Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
"Rea yang cuma tertarik untuk belajar dan bekerja harus menghadapi tingkah Kaley yang menyebalkan. Meski sudah berusaha menghindar, selalu ada kejadian yang mengharuskannya bertemu atlet renang itu. Hidup Rea yang sudah terjadwal pun nyaris berantakan karena ulah Kaley.

Lalu tiba-tiba hadir murid baru bernama Galen yang membuat gempar SMA Galariksa. Meski mendapat banyak perhatian dari para siswi, cowok genius itu tampaknya cuma tertarik sama Rea dan benar-benar berusaha mendekati cewek yang terkenal arogan itu.

Kalau diganggu Kaley adalah petaka, didekati Galen adalah musibah bagi Rea. Masalahnya, Rea harus menghadapi petaka dan musibah secara berbarengan!

Namun, ternyata kegigihan Galen mendekati Rea membuat cewek itu membuka diri. Saat mereka mulai dekat, Rea harus menghadapi fakta mengenai asal-asul dua cowok itu dan masa lalunya sendiri. Hal itu membuat Rea sadar bahwa sejauh apa pun dia berlari, bayang-bayang masa lalu akan tetap menjadi siluetnya.

208 pages, Paperback

First published June 5, 2017

2 people are currently reading
57 people want to read

About the author

Resti Dahlan

4 books10 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (9%)
4 stars
17 (23%)
3 stars
38 (52%)
2 stars
10 (13%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 23 of 23 reviews
Profile Image for Wardah.
954 reviews173 followers
October 18, 2017
Skor final mungkin 2.5 ya.

Novel ini aslinya seru, punya kesempatan buat jadi seru. Ceritanya tentang Rea dan kehidupan SMA-nya. Meski nggak ada label Young Adult atau Teenlit GPU. Sebenarnya ceritanya memang lebih slice of life dan gimana ya ada unsur misi rahasia gitu (makanya saya bilang punya kesempatan jadi seru). Aslinya sedikit bingung kenapa gada labelnya padahal novel2 Lexie Xu dapat label semua 😂

Sayangnya, eksekusinya buru-buru banget. Karakternya nggak cukup berkembang, apalagi Roxy. Galen juga kurang tereksplorasi. Saya pikir Galen bakal punya banyak ruang ketika dia muncul di awal, sayangnya tidak. Apalagi Alda dan Wibi. Sayang banget gitu. Hanya Rea dan Kaley yg lumayanlah perkembangannya. Meski Rea tidak bisa membuat saya bersimpati karena ... dia begitu banget (?). Masalahnya karakternya banyak dan novel ini tipis. Nggak semua karakter kelihatan perkembangannya.

Mau diulas panjang nanti di blog. Semoga bisa.
Profile Image for Dedul Faithful.
Author 7 books23 followers
August 24, 2017
Bagi sebagian pembaca, buku ini mungkin bikin pusing sekaligus kesal karena fragmennya yang super duper singkat. Aku saranin kalian deh hai para pembaca, bacalah buku Farah Hidayati yang judulnya Eksistensi Rasa, haha buku tersebut lebih-lebih-lebih nyebelin (in a good way) dibanding buku ini karena pemotongan-pemotongannya lebih horor. Kalau buku ini sih masih mendingan yah. Oh ya, kenapa aku kasih bintang empat di buku ini. Aku ngerasa relate ke karakter utama ceweknya yang wuih strong bener ama kehidupannya. Dan entah kenapa aku juga suka ceritanya secara garis besar karena entahlah buku ini menampilkan remaja-remaja yang strong sumpah. Dan itu bagus bener buat percontohan ABG-ABG jaman sekarang, rather than kalian semua sering ngeluh ama kehidupan kalian, yah cobalah tengok ke bawah, atau seenggaknya tengok kanan-kiri, mungkin teman-teman kalian berjuang buat hidup mereka, tanpa sepatah dua patah kata bernada ngeluh. Yah, itu juga pesan nancep banget buatku sih yang doyan ngeluh. Intinya, Siluet ini yang jelas banget aku suka judulnya, emang juara deh...
Profile Image for Nurul.
312 reviews38 followers
January 12, 2020
Gaya penulisannya kepotong-potong dan perpindahan adegannya kurang smooth yang bikin buku ini jadi banyak plot hole. Padahal saya suka sama misteri di buku ini tapi ya eksekusinya ngga sesuai harapan.

Terus menurut saya untuk buku yang lumayan tipis, karakternya kebanyakan jadi cuma beberapa karakter yang perkembangannya kerasa walaupun sedikit. Untuk karakter Galen juga masih abu-abu padahal dia lumayan berperan di cerita. Saya juga bingung gimana si Rea yang dingin dan sangat tertutup bisa terbuka banget sama Galen yang notabene masih temen baru deket.

Karakter kayak Wibi sama Alda juga kerasa jadi kayak tempelan karna kurang dapat porsi di cerita padahal mereka juga punya masalah tersendiri. Penyelesaian konfliknya juga terburu-buru dan kayak yaudah selesai gitu aja. Padahal kalo penyelesaiannya ngga keburu-buru bisa menutup plot hole di ceritanya. Terus ada beberapa lagi yang ngga masuk akal di akhir cerita, tapi nanti takut spoiler karna itu intinya, jadi yaudah lah ya.

Saya tuh sebenernya suka sama buku ini karna selain covernya bagus, dan juga kalo alurnya dipanjangin lagi biar pertanyaan-pertanyaan pas di akhir cerita bisa terjawab.

Rate : 2.3/5
Profile Image for Ezr Dif.
25 reviews
March 9, 2019
Tidak sedark covernya kok. Alur cerita enak nggak kecepetan/kelambatan. Satu2 nya novel di mana aku suka sama semua tokohnya wkwk.
Profile Image for Adek Fbree.
159 reviews
July 28, 2017
Gara-gara covernya kirain ini genre misteri atau thriller, nyatanya teen-lit dengan issue sekolah (mc cewek juara 1 tapi dimusuhi seangkatan krn sikapnya dianggap sombong), issue keluarga (poligami) dan romance benci-tapi-suka ^^
Profile Image for Nisa Rahmah.
Author 3 books105 followers
June 18, 2017
Sejujurnya, saya bingung mau memulai ulasan ini dari mana, hehehe. Beberapa saat lamanya, kotak komentar di Goodreads ini saya biarkan kosong. Ketik-ketik-ketik, hapus-hapus-hapus, dan nggak kelar-kelar, padahal sekarang sudah jam satu WITA dan semakin malam makin mengantuk saja 😅 Oh ya, mungkin ada yang agak spoiler dikit, tapi spoiler penting saya tutup, kok.

Baiklah, saya buat dalam bentuk poin pembahasan saja, ya:

1. Saya begitu kewalahan membaca buku ini, karena gaya penulisan yang sepotong-sepotong itu bikin saya (katakanlah) kesal sendiri bacanya 😅 Mungkin maksudnya seperti potongan puzzle yang semakin lama dirangkai, akan memberikan gambaran utuh pada akhirnya. (Tapi, saya merasanya seperti berlari cepat lalu berhenti. Berlari lagi, berhenti lagi. Begitu terus hingga akhir buku ini.) Sayangnya, potongan puzzle itu tidak berkesinambungan. Seperti saya menemukan potongan di sudut kiri, babak selanjutnya adalah potongan di sudut kanan. Selanjutnya puzzle yang muncul ada pada sisi lainnya. Dan jika saja ceritanya berfokus pada empat sudut saja, sayangnya kisah ini terlalu kompleks. Hingga itu tadi, saya merasa seperti sedang berlari tapi dua menit sekali berhenti. Dan entah mengapa, saja jauuuuh lebih nyaman mengikuti alur di Mahardikans (terlepas dari perkembangan plotnya yang luar biasa berkembang biak menuju akhir) ketimbang di buku ini.

2. Tentang Rea. Sebenarnya, saya tidak keberatan dengan karakter utama super menyebalkan. Beberapa buku dengan karakter nyebelin berhasil mencuri perhatian saya, apalagi jika sebab-akibat perkembangan karakternya mendukung isi cerita. Apalagi, jika penulis berhasil bikin karakter menyebalkannya dibenci, saya menganggap kalau dia berarti sukses menggambarkan karakternya. Tapi entah mengapa, saya tidak merasakan itu pada Rea. Rea memang menyebalkan, tapi saya tidak merasakan simpati dengan kisahnya. Bahkan, menurut saya agak berlebihan.

3. Lalu ada Galen dan Kaley, si kakak beradik. Meskipun karakter keduanya berbeda banget, tapi sayangnya, pada beberapa kesempatan perpindahan babak, saya masih suka tertukar karakternya. Mungkin karena keduanya bersinggungan langsung dengan karakter utama. Nah, ini dia yang saya agak bingungkan di awal. Kedua karakter ini kan ngobrol sama Rea, yah. Tapi kesannya kayak "digilir". Galen sama Rea, Kaley sama Rea. Mungkin maksudnya mau memberikan ruang pada karakter untuk berkembang satu sama lain. Tapi kesannya seperti pertemuan mereka itu terjadwal dan tidak saling bertubrukan. Untungnya, ini hanya terjadi di awal saja.

4. Tentang karakter pendukung yang mungkin bisa menjadi pemanis cerita, tapi karena gaya penulisannya sepotong-sepotong nanggung, bikin seolah mereka hanyalah tempelan semata, atau bahkan kesannya jadi seperti "pengecoh" plot utama.
- Ada Alda dengan konfliknya tersendiri.
- Lalu ada Wibi yang muncul dengan pola sama seperti salah satu tokoh di Mahardikans: Ketua OSIS, pintar, pekerja part time. Menjadi kurang diterima akal ketika seorang ketua OSIS (notabene harus punya waktu ekstra mengerjakan amanah OSIS-nya) pintar secara akademik dengan prestasi gemilang (kalau prestasi meleset dikit aja, beasiswa dicabut), plus bekerja part time, plus lagi melakukan suatu aktivitas rutin berhubungan dengan tokoh lainnya di sini. Oke, Wibi muncul dikit, hehehe, tapi di salah satu karakter di Mahardikans muncul banyak, jadi sekalian aja dibahas di sini 😅
- Ibu siapa itu saya lupa namanya, dan asistennya.
- Satu lagi. Si tokoh yang tanpa tedeng aling-aling muncul di seperempat bagian mau akhir. (Please, kalau mau memunculkan tokoh baru yang berperan penting menggerakkan jalan cerita, tolong dikasih clue dulu sebelumnya 😊 Please lagi, jangan buat karakter Mary Sue atau Gary Stu—kalau bisa mendekati pun jangan ya 😂)

5. Saya cukup terkejut pada beberapa bagian yang berkenaan dengan "universe" kisah ini yang muncul begitu saja mungkin dengan maksud sebagai informasi pendukung cerita. Misalnya, poin seratus pada bagian non-akademik yang harus dimiliki siswa. Atau, beasiswa yang diupdate setiap beberapa bulan sekali. Oke, mungkin ini remeh. Tapi, alangkah baiknya, untuk hal-hal penunjang begini disampaikan tidak pada saat bagian cerita itu muncul. Saya menyenangi cerita-cerita yang memberikan "remah roti" sebagai petunjuk yang baru akan disadari pada babak selanjutnya. Tapi issoke, ini bukan yang bagian pentingnya, kok, hehehe. Hanya saja, saya yang suka memperhatikan detail cerita jadi agak keganggu, sedikit.

6. Tentang nama. Ini menurut saya cukup penting. Agak aneh ketika orang-orang nggak kepo dengan nama lengkap Rea. Atau setidaknya, menghubung-hubungkan nama si karakter dengan sesuatu yang penting dalam kisah itu, katakankah nama orang terkenal atu terpandang di sana. Apalagi, bukan hanya dia si pemilik nama belakang yang sama. Nah, pola nama itu juga saya temui di Mahardikans. Nama si karakter yang mirip dengan nama karakter lainnya, harusnya disadari oleh orang-orang sekitarnya, tapi ini sepertinya luput begitu saja. Penulis mungkin bisa menyembunyikan, tapi pembaca (atau mungkin saja aja kali ya) bisa jadi menyadarinya.

Hmmm, apalagi ya. Sudah sepertinya, itu saja 😊 Mohon maaf kalau ada kata atau ulasan yang kurang berkenan, ya. Semoga bisa jadi perbaikan. Dan buat pembaca, bisa jadi apa yang saya tuliskan di sini dan yang saya rasakan, berbeda dengan pendapat kalian. So, baca sendiri bukunya, ya. Karena setiap buku memiliki pembacanya tersendiri 😊

Tetap menunggu karya penulis selanjutnya! 😀
Profile Image for Hamim Alkhawarizmi.
52 reviews
July 12, 2020
Siluet, awal baca judul nya gue Kira tentang apaa gituu. Liat cover nya Jaya nya tentang kesatria atau pendekar pedang gituu.

Wkwkw

Ehh ternyata tentang cerita life school berbalut romance Dan konflik keluarga, seperti untuk remaja remaja ini cocok Karena tidak terlalu Berat.

Ya seperti kebanyakan cerita remaja yang pasti Ada unsur menye menye nyaa same lahh..

Cerita nyaa diawali dengan wahh apaaaa ituu tapi kesananyaa yaaa begituu.

Over all ok aja.
Profile Image for Eksa.
292 reviews25 followers
June 16, 2018
Banyak yang bilang novel ini sepotong-sepotong ya?😂 padahal aku sama sekali gak ngerasa gitu😳 aku cuma tau kalau novel ini cepet, cepet banget. Tapi gak masalah buatku. Aku suka konfliknya😭 baru baca novel kak resti yang departure, tapi pas baca siluet, langsung kenal konflik kayak gini ternyata ciri khas penulis.
Gak melulu romance, poin penting kenapa aku suka novel ini. Dan konfliknya sebenernya biasa tapi dibuat rumit dengan cara yang asik sih, jadi aku suka wkwk. Pertama. Ada misi-misian gitu kan, jadi kayak di bab satu aja udah menantang! Belum lagi aku memang udah cocok sama gaya bercerita penulis, bacanya jadi enjoy.

Tapi meskipun aku enjoy sama cerita yang disuguhin, tetep aja ada beberapa yang bikin aku kurang srek. Tentang alur, memang aku gak mempermasalahkan sih, tapi memang lebih enak kalau dibuat lebih panjang. Aku kira, tokoh-tokoh yang ada belum cukup porsinya. Rea doang yang banyak😂 but, i do love interaksi kaley-rea. Ah udah deh, aku itu gabisa nolak pesona cowok macem kaley. Pengen nyulik aja rasanya.

Terus seru sih baca Galen yang diiming-imingi buat ngejalanin misi, tapi setelah dipikir-pikir, misinya gak penting banget buat reward sebesar itu. Kenapa harus Galen? Kenapa harus pake orang yang sama sekali gak Rea kenal? Padahal ada banyak cara yg lebih gampang, nyulik misalnya? Wkwkw. Lebih kesel lagi waktu hampir ending ternyata ada karakter baru yang nyelesain masalah itu sekali kedip, aku jadi mikir, lah fungsi si galen apaan dong?:(

Lalu, aku benci banget Rea wkwkw. Aku setuju sama merry dan teman-temannya yang ngehakimin Rea. Setelah semua itu, ternyata Rea masih sanggup arogan pemirsa, gak paham lagi sama jalan pikirannya. (tapi trus aku agak ngetawain dia juga soalnya ada scene dimana dia minta tolong galen ngahahaha) ah rea ini, gadis arogan nan labil. Aku jadi bandingin dia sama gifty, lebih suka gifty😍 anyway aku jg sempet bertanya2, beneran nih rea namanya Orea? Salfok/? *gak penting*

Selain dari hal-hal itu, aku tetep suka novel ini secara keseluruhan. Bukan tentang remaja labil yang ngurusin cinta, konfliknya complicated dan seru, mana ada sang moodbooster, Kaley, perenang pulak. Kalau diliat, karakter-karakternya unik dan seru kalau aja novelnya dibuat lebih panjang lagi dan lebih detail, gak buru-buru kayak gini😂

Ah tapi pokoknya tetep suka sama ceritanya!😍
Profile Image for Mega Shofani.
Author 2 books9 followers
July 23, 2017
Uhuy, ketemu lagi sama buku Resti :) Setelah membaca buku Resti yang berjudul Siluet ini menurutku modelnya macem Mahardikans, ya... Sama-sama banyak teka-teki. Bedanya, Mahardikans lebih seru aja (menurutku) dan Siluet ini terasa ngos-ngosan banget, mungkin karena adegannya sepotong-sepotong (seperti komentar di beberapa review di sini, yang juga aku rasain).

Terus, yang paling aku sayangkan adalah kehadiran tokoh baru secara tiba-tiba di akhir cerita, terkesan biar ceritanya cepet selesai aja.

Dulu sih, jaman Bang Bara (Benzbara) masih punya waktu luang dan menawarkan konsultasi naskah cuma-cuma, aku dapat tips menulis dan yang paling aku inget: sebisa mungkin MENGHINDARI menghadirkan tokoh baru di akhir cerita secara tiba-tiba sebagai penyelesaian. Yaa, semoga tips/saran/kritik ini membangun dan bermanfaat juga buat Resti kedepannya.

Selebihnyaaa, aku suka ceritanya, apalagi nama tokohnya Rea kayak nama anakkuuu hihihi. Ditunggu karya selanjutnya ya, Resti... Semangat!
123 reviews
December 15, 2017
Kaley mengingatkan saya pada atlet itu😳 atlet yang menyebalkan. Yang pernah saya katain "flirting mulu". asem hahahahah

Saya lebih suka Kaley drpd Galen😅😂
Hhh kalau dipikir, cewek sepakem saya emg lebih tertarik sm cowok yg byk guyonnya. Kayak Matahari Senja?

Muncul tokoh baru. Namanya Rexy. Kayaknya bakal mirip sama Kaley deh. Sama2 badung dan gk serius wkwkwk

Great! Resti Dahlan berhasil membuat cerita yg beda dari novel remaja biasanya yg penuh drama.

Novel ini emang punya tokoh remaja biasa tapi cara mereka mengungkapkan kejujuran yg gk penuh drama itu lhoo!! Bagus! Di luar kebiasaan👏👏

Selesai dudududu tetep suka sama Kaley-lah... Rexy kurang nih porsinya😂
Terus soal email Galen, hmm tiba2 banget kayk gitu. 3,5⭐ deh

Profile Image for Akaigita.
Author 7 books240 followers
August 27, 2017
Aku suka Rea! Sindiran-sindirannya ngena banget. Kaley juga lucu. Cara dia ngegombalin Rea itu lho... gemesin. Yang aku kurang suka justru Galen, karakternya kurang berkembang dan terasa gak ngasih pengaruh apa-apa ke plot. Yah, walaupun cerita anak-anak SMA di sekolah elit itu klasik banget, masih ada nilai plus dari buku ini. Covernya yang misterius, babnya yang pendek-pendek dan page-turner, dan ada pelajaran tentang plotting yang bisa kupetik dari sini.
Profile Image for Rei Pusvita.
78 reviews7 followers
June 18, 2017
Gue penasaran kenapa ada tulisan novel remaja di belakang deket barcode ituw yang garis-garis, tapi ga ada logo cewek lagi baca di depannya. Awalnya mo beli tapi ragu karena takutnya bukan teenlit tapi sinopsisnya teenlit. Akhirnya eyke cyek baby cyek ke Twitter Gramedia. Eh, ada tulisan teenlitnya. Jadi apakaaaaaaah memang logo teenlit sudah dibumihangussssssskan? *abaykan pertanyaan ini*

So,
ceritanya padet bener kek bubur yang belum mateng. Tapi di awal eyke kesengsem sama Kaley cintaku. Ngebayangin punya pacar usil yg bisa jago renang pasti asik ya. Ahe ahe. Tapi kebanyakan emang rada kebetulan gitu dan agak bingung sama jalinan kisahnya. Meskipun demiqyan, eyke tetep enjoy bacanya. Satu lagi deyyyyh, kutaksukapenyelesaianendingnya. Gak greget. 3.88 bintang ajahhhh.
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
July 23, 2017
I'm gonna get this straight to the point: this story lacks explanation. Meaning, it could use some more pages to elaborate the relationship among characters, maybe with flashback and 'tell' technique.

Karena bagi saya, tidak ada yang salah dengan gaya penulisannya. Ada beberapa buku yang mampu menampilkan fragmen dengan baik. Mungkin, mungkin saja, ceritanya terlalu show dan sangat kurang tell sehingga terasa melompat-lompat, dan akhirnya menuntut penjelasan 'mengapa' dan 'bagaimana'. Bagaimana Fensy dan Galen bisa akrab. Bagaimana hubungan Galen dan Alda. Mengapa ibu tiri Rea rela melakukan itu. Dan sebagainya.

Padahal menjelaskan dengan telling juga perlu. Memang, positifnya showing di sini membuat cerita jadi terbayang seperti sinetron. Transisinya choppy tapi selalu ada penjelasan lewat percakapan tokoh-tokohnya. Namun bukankah kelebihan novel adalah mampu menjelaskan yang tidak tampak di cerita bergerak? Ambil contoh, pengalaman saya dengan The Perks of Being A Wallflower. Saya melihat filmnya dulu, dan kehilangan banyak detail. Ketika membaca bukunya, barulah saya tahu Charlie ada di pesta siapa, apa yang dia alami di adegan yang tidak tampil di filmnya, dan seterusnya.

Dan saya baru menyadari hal di atas saat membaca bagian adiknya Rea yang pindah ke sekolah Rea. Dalam hati saya langsung bilang, 'Ini adegan FTV banget. Mungkin itu sebabnya kerasa kayak dipotong-potong gini.' Tapi ini analisis ala ala, sih. Hehe.

Satu lagi, terlalu banyak tokoh dan terlalu banyak yang harus dihubungkan. The plot is practically intertwined strings of web dan satu sebab mengakibatkan sebab yang lain. Tapi jika ingin jumlah halamannya segitu saja, mungkin tokoh-tokohnya bisa dikurangi, sehingga penyelesaian konfliknya pun tuntas dan jelas.

Sisanya? Wow! Ini beneran teenlit? Satu-satunya rasa teenlit di sini adalah interaksi Kaley dan Rea. Oke, dan umur tokoh utamanya. Saya salut dengan keberanian penulis meramu misteri secara perlahan, hingga akhirnya tiap tokoh menemukan akhir bahagianya sendiri. Saya sempat baca ulasan yang kira-kira berbunyi, 'Apa yang bisa diingat anak SD?' (di sini dan juga di buku lain). Memang, tiap orang berbeda-beda. Ada yang mengingat hal tidak enak di masa kecil mereka, ada yang tahu detail. Tapi yang sejauh ini bisa meyakinkan saya adalah, apa pun yang terjadi di masa kecil (baik tokoh maupun orang sungguhan) akan tertanam di memori mereka sadar atau tidak. Bisa jadi Rea memang tidak seharusnya dendam berapi-api di usia setara kelas 3 SD, tapi dia akan mengingat setiap kejadian itu, dan itu akan mempengaruhi tindakannya ketika dewasa nanti.

Atau... bisa juga, Rea tidak perlu semarah itu ketika kecil bila orangtuanya menjelaskan dengan baik. Ada kerja sama di antara mereka untuk meyakini Rea bahwa keputusan yang dibuat orangtuanya bukan karena dia dan tidak berdampak pada kasih sayang mereka. Maybe after all, this book is about parenting LOL.

Ya, sudahlah. Siapalah saya. Yang penting, saya senang membaca buku yang warna kovernya eyeshadow-esque ini. Tapi kenapa ya, akhir-akhir ini sudah dua buku yang saya temukan tidak ada label lininya?
Profile Image for Kartini NRG.
77 reviews
January 20, 2021
sebenernya bukan teen-lit banget sih, cuma tokohnya emang remaja SMA jadi kukategorikan ke genre itu saja hehe

Novel terbitan 2017 ini tergolong kurang bagus dari segi bahan covernya. Padahal dari penerbit besar, tapi kok covernya yang mudah melengkung dan tipis gitu. Nggak ada tulisan timbulnya juga. Tapi desain covernya oke sih, terlihat sederhana, tapi kalau diperhatikan, detailnya keren loh.

Cerita yang disuguhkan bukan cerita remaja biasa. Nggak cuma ada romancenya, tapi lebih ke kepelikan masalah keluarga yang dialami para remaja itu dan bagaimana mereka menghadapi dan berdamai dengan masalah tersebut. Secara keseluruhan emang unik dan konfliknya cukup berat. Tapi ada beberapa hal yang nggak begitu ngena di aku;
yang pertama, kemunculan beberapa tokoh penting yang terlambat, jadi kesannya baru ditambahin pas proses penulisan gitu. Padahal dari bab awal sampai lewat pertengahan, nggak pernah disinggung soal ibu tiri dan saudara tiri, tapi pas udah halaman 141 dari 201 halaman cerita malah muncul Rexy dan fakta bahwa Ravana adalah ibu tiri Rea. Ya bisa dibayangin dong ada pengenalan karakter lagi di tengah-tengah konflik yang memuncak. Aku kurang srek aja dan ini murni pendapat pribadi sih.
yang kedua, karakter rea yang kemudian melunak hanya karena ditegur di depan umum sama seniornya. ya adegan itu juga cukup mengganjal sih buat aku, soalnya masih kurang ngalir. Tapi masih dapet inti scenenya sih. Dan dari kejadian itu Rea berubah sedikit demi sedikit. Menurutku kurang ngena aja gitu mengingat karakter Rea yang udah dia tempa sejak umur 8 tahun diubah hanya karena kejadian seperti itu.
yang ketiga, yang bahan cover dan pembatas bukunya tadi. tipis dan mudah melengkung gitu, padahal dari GPU loh hehe

Meski ada yang masih terasa sebagai plot hole, tapi tetep aku enjoy pas bacanya. Niceu!
Profile Image for Amaya.
759 reviews58 followers
September 10, 2025
Actual rating: 3,5

Didekati cowok populer bukan salah satu hal yang diinginkan Rea karena hidupnya aja udah runyam. Dia cuma kepengin sekolah dan lulus dengan tenang, tanpa memancing konflik nggak perlu. Sayangnya, setiap kesulitan pasti ada kemudahan, dan berlaku sebaliknya. Kaley adalah gangguan. Valid. Jadi, Rea harusnya bisa menghindar darinya. Tapi, takdir nggak berjalan sesuai keinginannya saja.

Belum kelar masalah Kaley, muncul murid baru yang tiba-tiba menawarkan diri sebagai teman. Sosok pintar, peraih beasiswa, dan nggak banyak tingkah. Tapi ya tetap aja, namanya cowok populer pasti menarik magnet banget, kan?

Kepribadian Rea di sini sangat bertolak belakang dengan kisah-kisah remaja yang biasanya digambarkan punya ML berkarakter dingin. Rea malah berperan sebagai kulkasnya, sedangkan Kaley sebagai makanan panas yang dipaksa masuk ke kulkas.

Interaksi keduanya, eh ketiganya, deh, sekalian sama si anak baru, Galen, bisa dibilang oke. Enggak ada denial-denial sampai bikin geram. Rea memang keras kepala, tapi sifatnya ini nggak bikin pembaca lantas nonjok bantal saking bebalnya. Alasan dia bersikap begitu pun beralasan.

Meskipun cara dia handle masalah itu salah satunya dengan kerja sambilan, kayak wow, gimana bisa? Tapi sebenarnya bukan hal yang asing juga, sih, cuma kok bisa gitu dia tahan. Aku yang baca aja udah capek.

Kayaknya yang agak disayangkan konflik bullying-nya yang terkesan dijadikan pemanis saja. Yah, kalaupun memang bukan konflik prioritas, rasanya agak nanggung gitu. Bukan masalah kepribadian Rea yang bisa "menghancurkan" apa pun jenis perundunganya, tapi gimana perilaku jahat itu berdampak ke psikologisnya, even dia punya tulang kuat balung wesi.

Konflik soal poligaminya juga nggak dijelaskan lebih panjang. Cuma dampaknya ke para karakter. Jadi nggak bisa berpihak ke siapa pun karena orang yang dikira Rea jadi salah satu "pelaku" malah berbuat hal baik ke dia dan alasannya pun valid.

Overall, aku suka buku ini. Enggak tipis banget, tapi mudah dicerna dan dinikmati. Tapi eh, itu Reanya belum kelihatan jadi bucin, oyyyy. Bisa bayangin wajah tengilnya Kaley kayak gimana kalo itu beneran kejadian wkwkwk.
Profile Image for Izzatil Ishmah.
29 reviews
April 8, 2020
🥇 Saya suka, saya suka. Senang rasanya menemukan novel bagus saat mencari bacaan secara random di gramedia digital. Novel ini tipis namun sangat padat dan konfliknya cukup complicated. Dialognya terasa hidup dan saya suka dengan gaya bercerita penulisnya.

🥈 Saya juga suka dengan karakter-karakternya yang kuat. Rea adalah gadis yang sangat tegar dan pantang menyerah. Begitu juga karakter Galen dan Kaley. Intinya tidak ada karakter 'menyebalkan' di novel ini.

🥉 Ini adalah novel yang membuat kita ingin cepat-cepat menyelesaikannya, namun bikin galau jika ceritanya cepat berakhir. Dari halaman pertama sudah dibikin penasaran. Sayang banget novel ini tidak cukup panjang, sehingga endingnya terkesan dibuat agar cepat tamat. Andai lebih panjang mungkin kita akan dapat melihat romantisme antar tokohnya. Ceritanya kental akan persahabatan dan kekeluargaan, membuat kita sadar kalau cerita teenlit gak melulu soal cinta-cintaan remaja.
Profile Image for Bookish Dungeon.
105 reviews
November 26, 2021
Alurnya cukup intens menurutku, tapi masih enak untuk dinikmati dengan beberapa kali duduk saja. Bukunya tidak begitu tebal, berkisar 200halaman. Dan tema yang dibawa cukup familiar dan berkaitan dengan masa lalu. Aku sangat suka dengan karakter Galen dan Kaley. Meskipun ada karakter Rexy muncul ditengah-tengah cerita. Perkembangan karakternya sangat terlihat jelas, terutama karakter Rea mulai terbuka pada Kaley ataupun Galen.

Disini penulis memberikan pesan moral (ya itulah aku, selalu mengulik pesan moral dari buku-buku yang sudah aku baca) dimana kita nggak berhak ngehakimi / ngejudge—bahasa kerennya—orang lain sepenuhnya karena mereka nggak tau apa alasan kita melakukan hal ini.
Profile Image for floissye.
11 reviews
January 16, 2024
Aku baca ini dulu banget pas SMP kayaknya, Novel teenlit yang berfokus membahas permasalahan yang dialami fmc-nya, sekolah dan keluarga. Keseluruhan cukup seru dan ditulis dengan baik, serta bisa dinikmati sekali duduk.
Displaying 1 - 23 of 23 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.