Jump to ratings and reviews
Rate this book

Nagara Kretagama: Tafsir Sejarah

Rate this book
Nagarakretagama tetap menduduki tempat utama sebagai karya sejarah tentang Majapahit dalam abad empat belas dan merupakan karya sejarah yang tertua pula dalam sastra Jawa kuna.

456 pages, Paperback

First published January 1, 1979

18 people are currently reading
455 people want to read

About the author

Slamet Muljana

23 books8 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
53 (50%)
4 stars
24 (22%)
3 stars
17 (16%)
2 stars
8 (7%)
1 star
4 (3%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
Profile Image for Kaha Anwar.
46 reviews5 followers
April 14, 2012
Pelajaran sejarah yang diterima di bangku pendidikan sekolah mungkin belum mendetail tentang Kerajaan Majapahit. Selama ini, cerita tentang keelokan Kerajaan Majapahit hanya sebatas kebesarannya saja yang kemudian dihubungkan dengan rajanya, yakni Hayam Wuruk dan patihnya yang tersohor: Gajah Mada. Apalagi jika kita mendengar “Sumpah Palapa”nya Gajah Mada, seakan-akan sumpah itu sebagai mantra yang mampu menyatukan nusantara di bawah panji-panji Kerajaan Majapahit.
Padahal di balik kebesaran dan kejayaannya, Majapahit menyimpan duka-lara, episode jatuh bangun yang dapat kita petik pelajarannya untuk terus membangun Negara Indonesia ke depannya. Kerjaan Majapahit bukanlah sekedar kerajaan “super power” dengan segenap bala tentara bayangkara-nya, tetapi memang kebesarannya itu terletak pada kebijakan, hukum tata negara yang dipatuhi oleh semua rakyat, bahkan rajanya pun menghormati undang-undang yang telah dibuatnya. Inilah bukti, meski seorang raja yang mempunyai kebesaran bahkan oleh rakyatnya dianggap sebagai titisan dewa tidak seenaknya mengubah atau melanggar peraturan. Sikap “sabda Pandito ratu tan keno wola-wali” masih ditegang teguh, sikap konsistensi raja merupakan senjata ampuh untuk tetap dicintai rakyatnya.
Banyak kakawin yang ditulis dan mencoba memotret tentang Kerajaan Majapahit, salah satunya Kakawin Nagarakretagama. Nagarakretagama yang ditulis oleh Empu Prapanca ini merupakan kitab yang menuliskan tentang keadaan Majapahit, mulai awal berdirinnya, sistem pemerintahan, kebudayaan, hubungan antar pusat dengan kerajaan maupun dengan luar negeri diceritakan dalam kitab ini.
Nagarakretagama sendiri terdiri dari 98 pupuh. Dilihat dari sudut isinya pembagian pupuh itu dilakukan dengan sangat rapi. Pupuh 1 sampai pupuh 7 menguraikan raja dan keluarganya. Pupuh 7 sampai 16 menguraikan kota dan wilayah majapahit. Pupuh 17 sampai 39 menguraikan perjalanan keliling Lumajang. Pupuh 40 sampai 49 menguraikan silsilah Raja Hayam Wuruk. Lima pupuh yang pertama, yakni pupuh 40 sampai 44 tentang raja-raja Singasari, pupuh 45 sampai 49 tentang sejarah raja-raja Majapahit dari Kertajasa Jayawardhana sampai Hayam Wuruk. Tepat pada pupuh itu, uraian dang Acarya Ratnamsa berhenti.
Bagian kedua terdiri dari 49 pupuh. Pupuh 50 sampai 54 menguraikan raja berburu di hutan Nandawa. Pupuh 55 sampai 59 menguraikan perjalanan pulang ke Majapahit. Pupuh 60 menguraikan oleh-oleh yang dibawa pulang dari pelbagai daerah yang dikunjungi. Pupuh 61 sampai pupuh 70 menguraikan perhatian raja Hayam wuruk kepada leluhurnya berupa ziarah ke makam dan pesta srada. Bagian itu disambung dengan 2 pupuh tentang kematian patih Gajah Mada, yakni pupuh 71 dan 72. Mulai dengan pupuh 73 sampai pupuh 82 menguraikan tentang bangunan-bangunan suci yang terdapat di Jawa dan Bali. Dari pupuh 83 sampai 91 terdapat uraian tentang upacara berkala yang berulang kembali setiap tahun, yakni musyawarah, kirap, pesta tahunan. Pupuh 92 sampai 94 tentang pujian para pujangga, termasuk pujangga Prapanca. Pupuh 95 sampai 98 khusus memguraikan nasib pujangga Prapanca, penulis Nagarakretagama.
Melalui buku ini, Tafsir Sejarah Nagarakretagama, Prof. Dr. Slamet Muljana mencoba mengupas dan menganalisis kitab Nagarakretagama yang selama ini menjadi rujukan tentang sejarah Majapahit. Buku ini melacak secara kronologis penemuan naskah Nagarakretagama. Tujuan dari tafsir ini tidak lain adalah bukanlah bentuk pelarian ke masa silam untuk menghindari masa sekarang, melainkan lebih cenderung untuk menemukan kembali senjata ampuh yang dapat digunakan untuk membentuk kembali karakter-karakter bangsa ke depannya. Apalagi, sejarah menuliskan bahwa masa lalu bangsa ini bukanlah bangsa primitif yang sama sekali tidak mengenal dunia tulis-menulis maupun teknologi.
Hemat saya, bagian penting dan mempunyai dari buku ini yang relevansi dengan realita kehidupan berbangsa saat ini terletak pada bab 7. Sebab, pada urain bab ini seringkali yang terlewat dan jarang disampaikan pada pendidikan sejarah di sekolah-sekolah. Bab 7 sendiri,dalam buku ini, berisi tentang Perundang-Undangan Majapahit.
Prof. Djokosutomo pernah menyesal demikian: “Seandainya peraturan –peraturan Majapahit, yang diterapkan oleh Gajah Mada, tercatat dan catatan itu samapi kepada kita, maka kita sudah mempunyai dasar hukum nasional. Tidak seperti sekarang ini!”. Pertanyaannya: apakah memang benar Majapahit mempunyai kitab undang-undang? Jika memang ada, apa namanya? Ataukah peradilan yang dijalankan pada waktu itu hanya menuruti naluri raja?. Sebagai kerajaan yang besar, sudah selayaknya mempunyai peraturan yang mengatur kehidupan tata negara. Nagarakretagama pupuh 73 memberitakan bahwa dalam soal pengadilan, Dyah Hayam Wuruk tidak bertindak serampangan, tetapi patuh mengikuti undang-undang, sehingga adil segala keputusan yang diambilnya, membuat puas semua pihak.
Kitab Perundang-undangan Agama atau Kutaramanawadharmasastra adalah kitab undang-udang hukum pidana (jenayah), namun di samping undang-undang hukum pidana terdapat juga undang-undang hukum perdata. Bab-bab seperti jual beli, pembagian warisan, perkawinan, dan perceraian adalah hukum perdata. Hal ini membuktikan bahwa hukum-hukum yang kini populer sebenarnya sudah ada sejak dahulu, bukan barang impor atau warisan dari kolonial maupun dari perkembangan agama-agama yang baru masuk di nusantara.
Buku ini menarik untuk dicermati, sebab menyajikan hal-hal baru mengenai lika-liku sejarah nusantara, khusunya Kerajaan Majapahit yang merupakan kerajaan yang memadukan corak negara maritim dan agraris sesuai dengan keadaan geogafis Indonesia. Selain itu, buku ini setidaknya menjadi dokumentasi tentang sejarah-sejarah kejayaan Majapahit yang dapat kita gali untuk membangkitkan semangat nasionalisme.
Sayangnya, buku ini ditulis sangat akademis, dengan bahasa yang mungkin tidak semua kalangan memahami, dan cenderung menjenuhkan. Padahal keberadaan buku-buku semacam ini setidaknya dapat dinikmati oleh semua lapisan bangsa ini. Ke depannya, diharapkan adanya upaya untuk merevisi secara gaya bahasa keberadaan buku ini.
Khoirul Anwar
Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Profile Image for Wirotomo Nofamilyname.
380 reviews49 followers
October 18, 2008
Menjelaskan secara rinci isi dan tafsir sejarah kitab Nagara Kretagama yang kemudian dapat menggambarkan kondisi kerajaan Majapahit pada masa kejayaannya. Penulis berhasil menjelaskan isi sejarah dan perkembangan kerajaan Majapahit dengan mendasarkan diri pada kitab ini dan bukti sejarah lainnya yang mendukung (terutama prasasti-prasasti).

Bukan bacaan untuk semua orang, mungkin hanya para pencinta topik sejarah yang dapat menghargai buku ini. Buku ini bersifat serius dan selalu mendasarkan diri pada bukti sejarah yang kuat sehingga kita mendapat gambaran yang lebih jelas dan akurat mengenai kondisi dan kejadian pada saat itu (tidak seperti novel sejarah pentalogi Gajah Mada oleh Langit Kresna Hariadi yang ceritanya mengalir lancar yang mungkin lebih dapat diterima oleh masyarakat awam tapi terjebak menjadi sebuah "cerita silat" yang sangat diragukan keakuratan dari sudut pandang sejarah Indonesia).

Bagian paling menarik adalah tafsir/teori dari sang pengarang (Slamet Muljana) atas identitas sebenarnya dari pengarang Nagara Kretagama yaitu Mpu Prapanca, serta maksud dari 5 pupuh terakhir (94-98) Nagara Kretagama dengan mendasarkan diri pada isi pupuh tersebut dan bukti sejarah berupa prasasti yang telah berhasil ditemukan. Sangat orisinil, tapi masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Saya (mungkin banyak yang tidak sependapat :-)) sangat merekomendasikan anda untuk membaca buku ini.
Profile Image for Adinda.
30 reviews
August 17, 2009
buku yg amat sangat bagus..tafsir ttg kakawin Negarakertagama,banyak hal yg diungkap disini dg begitu jelas,bagaimana pula ttg penafsiran kakawin ini yg sbelumnya sumir di jelaskan dg baik dlam setiap pupuhnya..^^
Profile Image for astin soekanto.
20 reviews5 followers
February 20, 2016
Memang tak gampang menguraikan jejak sejarah Mataram Hindu di Jawa Timur. Selsin masih banyak prasasti yg belum diketemukan, jg krn kisahnya terbalut dalam hikayat/mitos. Tapi tafsir sejarah Nagara Kretagama ini bisa sedikit memberikan titik cerah. Penjelasannya cukup ilmiah. Keren.
Profile Image for Murni.
20 reviews3 followers
August 24, 2015
buku wajib kalau pengen tahu tentang majapahit di masa lalu. harus sambil berimajinasi karna ini 'cerita perjalanan'. :-D #moowanna
Profile Image for Ilham Rusdiana.
157 reviews1 follower
April 8, 2017
Rating: 3.5/5
Penjelasan agak sedikit berbelit-belit. Akan lebih baik bila disajikan pula bagan atau tabel sehingga pembaca lebih mudah mengikuti alur sejarahnya.
Displaying 1 - 11 of 11 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.