Jump to ratings and reviews
Rate this book

Happy Little Soul

Rate this book
BELAJAR MEMAHAMI ANAK DENGAN PENUH CINTA

"Ndak apa-apa, itu namanya be-la-jar." Atau, "Sorry..." seru Kirana sambil tersenyum dengan tatapan mata teduhnya yang siapa pun pasti tak bisa menolaknya.

Please... Sorry... Thank you... adalah kata-kata tulus nan menggemaskan yang kerap disampaikan oleh Kirana ketika bermain. Baginya, belajar dari kesalahan is okay. Dan bagi Ibuk, dia justru banyak belajar tentang sabar dari sang anak, Mayesa Hafsah Kirana.


Life is an adventure. Cerita petualangan Ibuk dan Kirana di
Happy Little Soul ini mengajak kita semua‒kakak, adik, orangtua, calon ayah atau ibu, dan sebagai apa pun perannya‒untuk belajar hal-hal sederhana mengenai kasih sayang dan belajar bersama mewarnai kehidupan dengan lebih baik.

202 pages, Paperback

First published April 1, 2017

180 people are currently reading
1874 people want to read

About the author

Retno Hening Palupi

4 books48 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
749 (57%)
4 stars
365 (28%)
3 stars
122 (9%)
2 stars
34 (2%)
1 star
23 (1%)
Displaying 1 - 30 of 167 reviews
Profile Image for yun with books.
724 reviews244 followers
June 19, 2017


@retnohening adalah salah satu akun selebgram yang saya ikuti sejak pengikutnya masih 400k. Sekarang pengikutnya sudah hampir 900k. Belum lama juga saya mengikuti akun tsb, sekitar setahun yang lalu, mungkin. Akun tsb adalah akun ibu muda yang selalu memposting video aktivitas sehari-hari anak perempuannya yang berusia 3 tahun, bernama Kirana (atau biasanya Kinana).
Mengapa saya sangat suka sekali dengan akun Ibook/Ibuk @retnohening? Karena saya bisa melihat bahwa Kirana merupakan anak yang cerdas dan memiliki empati tinggi untuk usianya. Tidak jarang saya tertawa dan pula menangis terharu saking gemas dan berpikir, "Kok bisa anak sekecil ini merasakan hal seperti ini," yang mana orang dewasa pun terkadang lupa melakukan hal-hal baik tersebut. Pokoknya saya fans berat Ibuk dan dari dulu kepengen banget tau gimana caranya Ibuk mengasuh dan mendidik Kirana sampai Kirana jadi anak kecil yang selalu happy dan terus tertawa.

Akhirnya, setelah tau Ibuk bekerja sama dengan GagasMedia (atau lebih tepatnya GagasMedia yang mencoba bekerja sama dengan Ibuk), keluar lah buku Happy Little Soul, yang pada saat saya beli bukunya sudah sampai cetakan ke-7! WOOOW! Padahal baru beberapa bulan saja, saya sudah ketinggalan sekali... hehehe tapi tidak apa! Saya tetap happy.

Jadi, secara teknis penulisan dan konten, memang terbilang biasa banget. Yah cerita ibu-ibu dalam mengurus anaknya dari anaknya lahir hingga balita, namun mengapa saya kasih bintang 5?
Karena, jika kalian adalah pengikut setia akun Instagram @retnohening, maka kalian akan melihat bahwa di dalam buku Happy Little Soul itu seperti bentuk tekstual dari yang biasanya kegiatan Kirana yang hanya kita lihat secara visual. Saya suka bahwa di balik terbentuknya karakter Kirana yang seperti itu, adalah berkat kerja keras Ibuk yang sabarnya gak ada batasnya dan kegigihan. Terharu sih membacanya, tapi juga tidak membosankan. Membaca buku ini rasanya seperti sedikit lebih dekat lagi dengan kehidupan Ibuk & Kirana, penampilan buku yang warna warni juga membuat pembaca jadi tidak bosan membacanya. Pokoknya saya suka banget. Dan buku ini juga cocok bagi mom-to-be, tidak hanya bagi ibu-ibu yang sudah punya anak saja. Kontennya lucu ada gambar-gambar Kirana dan tips-tips membuat permainan sendiri bagi Kirana. Bermanfaat banget pokoknya!

Mungkin, ketika membaca buku ini akan terlihat seperti, "Ini kayaknya Ibuk-nya aja yang bertugas ngasuh Kirana, peran Ayahnya sedikit banget." Believe me! kalau kalian sekali lagi menengok akun @retnohening, akan terlihat pula bahwa memang Ibuk adalah full time mother yang jelas pasti menghabiskan waktunya dengan Kirana, tetapi bukan berarti Ayah Tatang tidak berkontribusi, masih ingat saya ketika Ibuk mem-posting video Kirana yang senangnya minta ampun ketika dibelikan sepatu roda sama Ayah Tatang, itu video sampai saya jadikan favorit karena saking ikutan senang melihat Kirana senang. Ayah Tatang juga sering mengajak Kirana bersepeda apabila Ayah sedang libur. Intinya, Ayah sibuk kerja juga buat kebaikan keluarganya, mencari nafkah.

Good job Ibuuukkk! Semakin cinta sama Ibuk, berharap suatu saat nanti saya bisa menjadi ibu yang baik dan sabar seperti Ibuk, berharap supaya anak saya kelak menjadi seperti Kirana. Walaupun sebenarnya masih lama sih, nikah aja belom! hahaha..

Profile Image for Denna.
70 reviews28 followers
April 19, 2017
"Your children will become who you are, so be who you want them to be." –David Bly

Sejak menjadi salah satu penggemar Kirana di Instagram, saya jadi merasa malas melihat anak-anak Instagram lain hahaha. Itu karena karakter dan kepribadian Kirana secara tidak sadar terpatri dalam kepala saya, dia sangat cerdas dengan perilaku yang juga baik untuk anak seumurannya. Hal itu membuat saya jadi agak sulit menikmati kelucuan anak IG lainnya karena tidak ada yang bisa menyamai Kirana. I mean, ya pasti memang tidak ada yang sama sih karena anak itu berbeda-beda, yang saya maksud lebih ke kecerdasan dan kepribadian tadi. Saya selalu merasa kagum setiap ada video baru yang diunggah Ibuk, wow, ada ya anak seperti Kirana. Jadi begini rupa anak yang penuh doa :)

Kemudian, mungkin seperti kebanyakan pengikut Ibuk di Instagram, dalam hati saya pun muncul keinginan untuk kelak mempunyai anak yang kemudian saya didik supaya dapat tumbuh menjadi seperti Kirana. Padahal saya sudah cukup menetapkan hati untuk bertendensi pada kemungkinan tidak menikah xD Nah, lho. Memang sebegitu dahsyatnya efek Ibuk dan Kirana.

Ketika muncul post Ibuk perihal buku Happy Little Soul, tentu saja saya langsung semangat. Buku berisi pengalaman Ibuk dalam merawat dan membesarkan Kirana sampai jadi seperti sekarang ini, pasti akan menarik dan berisi banyak tips dan trik yang bermanfaat. Dan memang benar, setelah membacanya saya jadi lebih punya gambaran pola didik seperti apakah yang dirasa cukup berhasil untuk diterapkan pada anak. Lewat buku ini, saya sedikit banyak bisa mengintip karakter Ibuk juga. Lagi-lagi membuat heran, Ibuk terasa begitu menyejukkan. Sure, she's not perfect. Nobody is. Tetapi Ibuk terus berusaha untuk menjadi seseorang yang lebih baik, untuk dirinya sendiri dan tentu saja untuk Kirana.

Ibu saya sendiri adalah seorang pendidik PAUD, sehingga saya sedikit banyak tahu juga tentang dunia tumbuh kembang anak usia dini. Saya kerap mendapat cerita tentang bermacam-macam karakter anak usia balita, dan kadang saya sampai terkejut mendengarnya. In a bad way. Salah satu cerita yang paling mengejutkan adalah ada anak seumuran Kirana yang kerap mengeluarkan omongan bernada merendahkan orang lain. I was like, what???? Kok bisa?? Menurut saya, anak sekecil itu seharusnya bahkan tidak tahu konsep merendahkan orang lain. Seram sekali, dia belajar dari mana hal seperti itu? Apakah karena terbiasa melihat orang-orang di sekelilingnya melakukan hal tersebut? Ataukah dia belajar malah langsung dari orangtuanya? :(

Saya rasa banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari buku ini, dan siapapun akan dapat menikmatinya. Pengalaman-pengalaman Ibuk dan Kirana mungkin bisa membuka mata dan menginspirasi banyak orang. Betapa membesarkan anak merupakan suatu tugas yang mulia dan tidak main-main. Saya akan merekomendasikan buku ini ke orang-orang di sekitar saya, semoga akan banyak 'Kirana-Kirana' lain yang tumbuh besar esok hari. Love you, Baby Cat! Senang yaa, mau punya adik. Semoga Kirana dan keluarga selalu dalam lindungan Tuhan.
Profile Image for Zulfy Rahendra.
284 reviews76 followers
October 31, 2017
Punya anak itu susah. Bukan cuma urusan membesarkan dan merawat. Karena kalo iya segampang itu apa bedanya sama miara kucing. Punya anak berarti juga soal kesiapan mendidik. Siap bertanggung jawab sama akan-menjadi-seperti-apa-si-anak-ke-depannya.

Lalu ada Kirana. Mayesa Hafsah Kirana. Anak yang umur 3 taun udah bisa bilang “sorry” dari hati, nangis nonton Finding Nemo, nenangin ibunya ketika ibunya gusar ga sabar. Alangkah ajaibnya anak ini. Apa Kirana terlahir jadi anak kayak gitu? TENTU TIDAK, PEMIRSA.

Membaca Happy Little Soul, membaca berbagai upaya Ibuk menjadiakan Kirana manusia yang baik bikin saya belajar banyak. Bahkan Ibuk pun sampai saat ini masih belajar menjadi ibu yang baik. Orang yang ambang batas sabarnya jauh di atas saya aja masih belajar coba. Lebih banyak yang komen pengen punya anak kayak Kirana daripada pengen jadi perempuan kayak Ibuk. Dikira gampang ngajarin anak biar tinggi empati dan ekspresif gitu? Kok saya malah makin takut punya anak ya? Bisakah saya jadi perempuan sesabar dan setelaten Ibuk biar anak saya ngerti empati dari kecil?

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari buku Happy Little Soul. Mungkin kebanyakan sebenernya dasar-dasar aja, dan terus terang aja banyak hal yang diulang-ulang di buku ini. Tapi selebihnya worth to read. Terutama buat calon ibu. Bahasanya juga enak dibaca. Bisa belajar banyak gimana caranya bikin anak jadi lebih peka, lebih empati, lebih ekspresif. Ibuk di buku ini menekankan anak bisa kayak gitu itu ga bisa instan. Kepekaan dan keceriwisan Kirana sekarang itu hasil didikan seumur hidup Kirana. Dari lahir sampe sekarang ya Ibuk ngajarinnya begitu. Bukan pelajaran sekolah yang jadwalnya sehari cuma 3 jam, misal. Bukan juga soal jenis permainannya, pilihan bukunya, tontonan youtubenya, jenis susunya, ibunya working mommy atau full-time mommy-nya. Ini soal kebiasaan mengajarkan anak empati. Soal kesabaran ngajarin anak jadi peka. Ya ga bisa juga kayaknya kalo ngarep anaknya jadi kayak Kirana tapi ibunya instead of fokus maen, bonding, dan ngedengerin dan nanggepin anaknya cerita malah kitdikit update status atau buka ig lambeturah. Agak susah ya, Bu, kalo gitu.

Sesering apapun Ibuk bilang kalo dia juga sering habis sabar sama Kirana, tetep aja di buku keliatannya gampang. Belom aja ngerasain punya anak sendiri. Karena emang, membaca itu gampang. Bikin anak juga gampang. Enak lagi katanya. Yang susah ya praktik sabarnya itu. Telatennya itu. Dijadiin habitnya itu.

Jadi, udah siapkah saya punya anak?
Profile Image for Melani Ivi.
55 reviews5 followers
July 30, 2018
“Your children will become who you are, so be who you want them to be.” – David Bly

Buku ini memang merupakan buku parenting, namun konsep yang ditawarkan bukan ‘how to...’ yang kaku seperti buku-buku nonfiksi biasanya. Penulis yang menyatakan diri ‘hanya’ ibu rumah tangga biasa yang masih harus banyak belajar lagi ini lebih menggunakan pendekatan ‘sharing’ ketimbang ‘menggurui’.

Disajikan dalam bab-bab yang runut, diawali dengan kisah selama masa kehamilan, melahirkan, menyambut sang bayi mungil, hingga menjalani keseharian hingga usia Kirana menginjak tiga tahun. Disisipi juga beberapa foto, surat tulisan tangan penulis, corat-coret hasil kreativitas Kirana, dan ilustrasi khusus dari tim ilustrator yang berwarna dan menggemaskan di sepanjang buku. Selain itu, kertas buku berwarna-warni sehingga tampilan lebih menarik. Ada tip berupa poin-poin dalam beberapa babnya, tapi tetap dengan gaya bahasa bercerita yang ringan. Bahkan ada resep makanan favorit dan cara membuat mainan kreasi sendiri yang mudah. Diceritakan juga perjuangan Ibuk merawat Kirana yang istimewa dengan dermatitis atopi-nya, yang selalu menjadi perhatian orang-orang terdekat dan bagaimana Ibuk menyikapi.

Buku ini mungkin memang tidak setebal dan sedetail buku parenting lain dalam memerinci referensi dan informasi pengasuhan anak, tapi tetap saja saya mendapatkan banyak pelajaran, hikmah, dan pesan yang bagus darinya. Karena didasarkan pengalaman nyata seorang ibu muda yang belajar mengasuh dan mendidik anaknya dari nol, saya bisa turut merasakan suka-dukanya dan merasa lebih terkoneksi. Mempersiapkan kehadiran seorang anak nyatanya tak semata perkara kesiapan materi, namun yang lebih utama dan ‘berat’ justru perkara kesiapan mental dan ilmu. Setiap langkah dan usaha harus senantiasa dibarengi dengan niat ikhlas dan doa. Setiap anak pun unik, sehingga tak mungkin apa yang dialami setiap ibu akan sama persis. Oleh sebab itu, kesabaran tiada batas harus selalu ditanamkan dan dipahamkan, baik pada sang ibu maupun ayah. Kerja sama tim ‘ayah-ibu’ dalam pengasuhan juga tidak kalah penting. Sebagai pasangan, harus memiliki kesadaran untuk saling membantu memikul tanggung jawab bersama. Dan dari yang saya ketahui, bantuan sekecil apa pun dan dukungan dari pasangan berdampak besar bagi kebahagiaan seorang ibu. Dan tentu saja jika ibunya bahagia, anaknya pun bisa merasakan dan tumbuh dengan bahagia juga. Poin penting lain yang saya catat dari buku ini adalah dalam hal membangun komunikasi aktif antara ibu dan anak. Ibuk Retno membiasakan diri selalu mengajak Kirana berbicara, bahkan semenjak si kecil belum paham dan atau belum bisa menanggapi balik. Nyatanya, upaya konsisten ini menunjukkan hasil positif di kemudian hari. Selain tumbuh sebagai anak yang cepat perkembangan bahasanya, Kirana juga pintar merespon emosi dan tumbuh menjadi pribadi yang empatik.

Secara keseluruhan, buku parenting yang satu ini sangat direkomendasikan bagi para ibu muda, calon ibu maupun ayah, dan pembaca umum yang membutuhkan ‘sahabat’ dalam mencari ilmu tentang pola pengasuhan anak. Gaya bahasanya yang ringan mudah dipahami dan tidak membosankan. Mungkin ilustrasi hanya perlu diperjelas lagi di bagian resep dan tip, selebihnya tidak masalah. Saya juga sangat suka dengan cover dan bookmark-nya.

“Berbahagialah, Ibu. Anak yang bahagia pasti dibesarkan oleh seorang ibu yang tidak lupa berusaha membahagiakan dirinya juga.” (hlm.194)


Profile Image for Steven S.
705 reviews66 followers
June 19, 2017
Asyikk. Kirana lagi ke Indonesia.



Mungkin berkunjung ke kampung halaman sekalian mudik orangtuanya, pikir saya.



Oh iya, saya sedang membicarakan anak perempuan mbak @retnohening, sosok kecil menggemaskan yang videonya di instagram sangat lucu. Aduhh meski nggak follow akun mbak Retno setiap kali melihat Kirana, saya pasti happy. Poninya itu loh duuh gemesin.



Setelah tahu ibuk menuliskan kisahnya mengurus Kirana, saya segera mencari dan membeli bukunya secara online.



Kesan membaca



Ternyata setelah menamatkan "Happy Little Soul", saya salut akan dedikasi dan keiklasan ibuk dalam membina sang buah hati. Syukurlah kita bisa mengetahui suka duka ibuk dalam mengurus Kirana yang pintar dan supeer cute. Pun menjaga Kirana tidak semudah yang kita bayangkan. Lewat potongan cuplikan video yang direkam orangtuanya, kita bisa gemas dengan tingkah pola si kecil Kirana. Tapi dibalik itu semua ada perjuangan tak kenal lelah dari ibuk dan ayah.





Di buku warna-warni terbitan Gagas Media ini, Retno Hening Palupi berbagi kisah membesarkan sang putri. Dari awal kelahiran hingga tips keseharian berkegiatan dengan si sulung.



Ibuk bukan supermom, apalagi wonder woman ya, tapi dengan apa adanya ibuk selalu berusaha berbuat yang terbaik untuk anaknya. Itu esensi yang coba saya tangkap dari "Happy Little Soul."



"Kirana terima kasih untuk semua cinta yang tak pernah ibuk bayangkan bisa ibuk terima. Hal. 187."




"Menjadi ibu adalah tentang belajar. Belajar dari anak kecil yang tidak mengenal dendam. Kesabarannya tak terbatas, tetap cinta dan mencari meskipun sudah dimarahi."




Sampai pada ulisan ini, nampaknya menjadi ibu adalah sebuah panggilan mulia. Terima kasih ibuku. Hehehe.



Buku "Happy Little Soul" mungkin tidak terkesan rumit dengan teori parenting kekinian, namun isinya yang dari hati ini memberikan inspirasi tak terbilang bagi para pembaca. Buku ini saya rekomendasikan untuk dibaca calon ibu, calon bapak juga boleh, dan semua orang yang menyenangi Kirana.



Terima kasih atas sharing dan curahan hatinya ibuk, semoga selalu diberi keberkahan dari yang Maha Kuasa.
Profile Image for Jingga.
56 reviews15 followers
September 30, 2020
Ibook Retno Hening menceritakan pengalamannya dari awal mengandung Kirana sampai bagaimana ia dan suaminya merawat dan membesarkan Kirana menjadi anak perempuan yang rendah hati, memiliki empati yang tinggi, penyayang, pintar, solehah dan menggemaskan. :)

Salut sama pola parenting Ibook. Terlihat sederhana tapi sebenarnya butuh konsistensi dan kesabaran yang tinggi dalam menerapkannya. Ibook berkali-kali bilang di bukunya bahwa Ibook hanyalah ibu rumah tangga biasa yang masih memiliki banyak kesalahan dan bukan ahli parenting, tapi saya tetap merasa bahwa atas izin Allah, pola didik Ibook terhadap Kirana berhasil. Yang saya kagumi sekali dari Kirana adalah, kepekaan dan kelembutan hatinya. Saya bercita-cita bila nanti Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk menikah dan punya anak, saya mau adaptasi beberapa pola didik yang Ibook terapkan terhadap anaknya.

Terimakasih Ibook sudah menuliskan buku ini!
Profile Image for Ang Goen.
2 reviews
June 11, 2017
Kirana! this cute little girl caught my attention when her mom told her stories on instagram. Has been follow her since. When Retno Hening mentioned that her new book is coming, it was a surprise. I have no kids but I can learn something from her book. Still reading it....
Profile Image for Ashri.
133 reviews6 followers
December 22, 2017
Untuk ukuran bukan penulis profesional, buku ini cukup bagus.
Profile Image for Anneadzkia Indriani.
53 reviews4 followers
August 27, 2017
Suka dengan cover-nya adalah alasan pertama saya menggamit buku ini dari rak toko buku. Baru saya buka beberapa bulan kemudian. Saat quick scan melihat tentang apa sih bukunya, saya kaget juga, karena ternyata merupakan catatan harian mb Retno tentang anaknya yg berusia 3 tahun.

Well, kurang cocok sepertinya buat jd bacaan saya. Anak saya udah 13 dan 9 tahun, jeh (saya bukan follower mbak Retno di IG, jd gak kenal beliau). Hihihi. Tapi tetep saya baca, meski nggak semua. Yang utama sih "mengintip" gaya menulis dan mengemas buku ini. Krn saya sedang dalam proyek mengumpulkan semua curhat juga (syukur2 jadi buku ya).

Bukunya bergaya kekinian, ada ilustrasi, handwriting n warna-warni. Font-nya enak dibaca, nggak bikin sakit mata. Saya suka.

Sukses buat mb Retno dgn aktifitas bersama Kirana ya. Saya kasih bintang 3,5.
Profile Image for Kania Sukma.
12 reviews13 followers
June 26, 2017
Buku ini mengajarkan tentang cinta. Proses mengasuh dan membesarkan anak memang tidak akan sukses dilakukan tanpa ada motivasi super kuat berupa kekuatan cinta yang amat besar dari seorang ibu. Saya diajak menyaksikan 'drama' dan tantangan yang mungkin dihadapi ibu dalam proses mendampingi tumbuh kembangnya seorang anak, hal-hal yg sepintas remeh tapi berarti besar. Thanks ibuk, saya merasa beruntung bisa membaca buku ini lebih awal.

"Menjadi ibu adalah tentang jatuh cinta setiap hari kepada anak dan suami, tentang belajar bersabar tiada henti, dan tentang menguji keikhlasan yang dimiliki. Kita bisa menemukan kekuatan yang tak sangka dimiliki, dan melakukan segala sesuatu yang rasanya tak mungkin dikerjakan, tetapi akhirnya bisa dilalui."
Profile Image for Andi Lintang.
228 reviews17 followers
February 3, 2023
Sebuah buku full-color dan penuh dengan gambar-gambar lucu yang memuat pengalaman keseharian Ibuknya Kirana (Mbak @retnohening) bersama Kirana.

Dengan menggunakan POV orang pertama, di buku ini, Ibuk berbagi pengalaman terkait kehamilan dan pangasuhan anak. Bagaimana Ibuk menjalani kehamilan tanpa suami yang berada di Oman, masa-masa menyusui, menyapih, fase GTM, dan penyakit eksim yang diderita Kirana. Sampai Kirana tumbuh menjadi gadis kecil yang rendah hati dan berempati tinggi.

Membaca buku ini aku merasa diajak curhat sama Ibuk. Ibuk sharing dengan bahasa yang gampang dipahami dan tidak menggurui. Ibuk lebih banyak memberikan contoh-contoh keseharian dibanding teori yang kadang sulit diterapkan. Selain contoh, Ibuk juga memberi ide dan tips dalam menemani anak bermain dan belajar.

Aku terlambat membaca buku ini karena kedua anakku, Rayyan dan Ruqayyah, sudah menginjak usia balita. Tapi, tidak ada kata terlambat untuk belajar, kan?😉

Bagian yang paling aku suka adalah mengajarkan anak sharing. Bagaimana Ibuk mengajarkan cara sharing yang bisa dipahami Kirana, karena diusia Kirana, “Mine is mine”. Ini yang sedang kuhadapi sekarang di mana Rayyan masih sulit berbagi apapun ke adiknya.

Aku juga suka cara Ibuk memberikan apresiasi kepada Kirana, sekecil apapun hal yang berhasil dilakukannya. Ini juga yang berhasil kuterapkan kepada Rayyan dan Ruqayyah. Dengan mengatakan “wah bagus sekali!” dengan ekspresi yang cerah melihat coretan warna-warni mereka, membuat mereka senang dan percaya diri☺️

Buku ini sangat cocok dibaca oleh “new mom” yang akan atau sedang merasakan penatnya mengasuh anak.. karena sesungguhnya tidak ada ibu yang sempurna, tapi semua ibu akan melakukan yang terbaik untuk anaknya.😊
Profile Image for Marina.
2,042 reviews361 followers
May 27, 2017
** Books 171 - 2017 **

Buku ini untuk menyelesaikan Tsundoku Books Challenge 2017 dan 30 Hari Membaca

3,6 dari 5 bintang!


Saya salah satu pengagum ibook dan kirana di salah satu media sosial. Tidak kunjung jarang tingkah polah kirana membuat saya ketawa geli dan gemas sekali. Di suatu sisi saya merasa penasaran dengan apa saja yang dilakukan ibook sehingga Kirana bisa tumbuh menggemaskan, perhatian dengan lingkungan sekitarnya dan cerdas untuk balita usia 3 tahun >__<

Tidak sia-sia saya membeli buku ini karena saya salut perjuangan jatuh bangun ibook yang pernah keguguran lalu berusaha berkomunikasi dengan Kirana sejak dimulai 0-6 bulan, 6 bulan-1 tahun, 1-3 tahun dengan cara yang berbeda-beda. saya salutnya lagi ibook sudah mengenalkan Kirana cara berempati dengan sesamanya bahkan sudah mulai memberikan tanggung jawab contoh membersihkan rumah dengan kirana diikutsertakan dalam mengelap-ngelap kaca. Hebatnya Ketika Ibook sudah mengatakan ingin membersihkan rumah Kirana sudah paham dan berinisiatif membantu ibooknya T.T saya juga terharu ketika melihat video Kirana yang membersihkan permainannya sendiri tanpa bantuan ibook yang ternyata saya baca didalam buku ini tidak mudah mengajarkan konsistensi kepada si anak. Buku ini juga dihiasi dengan DIY permainan-permainan interaktif yang bisa melatih sistem sensorik si anak jadi tidak perlu membeli mainan bahkan kita orang awam bisa membuatnya :)

Terima kasih ibook atas inspirasinya! Saya jadi ingin kelak mendidik anak saya seperti ibook ke kirana XD
Profile Image for Afifah.
409 reviews17 followers
November 18, 2017
Dari fisiknya, aku sebetulnya kurang suka dengan warna-warni dalam buku yang menurutku terlalu berlebihan. Kayaknya favoritku hanya ilustrasi yang ada di setiap awal bab saja. Itupun banyak yang terpotong pas di tengah-tengah, jadinya kurang bagus.

Dari segi content, aku suka bagaimana Ibuk berusaha untuk menuliskan kisahnya dalam membesarkan Kirana. Dari mulai sebelum hamil, saat kehamilan, hingga membesarkan Kirana yang memiliki dermatitis atopik. Sebagai orang dewasa aku nggak kebayang rasanya gatal-gatal di kulit, apalagi Kirana yang masih kecil :(

Secara keseluruhan, aku cukup suka dengan tips dan trik yang disampaikan oleh Ibuk dalam membesarkan Kirana. Dan buku ini juga jadi membuatku berpikir, kalau sudah punya anak apa aku mau tetep kerja atau stay at home ya? Entahlah

Jadi 4 bintang untuk buku yang manis ini :D
3 reviews1 follower
December 14, 2017
good book, give education but not "menggurui"
Profile Image for Afrianti Pratiwi.
100 reviews28 followers
January 3, 2018
Baru beberapa hari ada pengumuman dari Gagas Media soal penerbitan ulang buku Happy Little Soul dengan hardcover. Peluncuran buku bersampul baru itu diiringi adanya acara talkshow bersama Ibuk Retno Hening dan Kirana. Semua orang yang mengenal Kirana dari instagram Ibuk @retnohening tentunya nggak ingin melewatkan momen langka ini. Pasalnya, Kirana dan Ibuk tinggal di Oman dan kedatangannya ke Jakarta hanya dalam rangka lebaran. Dan saya kurang beruntung karena tidak mendapatkan tiket acara tersebut.

Well, saya di sini mau membahas soal buku karya Ibuk Retno Hening yang berjudul Happy Little Soul. Yup, siapa sih yang nggak kenal Kirana saat ini? Anak berusia tiga tahun yang terkenal cerdas ini mampu menarik perhatian seluruh pengguna instagram, khususnya orang Indonesia—yang memang nggak bisa lihat anak kecil lucu sedikit saja.

Buku Happy Little Soul diterbitkan beberapa bulan lalu melalui sistem PO, namun baru beberapa jam rilis saja di semua toko buku online sudah langsung sold out. Entah daya magis apa yang juga membuat saya mau membeli buku ini dengan segera. Kecintaan saya sama Kirana kayaknya bisa membuat saya mau membeli apa saja yang ada hubungannya sama Kirana, terlebih lagi ini buku.

Sebelum mendapatkan bukunya, saya sudah meyakini bahwa buku Happy Little Soul akan berisi soal ilmu-ilmu parenting yang diberikan oleh Ibuk kepada para pembaca. Melalui buku ini, Ibuk menceritakan sejak awal proses Kirana masih dalam kandungan hingga sekarang berusia 3 tahun. Rasanya seperti membaca diary seorang Ibuk.

Saya seringkali melihat video-video KIrana yang diupload oleh Ibuk di instagram, ceria sekali, saya pikir waktu itu. Tapi ternyata, Ibuk juga sering marah-marah ketika Kirana selalu menggaruk tangannya hingga berdarah. Saya pikir itu sebuah kewajaran karena seorang ibu tidak ingin melihat anaknya terluka. Well, saya sendiri belum tau apakah bisa menahan emosi seperti Ibuk atau tidak.

Tidak hanya cerita, banyak panduan bermain dan belajar ala Ibuk dan Kirana khususnya untuk para orangtua yang baru memiliki anak pertama. Yang paling saya kagumi adalah bagaimana cara Ibuk selalu berusaha mengajak ngobrol Kirana dalam situasi apapun. Sehingga, Kirana tidak merasa diabaikan. Saya yakin, sekalipun bayi belum bisa bicara, tapi ada komunikasi nonverbal yang dilakukannya untuk menyampaikan pesan, misalnya melalui tangisan. Ya, sebisa mungkin ajak anak bicara, supaya mereka tahu kalau kita memperhatikan mereka.

Selain itu juga ada tips-tips bermain atau membuat permainan sederhana sesuai usia anak, misalnya mengenal warna, bentuk, tekstur, nama hewan/buah/benda, dan sebagainya. Saya sempat berpikir kalau menjadi ibu itu harus kreatif dan inovatif supaya anak tidak bosan dengan permainan yang dimainkan bersama orangtua.

Saya suka juga bagian ketika anak disuruh menceritakan ulang setelah menonton atau membaca sesuatu. Jadi, anak dilatih untuk bisa berani dan percaya diri menyampaikan apa yang diketahuinya kepada orang lain. Selain melatih daya tangkapnya, ia juga dilatih untuk menggunakan panca indera dengan baik.

Buku Happy Little Soul ini sungguh buku yang sederhana, sampulnya yang ceria juga bikin saya makin jatuh cinta. Belum lagi isinya yang full color, bikin nggak bosen buat bacanya. Plus, ada ilustrasi gambar di setiap babnya. Bikin makin gemes sama Kirana. Hehehe. Pokoknya, buku ini cukup cocok buat para ibu dan buat usia dewasa muda—yang udah siap dinikahin, tapi belum punya bekal ngurus anak—kayak saya. Membaca buku ini adalah pengetahuan dalam hiburan. Ilmunya ada, tapi dikemas dengan ringan.

Hm… udah siap punya anak? Belum deh kayaknya. Hahaha.
Profile Image for Swety Retna.
138 reviews10 followers
May 14, 2017
Recommended deh!
Ketika membaca buku ini, kadang merasa telah melewatkan cara-cara mendidik anak yang baik yang seharusnya bisa aku lakukan pada anakku Aisha. Dari membaca buku ini aku belajar bagaimana seharusnya menjadi Ibu yang lebih baik, terutama saat menghadapi Aisha yang sering bangun malam dan mengajak bermain. Seringkali aku terpancing emosi saat Aisha bangun malam meminta main lah atau apalah padahal aku sudah ngantuk dan lelah, akhirnya seringkali marah pada Aisha. Waktu membaca buku ini, aku baru sadar, terkadang mungkin anak bangun dan mengajak main karena ia sulit tidur, seperti Kirana yang gatal-gatal karena sakitnya dan seharusnya aku berusaha menggendongnya atau membuatnya nyaman sehingga ia bisa kembali tertidur. Pastinya Aisha juga ingin tidur kembali tetapi ia susah tidur. Dan ternyata ketika dipraktekkan, betul... saat Aisha bangun malam dan mengajak main-main, aku mencoba sabar dan lalu menggendongnya, memeluk dan mengusap Aisha, ternyata Aisha bisa tidur kembali!
Banyak hal dalam buku ini yang memang sangat normal dialami banyak Ibu di dunia ini, namun mba Retno punya caranya sendiri untuk menghadapinya dan cara itu ternyata memang bagus. Cara-cara yang sebetulnya seharusnya terpikir oleh Ibu-ibu lain juga namun tak banyak yang memikirkannya dan melakukannya. Menghadapi anak dengan sabar! Yang paling aku ingat adalah, anak itu masih baru berada di dunia ini, ia masih harus banyak beradaptasi, karena itu kitalah yang harus sabar dalam menghadapi dan mengajarinya.
Ilmu-ilmu parenting memang banyak dan tampak mudah dijalankan, tetapi prakteknya tidak semudah itu. Namun mba Retno memberikan contoh menghadapi anak dengan cara yang lebih mudah dan mengena, mendidik dan menghadapi anak dengan cinta. Kita harus ingat terus betapa bahagianya kita bahwa Allah telah menganugerahkan pada kita seorang anak yang lucu, yang mungkin orang lain belum diberi karunia anak seperti kita. Karena itulah kita harus selalu ingat hal ini ketika akan marah atau ketika kita tak lagi sabar menghadapi tingkah anak kita yang kadang tak masuk akal dan menguras toleransi kita.
Dalam buku ini juga ada beberapa cara mba Retno dalam melatih Kirana berbicara, melatih Kirana menjadi anak yang kritis dan peduli pada sekitarnya, yang tentunya bisa dicontoh oleh kita. Membaca cara-cara mba Retno membuat saya sering berpikir dan berkata pada diri sendiri, kenapa saya ngga kepikiran melakukan ini dan itu juga ya? tapi masih belum terlambat kalau mau ikut menerapkan juga :-) meski ada beberapa permainan yang Aisha juga sudah diajarkan, tapi banyak juga permainan lain yang inspiring banget pokoknya.
Bagian akhir, yang tentang menjadi Ibu yang bahagia, komentar ku hanya begini: semua Ibu mengalaminya, ya, mba Retno tidak sendiri. Tetapi cara mba Retno menghadapinyalah yang mungkin berbeda, dan itulah yang bisa diambil hikmahnya agar kita semua bisa menjadi Ibu yang bahagia. Ada bagian yang sangat emosional disini, dan ga sadar bikin nangis, terharu.
Intinya, resep menjadi Ibu itu sabar...Sabarlah, karena tak selamanya mereka akan menjadi anak-anak yang selalu menempel dan mengikuti kita.
Profile Image for Lyliez Cholieshoh.
18 reviews
August 13, 2021
"Bagi saya, membacakan buku sewaktu dia bayi bukan tentang apakah dia harus paham isi bukunya, atau kata-kata yang saya sampaikan. Paham itu bonus. Saya lebih menekankan tentang membangun kedekatan saya dengannya, mengenalkan dia suara yg saya buat, ekspresi, dan menikmati waktu bersamanya." -Buku Happy Little Soul hlm. 77-

Saya sependapat dg Bu No (Retno hening, penulis buku little soul. Saat ini, saya sedang mengenalkan buku ke anak saya. Saya termasuk terlambat. Tidak seperti bu No yg membelikan buku sejak anaknya bayi, saya baru membelikan buku saat anak saya berusia 2 tahun. Dan baru saat berumur 4 tahun ini dia terlihat gandrung sekali dengan buku.

Setelah maghrib, dia selalu mengambil semua bukunya mulai dari buku berhitung, buku cerita, dan buku iqra. Semuanya disodorkan ke saya. Sesuka itu dia dengan buku padahal dia belum sekolah. Setelah mengaji iqra, dia lalu belajar berhitung, lanjut dibacakan buku cerita. Dia sudah hafal jalan cerita dari kelima buku ceritanya itu. Tapi, tetap saja ia minta dibacakan sebelum tidur. Alhasil, ketika dibacakan, dia loncat, kesana kemari, dan tidak fokus mendengarkan cerita. Iya, betul. Bukan tentang jalan ceritanya, tetapi tentang membangun kedekatan. Mungkin dia merasa diperhatikan ketika saya bacakan cerita, karena saya fokus membaca cerita tanpa disertai aktivitas lain.

Terima kasih bu No telah menyadarkan saya. Selama ini saya berfikir "percuma saya bacakan buku cerita yang sama tiap hari kalau anaknya sudah hafal seluruh isinya." Ternyata, bagi anak, itu semua sama sekali bukan tentang ceritanya. Tetapi tentang waktu yg kami habiskan bersama untuk membaca cerita dan perhatian yg ia dapatkan ketika dibacakan cerita.

Oh iya, tentang membaca buku ini hanya sekelumit kisah bu No & Kirana di bab 6: Bermain dan belajar. Ada banyak bab lain yg tak kalah menarik.

Buku ini lebih ke diary bu No dalam membersamai Kirana belajar dan bermain. Jadi, bahasanya pun sangat ringan karena sama sekali bukan berisi teori, melainkan pandangan pribadi bu No sendiri dalam mengasuh dan mendidik kirana.

Sudah berulang kali berusaha membaca buku ini tapi tak pernah selesai. Font-nya yang kecil dan rapat membuat saya sedikit bosan dan malas membaca. Padahal kalau mau baca sampai belakang, ada banyak hal yang perlu dicontoh seperti misalnya: ide crafting menarik yang bisa dikerjakan bersama anak, ide resep masakan dan bagaimana memasak bersama anak, cara mengajarkan sharing, berempati, dll.
Alhamdulillah akhirnya berhasil mengkhatamkan buku ini setelah bertahun-tahun terpampang di rak sampai kertasnya menguning dan sudah sobek di sana sini. Terima kasih temanku yg telah menghadiahi buku ini ketika anakku lahir, dan maaf aku baru menyelesaikan membacanya saat anakku sudah berusia 4 tahun 😂
Profile Image for Atique euqita.
150 reviews6 followers
May 8, 2017
3,5 bintang..
Sebenarnya untuk kontennya dan editingnya tidak lebih dari 3 bintang..tapi karena kirana ada di dalamnya maka..hahaha..

Kirana memang bocah special...dan di balik specialnya kirana sudah bisa ditebak siapa yang membuanya special..ibunya. sudah pasti.

Saya sangat penasaran dengan buku ini, karena sudah stalking IG kirana cukup lama dan mengabiskan kuota..😁 tapi gak merasa rugi tuh..
Mengenai isi buku ini, bagi yang rajin membaca caption setiap postingan ibook minimal bisa deh tau bagaimana pola asuh ibook tapi pengen tau lebih jauh.

Dan jujur saja, saya lebih menikmati caption2 setiap postingan ig ibook dan bisa membaca keseharian ibook tanpa buku ini. Apa yang disampaikan dalam buku ini juga sudah terbaca oleh saya disetiap postingan ibook yang humble dan tawanya yang renyah itu 😊😊. Dari beberapa postingan ibok saya bisa membaca karakter ibok, memahami keseharian ibok dibalik layar ig, dan bisa mengerti kepenatan ibok. Ibok is the best lah..😊

Masalah pada buku ini bukan karena cara penulisan atau bahasa ibook, tapi lebih ke editing buku ini yang menurut saya terkesan buru-buru. Banyak kalimat dari bab2 sebelumnya yang berulang, terkesan tak sistematis..iya ini memang bukan buku parenting dari seorang ahli melainkan kisah keseharian ibook bersama kirana, yang menurut saya jawaban dari setiap pertanyaan2 para follower yang penasaran dengan pola asuh kirana. Tapi setidaknya dari bab ke bab lainnya jangan ada konten yang terus berulang.

Saya juga sering membaca di instagram ibok, betapa banyaknya follower ig ibook yang pengin anaknya juga secerdas kirana,..atau bahkan persis seperti kirana. Tapi banyak yang tak sadar kalau mereka minta persis seperti kirana berarti harus siap sepaket dengan 'specialnya' kirana. Di sinilah peran besar ibook, yang bisa membentuk kirana menjadi special. Apakah yang meminta seperti kirana bisa siap dengan paketannya serta siap dengan kesabaran seperti yang ibook punya?.. 😊😊

Sebagai pembaca buku, maka editing dari buku ini menurut saya masih kurang,
Sebagai penulis buku ini yang mengaku kurang suka membaca sebelumnya *ibook..
Saya bisa bilang ibok luar biasa..well done ibook..😊😘 *ngikut gaya kirana

Profile Image for endang cippy.
275 reviews26 followers
September 19, 2017
Menjadi ibu adalah tentang jatuh cinta setiap hari kepada anak dan suami, tentang belajar sabar tiada henti, dan tentang menguji keikhlasan yang dimiliki. (Hal 193)

Buku ini bercerita tentang perjalanan kehidupan Kirana, anak dari penulis Retno Hening. Kisahnya yang berawal dari foto-fotonya di Instagram di rekam di dalam buku ini.

Bagaimana seorang ibu muda di usia di bawah 30 tahun memiliki seorang anak. Yang terpisah dari suami yang berkerja di luar negeri (negara Oman). Mulai dari proses kehamilan sampai dengan pengasuhan anak di lingkungan keluarganya di Indonesia sampai pengasuhan anaknya di lingkungan luar negeri.

Kirana dengan penyakit bawaan dari lahir. Penyakit kelainan kulit yang tidak memiliki membran pelindung yang rentan terhadap udara kotor dan makanan-makanan yang mengakibatkan gatal-gatal pada kulit. Yang membuat ibunya harus sabar menghadapi Kirana ketika penyakit gatalnya muncul sampai berhari-hari dan tidak bisa ditidurkan.

Untuk ibu-ibu muda milenia. Iya kamu yang mengenal gawai dengan baik. Jangan terlalu berharap pola pengasuhan anak dan orang tua akan dibicarakan detail di dalam buku ini. Karena ini jauh banget dari yang kamu harapkan. :D

Harap cari referensi detail tentang Parenting dari buku lain ya.. :D :D :D

Kenapa buku ini banyak dibicarakan di dunia maya:

1. Karena Kirana anak yang lucu. (lihat foto-fotonya di IG) udah melirik instagram penulisnya?
kalau belum, silakan cek instagram @retnohening yang followers-nya hampir menembus 1 juta orang
2. Dan akhirnya, buku ini menjadi Book Of The Year 2017 di Indonesia International Book Fair 2017

Buku terbaik belum tentu terbaik buat pembaca. Tergantung kita sebagai pembaca mau menilai darimana hahaha

Nilai dari aku : 3,5/5 (pendapat egois yang posting)

Kenapa?
Karena aku sudah melewati semua buku bacaan tentang parenting yang aku sendiri belajar dari komik bertema parenting. Jadi, buku ini tidak menggugah rasa ingin tahu diriku lebih dalam. Yang alur ceritanya aku nilai standar. Aku berikan nilai lebih karena perjuangan penulisnya menghadapi malam-malam penuh rintangan ketika penyakit Kirana kambuh. (^_^)







Profile Image for Herda Fatimah.
33 reviews4 followers
December 6, 2021
"Your children will become who you are, so be who you want them to be" -David Bly.


Waktu itu pernah nyeletuk didepan mamah "Mah mau beli buku parenting boleh ndak?" Karena waktu itu posisinya ada buku² lain yang belum dibaca akhirnya dijawab "Udah jangan beli-beli buku terus, kalo mau belajar jadi ibu ya belajar dari Mamah aja" aku ketawa karena itu artinya : "pagi-pagi habis sholat jangan main hp, tapi beres-beres rumah, kalo ada yang berantakan ya dirapihin, siapin makanan buat sarapan sekeluarga" dan sebagainya daan sebagainya. Terus sampai akhirnya beli dan selesai baca buku ini, aku nggak bisa bohong kalo apa² yang penulis tulis disini semuanya memang bener-bener udah dan masih dipraktekin sama mamahku. Jadi, buku ini sebenernya adalah wasilahku buat membaca 'materi-materi' yang udah diajarin mamahku selama ini.

Poin-poin penting yang mau aku rangkum adalah:
1. Anak kecil bahagia karena ia punya orangtua yang memilih untuk bahagia.
2. Ibu adalah orang paling penting dan tempat berlindung paling nyaman bagi seorang anak.
3. Kalo mulai emosi karena ulah anak kecil yang ajaib, ketahuilah bahwa dia sebenernya sedang berusaha memahami dunia yang baru baginya ini.
4. Setiap ibu pasti punya rasa bersalah yang kadang besar sekali, tapi bagaimanapun juga ibu harus sadar kalau dirinya sudah berusaha semaksimal yang ia bisa. Memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.
5. Mengurus dan mendidik anak itu kewajiban kedua orangtua, bukan hanya ibu. Komunikasi yang baik antara ayah dan ibu sangat penting untuk kebaikan anaknya.
6. Setiap ibu pasti punya perjuangan yang luar biasa dalam membesarkan anaknya dan yang paling tau mana yang terbaik bagi buah hatinya, maka jangan mudah men-judge pola asuh seorang ibu hanya karena pola asuh tersebut berbeda dengan pola asuh yang kita anggap benar.
7. Mau suka baca buku atau nggak, yang paling penting bagi seorang ibu adalah memiliki jiwa pembelajar, jadi ketika menemui kendala atau kesalahan dalam perannya, ibu akan dengan senang hati mempelajari ilmu yang bisa mengatasi atau setidaknya meringankan kendala yang ia hadapi.

Dan masih banyak lagi.

(Hlm. 204) "Kita bisa menemukan kekuatan yang tak sangka dimiliki, dan melakukan segala sesuatu yang rasanya tak mungkin dikerjakan, tetapi akhirnya bisa dilalui," -ketika kita menjadi ibu.
Profile Image for Rainilamsari.
181 reviews20 followers
December 14, 2020
ini buku apaaa? seru sekali bacanya, hehe

temanya barangkali parenting, isinya tapi lebih ke sharing. sukak sekali sama cara ibuk bertutur di sini. rasanya seperti membaca caption instagram. ringan dan seru!

dalam buku ini, ibuk sharing sama kita para pembaca layaknya beliau menulis dan posting di instagramnya. beliau cerita bagaimana Kirana sejak dalam kandungan, bahkan duka-duka menanti kehamilan. jatuh-bangunnya sebagai seorang ibuk. kekhawatirannya, ketakutan, kekurangan, dan bahkan marah-marahnya. saya senang sekali mengetahui bahwa ternyata ibuk adalah ibuk-ibuk biasa. ada jatuhnya juga, ada payahnya juga, marah-marahnya juga, nangisnya, membentaknya, lupanya, bahkan jambak-jambak rambut di depan Kirana. ibuk, oh, ibuk..

kalau selama ini kita (terutama saya) melihat di media sosial yang ibuk posting selalu menginspirasi, selalu keren, selalu bagus dan baik dan unik dan membuat kepingin juga. yaa, itu mah kitanya aja yang nggak tahu perjuangan berat di baliknya. berat? ya, iya berat. berat sekali. tapi bagaimana ibuk melewatinya, tepatnya: bagaimana beliau 'berusaha' melewatinya, menunjukkan bahwa setiap kita tidak berangkat dari start yang sama. setiap kita tidak diterapkan sama Allah kurikulum yang sama. jadi, yaa, gitu, deh, hehe

ibuk juga sharing dengan sebegitu terbukanya, mengenai upaya-upaya apa saja yang dilakukannya sehingga menjadi ibuk yang saat ini kita kenal, kita lihat. mulai dari Kirana usia 0. gimana megajarkan sharing, membiasakan toling-maaf-terima kasih, berempati, dan...pokoknya gimana bisa jadi Kirana yang sekarang. cuma cerita aja, bukan kayak instruksi gitu. enak deh bacanya, nggak ngerasa kayak digurui. nggak terkesan ibuk paling hebat dalam mendidik dan mengarahkan kita harus begini atau begitu.

pokoknya kusukaa. barangkali nanti akan dibuka-buka lagi, dibaca-baca lagi, bila nanti saatnya telah tiba..... hehehe

maasya Allah, tabarakallah, Ibuk ^^
Profile Image for Mey.
30 reviews
January 20, 2024
Huf... Selesai juga baca buku ini :)
Awalnya, ketemu sama buku ini di perpus sekolah. Tertarik karena covernya warna biru dan lucuu sekali! Eh, ternyata ini buku nya ibuknya Kirana. Dari dulu, akuu suka banget nonton vidio nya Kirana di ig. Jadi, aku penasaran sama isi buku ini.

Buku ini bercerita tentang bagaimana cara ibuk mengasuh Kirana. Disini juga ada resep resep dan DIY mainan buat anak-anak gitu. Bahasanya enak dibaca dan rapi, jadi suka bacanya.
Ohiya, walaupun bisa dibilang umurku masih jauhh untuk menikah dan punya anak, tapi aku seneng banget baca buku ini.

Aku membaca buku ini dari kacamata seorang anak perempuan dan seorang perempuan remaja yang akan menjadi ibu juga. Kalau dari kacamata anak perempuan ku, aku jadi kebayang gimana sulitnya ngasuh anak dari semenjak di dalam kandungan, baru lahir, sampai bisa berjalan dan berbicara. Aku jadi makin sayang sama mamah ku yang udah ngasuh aku sejak kecil sampai aku berumur 17 tahun ini 💗 beliau hebaatt banget! Gak jarang aku nangis pas lagi baca ini (kayanya karena lagii sensi, jadi karena terharu dikit langsung nangis) karena kebayang perjuangan mamah dan para ibu di seluruh dunia yang berjuang demi anak-anak nya.

Sedangkan dari kacamata anak perempuan yang akan menjadi ibu di masa depan, aku kagum banget sama ibuk Kirana! Ada banyak yang bisa aku pelajarin dari buku ini, semoga nantii besar aku juga bisa jadi ibu yang baik bagi anakku💗 dan setelah baca buku ini, aku jadi tau kalau anak itu bagaimana didikan orang tua nya. Aku juga jadi tau banyak hal tentang mengasuh anak yang belum pernah aku tau sebelumnya, atau bahkan tidak mau tau sebelumnya.

Tapi pokoknya, aku seneng banget udah baca ini! Aku kirim cinta dan semangat luar biasa serta doa yang terbaik untuk para ibu hebat di luar sana! Semogaa bisa tetap sabar dalam mengasuh dan semoga anak yang diasuh bisa menjadi ladang pahala yang berlimpah di surga nanti.
Profile Image for Vika Atika.
46 reviews2 followers
October 1, 2017
Pada akhirnya saya sampai pada bab-bab terakhir, bagaimana cara Ibuk membesarkan Kirana dengan ajaran kebaikan. Banyak nilai-nilai yang ingin Ibuk tanamkan pada Kirana, seperti nilai keislaman, empati, sharing, tidak minder dengan kondisinya yang spesial, serta ingin membuat Kirana mudah mengucapkan kata maaf, tolong, dan terimakasih.
Cara terbaik untuk mengajarkan adalah dengan memberi contoh. Anak-anak adalah peniru ulung orang tuanya, jadi orang tua harus berhati-hati pada perkataan dan perbuatan agar anak dapat selalu meniru hal-hal yang positif saja.
Ibukpun juga menjelaskan pentingnya komunikasi dan kerjasama yang baik dengan suami dalam pengasuhan anak.

Di akhir buku, Ibuk mengatakan bahwa menjadi ibu adalah tentang belajar, pantang menyerah, selalu merasa bersyukur, dan bahagia.
"Berbahagialah, ibu. Anak yang bahagia dibesarkan oleh seorang ibu yang tidak lupa berusaha membahagiakan dirinya juga." (Hlm.194)

Selesai membaca buku ibuk @retnohening, saya jadi semakin kagum dengan semua peran ibu. Dibalik anak yang baik dan cerdas, ada perjuangan dan harapan seorang ibu yang tak terkira.

Menanggapi beberapa review tentang buku ini, memang, banyak kalimat atau pembahasan yang diulang. Di halaman awal sudah dibahas, lalu di halaman belakang dibahas lagi lebih rinci. Tapi kalo saya pribadi maklum, karena buku ini adalah seperti jurnal pribadi yang dibukukan. Bukan buku parenting yang memang ditulis oleh ahlinya. Jadi, membaca buku ini seperti membaca sharing seorang ibu muda dan tetap ada manfaat juga motivasi yang bisa diambil. Mungkin orang-orang yang kecewa setelah baca buku ini, mindset yang dibayangkan di awal kurang pas. Hihi.

Semangat belajar seumur hidup semua ibu dan calon ibu dimanapun berada, selamat mengeruk ladang pahalamu 😘
Profile Image for Noni Sitinjak.
13 reviews
March 1, 2018
Bocah lucu, berpipi chubby yang menggemaskan dan pintar itu adalah orang yang berhasil membuat saya jatuh cinta lagi ❤ *uhuk
Meski hanya jadi followersnya ibok @retnohening
Di instagram lagi-lagi saya bersyukur telah tau kirana selama hampir 1,5 tahun terakhir ini. Tadinya saya memang tidak kenal ibunya, saya tidak kenal kirana tapi instagram memepertemukan kita di feed explore. Bermodal iseng dan penasaran saya akhirnya putuskan untuk follow ibunya. Lelah sepulang kerja, jengkel karena macetnya ibu kota, kecewa untuk nilai IPK sampai ke rasa marah ke pacar sekalipun selalu berhasil hilang tiap kali liat vidio-vidio percakapannya bersama ibok di instagram. Uhh ini memang lebay, "moso sampe segitunya" kata seorang teman, tapi percaya atau tidak itu yang saya rasakan meski sudah berulang kali menonton tiap vidionya. Entah kenapa selalu ada energi positif yang kirana tunjukkan kepada saya, darinya saya belajar menahan ego, meringankan gengsi, dan yang pasti semakin bersyukur dan senantiasa berterimakasih kepada ibu saya yang juga saya rasa tidak jauh beda sama ibok, (bedanya saya mungkin tak sepintar kirana saat seusianya hihi) melihat hubungan mereka berdua selalu berhasil membuat saya iri dan mendadak melow karena kangen ibu dikampung 😥
Hingga ke imajinasi gila yang akhir-akhir ini sering saya ucapkan tiap kali bersama teman "tiap kali liat kirana, gue pengen punya anak. Bapaknya gausah cukup anaknya, tapi jangan langsung gede segede kirana aja cukup" lalu disambut gelak tawa oleh teman-teman saya, "Cewek edannn" Ha-Ha-Ha
Profile Image for Nurudin Hanif.
41 reviews1 follower
May 21, 2019
Happy Litte Soul @retnohening

Buku Curhat yang mendidik.. ini bukan tentang teori parenting, tapi langsung contoh2 bagaimana bermain dengan anak. Apa aja curhatannya yang menarik?

Mulai dengan Bab II, Saling Jatuh Cinta. Pada siapa? Tentu saja anak mb Retno yang bernama Kirana. Yang pertama adalah komunikasi, mengajak bicara meski kelihatannya Kirana belum paham.

Bekerjasama dengan anak, menggendongnya, minta tolong padanya, mengerjakan pekerjaan rumah sambil bermain, memberikan pengertian.

Mencintai dan menghargainya: Menghargai ketika ia melakukan hal baru, hargai apapun hasil kerja anak ketika bermain dan belajar, menghargai ketika ia sudah bersikap baik dan membantu, memberinya pelukan sebagai bentuk penghargaan.

Bermain dan belajar, membacakan buku, memilihkan mainan, bermain dengan serius.
Kerjakan dengan santai tapi sesuai aturan, menggunakan gadget, libatkan anak dan jadikan ia merasa penting, mengajak dengan cara yang menyenangkan dan menarik.

Jadilah kreatif, diantaranya cilukba dengan kartu bergambar, roleplay dengan boneka, tempelan huruf warna dan binatang sehingga dia tidak asing ketika diajarkan, please sorry dan thankyou, merangkai tali, belajar sendok, puzzle sederhana, memasang kancing,engklek, bayangan tangan, tenis balon.

Mengajarkan kebaikan, berdoa, sharing/berbagi cerita, empati pada orang lain, jika marah minta maaflah karena marah itu jelek.

Masih banyak yang perlu ditulis, jadi silakan menikmati membaca full bukunya :)
19 reviews1 follower
May 8, 2017
Buku ini menceritakan pengalaman dari ibu muda bernama Retno Hening yang memiliki anak bernama Kirana. Saya adalah follower instagram ibu muda yang satu ini. Saya sering melihat video2 kirana yang banyak di post melalui akunnya. Dari situ saya merasa kagum terhadap cara orang tua nya dalam mengasuh Kirana karena melalui video yang saya tonton saya dapat menyimpulkan bahwa Kirana adalah anak kecil yang sopan dan memilki rasa empati yang besar. Melalui buku ini saya jadi mengetahui cara orang tuanya (ibu dan ayahnya Kirana) mendidik Kirana. Di dalam buku ini diberi tahu hal-hal yang dilakukan oleh ibunya untuk bermain bersama Kirana untuk mengajarkan banyak hal. Disini pun diberikan juga secara detil permainan apa saja yang biasa dilakukan bersama Kirana, untuk apa permainan itu dilakukan dan bagaimana melakukannya. Tidak hanya itu saja di buku inipun dijelaskan perjalanan mendidik Kirana yang tidak mudah. Dari buku ini saya mendapatkan bahwa dalam proses mendidik anak kita pun akan ikut belajar, bahkan terkadang anak-anak yang mengajari kita banyak hal, mengingatkan kita bila melakukan kesalahan.
1 review
May 19, 2017
menurut saya ini adalah "buku curhatnya ibu-ibu tahun 2017" tapi ini buku curhat yang mengajak dan mengingatkan bagaimana menjadi ibu yang baik untuk anak kita bukan menjadi yang sempurna menurut org lain, ceritanya detail dari kirana blm ada sampai kirana batita, lengkap dengan cerita pola asuh, tentang pertumbuhan dan perkembangannya, bahkan ada sharing resep-resep dan tips membuat mainan sederhana juga dan yang di ceritain mbak retno hening bener-bener yang kebanyakan saya juga rasakan dan lalui, wl tdk termasuk cerita ttg sakit kirana yah.
suka sekali dengan desain cover dan dlm bukunya, menarik, lucu dan bahasanya juga mudah untuk dimengerti. mudah-mudahan bisa menjadi buku yang direkomendasi untuk parenting.
Bagian favorite saya di bab terakhir : "menjadi ibu yang bahagia"
yang paling penting ketika kita punya anak, jangan jadi stress, cemas dan kita tidak menikmati kehadirannya padahal ketika belum ada anak kita begitu mendamba-nya.

terima kasih mbak retno untuk berbagi dan pembelajarannya dan terutama untuk membuat saya merasa bersyukur sudah melakukan yang luar biasa untuk anak saya.
Profile Image for Dewi Hambali.
69 reviews12 followers
May 29, 2017
Sebagian besar pembaca buku ini tentu fans yang mengikuti Kirana di instagram. Anak perempuan 3 tahun yang ceria dan cerdas tentu membuat banyak orang kagum mengenai bagaimana orang tua mendidiknya. Happy Little Soul inilah yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Happy Little Soul menjadi buku parenting pertama yang saya baca dan menurut saya dari segi kontennya sangat menarik dan menambah ilmu baru bagi orang tua maupun calon orang tua. Retno Hening yang akrab disapa Ibuk, yang katanya tidak terlalu menyukai menulis namun sudah berhasil menuliskan kata-kata yang ringan dan mengalir sehingga mudah dipahami pembaca. Namun sayangnya menurut saya ada beberapa konten yang berulang dibahas di beberapa part sehingga saya sebagai pembaca kadang jenuh karena pengulangan tersebut.

Buku ini di desain dengan sangat menarik, mulai dari cover, pembatas buku, hingga ke isi. Bahkan di halaman awal, diselipi gambar tangan karya Kirana. Namun sayangnya, untuk bagian isi desainnya terlalu meriah, khususnya bagian yang diberi warna pink, baik background maupun tulisannya, sehingga malah pusing ketika dibaca.
Profile Image for Risyca Pujiastuti.
45 reviews
December 25, 2018
"Anak-anak belajar hal baru setiap harinya, belajar mengenal sesuatu atau melakukan sesuatu. Mereka sangat senang apabila berhasil melakukannya, begitu pun Kirana. Meskipun hal itu sepele menurut kita, baginya pasti hebat. Seperti ketika kirana bisa berputar-putar, "Lihat, Buk, Kirana bisa gini...." atau, ketika dia bisa menggambar kucing yg tidak berbentuk kucing sama sekali. "Buk, ini Kirana bisa gambar cat...". Meskipun apa yg dilakukan tidak sempurna, dia sudah berusaha melakukannya dan bangga dgn apa yg dia lakukan. Menghargainya adalah respon terbaik yg bisa saya lakukan. Merespon dgn menghargai apa yg dia lakukan mungkin juga bisa menjadi contoh yg baik agar dia dapat menjadi orang yg bisa menghargai oranglain jg nantinya." (Hal.66)

"Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan. Setiap anak unik, anak cerdas, anak pintar di bidangnya masing-masing." (Hal.113)

"Menjadi ibu adalah tentang pantang menyerah, tentang belajar menjadi lebih baik dan belajar menghadapi kenyataan yg terkadang tdk sesuai harapan. Juga, mengajarkan kebaikan. Dan, doa-doa panjang yg tiada henti ia lantunkan itu adalah ketulusan yg tak perlu imbalan." (Hal.194)
Displaying 1 - 30 of 167 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.