Ichiro sedikit mengingatkan pada Sin Chan, tapi beda kenakalan. Jika Sin Chan lebih banyak ke arah menggoda gadis-gadis muda dan iseng, Ichiro benar-benar bandel dan selalu ada ide untuk mengerjai orang di sekitarnya, atau binatang. Kadang malah agak sadis. Pokoknya bandelnya gak ketulungan.
Sampai suatu hari, Ichiro mengalami kecelakaan dan membuatnya mendapat ‘anugerah’ bisa melihat hantu. Nah, kemampuan ini yang menyebabkan hantu berdatangan meminta pertolongan Ichiro untuk menyelesaikan masalah mereka yang tertunda. Ichiro yang super usil dan nakal harus membantu para hantu tersebut karena jika tidak, mereka akan menghantui Ichiro. Rasa ceritanya nano-nano, ada lucu, sebal, mengharukan, seram. Kisah hantu paling favorit di seri ini adalah yang terakhir, tentang Kakek suka telanjang, meski agak cabul tapi pesannya saya suka.
Mengikuti sepak terjang Ichiro yg bandelnya ampun2an di awal namun begitu menyentuh begitu berhadapan dengan permasalahan para hantu yg mengau pada Ichiro. Isshiki sensei dengan baik memadukan dengan artwork yg unik. Jilid I ini dengan kisah Yuki, Nenek Yoshikawa dan Chiro serta Shin
Jika sebelum ini saya hanya mengenal anak TK bernama Nohara Shinnosuke (Shinchan) sebagai bocah ternakal di dunia manga/anime, maka kini saya diperkanalkan dengan Ichiro Hanada, bocah kelas 3 SD yang nakalnya jauh lebih parah: menyelipkan katak mati di mesin cuci, mengatai ibunya Nenek Sihir dan melempari ibunya dengan petasan, mengerjai hewan-hewan peliharan tetangga, menggoda kakak perempuannya yang dijulukinya dengan sebutan Jeldut (Jelek dan Gendut), serta macam-macam kenakalan lain yang bikin saya geleng-geleng kepala. Suatu hari Ichiro kena batunya. Saat sedang berusaha kabur dari kejaran ibunya setelah menghancurkan televisi di ruang keluarga dengan pemukul baseball, Ichiro ditabrak truk. Ajaibnya, ia selamat dengan sembilan jahitan di kepala. Tapi sejak saat itu, Ichiro memiliki kemampuan melihat dan berkomunikasi dengan hantu. Sayangnya, sifat nakalnya tidak hilang juga. :|
Tak ada yang mau percaya bahwa Ichiro bisa melihat hantu. Awalnya Ichiro ketakutan, tapi setelah tahu bahwa arwah-arwah itu menampakkan diri untuk meminta bantuan darinya, ia jadi kesal karena merasa direpotkan. Tapi Ichiro akhirnya mau juga membantu para hantu karena bila keinginan mereka tak dipenuhi, para hantu itu berubah menjadi menyeramkan dan kerap meneror Ichiro hingga ke alam mimpi.
Hantu pertama yang menemui Ichiro adalah perempuan muda yang ingin menyampaikan pesan kepada pria yang dicintainya. Masalahnya, pria tersebut ternyata bertampang preman dengan tato di sekujur tubuhnya. Tentu saja Ichiro gentar. Hantu kedua adalah nenek di lingkungan tempat tinggal Ichiro. Nenek itu ingin menitipkan anjingnya kepada Ichiro karena nenek tersebut tinggal sebatang kara dan tak ada yang mengurus anjingnya. Masalahnya, Ichiro dan hewan peliharaan adalah musuh abadi. Cerita tentang hantu nenek ini cukup menarik, perkembangan ceritanya sama sekali tak terduga. Hantu ketiga adalah anak laki-laki seumuran Ichiro yang meninggal tenggelam. Ia ingin agar Ichiro menyampaikan pesannya kepada sang ibu. Sejak kematiannya, ibu anak itu jadi pendiam dan kehilangan semangat hidup. Hantu keempat adalah kakek cabul yang tak mengenakan baju sama sekali. Semasa hidupnya, sang kakek gemar selingkuh dengan perempuan-perempuan muda berdada besar. Hantu "Kakek Burung" itu ingin Ichiro menyelinap ke rumahnya dan mengamankan surat-surat cinta yang diterimanya dari para selingkuhan, agar jangan sampai ketahuan oleh nenek. Wah, benar-benar merepotkan! Apalagi si nenek keliahatan galak sekali.
Komik ini diterbitkan PT Elex Media Komputindo di bahwa label Level Comics yang ditujukan untuk pembaca dewasa. Sebelum membaca komik ini, saya penasaran mengapa komik ini ditujukan untuk dewasa, karena covernya terlihat imut dan tidak 'berbahaya'. Setelah membacanya, ternyata isinya memang tidak cocok dibaca oleh anak-anak. Selain sikap nakal Ichiro yang sering kelewat batas dapat menjadi contoh buruk bagi anak-anak, terdapat pula cerita yang tidak etis bila dibaca oleh anak-anak, misalnya cerita tentang "Kakek Burung". Kakek Burung sendiri tampil telanjang bulat, sehingga komik ini harus mengalami sensor di bagian (maaf) kelamin si kakek. :))
Secara keseluruhan, Ichiro's Ghost Stories ini sangat menghibur dan mengundang gelak tawa. Susunan panel komiknya juga rapi dan ramah bagi mata sehingga tidak membuat bingung saat membacanya. Ceritanya seru dan cukup menyentuh. Senakal-nakalnya Ichiro, ia tetaplah bocah kecil yang punya kebaikan hati. *peluk Ichiro*
I like Makoto Isshiki's artwork and how he put some (almost hard to notice) details like how he drew the snail on Ichiro's head as he fell into the river or the little caterpillar which got onto his hand when he searched for the key in the tree and then fell off. While they seem irrelevant or unnecessary to the story, they give off a funny and of nature impression of a simple and ordinary life in a countryside area.
Having said that, such a peaceful and natural setting where the hills are green, houses are made from the woods, rivers are clear, neighbourhoods are as close as families.
I rarely encountered manga with non-mainstream drawings like this one. By saying non-mainstream, I meant that no one looks beautiful or handsome in this like your typical manga. And the stories were funny and laughable. No matter how naughty Ichiro is, you will still root for him through his many (mis-)adventures.