Nairne, sahabat Relva sejak kecil, pergi dari istana setelah mengetahui Raja Hans dan Ratu Arlene yang mengasuhnya sejak kecil ternyata bukan orang tua kandungnya. Tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada putri kesayangannya, Raja Hans meminta Relva mencari Nairne dan membujuknya kembali ke Bestonia.
Sesederhana itulah misinya sampai Relva bertemu dengan Deidre, RedFever yang membuat hidupnya berubah selamanya. Bersama Deidre, Relva mengalami petualangan-petualangan mendebarkan. Mereka melangkah terlalu jauh hingga terseret ke sebuah konspirasi berbahaya yang tidak hanya membahayakan nyawa mereka, tetapi juga kelangsungan hidup mahluk hidup di planet Medarda.
Mau tidak mau mereka harus terlibat atau Nightfall yang ditakuti Medarda terancam akan terjadi lagi.
Terlalu klise, terlalu RPG, diperparah dengan pengaruh manga/anime yang terlalu berlebihan (penggunaan nama jurus) yang menyebabkan novel ini jadi lucu karena norak.
Imajinasi pengarangnya cukup bagus dan kreatif, tapi ceritanya terlalu tipikal, dan siapapun yang suka membaca anime-game rpg jepang (misalnya final fantasy dan judul lainnya) akan langsung tahu maksud saya.
Tapi ini novel pertama sang penulis. Mudah-mudahan dia bisa mengembangkan kemampuan menulisnya, karena sedikit sekali genere novel fantasi.
endingnya kurang greget bagiku... menjadikan cerita ini lebih tepat kalau disebut episode 1 dari sebuah trilogi, atau mungkin bahkan 7 seri seperti harry potter sayangnya nggak ada kelanjutannya
Okay. Again, this is also a very lame book I've ever read. But I (once again) appreciate that an Indonesian author is brave enough to write a fantasy fiction. There are two reasons i state it as "okay": first, at least all the characters and settings were created in surreal world, and second, the ending was unpredictable. Thank you. Thank you.
Bukunya sangat menarik para pembaca. Bahkan sayapun ingin terus membacanya sampai Relva bertemu dengan Nairne. Buku ini sangat menantang dan imajinasinya juga sangat menarik. Tapi saya mau tanya, apakah masih ada lanjutan dari buku pertama?