Gue bertemu dengannya tanpa sengaja. Dia sedang memeluk kekasihnya yang menyebalkan itu, membuat gue langsung berdoa agar mereka segera putus. Doa gue dikabulkan Tuhan. Bahkan gue bisa menikah dengannya. Gue nggak tahu, kalau ternyata pernikahan gue akan berakhir seperti di medan perang. Lawannya? Ya, suami gue sendiri, si Argani Hanan. Ketika memutuskan menikah dengannya, yang ada di pikiran gue adalah … cinta akan datang karena terbiasa! Tapi … bagaimana mungkin semua bisa terbiasa, kalau sejak awal Arga sudah memberikan kontrak serta batasan-batasan selama pernikahan kami? Gue harus menang! Hanya itu yang bisa buat gue bertahan dari semua pertarungan ini. Dan, kalaupun nanti gue kalah … Arga harus jadi orang yangg paling menderita! Itu janji gue!
Wow, bacaan yang menarik di tengah banyak bacaan yang menunjukkan betapa bahagianya kehidupan pernikahan. Saya ingat ibu saya pernah bilang kalau saya mau menikah nanti pertanyaan pertamanya adalah, "kamu sudah siap menderita?"
Buku ini menunjukkan secara gamblang penderitaan itu. Di luar beberapa narasi yang terlalu "lompat", saya tetap menyukai keseluruhan cerita. Satu hal yang saya paling suka adalah betapa "diary"-nya cerita ini. Semuanya terasa nyata .... dan pedih. Saya sangat suka cerita ini. Terima kasih banyak untuk Ayana Kamila yang sudah menciptakan cerita senyata ini.
Satu lagi novel Le-mariage yang mengangkat tema perjodohan. Ide ceritanya bagus, meski entah kenapa saya tidak bisa sepenuhnya merasakan chemistry antara Oriana dan Arga. Karakter Oriana sebagai artis terkenal tidak begitu di-explore, begitu juga Arga sebagai alpha male. Dan satu lagi, judul per bab yang menunjukkan bulan itu, mending nggak usah ada deh. Malah membuat bingung. Kejadian dalam satu bab sepertinya hanya sehari, pindah ke bab berikutnya sudah ganti bulan. Padahal masih kejadian kemarin.
Sayang banget. Premis bagus tapi eksekusi berantakan.
Jujur awalnya tertarik sama prolog yang penulis suguhkan. Jadi tau ini cerita mau dibawa kemana konfliknya dan gue penasaran.
Yawdah, karena lagi free trial Gramdig, sikat deh.
Pertama, gue sebel banget sama tokoh utamanya. Oriana dan Arga, nggak ada satu pun yang gue suka. Nih bedua couple yang umurnya udah mateng tapi nggak pernah tuh sekali pun gue nemuin mereka berdialog secara dewasa. Nggak alir gitu hubungan mereka, komunikasinya timpang. Oriana yang childish dan Arga yang—gataulah!
Kedua, antagonis dicerita ini beneran jadi2an alias nggak natural. Kehadirannya tuh kea cuma ditulis nama aja, nggak ngaruh ke emosi pembaca. Sumpah! Gue malah kesel ama si Oriana, bukan Ayesha atau Ray.
Ketiga, kenapa sih penulis suka pakai tanda seru dan elipsis padahal nggak dibutuhkan dalam kalimat atau dialog? Ganggu.
Keempat, ini beneran Oriana umur 26 dan Arga 33 bukan sih? Kalau umur mereka diganti jadi sama2 17 atau 18 tahun, gue percaya deh. Apaan dah! Katanya yang satu artis terkenal serta profesional dan yang satu dirut muda yang pintar tapii tingkah laku mereka selama cerita berlangsung sama sekali nggak profesional dan pintar, coy!
Kelima, drama banget ish! Iye, gue tau ini genrenya juga ada selipan drama. Gue serius wakth bilang premisnya bagus untuk cerita marriage life. Bahkan kalau eksekusinya pas, gue bisa aja nangis. Tapi terlalu sangat disayangkan :(
Udah itu aja sih. Gue cuma gedeg sama Oriana dan Arga. Mea juga terlalu lebay, ew. Dan gue kasian Ayesha serta Ray terpaksa dijadikan antagonis.
3.5 bintang. dibuletin ke atas karena kovernya gemesin. Trus bonus2 PO-nya juga kusuka.
Sebenernya kalo dari segi teknik kepenulisan, memang harus diasah lagi sih. Tapi, kubaca ceritanya dari awal, so far merasa enjoyable sama ceritanya. Maksudnya, ini emang jatohnya kayak nikah dijodohin gitu. Jadi, bapaknya Oriana nawarin Oriana calon2 suami potensial kenalan dia. Ada tiga calon, dan yang Oriana kenal cuma Argani Hanan. Tapi, bokapnya Oriana justru gak rekomen si Arga buat jadi suami Ori. Alasannya, karena si Arga itu perusahaannya lagi sulit secara ekonomi. Kalau Ori nikah sama Arga, otomatis Arga bisa minta bantuan suntikan dana dari bokapnya Ori (yang pengusaha kaya) buat bantuin perusahaan keluarga Arga. Si Arga ini tetap dimasukkin jadi calon pilihan sama si bokap karena track record Arga baik, gak macem2 (yg gue tangkep sih, gini). Dan, pada akhirnya, walau si bokap gak rekomen, Oriana justru milih Arga jadi suaminya karena emang cuma Arga yang Ori kenal dibanding calon2 lainnya.
Dan kisahnya pun berlanjut seperti kebanyakan drama nikah paksa. Bedanya, Oriana nggak merasa terpaksa buat nikah sama Arga. Dan perjanjian antara suami-istri start from stranger pun muncul. Bedanya dari cerita nikah paksa (tapi gak juga sih) pada umumnya, Arga setuju buat tanggung jawab jika ada anak di antara mereka selama pernikahan 5 tahun itu, which means, dia nggak membatasi diri akan hubungan seks. Pada umumnya, cerita bertema sama akan dibuat perjanjian dengan si suami dan si istri nggak boleh berhubungan seksual satu sama lain--kesepakatan yang pada akhirnya (biasanya sih) akan dilanggar. Tapi, OWD gak gtiu kok.
So far saya lebih puas sama versi cetaknya (walau masih ada kekurangan). Versi cetak OWD lebih rapi dan lebih banyak detail.
Kisah tentang perjodohan yang melibatkan perasaan sepihak ini lumayan cukup rumit. Disini, Oriana yang memiliki perasaan lebih kepada calon suaminya. Tapi sayangnya, calon suami hanya menyangka ini sekedar hubungan bisnis aja. Ya lelaki itu adalah Argani Hanan. Oriana Jasmeen seorang artis, dan Argani Hanan seorang pengusaha. Kebetulan perusahaan Arga lagi memerlukan bantuan finansial, makanya dia meng-iya-kan permintaan calon mertuanya. Arga pun sudah buat perjanjian kontrak buat dia dan Oriana. Gimana cara mereka mempertahankan pernikahannya? Apalagi cinta masa lalunya Arga datang dan menganggu mereka? . Membaca cerita ini membuat saya mengumpat banyak, kesel banget deh sama sikap Arga yang terlalu dingin ke Oriana. Padahal Oriana sudah bersikap selayaknya istri. Gaya cerita yang menarik dan detail, membuat saya selalu penasaran apa yang bakalan terjadi di bab selanjutnya. Iyaa tegang banget, apalagi kehadiran sosok masa lalu ini kayak mimpi buruk.
Tokoh-tokoh yang kuat, Oriana dengan sikap manis dan tegas. Juga Arga dengan sikap dingin dan plinplan yang lumayan bikin gemes. Mungkin karena dia terlalu telat menyadari ya makanya sikapnya begitu.
Gaya bahasa yang mengalir, juga memakai sudut pandang orang ketiga ini penulis mampu menceritakan apa yang dirasakan sama tokohnya.
Konflik tentang cinta, masa lalu, keluarga dan persahabatan. Konfliknya agak di akhir sih ya, membuat klimaks banget. Karena ya kepercayaan itu mahal harganya. Tapi ya kebahagian juga perlu sih, meskipun benci tapi kadang di hati masih terselip rasa cinta. Endingnya ku kira bakalan begitu saja, tapi untung saja membuat saya suka. . Overall saya menikmati dan menyukai ceritanya. Bagi cari tema perjodohan dan marriage-life, bisa di baca cerita ini :)
3.5 bintang + 0.5 nya bonus untuk happy ending meski aku sebenernya bukan tipe penggila happy ending wkwk.
aku suka interaksi antara arga dan oriana, meski tbh aku gak suka sama karakter 22nya wkwkw. gak paham apakah saat dewasa memang serumit itu dan harus seidealis dan seegois itu, tapi mungkin memang semua tidak sesederhana apa yang dipikirkan logika. kadang aku mikir hubungan mereka kaya bus transjakarta yang rutenya muter muter padahal bisa pake jalur yang lebih singkat, tapi ya namanya manusia kan, bukan bus transjakarta yang udah ditentuin rutenya masing masing :-)
such a cute romantic story. aku suka arganya ga kaya bencong wkwkw (biasanya kalo baca novel, cowonya suka kaya bencong gitcu) dan mungkin karna aku ga pengalaman baca novel yang karakternya alpha male gitu, jadi aku ngerasanya arga sih udah oke oke aja karakterisasinya (meski kesel akut karna doi sangat gede egonya).
terima kasih kepada kaka penulis. kusuka novel ini dan semoga sukses selalu untuk semua karir yang ditekuni😊
Gemesin banget ini ceritanya. Satu waktu bikin ngeselin, satu waktu lainnya bikin gregetan pengen di undel2 tu dua tokoh utamanya. Tapi akunya sukaaa. Walaupun di awal agak sedikit alurnya lambat, tapi makin ke sininya, uda mulai seru. Tentang perjodohan, pernikahan, cinta, kepercayaan antar pasangan.
Nggak tau kenapa saya suka kisah tarik ulur urusan perasaan, cinta dan keadaan antara oriana dan arga dinovel ini wkwkwkwk. Feel kesal, gemes, greget, sakitnya cukup saya dapatkan dibuku ini 🙃thanks to the author for making this ride! Wohoo..
*btw novel ini saya baca di ipusnas. Padahal ada adegan cukup dewasa didlm buku ini tp saya liat cover belakangnya tidak ada cap 17+nya (?) 👀dunno💁
Saya selalu suka tema perjodohan. Saking sukanya sampai ikutan nulis dengan tema ini juga. Seandainya karakter dalam buku ini lebih konsisten dan tarik ulur emosinya dimainkan lebih maksimal, saya akan lebih menikmati ceritanya.
I'm sorry, but I didn't really enjoy reading this book. Sebetulnya ada dua buku yang masuk kategori not my cup of tea, tapi yang dibaca sampai selesai baru yang ini. Yang satu lagi masih bingung apa saya akan baca ulang atau dikukuhkan DNF, dan apakah nanti juga diresensi. Entahlah...
Hal pertama mungkin sudah pernah saya utarakan di resensi lain (dan jujur saya takut yang baca ataupun saya sendiri bakal bosan dengan alasan ini 😅) yaitu soal perempuan yang jatuh cinta lebih dulu akan berhasil mendapatkan lelakinya, padahal lelaki itu sedang menyukai perempuan lain. Memang menghibur dan tipikal cerita romansa yang akan mudah digemari, tetapi saya lebih suka yang realistis dan dewasa, dalam artian kedua pihak punya visi-misi yang sama dalam sebuah hubungan, bukan salah satu pihak saja yang memaksakan.
Hal kedua adalah perubahan tone dalam cerita yang cukup sering sehingga membingungkan saya. Kadang saya mendapati narasi yang formal dan lembut, lalu ala-ala Metropop yang menggambarkan kesibukan pekerjaan tokohnya, kemudian lincah dan ceplas-ceplos macam chicklit, kemudian mendayu-dayu. Dan tone yang paling sering berubah /dan/ mengubah mood cerita adalah yang menggunakan banyak tanda seru (!!!!!) serta titik-titik (........). Unfortunately, it didn't work for me. Saya jadi kesulitan membangun atmosfer ceritanya di kepala saya karena perubahan itu. Apakah ini cerita yang sendu? Atau lincah sedikit nakal? Jadi mood novel ini seperti apa? Kalau dari kovernya saya menebak alurnya tenang dan pembawaan tokoh-tokohnya akan diwarnai beberapa adegan kecil yang manis. Namun ternyata tak semuanya seperti itu.
Nah, barangkali perubahan tone itu dipengaruhi juga oleh suntingan, terutama tanda seru dan titik-titik itu. Juga ada sedikit tanda kurung dan monolog dalam hati yang penempatannya seakan tiba-tiba.
Hal ketiga adalah ending-nya. This book is another Wattpad adaptation, so I did expect some 'uniqueness' such as bonus chapter. Jangan salah, saya suka akhir yang diberikan penulis (yang melengkapi prolognya, bagus banget itu) tapi lalu saya balik halamannya dan ternyata masih ada lagi lanjutannya, lalu masih ada lagi, lalu masih ada lagi... membuat ceritanya jadi punya too-closed ending. Mungkin pembaca kisah ini di Wattpad juga mengharapkan adanya tambahan cerita. Memang balik lagi ke selera, sepertinya.
Tentu saja ada yang saya suka dari buku ini. Kovernya, misalnya. Tampak depan dan belakangnya sama-sama bagus plus pemilihan warnanya manis banget. Kelihatannya juga digambar sendiri, bukan dari photostock. So yay! Lalu ending-nya yang pertama, meski saya jadi bertanya-tanya masalah perceraiannya karena tiap agama punya aturan berbeda soal perceraian saat istri masih mengandung. Saya juga menghargai pemilihan nama tokoh-tokohnya yang tidak pasaran.
All in all, this is just my two cents. Everybody's got their own liking, so maybe this one fits yours. Apalagi tema perjodohan, love-hate relationship dan Wattpad fic masih digemari. Omong-omong, segmen Q&A di bab paling akhir kreatif juga 😀
📚 Le Mariage: Oriana's Wedding Diary ✒️ Ayana Kamila 🎡 eLib Cimahi 🥨 Elex Media Komputindo 🎖️3,9/5
Review: Akhirnya aku baca buku ini juga. Sering liat buku ini tapi selalu nanti-nanti buat baca. Pas akhirnya bisa baca buku ini aku cukup puas dan cukup menikmati. Buku ini menceritakan perjuangan Oriana untuk menaklukan hati suaminya, Arga. Aku ngerasa kisah perjuangan Oriana tuh kayak ada yang kurang. Apa mungkin faktor ceritanya yang lompat-lompat. Nah masalah kurangnya ini aku jadi less bit emotional. Aku lebih ngerasa emosional sama tingkah Ayesha. Sumpah aku greget banget.
Terus aku ngerasa chemistry antara Arga dan Oriana yaa kurang. Seperti apa yang aku bilang sebelumnya, perjuangan Oriana kayak ada yang kurang karena bagiku kok semulus itu. Arga nya kurang dingin wakakaka. Tapi waktu Arga di fase memprioritaskan Ayesha tuh beneran bikin kesel. Dari awal sampai tengah tuh menurut aku udh cukup oke. Tapi di akhir aku ngerasa sedikit rush and messy. Pas aku baca bagian-bagian akhir tuh aku ngerasa both of them, Arga dan Oriana nih kekanak-kanakan. Terutama Oriana ya. Mau kekeuh cerai tapi 5 tahun setelahnya baru sadar kalau keputusan nya agak salah. Likeee??? Kalo gk ada anak sih aku masih maklum. Ini ada anak loh 😭😭😭
Dari segi penulisan, aku sangat terganggu dengan cara penulis meletakkan tanda seru! Karena penggunaan tanda seru ini BANYAK BANGET. Bahkan di kalimat yang intonasinya biasa aja tapi malah dikasih tanda seru. Gemes aku tuh. Semoga next nya bisa improve ya. Selebihnya aku gak masalah. Seperti di awal, aku cukup menikmati dan bahkan baca ini gak sampai 2 hari 🤣🤣 Karena konfliknya cukup seru untuk diikuti dan aku emang suka tipe cerita contract marriage yang she fell first, he fell harder😋
This entire review has been hidden because of spoilers.
Yah meskipun lagi-lagi dapet cerita soal perjodohan kali ini lumayan juga kalo boleh bilang. Sama-sama dari keluarga terpandang, bikin keduanya nggak bisa nolak "perjodohan" orang tuanya, Oriana yang memang sudah kagum dengan Argani memilih lelaki itu untuk jadi suaminya, dan Arga "terpaksa" nerima demi merubah citra perusahaannya yang lagi kacau, win-win solution eh?
Oriana sempat berpikir meskipun pernikahan mereka hasil perjodohan setidaknya seiring berjalannya waktu, Arga bisa jatuh cinta sama dia. Well, keinginan emang nggak selalu berjalan lurus dengan kenyataan. Bahkan dihari pernikahan mereka, dimalam yang seharusnya semua newly weds menghabiskan malam berdua, yang didapat Riana justru kejutan berupa Surat Kontrak yang isinya well- pernikahan mereka ada expiry date-nya, maks 5 tahun mereka bersama; gak boleh ada orang lain diantara mereka selama mereka masih menikah; dan yaaaang akhirnya dilanggar juga. Memang ada masanya mereka saling jatuh cinta dan bahagia layaknya pasangan lain, tapi layaknya pasangan lain juga pernikahan mereka juga penuh dengan pertengkaran, cemburu sana-sini, ego yang sma-sama selangit, hadirnya orang ketiga which is sang mantan terindah buat Oriana dan cinta nggak sampai tapi berkedok sahabat dari Argani. Yatuhan apa menikah memang serumit itu?
Memang sih happy ending, tapi it takes time banget bagi Oriana buat memaafkan Argani dan terlebih untuk memaafkan dirinya sendiri.
Saya penasaran dengan novel ini dari bulan juni... Niatnya mau beli pas lebaran, eh keundur lagi... Dan baru beli bulan desember ini. . . Buka bukunya disambut oleh kalimat. . . Untuk kalian yang percaya bahwa cinta akan selalu menjadi cahaya. . . Novel yang menceritakan bagaiman perjalanan pernikahan oriana. Saya nyaman membaca novel ini. Sangat menikmati sampai baper.... Bapernya itu bukan galau atau sejenisnya.... . . Saya MARAH! (tuh di capslock). . . Why?. . . Ok this is fiction. Intinya saya marah. Marah dengan Arga, Oriana dan Ayesha. Pajang kalau di tulis..... kongkow aja yuk biar saya jelasin alasan saya marah dengan mereka. 😷😷😷😷. Intinya hal yang bisa saya petik adalah kenapa sih kita harus menyiksa diri sendiri... Kenapa ga ngomong aja repot kan kalau udah jadi punya orang.... Ahh yaaa novel ini mengajarkan jangan ngambil keputusan seenak jidatnya dan saya setuju dengan statement oriana, apa sih statement nya? . . Aku salah satu orang yang ga percaya persahatan antara laki-laki dan perempuan. - hal 115. . . . Well, saya merekomendasikan novel ini....tapi jangan baper ya.... Kalau saya sih ga baper cuma MARAH. . .
Lebih tepatnya 3,5 Udah lama penasaran sama novel ini karena covernya cantik dan blurbnya dengan tema yang aku suka. akhirnya aku baca buku ini via scoop. bab-bab awal lumayan menarik dan bikin aku ingin lanjut terus kehalaman berikutnya, tapi makin ketengah aku merasa tidak semulus bab awal. dari judulnya aku berekspektasi bahwa buku ini akan menuliskan isi diarynya yang oriana tulis tentang bagaimana dia menjalankan hari demi hari bersama orang yang dijodohkan dengannya, tentang diary oriana yang mengharapkan arga untuk tidak menganggap pernikahan mereka sebatas perjanjian bisnis semata. ternyata aku tidak menemukan itu semua, diary disini hanya diartikan sebagai tanggal dan bulan saja yg dituliskan diawalan bab. Selain itu endingnya juga gak terlalu "wah" semoga next karyanya akan lebih baik lagi, sebenarnya hanya beberapa kekurangan saja yang menyebabkan aku tidak menemukan klimaks novel ini, kalo saja mulai dari pertengahan sampai akhir bab seseru bab awal pasti novel ini bagus banget😊, semangat buat penulis untuk karya selanjutnya👍💪
Novel tentang pernikahan. Alur novelnya cukup panjang dengan perkembangan alur yang pas. Di beberapa part ada flashback dengan transisi yang rapi, sehingga tidak membingungkan pembaca.
Terdapat beberapa karakter tokoh yang cukup aneh. Karakter Oriana terlalu polos, bertentangan dengan latar belakangnya. Oriana sudah dewasa, berasal dari keluarga kaya raya, seorang selebriti, dan punya pergaulan luas. Apakah dengan latar belakang seperti itu cocok dengan karakter Oriana?
Di bagian akhir novel terasa diperpanjang atau diulur-ulur agar tidak cepat tamat. Karakter Oriana pun menjadi tidak konsisten dan banyak ragu dalam mengambil keputusan. Dengan karakter Oriana di awal novel, saya lebih suka kalau endingnya mereka tidak bersama.
Secara keseluruhan novel ini masih oke dan enak dibaca. Saya menikmati membaca novel ini.
Di novel ini menceritakan penikahan berdasarkan bisnis yg berujung menjadi pernikahan kontrak...
Seems sooo familiar, karena banyak banget novel ngangkat konsep seperti ini
Tapi yang bikin nyaman bacanya adalah cara penulisan dan karakter pemeran utamanya yg bagus.
Walaupun rada kesel setiap si suami ke temennya terus, tapi menurut ku porsinya masih balance karena suami lebh banyak menghabiskan waktu sama istrinya.
Apalagi 1/4 akhir buku menceritakan setelah perceraian mereka aku suka aja. Karena di sini oriana tegas dan nyata banget keputusan nya, sebagai istri aku juga minta cerai kalau keadaannya begitu
This entire review has been hidden because of spoilers.
versi wattpad aku sdh baca berulang2 dan ga pernah bosen.. bgt dpt versi cetaknya, abaikan smua pekerjaan rumah demi kangen sm novel ini 😉😉😉
ceritanya simpel, ga terlalu byk tokoh.. ini ttg perjuangan oriana mendapatkan cintanya argani hanan dan mempertahankan rumah tangganya dr ayesha... argani hanan yg ganteng, dingin, cuek, yg akhirnya dilema cintanya diantara dua pilihan... suka pake banget sm novel ini... 😙😙😙😙😙
sumpah sih covernya gemesin bangetttttt. cerita nya seru sih, sempet bikin gemes juga nih sama Argani. hahaha tapi di akhir-akhir aku malah gemes sama Oriana. eerrghhh cuma bisa 'yah serius nih serius?' terus aku lihat masih ada beberapa puluh halaman lagi sebelum ending, jadi aku masih positif thinking aja. eerrgghh kenapa harus nunggu lima tahun dulu sih ya. menyiksa diri sendiri! ah gemes sama Oriana. untung Argani cinta mati. huft.
Novel bertema pernikahan ini cukup mengaduk-aduk perasaan pembacanya. Mulai dari kelakuan Oriana sendiri, egoisnya Argani dan juga konflik yang cukup pelik di antara mereka berdua. Namanya juga benci tapi jadi cinta. Gani yang sok-sokan nggak mau jatuh cinta, akhirnya jatuh cinta juga, Oriana yang awalnya kekeuh buat bikin Gani jatuh cinta, akhirnya capek juga. Namanya juga udah berusaha, tapi nggak dianggep, ya capek kan?
Dibuletin jd bintang 4 Dibikin salut sama perjuangan Oriana yang tetep bertahan walaupun dipihak yang nggak menguntungkan. Apalagi dengan sikap Arga yang bisa dibilang plin plan sampai harus ngorbanin rumah tangganya. Pas udah ikutan terharu sama masalah Oriana dan Arga sampai nangis, malah kalimat andaln Patkay keluar, 'derita cinta tiada akhir', langsung ngakak sambil nangis. Novel Le Marriage walaupun sebagian besar udah bakal tahu gimana ceritanya tapi tetap aja bikin penasarn buat baca
Formatnya dibikin seakan-akan diangkat dari kisah nyata, sampai ada bagian QnAnya. Sempet bingung di awal "ini beneran cerita fiksi?" xD beberapa scene ada yang loncat waktu tapi ga ada keterangannya, jadi bikin ragu ini scene lanjutan, flashback, atau scene di beberapa waktu kemudian, ya?
Overall tapi seru sih, ngegemesin juga dan lumayan bikin gereget sendiri :D suka sama karakter oriana yang tidak pantang menyerah dan tetap keliatan ceria walau lagi ada masalah
ini adalah novel ke-2 yang aku baca seri "le marriage" nya elexmedi... awalnya aku uda janji ga bakalan baca le marrige lagi...gara2 pengalaman pertama beli buku le marriage ( if you come back) yg menurut saya,ceritanya ga masuk akal semua....#malah tsurhat
so...pas lagi jalan ke gramedia,liat covernya yg manis...lgsg comot (oh maafkan saya,ini kelemahan saya klo uda ngeliat novel).
jdi begitu sampe rumah...lgsg eksekusi...omaigad....saya ga bs berhenti baca sampe halaman terkhir ( ke skip pas pipis aje). nyesek banget baca bagian Oriana... duh pengen njitak Ayesha...
Ceritanya bagus. Kisah mereka bikin kebat kebit. Kelakuan mereka bikin halu, tapi masih wajar gitu. Karena memang ini isinya kisah tentang pernikahan. Konflik keluarga dan pernikahannya dapet banget. Bikin gemesy.