Jump to ratings and reviews
Rate this book

Stay with Me Tonight

Rate this book
Mereka bilang hubungan di atas temaot tidur dan cinta itu dua yang berbeda. Katanya lagi hubungan intim bisa dilakukan dengan ataupun tanpa cinta. Dengan cinta? Bullshit...!

Cinta hanya ada di cerita dongen belaka. Setidaknya itu kupercaya sampai aku bertemu dengannya...

Mungkin pertemuan kita diawali dengan cara yang salah dan mungkin juga pada dasarnya dua orang yang sama-sana terluka tidak seharusnya bersama.

Pada akhirnya kita harus mengakui kalau kita adalah dua orang yang salah untuk satu sama lain.

Ayu

280 pages, Paperback

First published June 10, 2015

43 people are currently reading
484 people want to read

About the author

Sofi Meloni

8 books92 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
109 (17%)
4 stars
206 (33%)
3 stars
233 (38%)
2 stars
43 (7%)
1 star
15 (2%)
Displaying 1 - 30 of 139 reviews
Profile Image for Pattrycia.
351 reviews
June 19, 2015
I heard someone whisper your name, when I turned around to see who it was I found myself alone then I know it was my heart missing you.

Novel ini seakan mencoba membuktikan bahwa benar adanya orang yang gila karena cinta. Cinta bisa berubah menjadi obsesi yang kalau tidak terpenuhi akan membuat orang tsb menjadi depresi & gila.

Ayu adalah seorang mahasiswi yang bekerja paruh waktu di sebuah Bakery pada siang hari dan di Apartemen 1109 pada malam hari. Tugasnya di Apartemen 1109 adalah memadu kasih bersama seorang pria yang ia pun tak tahu namanya. Tiap hari ia menyambangi tempat itu demi beberapa lembar uang seratus ribuan. Hidupnya sangatlah menyedihkan. Ia dibuang oleh ibu kandungnya yang tidak menginginkannya lagi. Kemudian ia ditolong oleh seorang ibu yang ia panggil Malaikat. Ibu ini lah yang membesarkannya layaknya seorang anak kandung. Namun hidupnya berubah total setelah ibunya menikah dengan seseorang yang ia panggil Si Brengsek. Si Brengsek lah yang telah menjualnya kepada Ben, pria di Apartemen 1109. Ia kira Ben lah penyelamatnya, namun ternyata yang Ben inginkan hanyalah tubuhnya. Selama cerita bergulir, mereka kerap menyangkal perasaan mereka & menyakiti hati satu sama lain. Sampai akhirnya ibu Ayu meninggal dan Ayu memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Ben.

Kalau awalnya saya mengira bagian Ayu sangat depressing dan menyedihkan, saya sangat terkejut ketika saya membaca bagian Ben setelah mereka berpisah. Ben mencari Ayu kesana kemari selama 5 tahun layaknya orang yang mengalami stress. Buat saya bagian Ben sangat emotional & devastating. Dia tidak bisa move-on dengan hidupnya karena masih sangat mencintai Ayu. Dia juga dihantui rasa bersalah karena telah banyak melakukan hal yang menyakiti Ayu, baik disengaja maupun tak disengaja. My heart goes out to this man who suffered from emotional tortures.

Jika ini memang efek dari terlambat mengonsumsi obat, aku rela menjadi gila jika bisa membuatnya muncul meski hanya dalam halusinasiku.
OH BENNN!

Saya suka bagaimana penulis menyusun kata untuk menggambarkan rangkaian adegan antara Ben dan Ayu. Saya juga suka quote2 di setiap awal bab. Bab-bab terakhir benar-benar heart-wrenching. My only complaint is the length, obviously it's not long enough. Rasanya endingnya terlalu abrupt dan pendek. Coba kalau lebih panjang & lebih dijelaskan lengkap ke detail2 pernikahan mereka & kehidupan mereka bersama anak-anak #kode #pembacabanyakmau

4 solid stars for this beautiful love story!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nana.
405 reviews27 followers
June 21, 2015
Saya suka cerita Stay with Me Tonight. Secara cerita, mungkin temanya akan terasa fairy tale pasaran banget (cewek miskin ketemu pangeran kaya, dst. dst. Happily ever after. The end). Tapi penggarapannya tidak demikian. Saya suka bagaimana Sofi menghidupkan karakter Ayu. Ayu tampil sebagai perempuan yang tidak banyak bicara, realistis, namun juga ingin sebisa mungkin memperpanjang mimpinya--ia menganggap hidupnya di tempat Benny adalah mimpi yang semakin hari semakin menariknya lebih dalam, tapi Ayu sadar kalau suatu hari ia akan harus terbangun. Perdebatan batinnya sangat terasa. Selain itu, Ayu tidak tampil cengeng dan minta dikasihani. Sebaliknya, Benny sebagai counterpart Ayu, terasa sinis dan getir. Walau sebenarnya ia sudah memiliki perasaan terhadap Ayu, tetap saja ketika Ayu mendadak menghilang, alih-alih menanyakan ke mana Ayu pergi, ia malah memanasi Ayu dengan mencari pengganti atau mengancam akan mencari pengganti. Namun, apa yang sebenarnya Benny rasakan akan diketahui pembaca kemudian, karena di beberapa bab terakhir, cerita beralih menggunakan sudut pandang Benny. Oh iya, sebelumnya, cerita ini diceritakan dari sudut pandang Ayu.

It's a bitter sweet love story, dengan karakterisasi yang kuat. Agak mengingatkan saya dengan film Pretty Woman-nya Julia Robert dan Richard Gere yang sampai sekarang masih saya tonton kalau diputar di televisi. Salah satu film romantis favorit saya. Namun demikian, ada juga beberapa hal yang saya rasa masih "nyangkut". Misalnya, berapa penghasilan Benny per bulan dan berapa bayaran Ayu per malam. Masalahnya, si Benny ini sepertinya hanya karyawan di perusahaan advertising, bukan pemilik, tapi sepertinya uangnya unlimited. Lalu saya juga sebenarnya berharap kalau ending-nya tidak secepat itu. Tapi, saya tidak tahu juga kalau memang harus dipanjangkan, akan jadi setebal apa bukunya (walau sebenarnya kalau lebih tebal juga saya tidak keberatan kok bacanya--karena bukunya memang menarik dan asyik dibaca).


Kesimpulannya, jika kamu suka baca buku romance dewasa dengan karakterisasi yang kuat, ditambah kamu suka Pretty Woman kayak saya, coba deh baca buku ini. Mumpung masih hangat dan gampang ditemui di toko buku :)

Review lengkap http://glasses-and-tea.blogspot.com/2...

Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
June 25, 2015
Hidup bersamanya seperti bom waktu yang berhenti pada detik 00:01. Tidak ada yang tahu apakah mesin itu sudah berhenti sepenuhnya atau punya kemampuan untuk kembali bekerja dan meledak begitu saja.

Ini novel debut penulis yang membuatku begitu hanyut dengan ceritanya. Mengisahkan mengenai Ayu dan Benny, dua orang asing yang bertemu karena "kebutuhan". Awalnya hubungan mereka berdua tidaklah lebih dari "teman tidur" saja, menghabiskan malam berdua tanpa komitmen apa-apa.

Tapi perlahan-lahan mereka tidak bisa mencegah kenyamanan telah terbentuk diantara keduanya. Kenyamanan yang membuat mereka saling merindukan tetapi terlalu takut untuk mengungkapkannya.

"Sulit dipercaya bagaimana dua orang yang sama-sama terluka berusaha untuk saling menyembuhkan luka yang ada"

Awalnya nama pun mereka tidak tahu, tetapi perlahan-lahan benteng pertahanan itu pun runtuh sudah. Ayu menemukan kenyamanan di apartemen 1109, kenyamanan yang tidak pernah ditemukannya di rumahnya sendiri. Apalagi Ayu sudah bukan Ayu yang dulu lagi, sejak lahir sudah tidak diinginkan oleh ibu kandungnya sendiri, makin diperparah dengan kelakuan ayah tirinya yang menjualnya demi uang.

Ayu pun menjalani 2 kehidupan yang sungguh berbeda, di siang hari bekerja di sebuah Bakery, sedangkan malamnya Ayu menghabiskan malamnya dengan menemani tidur Benny. Namun, tak disangkanya, hubungan mereka malah berakhir dengan "CINTA", sesuatu yang mungkin paling terakhir diinginkan oleh keduanya, terutama Benny.

Benny yang patah hati dan tidak lagi percaya dengan pernikahan. Karena Yuana, tunangannya memutuskan untuk pergi meninggalkannya demi karirnya. Benny pun menggunakan Ayu untuk menunjukkan kepada Yuana bahwa dia sudah tidak mempunyai perasaan apa-apa lagi. Yuana yang menyesal pun hadir kembali, tetapi tetap saja semua tidak lagi sama.

Ketika cinta mulai dipertanyakan, kenapa sulit sekali untuk jujur? Ayu pun menghilang sejauh-jauhnya bak ditelan bumi. Benny yang baru sadar akan perasaannya pun menyesal dan berusaha menemukannya tetapi....

"Aku rela menjadi gila jika bisa membuatnya muncul meski hanya dalam halusinasiku."

Wah, membaca novel ini aku dibuat larut dengan kisah Ayu dan Benny. Diceritakan dengan sudut pandang Ayu dan Benny, aku bisa merasakan gejolak perasaan yang ada diantara keduanya. Berawal dari orang asing menjadi dekat hingga cinta pun hadir. Chemistry yang hadir begitu terasa, didukung oleh Yuana dan Ditto, cerita pun menjadi semakin menarik.

Penulis mampu merangkai katanya dengan baik, cerita yang sederhana tetapi begitu dramatis apalagi part-part ketika Ayu pergi dan Benny berusaha menemukannya. Aku benar-benar bisa merasakan penyesalan yang dalam oleh Benny. Sayangnya entah kenapa penulis seakan berusaha main aman saja, endingnya terlalu cepat diselesaikan, tetapi cukup manis untuk menghiburku yang sudah larut dengan kisahnya.
Profile Image for Autmn Reader.
883 reviews92 followers
January 10, 2024
Update 10 January 2024

Dulu sempet baca tapi ku DNF. Sekarang, karena lagi baca bareng, akhirnya aku baca lagi. Daaaan ternyta bukunya lumayan juga.

•Pros:

Narasinya enak dibaca (setelah sekian penulis dari Side B ini, akhirnya aku nemu juga penulis yang bakalan kubaca buku lainnya, wkwkwk). Surprisingly, bukunya juga page turning.

Karakter Ayu di paruh pertama juga konsisten. Dan bukan cuman Benny aja yang ngerasa misterius aku juga ngerasa gitu. Penulisnya bisa ngurai satu-satu masa lalu Ayu dan bikin lebih kenal juga sama dia.

Selain Ayu, ada Ditto yang jdi second lead-nya. Dia juga karakternya cukup konsisten. Nyebelinnya nggak ada ampun dan dia beneran gitu sampe akhir, wkwkwk.

Benny, aku cukup suka sama perubahan dia di seperempat terakhir. Yah, pas bagian POV dia. Aku seneng aja sih liat dia menderita, buahahahahahaha. Kek you deserve that, bro!!! Hahaahahaha.

•Cons

Nah, sayangnya nih, Benny ini totally bland. Selain dianyang disebutin brengsek dan emang brengsek, aku nggak merasakan kehadiran dia di paruh pertama. Bukunya emang buku Ayu, tapi kek terlalu sepi padahal ada karakter lain yg berpotensial buat bukunya tambah rame.

Sejujurnya, aku bahkan nggak begitu peduli sih sama nasib Ayu dan Benny. Kek yaudahlah mau jadi mau enggak juga terserah, saking bland-nya si Benny ini.



Overall aku enjoy kok baca ini

===========

DNF @121 (Baca di Gramedia Digital)

Sepertnya bku ini nggak cocok buatku karena aku nggak bisa dapetin chemistry tokohnya. Mngkin emang msu dibikin slow facing tapi tetep hambar interaksinya. Apalagi Ayu yg tiba2 sakit hati padahal nggak ada tanda2 dia suka awalnya...

Trus Ditto-nya annoying banget karena kok dia kepo banget jadi orang. Dan kesannya bukan peduli, tapi kepo aja gtu tah.

Dan Benny, he has no character, so bland and boring.

Yah, this book isn't for me. That's it.
Author 5 books141 followers
June 17, 2015
Aku baca Benny dan Ayu waktu masih dipublish di wattpad. Bab demi bab lancar jaya membuat saya frustasi dan penasaran, hingga saya benar-benar jatuh cinta dengan ceritanya plus penulisnya (yang waktu itu belum tau dan kenal siapa penulisnya)
Hingga suatu siang, seorang teman membuat pengakuan dengan mengirim pesan kepada saya...

"Mba, aku nulis di wattpad, lho..."

"Ohh... Nama akunnya apa? aku mau baca dong..." (belum curiga)

"Nggak ah, Mbak. Aku malu. Ceritanya panas."

"Yailahh, apa sih nama akunnya?" (penasaran)

Menunggu cukup lama.

"Rainhujan"

Aku bengong,huahhaha.. Ternyata selama ini aku ngefans sama temenku sendiri,ahahhaa..

Good job, Sofi... Dannn... hasil kerja kerasmu berbuah manis. Btw, aku kurang puas sama endingngya,, kurang panjang,ahahaha..

Di tunggu karya selanjutnya ya. Sukses untuk kamu :)
Profile Image for afin.
267 reviews20 followers
January 23, 2016
rated 3.5 / 5 stars

Sinopsis:
Mungkin pertemuan kita diawali dengan cara yang salah dan mungkin juga pada dasarnya dua orang yang sama-sama terluka tidak seharusnya bersama. Pada akhirnya kita harus mengakui kalau kita adalah dua orang yang salah untuk satu sama lain. Hubungan yang salah tidak akan mampu untuk membuatnya tetap tinggal malam ini.

Review:
Ayu namanya dan hidupnya sangat menyedihkan. Waktu kecil dia ditelantarkan oleh ibu kandungnya di sebuah kereta, untungnya ada seorang malaikat yang menampungnya, seseorang yang sekarang ia anggap ibunya lebih dari ibu kandungnya sendiri. Tetapi, ibu tiri yang ia sayangi itu menikahi orang yang sangat ia benci, orang yang berani menjual Ayu kepada siapapun yang berani membayar mahal. Ayah tiri yang pemabuk dan tukang judi itu juga tidak segan-segan menyakiti ibunya dan Ayu, meski berulang kali Ayu menyuruh ibunya untuk meninggalkan ayah tirinya itu ibunya selalu menolak. Ayu yakin ibunya sudah benar-benar terbutakan oleh cinta.

Kegiatan Ayu sehari-hari hanyalah kuliah, bekerja part time di sebuah toko roti dan di malam hari ia melayani lelaki yang telah membelinya. Setiap malam pukul 10 tepat dia ada di apartemen 1109 untuk memuaskan nafsu lelaki yang telah memilikinya itu. Anehnya, meskipun sudah melakukan hubungan intim berulang kali ia tidak mengenal apapun dari lelaki yang membelinya tersebut bahkan sekedar nama pun ia tak tahu.

Suatu hari, lelaki tersebut jatuh sakit dan harus dirawat. Di sinilah ia mengetahui bahwa namanya adalah Benny. Entah mengapa, Ayu merasa bahwa ia harus merawat lelaki ini hingga ia sembuh. Setelah sembuh, malapetaka berganti ke ibu Ayu, yang ditemukan di rumahnya telah ditusuk. Sebagai orang kurang mampu, Ayu tidak bisa membayar tagihan rumah sakit ibunya. Ia pun memutuskan untuk membuat sebuah perjanjian dengan Benny. Benny bersedia memberikan uang untuk membayar biaya pengobatan ibunya Ayu tapi Ayu harus bermalam di apartemen Benny selama seminggu. Pada saat itu Ayu menerima perjanjian ini, toh tidak terdengar aneh baginya.

Pada akhirnya Ayu tahu bahwa ia digunakan untuk membalas dendam Benny kepada mantan tunangannya, Yuana yang ternyata wajahnya mirip dengan Ayu menurut teman-teman Benny. Menghabiskan waktu bersama Benny membuat Ayu nyaman dan akhirnya jatuh hati, tapi bisakah mereka hidup bahagia bersama padahal cara mereja bertemu sudah salah? Apakah Benny merasakan hal yang sama kepada Ayu?

"Apa yang harus kulakukan setelah semua ini berakhir?" Pertanyaan itu yang terus saja menghantuiku. Meski memalukan, aku harus mengakui kalau aku sudah telanjur nyaman berada di sini bersamanya. Tidak peduli dengan begitu banyak hal buruk yang terjadi karenanya, hati kecilku selalu percaya kalau tempat ini dan dirinya telah menjadi harapan tersendiri bagiku.

read my full review on my blog http://booksoverall.blogspot.co.id/20...
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
February 19, 2016
Dua orang asing bertemu karena cara yang salah. Keduanya sama-sama terluka, namun saling membutuhkan. Yang satu membutuhkan materi, sementara yang lainnya membutuhkan pelampiasan. Mereka menyadari bahwa mereka adalah dua orang yang salah untuk satu sama lain.
Ayu terpaksa menjalani dua peran dalam hidupnya sejak dirinya dijual oleh ayah tirinya. Siang hari Ayu adalah seorang mahasiswi dan pekerja di sebuah toko roti. Sementara malam hari dia akan menjadi teman tidur bagi seorang pria yang namanya sendiri tidak ia ketahui. Bagi Ayu menjadi anonim satu sama lain lebih menguntungkan dan memudahkan dirinya untuk menjalani perannya. Ayu membutuhkan uang untuk membiayai hidupnya dan ibunya. Tentu saja dia tidak akan lagi mengharapkan ayahnya yang brengsek itu. Hampir setiap malam Ayu akan datang ke apartemen dengan nomor kamar 1109. Rutinitas yang akhirnya menciptakan kenyamanan bagi Ayu. Belakangan karena suatu kejadian, Ayu akhirnya mengetahui nama pria yang membeli dirinya. Benny Kurniawan. Ketika Ayu tidak datang selama beberapa waktu lamanya, Benny justru merasa kehilangan. Tentu saja Benny tidak akan mengatakannya pada Ayu.

"Bagaimana mungkin aku dapat merasa direndahkan dan juga diinginkan pada waktu yang bersamaan?"


Suatu hari, ayah tirinya pulang dalam keadaan mabuk dan melukai ibunya sehingga harus dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi. Ayu tidak sanggup membayar semua biaya perawatan ibunya. Ayu tahu Benny bisa memberikan uang kepadanya, namun ada permintaan Benny yang harus dipenuhi oleh Ayu. Ayu diminta melakukan sandiwara (tanpa sepengetahuan Ayu) untuk membalas sakit hati Benny kepada Yuanna, mantan tunangan Benny. Namun di saat Ayu merasa semakin direndahkan karena dijadikan sebagai alat oleh Benny, Ayu justru merasakan dirinya mulai jatuh cinta pada Benny. Tinggal bersama Benny justru makin menjerumuskan Ayu pada cinta yang semula berusaha diingkarinya itu.

Debut karya Sofi Meloni ini pernah populer di media Wattpad dengan judul "Sleep With Me Tonight". Perubahan judul cerita cinta ini saat diterbitkan oleh Elex Media saya rasa cukup tepat. Hubungan antara Ayu dan Benny memang diawali dengan tidur bersama, namun ada yang lebih intens di antara mereka sehingga membuat Ayu (dan Benny) menginginkan lebih dari sekedar tidur bersama. "Stay With Me Tonight" lebih menggambarkan keseluruhan kisah di dalam novel ini. Ohya, ada banyak adegan dewasa di dalam novel ini. Lumayan panas, tapi belum sampai membuat saya mengambil kipas... #IYKWIM :D

Sebagai novel dalam genre adult romance, novel ini menarik perhatian saya sejak halaman pertama. Adegan ranjang antara Ayu dan Benny digambarkan dengan singkat namun cukup jelas. Sayangnya, saya nggak sreg dengan satu kalimat dimana penulis menyebutkan bukti permainan ranjang mereka sebagai "plastik yang berisi cairan". Saya mengasumsikan itu adalah kondom. Menurut saya, karena novel ini sudah diberi label "novel dewasa", tidak ada salahnya menyebutkannya secara eksplisit. Lagipula bahan kondom kan karet bukan plastik :)

Karakter para tokoh utama dan tokoh pendamping cukup berkarakter. Saya menyukai kalimat-kalimat percakapan antara Ayu dan Benny yang terkesan sinis dan sok kuat. Kehadiran Ditto dan Yuanna menambah kuat karakter Ayu dan Benny. Ayu digambarkan sebagai seorang perempuan yang "terpaksa"harus mengerti dan merima jalan hidupnya, melarang dirinya bermimpi terlalu tinggi. Sementara Benny adalah sosok pria dengan kehidupan yang mapan, sering menampilkan sikap tidak peduli dan takut berkomitmen karena pernah terluka di masa lalunya. Cerita yang dikisahkan dari sudut pandang Ayu membuat saya ikut terhanyut dalam apa yang dirasakan oleh Ayu. Namun, begitu ceritanya dikisahkan dari sudut pandang Benny, gambaran saya akan kedua sosok Ayu dan Benny jadi buyar. Mungkin peralihan POV digunakan oleh penulis untuk menggambarkan cara Benny mengatasi lukanya di masa lalu. Tapi saya jadi kehilangan momen saat Ayu berusaha bangkit dari keterpurukan dan kehilangannya. Tahu-tahu Ayu sudah muncul sebagai sosok yang berbeda.
Profile Image for Crowdstroia Crowdstroia.
Author 11 books649 followers
July 12, 2016
Saya setuju sama pendapat beberapa orang yang bilang endingnya terburu-buru. Terlepas dari itu, cerita ini penggambaran universe-nya manis sekali. Bikin langsung kebayang. Kak Sofi pandai bikin universe dengan kata-kata sederhana tapi rangkaiannya manis hahaha. Ceritanya juga page turning banget. It's a good chicklit, bagi yang mencari cerita yang well written dan seru, mudah dinikmati. Isilahnya, bikin terhanyutlah, ini bisa jadi bacaan bagus.

Kovernya bagus. Kusuka. Tapi blurbnya biasa aja.

Untuk bagian ibunya Ayu, maybe it's just me, tapi menurutku agak kayak tempelan. Kurang digali lagi. Kayak, feel yang dalem itu cuma feel buat si Ben aja. Feel buat yang lain, ya ada, tapi biasa aja. Karena 'biasa aja' itulah, kesannya kayak tempelan kalo dibandingkan penggalian feel untuk Ben.

---oke yang bagian bawah ini gak penting soale ini tergantung seleraku banget----

Tokoh ceweknya, si Ayu, tipe cewek menghamba cinta si tokoh cowok. Plis ai kennot. Kutakmampu baca tokoh perempuan seperti ini. Dan di saat kupikir Ayu sudah cukup menghamba asmara, kusempat baca Look At Me Please dan luar biasa kaget dan spontan nyumpah-nyumpah bertemu tokoh Laras yang ternyata jauh lebih diperbudak asmara dibanding Ayu. Maksudku, ayolah, hidup bukan cuma tentang asmara pada si tokoh utama lelaki. Kenapa ceritanya harus revolves arround "I love him, I can't live without him." Plislah ai kennot. I just can't :"")

Meski demikian, jangan salah, Kak Sofi adalah salah satu penulis terbaik dalam 'describing the universe inside her books' IMHO. Gak banyak penulis yang pandai bikin penjabaran universe. Yang ketika baca, seketika kebayang banget suasana dan grafisnya dalam otak. Ceritanya juga page turning. Dari baca awal udah ke-hook lah. Terlepas dari itu, pesan moralnya agak kurang dalem (ya itu, feelnya fokus di feel asmara Ben dan Ayu, dan yg lain jatohnya agak tempelan). But it's a good chicklit, nevertheless.
Profile Image for Just_denok.
366 reviews7 followers
July 1, 2015
Beautiful story. Heartwarming story. And i love it. Menceritakan tentang Ayu yang bertemu dengan Benny. Mereka berdua sama2 pernah terluka dan dipertemukan dengan cara yg menurut mereka salah kemudian berhubungan dengan banyak kerahasiaan yg melandasi. Ketika satu persatu rahasia mereka terungkap, apakah hubungan mereka tetap bisa bertahan?

Aku suka bagaimana kak Sofi menuliskan cerita ini. Bagimana diksi yang ia pilih terasa pas saat dibaca dan feel nya nyampe. Bagaimana detail maupun narasi yang ia rangkai, terasa cukup dan tidak berlebihan. Adem pas dibaca. Pertama kali baca cerita ini di wattpad, dan jangan tanyakan bagaimana tiap kali kak Sofi update cerita, aku udah deg2an dengan kelanjutan kisahnya. Dan saat aku membaca versi cetaknya, aku masih tetap merasakan rasa deg2an itu tiap kali berpindah bab. Kak Sofi pandai dalam menjalin konflik tepat pada waktunya. Walaupun aku masih ngerasa kalau bagian Benny yang mulai mempejuangkan Ayu itu kurang paniang dan kurang menderita. Hehehehe.

Ada beberapa percakapan yang masih membuatku bingung itu diucapkan oleh siapa, karena ada beberapa percakapan yg berbeda paragraf tapi ternyata masih diucapkan oleh orang yang sama. Dan itu bikin aku musti baca bagian atasnya lagi untuk menjelaskan siapa yang mengatakan. But, untuk jalan cerita, jangan ditanyakan deh. I love it :).
Profile Image for Rezza Dwi.
Author 1 book277 followers
November 5, 2016
WIHIII 4 bintang dari saya, Mbak Sofi~

Saya suka buku ini karena POV 1 yang menjiwai. Oh my, hatiku cenat-cenut di beberapa bagian padahal AYU, tokoh utama perempuannya, jauuuh dari kata menye-menye. Apalagi bagian BEN, tokoh utama laki-lakinya, di bagian akhir yaaang... bikin saya sempat meneteskan air mata.

Sejujurnya saya merasa premis ceritanya cukup mainstream, yaitu tentang pasangan-yang-bersama-tanpa-cinta-kemudian-berubah-menjadi-cinta, kalau saya mau mengingat ada buanyak cerita romance dengan premis serupa terutama di romance wattpad. TAPI, bagaimana Mbak Sofi mengemas konflik utamanya, juga bagaimana pembawaan tulisan Mbak Sofi di cerita ini, saya suka. Cerita ini jadi terasa "dalam" dan berhasil membuat saya terbawa perasaan.

Namun, lagi, saya merasa endingnya terlalu loh-kok-cuman-gitu-ya. Saya kira akan ada sesuatu yang lebih di-show, ternyata tidak. Mungkin si Penulis memang menginginkan tipe cliffhanger yang sederhana.

Lalu yang bikin saya salut, cerita ini jauh dari kata vulgar meskipun berlabel dewasa. Mbak Sofi menyampaikannya dengan sederhana tapi ngena. Woah, selamat Mbak.
Profile Image for Palinda.
180 reviews3 followers
December 12, 2018
Sebelum saya baca bagian awal, saya baca dulu halaman terakhir (kebiasaan jelek susah dihilangin) supaya tau happy ending apa sad ending. Saya kelar baca buku ini jam setengah empat pagi karena penasaran sama cerita-cerita dibab berikutnya. Kadang ceritanya diluar ekspektasi saya, mungkin itu yang bikin saya pengen baca terus. Bagian Ayu saya excited banget, pas masuk bagian Ben jadi angot-angotan. Tapi adanya POV Ben saya jadi tau gimana perasaannya.

Saya sedikit bingung pas baca dialog antar tokoh, contohnya percakapan antara Ben sm Ayu. Yang ngomong itu Ben apa Ayu. Ada beberapa kalimat yang sedikit njelimetin. Mungkin saya lagi lola karena udah nggak biasa begadang makanya kurang fokus bacanya.

Btw, dibagian awal kok *****m dibilang plastik ya? Setau saya itu karet. Kalau kata temen saya itu dari Latex. Sorry kalau sok tahu ya hehehe.
Profile Image for Majingga Wijaya.
152 reviews19 followers
February 11, 2021
Novel yg bisa membuat kita menikmati setiap alur cerita yg disuguhkan... Mbak Sofi bener-bener berhasil membuatku seperti kehilangan harapan happy ending di bab-bab terakhir tapi akhirnya dibuat puas dg ending di bab terakhir
Profile Image for Rahmatul Maulidar.
35 reviews5 followers
June 28, 2020
Novel ini terbitan tahun 2015. Udah lumayan lama juga. Dan aku ngga sengaja nemuinnya di Gramedia Digital. Karena membaca blurb yang nampaknya akan menampilkan cerita yang mengaduk emosi dan bikin mata perih. Aku memutuskan untuk membaca ini.

Awal cerita novel ini disuguhkan dengan kehidupan Ayu yang dihadapkan pada tidak ada pilihan lain selain menjalankan petuah di depan mata karena sang Ayah yang pemabuk dan menyebalkan, dan dengan mudah Ayu dipertemukan dengan Benny.

Ayu dan Benny menjalani hubungan di mana Ayu hanya memenuhi keinginan dan kebutuhan Benny dan Ayu dibayar, bahkan nama masing-masing aja ngga tahu. Tapi, fyi, sikap dan karakter ayu menjadikan Benny penasaran. Padahal awal mulanya Benny malah 'bodo amatlah'.

Awal-awal membaca aku sempat berhenti, karena berpikir ini kayaknya kurang sesuai dengan bacaan aku (entahlah, aku ngga tau juga kenapa. Mungkin bisa jadi ini terlalu explicit? Idk). Tapi aku meguhkan hati untuk lanjut baca karena penasaran dengan bagaimana nanti konflik utama ceritanya dimunculkan dan boom! Juga penasaran dengan penyelesaian konfliknya, tentunya.

Resultnya, setelah membaca dan membaca hingga konflik utama, perih banget mata aku. Bahkan aku kepikiran pengen nonton pilem yang bikin perih mata begini bahkan kalo ada lebih lagi.

Aku suka karakter Ayu yang kuat dan logis, di samping semua kepedihan yang dia miliki. Ayu juga keukeuh banget. Dia juga misterius kalau menurut Benny.

Kalau Benny adalah tipe-tipe laki laki pekerja yang mencari kesenangan di malam hari usai bekerja. Aku penasaran, emang di JKT kehidupan orang-orang begitu ada, ya? (maklum, aku anak kampung banget hehe).

Menggunakan POV pertama tunggal, secara bergantiin Ayu dan Benny. Jadi kita dapat dengan mudah memahami perasaan mereka masing-masing tanpa perlu menerka-nerka.
.
Settingnya di Jakarta. Membaca ini seperti membaca sisi sedih dunia di Jakarta.
.
Secara keseluruhan aku menikmati membaca kisah Ayu-Benny ini, inginku kasih bintang 4. Tapi ada beberapa hal yang 'agaknya' kurang membuat aku puas. Tapi novel ini bagus, kurekomendasikan untuk dibaca agar tau sisi sedih di Jakarta (versi Ayu). Secara tulisan bintang 3,5/ 5 untuk novel ini. Dia udah bikin mata aku perih!

Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
September 23, 2015
Karena ayahnya yang seorang penjudi dan pemabuk, membuat kondisi keuangan keluarga Ayu bangkrut, mereka kini tinggal di pemukiman miskin dan kumuh, Ayu tak lekas lulus kuliah dan dia bekerja part time untuk memenuhi kebutuhannya sendiri sekaligus ibunya yang sakit-sakitan. Sebenarnya Ayu adalah anak angkat, sebelum ibunya menikah kehidupan mereka bahagia dan tercukupi. Ayu sangat menyayangi ibunya, sudah dianggap seperti ibu kandung sendiri. Ibunya dibutakan karena cinta, sudah berulang kali Ayu meminta ibunya untuk meninggalkan suaminya dan kembali hidup normal seperti dulu kala, namun ibunya tetap tidak ingin berpisah dengan suami yang suka main pukul itu. Bahkan suatu ketika ayahnya berniat menjual Ayu dan memukulinya habis-habisan, Ibunya hanya minta maaf dan yakin tidak akan mengulanginya lagi. Tentu saja Ayu tak pernah percaya bahwa lelaki bejat itu akan tobat. Kondisi tersebut membuat Ayu jarang pulang ke rumah, dia lebih memilih tinggal di apartemen lelaki yang sekarang menjadi pelanggannya.

Ayu bersyukur telah ditolong oleh seseorang ketika dia akan dijual ayahnya, seorang pangeran tampan yang telah menyelamatkan hidupnya. Namun lelaki tersebut malah memanfaatkan dirinya demi nafsunya sendiri, tidak menyia-nyiakan apa yang telah dibayarnya. Kini setiap malam, di mulai pukul sepuluh Ayu akan mendatangi apartemen bernomor 1109, dia mempunyai akses kartu yang sama dengan sang pemilik sehingga bisa masuk sewaktu-waktu. Dia akan memuaskan nafsu laki-laki tersebut, mengambil bayaran lalu pulang. Begitu setiap malam. Mereka sama-sama tidak tahu menahu akan identitas masing-masing, hanya sebuah kesepakatan yang saling menguntungkan. Sang lelaki mendapatkan kepuasan, Ayu mendapatkan bayaran. Awalnya dengan terpaksa, lama-kelamaan Ayu sangat menikmati kebersamaan mereka, dia melakukan dengan suka rela, dan mulai tertarik dengan kehidupan lelaki tersebut.

Sedikit demi sedikit Ayu mengetahui siapa lelaki yang setiap malam bersamanya, dimulai dari namanya, Benny Kurniawan, seorang eksekutif muda yang mempunyai masa lalu kelam. Beberapa jam setiap malam tidak cukup bagi Benny, dia juga ingin mengenal lebih dalam tentang Ayu. Namun Ayu tahu hubungan mereka tidak akan pernah bertahan, tidak ingin bermimpi jauh, dia tidak percaya cinta, cinta bisa menghancurkan dirinya seperti halnya dengan ibunya sendiri. Ayu akan bertahan sampai Benny jenuh dengan dirinya. Mereka tidak perlu saling mengenal lebih dalam lagi. Benny masih dibayangi masa lalu, Ayu takut kalau kehilangan dirinya dia akan terluka sangat dalam.

"Kamu tahu, kadang cara terbaik untuk melupakan hal buruk adalah menganggapnya sebagai mimpi yang tidak pernah terjadi."


"Kamu tahu. Terkadang salah satu alasan yang membuat kita membenci seseorang adalah karena kita terlalu menyayangi dan peduli akan orang itu."


Paragraf pembuka buku ini sangat provokatif sekali, kompor! Karena sekali kalian membacanya tidak akan bisa berhenti, itulah yang saya rasakan. Stay With Me Tonight adalah debut dari Sofi Meloni, awalnya cerita ini di posting di Wattpad dengan judul Sleep With Me Tonight, sama halnya dengan Not A Perfect Wedding, ceritanya cukup populer, terbukti dengan beberapa komen yang mengatakan pernah mengikuti cerita ini sebelum dibukukan oleh Elexmedia. Saya sendiri jarang membaca cerita yang ada di Wattpad, jadi agak kudet juga cerita apa saja yang cukup booming. Bagi kalian yang penasaran dengan ending Ayu-Ben di Wattpad dulu, maka kini kalian bisa menikmati ceritanya secara utuh di buku.

Dari segi ide cerita memang tergolong mainstream, tapi yang saya suka adalah cara penulis membangun chemistry kedua tokoh utama buku ini. Alurnya memang lambat, saya paham karena demi membangun chemistry tadi, alhasil dapat banget kok. Butuh waktu yang cukup panjang bila awalnya kedua orang yang hanya saling memanfaatkan, tidak mengenal satu sama lain menjadi punya perasaan. Di tambah keduanya punya masa lalu yang kini hadir kembali. Benny dengan Yuana, sedangkan Ayu dengan Ditto. Yang saya suka lagi, penulis sedikit demi sedikit membocorkan identitas kedua tokoh utamanya, tidak langsung menunjukkan masa lalu keduanya. Jadi bukan hanya Ayu dan Benny saja yang penasaran dengan identitas masing-masing, pembaca pun dibuat sama. Cara penulisannya pun cukup detail, terlebih untuk karakter Ayu dan Benny, pembaca pun jadi mudah membayangkan mereka berdua, suka deh dengan Benny :p

Pemeran pembantunya memiliki porsi yang pas, saya suka penulis fokus akan hubungan Ayu dan Benny, banyak adegan tentang mereka berdua, bahkan para pemeran pembantu mengisi apa yang memang hanya menyangkut tentang mereka sehingga tidak banyak bagian yang membosankan atau adegan yang sia-sia. Buku ini dibagi menjadi dua bangian, bagian pertama sudut pandangnya orang pertama yaitu Ayu, menceritakan masa sekarang, sedangkan bagian kedua masih dengan sudut pandang yang sama hanya saja Benny juga ikut bersuara, bercerita akan masa depan mereka. Dari sudut pandang inilah kita akan tahu akan perasaan Benny yang cukup misterius, memang sedikit terkesan repetitif, namun menjawab apa yang belum diungkapkan oleh Ayu. Bagian favorit adalah saya ketika mereka pergi ke taman bermain, Ayu bertanya akan bagaimana perasaan Benny yang sebenarnya, juga ketika Ayu dan Benny di apartemen, hahahaha.

Buku ini adalah buku dewasa, banyak adegan ranjang, walau nggak eksplisit banget, bagi yang belum cukup umur dilarang baca ya. Poin tambahannya adalah penulis cukup pandai membuat adegan orang dewasa, masih tergolong sopan kalau menurut saya. Tidak banyak penulis dalam negeri yang mengambil tema adult romance, beberapa yang sukses contohnya Christian Simamora, Dahlian, Sefryana Khairil, saya berharap penulis tetap fokus dengan adult romance, bahkan kalau bisa lebih berani lagi. Jujur adegan dewasa di buku ini tidak membuat saya kipas-kipas, ayo buat saya kepanasan! XD. Tapi, untuk sebuah karya perdana tentu perlu diapresiasi, sudah sangat bagus, saya yakin teknik menulis penulis bisa berkembang dan lebih baik lagi.

Bagi yang udah dewasa dan ingin membaca kisah cinta dua orang yang sama-sama terluka kemudian mendapatkan pengobatan bersama, buku ini recommended. Adegan uhuk-uhuknya saya kasih 3 kipas deh :p

Bisa juga di baca di http://www.kubikelromance.com/2015/06...
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
June 24, 2015
"Lembaran ratusan ribu di hadapanku membawaku kembali pada dunia nyata. Aku tak lebih dari seorang wanita bayaran. Mungkin apa yang terjadi semalam hanya sekadar mimpi yang terlanjur kuanggap kenyataan."
Kisah yang pertama kali ditulis di wattpad ini ber-genre dark romance dan tergolong novel dewasa; karena meskipun tidak ada adegan yang eksplisit, banyak faktor yang sebaiknya dibaca oleh pembaca yang sudah cukup umur. Sejak halaman pertama, buku ini telah berhasil membuatku penasaran dan tentunya mendorongku untuk terus membaca hingga semua misterinya terungkap. Nama yang tidak diungkapkan pada awal novel ini memberikan kesan misterius namun untungnya tidak membingungkan karena jumlah karakternya pun tidak banyak. Aku terus dibuat penasaran tentang latar belakang Ayu dan Benny, bagaimana mereka pertama kali bertemu, dan juga apa yang akan terjadi pada mereka akhirnya. Sebagian besar novel ini ditulis dari sudut pandang Ayu; namun pada bagian menjelang akhir, pembaca dibawa juga untuk melihat kisah ini dari sudut pandang Benny.

Konflik ceritanya sendiri terfokus pada kedua karakternya dan juga masa lalu mereka: Benny dengan luka masa lalunya akibat Yuanna, serta Ayu yang berusaha bertahan hidup dan kemunculan kembali Ditto dalam hidupnya. Aku suka dengan perkembangan ceritanya yang semakin lama semakin kelam dan menyayat hati. Namun aku juga kurang begitu puas dengan bagian menjelang ending-nya karena aku sebenarnya berharap bisa melihat proses Ayu menyembuhkan luka batinnya, apa yang berhasil membuatnya bangkit kembali setelah apa yang terjadi dengan Benny. Bab yang ditulis dari sudut pandang Benny malah rasanya jauh lebih menyedihkan dari pada narasi Ayu. Dan aku rasa penulis berhasil menyampaikan dengan baik keputusasaan serta penyesalan yang dirasakan oleh Benny. Meski demikian, aku tetap puas dengan cara penulis mengakhiri kisah ini dan turut merasa lega dua karakter yang penuh luka ini akhirnya dapat menemukan kebahagiaan mereka :')
"Mungkin pertemuan kita diawali dengan cara yang salah dan mungkin juga pada dasarnya dua orang yang sama-sama terluka tidak seharusnya bersama."
Walaupun aku tidak menemukan karakter yang menjadi favoritku dari buku ini, aku sangat menyukai chemistry antara kedua karakter utamanya. Dari dua orang yang seperti orang asing yang perlahan-lahan merasa nyaman dengan keberadaan satu sama lain. Tentu saja aku tidak akan spoil semua adegan yang ada dalam buku ini, yang jelas ada beberapa adegan manis antara keduanya yang membuat kisah ini jadi bittersweet. Sedangkan karakter pendukungnya, Yuanna dan Ditto, juga memiliki peran yang cukup besar dalam perkembangan ceritanya—bahkan hingga akhir.

Secara keseluruhan, aku sangat menikmati buku ini dari awal hingga akhir; penulis berhasil membuatku penasaran tentang kedua karakter utamanya dan juga bagaimana ceritanya akan berlanjut. Oleh karena itulah, aku berhasil menyelesaikan buku ini dalam waktu yang cukup singat. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, buku ini adalah novel dewasa dan mengusung tema kisah cinta yang lebih kelam. Dan meskipun ada beberapa typo di dalamnya, aku tidak merasa terlalu terganggu dengan hal tersebut. Pada akhirnya, aku ingin mengucapkan terima kasih untuk Sofi Meloni yang sudah memberiku kesempatan untuk membaca dan me-review buku ini :) Sukses selalu dalam karir menulisnya dan aku akan menantikan karya yang selanjutnya ;)

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2015/0...
Profile Image for Yuu Sasih.
Author 6 books46 followers
September 20, 2015
Tadinya mau 4,5 bahkan 5 bintang, tapi akhirnya dikorting karena

Saya sangat jarang baca novel romance hetero seringnya baca novel m/m romance karena trope-nya yang menurut saya sulit dikembangkan dari trope-trope klise khas romens. Tapi saya memutuskan untuk memboyong buku ini pulang karena 1) nama tokoh utamanya Ayu, 2) dia seorang pelacur ekslusif--jarang-jarang nama gue dipakai buat tokoh pelacur karena, mengutip kata co-author, yang namanya Ayu itu biasanya anak alim, which is right, I think (merenungi nasib)--dan 3) adegan pembukanya adegan paska-aktivitas ranjang. Woohooo!

Memang, pada akhirnya novel ini sih nggak jauh-jauh dari trope klise ala romens, yah. Tapi buat saya, klise itu oke-oke aja kalau diolahnya secara ciamik--God, I said this zillion times! Dan novel ini termasuk novel yang berhasil memikat saya dengan kekliseannya karena:

1. Ayu. Bukan karena namanya sama kayak saya sepaket sama sebagian kisah hidupnya, tapi memang karena tokoh Ayu ini kuat banget. Pergulatan hidup dia bisa dideskripsikan dengan cakep sekali, hubungannya sama Benben Dingin pun asik. Suka banget interaksi Ayu dengan Benben Dingin di awal-awal, dua-duanya nggak mau ngalah buat ajang kemisteriusan. Saat sadar kalau Ayu jatuh cinta ke Benben pun digambarkannya smooth banget. Ah cakep banget lah pokoknya Mbak Ayu yang ini! Jarang banget dapet heroine kuat yang nggak termehek di novel romens Indonesia! X))

2. Conflict handling. Yang sering saya permasalahkan dari novel romens itu biasanya karena si perempuannya sering "nggak sadar diri" tentang sampai mana taraf hubungannya dengan si (calon) pasangan. Baru temenan, dramanya setengah mati. Tapi Ayu ini digambarkan dia selain mempertimbangkan hubungannya dengan Benben pakai hati, tapi juga pakai logika. Selain itu, di novel ini juga ada isu-isu tentang perkosaan, keguguran, abusive relationship, dll. semuanya ditangani dengan baik banget. Saya suka banget sama handling issues-nya yang nggak all drama lebae tapi tetep nancleb di hati.

3.Tulisannya menurut saya juga rapi banget. Enak dibacanya. Mbak Sofi pandai membangun romantisme Benny-Ayu dalam kalimat-kalimat singkat nan padat. Saya rasa ini juga karena editornya yang ciamik. Masih ada beberapa kesalahan, sih, seperti typo, kata terpotong, kesalahan tanda baca, tapi buat saya nggak ngurangin kenikmatan membaper. Paling ya yang bikin ngakak cuma soal si kondom plastik itu, sih. Kasian Benny pake kondom plastik, pasti ketat dan panas banget. *apanya Yuu?*

Jadi begitulah. Saya ini jarang membaper lewat fiksi romantis, jadi kenyataan bahwa saya baper banget sama novel ini tuh seolah membuka khazanah baru (halah)pandangan saya akan genre romens. Sukses Mbak Sofi buat karya-karya selanjutnya! Thank you for bapering(?) my week! X))
Profile Image for fiavhia.
25 reviews1 follower
June 14, 2015
Keren Bangeeeet !!

Kalo saya diminta kasih satu nominasi penulis yang jago nulis dengan sudut pandang orang pertama, nggak ragu lagi saya pasti akan rekomen Sofi Meloni.

Emosi keaduk-aduk. Sampe aku ikut ngerasain nyesek, sedih dan panasnya air mata. Ngerasain betapa besar pengertiannya ayu. Dilemanya dia.. Huhuhuu.
.
ah gila.. aku kehipnotis Ayuu...!

Aku pribadi, lebih tersentuh dengan pov Ayu. Mungkin krna sama-sama perempuan jadi lebih bisa ngerti tiap keputusan yg diambil ayu. #takeadeepbreath #pukpukayu

atau sofi yang harus lebih belajar lagi di povnya laki-laki. hihi.

Recommend banget cerita ini..! Ayoo yoo yang suka cerita romance kudu banget baca cerita ini..! Eh tapi ini kategori romance dewasa loh. Yang bijak juga ya bacanya.
jangan lupa, Siapin tissu buat jaga-jaga.

*hiks sedih lagi inget ayu*
Profile Image for liez.
180 reviews20 followers
December 29, 2016
Buku ini fokus tentang hubungan Ayu dan Ben yang berawal dari teman tidur dan berakhir dengan saling suka. Awalnya saya penasaran dengan Ayu, bagaimana bisa Ayu berakhir di ranjang Ben. Tapi lama-lama saya bosan dengan sikap Ayu dan Ben yang sok misterius. Saya juga heran dengan hal yang menimpa ibunya Ayu. Dengan semua perlakuan KDRT yang diterima, masa tidak ada tanggapan dari tetangganya.

Saya juga kurang menyukai POV nya Ben, saya merasa Ben terlalu mellow, tidak terlalu cocok untuk imagenya yang sudah dibangun diawal cerita. Tapi mungkin saja laki-laki bisa mellow total jika ditinggalkan oleh orang yang dicintainya. Who knows?
Profile Image for Ayu Salsabila.
15 reviews32 followers
July 26, 2015
Saya suka covernya ,saya suka ceritanya, saya suka kemistri antar tokohnya.

Mungkin buat saya masih ada kekurangan dalam novel ini. Tapi saya ikut terhanyut pada ceritanya, terutama bagian Ayu. Nyesek banget, saya seperti merasakan penderitaan Ayu. Dan bagian Ben, saya geregetan juga.

3.5 bintang buat cerita dalam novel ini :)

Review lengkap? tunggu mood bangkit dari tidurnya dulu hehe..
Profile Image for Wilma Monica.
159 reviews11 followers
March 20, 2017
Done with this book at 2AM.. OMG~ this book litterally killed me.. was crying so hard before going to bed~~

*2017* re-reading
Done at 2 AM... dan masih membuatku menangis. Terimakasih membuatku keluar dari reading slump
Profile Image for Erlina .
9 reviews
June 16, 2015
Ceritanya ok! Tapi karena udh tau ceritanya hampir 3/4 dari isi buku karena baca di wattpad, ujung2nya kurang bisa menghayati lagi sampai ending...but nice ending :)
Profile Image for Amaya.
748 reviews58 followers
January 10, 2024
Actual rating: 3,5

Berawal menjadi menjadi teman tidur yang tidak mengetahui nama masing-masing, hubungan Ayu dan Ben perlahan mulai mendekat. Rahasia demi rahasia terbuka, tapi itu belum cukup. Masih ada masa lalu yang menghantui dan berkembangnya hubungan mereka tidak lantas menjadi jaminan luka hati keduanya bisa sembuh.

Jujur agak syok sama pembukaan ceriatnya. Aku pikir lagi lari atau malah si aku ini diserang. Di luar ekspektasi, bukunya cukup seru. Narasinya nggak ngebosenin. Tapi, selalu ada konsekuensi.

Buku ini memakai sudut pandang orang pertama yang artinya memang hanya dijelaskan apa yang dilihat oleh mata Ayu, sebagai pemegang SP. Beberapa bocor pov yang harusnya nggak bisa Ayu lihat, keikut dijelasin di sini. Well, kalau Ayu bisa melihat gerakan lawannya sedetail itu, lalu gimana dengan emosinya sendiri? Jelas-jelas dia sedang sedih, marah, dan enggan menatap lawan bicaranya, tapi bisa tahu gerakan detail si lawan bicara.

Aku suka penyampaian emosi dari karakternya. Di beberapa lembar pertama itu langsung terasa sakit, sedih, kecewa, dll, yang dirasakan Ayu mostly (ya karena ini pakai pov Ayu, mustahal dia bisa tahu perasaan dalam hati orang lain, kan?). Nah, kebanyakan aku ngerasa emosinya ini di narasi, alih-alih dialog.

Bagiku, dialognya meh. Ada yang miss waktu bacanya. Kadang nggak ada dialog aksi jadi aneh dan baru paham ternyata itu tadi dia ngomongnya sambil teriak atau bisik-bisik. Ditambah, beberapa kalimat bakunya jujur nggak match sama mood (dan setting) cerita. Ada bagian yang malah terlalu formal banget, jadi berasa ngomong sama atasan wkwkwk

Overall, aku suka sih, ceritanya. Gemes banget sama Ayu & Ben yang suka lari kalau masalah mulai memanas. Untung di cerpen dikasih closure, jadi terpuaskan deh, rasa kurang puasnya hehe.

Oh, aku juga ngerasain ada beberapa bagian yang terkesan lompat dan aneh juga sih, tiba-tiba udah sampai bagian akhirnya, padahal yang awal belum bisa dicerna. Si Ben juga bukan yellow flag lagi, udah merah banget ini benderanya. Alasan dia "pake" Ayu sebenernya buat apa ya, selain karena sakit hati? Hmmm.

Profile Image for Aulia Putri.
117 reviews41 followers
May 23, 2021
Dari awal baca ban pertama udah disuguhin adegan panas-panas, eksplisit jadi menurutku novel ini cocok buat orang-orang yang udah 18 tahun ke atas. Adegan pembuka cerita bener-bener bikin aku penasaran. Sejak cerita dimulai, nama tokoh utamanya sama sekali nggak dimunculin, hanya digambarkan lewat percakapan yang dibangun antara dua tokoh utama. Seiring berjalannya cerita, penulis memperlihatkan nama tokoh beserta latar belakang masa lalunya. Cerita tentang masa lalu dibongkar secara perlahan melalui percakapan Ayu & Ben yang terkesan misterius. Jadi kedua tokoh & pembaca ikutan dibikin penasaran dengan masa lalu tokoh. Aku suka cara penulis membangun chemistry Ayu & Ben yang awalnya sama-sama orang asing hanya terikat nafsu berubah menjadi saling ada perasaan. Cuma nih, entah aku yang kelewatan atau emang plot hole, masa lalu Ditto & Ayu ini menurut aku agak kurang jelas gimana ceritanya mereka pisah. Kurang spesifik aja. Kurangnya lagi endingnya kurang asik. Aku menyayangkan bagian Ayu membantu Ben jadi lebih baik/sembuh nggak dinahas :(
Profile Image for Ana  Fitriana.
160 reviews32 followers
October 19, 2017
Nggak tau kenapa aku lebih suka pas baca di watty. Lebih dapat aja, feelnya. Tapi lumayanlah, ceritanya oke meski kadang ngerasa celingak celinguk bingung karena diaognya yg "kurang rapi" menurutku.
Profile Image for F3t.
167 reviews12 followers
July 14, 2015
Awalnya mau kasih 4 bintang, tapi kalo dipikir-pikir, ada beberapa hal yang kurang sreg waktu membacanya dan setelah membacanya. Maaf bila tulisan dibawah ini akan menjadi kurang berkenan...

Sedikit ringkasan:
Ayu yang mempunyai kisah hidup yang tragis, membuatnya untuk percaya dan berharap akan cinta. Sedangkan Benny yang ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, dan juga tidak terlalu dicintai keluarganya, memilih untuk menjalani kesepian dengan membayar seorang wanita sebagai teman tidurnya, tanpa perlu embel-embel hubungan status apapun. Ketika masalah kehidupan Ayu menjadi semakin runyam, ia tanpa sadar selalu melangkah ke tempat Benny yang menurutnya menjadi tempat teraman untuknya sekarang. Namun apakah hanya sebagai tempat teraman saja? Bagaimana dengan Benny yang menyikapi sikap yang ditunjukkan oleh Ayu? Benarkan mereka dipertemukan untuk saling melengkapi?

Diceritakan dengan membagi buku ini menjadi dua bagian, sudut pandang Ayu dan Benny.
Dan yang terbaik dari pembagian ini adalah, seperti berada di posisi Ayu, saya tidak mengetahui siapa nama tokoh pria dalam cerita ini hingga halaman 40an. Sesuatu yang WOW. hahaha.. Soalnya, saya itu suka melihat di akhir halaman, bagaimana akhirnya, sedih/bahagia, dengan siapa dia berakhir, dsb. Dengan munculnya nama tokoh pria di halaman 40an tentu membuat saya penasaran, dan akhirnya harus membaca dari awal :) Sangat bagus dalam penempatannya. ^^b

Saat membacanya, tentu berbagai pertanyaan muncul dalam pikiran saya. Perasaan terkesiap saat membaca halaman pertama di buku ini, sangat dewasa, perasaan janggal, dan keanehan yang timbul akibatnya.

Mengapa Ayu mau begitu saja dijual oleh ayah tirinya? Mengapa dia tidak minggat saja, dan toh akhirnya (dalam bab lainnya) dia tetap pergi juga? Soalnya kisah hidup Ayu ini sangat tragis, dan untuk dia yang seorang mahasiswi dan mampu untuk mencukupi kebutuhan dirinya sendiri bukannya terlalu aneh untuk dirinya melawan dan menolak apa yang terjadi dengan dirinya, sehingga ia harus mengorbankan kesuciannya sendiri? (baca: terlalu pasrah). Dan karakter sang Ibu yang tidak mendukung sama sekali, Oh My... seolah kehilangan suaminya itu seperti kehilangan oksigen.

Selain itu, sudut pandang Benny tertulis sangat sedikit dibandingkan dengan sudut pandang Ayu, dan seolah tergesa-gesa, Benny hanya menyimpulkan apa yang dirasakannya. Hingga akhirnya, di buku ini, Ayu maupun Benny masih tidak mengenalkan diri mereka terhadap satu sama lain (sejarah hidup sebelum mereka bertemu). Dan apakah rentang waktu 5 tahun itu tidak terlalu lama? Dalam tanggapan saya, rasa bersalahlah yang membuat Benny pada akhirnya menyadari bahwa ia mencintai Ayu dan mati-matian mencarinya, sayangnya dijabarkan dengan cepat sehingga perasaan tersebut terkesan hanya "numpang lewat" dibenak saya.

Berbeda dengan kisah Ayu, yang agak tragis, namun diceritakan dengan baik dan saat membaca hal-hal yang tertimpa padanya, hati saya ini ikutan terenyuh. Sebenarnya mungkin saya berlebihan karena saya lebih suka bagaimana perasaan tokoh pria dalam menceritakan perasaannya, sehingga kekurangan halaman dan cerita si Benny ini membuat saya sedikit/banyak bawelnya, harap dimaklumi.

Oia, adegan intim di awal halaman itu, sangat dewasa! Sayangnya, ketika perasaan Benny mulai teraba, apalagi setelah kejadian Ayu mau diperkosa itu, adegan intim tersebut hanya selintas lalu, tidak mengharapkan dijelaskan dengan detil, namun perasaan saat menggambarkan hal tersebut sedikit tanggung untuk menenangkan hati.

Dan mantan pacar Benny sekaligus sahabatnya, Yuana, diceritakan dengan kesimpulan yang cukup kilat, sehingga karakter yang agak kuat diawalnya tersebut hanya menjadi suatu penambah rasa saja, yang mungkin dapat dihilangkan dan dilupakan dengan cepat. Atau mungkin ada buku lainnya yang menceritakan tentang sahabat Benny tersebut? Yah semoga saja begitu. ^^
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Dhyn Hanarun .
329 reviews203 followers
December 21, 2015
"Aku sudah bergantung padanya.
Kenyataan itu mengerikan karena ini artinya aku punya ketakutan baru yang mungkin tidak bisa kukendalikan. Ketakutan akan kehilangan dirinya."
– halaman 152

Setelah dijual menjadi pekerja seks komersial, Ayu terbiasa pergi ke apartemen 1109 pada waktu yang sudah ditentukan oleh pelanggannya. Dia dan pria itu tidak saling mengetahui latar belakang masing-masing, bahkan nama sekalipun. Ayu sempat menghilang beberapa malam karena sibuk menyakinkan ibunya bahwa orang yang dia anggap sebagai suami bukanlah seseorang yang bertanggung jawab. Dia juga dipusingkan dengan kembalinya Ditto, seseorang dari masa lalunya. Di salah satu kunjungannya ke apartemen, Ayu menemukan pelanggannya jatuh sakit. Dia mau tak mau mengantarkannya ke rumah sakit dan akhirnya mengetahui namanya, Benny Kurniawan.

Dalam masa pemulihan, hubungan Ayu dan Benny jadi sedikit lebih akrab. Mereka sering mengobrol walau masih tidak mau membuka masalah pribadi mereka. Lama kelamaan, Ayu menjadikan tempat Benny sebagai pelarian dan solusi masalahnya, seperti saat ibunya harus dioperasi dan butuh dana yang tidak sedikit. Untuk mendapatkan uang tambahan, Ayu harus tinggal bersama Benny untuk beberapa minggu dan mengikuti permintaannya. Permintaan itu ternyata sebuah sandiwara untuk membuat seorang wanita bernama Yuana cemburu. Saat mengetahuinya, Ayu tidak bisa menahan diri untuk tidak merasa kecewa.

--

Stay with Me Tonight adalah sebuah cerita drama romantis dewasa yang sangat melankolis. Dengan adegan pembuka yang cukup ‘panas’, aku diajak menyelami masalah Ayu dan Benny yang sebenarnya simple tapi jadi rumit karena berbagai perasaan campur aduk di dalamnya. Jumlah halaman di setiap babnya cukup singkat tapi sukses mengenalkan kehidupan tokoh-tokoh dan masalah yang mereka hadapi. Tiap bab baru, selalu ada informasi tentang tokoh atau tahapan baru dalam masalahnya, membuatnya konfliknya terbangun dengan baik. Walau cukup sederhana, gaya penulisannya enak dibaca dan pas dengan mood ceritanya. Lugas tapi tetap kaya kalimat-kalimat yang bermakna dalam.

Untuk ceritanya, ada dua bagian yang diceritakan dari sudut pandang Ayu dan Benny. Di bagian Ayu, ceritanya lebih rame. Di sana hubungannya dengan Benny mulai terjalin, lengkap dengan bumbu konflik mereka berdua dan konflik dari luar seperti orangtua Ayu, Ditto dan Yuana. Karena isinya banyak dialog, temponya terasa agak cepat. Tapi masih terasa kosong karena yang mereka bicarakan itu berputar-putar di hal yang sama. Apalagi kalimat yang digunakan cukup kompleks. Aku juga sering bingung karena kata ganti orang seperti ‘ia’ dan ‘dia’ sering muncul, tapi tidak jelas mengacu ke mana. Nama orang yang dimaksud belum disebutkan sama sekali. Jadi aku harus menebak-nebak sendiri. Hal itu masih ada di bagian Benny, tapi segi penulisannya jauh lebih baik. Benny dengan detail mendeskripsikan perasaannya sampai penampilan fisik Ayu. Sayangnya di sini jumlah halamannya lebih sedikit dari bagian Ayu. Penyelesaian konfliknya kurang dramatis menurutku.

Baca review selengkapnya di http://dhynhanarun.blogspot.com/2015/...
Profile Image for Titi Sanaria.
202 reviews37 followers
September 12, 2015
Jujur saja, aku pesan buku ini hanya untuk mencukupi kuota kiloan dari olshop langganan. Judulnya yang provokatif dan sinopsisnya yang terkesan berani dan satir bikin pilihan jatuh pada buku ini dan bukannya pada buku lain yang diupload bersamaan. Padahal, aku belum pernah dengar nama Sofi Meloni sebelumnya.
Seperti judulnya, kita mungkin sudah menduga jika ini adalah novel 'kipas-kipas' dengan banyak adegan dewasa. Tidak salah sih, karena penulis mengatakan jika rate novel ini adalah 21+. Adegan pembukanya pun heboh. Tapi tidak ada penggambaran vulgar di sini. Terkesan sopan malah untuk ukuran rate 21+.
Temanya adalah tema semilyar umat. love story. we're all love story, aren't we? tapi ini bukan sweet love story yang biasa. Lebih pada bitter love story. ketika dua orang memulai kisahnya dengan cara yang salah dan tidak dapat menemukan keberanian yang cukup untuk mengakhirinya dengan benar.
Ben dan Ayu, dua karakter utama buku ini, bertemu dan kemudian bersama setiap malam, jam yang sama dan tempat yang sama, apartemen 1109 untuk alasan yang berbeda. Pemuasan kebutuhan biologis untuk Ben dan itu berarti uang untuk Ayu.
I love how the author built and executed the story. penulis sangat fokus pada karakter utama dan hanya memberikan ruang seperlunya pada karakter pendamping sehingga emosi kita sebagai pembaca sangat terjaga. untuk ukuran seorang debutan, Sofi Meloni jauh melampaui ekspektasiku. Diksinya kuat. Tidak ada pemborosan kalimat dan scene yang tidak perlu.
yang mungkin mengganggu adalah pemenggalan dan penempatan kalimat yang menurutku tidak seharusnya. untukku, seharusnya apa yang diucapkan tokoh A seharusnya digabung dengan deskripsi scene atau penjelasan isi kepalanya (pikirannya) dan bukannya malah digabung dengan dialog tokoh B, agar kita sebagai pembaca tidak lagi harus memanjat ke atas untuk meyakinkan 'siapa' yang mengatakan 'apa'.
selain itu, aku tidak punya keluhan lain. 2 jempol besar untuk Sofi Meloni...
Profile Image for Nova  Putri.
46 reviews23 followers
October 15, 2015
Pertama kali saya membaca novel ini ketika masih ditulis di wattpad dengan judul Sleep With Me Tonight. Pada saat itu cerita yang ditulis sudah lebih dari setengah jalan cerita jadi ketika saya membeli versi cetaknya, yang pertama saya lakukan adalah melihat halaman paling akhir alias endingnya. :D

Novel ini diceritakan dengan menggunakan sudut pandang orang pertama yang dibagi dalam dua bagian. Pada bagian awal kita akan dibawa merasakan pergulatan batin dari sisi Ayu dan pada bagian kedua kita akan dibawa merasakan penderitaan dan juga depresi yang dirasakan Benny.

Dan menurut saya, penulis berhasil membawa pembaca untuk bisa merasakan apa yang Ayu dan Benny rasakan. Terutama dari sudut pandang Benny, meskipun pemaparannya tidak sebanyak Ayu tapi saya bisa merasakan betapa menderita dan depresinya Benny saat itu.

“…aku rela menjadi gila jika bisa membuatnya muncul meski hanya dalam halusinasiku” (hal. 262)


Meski novel ini dikategorikan sebagai novel dewasa namun tidak ada adegan-adegan yang membutuhkan kipas atau air dingin saat membacanya… :D meski begitu, didalam novel ini tetap banyak terdapat kalimat-kalimat yang bisa membuat kita membayangkan hal yang iya-iya jadi memang perlu sikap yang bijak saat membacanya... :D

Sebagai novel debut, ini adalah pembuka yang sangat bagus. Sukses terus untuk novelnya dan saya tunggu karya berikutnya :)
Displaying 1 - 30 of 139 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.