Alexandra tak pernah mengira mengikuti panggilan Tuhan ternyata tidaklah semudah yang dibayangkan. Begitu banyak halangan yang menghadang. Sejak mengikuti retret panggilan, hidup Alexandra tidak lagi sama. Menjalani hidup sebagai biarawati, yang selama ini tidak pernah masuk ke daftar cita-citanya, mulai mengusik benaknya. Alexandra tahu, menerima panggilan itu berarti juga harus siap dengan segala konsekuensinya. Meninggalkan rumah, karier, sahabat, termasuk kehidupan serbanyaman yang selama ini dijalaninya. Namun gadis itu yakin, ia pasti bisa. Sampai ia menemukan tembok penghalang itu! Rintangan yang hampir menjungkirbalikkan imannya. Meragukan panggilannya. Benarkah Tuhan sungguh memanggilnya?
Mya Ye, dokter gigi yang mencintai dunia tulis-menulis, memilih menghentikan praktiknya sementara untuk menuntut ilmu lagi di Mass Communication, London School of Public Relation. Jerawat? Gue Banget!!! ini adalah novel pertamanya yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama. Karya-karyanya sebelumnya adalah Luv Me, Princess (Katakita, 2005), Cinta, Aku Harus Bagaimana? (Grasindo, 2006), dan cerpen-cerpen yang dimuat di beberapa majalah---Kisah Sebuah Buku Harian (Cinta, 2004), Topeng (Femina, 2008), Kartu Kredit (Hidup, 2008), dan Cita-Cita Ica (Hidup, 2008).
Bagaimana jika kamu merasa bahwa kamu menerima Panggilan Tuhan untuk hidup membiara?
Buku ini berisi pergumulan seorang bernama Alexa yang merasa bahwa Tuhan memanggilnya untuk menjadi biarawati
Namun usaha demi usaha agar diterima masuk Biara di kota Malang, malah malang nasib yang diterimanya, sebuah penolakan
Alasannya karena dia terlalu perfectionist dan intelejensinya terlalu tinggi, semua dilihat secara logika dan dia bukan orang yang suka dikekang
Dia wanita yang pantang menyerah, dibalik penolakan dia berusaha merubah dirinya, sikapnya untuk menjadi lebih rendah hati.
Apakah Alexa berhasil menjadi biarawati? Silahkan baca sendiri...
Buku ini mungkin bisa menjadi alat refleksi bagi kita, tidak terbatas bagi umat Katolik saja, tapi untuk kita semua, yang dalam hidup terkadang merasa sudah yakin bahwa ini adalah panggilan hidup kita, memaksakan diri dan bukan memberi hidup pada Tuhan untuk diatur-Nya
Waktu Tuhan baik dan tepat, jalan-jalanNya tak terselami, apalah kita ini? Manusia yang lemah, selayaknyalah kita teguh berpegang pada KasihNya
Saya merasa membaca novel ini seperti membaca perjalanan iman seseorang. Berlatar religi Katolik yang kental, lebih mungkin jika ini adalah pengalaman pribadi yang nyata dari seseorang yang menjawab panggilan hidup menjadi biarawati. Novelnya cukup singkat namun cukup bermakna. Saya tahu mungkin novel ini sebenarnya bukan jenis yang biasa di genre Amore namun saya menikmatinya dan menghargai pengalaman yang ingin dibagi melalui novel ini.
Novel yang membuka wawasan saya soal menjadi seorang biarawati. Novel yang memiliki alur yang cukup cepat secara tudak lebih dari 200 halaman. Lumayan tidak ketebak antara blurb dan endingnya. Meski saya cukup bisa menebak ending si cowok bakal kayak gimana. Heheh over all bagus aja sih
Buku ini keren banget! Bisa jadi bangan refleksi dan renungan bagi kita bahwa Tuhan selalu ada di setiap peristiwa & waktu. Hanya waktu-Nya lah yg akan bekerja, sehingga kita tidak perlu khawatir & gelisah. Semua yang terjadi saat ini adalah yg Dia kehendaki. Berkah dalem.