Actual Rating: 4.5⭐️
Waktu polling cover, asalnya aku milih yg warna cokelat, karena biar bisa sepasang gitu loh sama buku sebelumnya. Tapi, kalo dipikir-pikir lagi, seri Hyouka ini masih ada buku selanjutnya kan? Jadi agak aneh aja kalau semua buku warnanya cokelat semua😂 lagipula, ternyata kalau dilihat langsung, warnanya itu lucuu, terlebih font di judulnya juga unik!:p
Oke, lanjut bahas isi bukunya~
Dibanding buku sebelumnya, buku ini pemecahan misterinya kerasa banget. Apalagi, banyak banget hasil analisis yg muncul. Di buku ini, dijelasin kalau Klub Sastra Klasik bakal dikasih semacam bantuan dari ketiga divisi film 2-F, membuat penyelesaian skenario film semakin membingungkan. Karena, hasil analisis dari ketiga orang itu bermacam-macam, dan jika dihubungkan, masih ada celah/keganjalan yang bisa menyangkal analisis mereka bertiga. Tapi ya, Oreki Hotaro pokoknya cerdas! Dia berhasil memecahkannya dengan memikirkan kelanjutan dari skenario yg terpotong itu, dan menambahkan analisis dari ketiga divisi film, sehingga hampir tidak ada celah untuk menyangkalnya. (Tapi.... Hayo? Bakal spoiler kalau dijelasin! Wkwk)
Aku salut sama penulisnya! Beliau menyimpan banyak sekali detail. Sehingga saat dikemukakan, detail-detail itu terasa logis. Apalagi, saat menghubungkan hasil dari satu analisis ke analisis yg lain, itu pasti sulit karena butuh pemahaman dari setiap analisis yg bisa memperkuat argumen dari tokoh-tokoh yg mengemukakan.
Untuk tokohnya, aku tetap suka Oreki Hotaro! Pemikirannya itu loh yg bisa bikin aku minder:p pokoknya, Oreki Hotaro tuh jago banget dalam menganalisis, tapi dirinya sendiri tidak menyadari kemampuannya itu:( Lalu, di buku ini juga aku jadi semakin bisa memahami karakter Chitanda (iya sekarang aku udah gak kesel lagi kok sama dia:p)
Ohya, di buku ini banyak banget ngebahas Sherlock Holmes, Agatha Christie, dan sebagainya. Aku yg belum pernah baca karya-karya mereka, jadi kayak ‘tahu’ gitu. Ya pokoknya aku suka sama buku ini!:D
Eum, sebenarnya ada satu bagian yg bikin bingung, di halaman 41:
❝Kounosu sekali lagi menunjuk ke salah satu puing rumah di Narakubo. Kamera memperbesar tempat yang ditunjuk pemuda itu.❞
Namun di halaman 35 tertulis:
❝‘Kounosu Yuri’. Dia sedikit menunduk, gadis itu memalingkan wajah dengan cepat begitu disorot kamera.❞
Jadi, Kounosu itu pemuda atau gadis? Atau akunya aja yg salah mengerti?:") yg sudah membaca boleh komen ya!:D
Ya sudah, segitu aja, ayo baca bukunya!~