Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
Setelah tersengat listrik, Prim mendadak menjadi genius. Ia bisa memperbaiki apa saja, bahkan mencoba merancang sendiri pesawat antigravitasi. Suatu malam, aliran listrik di sekitar Lembang terputus dan banyak kendaraan mogok di jalan. Prim yakin, gangguan itu tidak biasa. Bisa jadi suatu benda mekanis dari luar angkasa. Mungkinkah ada makhluk asing yang mencoba ‘bertamu’ ke Bumi?

72 pages, Paperback

First published January 1, 1972

Loading...
Loading...

About the author

Djokolelono

147 books137 followers
adalah seorang penulis buku Indonesia tahun 70 hingga 80-an. Dia dikenal sebagai penulis buku fiksi-ilmiah seperti seri Penjelajah Antariksa (Bencana di Planet Poa, Sekoci Penyelamat, Kunin Bergolak), Jatuh ke Matahari dan sekuelnya, Bintang Hitam. Selain menulis buku fiksi-ilmiah, Djokolelono juga dikenal sebagai penulis buku anak-anak, seperti seri Astrid, dan beberapa cerita wayang. Djokolelono juga adalah seorang penerjemah. Buku-buku yang ia terjemahkan antara lain Petualangan Tom Sawyer dan karya Mark Twain yang lain, seri Pilih Sendiri Petualanganmu, seri cergam Mimin, seri Mallory Towers dan buku-buku Enid Blyton yang lain, dan seri Rumah Kecil Laura Ingalls Wilder[1]. Karya-karyanya diterbitkan oleh Pustaka Jaya (PT Dunia Pustaka Jaya), Gramedia, dan BPK Gunung Mulia.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (12%)
4 stars
9 (56%)
3 stars
5 (31%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Steven S.
733 reviews67 followers
July 7, 2025
Getaran adalah novel kedua dari seri klasik yang kubaca. Keren!
Profile Image for Putu Sastrawan.
Author 9 books18 followers
April 13, 2026
Senang membaca buku anak Sci Fic ala Indonesia ini. Ajaib juga, eyang Djokolelono sudah menulis ini 1970. Menurutku pribadi Djokolelono tidak berusaha menjadi kebarat-baratan saat menuliskan cerita yang berhubungan dengan scific. Meskipun genrenya fiksi ilmiah, latar dan karakter-karakternya terasa sangat Indonesia. Ia membuktikan bahwa imajinasi tentang teknologi tinggi tidak harus selalu bersetting di tempat-tempat yang maju dan maha canggih. Yang juga menarik adalah buku ini bicara soal etika. Djokolelono mempertanyakan apakah kemajuan teknologi selalu sejalan dengan kebijaksanaan manusia, atau justru membuat kita kehilangan empati. Akan membaca seri tulisannya yang lain!
Displaying 1 - 3 of 3 reviews