Jump to ratings and reviews
Rate this book

Unsent Letters

Rate this book
"Tentang Kejora—yang rasa sedihnya ia tumpahkan dalam puluhan lembar surat. Tiap kata yang memenuhi lembarnya setara doa, harapan, dan rintihan yang terus meminta agar waktu dapat diputar ulang.

Tentang Raff a—dan rasa sesal yang memenuhi benaknya tanpa pernah berani ia keluarkan. Kata pisah terus membayang di ingatannya meski waktu telah berlalu, bersama imaji seorang gadis mungil yang menyandang nama bintang paling terang. Bintang yang jaraknya dua langkah dari sang mentari.

Tentang mereka—dan sebuah kisah yang mengalir dalam tumpukan surat. Surat-surat yang akan menguning, menjadi saksi bisu hal-hal yang pernah mereka bagi. Mungkinkah surat itu menjadi jalan bagi mereka untuk kembali menemukan?"

400 pages, Paperback

First published June 5, 2017

12 people are currently reading
108 people want to read

About the author

Elcessa

1 book3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
53 (41%)
4 stars
50 (39%)
3 stars
19 (14%)
2 stars
3 (2%)
1 star
3 (2%)
Displaying 1 - 30 of 33 reviews
Profile Image for Rumah.
Author 1 book41 followers
December 31, 2017
Ada banyak pertanyaan sebenarnya dalam diri Kejora mengenai Raffa. Dan hari itu, disaat Kejora sedang menatap senja, Noah menghampirinya. Banyak cerita sore itu diantara mereka berdua. Hingga satu kalimat dari Noah membuat Kejora terpana. Kalimat yang mungkin bagi orang lain tak berarti apa-apa, namun it means a lot. Kita nggak pernah tahu siapa jodoh kita. Entah dia dekat atau jauh, kita nggak pernah tahu. Yang kita tahu, jika kita tak bersama dengan dia berarti memang dia bukanlah jodoh kita, dan begitu juga sebaliknya. Jika kita bersama dengan dia berarti dia jodoh kita, takdir kita. Sederhana bukan? Saat tanpa sengaja Kejora bertemu dengan Klana, banyak cerita dan pertanyaan dari Klana untuk Kejora, dan hari itu saat konser pertama band Raffa, Kejora berlari dan terus berlari
.
.
Rahasia yang selama ini Raffa sembunyikan perlahan, satu per satu terbuka dan Kejora menemukan segala jawaban atas pertanyaannya dulu. Namun, ada satu yang tak pernah disadarinya. Hanya satu. Membaca kisah ini membuat kita belajar jika jodoh itu memang rahasia Tuhan. Entah jauh, dekat kita tak pernah tahu. Yang kita tahu, pertemuan kita dengan jodoh kita pasti akan menemukan banyak cerita di dalamnya
Profile Image for Nurul.
312 reviews38 followers
December 23, 2019
Review lengkap : https://dailybooksread.wordpress.com/...

Oke pertama saya mau bahas dulu tentang alurnya. Alurnya itu maju-mundur tapi kebanyakan cerita tentang yang lalu-lalunya. Di awal itu lambat tapi makin kesini makin cepat dan awalnya saya bener-bener ngga expect apa-apa sama novel ini, jadi awal-awal baca ya ngalir aja.

Terus lanjut ke gaya penulisannya. Saya suka sama gaya penulisan kak Elsa yang asli diksinya bagus dan puitis tapi puitisnya ini ngga maksa, karna tulisannya yang kayak gitu jadi saya sebagai pembaca jadi bisa ngerasain emosi tokoh-tokohnya

Overall, saya suka ceritanya terutama diksinya. This is indeed a beautiful story but sad at the same time. Anyone should read this book karna buku ini underrated banget dan belum banyak yang tau padahal lumayan bagus untuk ukuran wattpadlit :((

Rate : 3.6/5
Profile Image for Lievadiar.
147 reviews16 followers
January 11, 2018
Judul : Unsent Letters
Penulis : Elcessaa
Penerbit : Grasindo
ISBN : 786023759620
Jumlah halaman : 389

Awalnya aku beli buku ini random abis. Nggak direkomen siapapun, nggak tau ceritanya kayak gimana, cuma tau ini terbitan Grasindo hasil comotan dari Wattpad dan langsung saja kumasukin list pas diskonan Goar bulan November lalu.

Dibuka dengan prolog oleh gadis yang namanya hanya berjarak 2 langkah dari sang mentari--Kejora. Kalau kamu punya puluhan lembar surat yang ditujukan untuk satu orang yang sama, apa yang akan kamu lakukan? Mengirim surat-surat itu kepadanya? Atau ... menyimpannya seorang diri sampai lembaran kertas itu menguning dan hanya menjadi kenanganmu bersamanya?

"Rasanya aku seperti membeku di masa lalu sementara kamu sudah bergerak jauh ke depan, meninggalkanku sendirian di belakang dengan jejak kaki dan kenangan yang mulai memudar."


Kejora sudah dewasa, sudah bukan gadis SMA berusia 17 tahun lagi sekarang. Namun kenangan itu membuatnya seolah terjebak di masa lalu, saat ia masih menjadi seorang Kejora si gadis SMA berusia 17 tahun. Kejora sedang mengelilingi Eropa, seorang diri. Ditemani setumpuk surat yang ditujukan untuk seseorang yang memiliki kenangan bersamanya dulu--Raffa. Di setiap tempat yang dia singgahi saat keliling Eropa, ia selalu menyempatkan menulis 1-2 surat untuk Raffa, menceritakan sedikit tentang lokasi yang ditapakinya kemudian berlanjut dengan flashback ke masa lalu, ketika mereka berdua masih saling mencintai. Dari awal mereka bertemu, membahas novel Paper Towns ditemani secangkir cokelat panas dengan ekstra marshmallow, hingga menuju masa kini. Itu semua berulang untuk surat-surat berikutnya (menggunakan alur maju-mundur-cantik).

Aku dibuat senyum-senyum sendiri saat Elsa menceritakan kisah awal-awal Kejora dan Raffa sampai saat mereka menjadi sepasang kekasih, saat mereka berbagi mimpi-mimpi mereka di masa depan. Tapi ketika salah satu dari mereka meraih mimpi itu, semua perlahan berubah. Karena setiap hubungan nggak akan selamanya berjalan baik-baik saja. Masalah demi masalah timbul dan aku mulai dibuat nyesek sama ini cerita.

"Namun meski waktu memaksa jutaan hal untuk berakhir, memori tidak pernah benar-benar pergi."


"Berjuang sendirian adalah hal yang jauh lebih buruk dari patah hati."


"Sometimes sorry is not enough."


Aku sebenernya kesel pake banget sama Kejora di masa lalu, kenapa dia bisa menganggap Raffa sebagai poros dari dunianya ketika Raffa seolah nggak menganggapnya begitu penting? Toh baru pacaran loh, bukannya yang kalian bakal bersama sampai maut memisahkan. Untungnya sih Kejora versi dewasa nggak sebego dulu. Dan Raffa itu bener-bener cowok egois. Tapi lagi-lagi aku dibuat maklum, oh ini emang menceritakan saat mereka masih abege, masih labil-labilnya si Raffa.

"Lo nahan dia tapi gak memberikan dia alasan untuk bertahan. Bego banget, kan?"


Aku agak takjub dengan novel ini. Berawal yang bener-bener nggak tau dan nggak berekspektasi apa-apa, sempet aku galau pas lagi baca, pas lagi greget-gregetnya. Ceki-ceki ke Goodreads dong, tapi bacanya yg review no-spoiler gitu. Eh pas nemu review yang ada spoiler bikin galau, mau dibuka apa nggak itu review, HAHA. Dan yeay aku menang dengan kegalauan itu, nggak aku buka sampe aku finish baca ini cerita #proudofme

Pokoknya aku bener-bener dibuai sama cerita ini. Kayak aku ngerasain gimana rasanya mengenang seseorang di masa lalu. Dan aku suka endingnya! Pas banget. Kalau banyak yang bilang ini sad ending ... tapi nggak buat aku. Ini ending terbaik yang dikasih Elsa untuk tokoh-tokoh ciptaannya. Thanks Elsa udah buat ending seperti ini :)

Recommend banget pokoknya! Suka sama karakterisasi, alur, dan diksi yang dibuat Elsa. Daebak!
1 review
December 27, 2017
"Banyak orang yang nggak tau gimana diri kita sebenarnya, tapi daripada repot-repot cari tahu, mereka lebih milih bertingkah seakan mereka memahami kita. Pada akhirnya, sosok yang mereka kira adalah kita akan menampar mereka keras di masa depan, karena kita yang sebenarnya jauh berbeda dari apa yang mereka harapkan." - halaman 68.

Senang rasanya ketika aku dapat memeluk Raffa dalam bentuk cetak. Dari awal cerita ini masih aku baca melalui aplikasi oranye sampai menjadi buku seperti ini, tanpa pernah bosan, aku selalu berulang membaca kisah remaja yang awalnya berjalan manis, namun berakhir dengan tragis, menurutku. Kisah remaja yang sebenarnya tidak saling benar-benar mengerti, saling meninggikan ego. Aku belajar banyak hal dari tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Kejora yang pemalu dan cenderung mengutamakan impian orang lain (dalam hal ini adalah Raffa) dan berusaha untuk mempertahankan hubungannya serta dengan senang hati membangun mimpi bersama Raffa dari 0, Raffa yang tidak pernah menyerah untuk menggapai impiannya, Noah yang selalu berusaha mengingatkan Kejora bahwa impiannya pun tak kalah penting, serta Karel, Klana, dan Adrian yang selalu mengingatkan sahabat mereka--Raffa--ketika Raffa kehilangan arah.

Seperti yang sudah Kak Elsa sampaikan di dalam cerita ini--di mana Raffa berkata bahwa Kejora adalah bintang yang paling terang yang menuntunnya untuk menggapai impian--dan bagiku, tokoh-tokoh dalam cerita ini adalah bintang yang paling terang dalam menuntunku untuk belajar banyak hal dari segala konflik yang terjadi di dalam cerita tersebut.

Satu hal, dari cerita ini aku belajar bahwa kehilangan tidak akan selalu berdampak buruk. Melepaskan seseorang tidak akan selalu menimbulkan penyesalan. Sebab dengan melepaskan, segala pertanyaan yang tidak terjawab pun akan terjawab.

So, I love this story so damn much!
Profile Image for Laura Yuwi.
213 reviews16 followers
June 25, 2024
"𝑇𝑒𝑡𝑎𝑝 𝑗𝑎𝑑𝑖 𝐿𝑢𝑐𝑖𝑙𝑙𝑖𝑎 𝐾𝑒𝑗𝑜𝑟𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖𝑛𝑎𝑟. 𝐼𝑛𝑑𝑒𝑝𝑒𝑛𝑑𝑒𝑛. 𝐵𝑖𝑠𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑑𝑖𝑟𝑖 𝑠𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖 𝑡𝑎𝑛𝑝𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑙𝑢 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑑𝑖𝑑𝑎𝑚𝑝𝑖𝑛𝑔𝑖. 𝐽𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑏𝑖𝑎𝑟𝑘𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑙 𝑏𝑢𝑟𝑢𝑘 𝑎𝑝𝑎 𝑝𝑢𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑘𝑖𝑡𝑎 𝑚𝑒𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑟𝑢ℎ𝑖 𝑘𝑒ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑚𝑢." --Hal. 169 (Raffa)

"𝐼𝑦𝑎, 𝐸𝑖𝑛𝑠𝑡𝑒𝑖𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑎ℎ 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔, 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔-𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑛𝑔𝑔𝑎𝑘 𝑗𝑢𝑗𝑢𝑟 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑙𝑜 𝑡𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 ℎ𝑎𝑙-ℎ𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑐𝑖𝑙, 𝑛𝑔𝑔𝑎𝑘 𝑙𝑎𝑦𝑎𝑘 𝑙𝑜 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑎𝑦𝑎𝑖𝑛, 𝑎𝑝𝑎 𝑙𝑎𝑔𝑖 𝑏𝑢𝑎𝑡 ℎ𝑎𝑙-ℎ𝑎𝑙 𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟."  --Hal. 235 (Noah)

Hayoo kamu team Noah atau team Raffa?
Mereka ini 2 tipe yg berbeda. Noah sahabat kecil Kejora tipe cowok pintar yang gila belajar namun menyukai Kejora dalam diam, gak berani tunjukkin sedangkan Raffa tipe cowo bad boy, suka ngegombal, nilai pelajarannya jelek, suka telat atau bolos, tapi terlihat berani untuk mendekati Kejora tanpa ba bi bu be bo. Tapii kalau disuruh milih aku sih team Noah.

Berkisah tentang Lucillia Kejora yg belom moveon dan surat² yg dia tulis utk Raffa tapi gak dikirim². Di buku ini, Kejora gak cuma tulis surat ,tapi dia juga menceritakan masa² awal perkenalannya dgn Raffa, masa² pendekatan, masa² kebersamaan mereka, konflik yg mereka hadapi, dsb, seperti sedang mengenang masa lalu.

Manisss, itulah kesan pertama aku baca Novel ini. Tapi sebenernya baca Novel ini campur aduk, karna ternyataa gak melulu yg manis² guys, ada juga part sedihnya, dan itu gak sedikit. Bagaimana Kejora menghadapi konflik yg tergolong berat. Menurutku Novel ini tidak menitikberatkan pada romance-nya Kejora dengan sang pacar melainkan lebih ke konflik yg mereka harus hadapi, justru malah romance-nya light sih.  Cerita ini pakai POV 1 (Kejora), friends to lovers. Ceritanya mengalir, enteng and of course tidak menimbulkan kebosanan, jujur aku sangat menikmati waktuku dalam membaca Novel ini. Bener² di luar ekspektasiku.
Profile Image for Elisabeth Beatrice.
161 reviews8 followers
May 9, 2018
Rate: ⭐⭐⭐⭐ (4/5)


Final Review~

“Setiap gue melihat bintang yang bersinar terang di langit, gue akan menyelipkan doa dalam keheningan malam agar kamu bahagia.” – Pg. 380

Aseliiii pas selesai baca ini di Gramedia Digital aku gemes bangeeet bangeeet bangeeet…... Bawaannya pengen uyel-uyel si Kejora sama Raffa. Dua-duanya tuh ampun deh. Yang satu gak mau mengungkapkan apa yang ada di pikirannya sampe-sampe itu kayak bom waktu yang siap meledak. Sementara yang satunya lagi sama bingungnya, alhasil bukannya ngasih tau yang sebenernya, malah kebohongan yang keluar. Hanya saja aku salut sama Kejora yang pada awalnya mau berjuang dan nggak mudah menyerah. Aku juga jatuh sayang pada sikap Raffa sebelum negara api menyerang.

Aku memang belum pernah baca cerita ini di dunia oren sebelumnya jadi nggak tahu apa bedanya versi dunia oren dengan versi cetaknya ini. Mungkin reaksi awal bakalan sama deh. Hahaha

Overall, aku suka bacanya, walaupun ya itu gemes dan gregetan abis sama Kejora dan Raffa. Super sukaaaa sama Noah & personil band Constant Star yang lain. Mereka tuh bener-bener sahabat yang baik banget. Kisah khas anak sekolah sebenarnya tapi mampu membuatku sedih dan gemes disaat bersamaan.
*eniwei kata kunci di sini adalah gemes jadi mohon maklum kalau diulang-ulang mulu*


#BookReview #WNRC2018 #IRRC2018 #BOMC2018
Profile Image for Zelie.
Author 2 books13 followers
August 4, 2019
#UdahBaca Unsent Letter

Sejujurnya saya suka banget sama cara bercerita penulisnya, bener-bener bikin saya menghayati alur cerita.

Sayangnya, ada beberapa hal yang ganggu buat saya. Akan sedikit spoiler tp gak memengaruhi cerita, jadi mohon dimaklumi.

Pertama, cita-cita Kejora untuk jadi dokter karena ingin berbakti bagi negara tercinta.
Tapi dia ambil kuliahnya di London, saudara-saudari 😱

Lalu kedua, epilog dan bonus chapternya menurut saya jadi antiklimaks abis. Saya yang udah terhanyut dan bersimpati malah jadi gak bisa berenti memaki semua tokoh yang terlibat.

Ibaratnya nih, perjalanan baca saya diukur dengan skala 10 seperti ini untuk 400an halaman buku

awal baca 50 halaman pertama > oh nice *manggut-manggut* (nilai: 5/10)

sekitar 50 halaman berikutnya > awwww awww aww sweet amat sih *senyum-senyum gak jelas* (nilai: 7/10)

sekitar 100halaman kemudian > mulai bosen *nguap tp penasaran* (nilai: 6/10)

sekitar 100halaman kemudian > konflik makin berasa tapi lebih ke kesel *skimming* (nilai: 7/10)

mendekati ending > trenyuh luar biasa, mata berkaca-kaca *tarik napas* (nilai: 9/10)

epilogue > uhm, okay? gak penting-penting amat sih sebenernya, dan kok nih orang dua malesin amat (nilai: 7/10)

bonus chapter > NGAPAIN SIH ASTAGAH BOCAH BENER KALIAN SEMUA (nilai: 4/10)
24 reviews1 follower
December 18, 2017
Aku suka sama cerita ini...
Awal aku tau novel ini yaitu dari wattpad. Aku sempet baca beberapa bab trs aku ketagihan sama cerita ini. Dan setelah aku beli bukunya. Novel ini nggak mengecewakan sama sekali, walaupun kalau menurutku ending dinovel ini harus sedikit diperjelas. Well, aku benci sama Raffa. Setelah baca beberapa bab aku jadi kesel sendiri sama Raffa. Dia itu egois pake bgt. Secara keseluruhan aku suka bgt sama ide cerita di novel ini. Tentang kenangan, masa lalu, dan juga cinta pertama. Novel ini termasuk salah satu novel teenfiction kesukaanku. Karena belakangan ini banyak bgt novel tenfeection yg tema2nya itu2 aja. Novel ini punya tema yg berbeda dari novel teenfict lainya..
Aku sangat menikmati buku ini..
Profile Image for Ana  Fitriana.
160 reviews32 followers
August 19, 2017
3,8*

*Warning!!!! penuh spoiler. Yang nggak kuat. skip aja.* 😊😊



Berapa banyak sih kisah cinta di smu yg berakhir happy ending?
Jawabannya ada, tapi nggak banyak. Karena biasanya setelah lulus, kuliah, godaan qaqa senior yg uunnchh pasti bertebaran. Masuk dunia kerja, hambatannya bisa lebih kencenh lagi. Jadi, kalo pasangan bs bertahan dari masih jadi dedek emesh sampai menikah dan beranak pinak, itu huebaattt.

Sayangnya itu nggak terjadi pada Kejora dan Raffael. Awalnya, kisah mereka memang terlalu manis dan sempurna sampai2 aku merasa mereka bagai Ani dan Rhoma saking cocoknya. Namun, yg terlihat sempurna bkn berarti tak bisa retak. Dan bisa ditebak, cobaan itu datang saat Raffa, meraih mimpinya menjadi penyanyi terkenal.

Untuk novel perdana, bagi aku Elssa meramunya dengan kejteh. Dialognya nggak kaku, narasinya aku sukaaa. Entahlah, nggak maksa harus puitis aja kata aku, tapi enak dibaca. Kan banyak tuh penulis yg maksa menulis puitis mendayu-dayu yg jatohnya malah bikin pusing kepala yg baca. tapi Elssa meramunya dengan pas (kata aku loh ya tapiii😝).

Tapiii, ada 1 atau 2 scene aku ngerasa ini kek bukan kisah cinta anak smu. Terlalu dewasa (atau terlalu ftv) kata aku. Itu saat-saat hubungan mereka pada zona abu-abu. Komunikasi yg kurang, susah ketemu, juga dg hadirnya Marlene di antara mereka. Saat Raffa, terlalu jauh berubah. Kejora yg terlalu takut kehilangan Raffa seakan menjelma menjadi istri-istri pasrah di film hidayah, yang nggak papa lakinya ngelakuin kesalahan, asal abis itu bilang "aku minta maaf" maka semua balik damai sentosa lagi. Tapi itu kan hubungan rumah tangga yaa, nah ini kisah anak smu, jadi aku ngerasa geli geli gimanaaa gt😁.

Bagi yang udah baca di wattpad, endingnya ttp sama hanya ditambahin 1 bonus part. Tapi meski sedikiiittt menyayangkan nggak ada perubahan ending, aku ngerasa ini ending yg pas kok. Karena agak maksa kan setelah 6 th nggak ketemu, trus datang2 langsung nikung, ngerusuh di pernikahan mantan. ih bang Raffa nggak keren lagi duoongg kalo kayak gitu. Biarin aja ya bang Raffa, banyak2 sedekah aja, kali aja kisah abang dan Kejora bisa jadi kek Berbi Romeo dan Meisya Siregar. Kutunggu jandamu lalu hepi ending (ini kenapa jadi ngacooo😂😂).

so... makasi Elcessa, untuk membagi cerita ttg 22 surat Kejora. 😊 Kk tunggu karya kamu berikutnya 😘😘😘
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
January 30, 2018
Cara membaca ini jarang saya terapkan--terakhir di P.S. I Still Love You--dan baru kali ini saya lakukan lagi. Saya memulainya dari awal seperti biasanya sampai seperempatnya, lalu lompat ke seperempat akhir, dan sisanya membaca setengah di bagian tengah untuk mengisi detail-detailnya. Ini saya lakukan karena jumlah halamannya yang panjang (this book is seriously thick like, how come???) dan formatnya yang epistolari.

Keunggulan cerita ini terletak pada diksinya. Halus, merdu, mengingatkan saya akan tren serupa yang pernah dibawa Gagas Media ketika kata galau menyamai kepopuleran kata baper. Tidak hanya narasinya, percakapannya yang mengalir pun mengimbangi. Penulis tahu caranya memainkan kata yang memancing emosi dan keinginan untuk mengutip.

Selain itu, dinamika antartokohnya menyenangkan untuk diikuti. Mungkin ini dipengaruhi diksinya yang menghanyutkan juga. Kita tahu Raffa punya cita-cita tinggi, tapi dia juga labil. Kita tahu Kejora sangat menghargai perasaannya pada Raffa bahkan ketika dia ditinggalkan. Kita juga tahu Noah menyayangi Kejora. Kisah mereka berkelindan dengan baik, dan akhirnya terasa natural--bukan semata suruhan penulis agar kisahnya terlihat makin baper dan angsty.

Hubungan Raffa-Kejora dibangun pelan-pelan dan teratur. Manis pula. Seandainya beberapa hal penting dalam perjalanan cinta mereka belum saya temukan di buku lain, saya akan lebih menikmatinya. Diskusi buku Paper Towns terasa seperti diskusi buku antara Hazel dan Augustus di TFiOS. Marshmallow di atas secangkir cokelat panas yang sudah banyak ditemukan di novel sejenis. CD mixtape (mengingatkan saya akan The Second Best-nya Morra Quatro). Tentu saja itu semua tidak salah, hanya masalah selera.

Lalu, buku ini tebal untuk ukuran romance teenfic. Dan...

dari 400 halaman, saya sering sekali menemukan kalimat 'manik coklat.'

dari 400 halaman, saya hanya melihat alur yang berhubungan dengan cerita cinta Kejora saja, seakan tidak ada subplot.

dari 400 halaman, emosi yang sama muncul berkali-kali--oke, kami tahu kamu galau, Kejora. Kamu belum bisa maju dan melupakan masa lalu. Luka itu masih ada. Kami tahu, dan kami mengerti. Jadi bisakah kamu cerita yang lain saja?--dan itulah yang menurut saya menjadi kelebihan dan kekurangan format surat. Sylvia's Letters dari Miranda Malonka juga epistolari, tapi saya tak bosan membacanya karena dia juga membahas hal lain di luar kekagumannya dengan gebetannya (suratnya juga tidak dikirim). Oh, dan kami sudah tahu mata Raffa berwarna coklat, tapi terima kasih telah mengingatkan.

Surat-surat Kejora memang terasa sangat pribadi. Emosinya tumpah ruah ke sana. Namun ketika surat-surat itu dibundel dan dijadikan novel, jika tidak ada hal menarik lain yang dibahas, cerita dan semua kebaperan itu bisa berpotensi membosankan--setidaknya untuk saya.

Kata yang saya tangkap kurang tepat atau saltik hanya sedikit, dan itu pun karena sisa kalimatnya sudah terangkai dengan baik terutama bahasa Inggrisnya, jadi yang keliru bisa langsung terlihat. Seperti Colleseum (harusnya Colosseum) dan 'can be replace' (harusnya 'can be replaced').

Saya berharap jika nanti berjodoh dengan karya penulis selanjutnya, saya akan menemukan cerita dengan subplot yang melengkapi alur utama dan halaman yang lebih ringkas dan padat, tapi tetap dipenuhi emosi dari kata-kata yang sama indahnya. Kedengaran muluk, tapi saya yakin karena buku ini menunjukkan penulis sedang dalam perjalanan menuju ke sana.
Profile Image for Northe Made.
34 reviews1 follower
September 16, 2020
Aku benci sad ending. Tapi kalo harus menilai secara objektif, Ya Tuhan, ini bagus banget. Premisnya mungkin sederhana, tapi eksekusinya bener2 berhasil ngiris-ngiris hati. Di sini, deskripsi perasaan disampaikan dengan cara showing, nggak berlebihan, tepat bahkan, tapi langsung menghantam di sisi yang tepat.

Masalah anak-anak remaja, kelihatan spele, padahal kalau mau menilik sampai jauh ke dalam hal perasaan, hal ini sebenarnya berat banget. Yang masih bikin aku kesel setelah baca cerita ini—yang mana mengindikasikan kalau penulisnya sangat-sangat berhasil—Kejora ternyata sampai akhir pun masih sama kejamnya ke Noah. Aku pikir akan ada sedikit aja perubahan. Yah, sayang banget emang. Kasihan Noah kan. Tapi lagi-lagi perasaan kesel ini malah cuma nunjukin kalau penulisnya berhasil. Itulah ego manusia, kadang kita nggak.

Hatiku bener-bener remuk bacanya. Makasih buat emosi yang menakjubkan ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for nurul p.
6 reviews
December 28, 2019
”Jangan anggap remeh, Kejora. Gue punya motivasi.”
”Oh, ya? Apa?”
”Lo.”

Sebenernya baca cerita ini dari pas masih on-going di Wattpad sekitar 2016 mungkin? terus, karena agak lupa sama jalan ceritanya dan lagi pengen yang sedih-sedih akhirnya aku baca ulang.

aku suka sama cerita ini, salah satu novel dari Wattpad yang aku suka. cuma pas baca ulang, aku merasa tokoh Kejora di sini naif banget (iya, bahkan Kejora sendiri ngerasa dia naif) tapi yang bikin aku agak gimana gitu pas baca di akhir-akhir. I mean, Kejora tau dia belum sepenuhnya ngilangin rasa buat Raffa, terus kenapa mau nikah sama Noah? apalagi pas di bonus chapter pas Raffa datang ke pernikahan mereka itu maaf agak childish and I think Noah deserves someone better😭😭😭

tapi pas adegan Kejora sama Raffa putus yang sampai Kejora teriak ngeluarin semuanya itu bikin nangis kejer sih.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Sylvia.
Author 10 books72 followers
June 10, 2022
Ceritanya dibuat dalam bentuk surat. Namun kita masih bisa menikmati kisah yang disampaikan melalui tulisan Kejora. Di dalamnya mengalir kisah masa SMA dan cowok impian yang masih sangat disayanginya itu.

Ya, isinya memang seperti meratapi berakhirnya kisah mereka, tapi toh yang namanya perasaan gak bisa bohong. Kalo hati patah ya memang sedih, dan dari surat2nya kebaca banget bagaimana Kejora masih berharap, lagi, dan lagi. Pengulangan pertanyaan yang sama 'kenapa', 'apakah masih bisa?', dan sebagainya.

Banyak cara orang lakukan untuk menyembuhkan patah hatinya, dan cara Kejora untuk move on adalah dengan mengenang sekali lagi kisahnya, lalu menutup dengan manis.

Terlihat bagaimana waktu dan pengalaman mendewasakan manusia yang memang ingin berubah menjadi lebih dewasa. Suka banget dengan konsep ceritanya, dan gak heran sih kalau banyak yang suka. Karena relatable banget.
8 reviews
May 8, 2025
Sejauh gue membaca novel-novel Wattpad, Unsent Letters ini jadi salah satu favorit gue. Dimulai dari idea-nya yang unik yaitu nu7lis surat buat mantannya, buat mengenang sekali lagi apa yang pernah mereka alamin dulu, dan memvalidasi kalo apa yang mereka punya dulu itu nyata.

Penbokohan karakter di sini gue juga suka banget. Mulai dari Kejora, Raffa, Noah, sampe ke temen-temennya Raffa kayak Karel, Klana, Adrian, bahkan Marlene.

Makin ke belakang agak ngebosenin sih jujur, jadi rada skimming di part-part belakang. Tapi ending-nya... Ya... Oke lah.

Yang paling gue suka adalah, semjua nyang dilakukan karakter di sini tuh penuh motivasi gitu lo. Nggak ada yang kayak "Loh kok tiba-tiba dia gitu sih?" Nggak. Ada sebab akibat lah istilahnya. Bagus.

Profile Image for literaryexist.
37 reviews1 follower
August 23, 2019
Buku pertama yang saya baca di wattpad sekitar tahun 2016-an. Saya langsung dibuat jatuh hati dengan karakter yang diciptakan, seorang Raffael Leonardi dan Lucilia Kejora. Saya dibuat jatuh hati dengan kata-kata yang indah dari sekian banyak kata, tapi tidak terkesan cheesy. Kemudian kemarin saya lihat versi digitalnya telah tersedia di iPusnas, saya baca lagi untuk kesekian kalinya, masih juga tidak bosan. Karena saya memang se sayang itu dengan dua karakter manusia ini. Rafa dan Kejora. Sayang akhir cerita tidak menjelaskan lebih lanjut hubungan Kejora dan Rafa saat pertama kali bertemu, setelah sekian tahun tidak bertemu.
Profile Image for Nightshade Nightshade.
1 review
January 3, 2018
Aku suka banget sama buku ini. Sebenarnya alasan pertengkaran mereka sederhana dan cukup umum, tapi Elsa menggambarkannya detail dan sangat menyakitkan.
Yang saya tidak suka dari buku ini, Raffa seksis. Seperti misalnya saat Raffa meminjam iPod Kejora dan berkata selera musiknya sangat perempuan.
Secara keseluruhan, buku ini bagus, tapi menyakitkan. Salah satu buku kisah percintaan remaja yang tidak bikin muntah.
Profile Image for George Bry.
1 review
March 13, 2018
This novel is pretty nice in my opinion. With emotional contents especially at the end of the story. However, I'm pretty uncomfortable with many mix of English and Bahasa Indonesia words inside the novel. Which can be confusing to some readers as it would be harder to understand the story. But other than that, this novel is awesome! I recommend to buy it if you see this novel in your nearest bookstores.
Profile Image for Ellina Ariesta Saputri.
12 reviews1 follower
May 3, 2024
Selalu ada buku yang ingin kita baca ulang setelah sekian lama waktu berlalu. Dan Unsent Letters, adalah buku yang aku maksud. Gaya bahasanya ringan, bisa dibaca santai, dan cukup menghibur serta membawaku kembali bernostalgia atas masa-masa sekolah dulu. Ini memang bukan favoritku, tapi novel ini berhasil mewakili pengalamanku di dunia nyata, wkwkwk. Jadi ya memang ada unsur subjektivitas disini 😂 terlepas dari itu, bukunya layak untuk dibaca untuk penyuka romansa anak sekolahan 👌🏻
4 reviews5 followers
October 11, 2019
Kisah Kejora yang pasti membuat penasaran, hebatnya Noah yang bisa menunggu waktu yang tepat, bodohnya seorang Pria seperti Raffa yang tidak menyadari saat dia meraih satu bintang dia kehilangan bintang lainnya yang lebih berharga..
In the end, we will choose someone who will protect and make us happy.
Profile Image for Ade Arie.
10 reviews3 followers
August 30, 2020
Ketika sudut pandang awal selalu ngerasa Raffa itu the bad guy. Tapi diakhir aku mulai mengerti kalau ini adalah jalannya aja gitu. Menurutku ini akhir cerita yang paling relatable. Banyak insight yang baru buat aku.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for s. aghni.
8 reviews
May 31, 2022
buku ini ngajarin kita kalo pacaran lama belum tentu jodoh:( dari awal aku emang dukung noah sih HEHEHEH, BTW NOAH SABAARRR BANGEEETTT🥲🥲🥲

buat kalian yang mau bacaan santai, baca ini dehhh. endingnya juga gak memaksa gituuu, keren keren👍🏻
This entire review has been hidden because of spoilers.
1 review
September 23, 2023
Selalu inget sama kata kata dari suratnya Kejora "dari bintang yang jaraknya dua langkah dari mentari, Kejora". Gosh. I dare to say that this is the best novel I've ever read. Mau reread berapa kali juga masih sama feelingnya.
Profile Image for Agnes.
37 reviews
February 1, 2021
Have been following the author for updates on Wattpad since the beginning. Read this if you have the need to cry. Great read, totally recommend.
14 reviews
June 5, 2021
v v v cliché. Ending was rlly predictable, I literally had a fase where I hated everyone cuz they were all being dumb and an ass. But it’s readable if ur bored n wanted a typical teen romance.
Profile Image for Imeralrs.
62 reviews2 followers
January 5, 2023
SUMPAHHHH NIH BUKU UDH I BACA 3 tetep aja bikin nangos😭😭😭😭😭😭😭😭
Profile Image for 沈沈.
738 reviews
July 1, 2021
Some things are better left unsaid itu memang enggak selalu benar. Seperti cerita di dalam buku ini. Semuanya akan menjadi jelas dan mungkin saja akan berakhir bahagia kalau bisa saling terbuka. Karakternya juga sederhana tapi kuat dan konsisten.
Profile Image for Al.
71 reviews
June 10, 2022
Judul bukunya Unsent Letter. Waktu aku ke Gramedia Madiun 2017 berasa nemuin hidden gem pas keliling di bagian rak fiksi. Cerita yang sempat aku baca di wattpad ini bikin jatuh hati karena narasinya ngalir banget tapi belum tuntas kubaca karena udah diterbitkan. Akhirnya aku nemu di Gramedia.

Meski sempat bimbang, akhirnya aku tetep sat-set check-out dan ga pernah nyesel sama sekali pernah beli Unsent Letter. Buku ini selalu berhasil bikin nangis, terharu sama sikap Noah, sangat appreciate sama keputusan tegas Lucil, dan selalu berhasil buat aku maki Raffa, "Buset dehh Raf kok ogeb dipelihara sihh,"_ wkwk.

Aku bener-bener bisa ngerasain perasaan Lucilia Kejora, persis seperti permintaannya di Trevi Fountain Roma :")

Novel ini jadi salah satu dari jajaran novel dengan ending paling realistis yang pernah kubaca. Duhh lagi dan lagi jadi bacaan yang berhasil buat aku jatuh cinta sama Roma dan pengin banget kesana (entah kapan tapi hahaha).

Soal ending realistis banget, sepanjang baca bakalan ikutan menggalau keliling Eropa bareng Lucilia Kejora sambil Flashback. Ahh iyaaa yang bilang move on itu gampang yaa silakan aja. Tapi bagi Lucil, dan bagiku (bawa-bawa perasaan pribadi haha) move on sulit banget jadi sedikit banyak aku relate sama apa yang dirasakan Lucil.

Novel yang buat mood jadi good mood meskipun vibes baca ini mendung karena galau.
Profile Image for Najmy Hanifah.
14 reviews
October 2, 2017
Judul : Unsent letters
Penulis : @elcessaa
Penerbit : @grasindo_id
ISBN : 786023759620
Jumlah halaman : 389
Cetakan : petama.
.
. "Waktu mungkin hilang dan berganti, tetapi kenangan tidak,"
.
.
Sebelumnya aku minta maag karena lupa mengenalkan seseorang ke kalian, jadi ku kenalkan kepada kejora, seorang perempuan lugu, dengan paras yang kalau saya bayangkan sangat cantik, dan juga ia adalah orang yang tidak pintar menyembunyikan perasaannya dari sahabatnya Noah. .
.
Dan ku kenalkan pada seseorang yang baginya hidupnya hanya untuk musik, musik, dan musik. Itu adalah passsionnya, hidupnya dan tujuannya. .
.
Dan ku kenalkan lagi pada seseorang yang seperti kasat mata bagiku, yaitu Noah, seorang yang sepertinya pintar sekali menyembunyikan perasaannya, cerdas, dan sepertinya cocok jadi agen FBI karena dia selalu bisa menampar kedua tokoh tersebut. .
.
Seperti kata kata di atas waktu, dan kenangan, semua di tulis dengan indah, seperti ceritanya semuannya mengajariku banyak hal, banyak sekali. Sampai aku tak bisa membedakan apakah cerita ini benar adannya di dunia ini atau hanya sebuah karangan kecil dari kak elsa
.
.
"Dari bintang yang jaraknya dua langkah dari sang mentari".
.
Profile Image for Martha.
10 reviews
July 12, 2019
Awal baca masih di wattpad, sampe ada bentuk cetaknya nggak mau ketinggalan. Bersyukur banget nggak ada yang berubah dari kedua versi. Suka banget dari awal sampe akhir. Apalagi ceritanya disampaikan dalam bentuk surat dan isinya flashback. Nggak berat juga kata-katanya jadi kebawa terus tiap baca. Cepat sampai tamat.

Aku #teamnoah garis keras. Sejak halaman pertama. Sebel banget sama kejora yang masih membagi ruang hatinya sampe akhir. Nggak adil buat noah. Tapi aku ngerti apa yang kejora rasain. Tapi aku nggak bisa terima sama yang kejora lakuin :(

Kutipan favorit dari Unsent Letters:
"Your life is your own constellation of rhythm."
"Berjuang sendirian adalah hal yang jauh lebih buruk dari patah hati."
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 30 of 33 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.