Anakku, kalau najis itu sekedar luar, seperti duduknya anjing di kursi, itu mudah dibersihkan dengan debu atau air sabun, tapi najisnya hati karena bersekongkol dengan sekutu demi kekuasaan, janganlah sampai kita turuti. (Halaman 420)
Aku rekomendasikan buku ini untuk kalian baca, cocok untuk semua kalangan umur, kisah cinta KH. Hasyim Asy'ari yang mengharu biru dan kecintaannya dengan ilmu, kesabarannya belajar di Tanah Suci Mekkah, perjuangannya membangun kembali Pesantren Tebuireng yang terbakar, bijak dalam mengatasi dan memberi solusi setiap ada perbedaan juga berpegang teguh dengan prinsip kebenaran, dan sosok yang selalu mengutamakan kepentingan ummat.
Adanya novel ini jadi mudah memahami sejarah, ada lampiran dan silsilah keluarga KH. Hasyim Asy'ari di akhir buku👍