Jump to ratings and reviews
Rate this book

AndaiKita

Rate this book
Andai kata cerita kita tak ada di dunia nyata,
setidaknya aku telah jatuh cinta
pada perandaian tentang kita.

140 pages, Paperback

First published July 31, 2017

20 people are currently reading
258 people want to read

About the author

Rachel Amanda

1 book9 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
54 (45%)
4 stars
24 (20%)
3 stars
27 (22%)
2 stars
6 (5%)
1 star
7 (5%)
Displaying 1 - 17 of 17 reviews
Profile Image for raafi.
931 reviews451 followers
August 23, 2017
Ulasan lengkap: http://bit.ly/AndaiKitaBibli


Bagaimana jika kau melihatku
sebagai suatu yang kosong?
Sesuatu yang tak membuatmu terlena.
Agar kau bisa mencintaiku tanpa karena.


Mengetahui buku ini akan terbit sejak melakukan wawancara dengan editornya bulan lalu. Sedikit takjub karena salah satu penulisnya adalah Rachel Amanda yang, well, kukagumi saat masih remaja dulu. Bagaimana mungkin seorang pemain sinetron menulis kumpulan puisi? Berbekal rasa penasaran dan kepentingan untuk keperluan wawancara, aku membaca buku ini.

Puisi-puisinya dibawakan amat sederhana. Diksinya biasa saja. Tak ada yang "baru" dalam setiap kata yang dimunculkannya. Beberapa puisi ada yang begitu naif dan klise, beberapa lainnya memberikan perspektif yang imajinatif. Dan keserasiannya tetap terjaga, mengingat buku ini hasil karya duet. Inti dari setiap halaman puisinya pun sama; perandaian-perandaian rasa dan kemelut yang muncul olehnya. Anehnya, hal-hal-yang-tak-bisa-digapai itu malah dibawakan dengan manis, bagai ironi. Sedikit terlalu manis mungkin, namun tidak sampai bikin mual.

Secara personal, aku lebih menyukai puisi-puisi Deisra ketimbang Amanda. Ada beberapa puisi Amanda yang mengernyitkanku sehingga membuatku baca berulang kali untuk lebih mendapatkan maknanya. Namun, gagal. *nangis* Puisi Deisra pun sedikit lebih unggul dengan metaforanya, sedangkan Amanda terkesan eksplisit untuk disebut sebagai puisi. *nangis lagi*

Pertanyaan yang akan diajukan ketika bertemu dengan mereka mungkin tidak jauh-jauh dari munculnya inisiatif untuk menuliskan puisi tentang perandaian rasa. Juga tentang kedekatan mereka berdua yang membuat puisi-puisi di dalamnya begitu klop untuk dijadikan sebuah kumpulan puisi yang menjurus pada pertanyaan apakah mereka sama-sama memiliki pengalaman rasa yang sama. Dan satu hal yang selalu terlintas tiap kali membuka halaman demi halaman buku ini: apakah puisi-puisi ini terinspirasi dari kisah nyata atau hanya fiksi belaka? (Walaupun sudah bisa menerka-nerka jawabannya)
Profile Image for Alvina.
732 reviews119 followers
December 20, 2017
Udah lama ketimbun di scoop, tadinya ngga berharap banyak tapi ternyata aku suka puisi puisinya. Paling suka puisi "Ephemeral" dan "Berhenti"

Yang 5.45 juga sukaa

Kutipannya :


Pada akhirnya,
jarak adalah waktu yang main hakim sendiri.

Aku sudah merasa kehilanganmu sebelum sempat memiliki
Profile Image for Puty.
Author 9 books1,397 followers
August 3, 2017
Saya harus bilang sejak awal kalau saya tidak banyak baca buku puisi sehingga kalau harus memberi rating buku puisi saya hanya akan mengandalkan emosi saya. Apakah bukunya membuat saya merasakan sesuatu? Apakah bukunya menyampaikan yang ingin digambarkan oleh penulis melalui kata-katanya? Yang paling penting dan yang paling bias adalah: apakah saya suka?

Bagi saya buku ini membuat saya merasakan kegalauan akibat cinta yang tak bersambut, hati yang babak belur ataupun derita akibat memori yang dikembalikan rintik hujan. Sesuai dengan judulnya, semua puisi di buku ini adalah tentang cinta dan berandai-andai.

Namun demikian harus diakui bahwa sekalipun buku ini tidak tebal, topik utama dan boleh jadi satu-satunya ini membuat saya agak bosan setelah setengah jalan. Saya pikir saya agak terlalu tua dan stabil dan ada pada zona nyaman untuk ikut 'babak belur'. Bagi para pembaca yang lebih muda sepertinya cocok, apalagi dihiasi dengan foto-foto hitam putih yang menambah kesan sendu.
Profile Image for MAILA.
481 reviews120 followers
August 18, 2017
aku ingin mengenalmu lebih dekat
seperti fajar dan langit yang terus merekat
tak lepas cepat-cepat

aku ingin membaca hatimu lebih dalam
menyelamnya, tanpa takut tenggelam
karena aku tahu, setiap manusia pasti punya sisi kelam

aku ingin mengerti perasaanmu,
paham kegundahanmu,
menenangkan kegelisahanmu,
menjadi tempat berpulang dan berjuang bagi tenangmu

aku ingin menjadi sebelah sayap yang tadinya kau kira telah lenyap
menamemanimu mengepak luas, lepas

aku ingin terus bersamamu
walau sampai detik ini, aku tahu kau hanyalah bayangan semu.

***

puisinya terlalu naif dan benar-benar jujur. semacam kayak anak kecil yang baru belajar memaknai apa itu jatuh cinta.

manis karena berhasil membuat pembaca jadi nostalgia, tapi juga ketakutan karena sadar bahwa ''jatuh cinta'' dan hal-hal yang berhubungan dengan hal itu tidak ''mudah'' seperti kelihatannya.

gambar pelengkap buku ini bagus ya. saya malah salah fokus ke foto2nya daripada ke puisinya
Profile Image for s..
123 reviews4 followers
June 20, 2019
Kumpulan puisi yang menarik! Temanya memang klise, cinta. Tapi penulisnya merangkai cinta sebagai suatu yang lembut, tidak menggebu meski didera rindu. Tema pengandaian yang diangkat pun apik sekali penulisannya. Meninggalkan hati termenung untuk bertanya-tanya, "apakah seperti itu rasanya?" bagi yang belum pernah merasa, dan "ya, memang seperti itu rasanya" bagi yang sudah biasa.

Membaca kumpulan puisi ini seperti belajar menelaah rasa, rasa yang tidak akan pernah sama hadir dalam setiap insan. Dari mulai jatuh cinta hingga jatuh dan bangkit untuk mencinta.

Untuk foto-fotonya sendiri (karena saya tidak begitu mengerti tentang fotografi), saya hanya merasa ini semua akan lebih indah jika diterbitkan dalam full colour.
Profile Image for Rezki Nur Anisa.
9 reviews1 follower
September 11, 2017
Puisi yang disajikan sangat mudah dipahami oleh penikmat puisi baru. Setiap puisinya selalu berhasil membuat berandai-andai akan sesuatu yang tidak bisa kita dapatkan sekarang, sebenarnya hampir tiap puisi Amanda dan Keshia memiliki maksud yang sama, tapi kata-katanya membuat kita berimajinasi pada setting yang berbeda.

Saya lebih prefer pada puisi-puisi Keshia yang kalimatnya sedikit sarkasm but soft and warm (aku bingung bagaimana mendeskripsikannya haha) menohok tapi manis, tapi puisi Amanda tidak kalah bagus juga kok, coba kalian baca :)
Profile Image for dien.
28 reviews8 followers
February 18, 2024
Padahal hancur bukan hal baru.
Tak perlu kita simpan berlarut-larut.

Tema buku ini satu: cinta. Lalu, tema itu bercabang jadi beberapa subtema yang kerap hadir kalau kita lagi ngobrolim tentang tema yang gaada habisnya ini. Dua penulis punya gaya penuturan berbeda, sama-sama bagus, tapi aku lebih sreg milik kak Amanda (bukan berarti aku gasuka karya kak Keisha, ya).

Jujur, di pertengahan baca mulai agak bosan karena isinya cinta melulu. Tapi, beberapa ada yang relatable buatku, jadi gas lanjutin aja.

Cocok buat bacaan ringan di perjalanan.
Profile Image for Willy Akhdes.
Author 1 book17 followers
September 18, 2017
Akhir-akhir ini sepertinya lagi musim puisigrafi, menggabungkan puisi dengan fotografi atau desain. Mungkin sejak Tidak Ada Newyork Hari Ini-nya Aan Mansyur.
Buku kumpulan puisigrafi ini karya 2 penulis puisi dan 1 fotografer, ketiganya cewek. Berisi puisi-puisi liris romantis tentang rindu, cinta, patah hati dan sejenisnya. (Hal apalagi yang paling laku dijual hari ini selain hal-hal demikian?)
Profile Image for Btari.
62 reviews3 followers
September 9, 2017
I really took my time reading this one. This is exactly how I want it, if I am ever to write a poetry book.

I dare say that I love every piece written here. The authors didn't use complicated words or high metaphors; both elements were fairly modest, but it's how the authors sew the words to create such deep meaning. It felt close and painful; at the same time, warm.
Profile Image for Ratih Cahaya.
413 reviews7 followers
August 20, 2019
Isi puisinya bagus-bagus. dari tiga buku puisi yang sudah kubaca tahun ini, ini kumpulan puisi, yang isi puisinya bisa dicerna oleh otakku. lebih suka puisinya Rachel Amanda daripada Keshia, walaupun bukan berarti yang punya Keisha nggak bagus atau gimana. puisinya Amanda lebih pendek, tetapi lebih ngena.
Profile Image for Launa.
242 reviews51 followers
September 25, 2018
Puisi yang saya suka: Predestinasi 1, Predestinasi 2, dan Kau akan Selalu Menjadi Cinta Pertamaku karya Deisra; Ruang, Khayal, Sang Penyiar, dan Hati untuk Diakali karya Am
Displaying 1 - 17 of 17 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.