Jump to ratings and reviews
Rate this book

Membangun Surga: Bagaimana Hidup Damai di Bumi Agar Damai Pula di Akhirat

Rate this book
Surga. Inilah kata yang membuat kita terbuai. Kita lebih terhanyut oleh arus khayalan kita tentang surga daripada tindakan kita untuk mencapainya. Padahal, hakikat kehidupan surgawi merupakan hasil dari sebuah pencapaian—pencapaian untuk berjumpa dengan Tuhan.

Buku ini tidak berkisah tentang kenikmatan surga, seperti bidadari, kehidupan tanpa terik matahari, sungai-sungai madu, susu, arak, dan seterusnya seperti dilukiskan dalam Alquran dan hadis, melainkan menyodorkan kiat-kiat untuk hidup di alam surgawi. Sehingga, surga tak lagi sekadar alam impian, tapi dapat kita rasakan sejak saat kita hidup di dunia ini.

Untuk itu, surga harus dibangun. Surga yang akan datang itu harus kita persiapkan dengan membangun surga di bumi. Bumi ini sejatinya rahim bagi kehidupan selanjutnya. Kita harus memayu ayuning bawana, ikut menjaga dan memperindah dunia. Selain itu, kita harus berjuang meningkatkan kualitas jiwa kita, hingga mencapai tahap “jiwa muthmainnah”. Diri yang damai dan tenteram. Hanya jiwa demikianlah yang diseru Tuhan untuk kembali kepada-Nya, untuk menjadi anggota kafilah hambanya, dan untuk memasuki surga-Nya.

Buku ini menyuguhkan cara meraih jiwa yang tenteram dan membangun kehidupan surgawi itu. Ia hadir sebagai oasis bagi kehidupan yang kini terasa pengap bak neraka; laksana seberkas cahaya penerang akal da hati: mengajak keluar dari perangkap jebakan kehidupan duniawi sekaligus menuntun ke jalan keselamatan dan kedamaian sejati.

372 pages, Paperback

Published June 1, 2015

5 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (100%)
4 stars
0 (0%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 of 1 review
Profile Image for Wandi Suhendi.
172 reviews11 followers
May 25, 2018
membangun surga. sebuah tulisan yang benar-benar menggugah. surga di sini tidak didefinisikan secara tauhid pada umumnya tetapi lebih kepada bagaimana membentuk pribadi yang memiliki jiwa-jiwa surgawi namun tetap dengan bahasa yang membumi.

gagasan yang disampaikan oleh sang penulis sedikit bernuansa filosofis namun tetap dalam koridor yang logis karena dilengkapi dengan dalil-dalil qur'ani. sehingga apa yang disampaikannya memang benar dengan realitasnya jika dikaitkan dengan fenomena yang umum terjadi dewasa ini,

sayangnya dalam buku ini tidak dicantumkan riwayat sang penulis, padahal saya ingin kenal siapa Achmad Chodim ini sebenarnya
Displaying 1 of 1 review

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.