Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kronik Gladwaller

Rate this book
Kronik Gladwaller – Sebelas cerita pendek yang termuat dalam buku ini mewakili masa awal karier penulisan J.D. Salinger. Cerpen pertamanya, Para Remaja, pertama kali dipublikasikan ketika dia berusia 21 tahun. Sejak karya pertama ini, bisa terlihat bagaimana sang penulis bisa dengan luwes mengolah persoalan sehari-hari menjadi rangkaian cerita yang menarik dengan bumbu humor ironis. Sejumlah cerita juga mulai menunjukkan kecenderungan Salinger untuk terus menelusuri kehidupan tokoh rekaannya.

Ada tiga cerita di sini yang menampilkan penggalan-penggalan kehidupan Babe Gladwaller, seorang tentara yang diterjunkan dalam Perang Dunia II, mulai dari sebelum diberangkatkan, selama menjalani peperangan, dan sekembalinya dia dari medan pertempuran.

178 pages, Paperback

Published January 1, 2017

11 people want to read

About the author

J.D. Salinger

147 books16.2k followers
Librarian Note: There is more than one author by this name in the Goodreads database.

Works, most notably novel The Catcher in the Rye (1951), of American writer Jerome David Salinger often concern troubled, sensitive adolescents.

People well know this author for his reclusive nature. He published his last original work in 1965 and gave his last interview in 1980. Reared in city of New York, Salinger began short stories in secondary school and published several stories in the early 1940s before serving in World War II. In 1948, he published the critically acclaimed story "A Perfect Day for Bananafish" in The New Yorker, his subsequent home magazine. He released an immediate popular success. His depiction of adolescent alienation and loss of innocence in the protagonist Holden Caulfield especially influenced adolescent readers. Widely read and controversial, sells a quarter-million copies a year.

The success led to public attention and scrutiny: reclusive, he published new work less frequently. He followed with a short story collection, Nine Stories (1953), of a novella and a short story, Franny and Zooey (1961), and a collection of two novellas, Raise High the Roof Beam, Carpenters and Seymour: An Introduction (1963). His last published work, a novella entitled "Hapworth 16, 1924", appeared in The New Yorker on June 19, 1965.

Afterward, Salinger struggled with unwanted attention, including a legal battle in the 1980s with biographer Ian Hamilton. In the late 1990s, Joyce Maynard, a close ex-lover, and Margaret Salinger, his daughter, wrote and released his memoirs. In 1996, a small publisher announced a deal with Salinger to publish "Hapworth 16, 1924" in book form, but the ensuing publicity indefinitely delayed the release.

Another writer used one of his characters, resulting in copyright infringement; he filed a lawsuit against this writer and afterward made headlines around the globe in June 2009. Salinger died of natural causes at his home in Cornish, New Hampshire.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (25%)
4 stars
6 (50%)
3 stars
2 (16%)
2 stars
1 (8%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Ariel Seraphino.
Author 1 book52 followers
August 21, 2017
Membaca Kronik Gladwaller adalah membaca rangkaian kisah seorang prajurit yang terluka. Mengembara dari satu kisah ke kisah lainnya dengan hati yang muram, dendam yang berkecamuk dan kekesalan akan dunia yang dia singgahi. Meskipun ini adalah kumpulan cerita pendek, Gladwaller menjadi benang merah yang sesekali muncul dalam satu-dua cerita. Favorit saya adalah Hati Sebuah Kisah Yang Kandas. Sebuah kisah cinta yang unik dibuat dengan begitu matang, berbeda sekali dengan cerpen lain dalam buku ini, membuat saya terus teringat dengan kisahnya bahkan setelah tamat membacanya. Kisah romantis yang tak melulu soal cintalah pastinya. Sebuah buku yang menarik, bisa menjadi bacaan awal sebelum membaca karya Salinger lainnya.
Profile Image for nilajanari.
38 reviews
November 17, 2020
Hampir semua cerpen bercerita mengenai kegundahan masa perang 1940-an. Tentang pemuda yg pergi perang; tentang orang2 tersayang yg ditinggalkan; tentang kehilangan; dan tentang kematian. Beberapa diceritakan dengan lugas, beberapa cerpen lainnya diceritakan dengan twist.

Terjemahannya rapi hanya saja tata letak beberapa halaman terlalu menjorok ke bawah dan membuat saya tidak nyaman ketika membaca.
Profile Image for Alpha Hambally.
Author 4 books7 followers
July 2, 2018
Para pemuda Amerika Serikat sebagai tokoh dalam cerita yang ditulis J. D. Sallinger di kumpulan cerita ini rata-rata lebih memilih melanjutkan hidupnya untuk masuk militer. Masuk militer jadi candu masyarakat. Kurang lebih seperti pemuda-pemuda Indonesia hari ini. Tapi bukan masuk militer, melainkan lebih memilih melanjutkan hidupnya dalam kesadaran yang palsu. #ups
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.