What do you think?
Rate this book


280 pages, Paperback
First published June 10, 2015
"Bagaimana mungkin aku dapat merasa direndahkan dan juga diinginkan pada waktu yang bersamaan?"
"Kamu tahu, kadang cara terbaik untuk melupakan hal buruk adalah menganggapnya sebagai mimpi yang tidak pernah terjadi."
"Kamu tahu. Terkadang salah satu alasan yang membuat kita membenci seseorang adalah karena kita terlalu menyayangi dan peduli akan orang itu."
"Lembaran ratusan ribu di hadapanku membawaku kembali pada dunia nyata. Aku tak lebih dari seorang wanita bayaran. Mungkin apa yang terjadi semalam hanya sekadar mimpi yang terlanjur kuanggap kenyataan."Kisah yang pertama kali ditulis di wattpad ini ber-genre dark romance dan tergolong novel dewasa; karena meskipun tidak ada adegan yang eksplisit, banyak faktor yang sebaiknya dibaca oleh pembaca yang sudah cukup umur. Sejak halaman pertama, buku ini telah berhasil membuatku penasaran dan tentunya mendorongku untuk terus membaca hingga semua misterinya terungkap. Nama yang tidak diungkapkan pada awal novel ini memberikan kesan misterius namun untungnya tidak membingungkan karena jumlah karakternya pun tidak banyak. Aku terus dibuat penasaran tentang latar belakang Ayu dan Benny, bagaimana mereka pertama kali bertemu, dan juga apa yang akan terjadi pada mereka akhirnya. Sebagian besar novel ini ditulis dari sudut pandang Ayu; namun pada bagian menjelang akhir, pembaca dibawa juga untuk melihat kisah ini dari sudut pandang Benny.
"Mungkin pertemuan kita diawali dengan cara yang salah dan mungkin juga pada dasarnya dua orang yang sama-sama terluka tidak seharusnya bersama."Walaupun aku tidak menemukan karakter yang menjadi favoritku dari buku ini, aku sangat menyukai chemistry antara kedua karakter utamanya. Dari dua orang yang seperti orang asing yang perlahan-lahan merasa nyaman dengan keberadaan satu sama lain. Tentu saja aku tidak akan spoil semua adegan yang ada dalam buku ini, yang jelas ada beberapa adegan manis antara keduanya yang membuat kisah ini jadi bittersweet. Sedangkan karakter pendukungnya, Yuanna dan Ditto, juga memiliki peran yang cukup besar dalam perkembangan ceritanya—bahkan hingga akhir.
“…aku rela menjadi gila jika bisa membuatnya muncul meski hanya dalam halusinasiku” (hal. 262)