Jump to ratings and reviews
Rate this book

Then & Now: Dulu & Sekarang

Rate this book
Ruita
Gadis dari suku telinga pendek. Ia tidak menyukai suku telinga panjang, apalagi kalau harus bekerja pada mereka. Tapi lalu ia melihat mata itu, mata seorang lelaki suku telinga panjang yang sorotnya seolah dapat melihat kedalaman hati Ruita.

Atamu
Ia tidak pernah menyangka akan jatuh hati pada gadis dari suku lain yang lebih rendah derajatnya. Tapi apalah arti kekuatan lelkau berusia enam musim panas bila dihadapkan pada akhir yang lama tertulis sebelum dunia diciptakan?

Rosetta
Ia punya segalanya, termasuk kekasih yang sempurna. Tapi ketika dilamar, ia menolak tanpa tahu alasannya. Ia hanya tahu hatinya menantikan orang lain, seseorang yang belum dikenalnya.

Andrew
Ia hanya punya enam bulan untuk mencari calon istri, tapi ia tak tahu dari mana harus memulai sampai ia melihat seorang gadis berambut merah. Dan begitu saja, ia tahu ia akan melakukan apa pun untuk mendapatkan gadis itu.

Ini kisah cinta biasa: tentang dua pasang kekasih yang harus berjuang demi cinta. Namun, bukankah tidak pernah ada kisah cinta yang biasa?

344 pages, Paperback

First published May 22, 2017

7 people are currently reading
124 people want to read

About the author

Arleen A.

220 books55 followers
Born in Indonesia, Arleen is a working mother of two. She has a teenage daughter and a younger son. Arleen started writing children books in 2004. At that time, she found it quite challenging to find good children books at affordable prices in Jakarta.

Arleen holds a BSc in Commerce and an MBA in Finance and is currently working full time in a distribution company in Jakarta. Even though her education background and work had given her more chances to deal with numbers rather than words, Arleen was raised as a book loving individual. In the past 14 years, she had written more than 250 children books and 10 adult novels.

Some of her books that became bestsellers : I Love you Mom, Kingdom Tales Collection, Motivate Your Kids the Right Way and Animal Tales Collection.

"To me, writing is not just an infatuation or simply a summer fling that lasts a fortnight, it's clearly an everlasting love that lasts forever. For as long as I live, you will definitely see me writing."

Arleen can be contacted at her email : arleen315@yahoo.com

Covers and sample pages of her books can be viewed at her site: https://arleen315.webs.com

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
28 (16%)
4 stars
76 (45%)
3 stars
54 (32%)
2 stars
10 (5%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 61 reviews
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
October 12, 2017
PERINGATAN: MILD SPOILER ALERT

Membaca buku ini seperti melahap black and white cookies, yaitu kue kering dengan dua rasa berbeda dalam satu keping yang saling melengkapi. Sama seperti dua cerita cinta di buku ini, yang jika dilihat sekilas tak berhubungan, tapi beberapa unsur di dalamnya membuat pembaca memiliki teorinya masing-masing. Reinkarnasi, pembalasan, kerja mistis (atau kalau kita lihat bagian kovernya, kehidupan abadi?), you name it.

Apa pun itu, kita pasti sepakat bahwa buku ini unik karena konsepnya. Bukan hanya unik, buku ini pun kaya. Kaya info tanpa menggurui, kaya deskripsi, dan kaya latar belakang (etnik dan modern). Cara penyampaiannya padat dan efektif, begitu menyenangkan seakan sedang menonton film. Jenis tulisan yang terlihat profesional dan terlatih--bersih dan tidak ada yang sia-sia. Typo pun nyaris tak ditemukan.

And yes... if you know me, how can I resist that well-curated cover?

Jujur saja, ada sedikit kebingungan ketika saya sudah berhasil menyelesaikannya (hanya dalam satu setengah hari, omong-omong). Yaitu semua keterkaitannya. Ceritanya mungkin memang dibuat "menggantung" (karena tidak benar-benar cliffhanger, tapi pembaca seperti diberi kebebasan untuk menyimpulkan sendiri meski penulis bisa menjelaskan yang sebenarnya) dan nuansa yang diberikan masing-masing cerita roman itu terasa berbeda karena latar tempat dan waktu yang jauh. Hampir seperti eksperimen. Dan bagi saya sebagai pembaca, eksperimen itu berhasil menghibur saya dan membuat saya ingin mempelajari cara menulisnya.

Saya sedikit menyayangkan tidak adanya label apa pun di buku ini. Seandainya ada tulisan Amore atau Metropop (sepertinya buku ini gabungan keduanya, apa ini alasannya tidak diberi label?) setidaknya saya bisa bersiap-siap karena kadar romansanya setara chick flick. A tale about match made in heaven and all. Giung sekali buat saya, haha. Tapi hebat, itu tandanya Mbak Arleen salah satu penulis all-rounder Indonesia, dan memang saya sempat tertukar dengan penulis serbabisa lainnya seperti Mbak Ruwi Meita dan Mbak K. Fischer entah bagaimana ^^" (buku-buku roman mereka juga sejenis, maniiiis sekali)

Juga, kovernya. Mengapa ada tulisan 'penemuan tentang hidup abadi' dan iklan berlibur di situ, jika tidak ada di ceritanya (ada sebetulnya, tapi sedikiiiit sekali sampai nyaris bisa diabaikan)? Seringkali kover menggiring saya pada pembentukan mood membaca dan ekspektasi cerita yang akan saya nikmati. Dan ketika itu melenceng, ya... ada sedikit rasa 'Seharusnya baca saja ceritanya, nggak usah lihat kover.' tapi mau bagaimana lagi ^^"

Terakhir, ini pengalaman membaca karya Mbak Arleen yang kali pertama, tapi jelas bukan yang terakhir. Saya dengar Ally cukup fenomenal dan novel itu berhak mendapat kover cantik juga seperti novel ini. Terima kasih untuk Mbak Arleen atas surelnya (udah nggak bingung lagi kok sekarang, hehe. Malah saya utarakan teori saya sendiri tentang dua pasangan itu). Sukses untuk buku-buku selanjutnya!
Profile Image for Yoyovochka.
312 reviews7 followers
September 12, 2022
Kisah romansa yang manis dengan dua latar, empat tokoh, dan dua zaman berbeda. Alurnya lambat, tetapi berubah menjadi lebih cepat pada bagian tengah, dengan akhir yang dibuat terbuka dan menurut saya logis. Awalnya saya pikir ini adalah insta love yang saya nggak suka, ternyata nggak bisa juga digolongkan sebagai insta-love karena ada proses jatuh cintanya yang menurut saya alami. Nggak terburu-buru dan cukup masuk akal. Saya pun akan bertindak seperti si Rosetta andaikan memang hal ini kejadian di dunia nyata. Yang satu berakhir duka, yang satu berakhir bahagia. Tetapi, kisah keduanya tidak biasa. Senang sekali dengan gaya kepenulisan Arleen ini.
Profile Image for Fikriah Azhari.
362 reviews147 followers
June 30, 2017
"Dan aku tahu jika punya kuasa memutar waktu, aku tetap akan melakukan apa yang sudah kulakukan. Aku akan tetap memilihnya." - Then&Now by Arleen A.


Ruita tahu, bahwa suku Eepe selalu memandang rendah suku Momoki. Lalu, mengapa ia harus bekerja pada mereka yang memandang rendah dirinya? Apakah hanya karena kakek neneknya dan anak anak suku telinga pendek sudah seperti itu sejak dulu?

Masih banyak lagi pertanyaan yang muncul dalam pikirannya, seperti mengapa pula moai memunggungi laut? Kenapa pula patung itu tidak punya tangan dan kaki, hanya kepala besar? Tapi Ruita yakin, di balik semua pertanyaannya, pasti ada jawaban yang dapat menguatkan. Bahkan, ia yakin bahwa matahari yang terbit di timur juga memiliki alasan di baliknya.

Sedangkan, di masa sekarang, diceritakan bahwa Rosetta sedang berusaha mengakhiri hubungannya dengan pacarnya yang bahkan baru melamarnya minggu lalu. Padahal, Henry bisa dikatakan 'The Perfect Gentleman', hubungan mereka juga bisa dikatakan baik baik saja.

Tapi dibandingkan alasan sebenarnya Rosetta menolak Henry, aku malah penasaran sebenarnya apa hubungan antara dua bagian di buku ini?

***

Then & Now disajikan dalam dua bagian, yang pertama adalah "Dulu" dan yang kedua "...dan Sekarang" dengan kisah yang berbeda pula. Bagian pertama membawa kita pada Rana Pui di zaman dulu, di mana terdapat kesenjangan sosial antara Suku Momoki (telinga panjang) dan Suku Eepe (telinga pendek) dalam menjalani kehidupan mereka. Bisa dikatakan, Suku Eepe bekerja untuk Suku Momoki, entah itu kerja lapangan atau justru di rumah Suku Momoki bagi kaum hawa. Namun, ketika Atamu dari Momoki tidak bisa melawan takdir yang mengantarkannya pada Ruita dari Eepe, apakah kesenjangan sosial itu betul-betul menjadi jarak bagi keduanya?

Rinci sekali penggambaran tentang Rana Pui ini, membuatku penasaran dengan Easter Island yang sesungguhnya dan misteri di dalamnya. Konflik sosial yang terjadi antar suku juga dibangun dengan emosional. Ngeri juga ya kalau gitu.

Sedangkan bagian kedua juga mengusung kesenjangan pada status sosial yang nyatanya 'tidak benar-benar seperti itu', Andrew ingin membuktikan bahwa ia bisa berdiri sendiri dan bisa mendapatkan 'gadis itu' walaupun dengan kondisinya saat ini.

Benang merah yang terajut antara dua kisah betul-betul dibuat dengan rapi. Feelnya betul-betul dapat gitu, jadi pas nemuin benang merahnya ngerasa "Ah iya! Dulu kan juga gini!" Setelah membaca buku ini, rasanya memang benar kata orang, cinta tidak mengenal apa pun. Tidak tempat, tidak juga waktu.
Profile Image for Rossa Imaniar.
221 reviews5 followers
September 13, 2020

“Mata itu. Aku tidak tahu harus bilang apa tentang sepasang mata yang hanya kulihat selama satu detak jantung itu. Aku masih dapat merasakan cara mata itu memandangku. Mata itu seolah tahu. Mata itu seolah bisa melihat caraku memandang dunia. Mata itu seolah datang dari masa depanku. Tidak pernah kulihat sebelumnya tapi pada saat yang sama, bukan sepasang mata yang asing.”

“Harus kuakui, aku memang merasa ada sesuatu yang kurang dalam hidupku. Ada lubang di dalam hatiku yang aku sendiri tidak tahu apa yang seharusnya menjadi isinya. Entah apakah itu yang menyebabkan diriku menjadi... aneh?”


‘Then & Now’, buku pertama yang kubaca di bulan September ini. Dan ini pertama kalinya aku baca karya Arleen A. Pertama kali lihat buku ini, aku tertarik dengan covernya. Covernya menarik dan juga unik seperti koran.

‘Than & Now’ adalah sebuah buku yang memiliki dua bagian cerita. Dan kedua cerita tersebut tidak ada saling berkaitan. Jadi masing-masing ceritanya berdiri sendiri.

Di bagian ‘Then’, menceritakan tentang kehidupan di masa lampau. Bercerita tentang gadis bernama Ruita, yang notabene dari suku Momoki—suku telinga pendek. Ruita tanpa sengaja bertemu dengan Atamu, laki-laki dari suku Eepe—suku telinga panjang, ketika ia bekerja di rumah keluarga Atamu. Meraka akhirnya saling jatuh cinta.

Mereka dengan diam-diam telah menjalin hubungan. Mereka melakukan itu karena disebabkan suku mereka berbeda. Di mana suku Eepe adalah suku terpandang. Sedangkan suku Momoki adalah suku rendah. Adat melarang suku Eepe untuk menjalin hubungan kasih—menikah—dengan suku Momoki. Jika mereka melanggar, mereka akan mendapat hukuman yang berat.

Lalu dibagian ‘Now’, menceritakan tentang gadis bernama Rosetta yang juga tanpa sengaja dipertemukan Tuhan dengan Andrew. Mereka saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Mereka sama-sama orang terpandang.

Namun, Andrew sedang dihukum kakeknya. Dia ditantang kakeknya untuk bisa berdiri dengan kakinya sendiri. Dia harus membuktikan kepada kakeknya bahwa dia layak menjadi penerus kakeknya. Andrew akhirnya bekerja di hotel Grimson milik keluarga Rosetta. Dan, di sana lah mereka bertemu, kemudian saling jatuh cinta.


Secara keseluruhan, aku suka dengan buku ini. Model buku ini seperti buku terjemahan. Dan menurutku, buku ini bukan tipe buku yang membuat pembacanya baper banget sama ceritanya—ini menurutku loh ya. Namun mampu memikat pembacanya. Ibarat orang, buku ini cukup sederhana penampilannya, namun dengan kesederhanaannya tersebut mampu memikat orang yang melihatnya.


Dari kedua cerita di buku ini. Aku lebih suka cerita yang dibagian ‘Then’. Karena setting tempat dan waktunya. Kedua hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri untuk cerita dibagian ‘Then’. Rasanya pingin banget di bagian ‘Then’ ini lebih dipanjangin ceritanya—pembaca banyak maunya, he he.


Untuk cerita dibagian ‘Now’, sebenarnya juga menarik. Ini terbukti, karena aku bisa menikmati ceritanya. Hanya saja mungkin lebih klise ya ceritanya dibanding cerita dibagian ‘Then’. Tapi, tetep aku suka.


Aku suka sekali dengan karakter Rosetta. Ada bagian dari diri Rosetta yang menggambarkan aku banget, he he. Sebenarnya semua karakter di buku ini menarik. Karena penulisnya piawai dalam menggambarkan karakter-karakter dalam buku ini.


Oh ya, ada satu hal menarik lagi dalam buku ini. Dibagian akhir, ada catatan penulis yang menerangkan tentang setting tempat yang ada di buku ini. Ini cukup menarik, karena tak semua penulis memberikan keterangan seperti ini. Lumayan lah untuk menambah pengetahuan.


Nah, buat kalian yang penasaran dengan kedua cerita dalam buku ini. Kuy ah baca... 😊
Happy reading.. 🤗
Profile Image for cindy.
1,981 reviews156 followers
December 13, 2017
Isinya 2 cerita yg sama sekali berbeda. Yg pertama ttg cinta segitiga di negeri antah berantah, sdk yg kedua, juga ttg cinta segitiga, di zaman now dan bersetting di San Francisco. Kisah yg pertama cukup keren namun berakhir tragis, yg berikutnya hepi en (maksa!) laiknya stupid shallow rom com ala2 sinetron tanpa muatan.

Heran, kenaaaapa pula dua cerita ini disandingkan tanpa benang merah apa pun. Kalau cinta segitiga yg tsb di atas mo dijadikan penghubungnya, lah apa gak terlalu generik. Novel2 YA sekarang semua2 jg ada unsur cinta segitiga-segiempat-segilimanya. Trus apa korelasi antara 'then' and 'now' di novel ini? Tidak ada jalinan benang takdir yg jelas, tidak ada percikan2 nuansa reinkarnasi, tidak ada benda relik ataupun ingatan yg berkelebat (maksudku seperti drakor Legend of the Blue Sea itu lo, di mana karakter2nya memainkan peran yg sama di 2 kehidupan yg berbeda, dgn ending kisah yg berbeda, dulu dan sekarang, nah kl yg itu dijuduli 'Then and Now' kan cocok bgt). Sesungguh-sungguhnya, novel ini adalah 2 cerita terpisah.

Tertarik baca buku ini karena cover-nya yg unik. Itu saja.

#Scoop
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
August 8, 2017
"Dan aku tahu jika punya kuasa memutar waktu, aku tetap akan melakukan apa yang sudah kulakukan. Aku akan tetap memilihnya."
Buku ini adalah buku pertama Arleen A. yang aku baca, dan buku ini merupakan perkenalan yang cukup manis antara aku dan penulisannya. Beberapa bulan lalu, penulisnya menawarkan buku ini untuk aku baca dan review; dan sebenarnya aku sedikit merasa bersalah karena belakangan ini butuh waktu lama untuk aku bisa menyelesaikan (apalagi me-review) sebuah buku. Tetapi buku ini berhasil membuatku ingin terus membacanya karena aku sangat penasaran dengan akhir ceritanya dan juga ingin tahu ada korelasi apa antara cerita yang terjadi dulu dan sekarang.
"Dan sepertinya memang itulah yang harus kulakukan dalam kehidupanku yang satu ini. Tapi ada pilihan lain itu yang tak dapat kuabaikan. Dan jika aku mengambil langkah itu, aku tidak tahu ke mana kakiku akan membawaku. Pada titik inilah hidupku bercabang."

Dari dua cerita terpisah yang ada dalam buku ini, aku lebih menyukai kisah pertama yang terjadi di masa lampau dan bertempat di sebuah pulau bernama Rana Pui. Sangat menarik untuk mempelajari perbedaan suku Eepe dan Momoki, serta berbagai macam istilah unik yang digunakan. Aku rasa penulisnya berhasil menggambarkan setting ini dengan baik dan benar-benar membuatku seolah masuk ke dalam dunia karakternya. Pada dasarnya, kisah yang pertama memiliki tema kisah cinta terlarang yang bisa dibilang cukup klise. Tapi yang membuatku benar-benar suka dengan kisah ini adalah bagaimana penulisnya menggambarkan perasaan setiap karakternya melalui penulisan yang begitu indah. Saat membaca, seolah aku bisa turut merasakan penderitaan yang mereka rasakan saat perasaan cinta terhalang oleh perbedaan suku dan derajat. Terlebih lagi dengan adanya konflik tersebut, akhir ceritanya benar-benar tidak tertebak olehku. Sehingga ending-nya memberikan dampak yang cukup untuk membuatku terhanyut oleh perasaan yang juga dirasakan oleh karakternya. Hal lain yang aku sukai dari buku ini adalah penulisnya memutuskan untuk menulis dari sudut pandang pertama berbagai macam karakter, termasuk karakter pendukungnya. Kelebihan sudut pandang pertama adalah pembaca diajak masuk ke dalam pikiran karakter tersebut dan benar-benar bisa menyelami perasaan serta perspektif berbagai macam orang dalam satu situasi yang sama.

Kisah yang kedua pun sebenarnya juga menarik walaupun lebih klise; tetapi aku tidak akan membahas terlalu banyak supaya kalian bisa membaca buku ini dan menikmatinya sendiri. Karena kisah cinta kedua yang mengambil setting modern juga tidak kalah manis dari cerita pertama dengan elemen konflik yang sedikit berbeda :) Akhir kata, aku ingin mengucapkan terima kasih pada Arleen A. yang sudah memberiku kesempatan untuk membaca dan me-review buku ini (meskipun dengan resiko aku butuh waktu yang lama untuk bisa selesai menuliskan review-nya). Semoga ke depannya bisa terus berkarya dan menuliskan kisah yang akan menjadi inspirasi bagi banyak orang :)
"Aku tahu dia bukan sedang menanyakan di mana aku berada sejak terakhir kami bertemu. Yang dimaksudnya adalah bahwa dia telah menantikanku seumur hidupnya. Karena memang seperti itulah rasanya. Kami bukan dua orang yang saling mengenal, tapi rasanya seolah aku sudah mengenalnya lebih lama dari seumur hidupku."


Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2017/0...
Profile Image for Wardah.
952 reviews172 followers
September 29, 2017
Then & Now punya dia kisah cinta. Satu kisah terjadi di masa lalu, dalam bab yang disebut “then” dan terjadi di sebuah pulau Rana Pui. Kisah cinta Ruita dan Atamu. Dua orang muda-mudi yang terpisahkan oleh sekat bernama kasta.

Sedangkan kisah cinta kedua tertulis dalam bab yang disebut “and now”. Kisah cinta Rosetta dan Andrew. Bertahun-tahun setelah pulau Rana Pui menjadi tak berpenghuni dan terjadi di antara kemegahan kota San Francisco.

Kisah cinta keduanya bisa dibilang tidak berkaitan. Yap, tidak ada unsur fantasia tau magis yang membuat dua pasang sejoli itu bertemu atau apa lah seperti pikiran saya pertama kali. Yang ada justru, bisa dibilang mereka adalah karakter yang sama. Rosetta adalah reinkarnasi Ruita dan Andrew adalah reinkarnasi Atamu. Kisah cinta Rosetta dan Andrew seakan melanjutkan takdir yang memisahkan Ruita dan Atamu.

Plot seperti ini terkesan segar di dunia Metropop. Akan tetapi, plot serupa sudah sangat banyak saya temui di manga. Itu sebabnya saya tidak merasa begitu terpikat. Saya justru kecewa karena bayangan saya kedua kekasih ini melampaui batas waktu dan apalah semacam time travel gitu ahaha.

Terlepas dari sudut pandang "aku" yang kelewat banyak, novel ini lumayanlah. Meski kayaknya saya memberikan ekspektasi yang kelewat tinggi.

Ulasan lengkap bisa dibaca di sini.
Profile Image for Fitra Aulianty.
154 reviews4 followers
July 10, 2017
Sebelumnya saya sudah pernah membaca novel penulis yang temanya dunia pararel, dari sana terlihat bahwa penulis cenderung menulis seputar hal-hal klasik yang mulai jarang dibahas di novel-novel terkini. Ditambah lagi gaya tulisan penulis yang memakai gaya bahasa klasik--seperti novel terjemahan, semi formal namun punya magnetnya sendiri--membuat novel ini sangat sayang untuk dilewatkan. Tapi seperti yang tertulis di blurb novel, ini memang kisah cinta biasa. Yang menjadikannya luar biasa adalah riset yang dilakukan penulis dengan serius--bahkan untuk membuat latar perusahaan saja, penulis mengambilnya dari perusahaan di dunia nyata. Secara umum, saya menyukai novel ini, meski memang ending di "Then" dan "Now" nya terkesan terburu-buru. Atau mungkin penulis memang tidak bermaksud menjadikan ending sebagai sesuatu yang istimewa? Ngomong-ngomong, romansa di Rana Pui sangat menarik. Suka banget ^^
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books102 followers
September 14, 2017
Then & Now dibuka dengan kisah Then, cerita masa lampau suku telinga panjang dan suku telinga pendek yang terasa lezat disantap. Sayangnya, bagian Now tidak selezat bagian Then. Entah karena setingnya tidak sesegar bagian sebelumnya, atau karena kisah Rosetta dan Andrew yang sekilas setipe dengan Ruita dan Atamu dengan ending yang berbeda.
Then & Now disajikan dengan banyak sekali POV, tetapi, seperti tak ada perbedaan 'suara' antara pov tokoh A, B, C, dsb. Perlu membaca judul bab untuk tahu suara siapakah yang sedang bercerita. Mungkin saya yang kurang peka, atau justru disitulah penulis sedang bereksperimen, menulis pov pertama berasa pov tiga. ^^
Yang kusuka adalah sampul kece, ide cerita menarik, tulisan cukup mengalir dan riset yang mendalam. Sukses terus untuk kaka penulisnya
Profile Image for Bunga Mawar.
1,356 reviews43 followers
February 4, 2020
Jadi begitu, ya.
Ternyata nggak ada hubungan antara cerita "dulu" dan "sekarang".

Tapi kalau mau baca sendiri ya silakan aja, hehe... Mungkin ada hubungan yang luput saya temukan.
Profile Image for Evita MF.
92 reviews8 followers
June 9, 2017
Dulu, disebuah pulau bernama Rana Pui terdapat dua suku yang hidup saling bertolak belakang. Suku Eepe berkulit putih, tinggi, dan punya telinga panjang hidup sebagai majikan. Sementara suku lainnya, suku Momoki memiliki ciri-ciri berkulit gelap, lebih pendek, dan bertelinga pendek, kebanyakan bekerja untuk suku Eepe. Dari dulu suku Eepe satu tingkat di atas suku Momoki, mereka memiliki kekayaan berlimpah, rumah yang besar, dan kerja dengan beban yang lebih ringan. Sementara itu suku Momoki yang miskin hanya bisa menjadi budak suku Eepe dan melakukan pekerjaan yang berat untuk mereka.

Ruita, gadis dari suku Momoki yang benci sekali ketika disuruh bekerja untuk keluarga suku Eepe. Bukannya ia malas, tapi karena ia benci pada suku Eepe yang suka memandang rendah sukunya. Ketika sedang bekerja di rumah Tangata Heteriki, seorang suku Eepe yang kaya raya, ia melihat kedua mata yang membuatnya jatuh cinta.

Atamu adalah putra bungsu dari Tangata Heteriki. Dari kecil Atamu mendapat kasih sayang berlimpah dari kedua orang tua dan saudaranya. Apapun yang ia minta pasti ayahnya kabulkan. Namun ada satu hal yang sangat ia inginkan yang ia rasa ayahnya tak akan bisa kabulkan. Ia mencintai gadis dari suku Momoki, yang notabennya adalah salah satu pembantu di rumahnya. Ia tahu pernikahan berbeda suku tentunya sangat ditentang oleh kedua suku. Selain itu, Ruita ternyata telah memiliki seorang tunangan yang sebentar lagi akan dinikahinya.

"Mengapa dua makhluk yang sama-sama hasil ciptaanNya tidak boleh saling mencintai?" (hal 50)

“Apakah ini yang dinamakan cinta? Hal ajaib yang mengubah dua orang asing menjadi dua orang yang begitu dekat seolah mereka berbagi napas yang sama?” (hal 90)


Kisah penuh tragedi di tanah Rana Pui pun berlanjut dengan kisah pada masa sekarang tepatnya di daratan San Fransisco. Ruitta bereinkarnasi menjadi Rosetta, seorang wanita kota yang berambut merah, cantik, dan merupakan seorang putri bungsu dari keluarga Grimson. Banyak laki-laki mendamba untuk menikahi dirinya, namun tak ada satupun yang bisa membuat Rosetta yakin bahwa laki-laki itulah yang benar-benar ia cinta. Hingga Henry Stephenson laki-laki yang nyaris sempurna pun ia tolak mentah-mentah. Diane, sahabat Rosetta, sampai terheran-heran seperti apa laki-laki yang Rosetta tunggu kehadirannya.

“Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta? Aku tidak tahu karena aku belum pernah jatuh cinta. Tapi apakah mungkin kau jatuh cinta pada seseorang tanpa tahu sedikit pun tentang orang itu? Ataukah aku hanya terpesona?” (hal 190)

Di belahan dunia yang sama, Andrew Lee, cucu tunggal dari pemilik perusahan ritel Village Way baru saja  diusir dari rumahnya karena menurut kakeknya ia tak cukup kompeten untuk menjadi penerus dirinya. Ia memberi Andrew waktu 6 bulan untuk menghubungi setidaknya 50 teman lamanya, mendapatkan pekerjaan, dan seorang istri. Andrew yang berkepribadian introvert awalnya tak tahu harus bagaimana untuk menjawab tantangan kakeknya. Namun Richard, sahabatnya mulai membantu Andrew untuk menghubungi teman lama mereka melalui facebook dan menyuruh Andrew untuk segera mencari pekerjaan. Ditengah pencarian itulah, Andrew melihat seorang gadis berambut merah memasuki hotel Grimson. Gadis yang membuat ia bedebar jatuh cinta untuk yang pertama kalinya.

"Apakah mungkin untuk jatuh cinta pada orang yang sama berulang kali? Karena rasanya setiap kali melihat Rosetta, aku kembali jatuh cinta." (hal 241)

Masih mengusung kisah lintas zaman seperti pada novel sebelumnya, Arleen A. kini menuliskan kisah percintaan terlarang antara suku Eepe dan suku Momoki. Ketika membaca latar tempat Rana Pui pada novel ini pembaca dibuat seolah-olah sedang menjelajah masa lalu menuju pulau bernama Rana Pui yang kini tak berpenghuni dan sejarahnya masih menjadi misteri. Segala macam aturan, adat, dan kebiasaan dalam novel Then & Now di ceritakan begitu jelas dan sangat menarik. Pembaca akan mendapat banyak informasi mengenai Rana Pui, namun tidak akan terasa membosankan seperti membaca buku sejarah.

Tulisan penulis yang bak novel terjemahan masih kental terasa pada novel ini. Walau dibagi menjadi dua latar waktu, zaman dulu dan sekarang, penulis tidak kehilangan cara untuk menyesuaikan gaya tulisannya mengikuti zaman pada novelnya. Bab awal yang mengisahkan zaman dahulu, dengan cara penulis menyampaikan cerita, suasana Rana Pui dan suasana ‘zaman dulu’nya sangat terasa. Begitu pula ketika memasuki bab selanjutnya, dimana kemewahan dan segala hal yang kekinian ditampilkan dalam novel dengan sangat baik. Hal tersebut membuat pembaca semakin kagum dengan tulisan sang penulis.

Meskipun Rana Pui begitu menonjol pada novel ini, namun jangan khawatir untuk terus membaca bab selanjutnya mengenai reinkarnasi Ruita dan Atamu dalam lingkup masa kini. Cerita bergulir semakin seru ketika memasuki bab masa sekarang. Kisah Rosetta dan Andrew yang berjuang demi cinta mereka membuat sebagian pembaca memilih kisah cinta Rosetta dan Andrew menjadi kisah cinta terbaik dalam novel ini. Alur cerita dan karakter tokoh yang kuat membuat kisah cinta yang biasa menjadi luar biasa.

"Jika tiga bulan tidak mampu menutup sedikit pun luka di hatimu, sampai kapan kau harus berusaha? Jika setiap hari yang lewat tidak memudarkan wajahnya sedikit pun dari benakmu, sampai kapan kau harus mencoba. Yang kutahu pasti, tiga puluh tahun pun tidak akan cukup. Tiga ratus tahun pun tidak. (hal 314)

Latar tempat San Fransisco dalam novel ini tentunya bukanlah suatu hal yang aneh lagi bagi pembaca mengingat akhir-akhir ini banyak sekali novel-novel yang memiliki latar tempat luar negeri. Namun yang membuat novel ini spesial adalah penggunaan latar tempat Rana Pui yang tak semua orang tahu keberadaannya dan latar waktu masa lalu yang menambah nilai pada novel ini. Pada akhir novel penulis juga menyisipkan informasi mengenai latar tempat yang ia gunakan. Rana Pui sesungguh berdasar pada pulau Easter Island (Rapa Nui). Pulau yang kini tak berpenghuni tersebut memiliki banyak patung Moai—patung kepala batu—yang dulu diyakini sebagai bentuk penghormatan kepada nenek moyang. Hingga saat ini tak ada yang tahu pasti kebenaran mengenai Rapa Nui dan bagaimana akhirnya pulau tersebut tak berpenghuni. Hanya patung-patung Moai itulah saksi atas kehidupan yang pernah hadir di sana.

Secara keseluruhan novel Then & Now memiliki keunggulan yang kuat pada penggunaan latar tempat, waktu, dan bagaimana penulis mengeksekusi cerita. Jika Anda menemukan novel dengan cover cantik ini bertengger di toko buku kesayangan Anda, jangan ragu untuk membelinya.

Read my full review on https://booknivore.wordpress.com/2017...
Profile Image for Rani Rachman.
93 reviews4 followers
March 6, 2021
Then & Now, Dulu & Sekarang : Untuk Jatuh Cinta Sesederhana itu, tapi menjalaninya yang rumit.

Ruita
Gadis dari suku telinga pendek. Ia tidak menyukai suku telinga panjang, apalagi kalau harus bekerja pada mereka. Tapi lalu ia melihat mata itu, mata seorang lelaki suku telinga panjang yang sorotnya seolah dapat melihat kedalaman hati Ruita.

Atamu
Ia tidak pernah menyangka akan jatuh hati pada gadis dari suku lain yang lebih rendah derajatnya. Tapi apakah arti kekuatan lelaki berusia enam belas musim panas bila dihadapkan pada takdir yang lama tertulis sebelum dunia diciptakan?

Rosetta
Ia punya segalanya, termasuk kekasih yang sempurna. Tapi ketika dilamar, ia menolak tanpa tahu alasannya. Ia hanya tahu hatinya menantikan orang lain, seseorang yang belum dikenalnya.

Andrew
Ia hanya punya enam bulan untuk mencari calon istri, tapi ia tidak tahu dari mana harus memulai sampai ia melihat seorang gadis berambut merah. Dan begitu saja, ia tahu ia akan melakukan apa pun untuk mendapatkan gadis itu.
Ini kisah cinta biasa; tentang dua pasang kelasih yang harua berjuang demi cinta. Namun, bukankah tidak pernah ada kisah cinta yang biasa?

Then & Now, Dulu & Sekarang karya penulis Arleen A, awalnya saya kira adalah novel bertema kan cerita berat melihat dari cover bukunya, dan jujur saya membeli buku ini karna tertarik dengan cover yang unik ini, cover yang memuat potongan-potongan berita dari koran yang setelah saya selesai membaca buku ini sampai halaman terakhir saya baru sadar kalau berita yang dimuat itu adalah beberapa part yang menjadi latar belakang dalam buku ini.
Ternyata ketika membaca buku ini, aha ternyata buku ini bercerita tentang kisah cinta dua pasangan yang tinggal di tempat berbeda dan juga berbeda zaman. Apakah karna itu judulnya menjadi Then & Now? Hehe
Yang pertama Then, kisah cinta yang terjadi pada masa zaman manusia masih percaya pada dewa-dewa, dan kisah kedua Now, kisah pada beratus-ratus tahun kemudian dimana kehidupan manusia sudah mengenal berbagai kemajuan teknologi.

Then
Kisah cinta terlarang, terhalang perbedaan kasta dan perbedaan suku antara Ruita dan Atamu. Ruita yang berasal dari suku Momoki, suku telinga pendek, sedangkan Atamu berasal dari suku Eepe , suku telinga panjang. Kedua suku yang sama-sama tinggal di pulau Rana Pui tapi memiliki perbedaan kasta yang cukup besar. Suku Eepe adalah suku yang berkasta tinggi sedangkan Suku Momoki berkasta rendah dan menjadi budak suku Eepe. Suku Eepe lebih pintar dan lebih kaya, sebagian besar suku Eepe memiliki lahan yang luas dimana suku Momoki yang bekerja menggarap lahannya. Bisa dikatakan bahwa suku Eepe adalah tuan tanah di pulau Rana Pui.

Ruita jatuh cinta untuk pertama kalinya begitu juga dengan Atamu. Mereka saling mencintai untuk pertama kalinya. Tapi karena perbedaan dan larangan, mereka tidak mungkin bersatu, tapi bukannya memang cinta seperti itu? Tidak pernah berjalan mulus, selalu ada rintangan yang menghadang. Lalu apakah mereka akan bisa bersatu???


Now
Andrew lah yang pertama kali jatuh hati, ketika pertama kali melihat Rosetta, dan ketika mereka berdua bertemu seketika itu juga Rosetta jatuh hati pada Andrew, pada sepasang matanya.
Ada yang pernah bilang bahwa mata adalah jendela hati seseorang, kita dapat mengetahui segalanya dari sepasang mata, jadi tidak salah jika pada cerita ini, hanya dengan melalui sepasang mata kau dapat jatuh cinta.

Kehidupan pada cerita Now sudah sangat lebih maju daripada cerita Then, orang-orang di cerita Now sudah paham teknologi dan penggunaan handphone tapi Andrew dan Rosetta masih menggunakan media menulis surat untuk berkomunikasi, saling bertukar pesan di atas kertas memo hotel Grimson, dan selama itu mereka hanya mengandalkan bertukar memo kertas hotel untuk membuat janji bertemu, sungguh sangat romantis sekali bertukar pesan seperti itu.

Kisah Rosetta dan Andrew tidak sedramatis kisah Ruita dan Atamu, tapi tetap saja tidak berjalan mulus juga. Di awali dengan suatu kebohongan, ketidak jujuran maka suatu hubungan tidak akan memiliki fondasi yang kuat, mampukah Rosetta dan Andrew mengatasinya???

Gemes banget sama Andrew suka banget nyiksa diri sendiri, kan udah ada handphone kenapa nggak langsung telpon aja, ini nih kalau ada yang rumit kenapa harus cari yang gampang haha.

Membaca karya penulis Arleen ini membuat saya berpikir kenapa harus menyajikan dua cerita sekaligus kenapa tidak fokus pada satu saja, lalu saya mengambil kesimpulan, mungkin saja Arleen sebagai penulis ingin menekankan bahwa jatuh cinta, mencintai dari dulu ya memang seperti itu prosesnya, dari awal mula hanya dengan melihat sepasang mata jika memang benar dia jodoh kita, walaupun hanya melihat sekilas kita akan merasa yakin, yakin bahwa dialah orangnya, seseorang yang membuat kita nyaman dan bersedia menghabiskan sisa hidup kita bersamanya. Klasik memang tapi ada benarnya, berasa di ingatkan gitu. Dan poin penting yang saya garis bawahi adalah tidak ada perjalanan cinta yang berjalan mulus saja seperti di jalan Tol, bahkan jalan Tol saja kadang bisa macet.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Aisyia Zahra.
61 reviews2 followers
September 15, 2020
Then & Now ini idenya memang menarik banget. Kisah cinta zaman dahulu kala versus zaman sekarang. Cerita dibuka dari kisah Then yang sangat menarik. Penulis menggambarkan latar dengan hidup, juga dibangun dengan kisah cinta yang benar-benar ciri khas pada masanya. Cinta beda suku, cinta beda derajat, dan cinta segitiga, yang menurut saya sangat klasik dan manis. Ini membuat saya tidak sabar menantikan bagaimana cerita Then akan berakhir dan bagaimanakah hubungannya pada cerita Now.

Nyatanya, progres baca saya jadi lebih lambat.

Mungkin saya terlalu berekspektasi. Pada cover terdapat kolom iklan "berlibur ke Rana Pui" dan embel-embel "ramuan hidup abadi". Mungkin seharusnya saya tidak memperhatikan tulisan di cover terlalu sering, karena sangat menjebak😅 Saya pikir akan ada perjalanan antara Rosetta dan Andrew, atau apapun itu, yang akan terhubung dengan Rana Pui. Atau mungkin ada unsur magis atau legenda tertentu yang menuntun kedua tokoh Now dalam suatu kisah cinta. Ternyata nol. Hubungan antara kisah Then dan Now hanya terlihat dari polanya saja; jatuh cinta pada anak majikan lalu terhalang pihak ketiga. Atau pada bagian "jatuh cinta kepada sepasang mata tanpa alasan pasti", yang meskipun pada zaman dahulu keklisean semacam itu sah-sah saja, tapi untuk zaman sekarang, buat saya, it's a no-no. Sorry not norry, tapi nggak realistis. Meskipun pada akhir cerita penulis berusaha meyakinkan kalau memang di dunia ini tidak ada hal-hal yang dipertemukan secara kebetulan, namun sudah diatur, tapi tetap saja. Daripada karena pandangan mata yang punya sinyal-sinyal wah-dia-jodohku, saya masih lebih bisa relate dengan konsep "once upon a dream"-nya Sleeping Beauty deh. Punya perasaan sama orang yang mengingatkan sesuatu di masa lalu (apalagi cerita ini memang dimaksudkan terhubung dengan masa lalu), rasanya mungkin akan lebih logis dan lebih ngena.

Tapi... saya cukup terkesan dengan ending-nya. Latar belakang pengambilan setting yang penuh misteri sangat menarik dan membuat saya semakin menyukai cerita Then. Keseluruhan bahasanya mengalir dan enak untuk terus dibaca, dan gaya tulisan ala-ala terjemahan yang digunakan memang sebenarnya hal yang saya suka.

Anyway, saya ngincer buku ini dari lumayan lama, apalagi kalau bukan karena covernya yang, yaampun ngeliatnya aja udah gemes banget. Shoutout to Martin Dima for this excelent cover👏👏

Saya sampai bingung mau kasih rating berapa. Mau kasih 4, tapi rasanya belum worth-it. Mau kasih 3, tapi semestinya nggak serendah itu.

Jadi 3.5 yaa, ehehehehe.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Maria.
179 reviews882 followers
November 29, 2017
Sebelum memulai review, ada beberapa yang harus aku highlight
1) Buku sejenis metropop romance memang not really my genre, tapi bukan berarti aku akan terlalu bias dengan hal itu.
2) Ini jujur sejujurnya dari apa yang aku baca dan murni dari POV aku, jadi jika berbeda dengan yang lain, bukan berarti buku ini tidak bagus. Hanya tidak cocok untukku. Baiklah, mari kita mulai.
----------------------
Seperti judulnya, buku ini berfokus mengenai kisah cinta dulu dan sekarang. Sejujurnya, aku berharap ada sebuah konflik, sesuatu yang akan membuatku tertarik dan terikat dengan buku ini karena cover-nya sangat menarik dan menggoda. Banyak hal di depan yang seolah menjadi petunjuk tentang apa yang akan disajikan dalam buku ini. Sayangnya, menurutku terlalu banyak adegan yang 'hilang' dan terlalu dipaksakan. Kemudian penjabaran mengenai karakternya juga kurang mengena di hati.

Then (Dulu)
Pada bagian ini menceritakan Ruita dari suku bertelinga pendek yang bekerja di rumah Atamu, suku bertelinga panjang. Hal yang membuatku tertarik hanya latar belakang dari pulau tempat mereka berada serta setting yang pertama dibangun oleh Sang Pengarang.
Sayangnya, begitu menuju pada bagian 'pertemuan pertama' mereka, aku sudah hilang semangat. Karena terlalu klise, too much cliché.
Aku tidak terlalu suka dengan insta-love, kurangnya perkembangan hubungan dari Ruita dan Atamu, dan tak lupa bagaimana kemudian akhir dari bagian Then. Bahkan adegan yang seharusnya menegangkan malah sangat tertebak bagiku dan membuatku semakin kehilangan semangat untuk membacanya....

Now (Sekarang)
Bagian ini sudah seperti cerita pada novel romansa umumnya. Aku tak akan banyak berpendapat hanya saja, karakter Rosetta terlalu Mary Sue, yang membuat dia masih tolerable mungkin karena dia termasuk wanita galau dan sedikit menyebalkan. Karakter Andrew terlalu 2D. Aku malah lebih tertarik pada sahabatnya Andrew dan bahkan Henry, tunangan Rosetta lebih terlihat nyata dalam konteks ini.

Secara garis besar, aku tidak menikmati buku ini sama sekali, tapi mungkin karena bukan genreku. Hanya saja, aku juga menilai berdasarkan karakterisasi dan plot dan aku merasa bahwa Then and Now memang bukan untukku. Jika pengarangnya mau menggali lebih dalam pada bagian Then dan mengeluarkan intrik-intrik yang lebih bisa dimunculkan, mungkin dapat menutup pada kisah Now.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for yanti.
117 reviews2 followers
June 24, 2017
Sebelum saya memberikan review novel ini, mau sedikit mengkoreksi typo sinopsis di goodreads, bukan di cover buku fisiknya yaa....
"Tapi apalah arti kekuatan "lelkau" ......ini seharusnya "lelaki"...pada "akhir" ...ini seharusnya "takdir"


Dan ini review singkatku..
Ketika melihat cover buku yang unik, aku langsung pengin baca buku ini.
Mengutip dari sinopsis di cover belakang buku ini... "ini kisah cinta biasa; tentang dua pasang kekasih yang harus berjuang demi cinta. Namun, bukankah tidak pernah ada kisah cinta yang biasa?"

Saya sependapat, kisah cinta yang di buku ini memang jamak di angkat dalam novel-novel, tentang cinta beda dunia, beda kasta,beda suku dsb. Tetapi ada poin istimewa dalam buku ini. Unsur historis tentang setting Pulau Rana Pui yang didasarkan pada Pulau Easter Island (Rapa Nui) menambah pengetahuan geografis tersendiri, dan saya langsung googling letak Rapa Nui...ternyata merupakan salah satu pulau milik Chili di selatan Samudera Pasifik. Pulau ini masuk dalam kategori situs warisan Dunia UNESCO. Unsur mitologi yang melingkupinya, juga menambah daya tarik pembaca.

Buku ini terbagi dalam dua bagian; Then (Dulu) yang mengisahkan kisah cinta Ruita dan Atamu sepasang kekasih yang berbeda suku (suku Momoki dan Eepe) dan dalam kepercayaan mereka ..dua suku yang berbeda ini tidak boleh saling jatuh cinta atau menikah.

Bagian kedua : Now (sekarang) bercerita tentang Rosetta dan Andrew. Di bagian kedua ini mengambil setting masa sekarang kehidupan di Amerika. Kisah cinta putri pemilik hotel dengan seorang bellboy hotel.

Dari kedua bagian ini, saya lebih menyukai bagian Then (Dulu). Kisah Ruita dan Atamu begitu heroik dan dramatis..perjuangan mereka demi cinta membuatku meleleh. Atas nama cinta...hufft..mampu mempertaruhkan nyawa..

Bagian Now, bukannya tidak suka, hanya saya kurang dapat "feelnya" meskipun chemistri andrew dan Rosetta juga dapat. Entah mengapa kisah cintanya terasa kurang greget...

Saya masih belum bisa menghubungkan dua cerita tersebut, selain kesamaaan latar belakang mereka berbeda satu sama lain, dan cerita awal pertemuan yang sama.
Tetapi over all saya suka buku ini
Profile Image for Alley.
51 reviews5 followers
December 24, 2020
Hal pertama yang menarik perhatianku dari buku ini adalah covernya. Sangat unik dan khas, dengan tampilan seperti halaman koran. Membaca blurb nya pun belum memberikan gambaran tentang apa isi buku ini.

Di bagian awal kita akan disuguhkan oleh kisah orang orang di sebuah pulau, sementara di bagian akhir adalah kisah orang orang yang lebih modern. Yang kusuka dari buku ini adalah penggunaan sudut pandang dari setiap tokohnya. Walau tentu saja lebih sering menunjukkan sudut pandang tokoh utama, namun beberapa tokoh pendukungnya diberikan sudut pandang tersendiri sehingga pembaca mengetahui dengan jelas apapun yang dirasakan para tokoh ini.

Alurnya pas untukku, karena setiap berganti POV alurnya juga ikut berganti sehingga pengulangan adegan tidak begitu sering terjadi. Keterkaitan antara bagian awal (dulu) dan bagian akhir (sekarang) memang tidak dituliskan secara gamblang, namun aku dapat menangkap sendiri benang merahnya. Terlebih lagi di epilog akan diberikan sudut pandang dari tokoh yang sama sekali tidak muncul satu kalipun selain di epilog ini, namun dapat memberikan pencerahan atas keseluruhan kisah ini.

Satu lagi yang aku suka, penulis dapat menyesuaikan gaya tulisannya dengan setting waktu. Pada setting "dulu", gaya penulisan nampak lugu dan kuno sementara ketika berpindah ke setting "sekarang" menjadi lebih modern. Selain itu, penulis menggunakan banyak diksi unik untuk menggambarkan beberapa kata seperti misalnya untuk menjelaskan usia 15 tahun menjadi 15 belas musim panas. 2 hari kemudian menjadi 2 putaran purnama (kalau aku tidak salah ingat) dan diksi unik ini hanya ada pada bagian awal (dulu) sehingga rasanya seperti sangat kuno namun khas.

Secara keseluruhan aku suka buku ini meski sayangnya ketika hendak menuju akhir halaman aku merasa alurnya seperti terburu buru dan lama kelamaan terasa cringe buatku. Tapi tak masalah, toh buku ini tetap bagus bagiku.
Profile Image for booksventura.
87 reviews4 followers
June 23, 2022
.
Saya jadi ingat Moana! Ada perbukitan dan pantai di pulau tempat Ruita tinggal. Saya juga jadi ingat suku Dayak! Sebab Atamu anak lelaki itu bertelinga panjang.

Ruita dan Atamu bertemu tanpa sengaja. Ruita bertugas melayani suku telinga panjang, berjumpa Atamu yang adalah anak bungsu dari Tuannya. Kisah mereka seperti Romeo Juliet, cinta terlarang. Sebab ada adat istiadat yang berlaku di Rana Pui, tanah mereka, melarang hubungan beda kasta.

𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘯𝘢𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢? 𝘏𝘢𝘭 𝘢𝘫𝘢𝘪𝘣 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘣𝘢𝘩 𝘥𝘶𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘴𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘥𝘶𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘯𝘢𝘧𝘢𝘴 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘮𝘢? - hlm 90.

Mereka kerap bertemu di bibir pantai pada malam hari. Padahal saat itu Ruita sudah dilamar orang! Lalu suatu konflik antar suku pun pecah dan kisah mereka ini harus tertunda sekian tahun lamanya.

Saya lalu ditarik maju jutaan tahun ke masa sekarang. Rosetta bertemu Andrew, seorang petugas lift. Dan sejak itulah mereka melakukan permainan rahasia melalui secarik kertas hotel.

𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘬𝘢𝘶 𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳��𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘱𝘶𝘯 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶? - hlm 190.

Saya bisa menebak jika Rosetta dan Andrew rupanya reinkarnasi Ruita dan Atamu dari masa lalu. Namun tetap saja saya suka semua kebersamaan itu. Apalgi saat Andrew memainkan lagu buatannya sambil diiringi piano khusus untuk Rosetta. Sweet!

Ada banyak momen manis di masa sekarang, namun saya lebih suka nuansa tradisional yang dihidupkan Ruita. cinta terlarang antar suku jauh lebih menyentuh, ketimbang konflik modern milik Rosetta.
Walau begitu, permainan kata khas penulis, selalu berhasil menyihir saya. Utamanya saat karakter Ruita dan Atamu tak banyak bicara. Hanya lewat satu pertanyaan 𝘉𝘦𝘴𝘰𝘬? Saya bisa baper sepanjang halaman.

Jadilah ini buku ke 4 milik @arleen315 yang memenangkan pertarungan para pemerannya. Seperti yang lainnya, kisah cinta gubahannya memang sebaiknya happy ending.

Profile Image for Ratna Sari.
308 reviews12 followers
July 10, 2017
"To all seekers of true love. To fight is your only choice."
Pertama kali gw baca karyanya Arleen dan gw surprise bgt. Di luar expetasi gw. Sejak gw liat covernya, gw udah bayangin kalo ceritanya akan "berat" bgt. Maklum, walaupun covernya keren karna ilustrasinya seperti koran, tp entah knp terkesan "serius" sperti buku2 history gitu. Paz gw baca, ternyata gw salah banget! Kereeenn! Gak membosankan! Gw senang bgt dgn gaya penulisannya di buku ini, dan gw jatuh cinta 😍
Kisah di buku ini dibagi ke 2 bagian. Yg pertama adalah "Then", yg kedua adl "Now". Di "Lalu" cerita berkisar ttg kisah antara Ruita dan Antamu, sedangkan di "Sekarang" kisahnya ttg Rosetta dan Andrew. Kisah cinta keduanya pun sederhana, sama seperti kisah cinta yg sering digambarkan di novel yg lain, seperti jatuh cinta pada pandangan pertama (melalui mata), kemudian memperjuangkan cintanya, dan ending (bs sad ending ataupun happy ending). Tp dgn gaya penulisan yg menurut gw smart, gw ngerasa buku ini beda bgt. Entahlah, baca buku ini dr awal sampai akhir tuh asyik bgt. Gak pusong ngebedain kisah yg pertama dan keduanya. Saat menceritakan kisah Ruita dan Antamu, gw ngerasa seperti didongengin, sedangkan pada kisah Rosetta dan Andrew gw langsung dibawa ke masa kini. Dan ini membuat buku ini semakin unik.
Penulis juga menggunakan POV orang pertama secara bergantian yg membuat gw semakin mengerti pikiran dan perasaan dari semua tokoh2nya. Dr semua tokoh, gw paling suka dgn Andrew, sosok cowok yg sederhana tp sweet bgt. Surat2an dirinya dgn Rosetta yg menggunakan kertas memo hotel, menurutku romantis bgt, apalagi saat dia membutkan lagu dan memainkan pianonya. Ahhh... bikin baper.
Overall, gw suka bgt buku ini dan merekomendasikan untuk kamu yg lagi mencari buku bagus bergenre romance.
Profile Image for Yasmin Hadi.
31 reviews2 followers
October 10, 2017
Ternyata saya suka.
Tadinya saya pikir akan membosankan, tetapi ternyata suka sekali. Selain narasinya yang enak dibaca, ceritanya pun nggak neko-neko.

Di bagian "Dulu" saya suka dengan ide ceritanya. Ringan tapi sebenarnya punya konflik ras yang mengakar. Satu-satunya yang mengganggu tentu saja karena terlalu singkat. Padahal masih banyak yang bisa dieksplorasi dari kisah cinta Ruita dan Atamu.. Saya mau kok membaca novel khusus untuk lebih dalam menceritakan mereka berdua dan konflik antar suku Eepe dan Momoki. Serius.

Kira saya bagian "Sekarang" akan membosankan. Mungkin saya lelah dengan konflik cinta-cintaan modern yang begitu-gitu saja. Tetapi, meskipun tidak begitu suka, saya amat menikmati kisah cinta Rosetta dan Andrew. Berasa sedang membaca manuskrip skenario film komedi-romantis Amerika (saya membayangkan film Serendipity selama membacanya). Kalau bertemu Kak Arleen, pengen tanya kenapa pakai karakter bule padahal ditulis dalam bahasa Indonesia. I am not complaining, just really curious.

Meski sampul bukunya keren banget, saya berangkat membaca dengan ekspektasi yang tidak tinggi. Memang sedang mencari bahan bacaan yang ringan. Jadi ketika tidak ada hal besar atau kisah cinta yang membuat nyeri ulu hati dalam buku ini, saya tidak kecewa. Sekali lagi, saya suka dan menikmati buku ini.

Oh, dan saya 'ngeh kok kalau dari kedua cerita sama-sama mengangkat isu perbedaan status dan sama-sama bercerita tentang jodoh pada pandangan pertama--bukan cinta lagi, mereka berjodoh dengan caranya masing-masing. Ala drama Korea atau FTV, sih, tapi tidak masalah. Tetap suka.
Profile Image for Magdalena Rina.
115 reviews8 followers
July 13, 2017
4,5 Bintang buat Then & Now

wow...wow...dan wow...
seperti membaca novel terjemahan.
Then & Now adalah novel kesekian yg aku baca di bulan juli 2017 ini. sekaligus novel pertama yang membuatku tersenyum dan membuat hatiku hangat setelah menutup lembaran terakhir.
Kali ini,aku tdk salah mencomot novel ini dri rak Gramedia,karena kovernya yg Keren.

Dulu:
Kisah ttg Ruita: gadis suku Momoki,kulit gelap,tubuh dan daun telinga pendek...dan hanya sbg pelayan bagi suku Eepe. ya,Suku Momoki adalah suku kelas rendah.

Ruita jatuh cinta sama Atamu (suku Eepe,suku yang kaya,berkulit putih,tubuh tinggi dan Daun telinga panjang).
Cinta terlarang bak Romeo dan Juliet.
Sebenarnya mereka sama2 Jatuh cinta.

...Ada keasyikan tersendiri yang kau dapat ketika kau memandangi seseorang dan seseorang itu tidak tahu sedang kau pandangi,karena kau yakin apapun yang dilakukan orang itu,memang dilakukannya karena ingin dan bukan karena harus.
-page: 31-

Sekarang:

...wanita memang sangat mudah di arahkan dan dikendalikan sesuai dengan keinginanmu,asalkan kau tahu hal yang tepat untuk dikatakan.
-page : 248-

Sumpah,bagian Now nya kurang ha ha ha
aku masih belum bs move on dri kisah Andrew Lee dan Rosetta Grimson ini.
serius,kamu jg wajib baca novel ini.
Profile Image for Deria.
58 reviews
February 24, 2021
Buku ini terdiri dari 2 kisah berbeda akan sebuah pilihan dari cinta segi tiga yang terjalin. Bagian Then memusatkan kisahnya pada sebuah pulau yang terisolasi dan dimana penghuninya terdiri dari suku-suku pulau. Kehidupan yang sederhana namun memiliki pesonanya sendiri, terlebih dikarenakan pulau ini didasarkan pada tempat yang nyata di dunia. Dan bagian Now memusatkan pada kisah cinta di dunia era globalisasi ini. Terlihat dengan begitu jelas bagaimana gaya penulisan pun berubah dari bagian Then dan Now. Penulisan di Then benar-benar terasa membaca karya terjemahan klasik dan begitu puitis. Sebagai contoh, aku suka bagaimana penulis menghitung waktu dengan ukuran detakan jantung, bulan purnama atau sinar matahari. Sedangkan di bagian Now pembaca akan terasa terbawa ke era modern dengan pemilihan katanya yang juga mengikuti dunia modern. Secara keseluruhan, bagian Then lebih menarik dibanding Now. Now terkesan seperti novel remaja pada umumnya yang bisa kau temui di banyak karya sastra. Jika penulis lebih mengembangkan kisah Then, efek dari kisahnya pasti akan lebih terasa bagi para pembaca. Then memilikiki potensi yang besar untuk membuat pembaca ke arah kehancuran dan kesedihan yang akan selalu dikenang.
Profile Image for Stefanny Natalia.
286 reviews33 followers
February 15, 2022
3,7 /5 Bintang
Buku ini menarik dengan caranya sendiri. Aku gak bisa bilang buku ini bagus banget karna banyak plot hole yg aku temuin di cerita.
Ekspetasiku tentang cerita ini yg terbangun karna melihat covernya yg ternyata malah harus kecewa karna gak ada dalam ceritanya lumayan bikin bingung juga.

Jadi buku ini konsepnta tentang percintaan, cinta segitiga, tragedi, masa lalu, masa depan, reinkarnasi.
Aku jujur lebih suka kisah waktu masa lalunya, terasa lebih berbobot dengan adanya setting etnik dan perang antar suku.
Meski meninggalkanku beberapa pertanyaan dan plit hole, aku bisa cukup enjoy bacanya, makanya kukasih rating pembulatan jadi 4 hehehe





PART SPOILER!!!!!!!


Aku gak paham kenapa ada penjelasan tentang zat antibiotik yg bikin abadi itu di cover bukunya padahal dicerita gak disinggung sama skali. Dan kalau dari ceritanya juga Ruita dan Atamu juga dua2nya sudah meninggal, dan bukan hidup abadi lalu bertemu dimasa depan kan?

Trus tiba2 ada tokoh Harold di bagian Epilog yg tiba2 muncul dan gak tau apa fungsi dia di part itu. Apa mau menunjukkan soal matinya gunung berapinya itu?

Trus kenapa ada tentang cerita pembukaan butik di covernya. Itu punya sipaaaa ya lord. Punya Diane?? Apa gimana??
Udah itu aja yg bikin bingung wkwkwk
Profile Image for Anna Valerie.
186 reviews4 followers
November 21, 2020
Maybe, this book was not a cup of my tea.

Aku beli buku ini karena tertarik dengan cover-nya sekaligus melihat beberapa cuitan menarik di Twitter mengenai buku ini. Kata orang yang sudah pernah membaca, bukunya ringan, santai, dan cukup manis. Kebetulan aku sedang ingin membaca buku yang tidak berat maka kuputuskan untuk membeli buku ini.

Alurnya ringan, cepat, dan aku hanya membutuhkan waktu beberapa jam untuk menghabiskannya (bukan karena begitu menikmati melainkan karena ingin segera menghabiskan buku ini dan menemukan daya kejut yang sayangnya, tidak kutemukan sampai di akhir buku). Akan tetapi, bukan berarti buku ini jelek. Aku tetap suka cara penulis menggambarkan suasana hati yang bergelora ketika sedang jatuh cinta meskipun ada beberapa bagian yang menurutku agak berlebihan (bagian Rosetta dan Andrew berciuman untuk pertama kalinya).

Aku juga cukup menyukai kisah Atamu dan Ruita yang manis walaupun berakhir tragis.

Oh, satu lagi. Aku lupa kutipan ini ada di halaman berapa dan siapa yang mengatakannya, tapi aku setuju bahwa sesuatu yang didapatkan dengan mudah tidak begitu menarik. Yang sulit didapatkan memang mempunyai pesonanya sendiri.
Profile Image for wafa.
29 reviews2 followers
July 17, 2022
Sampulnya memang eye-catching, ya. Tertarik untuk baca karena alasan itu, bukunya yang merupakan karya Arleen pertama yang saya baca, dan juga deskripsi tentang empat karakter yang mempunyai kisahnya sendiri—

—tapi ternyata berkaitan.

Dari Ruita dan Atamu yang terhalang oleh perbedaan suku ke Rosetta dan Andrew yang terhalang situasi dan kondisi. Pasangan pertama sampai akhir hayat tidak bisa bersatu; pasangan kedua akhirnya bisa. Keduanya punya persamaan: cinta pandangan pertama. Betulan definisi "mata adalah jendela hati". Juga implikasi mengenai "kisah yang akhirnya selesai".

Novel ini bukan novel romansa yang membuat jantung menggebu-gebu atau seperti memakan gula dalam jumlah banyak; romansanya realistis. Sering adanya perubahan sudut pandang karakter membuat pembaca dapat memahami garis besar plot dan rinciannya di saat bersamaan. Perubahannya pun per segmen; tidak berubah mendadak seperti misalnya dua sudut pandang dalam halaman yang sama.

Hanya saja, menurut saya sisi emosional/perasaan karakter bisa digali lebih dalam sehingga dapat meninggalkan kesan yang lebih dalam pula.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Rie.
224 reviews19 followers
August 24, 2017
Masih dalam rangka kekhilafan kemarin -.-'

Tertarik membeli buku ini karena kovernya. Walau tidak terlalu jelas sinopsisnya, saya berharap ceritanya akan bombastis dan penuh imajinasi seperti buku-bukunya Clara Ng. Sayangnya, cerita tidak didukung oleh kover yang bagus itu.

Ceritanya tentang dua orang yang "destined to be together". Ruita dan Atamu yang bertemu ribuan tahun lalu, kembali dipertemukan sebagai Rosetta dan Andrew di masa kini. Sebenarnya plot ceritanya menarik, kalau bisa digali lebih dalam lagi. Semuanya diceritakan terlalu gampang, klise, dan bagai dongeng. Penulisannya seolah menceritakan sebuah dongeng. Konfliknya juga terlalu klise.

Yang paling tidak saya mengerti adalah setting cerita modernnya. Ini buku Indonesia, tapi semua orangnya Amerika deh kayaknya :)))

Hal yang paling membuat saya tertarik mungkin malah catatan penulis tentang latar belakang Rana Pui, penulis mengambilnya dari eastern island yang penuh misteri.

Cukup membaca sekali aja deh :)
11 reviews
May 20, 2020
Mungkin kamu harus berterimakasih pada peramu cover bukumu ini, Arleen. Karena dari review disini, kulihat banyak yang tertarik membaca bukumu karena covernya. Walaupun cover tidak bisa bercerita tentang segalanya, cover seolah first impression yang akan tinggal di benak pembacamu. Dan seperti orang lain, begitu pula aku, sangat excited melihat cover buku ini saat melihatnya di toko buku. Cover buku yang unik, yang mungkin akan menarik minat siapapun yang melihat.
Masuk isi, cerita Then terlalu cepat selesai, padahal masih banyak yang bisa dieksplor dari hubungan Atamu-Ruita. Berkali-kali aku menggemaskan tingkah laku kedua tokoh ini, sayang nasibnya begitu tragis tapi terbayar oleh reinkarnasi keduanya. Tentu dengan jalan hidup yang lebih mulus. Tapi sayang cerita Now konfliknya cenderung mirip sinetron. Meski begitu penulisan penulis amat baik dalam alur, perasaan, dan sudut pandang masing-masing tokoh dan itulah kesanku terhadap karya Arleen yang pertama kali kubaca.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Irli.
69 reviews7 followers
July 29, 2017
Buku ini mengkisahkan cerita cinta biasa tetapi dibumbui dengan kisah luar biasa antara dulu & sekarang. Recommended bagi kalian yang ingin membaca kisah cinta yang biasa, tapi ada rasa yang luar biasanya.

Aku suka banget baca tulisan Arleen A. itu unik, bisa dibilang berbau terjemahan, settingnya selalu di luar negeri, selalu bermain-main dengan setting waktu. Penulis menggabungkan elemen fiksi dan non fiksi dengan sangat baik dan menarik. Konon, ada teori yang mengatakan salah satu penyebab hilangnya semua penghuni Pulau Rapa Nui dikarenakan perang antarsuku yang tidak berkesudahan, hal inilah yang dijadikan penulis sebagai konflik utama buku ini, kemudian membalutnya dengan kisah cinta.
Profile Image for Jessamine K..
19 reviews
May 25, 2022
Kisah cinta klasik nan indah, sehabis baca buku ini aku berfikir; apakah ini yang disebut jodoh? Apakah reinkarnasi benar adanya? Apakah ini kekuatan cinta? Sehingga kemanapun dan di kehidupan manapun cinta akan tetap bersatu?

Buku ini dibuat sangat ringkas dan membekas. Membaca dari segala macam sudut pandang karakter membuat aku (atau pembaca lain) enjoy saat bacanya.

Personally, aku sangat suka bagaimana penulis menggambarkan perasaan karakter yang terasa begitu nyata. Juga, bagaimana keduanya saling mencitai dengan cara yang sederhana namjn tertulis sangat apik.

Hanya saya, di bagian ending terasa kurang, atau memang sengaja dibuat seperti itu agar pembaca punya pandangan masing-masing.
Overall, aku suka dan enjoy saat baca.
Displaying 1 - 30 of 61 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.