Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dari Timur: Tulisan Pilihan Makassar International Writers Festival

Rate this book
Dari Timur adalah antologi karya penulis Indonesia Timur hasil kurasi tim Makassar International Writers Festival (MIWF). Edisi perdana ini menghadirkan puisi dan cerita pendek dari sebelas penulis yang pernah terpilih menjadi penulis undangan MIWF sejak 2011.

Sajak dan cerita pendek dari Ama Achmad, Cicilia Oday, Deasy Tirayoh, Dicky Senda, Emil Amir, Erni Aladjai, Faisal Oddang, Ibe S. Palogai, Irma Agryanti, Jamil Massa, dan Mario F. Lawi akan membawa kita semakin mengenal daerah Indonesia Timur, mulai dari identitas, adat dan kebudayaan yang dijalani, hingga isu sosial yang berbeda dari setiap daerah.

Selamat menjelajahi Indonesia Timur...

112 pages, Paperback

First published May 22, 2017

11 people are currently reading
81 people want to read

About the author

Ama Achmad

8 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (9%)
4 stars
43 (38%)
3 stars
54 (48%)
2 stars
4 (3%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 31 reviews
Profile Image for Biondy.
Author 9 books235 followers
May 30, 2017
Kumpulan cerpen dan puisi dari para penulis terpilih pada Makassar International Writers Festival. Kebetulan saya sempat datang ke festival ini pada 2016 dan 2017. Pada kedua kesempatan tersebut, MIWF selalu meninggalkan kesan yang dalam. Senang sekali karena akhirnya MIWF bisa menelurkan sebuah buku antologi dari karya-karya yang terkumpul selama ini.
Profile Image for Delasyahma.
242 reviews125 followers
September 22, 2020
Aku memilih buku ini dengan kesadaran akan sebuah pengetahuanku yang sangat sedikit tentang buku-buku diserve di Indoenesia. Memilih buku ini pada awalnya bukan sesuatu yang mudah karena aku bukan jenis pembaca yang menyenangi cerpen ditambah dengan penulis-penulis yang belum terasa familiar di kepalaku.

Tapi kesemuanya berubah sejak halaman pertama, sejak lembar pertama, sebuah kata pengantar yang menggetarkan hatiku, dan membulatkan tekadku untuk menyelesaikan buku ini.

Buku ini merupakan kumpulan cerpen dan sajak-sajak yang ditulis oleh penulis Timur Indonesia, mungkin karena itu juga judul buku ini Dari Timur. Kumpulan cerpen yang dipilih juri melalui acara literasi yang cukup besar yaitu Makassar International Writers Festival.
Dalam buku terdapat lima sajak-sajak dan enam buah cerpen yang ditulis oleh sebelas penulis.

Ada beberapa judul tulisan yang paling aku suka, Orang-orang dari Selatan Harus Mati Malam itu karya Faisal Oddang, Air karya Erni Aladjai, Puisi-puisi karya Ama Achmad dan Jamil Massa. Karya lainnya pun aku suka, tapi kadang kita memang harus memilih yang paling berkesan.
Menurutku setiap cerpen dan puisi yang ditulis memiliki makna yang berbeda juga rasa yang berbeda. Ada yang berusaha mengungkapkan kegelisahan hatinya, menuangan kritik dengan satire yang tajam, atau bahkan hanya menceritakan keseharian suatu masyarakat.

3,5/5 bintang
Profile Image for Ann.
87 reviews17 followers
June 11, 2020
Buku yang merayakan karya penulis, penerbit, aktivis literasi dan masyarakat lokal. Buku yang membuka wawasan pembaca terhadap kebudayaan Indonesia Timur.

Erni Aladjai dengan cerita pendeknya, Air, mengusung cerita distopia fiksi sains yang keren dan sarat makna. Cerpen favorit saya dalam buku ini.

Cicilia Oday, menyuguhkan cerita sederhana namun berhasil membuat pembaca hanyut dalam kisahnya.

Emil Amir dengan Silariang, Dicky Senda dengan A'bonenos dan Perempuan yang Agung, serta Faisal Oddang dengan Orang-Orang dari Selatan Harus Mati Malam Itu, berhasil mengenalkan pembaca perihal adat-istiadat dari Timur.
Profile Image for Arfan Putra.
139 reviews4 followers
May 22, 2018
Tulisan tentang budaya sendiri selalu memancing rasa ingin tahu dan kumpulan tulisan ini salah satunya yang memuat cerita tentang Tolotang yang dipaksa masuk agama resmi untuk dicantumkan dalam KTP
Profile Image for Teguh.
Author 10 books334 followers
June 11, 2017
Melihat nama-nama beken dalam dunia susastra kita, saya tak sedikit pun ragu untuk membaca halaman demi halaman buku. Apalagi ada dua nama yang sudah lama dan kangen saya membaca prosanya. Erni Aladjai dan Cicilia Oday.

Erni Aladjai, saya akui begitu berani mengeksplor dunia distopia yang jarang diolah. Dunia masa depan ketika alam kering dan rusak oleh manusia. Tapi ternyata alam rusak tak juga membuat moral manusia tersadarkan, tapi justru semakin bobrok.

Cicilia Oday, bermain-main dengan dunia roh. Tapi aku suka, soal kondisi arwah akan menyesuaikan bagaimana cara dia mati.

Saya kurang sreg dengan cerpen Purnama di Atas Rumah, penulis cendung genit dengan bahasa. Alur dan fondasi ceritanya kurang kuat.

Dan yang paling keren tetep punya Faisal Oddang, meskipun tidak hendak mengunkap kebudayaan lokal. Tapi sejarah bagian pembentuk sebuah bangsa yang kadang kabur oleh banyak tangan penguasa. Dan Fai, mencoba mengungkapkan peristiwa yang terjadi di Makassar.

Merujuk pada tajuk buku ini, seharusnya isi buku ini akan lebih banyak menyoroti hal-hal Dari Timur yang jarang terbaca oleh Barat, sehingga mampu membuat yang Timur ini ada. Saya masih ingat sekali, membaca cerpen tentang Papua pertama kali adalah lewat Orok Dani-nya Arya Kamandanu. Sayangnya, budaya timur dalam buku ini, hanya sekilas saja. Apakah penulis sekarang enggan mengungkap budaya lokal? Takut tak bersaing dengan urban atau global? Ini juga bisa menjadi bahasan sendiri. Seiring globalisasi yang semakin membuat borderless, orang makin mudah menjamah informasi sehingga regionalisasi sejtinya adalah semu.

Karena budaya lokal adalah identitas. Kalau nggak disampaikan, yaaa nanti diversity-nya kurang mendalam.
Profile Image for Awal Hidayat.
195 reviews36 followers
December 30, 2018
Menutup tahun dengan melampaui target bacaan adalah target pamungkas. Sebelum mencoba merampungkan buku ini, saya sudah melewatkan beberapa halaman dari dua buku yang lain. Tapi mencoba realistis, tidak cukup waktu untuk melahap tiga ratusan halaman dalam beberapa jam yang tersisa dengan agenda lain yang masih ada.

Pilihan untuk membaca Dari Timur, terlepas dari tipisnya halaman, karena memiliki kedekatan personal. As I am also a sort of East-Indonesian. Buku ini memang merangkum beberapa kisah dari emerging writers yang terpilih di Makassar International Writers Festival yang merupakan festival literasi dengan pengaruh signifikan di Indonesia, khususnya bagian timur.

Cerita pendek dan puisi yang disajikan pun tak lepas dari kisah yang berangkat dari nilai dan kearifan lokal penulisnya. Khusus untuk Bugis-Makassar, setidaknya tiga karya yang menjadi representasinya.

Cerpen paling menarik, bagi saya adalah Air dari Erni Aladjai. Kisah yang menggugah kesadaran kita untuk menjaga air tetap mengalir sampai jauh. Selain itu, Faisal Oddang juga cukup memberikan kisah yang kental dengan budaya Bugis lewat Orang-orang Selatan Harus Mati Malam Itu. Meskipun tidak sebaik tulisan-tulisan teranyarnya, yang menarik dari Faisal karena ia konsisten dengan topik sentral budaya yang selalu ditonjolkannya. Khusus untuk puisi, sebenarnya saya tidak begitu memahami dan tidak bisa menikmatinya.

Terakhir, ucapan semoga kurasi penulis muda dari timur Indonesia terus berlangsung lewat MIWF dan kembali melahirkan antologi yang memperkaya literasi bangsa. Semoga!
Profile Image for Marina.
2,042 reviews361 followers
May 23, 2017
** Books 182 - 2017 **

3,3 dari 5 bintang!

Saya terpukau dengan beberapa cerita pendek yang disajikan didalam buku ini yang antara lain :

1. Air by Erni Aladjai
Cerita ini mengisahkan ketika Zon terbangun di tempat yang asing baginya dan disini ternyata ia terdampar di berapa puluh tahun setelahnya dimana kondisi air menjadi langka. Saya paling berkesan dengan cerita ini karena saya sendiri mulai mengalaminya dimana gangguan air dirumah mulai terjadi yang bisa dikatakan cerita ini relevan dengan kehidupan saat ini

2. Anak Penjaga Sekolah by Cicilia Oday
Kisah seorang anak penjaga sekolah yang mengagumi seorang gadis dan akan kesetiaanya.

sebenarnya masih ada kisah lainnya yang menarik tetapi yang catchy dimata saya dua itu. Ada juga puisi-puisi didalam buku ini namun saya lebih tertarik dengan cerita pendeknya sih hehe

Terimakasih Scoop Premium!
Profile Image for Hestia Istiviani.
1,043 reviews1,972 followers
May 29, 2017
Tertarik pertama kali karena sinopsis yg diberikan pada sampul belakang. Katanya mengangkat isu sosial di Indonesia Timur, salah satu area di Indonesia yang belum banyak saya eksplorasi.

Membaca buku ini rasanya hanya ingin diselesaikan dalam sekali duduk. Tidak begitu tebal, namun tetap berisi. Menggugah hati sebab kadang isu tsb sudah sering mengapung namun kita tetap abai dan membaca sambil lalu.

Buku ini tidak hanya tentang cerpen. Ada pula sajak dan tentu ilustrasi yang membuat buku ini secara visual menjadi menarik.
Profile Image for Sulhan Habibi.
809 reviews63 followers
August 20, 2017
Covernya bagus.

Isinya lumayan lah.
Ada 6 cerita pendek dan 15 puisi dari 11 penulis pilihan MIWF.

Cerita pendeknya cukup menarik semua dengan tema yang beragam.
Untuk puisinya kebanyakan tidak bisa aku nikmati karena memang aku kurang bisa memahami puisi yang tidak langsung menggambarkan intinya.

Semoga volume 2 tahun 2018 tulisan yang ada semakin bagus dan menarik.
Profile Image for Andria Septy.
249 reviews14 followers
July 21, 2020
jadi tahu bagaimana perkembangan literasi di kawasan Timur yg ternyata konon di atas rata2. Tentu saja kumcer ini tak boleh dilewatkan, jd pengen baca yg sesi ke 2.
Profile Image for yunda..
66 reviews2 followers
May 8, 2021
Nggak mau tahu, pokoknya mau mewek aja 😭

Aku kira, antologi ini akan berat banget sama kekentalan kebudayaan Indonesia Timur, ternyata nggak sama sekali. Unsur ketimurannya diselipkan dengan anggun, tidak merusak keindahan tata bahasa dalam puisi dan alur cerpen yang ditulis, entah yang dipakai itu adat semacam adat perkawinan maupun identitas lain seperti kepercayaan dan sejarahnya. (Sebagai perbandingan, aku pernah membaca novel yang berlatar budaya Timur, tapi novel itu cenderung berfokus dengan penggambaran budayanya hingga "melupakan" ceritanya)

Nuansa kesedihan yang dibawa dalam antologi ini mengena banget buat aku, terlebih secara personal. Puisi "Di Tepi Sungai Douro" menjadi puisi favoritku karenanya, meski setelah kucari-cari, itu bukan nama sungai di daerah Indonesia Timur. Malahan, ada beberapa puisi lain yang justru menyeret Braga dan Sindoro ke dalamnya. Jadi, kalau disebut 100% membawa "sesuatu" dari Timur, tidak bisa juga. Jadi, lebih amannya diartikan saja "Dari Timur" ini sebagai "karya-karya dari orang Indonesia Timur", biar nggak terlalu kecewa.

Penilaianku untuk puisi, kesannya dapat--maksudnya, aku bisa tahu puisi ini hawanya bagaimana dengan 2-3 kali membaca singkat. Cuma, karena memang itu karya sastra yang "berbeda" dari yang lain, jadi harus diselami lebih dalam untuk bisa 'ngeh' dengan maksud puisinya. Untuk cerpen, nggak terlalu ada masalah. Kriteria "satu konflik/ masalah sederhana" sebagai persyaratan sebuah cerpen--dalam kamus pengetahuanku--sudah dipenuhi. Penokohan juga oke banget. Masalahku cuma ketika pindah adegan, harus lebih memahami siapa saja yang sedang berbicara, soalnya beberapa cerpen pas ganti adegan, ikut ganti POV juga, padahal kebanyakan cerpen pakai sudut pandang orang pertama. Gampangannya, si "aku" dan "kamu"-nya ikut ganti.

Hoho, itu aja, sih. Intinya bagus, nggak mengecewakan. Malahan bikin tambah kepo sama volume lanjutannya.
Profile Image for Perpustakaan Dhila.
200 reviews12 followers
October 15, 2017
"Kesedihan yang lebih buas siap menerkammu
Kapan saja, angin yang tidur tak tertebak
Waktu terjaganya lebih berbahaya
Dari putus cinta"
(Memandang Segelas Teh, Mario Lawi)

DARI TIMUR terdiri atas sajak dan cerita pendek yang ditulis oleh sebelas penulis yang pernah terpilih menjadi penulis undangan Makassar International Writers Festival sejak tahun 2011. Kesebelas penulis tersebut antara lain: Ama Achmad, Cicilia Oday, Deasy Tirayoh, Dicky Senda, Emil Amir, Erni Aladjai, Faisal Oddang, Ibe S. Palogai, Irma Agryanti, Jamil Massa, serta Mario F. Lawi.

Sajak dan cerita pendek di dalam buku ini mengajak pembaca untuk lebih mengenal Indonesia Timur secara khusus. Masing-masing penulis punya ciri khas sendiri, juga membawa kekhasan dari timur Indonesia. Identitas, adat, budaya, kepercayaan, juga isu-isu sosial di tiap daerah diangkat dan diceritakan oleh sebelas penulis dengan ciri khas masing-masing.

Mari lihat cerita pendek berjudul 'Air' karya Erni Aladjai yang mengangkat isu sosial. Atau sajak 'Mengelus Perut Istriku' yang bait terakhir berbunyi: Di permukaan perutnya, urat-urat membayang // tak ubahnya peta Sulawesi yang perlahan // dijalari rel kereta. Atau 'Silariang' karya Emil Amir yang mengangkat isu kawin lari dalam masyarakat Bugis-Makassar.

Menarik membaca kisah-kisah dalam buku ini. Membuat saya sebagai pembaca--juga salah satu bagian dari Indonesia Timur itu sendiri--lebih mengenal dan ikut menjelajahi Indonesia Timur.
Profile Image for Iyas Utomo.
586 reviews10 followers
December 19, 2019
Bisa dikatakan saya menyukai semua cerpen-cerpen yang ada di buku ini. Masing-masing penulis tentu saja mempunyai gaya menulis tersendiri dengan ide yang meski dikatakan tidak baru, tapi dikemas dengan sangat apik dalam gaya bahasa yang kalau dipadankan dengan bahasa Jawa adalah bahasa Krama Inggil--benar, sangat halus, bahkan ada cerita yang menggunakan bahasa dengan sangat ritmis, seperti sedang menulis sebuah puisi.

Yang paling saya suka adalah cerita yang berjudul ZON ditulis oleh Erni Aladjai, meski bukan sebuah tema yang baru, namun penulis mengemasnya dengan cukup apik sehingga menyenangkan untuk dibaca. Sedangkan, cerita yang membuat saya terkesan adalah Silariang, yang ditulisa oleh Emil Amir--di sini penulis berusaha mengenalkan adat pernikahan di suku Bugis, banyak catatan kaki yang diselipkan karena di dalam cerita memang banyak sekali terselip istilah-istilah baru bagi pembaca.

Profile Image for Yuliana Martha Tresia.
66 reviews19 followers
January 28, 2021
Ada dua cerita pendek dalam buku kumpulan cerita pendek dan puisi dari MIWF ini yang meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi saya secara personal.

Pertama, cerita pendek berjudul ‘Air’ karya Erni Aladjai. Saya begitu terkesan dengan cara penulis untuk mengemas isu keadilan lingkungan dalam ide cerita yang begitu kreatif dan penutup yang sanggup membuat pembaca kehilangan kata-kata.

Kedua, cerita pendek berjudul ‘Silariang’ karya Emil Amir. Cerita pendek ini mengangkat isu tentang ‘perawan tua’ dengan latar belakang kultur masyarakat suku Bugis. Cara penulis untuk membingkai isu ini, berdampingan dengan isu-isu sosial-kultural lainnya, sangat kritis sampai di penutup cerita.

Sebuah kumpulan cerita pendek & puisi karya penulis-penulis dari Indonesia Timur yang menarik.
Profile Image for Shelin.
69 reviews
August 3, 2021
Buku yang cocok untuk dijadikan referensi penulis-penulis rekomendasi diluar dari arus utama yang di sajikan media. Membuat kita melihat lebih luas bahwa indonesia bukan hanya jawa namun lebih besar dari itu. Agar kita tahu konflik ada dan terjadi seluruh kebudayaan.

Secara keseluruhan saya pribadi suka cerpen-cerpen dalam buku ini. Banyak yang memberikan penggambaran budaya indonesia timur, sedangkan cerpen lainnya juga menarik dengan sudut yang unik dari setiap konflik. Untuk puisi-puisinya, semuanya terdengar bagus tapi beberapa ada yang berkesan namun sisa terlewatkan. Mungkin hanya karena selera saya saja, toh selera kita berbeda-beda. Mungkin orang lain akan menyukai puisi-puisi di buku ini.
Profile Image for Dea Ayusafi.
20 reviews
July 14, 2018
Berhubung aku tidak terlalu suka baca puisi, tetapi menurutku puisi di dalam buku ini diksinya bagus-bagus. Dan yang paling penting, kalian semua harus tahu kalau cerpen di dalam buku ini keren-keren! Huah!

Cerpen yang paling kusuka ada tiga: 'Air' karya Erni Aladjai, 'Anak Penjaga Sekolah' karya Cicilia Oday, 'Purnama di Atas Rumah' karya Deasy Tirayoh. Selebihnya bagus-bagus juga kok.

Pokoknya semua cerpen di dalam sini wajib kalian baca. Intinya buku ini bagus bangeeet deh, bingung mau mendeskripsikannya seperti apa. Aku suka.
Profile Image for Lidia.
91 reviews
April 29, 2022
Di buku ini, saya mengetahui budaya beberapa daerah dari timur. Buku yang ditulis dari 11 penulis dari timur, dengan ciri khas kedaerahan masing-masing.

Yang paling berkesan di kepala saya, salah satu cerpen dari Emil Amir berjudul "Silariang" di mana cerita ini adalah salah satu adat dari Sulawesi Selatan yang artinya kawin lari.

Ada juga cerpen dari Faisal Oddang yang menceritakan salah satu keyakinan orang selatan tempo dulu yaitu Tolotang. Semua cerita dan sajak-sajak di buku ini sangat menarik.
Profile Image for Pawpaw.
282 reviews
October 30, 2022
Enjoy banget baca ini, ada ilustrasi gemas pula. Ngebaca karena ada di perpus sekolah dan covernya menarik, ga ngasi ekspektasi lebih tapi ternyata seru juga dibaca.

Karena buku ini, jadi sadar ternyata enak juga ya baca antologi. Kurang bisa menilai sajaknya gimana karena kurang ngerti ama maknanya, kata-katanya agak sulit, tapi mungkin not my cup of tea aja. Sisa cerpennya seru! Reccomended buat bacaan ringan yang selesai dibaca dalam satu duduk.
Profile Image for Stef.
590 reviews190 followers
June 9, 2017
Tertarik pertama baca karena cover nya yang unik dan cantik menggambarkan daerah timur Indonesia. Dan setelah baca buku nya pun masih kerasa cerita ketimurannya. Favorite dari buku ini bagian cerita-cerita pendek di awal buku, yang pertama cerita pendek tentang masalah krisis air dan yang kedua cerita pendek tentang anak penjaga sekolah.
Profile Image for Ririn.
739 reviews4 followers
September 9, 2018
Faisal Oddang's short story Orang-Orang dari Selatan Harus Mati Malam Itu totally saved this book for me.

Kami dipaksa menganut agama resmi, mencantumkannya di KTP, dan dipaksa menjauhi Tuhan kami--Dewata Sewwae, tentu kami tidak berdaya lantas harus menerimanya dengan dada lapang yang perih.
Profile Image for Reffi Dhinar.
Author 8 books4 followers
July 20, 2018
Gabungan antara cerpen dan puisi di buku ini membuat saya bisa menikmati sajian sastra yang serupa seni. Salah satu cerpen favorit saya adalah karya Erni Aladjai berjudul Air. Sebagian besar karya di buku ini sarat dengan lokalitasnya yang unik, cukup layak dinikmati tanpa harus terlalu mengerutkan mata.
Profile Image for Acipa.
141 reviews12 followers
March 10, 2021
"Kelak kau akan mengerti, mengapa kita terlahir sebagai perempuan."

...laki-laki dan perempuan hanya dibedakan oleh tonjolan dan liang, selebihnya hanya soal nyali.


Tapi pernahkah ayah berpikir kalau cinta tidak selalu sejalan dengan kehendak?


"Kita terjebak pada persoalan serupa yang tak sama dan tak ada jalan keluar selain menerima."
Profile Image for melmarian.
401 reviews136 followers
August 8, 2021
"Kelak kau akan mengerti," ucapnya dengan mata yang mantap, "mengapa kita terlahir sebagai perempuan?" ...
Dalam semua kenyataan yang kualami sampai di batas terakhir yang kumengerti, laki-laki dan perempuan hanya dibedakan oleh tonjolan dan liang. Selebihnya hanya soal nyali.

- dari cerpen Purnama di Atas Rumah, oleh Deasy Tirayoh
Profile Image for raraafiah.
12 reviews
October 22, 2025
Dari Timur adalah sekumpulan tulisan yang menghadirkan suara-suara dari Indonesia timur yang jarang tersorot. Melalui esai, puisi, dan cerita pendek buku ini memotret kehidupan, tradisi, dan identitas masyarakat Timur dengan hangat. Bacaan ringan dan berisi serasa diajak jalan-jalan lewat kata-kata ke Makassar, Maluku dan Papua.
Profile Image for ayu amaradipta.
69 reviews18 followers
January 12, 2022
Kumpulan cerpen dan sajak yang keren banget!
Dua yang paling berkesan buatku:
Purnama di Atas Rumah - Deasy Tirayoh
A'bonenos dan Perempuan yang Agung - Dicky Senda
Berdimensi banget dari budayanya, karakternya, konfliknya, medianya 🎉
Harus lanjut ke buku keduanya!
Profile Image for Arystha.
326 reviews11 followers
November 29, 2023
Merupakan buku kumpulan tulisan dari beberapa penulis yang terpilih dalam giat Makassar International Writers Festival rentang tahun 2011 hingga 2016. Tidak hanya cerpen, sajak pun ada dalam buku ini. Favorit saya adalah cerpen "Air" dan "Anak Penjaga Sekolah".
Profile Image for Devi N..
50 reviews1 follower
July 31, 2017
Yang paling kusukai adalah cerita "Anak Penjaga Sekolah". Cerita kembang sepatu yang mengingatkan pada halaman belakang rumah lama ku :)
Profile Image for Intan Permata.
43 reviews1 follower
February 7, 2022
Indah dan ada beberapa kata daerah yang menambah wawasan. Sukaaaa banget 😃😃
Displaying 1 - 30 of 31 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.