada Ivette Tanzil, dengan stylenya yang unik tentunya bisa memberi warna baru untuk RECOLLECTION ^_^

5 bintang untuk illustrasi keren dari Ivette, model cover yang cakep~ (Val Weyland dan Daestock), Fotografi cover yang oke (missphotographie) semua beta reader yang memberi masukan2 sepajang proses draft dan editing, juga untuk seluruh staf dan redaksi elex media yang telah mendukung hingga terbitnya buku ini
Profile Image for Biondy.
Author 9 books235 followers
June 10, 2016
'Recollection' adalah novel spin-off dari tetralogi 'Ther Melian'. 'Recollection' bercerita tentang Elya, seorang gadis vier-elv, atau campuran elvar dan manusia, yang menemukan seorang pria yang terluka parah saat dia berburu di hutan. Demi menolong pria itu, Elya menyelundupkannya masuk ke dalam kota untuk dirawat oleh ayahnya, sang 'Walikota' desa tersebut.

Kemunculan pria itu, yang diberi nama Lucca, ternyata datang bersamaan dengan serangkaian peristiwa misterius lainnya. Kematian-kematian aneh, makam yang dibongkar, serta kemunculan orang yang ingin membunuh Elya dan ayahnya. Hingga akhirnya, setiap potongan misteri membuka sebuah sejarah bangsa Elvar.

Saya sudah suka dengan gaya menulisnya Mbak Shienny M. S. sejak menyelesaikan keempat buku 'Ther Melian'-nya. Soalnya gaya berceritanya enak, plotnya seru diikuti dengan twist yang kece dan sedikit nuansa RPG yang saya suka. Semua elemen itu masih saya temukan di novel ini.

Ceritanya seru. Ada banyak detail yang dipikirkan dengan baik. Hal kecil seperti penampilan saja ternyata bisa memiliki dampak pada kenyataan cerita. Nuansa RPG di novel kali ini tidak sekuat di tetralogi sebelumnya. Mungkin karena ceritanya bukan tipe pergi mencari dan mengumpulkan sumber kekuatan sakti gitu kali, ya.

Untuk twist-nya, hmm... mungkin karena sudah terbiasa dengan berbagai putaran dan kejutan di TM sebelumnya, saya jadi bisa menebak apa yang akan terjadi. Tapi, walau tertebak, hal itu tidak mengurangi keseruan ceritanya.

Saya paling suka pertarungan akhirnya. Kalau ibarat game, itu tipe pertempuran yang kamu harus naik level sebanyak mungkin dan menaikkan kekuatan senjata dulu sebelum masuk ke labirin terakhirnya. Sudah gitu, masih kena senjata rahasia si bos yang bikin persiapan jadi kurang berefek pula :)). Intinya: keras dan tidak dipermudah seperti di beberapa novel fantasi yang pernah kubaca.

Untuk gambarnya, dulu pas pertama lihat di situs penulisnya, saya kurang begitu suka. Tapi, setelah diperhatikan lagi, saya rasa kesan sketsa kasarnya ini cukup menarik.

Secara keseluruhan, lima bintang. Semoga TM akan ada novelnya lagi. Eh, tapi, kayaknya si penulis sedang mengerjakan Line Webtoon untuk serial ini, deh. Nanti coba kulihat. Pasang aplikasinya dulu.
Profile Image for Shiki.
215 reviews34 followers
June 23, 2013
Prekuel dari serial Ther Melian ini mengambil setting puluhan tahun sebelum Valadin kesambet... maksud saya, jadi bodoh dan memutuskan membersihkan Terra dari manusia. Fokus kisahnya ada pada desa elvar terbuang, yang ditampilkan sangat bagus, karena tidak suram seperti yang terlihat dari namanya. Ini semua berkat sang walikota yang super nyentrik, dengan putri yang sepertinya ditakdirkan dikelilingi para pria dodol dan tukang makan, Elya.

Seperti biasa, kali ini pun saya menyelesaikan buku ini dalam hitungan jam (menunggu teman saya sesi foto di gramedia). Dan bukan karena ceritanya jelek, tapi karena pengarang tidak kehilangan gaya menulisnya yang rapi dan pembangunan mood yang tidak bosan. Plus, di sini walau ada antagonis, bukan tipe Valadin yang BODOH, tapi murni bajingan, dan orang stress, sehingga saya lebih mudah membaca tanpa perlu berhenti untuk memaki-maki karakter yang bersangkutan.

Terakhir, percintaan.
Sudah jadi rahasia umum bahwa TM amat sangat kembang gula (setidaknya cukup untuk membuat saya berasap ketika membacanya). Di sini, hubungan karakternya walau memang mengarah ke sana, diakhiri dengan sangat bagus. Sejujurnya, saya suka yang seperti ini, karena saya sudah BOSAN yang langsung Dunia Milik Berdua Yang Lain Ngontrak , yang umum ditemui di novel fantasi.

GJ, Shienny!!!
Dinantikan karya berikutnya! TM lagi boleh, yang lain (asal fantasi) juga boleh!

Otsukare-sama deshita!!
Profile Image for Anindito Alfaritsi.
65 reviews8 followers
August 17, 2014
Cerita yang dipaparkan di buku ini berlatar sebelum tetralogi utama Ther Melian; mengetengahkan sejumlah karakter baru, tapi juga menampilkan beberapa karakter lama, yang bisa tampil mengingat panjangnya usia bangsa Elvar, salah satu ras yang disorot dalam seri ini.

Berlatar di Dominia, salah satu kota paling awal yang diperkenalkan dalam cerita. Singkat ceritanya sekali: ada suatu perayaan yang akan dilangsungkan. Tapi ada pihak-pihak tertentu yang hendak memanfaatkan momen perayaan itu untuk menghapuskan keberadaan Dominia dari atas peta. Gamblangnya, lewat ancaman suatu pasukan yang tak bisa mati. Ada sedikit tema konflik rasial yang diangkat dan tentu saja, elemen romansa yang tampil sebagai pelengkap cerita.

Premis ceritanya menarik.

Dua karakter utama barunya, Elya dan Lucca, bisa disukai dengan cukup mudah. Elya adalah anak perempuan walikota Dominia saat itu, yang cukup mandiri dan pandai berburu. Sedangkan Lucca adalah seorang pemuda hilang ingatan yang Elya temukan menjelang perayaan di atas, yang menjadi kunci terkuaknya rencana yang mengancam tersebut.

Selain karena karakter-karakter barunya (yang didesain sedemikian rupa hingga cukup bikin aku "Hmmmmm."), aku tertarik pada buku ini karena cakupan ceritanya yang memang lebih sempit serta tema konflik antar ras yang berusaha cerita ini angkat.

Soal kekurangannya? Ceritanya tak seintrospektif yang aku harapkan. Hasil akhirnya cukup seru untuk diikuti. Tapi ceritanya sama sekali enggak berkembang sedalam yang aku harap. Aku masih merasa ada semacam jarak yang menyebabkan aku masih belum sepenuhnya bisa masuk ke cerita. Tapi mungkin saja itu cuma aku. Lalu masih ada adegan-adegan yang lumayan terasa keju.

Kesimpulan ringkasnya:
1. Recollection menjadi pelengkap yang manis bagi kalian yang sudah mengikuti (dan menikmati) tetralogi Ther Melian sebelumnya.

2. Bagi para pendatang baru, Recollection menjadi awal masuk yang bagus karena menghadirkan nuansa khas seri ini tanpa terikat oleh cerita buku-buku yang lain.

Sesederhana itu.

Lebih lanjutnya lagi: menurutku tak ada kekurangan yang benar-benar dimiliki Recollection sih. Oke, mungkin ada. Tapi bukan sesuatu yang separah itu. Namun memang alur ceritanya bagiku lebih terasa datar. Ada tiga-empat adegan yang benar-benar menarik. Tapi pada sebagian besar waktu, aku agak berharap bisa lebih 'masuk' ke dalam ceritanya.

Kasusnya benar-benar serupa dengan yang kualami saat membaca tetralogi utamanya sih. Walau memang harus kukatakan kalau Recollection menjadi bagian cerita Ther Melian yang lebih kusukai dibandingkan yang lain. Ada potensi besar yang kayaknya masih belum tergali. Karenanya, aku masih belum sepenuhnya bisa merekomendasikan seri ini kecuali buat kalian-kalian yang memang benar-benar tertarik.

Memang belum bisa kukatakan memuaskan. Tapi sekali lagi, ceritanya menarik.
Profile Image for Zehel.
19 reviews3 followers
June 23, 2013
Tangkapan tak terduga, itulah yang saya rasakan ketika membayar buku ini di kassa Gramedia Kelapa Gading siang tadi. Dan dalam perjalanan pulang ke Bogor, buku ini menjadi teman membaca yang sangat memuaskan.

Recollection mengambil liniwaktu bertahun-tahun sebelum petualangan Vrey dan Valadin dimulai. Yang diangkat di sini adalah benih kebencian terhadap kaum 'terbuang', serta kenyataan bahwa para elvar murni sebenarnya tidaklah sesuci itu. Konflik yang klise, tapi dikemas dengan rapih. Seperti biasanya. Dan itu oke.

Interaksi antar karakter, terasa lebih alami ketimbang di seri utamanya. Dan harus saya akui, Elya adalah karakter yang jauh lebih menyenangkan ketimbang Vrey. Lucca sedikit membuat gregetan karena penuh kebimbangan, tetapi bagaimana masa lalunya hingga akhir dibiarkan samar saya beri nilai lebih.

Satu hal yang sempat membuat saya mengernyitkan kening adalah bab serangan bandit di hutan, karena awalnya saya menduga akan ada tema yang saya benci di sana; pemerkosaan.

Karena itu, betapa leganya saya karena itu tidak terjadi. Dan kelihaian layout ketika bagian itu menambah mood membaca. Sangat oke.

Satu hal yang saya sayangkan adalah, ini bukan sekuel, tetapi prekuel. Tapi tentu saja, tidak mengurangi penilaian ataupun kenyataan bahwa ini adalah sebuah cerita yang layak baca.

Terima kasih, Shienny MS.
Saya nantikan buku berikutnya.
Profile Image for Okuta Otherside.
137 reviews24 followers
June 28, 2017
I regret that i only read this book now! I have this book for a while in my book shelf with the Ther Melian tetralogy and anthology, but i just finished this book! Precisely i finished read this book just NOW. Where have i been?!
I love this book! Just as much as i love the tetralogy. The characters and the story, world building and anything in this book is so good. The story is easy to follow even if you never read the tetralogy. But it perfect if you read the tetralogy first.
The story is about Elya, a Vier-Elv (half elvar and half human) who found wounded Elvar guy that actually a Shazin (an assassin) while she in the forest. She found him in the middle of corpses as the only survivor. Unfortunately this guy can't remember anything. He can't remember what he's doing there, why all of his friends dead, he even can't remember his name. Elya bring him home to treat his wound and to help Lucca (Sorren, Elya's father give him this name because he can't remember anything, Lucca means 'missing child' lol) recover his memory, only to discover that Dominia, town where she live is in danger.
Profile Image for Feby.
Author 3 books19 followers
September 1, 2013
Langsung saja. Kenyataan bahwa saya menyukai Ther Melian, tentu saja langsung membuat saya cukup senang sewaktu penulisnya berniat menerbitkan sekuel. Ga banyak mikir panjang juga waktu dibuka preorder dengan bonus ganci. Uhuk... iya, karena gancinya nampak unyu sih Walaupun selanjutnya ada sedikit halang rintang dan masih menunggu Lucca-kun yang masih nyasar, hingga akhirnya bukunya nyampe di tangan saya, dan tanpa banyak basa-basi, treadmark Ther Melian alone, dengan mudah membuat saya meninggalkan buku apapun yang sedang saya baca. Apalagi memang sedang butuh buku ringan untuk meredakan kepala seorang mahasiswa yang sedang mengalami hectic dan stressing di dunia RL . Huahaha...

Sedikit intro. Banyak penulis fikfan lokal yang ketika menciptakan suatu karya itu selalu “terlalu”. “Terlalu” ingin menciptakan konsep hebat. “Terlalu” ingin dicap orisinil. “Terlalu” jadinya Ke”terlalu”an. Akhirnya sering kejadiannya begini. Premis OK, tapi eksekusinya KO. Makanya itu, saya sangat menghargai penulis yang tidak takut untuk menyuguhkan sesuatu yang “biasa”. Yang tidak takut dikatai klise atau tidak orisinil. Malah justru inilah yang membuat suatu karya yang lebih terasa REAL karena bisa diolah dengan baik.

Terus, gimana dengan Ther Melian ini? Yah, Mari kita bahas satu persatu yang perlu dibahas.

Ilustrasi
Saya suka desain Lucca dan Elya. Suka juga dengan ilustrasi-ilustrasi di setiap babnya. Semuanya berfungsi dengan baik, memperjelas apa yang ingin disampaikan penulis dalam ceritanya. Tapi sayang. Saya nggak suka kovernya. Well, tentu saja ini pengamatan dari seorang yang bukan ahli grafis. Menampilkan tembok runtuh dengan dominasi warna merah yang menandakan sebuah desa/kota yang sedang dalam keadaan chaos (asumsi saya ini Dominia yang diserang Necrus). Sebenarnya ga ada masalah dengan ini, asalkan Elya nggak kelihatan seperti foto model yang lagi bergaya mau manah di tengah-tengah medan perang.

Plot
Menceritakan si anak ilang, Lucca, yang di”pungut” cewek penghuni kota Elvar Terbuang Dominia, Elya. Lantas kemudian cerita berkembang menjadi urusan ingin menyelamatkan satu kota. Klise? Iya. Ketebak soale. Ehehe... Tapi seenggaknya nggak sampai muluk-muluk melibatkan dunia segala. Premisnya lumayan. Alasan antagonis utamanya cukup masuk akal, walaupun saya rada bingung alasan si antagonis repot-repot mengirim si anak hilang untuk bunuh si “Bokap Geblek”. Kenapa nggak suruh aja “Paman Musuh Dalam Selimut” untuk racunin si “Bokap Geblek” dari awal? Saya tadinya mengira ada alasan khusus, tapi sayang nggak dijabarkan oleh penulis.

Selain itu, saya sebenarnya suka dengan POV Lucca yang perlahan-lahan mendapat kepingan ingatan yang dicetak miring oleh penulis. Tapi sayangnya di beberapa bagian, porsi Lucca ini terlalu banyak, membuat karakter Lucca hilang rasa misteriusnya. IMO, ini bisa diperbaiki dengan menggunakan POV Elya. Di tempat-tempat tertentu.

Selebihnya, saya cukup suka. Plotnya runut, rapi. More showing than telling. Gampang banget masuk ke dunianya. Penceritaannya pun khas Shienny. Tambah lagi, si penjahat nggak segitu gampangnya mati. Sedikit terasa ada plot device, tapi nggak okelah. Cinta-cintaannya juga nggak sekentara seri Ther Melian utama, ditambah adegan penutupnya yang singkat itu bikin saya nggak tahan kalau nggak senyum. :)

Karakter
Elya dan Lucca sebenarnya sangat tipikal karakter utama. Mereka likable enough. Tapi kurang membuat kesan kuat. Alasannya sudah sempat saya ungkap di atas. Saya juga, emang agak jengkel dengan Lucca yang, duh, jadi kurang keren karena berkali-kali galau pengen nyerahin diri melulu.

Ada dua karakter menarik di sini buat saya. Karena porsinya sama, makanya saya nggak bisa milih mana yang lebih super. Pertama, tentu saja si “Bokap Geblek”, Sorren. Gayanya sinis bin nyantai, beberapa kali bikin saya ngakak karena berhasil buat Elya sakit kepala. Yang kedua... surprisingly Valadin. Dibandingkan dengan seri utamanya, di sini dia lebih terasa hidup. Mungkin karena otaknya belum keganggu ya. Role-nya bersama Reuven menarik, sekaligus membuat dia nampak uhuk... Akakakakkaa... Satu hal yang agak ironis tentang Valadin di sini. Ada di halaman 353. Hem hem hem...

Jadi kesimpulannya, tiga bintang untuk ceritanya yang enjoyable. Tambah setengah karena ada karakter menarik. Tiga setengah, tetap dibintangi tiga karena beberapa kekurangan yang menurut saya cukup penting. Hehe...

Overall, good job, Shienny. Saya menanti adanya cerita Ther Melian lainnya lagi.
\(^o^)/





Profile Image for Dewi Kirana.
Author 2 books20 followers
July 25, 2014
Hal pertama yang kusadari dari membaca buku ini adalah perkembangan gaya penceritaan penulisnya. Jujur aku bukan penggemar gaya menulis ala manga atau anime, yang sayangnya masih sangat terasa di tetralogi utama Ther Melian. Tapi di buku ini gaya kepenulisannya sudah betul-betul seperti novel, membuatku bisa menikmati buku ini dengan sangat asyik.

Hal kedua yang kusadari adalah sepertinya penulis mengambil referensi tentang teknik, pergerakan, dan aksi Lucca sang Shazin dari seri game AC yang terkenal itu. Ini paling kentara di hal. 116 saat Lucca menyelinap masuk ke dalam serombongan pedagang. Entah ini benar atau nggak, atau karena aku kebanyakan main AC aja, tapi menurutku ini adalah salah satu poin plus buku ini, karena penulis bisa menggambarkan gerak-gerik ala game itu dengan tetap menggunakan gaya kepenulisan novel. Hasilnya adalah bumbu cerita yang sangat sedap.

Hal lain yang kuacungi jempol dari penulis adalah hal-hal kecil yang dijelaskan di buku ini ternyata terkait dengan plot cerita, jadi bukan cuma tempelan semata.

Karakter-karakternya sendiri cukup real sehingga believable, dan likeable, bahkan termasuk antagonisnya. Salah satu yang paling menarik adalah Sorren, si bokap yang nggak mau dipanggil ayah biar nggak berasa tua. Hahahaha, serasa jalan-jalan di mall dan denger pramuniaga toko bilang "Selamat datang kakaaaaa!"

Sayangnya memang masih ada beberapa aspek cerita yang membuatku bertanya-tanya:


Tapi terlepas dari semua itu, aku bener-bener menikmati buku ini. Kisah cintanya yang subtle, tapi justru membuatnya manis. Plotnya yang sebenarnya mudah ketebak, tapi karena dijelaskan dengan rapi dan jelas, jadinya tetap bisa dinikmati.

Satu aja protesku. Itu petanya spoilery banget sih. Aku kan jadi tahu major plot buku ini.

So, sisi pembaca dalam diriku ngasih cerita ini tiga bintang. Tapi sisi penulisku mengacungkan jempol banyak-banyak dan ngasih empat bintang. So there you go. Kudos for you, Sis! Keep on writing good stories!
Profile Image for Tammy Rahmasari.
Author 1 book32 followers
November 4, 2013
Beruntung saya mendapatkan buku ini dari giveaway yang diadakan oleh penulisnya pada beberapa waktu yang lalu. Sebetulnya, saya belum pernah membaca satu buku pun dari Tetralogi Ther Melian. Tapi untungnya, ternyata buku ini adalah prequel dari Ther Melian dan seperti yang tertera dalam bukunya, bahwa setting waktu Recollection ini adalah dua puluh tahun sebelum tetralogi Ther Melian dimulai.

Elya adalah seorang Vier-Elv (campuran Elvar dan manusia) yang tinggal di Dominia yaitu tempat pada Elvar terbuang bermukim. Pada suatu hari saat Elya akan berburu di hutan, ia menemukan selusin mayan prajurit Falthemnar di tepi sungai Arquus. Di tubuh mayat prajurit tersebut ditemukan berbagai luka sabetan senjata tajam yang diyakininya juga sebagai jalan bagi mereka menemukan ajalnya. Elya kemudian menemukan juga seorang Elvar yang masih hidup walaupun terluka parah di tempat tersebut. Elvar itu bahkan sebelumnya menodongkan senjata pada Elya. Karena khawatir dengan luka-lukanya, Elya membawa Elvar itu masuk ke desanya.

Di Dominia Elvar itu diobati oleh ayah Elya yang sekaligus juga walikota Dominia, Sorren. Karena ingin tahu tujuan keberadaan Elvar yang sekaligus seorang Shazin (Klan Bangsa Elvar yang kadang berprofesi menjadi pembunuh bayaran), Sorren meminta Elya untuk merawat luka-lukanya. Namun beberapa hari kemudian saat Elvar tersebut siuman, ia sama sekali tidak ingat mengenai jati dirinya. Sorren menamainya Lucca, atau berarti juga anak hilang.

Kemunculan Lucca dan peristiwa terbunuhnya prajurit Falthemnar secara mengenaskan membawa sepasukan prajurit Falthemnar lainnya yang dipimpin oleh Valadin datang ke Dominia. Mereka meminta izin untuk tinggal di Dominia pada Sorren. Tapi tujuan penyelidikan yang dikatakan Valadin pada Sorren justru menimbulkan pertanyaan bahwa sebetulnya ada misi rahasia yang disembunyikan oleh Valadin.

Elya yang secara tidak sengaja terlibat dalam permasalahan yang melibatkan masa depan Dominia nantinya, membantu Lucca untuk mengingat kembali.

"Selama ini keinginanku hanyalah mencari tahu siapa diriku. Dan akhirnya, aku menemukan apa yang kucari. Tapi aku tidak pernah menduga kalau aku juga menemukan hal-hal yang tidak pernah ingin kuketahui..." - hal. 408

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Recollection adalah buku pertama Shienny yang saya baca. Dan setelah membaca buku ini, saya jadi ingin membaca Ther Melian :D

Sampul depannya bagus. Saya senang dengan perkembangan dunia penerbitan saat ini yang mulai memasang ilustrasi karya anak bangsa karena memang sebetulnya ilutrator Indonesia memang tidak kalah dengan Jepang atau Amerika. Saya juga suka dengan ilustrasi yang bertebaran di setiap babnya, sepertinya saya bisa mengenal ke semua tokohnya lebih jelas dengan ilustrasi tersebut. Dan ilustrasi yang paling saya suka dalam buku ini ada pada halaman 11 dimana Elya sedang berpose memegang busur panah.

Baca selengkapnya di sini: http://teatimeandbook.blogspot.com/20...
17 reviews
May 6, 2017
Mengalir dengan mulus alurnya. Saya suka bangett.

Beda sama Genesis, Recollection ini keliatan lebih ringkas. Mungkin karena one-shoot book atau karena saya udah biasa sama karakter masing-masing tokoh.

Saya seneng di sini -SPOILER ALERT- Valadin dibuat jadi protagonis meski tujuan utamanya masih sama. Ellanese juga keliatannya belum kerasukan Velith. Dan terutama kehadiran Reuven di buku ini menjelaskan letak kebijaksanaannya. Beda sama pas di Discord. -SPOILER ALERT-

Untuk keseluruhan, 4.8 for this book! this is really enjoyable and imaginative!
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
September 22, 2013
"Saat mendapatkan kesadarannya kembali, Lucca ketakutan setengah mati; takut menyadari apa yang ternyata mampu dilakukannya. Tapi lebih dari itu, dia takut kehilangan kendali lagi. Dan kali berikutnya... kali berikutnya, mungkin saja aku akan menyakiti Elya dan Sorren."

Kisah ini bermula saat Elya, seorang Vier-Elv - campuran Elvar dan manusia, menemukan selusin tubuh Elvar yang telah tewas di tengah hutan. Fakta bahwa para Elvar yang tewas itu adalah prajurit Legiun Falthemnar (pasukan elit Bangsa Elvar) semakin membuat Elya ketakutan. Dan saat Elya sedang memeriksa jenazah Elvar tersebut, ia merasakan ada sebilah pisau pada lehernya. Lelaki yang menodongkan pisau itu ternyata juga seorang Elvar, tetapi ia terluka amat parah. Tak lama kemudian, Elvar itu tidak sadarkan diri. Dan Elya tahu bahwa hidup mati-nya pria itu ada di dalam tangannya.

Dengan penuh perjuangan Elya membawa pria itu ke Dominia - desa tempat tinggalnya - tanpa diketahui oleh siapapun. Dengan bantuan ayahnya, Sorren, Elya memberikan pengobatan pada pria yang ternyata adalah seorang Shazin - pembunuh terlatih - itu. Saat pria itu akhirnya sadar, Elya dan Sorren sangat berharap ia bisa memberikan informasi tentang kejadian tewasnya lusinan Elvar di hutan. Akan tetapi mereka harus dikecewakan karena ternyata ia sama sekali tidak mengingat apa-apa, bahkan identitasnya sendiri. Sejak hari itu, ia dinamai Lucca - yang berarti anak hilang.
"Lucca memang tidak ingat apa-apa. Tapi instingnya masih mengingat segalanya dengan jelas. Reaksi tubuhnya adalah fakta jelas yang tak terbantahkan. Dia memang seorang Shazin."
...

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2013/0...
Profile Image for Risti Irawan.
18 reviews2 followers
October 17, 2013
Not extraordinary, but enjoyable.

Ketika ingin mencari buku fantasi fiksi karangan penulis Indonesia, direkomendasikanlah buku ini.
Meski awalnya agak ragu, karena aku kurang suka dengan covernya, tapi ketika selesai membaca seluruhnya, menurutku novel ini tidak kalah dengan novel terjemahan. Narasi deskriptifnya enak dibaca. Great job, Ms. Shienny! :)

Ide ceritanya tidak terlalu orisinil, di mana banyak novel fantasi memiliki alur kisah serupa, melibatkan elvar atau elf yang hidup abadi, sihir necromancy, dsb. Trik yang ada pun bukan sesuatu yang baru, dan mudah ditebak. Mengenai karakternya sendiri, karakter wanitanya, Elya, cukup kuat sebagai tokoh utama, namun sayangnya ia "hanya" jatuh cinta pada pandangan pertama dengan tokoh utama pria. Tokoh utama pria di sini, Lucca, juga kurang menggetarkan hati, benar2 seperti anak hilang yang tidak punya kekuatan, istilahnya "kurang keren". Alhasil bumbu romansa di kisah ini kurang menggigit. Yang menarik adalah para tokoh pendukung seperti Valadin, Reuven, yang meninggalkan kesan mendalam. Terakhir aku ketahui, ternyata Valadin adalah tokoh di kisah Ther Merlian yang lain.

Di balik segala kelemahan di atas, Ms. Shienny berhasil membuatku penasaran akan jalan cerita Recollection, meskipun aku sudah menduga "akan seperti itu", nyatanya aku tetap bertahan mengikuti kisah sampai selesai, dan tetap ingin tahu apa yang akan terjadi dengan para tokoh. Gaya menulisnya pun nyaman untuk diikuti. So, definitely, I'm going to search for all the series.

Hanya satu pertanyaan... mengapa kuda berubah menjadi komodo? haha.. apakah untuk "mendukung" pulau komodo?
Profile Image for Elwin Xiao.
2 reviews
September 13, 2013
Recollection, another great book made by Shienny M.S., it's written neatly and beautifully ^^

The story from Recollection doesn't had any connection from Tetralogy, only some Elvar character from the Tetralogy appear, it's only make you think 'Ah so he appear in here', or 'Ah so he is like this before leaving Falthemar.' when you read. So if you are completely new, haven't read any Tetralogy, it's fine ^^

But even so, the main female protagonist, Elya, actually appear in Anthology, don't remember? She appear in the story Vrey and Ornata, page 281-282, when Vrey failed and tripped while dancing in the ballroom ^^

Reading the book, make me feel something, Assassin's Creed!! Main male protagonist, Luca, he move like Altair/Ezio in Assassin's Creed's game, don't know if the author did play the game or just some coincidence. Then again he is a Sazhin, an assassin clan from Elvar XD

Overall it's a great book, the story, the mystery, the suspense, and of course like always, all Ther Melian's main theme, the love story ^^

The lovey dovey atmosphere felt through the whole book, it make you feel warmth, and melting your heart.

But then again, author only write about Elvar and Vier-Elv, why not write some about Draeg, I'm lolicon, so I demand some female Draeg (Joke XD)

For who had read the Tetralogi, go buy it.
And for who haven't read any Ther Melian book, no problem go read it, it won't make you feel stuck because you haven't read the Tetralogi ^^
Profile Image for Asrina Maharani.
337 reviews16 followers
November 24, 2013
Aroma game kental sekali rasanya dalam novel ini. Petualangan di negeri antah-berantah, perang, sihir, dan tentu saja romans. Buat beberapa orang ini bisa jadi faktor turn-on tapi bagi orang lain bisa aja jadi turn-off. Tapi buat pembaca yang emang ingin memuaskan imajinasi yang liar ke dunia yang tak terbayangkan, novel ini pantas dikoleksi. Seperti buku-buku penulis sebelumnya, kisah ini mengalir dari satu adegan ke adegan berikutnya dengan mulus. Tak terasa halaman-halaman demi halaman kisah Elya -seorang Vier-Elv (setengah Elvar, setengah manusia)- dan Lucca -seorang assasin Elvar- mengumpulkan kembali ceceran ingat Lucca yang hilang. Kita perlahan-lahan diberikan sedikit demi sedikit potongan informasi yang mengarah pada suatu kesimpulan, lalu kenyataan itu diputar-balikkan dengan cantik oleh penulis. Rasanya pengen nepok jidat pas baca endingnya, ternyata aku masih gampang dikelabuin sama penulisnya. Bravo!
Profile Image for Dhia Citrahayi.
Author 3 books21 followers
July 10, 2013
cerita cintanya kurang greget, (aaaa) #penontonkuciwa

padahal udah berharap kisah cinta yg gimana gt. secara, klan shazin 'kan dianggap sbg klan berbahaya. gak taunya malah seperti itu :'(

o, ya, keknya gambar di recolection ini gak sehalus dari ther melian series sebelumnya ya :-/

mbak shienny, buat kisah tentang si kembar ama aelwyn dunk *kedip2*
Profile Image for Felisitas Flora Sambe Mambela.
43 reviews
January 16, 2016
Selesai semua cerita yang berhubungan dengan Ther Melian. Kesalahan awal karena membaca serial ini terakhir. Tapi jalan cerita yang ada di dalamnya terasa lebih jelas karena tokoh-tokoh yang berperan sudah muncul pada kelima serial lainnya.
Ceritanya jauuuuuuuuuuuuuuuuuuh sebelum serial Ther Melian yang lain. Jadi, keereeeeeeeeeeeennnn.......
Profile Image for Elisa Hartono.
6 reviews2 followers
August 21, 2013
aku suka elya, karena ia gadis yang berani membawa seorang shazin dan merawatnya dengan tenang apalagi bapaknya edan XD
Profile Image for Suwandi Kartadinata.
8 reviews
January 16, 2015
novel ini bagus, tp saya pribadi lebih suka dengan novel thermelian yg tetralogi. Novel ini juga typo-nya lumayan banyak, salah satunya adalah judul bab terakhirnya.
Profile Image for deela ne.
33 reviews2 followers
February 21, 2014
entah kenapa perasaan Luca merasuk banget. cerita tentang sosok 'amnesia' yang greget :D
Profile Image for cindy.
1,981 reviews156 followers
June 15, 2015
uhm... ripiu nyusul... ^^V
Profile Image for Rumah.
Author 1 book41 followers
July 15, 2017
Aku senang dengan covernya. Menggambarkan cerita Ther Melian Recollection ini. Ilustrasinya keren banget, aku jatuh cinta banget. Boleh dibilang alur dari cerita ini alur maju dan mengambil sudut pandang orang ketiga, jadi pas banget buat tahu alur kisah cerita di buku ini. Karena ada beberapa kejadian di cerita ini yang bisa dikatakan detail yaa. Jadi, terbantu banget dengan adanya sudut pandang orang ketiga. Aku agak bingung sedikit sebenarnya, Lucca ini kalau diperanin sama artis, cocoknya sama siapa yaa? Orlando Bloom, entah kenapa langsung kepikiran Orlando Bloom. Ahay!
.
.
Aku suka banget sama ceritanya, dimana Elya tanpa sengaja terlibat di satu misi berbahaya dan nggak pernah ada sekalipun di dalam bayangannya. Kalau di bayanganku sih, aku lagi menyaksikan kakak Princess berduaan sama Lucca
.
.
Aku suka dengan cara penulisnya menuliskan cerita ini. Mengalir apa adanya, bikin pembaca makin betah dan susah buat move on. Seperti biasa, setiap kali membaca kisah fantasi, aku sekali baca udah bisa berimajinasi sampai mungkin ketinggian imajinasinya, itu artinya novel ini buat aku feelnya dapat, gregetnya dapat, dan adegannya terasa nyata banget. Aku juga suka cara penulis menuliskan kisah romansanya, nggak berat dan nggak ringan banget. Pas banget dan dituliskan dengan tidak merusah inti dari cerita ini sendiri. Aku suka dengan cara penulis mengenalkan Elya dan Lucca serta beberapa tokoh yang ada sesuai dengan porsinya
Profile Image for Ratna Sari.
308 reviews12 followers
June 30, 2017
""Karena kau tahu siapa aku yang sesungguhnya, bahkan di saat aku meragukan diriku sendiri." (hlm. 341)
🎭
Jujur, sebelum membaca buku ini aku antara excited dan bingung. Excited karna blm bs move on dr Leighton 😚 (I'm #TeamLeighton btw) dan bingung karna bnyk prtanyaan yg muncul, seperti #Recollection ini sama gak sih dgn buku2 sblmnya dr seri #TherMelian? Bknnya tetralogy Ther Melian berakhir di Genesis? Truz saat baca blurbnya, kok nama tokohnya beda, Elya & Lucca 😅
🎭
Tp semua itu terjawab kok di hal pertama oleh penulisnya. Kisahnya beda, setting waktunya jg 20 thn sblm Ther Melian Revelation (buku pertama dr seri Ther Melian), tokoh utamanya beda wlw ada bbrp tokoh yg udah familiar muncul jg di buku ini sprti Valadin, Rauven & Karth. Yg pasti sih, cerita dan alurnya lebih seru dan lebih cepat. Bayangin aja, dr awal kisah, aku sdh dibuat tegang (konflik sdh muncul), lalu dibuat penasaran dgn sosok Shazin yg lupa ingatan, Lucca. Kemudian bnyk kejutan yg diselipkan, yg bikin surprise bgt. Apalagi chemistry antara Elya & Lucca, bikin baper abis (sejenak aku berubah jd #TeamLucca 😆)
🎭
Buku ini rekomen bgt bwt kamu #BookLover terutama pecinta genre fantasi. Buat yg blm prnh baca seri Ther Melian jgn khawatir, kamu bs lgsg menikmatin kisahnya kok. Bahkan aku jamin, setelah baca buku ini, kamu akan penasaran untuk baca seri Ther Melian 😋 Serius deh ✌😀
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,461 reviews73 followers
July 2, 2023
Novel ini berseting dua puluh tahun sebelum masa di Ther Melian Revelation. Seting utamanya adalah di kota Dominia, kota tempat para Elvar Terbuang dan Vier-Elv, hasil dari pernikahan Manusia dengan Elvar. Di bangsa Elvar, berlaku peraturan yang melarang pernikahan antara Elvar dengan Manusia. Mereka yang melanggar akan diasingkan dari Falthemnar sehingga kebanyakan akhirnya berkumpul di Dominia yang terletak di antara perbatasan wilayah Manusia dengan Elvar.

Awal novel ini sudah diceritakan begitu mencekam karena sang tokoh utama wanita, Elya, seorang vier elv, melihat sungai Arquus menjadi merah karena darah sepasukan Elvar yang tewas tercabik-cabik di dekat situ. Namun, ternyata masih ada satu orang yang selamat, seorang Shazin yang hilang ingatan, yang kemudian diberi nama "Lucca", alias anak hilang.

Dari awal misteri di balik hilangnya ingatan Lucca yang disajikan sangat membuat penasaran dan bersemangat mengikuti ceritanya. Twist-nya berlapis dan menambah ketegangan. Musuh terakhirnya benar-benar susah dikalahkan dan itu bikin makin geregetan. Kesan menyenangkan itu semakin bertambah karena tokoh-tokoh dari tetralogi inti seperti Valadin, Ellanese, Reuven muncul serta berperan penting dalam cerita. Ada juga sih yang kemunculannya cuma jadi cameo seperti Izahra dan Karth (Kemunculan Karth walau cuma cameo bikin senyum-senyum sendiri).
Profile Image for Jam Jam.
28 reviews2 followers
February 18, 2018
Lebih HOROR dari keempat seri utama, atau hanya perasaanku saja? 😅
Senang bertemu Ellanese yang masih WARAS, sayang hanya sekejap 😂.

Setelah membaca keempat seri Ther Melian, spin off yang satu ini cukup mengobati kerinduanku terhadap tokoh-tokoh Ther Melian. Sebut saja Valadin, Ellanese, Reuven, Karth dan Izahra. Sayangnya, tokoh utama Recollection ini tak menarik perhatianku, biasa saja tak terlalu kuat. Dan bisa dibilang bumbu romansa di seri ini sangatlah kurang,. Tokoh Elya disini tak sekuat Vrey dan Lucca pun tak semenarik Valadin dan Leighton.

Seri ini dipenuhi dengan Necrus, bertemu Necrus dan Necrus lagi. Mungkin karena ini, kusebut lebih horor dari seri utama. Untungnya tak membuatku bosan. Nilai lebih seri ini adalah pemutar balikan fakta yang membuatku berpikir ulang dua kali. Yang awalnya kukira putih ternyata hitam, yang kukira hitam ternyata tak sehitam itu, ada banyak hal abu-abu di dunia ini. Penulis sukses membuatku terseret kesana kemari, mendukung pihak yang menurutku benar. Sekali lagi, Ther Melian memuaskan hasrat fantasiku. Ther Melian tak pernah mengecewakan aku.

I'm your fans, Ther Melian! The best local fantasy 👍

Ku tunggu karya berikutnya ~
Profile Image for Gabrielle.
156 reviews12 followers
July 16, 2021
Secara singkat novel ini mengenai Lucca yang kehilangan ingatan ditengah misinya dan kemudian ditemukan oleh Elya yang sedang berburu. Novel fantasi lokal pertama yang aku baca dan lumayan kusukai.

Latarnya digambarkan dengan jelas, dimulai dari tempat, budaya dan sejarah Dominia dan Bangsa Elvar, dibantu oleh ilustrasi yang juga membantu. Aku juga suka penulisannya yang sudah punya ciri khas sendiri sehingga bisa menikmati novel ini hingga akhir. Hubungan antara Lucca dan Elya pun juga maniss walaupun jarang disinggung. Dan tentu saja aksi serta pertarungan yang dialami mereka dan kawan-kawan dalam pengembalian ingatan Lucca.

Yang agak disayangkan mungkin ada pada penyelesaian konflik yang terlihat agak mudah diselesaikan, juga dramanya, terutama dramanya wkwkw *he* tapi secara keseluruhan aku suka dengan prekuel Ther Melian ini dan tertarik untuk membaca seri tersebut. Plot twistnya cukup mengejutkan :'')
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Rawi Muin.
2 reviews
April 8, 2019
Ini adalah buku pertama karya Shienny M.S. yang saya baca sekaligus memperkenalkan saya pada dunia Ther Melian yang penuh petualangan. Saya juga belum pernah baca tetralogi Ther Melian sebelumnya. Yah, rasanya agak terlambat bagi saya untuk mengenal novel ini.

Tapi karena buku ini tidak ada kaitannya dengan tetralogi sebelumnya, jadinya saya tidak kebingungan saat membacanya meskipun memiliki alur yang cukup rumit. Meski begitu, alur tetap solid dan saling berkaitan satu sama lain sehingga masih mudah dicerna.

Hampir semua karakter dalam novel ini juga dimanfaatkan dengan baik di mana kisah tidak hanya berfokus ada dua tokoh utama saja, yaitu Elya dan Lucca. Selain itu, cara penulis mendeskripsikan para tokoh juga tidak berlebihan dan membuat pembaca membangun imajinasi sendiri terhadap para tokoh.
Displaying 1 - 30 of 43 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.