Ceritanya tentang seorang cewek bernama Nadia yang sejak jaman lompat karet udah sering dijahilin oleh seorang anak laki-laki bernama Kafka. Kejailan yang berawal dari iseng itu pun berlanjut sampai Nadia tamat dari SD. Tidak ada lagi Kafka yang buat Nadia sebel, Kafka yang buat Nadia nangis, atau Kafka yang jailnya minta ampun. Setamatnya Nadia dari Sekolah Dasar, ia melanjutkan SMP dan putus kontak dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan masa SDnya termasuk Kafka. Hal itu yang membuatnya bersemangat kembali dalam menjalani kehidupannya,karna gak ada lagi si tukang usil yang akan mengusik hidupnya.
Namun,kesenangannya cuma berlangsung kurang lebih sepuluh tahun, karna seperti kata orang,"Kalau jodoh takkan lari kemana." Begitulah yang dialami oleh Nadia, Well pada saat itu Kafka :D Nadia kembali dipertemukan dengan Kafka,musuh abadinya. Tapi apa jadinya kalau pertemuan Nadia dengan Kafka kali ini berlangsung di sebuah kamar hotel di Bali dan Nadia dalam keadaan pengaruh alkohol dan minim busana? *hmpfh
Nadia yang semula tak tau bahwa laki-laki yang membawanya ke kamar hotel adalah Kafka, mulai mengagumi laki-laki yang berdiri dihadapannya, handsome guy, sexy and got a six pack thingy,well who would not drooling btw? mwahahaha
Tapi begitu Nadia tau kalau cowok itu gak lain dan gak bukan adalah Kafka, dia langsung ngambil langkah seribu dan berharap kalau itu adalah pertemuan terakhirnya dengan Kafka. Tapi siapa sangka Tuhan berkehendak lain? Apalagi kalau yang namanya jodoh sudah ditangan Tuhan,hohoho. Suatu saat Nadia harus membawa ayahnya yang menderita serangan jantung ringan untuk pergi check-up ke dokter. Dan ternyata dunia itu tak begitu luas,karna Nadia kembali harus bertemu dan bertatap muka dengan Kafka yang ternyata adalah dokter ahli jantung. Nadia pun kelimpungan, tapi yang namanya benci akhirnya pun menjadi cinta. Awalnya benci, sebel,keki, dsb, akibat sikap Kafka yang suka sms-sms dan nelpon Nadia dengan isi-isinya smsnya yang tergolong "nakal" :D , tapi lama-lama sms2 itu jadi candu bagi Nadia, nyebelin tapi ngangenin.
Mreka pun menjadi begitu dekat, namun pada awal tahun baru, Kafka mengiyakan permintaan Nadia yang semula ingin Kafka berhenti menghubunginya dan menjauhi kehidupannya. Namun siapa sangka kalau akhirnya hal itu malah mengobrak-abrik hidup mreka berdua?
Nadia jadi cacing kepanasan dan mudah banget terpancing emosinya, dan Kafka menjadi unreachable. Stelah berbulan-bulan putus kontak, Nadia pun diundang ke acara ulangtahun club yang dimiliki Kafka. Disitu segala perasaan yang campur aduk yang mreka rasakan pun akhirnya tumpah, dan happy ending is the most suitable words to describe their condition :D
Kasi 3,5 karna :
-penulis diawal cerita mentioned the most disgusting insect ever in the world yang sumpah mati aku jijik banget, takut banget, dan stiap kali aku ktemu atau bahkan hanya denger namanya aja aku udah merinding. *personal feeling bgd*
-ada part dimana Nadia terkesan agak lebayyy :D
-sempat sebel ke Kafka yang ngilang kayak ditelan bumi, yah walau diakhir cerita alasannya masuk akal. Cuma ya kalau kayak kondisi Kafka yang uda bolak-balik kehilangan kabar dari Nadia, harusnya dia try harder and doesn't only just sit and wait for nothing. Kalau emang cinta mati dan gak mau kehilangan Nadia untuk kesekian kalinya ,seharusnya dia benar-benar fight for her. :) :)