Jump to ratings and reviews
Rate this book

Summer Breeze: Cinta Nggak Pernah Salah

Rate this book
Reina, cewek cantik bak bidadari. Kedatangannya dari Amerika sungguh mengejutkan si kembar Ares dan Orion. Reina lah yang 10 tahun ini menjadi fantasi terindah si kembar.

Ares. Preman kampus. Banyak musuhnya bo! Skeptis dan emosional. Seumur hidup dicap bodoh oleh semua orang. Hubungan dengan ayahnya kian hari kian buruk. Bagi keluarganya, masa depan Ares gelap, segelap malam yang paling buta.

Orion. Bintang basket, penerima beasiswa, sekaligus cowok populer di kampus. Sifatnya berkebalikan 180° dari saudara kembarnya. Bagi keluarganya, masa depan Orion cerah, secerah matahari.

Reina sayang pada Ares dan Orion. Tapi cinta Reina hanya tersemat pada satu orang. Yup! Reina telah memilih, bahkan sudah sejak sepuluh tahun lalu... ketika mereka sama-sama membuat surat permohonan. Nggak nyangka... pilihan Reina malah membuatnya menangis. Wuahh... masalah? Of course!!! Reina bertahan? Let's see...

216 pages, Paperback

First published January 1, 2006

143 people are currently reading
2335 people want to read

About the author

Orizuka

33 books1,743 followers
Books written by Orizuka:

1. Me & My Prince Charming (Puspa Swara, 2005)
2. Summer Breeze (Puspa Swara, 2006)
3. Duhh... Susahnya Jatuh Cinta...! (Tanda Baca, 2006)
4. Miss-J (Tanda Baca, 2006)
5. High School Paradise (Puspa Swara, 2006)
6. Fight for Love! (Puspa Swara, 2007)
7. High School Paradise 2nd Half: Love United (Puspa Swara, 2008)
8. The Truth about Forever (Gagas Media, 2008)
9. 17 Years of Love Song (Puspa Swara, 2008)
10. The Shaman (Gagas Media, 2008)
11. FATE (Authorized Books, 2010)
12. Our Story (Authorized Books, 2010)
13. Infinitely Yours (Gagas Media, 2011)
14. Oppa & I (Penerbit Haru, 2011)
15. I FOR YOU (GagasMedia, 2012)
16. Best Friends Forever: High School Paradise Golden Goal (Puspa Populer, 2012)
17. With You (GagasMedia, 2012)
18. After School Club (Bentang Belia, 2012)
19. Oppa & I: Love Missions (Penerbit Haru, 2012)
20. The Chronicles of Audy: 4R (Penerbit Haru, 2013)
21. Oppa & I: Love Signs (Penerbit Haru, 2013)
22. The Chronicles of Audy: 21 (Penerbit Haru, 2014)
23. INTERTWINE (Penerbit Haru, 2015)
24. The Chronicles of Audy: 4/4 (Penerbit Haru, 2015)
25. Apa Pun selain Hujan (GagasMedia, 2016)
26. The Chronicles of Audy: O2 (Penerbit Haru, 2016)
27. Momiji (Penerbit Inari, 2017)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
968 (36%)
4 stars
812 (30%)
3 stars
662 (24%)
2 stars
176 (6%)
1 star
61 (2%)
Displaying 1 - 30 of 213 reviews
Profile Image for Meimei Camui.
63 reviews6 followers
March 18, 2011
ceritanya klise, tentang cinta. Cinta segitiga Reina, Ares, dan Orion. Rate bintang 4 karena berhasil membuat aku menangis. sebenarnya aku kurang begitu suka dengan gaya penulisannya. tapi dari segi adegan-adegan di novel lumayan bisa membuat aku bertanya-tanya "ada apa sihhh?"

Awal cerita selalu disisipin dengan humor kecil, tapi makin kebelakang makin tercium masalah besar yang menjadikan novel ini lebih berisi.

ada satu kata yang sangat mengganggu aku. "WITCH" itu salah ketik atau apa ya? aku pikir penulis mau menyebut "BITCH"

oh ya...aku juga suka pengambilan nama tokoh yang tidak biasa dipakai dalam kehidupan sehari2. ANTARES dan ORION , itu nama bintang dalam galaksi bima sakti kan? tapi klo nama panggilan "ARES" itu bisa juga berarti dewa perang dalam mitologi yunani. what ever with the name, yang jelas aku suka karakter antares!! A.K.A ares :)

=>pengalaman lucu waktu beli buku ini, cetakan pertama tahun 2006. its means, aku belum terlalu suka baca novel. dan aku baru di rekomendasi sama tmn tahun 2010. haha, jadilah aku susah untuk membeli buku ini. waktu mau beli buku ini, aku cari di komputer gramedia, ada sih ada...cuma karna banyaknya rak buku, aku jadi bingung. kebetulan ada supervisor yang lagi keliling. eh ternyata bapak itu mau bantu. dia jadi ikutan bingung karena di rak yang dimaksud sama komputer, gak ada bukunya. akhirnya bapak yang baik hati dan berdasi itu...melihat langsung di komputer costumer service. setelah dicek ulang, ya memang di rak itu. hahaha, gak sopan banget aku deh. masa bapak itu yang sibuk nyari buku, trus aku cuma diem liatin dia aja. tapi ketemu juga sih bukunya. dan tinggal satu-satunya aja. itupun udah gak bersampul plastik, halaman depan udah lecek. tapi mau gimana lagi. aku udah kepengen baca. dibeli aja deh :)
Profile Image for Anggita Sekar Laranti.
104 reviews33 followers
February 10, 2014
Aku nggak tahu kenapa novel ini ratingnya bagus sekali di Goodreads. Padahal aku hampir kasih bintang dua lho :|

Karya Orizuka lain yang aku baca jauh lebih bagus dari ini. Oleh karena itu ekspektasiku tinggi sekali. Sebetulnya novel ini bagus, cuma ya itu, ekspektasiku ketinggian ._.v

Mungkin karena ini karya kedua Orizuka, ya? Karakternya belum terlalu kuat. Dan Reina itu menye abis. Narsis pula. Yakin amat sih dia kalau Ares suka sama doi -_- (Kok jadi sewot gini aku. Map eah.) Konfliknya entah mana yang lebih menonjol, keluarga atau cinta-cintaannya. Terus dari sikap tokoh-tokohnya, mereka lebih cocok jadi anak SMA daripada anak kuliahan.

Dan yang paling bikin aku nggak terlalu suka novel ini (bingung nggak sih, bacanya?) adalah karena novel ini overdramatis. Kalau aku pikir-pikir, masa iya ada segerombolan preman--bawa balok kayu pula--bisa masuk ke area kampus? Mungkin mereka menyamar menjadi tukang reparasi genteng. Tapi kan.... Ah, sudahlah :|

Tapi, Ares ini hebat betul. Kalau aku jadi Ares dan ada yang bilang bahwa aku "ditunggu di belakang kampus" aku pasti bingung, deh. Belakang kampus itu yang mana, coba? Mungkin kampus Ares cuma punya satu gedung. Baiklah. Kita lupakan saja.

Satu lagi, alasan Reina nggak mengabari Ares dan Orion itu tidak masuk akal sekali -_- Lupa alamat? ARE YOU KIDDING MEEEEEEEHHHH????? Omong-omong, Reina itu tetangganya Ares+Orion bukan sih? Kan taman bermainnya itu 'terletak tak jauh dari kompleks rumahnya'. Dan mereka bertiga sering main ke situ. Berarti rumahnya Reina juga 'terletak tak jauh dari kompleks rumahnya' Ares dong yaaaa? Masa iya Reina yang umurnya baru 8 tahun gitu naik angkot terus pergi ke taman yang jauh dari rumahnya. Entah dimana rumah Reina, tidak dijelaskan di novel. Dan ketidakjelasan(?) ini membuatku berpikir bahwa rumah Reina dan Ares dekat. Jadi mengapa ortunya tidak tahu alamatnya -_- Apakah ortu Reina tidak kenal Ares dan Orion? Masa iya nggak kenal -_- Titip surat ke kenalan papa-mamanya kek. Kan bisa tuh, dikasih denah. Apa kek(?). Pokoknya aku tidak bisa menerima alasan lupa alamat dan lupa nomor telepon ini! TITIK! (YA BIASA AJA KALE MBAK, NGOTOT AMAAAT)

Ngomel mulu, nih. Padahal kasih tiga bintang. Sabar, sabar. Makin ke belakang, aku makin suka. Waktu baca akhir-akhirnya aku sampe mbrambangi gitu deh. Sayang gantung endingnya.

Yaudah, pada intinya novel ini menimbulkan berbagai kesewotan saya. Bukan berarti novel ini jelek. Percayalah. Saya fans setia Orizuka. Soalnya tandatangannya bagus(?). Ehehe. Yakali itu alasannya -___-

Emmm terus apa ya? Lupa ah kan -_- Oyaa! Ini cetak ulang kok masih banyak tipo-nya sih? Mana ada yang spasinya kecil betuuul. Meskipun aku lebih suka jika tiada jarak yang memisahkan kita, tetapi kalau masalah tulisan, kan bikin gemes sendiri -_-

Yawda gitu ajaa. Maaf yaaah. Novelnya bagus kok, ehehehe.
Profile Image for Chynthia.
3 reviews
February 21, 2012
Pertama tahu buku ini dari mantan pacar *frontalnya*
Sekilas soal mantan, dia itu masi sekolah jadi ada tugas akhir dr guru Bahasa buat resensi novel..
Jadi dia kasih novel ini buat di resensi.

pertama ga tertarik banget, tapi karena harus dibaca supaya ngerti alur ceritanya. jadi aku coba baca aja novel SUMMER BREEZE ini..

Sumpah!Suka banget sama si Ares yang berandalan..
Ceritanya bagus, ringan dan dalam..
Sempet terharu dan hampir nangis baca ini di halaman" terakhir..

Sekarang malah pengen punya novel ini...
Profile Image for Rose 📚🌹.
536 reviews132 followers
March 5, 2010
i really love this book..
i dare to say this is my favorite book..
i love orizuka's way to write their character and make it develop to the climax..
i bought it and i spent just one day to read it.
believe i was not moving my ass to anywhere when i read it for the first time..
and till now i keep reading this book ..
two thumbs up
Profile Image for Alvi Syahrin.
Author 11 books726 followers
September 8, 2013
I read it at the wrong time. If I read it few years ago, I would like it. :)

Orizuka is still my favorite author, anyway.
467 reviews
July 5, 2010
Ini adaLah novel keduanya kak Orizuka!Novel yG sukses bikiN aq naNgis daraaahhhhh!!!!! Akh...kakak!!! Napa sih Kakak bikin Ares mati.....Uhhh......kakak keZaaammmm........

CeritaNya nie....tentang dua saudara kembar bernama Ares dan Orion...mereka sejak kecil berteman akrab dengan seorang gadis bernama Reyna. Ternyata terlibat suatu kisah cinta antara mereka. Orion suka sama Reyna, pi Reyna suka sama Ares. awaLnya kalian pasti heran. Napa Reyna suka sama Ares yang ga pintar.... orangnya diNgin, ga care sama Reyna, Suka berkelahi, d:: bukannya sama Orion yang menjadi idola cewek,,cuakep ( ares juga,,karena kembar), Pinterrrr,,jago Basket banget,, Jadi kebanggan temen, sekolah, dan orang tua sejak keciL.

Itu Lah perbedaan antara Orion dan Ares. Orion selalu disayangi orang-orang..termasuk orang tua mereka. Dan itu Lah yang bikin Ares iri sama Orion. Ares sering ingat bahwa sampai dya dewasa dya belum pernah ke dufan. Tapi Orion uda sering ke dufan bareng orang tua mereka...Napa Ares ga pernah ikut?? Karena Ares disyaratkan untuk membaca buku dulu hingga selesai baru bole ikut. Orion dapat menyelesaikan bacaannya dengan mudah hingga bisa ikut. Tapi Ares?? dya sampai termuntah-muntah untuk berusaha membaca huruf demi huruf. Tidak ada yang tahu bahwa Ares tersiksa. Bahkan Ortunya ga peduli. Yang mereka Tahu, Ares adalah anak yang bodoh, nakal, pembangkang dan nggak bisa membahagiakan orang tua.
Padahal dibalik semua itu,, diam2 Ares menyimpan kenyataan. Kenapa dia gak bisa membahagiakan ortunya? Karena dia bodoh... padahaL Ares ga bodoh. Hanya saja dya terkena penyakit "suLit membaca" dan itu bukan kesalahannya. Parahnya Lagi, Orangtuanya ga taw keadaan Ares, karena mereka ga peduli pada Ares. Hanya peduli pada Orion yang Pintaarrr ( Wek).

Saat itu, Eka sangat jengkel seteNgah mati sama Orangtua Ares dan Orion. Masa mereka baru menyadari semua yang terjadi pada Ares dan segala kebaikan Ares yang berniat dan berusaha membanggakan Ortunya....seteLah Ares pergi meninggalkan mereka! Dan kalian akan sangat marah pastinya kalau tw apa sebab Ares meninggal???? Karena menolong Orion yang dikeroyok PREMAN!? puas kan Orion....setelah apa yang dilakukannya sama Ares selama ini...Sekarang demi Orion, Ares rela mati....

Pokoknya ini cerita sedih banget dech....Kalyan coba aja baca noveLnya....
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for pidaalandrian.
364 reviews5 followers
September 5, 2018
Nggak pernah bosan baca karyanya kak Orizuka yang satu ini.
Setiap baca pasti baper, sedih, mewekk juga..

Apa yang di alami sama Ares sukses membuat aku terhanyut dengan perasaannya. caampur aduk deh..
Profile Image for Virginia Natalia Joo.
33 reviews
October 18, 2013
Ares, Orion, Reina, ketiga anak kecil itu sudah berjanji bersama, bahwa sepuluh tahun mendatang, mereka akan membuka surat yang mereka timbun bersama-sama di taman.

Ares dan Orion adalah saudara kembar, dan Reina merupakan sahabat kecil mereka. Suatu hari, Reina kecil harus pergi ke Amerika mengikuti orangtuanya sehingga akhirnya Ares dan Orion harus tetap menunggunya di Indonesia.

Sepuluh tahun berlalu, Reina belum juga kembali ke Indonesia. Ares sudah tidak percaya dengan Reina, baginya Reina yang dulu tidak akan pernah kembali. Berkebalikan dengan Orion, ia yakin suatu saat Reina pasti masih akan kembali.

Ares yang berubah menjadi laki-laki berantakan, pendiam, dan menyukai musik rock, berbeda dengan Orion yang anak basket yang ramah dan merupakan kesayangan ayahnya. Ares merasa, tidak ada lagi yang menyayanginya.

Berita mengejutkan datang, tiba-tiba Reina kembali pada saat hari ulang tahun Ares dan Orion, namun Ares tidak ingin menerima Reina lagi, bahkan ia enggan untuk berbicara dengan Reina. Reina menginap di rumah mereka dengan seizin orangtua mereka. Awalnya, Reina ingin ditempatkan di kamar Orion, namun Reina menolak dan memilih untuk tidur di kamar Ares. Terpaksa, Ares pindah.

Kejadian demi kejadian terus berlanjut, sampai akhirnya Reina menemukan rahasia Ares saat mereka sudah berbaikkan. Apakah yang membuat mereka berbaikan? dan apakah rahasia Ares yang tidak diketahui oleh siapapun? Akankah mereka berhasil membuka surat yang bersama-sama mereka pendam sepuluh tahun lalu? Akankah Ares mempercayai Reina kembali?

Ayo simak semuanya di dalam buku That Summer Breeze yaaa! :D
Profile Image for Kaifa I. Fikriah.
2 reviews
November 13, 2013
Novel ini menceritakan tentang 3 sahabat yaitu Reina, Ares, dan Orion. Ares dan Orion adalah kembar. Sampai pada suatu saat, Reina akan meninggalkan Ares dan Orion. Tapi sebelum Reina meninggalkan Ares dan Orion, mereka bertiga menuliskan sebuah surat, satu per anak. 10 tahun kemudian, Reina kembali. Orion menyambutnya dengan senang, beda dengan Ares. Orion berbeda 180 derajat dengan Ares. Orion sangat disayang oleh orangtuanya dan teman-temannya, berbeda dengan Ares yang sangat tidak di sukai oleh orang tuanya. Saat itu Reina sangat kecewa bahwa Ares tidak menyambutnya dengan senang, padahal Reina sangat mengharapkan itu. Reina sangat menyayangi Ares dan Orion, tetapi terlebih lagi dengan Ares. Orion mencintai Reina, setelah mengetahui bahwa Reina mencintai Ares, Orion sangat marah dan terpukul. Sampai pada suatu hari, Reina mengajak Ares dan Orion membuka surat mereka saat 10 tahun yang lalu. Ketika semua dibaca, ternyata yang di tulis di suratnya Ares, Ares ingin menjadi seperti ayahnya, tetapi dia bilang kepada Reina dan Orion bahwa dia ingin pergi ke dufan. Keesokan harinya mereka bertiga pergi ke dufan, Ares mengajak Reina duduk di bawah pohon. Ares mengatakan bahwa dia mencintai Reina, Reina kaget. Setelah itu tubuh Ares terbujur kaku, Reina menangis.
Di pemakaman Ares, Orion mengatakan pada ayah dan ibunya bahwa Ares mengalami penyakit disleksia. Ayah dan ibunya kaget dan menangis setelah mendengarnya. Dan menyesali segala perbuatannya terhadap Ares saat dulu.
Kelebihan novel ini adalah bahasanya yang sederhana dan tidak bertele-tele dan ceritanya yang tidak membingungkan dan sangat menyentuh.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
July 24, 2021
Ares, Orion, dan Reina membuat janji untuk membuka kembali surat yang mereka kuburkan di bawah sebuah pohon sepuluh tahun yang akan datang. Sehari setelah mereka menguburkan surat itu, Reina dan keluarganya pindah ke Amerika. Sejak saat itu tidak ada kabar dari Reina.

Sementara itu Ares dan Orion, yang adalah anak kembar, tumbuh menjadi dua pribadi yang berbeda. Orion adalah cowok populer, atlit basket, dan punya banyak prestasi. Berbeda dengan Ares, yang hanya memiliki nilai pas-pasan, dan sering berantem. Kedua orang tua mereka pun akhirnya menyerah dengan Ares, dan lebih memilih memberikan perhatian lebih kepada Orion. Tidak jarang ayah mereka menumpahkan kekesalannya melihat tingkah laku Ares yang tidak secemerlang Orion. Orion selalu mendapatkan apa yang dia mau, sementara Ares terpuruk dalam kesepian.

Hingga akhirnya Reina datang kembali ke Indonesia. Sebenarnya sebelum kedatangan Reina, Orion telah berhubungan via email dan chat dengan Reina. Tapi kedatangan Reina tetap memberi kejutan kepada mereka berdua. Reina pulang ingin bertemu dengan salah satu dari mereka yang sudah lama dicintainya, bahkan sejak sepuluh tahun lalu.

Selalu ada istimewa dalam novel Orizuka. Kali ini dia mengangkat tentang disleksia yang dialami oleh Ares. Sayangnya, kondisi ini tidak dideteksi sejak awal oleh keluarga Ares. Mungkin masa itu, kondisi psikologis belum sepopuler sekarang ini, sehingga bagi kedua orang tua dan saudara Ares, yang terlihat adalah Ares seorang yang bodoh. Ares sendiri menutupi kondisinya, dan berjuang seorang diri, hingga akhirnya dia bisa membaca dan menulis. Meski bisa bangkit melawan penyakitnya, luka dalam diri Ares sudah sedemikian besarnya.

Novel karya kedua dari Orizuka masih dalam nuansa teenlit-young adult. Terbit pertama kali di tahun 2006 dan ternyata telah diadaptasi menjadi film di tahun 2008. Saya juga tahunya pas nggak sengaja googling dan kena spoiler. Meski begitu, saya tetap membaca novel ini. Orizuka memang juara dalam mengambangkan karakter setiap tokoh dalam novelnya.
Profile Image for Laneindre.
7 reviews
November 1, 2025
ANYTHING I CAN REMEMBER FROM THAT SUMMER BREEZE

My 4th grade academic rival lent it to me and I was like, "oh.. sure!"
But really, this is my very first romance book. I remember spending whole 3-4 hours to finish it at school since the teachers had another matters to settle. I honestly do not remember much of it, but I surely love the conflicts there. This is like your usual Wattpad story but upgraded.

Profile Image for Rany Dwi.
43 reviews2 followers
December 25, 2014
“Walaupun seluruh dunia udah berpaling dari kamu, kamu harus yakin, kamu bakal nemuin aku sebagai satu-satunya orang yang masih menghadap kamu.” (hlm. 110)

Saya kembali menemukan seorang penulis yang menggunakan tokoh kembar. Yupp…That Summer Breeze. Untuk kedua kalinya kak Orizuka menggunakan tokoh kembar, setelah Oppa & I. Kadang saya sedikit bingung, akhir-akhir ini saya banyak menemukan penulis yang menggunakan karakter tokoh kembar. Well, memang saya rasa tokoh kembar dengan kepribadian yang berbeda akan menjadikan konflik dari suatu cerita menjadi menarik.

Wait, soal Ares, That Summer Breeze ini menceritakan tentang si kembar Ares dan Orion yang memiliki dua kepribadian yang berbeda.
Ares—penyuka musik rock, suka berkelahi, karakternya disini digambarkan sebagai anak yang naughty, kacau, dan bodoh.
Orion—cerdas, jago basket, karakternya disini digambarkan sebagai anak yang penurut dan selalu bisa membanggakan orang tuanya.

Mereka adalah dua tokoh kembar yang saling membenci satu sama lain. Dalam hal ini saya tidak tahu alasan mereka saling membenci. Atau sebenarnya memang ada penjelasan di dalam novel ini tapi saya lupa (>_<) *Maafkan ingatan saya yang buruk.

Ada juga sosok Reina yang digambarkan sebagai teman masa kecil Ares dan Orion. Berbeda dengan Orion yang selalu berharap akan kedatangan Reina untuk menepati janjinya sepuluh tahun lalu untuk membuka surat permohonan mereka, Ares malah memilih untuk tak mempercayai gadis itu lagi. Ia beranggapan bahwa gadis itu tak akan pernah datang lagi. Tak ada yang bisa diharapkan dari masa lalunya.

Ini kedua kalinya saya baca That Summer Breeze. Waktu pertama kali baca novel ini, saya masih bisa mengembangkan imajinasi saya tentang bagaimana rupa tokoh-tokohnya, namun setelah melihat film dari novel ini sendiri dan sekarang dibaca untuk yang kedua kalinya, imajinasi saya jadi mentok di imajinary cast dari film-nya.

Konflik yang disajikan penulis benar-benar kuat. Dari awal saya sudah merasakan adanya konflik. Tentang pertengkaran antara Ares dan ayahnya yang terjadi hampir setiap hari. Lalu tentang ibu mereka, yang juga sudah terlambat untuk memberi kasih sayang lagi pada Ares. Bahkan ketika kebenaran mengatakan bahwa Ares tidak bersalah, semua orang terlalu gengsi untuk minta maaf.

Ughh…baca novel ini bikin mata saya perih. Bawaannya pengen nangis. Why? Karena ketidakadilan yang Ares dapatkan. Kenapa anak kembar itu selalu dibanding-bandingkan ? Ketika yang satu jatuh, bukannya di beri semangat untuk bangkit lagi, malah dikasih cercaan yang bilang kamu itu bodoh, nggak kayak bla…bla…bla… Bukannya bisa bangkit lagi, yang ada malah down. Kenapa saya bisa bicara seperti itu ? Karena saya pernah mengalaminya. Oke, stop. Fokus!

Continue reading => http://mizukeume.blogspot.com/2014/12... (silahkan berkunjung ke blog saya)
Profile Image for Lina | Adlina H.
416 reviews20 followers
February 21, 2015
Yang bikin aku kasih bintang lima di novel ini adalah, karena ini adalah buku orizuka yang berhasil mencuri hatiku dengan sukses untuk pertama kalinya. Dua buku sebelumnya yang kubaca yang bercerita tentang sekolah (paradise, love united) juga bagus, tapi tidak menempelkan kesan yang sedalam cerita ini padaku.

Awalnya aku lihat buku ini di pameran dengan harga yang sangat murah, tapi tidak jadi kubeli entah-karena-apa. Yang aku tahu, novel ini pasti bagus karena sudah dilabeli bahwa novel ini di filmkan.

Aku bukan pecinta sad ending. Itu satu. Dengan melihat cover tanpa memikirkan endingnya, ketika melihat nama orizuka pada novel ini, aku hanya membacanya dengan senang hati. Sama sekali nggak curiga kalau ceritanya akan membuatku nangis sesenggukan. Duh, pokoknya polos banget lah. Ini novel sad ending pertama yang kubaca tanpa mengetahui spoiler endingnya sama sekalil. Jadiii.. waktu udah terlanjur ikut alurnya dan sampe ending. Rasanya kayak di sengat listrik. Dan aku dibuat nangis sesenggukan. Bener-bener nangis deras pokoknya.

Tapi aku bersyukur, berkat novel ini aku jadi tahu gimana rasanya baca novel sad ending yang bisa bikin sesek dan berderai air mata, tapi aku bisa langsung menjadikannya novel favorit dan bahkan dengan senang hati menjadikannya novel dengan sad ending terbaik. Biasanya sih kalo udah tahu sad ending aku pasti nggak mau baca. Pertama karena yakin tokohnya nggak bahagia, yang kedua pasti bikin nangis dan kecewa. Entah karena apa, cerita berakhir sedih selalu berakhir dengan kata 'mengecewakan' di kepalaku. Tapi aku juga tak mengerti kenapa novel ini menjadi pengecualian. Aku suka dengan eksekusi tokohnya terutama Ares. Yang selalu dibenci tetapi ternyata ia hanya membutuhkan sedikit kasih sayang. Yang selalu di anggap beda, padahal dirinya memang berbeda. Yang membutuhkan perhatian lebih banyak tapi nggak dapet. Akhirnya ketika semua orang mengetahui betapa ia sangat menderita, semuanya sudah terlambat. Penyesalan yang datang terlambat itu berlaku pada buku ini. Dan dari semua kejengkelan terhadap para tokoh keluarga si Ares, aku benar-benar bersyukur ada sosok Reina dalam cerita ini. Tidak peduli bagaimana Ares padanya, Reina tetap dan selalu hanya mencintai dan mempedulikan Ares, bahkan sampai akhir, bahkan sampai semua orang mengucilkannya, Reina tetap di samping Ares.

Aku memang nggak puas dan nggak suka sama tokohnya yang akhirnya nggak bisa sama-sama pasangannya, tapi aku menyukainya. Aku menyukai cara orizuka membawaku menangis dengan tulisannya.
Profile Image for Devina.
149 reviews7 followers
July 22, 2010
Aku beli buku ini karena kilasan cerita di belakang buku nya.. Aku suka banget ma cerita kaya gini... Ternyata ga nyesal juga beli nya... Cerita nya bagus.. alur nya ringan dan menarik.. Salah satu buku favorit aku...

Tapi kadang sedih banget cerita nya.. Benci banget liat ortu Ares m Orion yang pilih kasih,, bokap nya yang ringan tangan.. nyokap nya yang terkesan lebih sayang ma Orion di banding Ares... Sebel banget.. Sempet nangis waktu baca buku ini.. waktu Ares di pukulin & di caci bokap nya padahal dia ga salah.. Sampe sebel sama Reina waktu itu..

Cerita paling sedih waktu Ares sempet down.. susah ngenalin orang, di saat itulah ortu nya baru sadar.. Penyesalan slalu datang terlambat kan??
Saat2 terakhir yang paling sedih waktu Ares meninggal dalam pelukan Reina.. Sampe nangis baca nya.. Sedih banget ngebayangin nya.. :(

Buku ini bagus banget.. Tapi aku cuma kasi 4 bintang.. karna aku ga suka cerita yang sad-ending... :)
Profile Image for Desy.
355 reviews33 followers
June 21, 2008
Listen, my dear...
Only God knows why we came up this way
We've already tried, but we can't fight no more
There's something we can't work on
So when the day has come, let it be
Our heart will still be together
Even when we are separated
by a long, long distance
Trust me, my dear
Our love is the only thing precious
that I'll take to my final rest...
(lagu Ares buat Reina, hal. 208)

Hihihi... bagus juga liriknya ya. Bisaan nih, Orizuka bikinnya.
Ini bukunya Galih. Tergeletak gitu aja di meja kerja papapnya waktu gua temuin. Iseng, gua baca aja. Cuma butuh dua jam di Sabtu siang untuk nyelesein teenlit ini :D.

Ceritanya bagus juga. Ga melulu cinta-cintaan a la ABG gitu.
Karakter tokoh-tokohnya juga sounds familiar to me :D. Apalagi Ares, hehehe...

Tapi sayang, sad ending euy...
Profile Image for Destria.
8 reviews
February 23, 2011
orizuka sangat sukses membuat pembacanya terbawa suasana yang diciptakannya dalam buku ini.
saya sudah merekomendasikan buku ini pada teman-teman saya dan tidak ada yang tidak menangis setelah membaca buku ini.
yang paling menunjukkan kekuatan cerita ini adalah dialog antar tokoh, tapi saya kurang suka dengan sudut pandang orang ketiga yang selalu memaparkan dan menjelaskan dengan detil seolah pembaca tidak bisa memikirkannya sendiri. dan pada akhirnya justru membuat cerita ini agak lemah. saya pikir buku ini akan lebih bagus jika menggunakan sudut pandang akuan.

sukses untuk orizuka :)
Profile Image for Asti Harahap.
19 reviews14 followers
December 27, 2011
banjir air mata baca novel ini T____T . Aku baca ini wktu kuliah semester awal. Satu hal yang kita harus tau, mungkin terdengar klise ya.. tp pepatah "don't judge a book frm its cover" hrs selalu d junjung terus. Kita mungkin mengira satu org ini aneh atau apalah yg terasa beda pd saat seseorang itu bergaul dlm komunitas, but maybe behind tht, tht someone has a serious problem tht makes he/she like tht.
Profile Image for Azizah Zahra.
96 reviews17 followers
March 21, 2018
Gue direkomendasiin buku ini sama guru Bahasa Indonesia gue pas kelas 3 SMP. Gaul banget ga tuh guru? haha. Ceritanya sedih banget, cukup mengaharukan. Yang gue sukain justru permasalahan antara si kembar, Orion dan Antares. Banjir air mata banget pas bacanya!
Profile Image for Muntia.
6 reviews7 followers
March 4, 2012
Berulang kali baca buku ini, berulang kali itu juga aku 'mewek bombay'.
Terharu sama kisah hidupnya si Kembar, Orion dan Ares, dan juga pengorbanan Ares untuk Orion. humm..
Thumbs up buat Ori.. gara-gara buku ini, aku jadi terus memburu karya Orizuka hingga sekarang .. chaaaa ^^
7 reviews
February 29, 2012
Bagi yang butuh hiburan, pengisi waktu, atau drama percintaan yang cukup logis (aka tidak bertele-tele dan berlebihan seperti sinetron), buku ini menarik. Terutama bagi yang menggemari novel-novel teenlit.

Bagi yang pikirannya didasari logika (saja), lebih baik jangan baca.
Profile Image for Hayati.
245 reviews
June 12, 2012
I really like the story in this novel, and thankfully I read this novel first before watching the movie. I do not understand why every novel in Indonesia who make movies are always bad and disappointing results.
Profile Image for Chara.
5 reviews1 follower
January 2, 2009
bagusan novel daripada filmnya...
lebih dapet feelnya
Profile Image for Riva malida.
21 reviews
January 7, 2009
Hua....
So sad...
But it's so surprise about the end..
I read it when i was an elementary school student..
So i just remember a little parts..

But it's very exciting!!!
Profile Image for Novee.
282 reviews35 followers
June 14, 2010
Dari awal baca aja hatiku da terasa sesak.. rasanya pengen peluk2 si Ares yg kurang kasih sayang banget..
dan endingnya sukses bikin air mataku bercucuran.. ;(
20 reviews
January 20, 2011
Buku orizuka lainnya yg kubaca..
Hikss.. Sedihh.. Sad ending..
Profile Image for Klara Monika.
44 reviews
January 28, 2012
Sebenernya temanya simpel, cinta segitiga dan saling cemburu antar saudara. Berani rate 5 star karena bisa bikin menangis dan agak tak terduga juga alurnya.
Profile Image for Klub buku Mirror.
45 reviews45 followers
May 11, 2014
Judul : That Summer Breeze
Penulis : Orizuka
Penyunting : Ria Dahlianti
Perancang sampul : Opung
Penata letak : Niken Pratiwi
Penerbit : Puspa Populer
Terbit : 2013
Tebal : iv + 236 hlm
ISBN : 978-602-8290-92-0


Synopsis :

Sejak Reina memutuskan sekolah di Amerika, Ares dan Orion tidak tahu lagi kabar gadis berkepang dua itu. Ia menghilang begitu saja tanpa kabar. Padahal, sudah berjanji bertemu lagi untuk membuka surat permohonan yang mereka buat 10 tahun lalu.

Ares menganggap Reina sudah mengkhianati janjinya. Ia tidak mempercayai gadis itu lagi. Ares tidak ingin mencari tahu keberadaan Reina, apalagi menunggunya. Hanya Orion yang masih semangat menanti kedatangan Reina. Sejak ia menerima e-mail yang mengejutkan dan membangkitkan semua kenangan yang terkubur dalam-dalam di otaknya. E-mail dari Reina. Reinanya.

Reina ternyata tidak lupa akan janjinya. Reina juga tak sabar untuk bertemu seseorang. Seseorang yang sangat dirindukannya.

Apa yang terjadi ketika Reina bertemu lagi dengan si kembar Are dan Orion? Bagaimana cara Reina menghadapi Ares yang skeptis dan emosional, bahkan tidak memedulikannya? Mungkinkah Reina lebih memilih Orion yang cerdas dan jago main basket? Ikuti terus kisah seru mereka.

***

Ares. Kembaran Orion yang selalu dinomor duakan orangtuanya. Ares adalah anak band dan mahasiswa di kampus yang sama dengan Orion. Dia dan Orion benar-benar berbeda. Dan satu yang pasti, Ares jago berantem.

Orion. Kembaran Ares yang selalu dinomor satukan. Orion adalah kapten basket di kampusnya sekaligus cowok populer di kampus. Dia dan Ares tidak pernah bertemu. Bukan dalam artian bertatap muka. Dan Orion sama sekali tidak jago berantem.

Reina. Gadis berkepang dua yang bertransformasi menjadi gadis cantik yang banyak diinginkan cowok-cowok. Kembali ke Indonesia demi seseorang yang selama ini ia harapkan untuk hadir dalam hidupnya.

***

Cerita ini diawali dengan prolog ketika Ares, Reina dan Orion masih kecil. Mereka sedang berkumpul di bawah pohon akasia yang tubuh pohonnya sudah penuh ditulisi nama mereka. Gadis itu, Reina kecil, mengusulkan sesuatu. Ia memberi Ares dan Orion kertas kecil. Mereka akan menulis harapan mereka di kertas itu lalu akan mereka masukan ke dalam kaleng biskuit yang kemudian akan mereka kubur di bawah pohon akasia itu. Awalnya salah satu dari mereka menolak, tapi kemudian mereka semua kompak. Mereka akan kembali sepuluh tahun lagi ke tempat itu untuk membaca permohonan mereka, tepatnya 14 Februari 2005.

Singkat cerita, Orion dan Ares sudah dewasa dan berubah status menjadi mahasiswa. Kehidupan mereka mungkin masih sama sejak sepuluh tahun lalu. Ares yang masih sering dinomor duakan dan Orion masih tetap bisa mempertahankan juaranya sebagai anak kebanggaan orangtua. Ares sering mendapat teguran dari sang ayah karena sikap Ares yang tidak terlalu peduli dengan kehidupannya. Ia hanya akan menjawabnya dengan perlakuan masa bodoh dan tidak mau mendengarkan. Ares sudah bosan mendapat pukulan dan kata-kata kasar dari ayahnya. Ia sudah terbiasa.

Berbeda dengan Orion yang mendapat perhatian penuh orangtuanya. Ia akan mendapat perlakuan manis sang ibu dan pujian serta dari sang ayah. Orion tidak perlu repot-repot mencari perhatian orangtuanya, karena tanpa diminta, ia sudah mendapatkannya. Orion adalah mahasiswa cerdas sejak dulu. Prestasinya tidak pernah diragukan ayahnya. Ditambah lagi posisinya sebagai ketua tim basket, membuat ayahnya tambah bangga. Dan hal ini yang membuat Ares tidak terima. Tapi Ares menalan bulat-bulat perasaan itu untuk dirinya sendiri.

Tepat di saat semua kejadian dan peristiwa pelik dikehidupan Ares, sosok yang dinantinya selama sepuluh tahun terakhir sekaligus sosok yang sudah memupuskan harapannya kembali ke kehidupannya tepat di usianya yang ke 20 tahun. Yah, Reina. Gadis cilik berkepang dua yang kini bertransformasi menjadi gadis cantik yang ceria kembali ke kehidupan saudara kembar, Ares dan Orion. Orion yang memang sangat antusias mendapat kado ulang tahun dari ayahnya itu kemudian melongo dan menghampiri Reina dan memeluk gadis itu seolah masih tidak percaya bahwa gadis yang beberapa waktu lalu menemaninya di dunia maya itu sedang berdiri dihadapannya.

Tapi berbeda dengan Orion yang menyambut Reina dengan antusias, Ares justru masih duduk diam terpaku bahkan saat Reina mendekatinya. Ia seakan tidak ingin berlama-lama dengan gadis itu dan tidak mengindahkan tatapan gadis itu pada dirinya. Masih belum sembuh dari keterkejutannya, Reina yang harusnya menempati kamar Orion mendadak ingin tidur di kamar Ares yang terlihat lebih seperti gudang dengan segala keruwetannya. Tapi Reina menyukainya. Menyukai kamar itu sama dengan menyukai Ares. Laki-laki itu mengutarakan ketidaksetujuannya, tapi ibunya tida mengindahkan dan memindahkan seluruh barang Reina ke kamar Ares.

Tentu saja hari-hari Orion dan Ares tidak lagi sama saat Reina ada diantara mereka. Gadis itu dengan senyum lembutnya mampu membuat Orion tidak ikut latihan karena ingin menemaninya. Dan karena kekeras kepalaan gadis itu juga yang membuat seorang Ares mampu bertindak diluar kehendaknya.

Reina yang menyadari bahwa Ares sengaja menjaga jarak dan menghabiskan sebagian besar waktunya sejak kejadian antara Reina dan Orion. Ares secara tegas mengatakan bahwa ia sudah melupakan Reina dan meminta gadis itu menjauh yang membuat Reina menangis. Lain lagi saat ia mendapat omelan sang ayah yang membuat Ares meninggalkan rumah dan memilih tidur di tempat temannya.

Tak habis akal, Reina yang mengetahui tempat biasa band Ares manggung, langsung menyampari laki-laki itu. Kontan saja Ares kaget karena melihat Reina diantara para pengunjung saat ia naik ke atas panggung. Dan Ares pun memilih untuk menyanyikan lagu yang cocok untuk sosok Reina. Gadis itu menangis. Ia tahu bahwa ia mengingkari janjinya untuk datang tepat tanggal 14 Februari 2005. Tapi apa benar, Ares sudah melupakannya? Benarkah bahwa Ares, alasan ia kembali ke Indonesia, sudah melupakannya?

Reina tidak bisa menerimanya. Dan langkah pertama yang dilakukan gadis itu adalah meminta Ares untuk kembal ke rumah. Dan itu tidak mudah. Reina harus menyakiti dirinya sendiri untuk bisa mendapatkan keinginannya.

Semenjak itu, pengakuan demi pengakuan mulai terlontar. Yang satu menyukai yang lain. Yang lain mencintai yang lain. Hingga mereka mulai membuka kembali kenangan sepuluh tahun silam. Mereka mulai membaca harapan-harapan mereka. Dan saat itu, dua kenyataan kembali terkuak. Kenyataan tentang perasaan Reina. Dan kenyataan tentang sosok Ares.

Hingga berbagai masalah mulai dari cemburu, ketegaran, kesabaran, keikhlasan, dan pengorbanan menyertai hidup mereka.

Bukankah mengucapkan kata maaf mudah? Tapi apakah memaafkan semudah mengucapkan kata maaf?

***

Aku suka banget sama desain covernya yang ini. pemilihan warna hijau dan kuning yang soft sangat cocok. Dan ilustrasi yang ada juga sudah mewakili bagian cerita dalam buku ini. lapangan basket, pohon akasia dan juga langit biru dengan awan-awannya yang putih.

Penggambaran settingnya juga cukup bagus. suasana yang dibangun juga cukup apik dan menyatu. Suasana seperti di klub, pertandingan basket, dan perkelahian benar-benar dibuat penulis senyata mungkin. Yah, benar-benar membuat kita merasa ada dalam setiap adegan yang ditulis.

Karakter tokohnya sendiri, yang keputusan penulis mau dibuat seperti apa. Tapi agak jengkel juga sama Ares yang cemburuan tanpa berniat mendengarkan penjelasan. Sosok Ares dan Reina juga kalau dipasangkan slaing melengkapi. Reina yang sabar dan Ares yang emosian. Yah, cocok lah. Tapi Orion mau dikemanain? Orion sama aku aja deh. Eh,,, Lala sama Reina nggak marah kan? #ApaaanSIH!!

Pembagian karakter tokoh juga sangat pas. Jadi nggak ada yang melebihi tokoh utama dan setiap tokohnya benar-benar memiliki korelasi dengan yang lainnya. Jadi setiap adegan juga tampak sangat apik.

Tata letak isi, aku cukup suka dan ilustrasi di awal-awal bab juga manis dengan sub-sub judulnya. Pemilihan endingnya juga bisa dibilang cocok.

Well, I give 4 star for this book.
Profile Image for Nadhira R..
Author 1 book3 followers
August 29, 2023
Buku ini benar-benar teenlit, yang seandainya aku baca beberapa tahun yang lalu pasti akan aku kasih rating lebih tinggi. Ya namanya juga masih karya awal dari penulisnya dan memang ditujukan untuk remaja.

Berkisah tentang cinta segitiga dengan teman masa kecil, persaingan antara dua saudara, konflik dengan orang tua, sampai perjuangan mencapai cita-cita. Tema-tema yang diangkat bagus sekali, terutama kalau pengemasannya oke. Bahkan buku ini juga membahas tentang mental health yang di masa itu masih jarang dekali disadari oleh masyarakat. Good job untuk Orizuka 👍🏻

Sayangnya di usia sekarang malah jadi gemas saat membaca buku ini karena kesulitan mengikuti logika dari kejadian-kejadian yang ada.

Mulai dari Reina yang menghilang tanpa kabar karena lupa alamat, kok bisa padahal namanya teman main sejak kecil biasanya rumahnya berdekatan. Kemudian Reina yang tiba-tiba datang setelah 10 tahun tidak bertemu dan bahkan tidak bertukar kabar kok nggak kerasa roamingnya ya. Selama 10 tahun pasti banyak perubahan, perubahan minat lah, perubahan selera, perubahan gaya hidup antara Indonesia dan Amerika lah, dan sebagainya, tapi kelihatannya Reina gampang-gampang aja menyesuaikan seolah-olah hanya nggak ketemu beberapa bulan. Dan Reina yang ternyata sejak dulu sudah jatuh cinta sama Ares, kok bisa ya? Bahkan sedalam itu sampai tidak bisa berpaling. Padahal di buku ini hanya ada kenangan bertiga aja, dan di usia segitu harusnya perasaan seseorang sedang labil-labilnya. Memang sih namanya cinta tidak harus bisa dijelaskan, namanya juga cinta karena Ares adalah Ares. Sepertinya akan lebih dapet perasaannya kalau memang diceritakan momen Ares dan Reina masa kecil.

Karakter Reina disini dibuat "sesempurna itu" sampai selalu jadi rebutan Ares dan Orion bertahun-tahun, dan "sebijak itu" sampai semua orang mau denger nasihatnya dengan mudah. Termasuk Lala yang asalnya jadi saingan mudah banget untuk jadi akrab sama Reina. Selain itu karakter Reina ini tipe damsel in distress banget, yang senantiasa butuh bantuan dan perlindungan dari cowok serta kerjaannya nangis melulu. Padahal ada momen di mana Reina bisa memperbaiki keadaan kalau dia speak up atau do something, tapi dia malah nangis ☹️. Terus bisa ditebak hal apa dari Reina yang bikin Orion dan Ares langsung bergerak? Ya, Reina yang nangis-nangis sampai jatuh sakit dan diinfus.

Selain itu gemes deh sama penyelesaian antara Ares dan ayahnya, rasanya ada banyak banget muatan emosi yang bisa dieksplorasi di sini tapi udah aja perifer. Bahkan aku lebih suka penyelesaian masalah antara Ares dengan Dipo & Wanda aja lebih oke.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 30 of 213 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.