Mei 2011, di hari ulang tahunnya yang ke-21, Willy didiagnosis kanker otak stadium 3B. Kondisinya memburuk meski telah dioperasi hingga hanya bisa terbaring lumpuh. Beruntung ayahnya membaca berita di sebuah koran tetang alat penghambat laju kanker yang diciptakan Warsito. Setelah 1 minggu memakai helm anti-kanker, Willy bisa bergerak dan berdiri. Dua bulan kemudian, sel kanker di otaknya tidak lagi terdeteksi CT-Scan. Pada 2014, Willy bahkan menikah.
Kisah Willy menyebar begitu cepat dan alat itu pun diburu ribuan orang. Meskipun belum 100%, karya penerima B.J. Habibie Technology Award (2015) ini, telah menyelamatkan banyak nyawa. Kontroversi bergulir dari berbagai kalangan bahkan sampai sekarang.
Inilah kisah tentang harapan, perjuangan, dan nilai-nilai kemanusian yang sudah jarang menjadi standar kehidupan kita dan sering terkalahkan oleh hal-hal berbasis materi. Diperlukan sinergi dan dukungan dari berbagai pihak agar penemuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat luas seperti yang diingini Warsito.
Membaca kisah masa kecil Warsito yang sangat sederhana di pelosok Jawa Tengah, perjalanan sekolahnya ke Jepang yang mengantarkannya menjadi peneliti kelas dunia tak hanya menginspirasi, tetapi juga mengobarkan semangat pantang menyerah.
Buku ini menceritakan perjalanan Pak Warsito dari masa sekolah di kampung halaman hingga akhirnya menjadi peneliti yang berhasil menemukan suatu alat yang dapat menyembuhkan penyakit kanker.
Seorang anak petani yang bisa dibilang serba sulit. Namun, kesulitan menempa pribadi beliau hingga menjadi anak yang rajin dan cerdas. Menyelesaikan pendidikan kuliah di Jepang, lalu melalang buana hingga Amerika demi sebuah riset yang saat ini membawa namanya.
Namun sayang, penemuan beliau di negeri sendiri tidak berjalan mulus. Banyak pihak menjegal dan tidak berpihak padanya. Padahal bukti telah nyata adanya.
Tapi, keikhlasan untuk membantu sesama membuahkan hasil. Penemuannya tak diakui di negeri sendiri, namun diakui negara lain. Hingga ia akhirnya memperoleh gelar Habibie Award. Banyak pelajaran yang bisa dipetik. Soal kerja keras, kegigihan dan keikhlasan. Dan terutama tawakkal pada Tuhan Yang Maha Kuasa.
"I did my part, now it's your turn. I came from nothing and will not lose anything"