Jump to ratings and reviews
Rate this book

Seorang Laki-Laki yang Keluar dari Rumah

Rate this book
"Anda bisa membaca novel ini dari setiap bab bernomor ganjil sampai tuntas, baru kemudian membaca bab genap; atau membaca novel ini sebagaimana lazimnya, dari awal sampai akhir; atau tidak membacanya sama sekali. Dan itulah golongan orang-orang yang merugi."

Tokoh-tokoh yang ada dalam cerita ini sedang meniti jalan tanda. Dari bisikan alam yang lirih, hingga hentakan perasaan kepada sesama yang menderu liris. Dari senyum tipis nan ayu, hingga cinta lama yang membelenggu.

Sebuah usaha yang mengantarkan mereka berlutut di hadapan karunia Tuhan yang menyilaukan hati: welas asih.

348 pages, Paperback

First published August 25, 2017

32 people are currently reading
310 people want to read

About the author

Puthut EA

68 books237 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
58 (24%)
4 stars
114 (47%)
3 stars
53 (21%)
2 stars
13 (5%)
1 star
3 (1%)
Displaying 1 - 30 of 44 reviews
Profile Image for Melati Tegugur.
76 reviews4 followers
January 29, 2019
4.5

Seperti yang tertulis di belakang buku. Kamu bisa memulai buku ini dari bab ganjil sampai tuntas, kemudian baru bab genap. Atau, membaca berurutan seperti biasa. Tapi aku sarankan, kalau kalian ingin membaca buku ini, ikutilah saran pertama. Membaca dengan gaya seperti itu tidak akan menyesatkan.
.
Di bab ganjil kalian akan menemukan hal-hal yg ganjil. Kejadian-kejadian yg sepertinya di luar akal sehat tapi itu terjadi kepada tokoh utama kita ini, sebut saja aku. Dia selalu mendapatkan pesan-pesan ganjil dari sahabatnya yg mengharuskannya untuk keluar dari rumah dan bertualang. Entah apa tujuannya, tapi dari keganjilan di bab ganjil tersebut akan tergenapkan di bab genap. Benar-benar tergenapkan.
.
Awalnya aku agak bingung, karena di bab genap suasananya berubah, tokoh utama kita, tiba-tiba bukan aku lagi. Ternyata inilah cara penulis untuk menggenapkan yang ganjil di bab ganjil tersebut. Penulis menghadirkan sudut pandang baru utk membantu aku menggenapkan dirinya yg masih ganjil.
.
Di bab ganjil pun terasa agak berat, tema-tema politik menjadi obrolan yg hampir memenuhi bab ini. Sedangkan di bab genap, hanya menghadirkan perasaan-perasaan yg minta diselesaikan.
.
Cerdas, bagaimana penulis menyelesaikan masalah aku di sini, urusan di masa lalu yg belum selesai akan membawa dampak di masa depan, seperti bom waktu. Maka dari itu, segeralah selesaikan urusan dengan orang2 di masa lalu agar tak ada bom waktu yg harus meledak.
Ada beberapa hal yang masih belum aku mengerti, kenapa sahabatnya meminta aku untuk melaksanakan sebuah perjalanan, atas tujuan apa? Dan apakah sahabatnya itu benar-benar ada?
.
Kalian penasaran? Sama, aku juga.
Profile Image for Farakh Nasida.
9 reviews
September 23, 2017
Agak terkejut ketika mendapati diriku memilih buku ini begitu saja di stan Dema awal September lalu. Lebih terkejut lagi saat saya merasa harus mendapatkan buku-buku semacam ini, lagi dan lagi.

Awalnya saya ragu, hendak menuntaskannya dengan "lurus" atau mengikuti sarannya dengan membaca dulu bab-bab ganjil. Saya memilih yang kedua.

Sebuah novel yang mengisahkan pengembaraan tokoh Aku, yang seingat saya tak disebutkan namanya dalam bab ganjil, menyelami kebingungan akan dirinya. Saya begitu menikmati bab-bab ganjil yang saya lahap hanya dalam beberapa jam. Tak begitu menguras emosi, namun tetap tak kehilangan nafasnya.

Kejutan berikutnya datang dari bab genap. Sebuah perjalanan mengumpulkan fragmen-fragmen yang tiba-tiba saja mencul kembali yang mengatasnamakan diri sebagai luka.
Profile Image for Maulida Azizah.
2 reviews1 follower
November 24, 2017
Tadinya mau kasih rating 5. Tapi untuk saat ini, saya sudah sulit merasa terpuaskan saat baca novel. Mau kasih rating 3, sebab karya Phutut EA yang paling berkesan dan membekas pada sanubari saya adalah "Cinta Tidak Pernah Tepat Waktu" yang saya baca di mana saya memang dalam masa mencintai orang tidak di waktu yang tepat :p

Akan tetapi, saat membaca novel ini, saya merasa core cerita karya Phutut EA disini, tidak begitu bedalah dari karya Phutut EA yang tidak tepat waktu itu. Selalu, selalu kisah seorang lelaki yang kemudian bertemu cinta di masa lalunya yang tidak tuntas. Bedanya, kalau yang di Cinta Tak Pernah Tepat Waktu, si tokoh belum menikah. Di buku ini, semua sudah memiliki keluarga. Istri/suami maupun anak. Setidaknya belajar sedikit realita dari yang namanya cinta ataupun soal pernikahan.

Akan tetapi, serpihan-serpihan bab ini tidak secara lugas menuju inti yang kumaksud. Banyak sisipan-sisipan yang kusukai, sebab secara kebetulan saya bekerja di bidang tidak jauh-jauh dengan bahasan itu. Obrolan soal politik, pengrusakan lingkungan yang diambil penulis dari jumputan sisipan cerita Salim Kancil.

Uniknya sih penulis menceritakannya dari seorang tokoh yang sudah agak "sakit", dan membuat ada satu tokoh lagi harus membantu dan menyelesaikan keanehan yang terjadi. Dan teka-teki perubahan sikap salah satu tokoh disinilah, yang akan mengantarkan pembaca ke beberapa pemikiran idelogi yang timbul dan aku meyakininya sebagai gambaran pemikiran aktivis era 65.

Tapi, ada yang mendesak di kepalaku setelah membaca dua karya Phutut EA ini. Siapa sih sebenarnya mantan Phutut EA? Sampai-sampai dua karyanya harus berurusan dengan kisah mantan yang tidak tuntas, dan selalu tokohnya seorang aktivis era 65 :p. Aku kasih bintang 4, siapa tahu ada yang bisa kasih aku jawabannya. Nggak penting sih, tapi jadi geregetan. Setidaknya ada sebuah kesadaran yang kurang lebih kutangkap saat membaca ending novel ini. "Sudahlah. Terima saja kisahmu yang tidak tuntas itu. Ada rasa tidak nyaman memang. Ada godaan memang. Tapi nalurimu tahu, kepada siapa sebenarnya hatimu memilih untuk pulang, lagi dan lagi." Eeaaa. Entah itu kesadarannya Phutut EA atau kesadaranku sendiri XP :p
Profile Image for Delian Satria.
23 reviews5 followers
January 24, 2019
Novel yang menarik, kita bisa membaca dari setiap bab bernomor ganjil sampai habis, kemudian dilanjutakn bab bernomor genap sampai habis. Atau bisa membaca secara biasa kita membaca buku.
Profile Image for Heni Mujaa.
168 reviews22 followers
October 18, 2017
buku ini konon bisa dibaca selayaknya buku biasa (dari awal sampai akhir) atau bisa juga dibaca bab ganjil dahulu sampai selesai kemudian bab genap; saya memilih cara yang kedua atas asas kapan-lagi.
kisahnya bermuatan mistis sampai politik, bahkan sedikit melodrama, dan semuanya berbaur dengan apik. saya yang tidak begitu peduli dengan politik, justru lebih tertarik dengan pembahasan politik di buku ini karena sajiannya ringan. mulai dari peristiwa 98 sampai era kepresidenan jokowi. tidak persuasif apalagi sampai menghasut. seperti selentingan ketika ngobrol sambil ngopi dan merokok dengan kawan di tempat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
37 reviews4 followers
October 30, 2018
Buku ini membangkitkan semangat membacaku yang sudah lama lesu.
Profile Image for Deskantari Murti Sadewa.
5 reviews
April 3, 2025
Salah satu keunikan novel ini terletak pada struktur narasinya yang dibagi menjadi bab ganjil dan bab genap, masing-masing menyajikan aspek cerita yang berbeda, namun saling terkait satu sama lain. Saya membacanya secara berurutan, namun setelah menggunakan metode ini, saya rasa cara terbaik untuk memahami buku ini adalah sesuai rekomendasi yang tertulis pada cover yaitu baca dari setiap bab bernomor ganjil secara tuntas terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan membaca bab genap.

Bab ganjil terasa serius dan berat dengan mengulik isu lingkungan-sosial-politik melalui kisah salim kancil, dimas kanjeng, peristiwa 1998/1965, kekhawatiran masyarakat atas kebangkitan komunisme, disisipi cerita mistis sebagai ‘pemanis’. Sementara itu, bab genap lebih ringan dan humanis, menampilkan dinamika rumah tangga yang dihadapi oleh Pandu dan Winda dalam usahanya membantu Budiman keluar dari ‘pengasingannya’ dan menyelamatkan rumah tangga pasangan Budiman dan Rukmi dari bayangan masa lalu yang belum terselesaikan.

Sesuai dengan judulnya, laki-laki yang keluar dari rumah, bab ganjil lebih banyak menceritakan perjalanan seorang lelaki yang mengembara dari satu kota ke kota lain dengan arahan dari teman ‘misterius’nya untuk pergi ke arah ’Timur’. Dalam perjalanannya banyak ditemukan kejanggalan dan keganjilan di luar nalar yang dialaminya. Budiman, awalnya tidak diperkenalkan secara eksplisit dalam bab ganjil ini. Seiring perjalanan cerita, pembaca mulai menyadari bahwa karakter pada bab ganjil adalah adalah sosok yang sama dengan karakter yang disebut dalam bab genap. Melalui narasi pada bab 65, “bayang-bayang masa lalu, bayang-bayang yang aku kubur bersama kisah masa lalu. hasrat. imajinasi. kepingan masalah yang sesungguhnya terus memburuku. bayang-bayang seorang perempuan yang muncul dari tiupan angin.” menggambarkan sumber mutisme Budiman yang menjadi masalah yang perlu diselesaikan pada bab genap.

Bab genap menceritakan dinamika yang dialami Rukmi (istri Budiman), pasangan suami istri-Pandu dan Winda- dalam menyelesaikan ‘teka teki’ yang dapat membantu Budiman 'kembali pulang' ke keluarganya. Tokoh utama pada bab 2 ini adalah Pandu yang dirasa Budiman sebagai orang yang paling tepat untuk membantunya karena ia memiliki cara berpikir yang mirip dengan dirinya. Pandu turut berkelana dengan bantuan catatan buku coklat yang ditulis oleh Budiman. Buku itu memberikan petunjuk untuk menghubungkannya dengan beberapa orang di masa lalu Budiman.

Puthut EA menghadirkan kritik sosial yang tajam di satu sisi dan romansa yang lembut di sisi lainnya. Pembaca dibawa kecewa dengan bobroknya negara dalam memberikan keadilan untuk rakyat. Rakyat saling bunuh membunuh hanya untuk bertahan hidup. Di sisi lain, pembaca disadarkan bahwa di lingkungan sosial terkecil, yaitu keluarga, selesai dengan diri sendiri dan berdamai dengan berbagai masalah yang terjadi di masa lalu adalah cara kita untuk dapat hadir dan mencintai orang terkasih.

Sebagaimana Rukmi mencintai Budiman melalui upaya untuk memahami, memaafkan, dan mempercayai sepenuh hati. Sebagaimana Budiman mencintai Rukmi melalui kesetiaan, keberanian, dan tanggungjawab. Sesungguhnya mereka adalah dua orang yang beruntung. Dalam bait yang tertulis dalam novel ini “Tidak selalu ada hubungan antara pernikahan dan cinta dan hanya orang yang beruntung jika bisa saling mencintai lalu menikah”.
Profile Image for Faturrachman.
16 reviews1 follower
April 27, 2018
Novel Seorang Lelaki yang Keluar dari Rumah ini adalah salah satu buku teraneh yang pernah kubaca. Cara membacanya dengan terlebih dulu membaca bab ganjil baru kemudian bab genap awalnya aku kira sebagai strategi marketing si penulis belaka, untuk menarik perhatian pembeli/pembaca novel. Namun, ternyata alur cerita bab ganjil & genap memang berbeda.

Bab ganjil novel ini bercerita tentang narasi tokoh "aku" yang menjelaskan tentang pengalaman gaib, aneh & misterius yang ia alami. Salah satunya tentang bisikan & sms temannya (yang tidak "aku" sebutkan nama & identitasnya) untuk melakukan perjalanan ke timur, tepatnya area Jawa Timur, tanpa tahu daerah spesifik yang ingin dituju. Padahal tokoh "aku" tinggal di Jogja yang cukup jauh dari timur. Selama perjalanan absurd itu, banyak mimpi & kejadian menegangkan yang menguras batin & pikiran tokoh "aku".

Pada bab genap, sudut pandang cerita diambil dari penjelasan Pandu, yang diminta oleh Rukmi untuk menolong suaminya, Budiman, yang tiba-tiba berdiam diri berpuluh-puluh hari tanpa sebab. Selama mengatasi masalah Budiman, pembaca akan disuguhkan dengan pemikiran Pandu & istrinya, dialog dengan orang terdekat Budiman, bahkan sampai mengunjungi mantan Budiman guna mencari solusi kesembuhan Budiman, sekaligus menyelesaikan masalah rumah tangga yang tak tampak di keluarga Budiman-Rukmi.

Tampaknya tidak ada hubungan cerita antara bab ganjil & genap, selain munculnya tokoh Cak Aam & Rus di kedua bab. Selain itu, entah apa hubungan judul "Seorang Laki-Laki yang Keluar dari Rumah" dengan isi kedua Bab novel tersebut.

Benar-benar novel yang aneh, tapi keren.
Profile Image for Fitriana Salehah.
18 reviews
September 29, 2023
"Seorang Laki-Laki yang Keluar dari Rumah", dari judulnya saja, awalnya saya tidak begitu bisa menebak cerita apa yang akan disuguhkan dalam buku ini. Bayangan saya, mungkin laki-laki ini keluar dari rumah karena ada masalah rumah tangga? Hendak berpetualang? Mencari sesuatu? Atau ada hal lain? Lalu setelah membacanya, tuntas juga rasa penasaran saya akan kisah dari buku ini.

Buku ini seperti mempunyai "2 bagian", bagian pertama terdapat 1-33 bab, dan bagian kedua terdapat 1-32 bab.

Ketika pertama kali membaca di bagian yang pertama, awalnya saya sedikit bingung. Namun setelah membaca halaman demi halaman, maka di bagian yang pertama ini seperti mengisahkan perjalanan seorang laki-laki yang berpetualang, dan pada bagian ini didominansi oleh kasus-kasus dan juga politik yang pelik. Yang paling saya ingat di bagian pertama ini, sahabat laki-laki ini terus mengisyaratkan untuk pergi ke arah Timur. Entah maksudnya apa, namun menurut saya masih cukup "gantung" perihal sahabatnya yang terus menyuruhnya ke Timur.

Lalu di bagian yang kedua, bertolak belakang dengan bagian pertama, bagian kedua justru membahas perihal perasaan yang belum tuntas. Begitu rumit, pelik, bingung. Apalagi mengutip perkataan dari salah satu tokoh "Tidak selalu ada hubungan antara pernikahan dengan cinta. Cinta, ya, cinta. Menikah, ya, menikah. Hanya orang yang beruntung jika bisa saling mencintai lalu menikah". Tetapi setelah menyelesaikan buku ini, ada beberapa hal yang membuat saya bergumam "Oh, jadi begini ya? Oh, begitu ya". Seperti menemukan jawaban-jawaban dari rasa penasaran.
Profile Image for Fauzi Pitra.
7 reviews6 followers
November 13, 2017
Sialan, saya lebih memilih membaca buku ini dengan biasa,sesuai dengan urutan bab-bab yang ada,terus apa yang saya dapatkan???pusing.Alur seperti zig-zag yang di setiap bab genap dan ganjil yang penokohan "aku" tersebut jelas berbeda tetapi saling terkait. Setelah dipikir-pikir dengan membaca sesuai urut dari awal sampai akhir, justru lebih menarik. Setelah buku ini selesai saya baca, yang saya dapatkan berpikir keras untuk saling menghubungkan cerita. "Oh begitu", "oh sialan,begitu rupanya", begitulah yang keluar dari mulut saya ketika lembaran buku nyaris selesai saya baca keseluruhannya.
Beda lagi ceritanya,kalau kita baca dari bab ganjil sampai habis,setelah itu diikuti dengan bab genap sampai habis, yang kita dapatkan yaa cerita mengalir seperti air. Sebab konflik dimulai di bab genap, barasal dari ending bab ganjil. Ya begitu lah kira-kira(Spoiler Alert).

Secara keseluruhan cerita mendekati hal-hal biasa, problema realita.Disini saya tahu istilah "ma lima" itu apa sih. (hahaha). Cerita berupa pertemanan,politik,sosial,keluarga,cinta,kebahagiaan. Jadi, disalah satu bab ada menjelaskan definisi cinta,pernikahan,dan kebahagiaan, menarik sekali menyimak ideologi-ideologi para karakter dalam menyampaikan pendapat mereka.
Kesimpulannya, cerita dalam novel ini bisa dibilang dengan permasalahan yang dewasa.
Profile Image for Rommy Akbar.
8 reviews1 follower
Read
June 18, 2019
buku keren menyediakan cara baru untuk membacanya dengan bab ganjil dulu, baru bab genap.
di bab ganjilnya yang berasa adalah pendalaman sifat dan lingkungan dari karakter utama. dsini disajikan masalah-masalah yang dihadapi dan kesehariannya. di bab ganjil ini juga ceritanya kurang jelas dan membuat pembaca bertanya-tanya apa maksud dari novel ini.

di bab genap penulis menggenapkan keganjilan di bab ganjil. menceritakan lebih dalam lagi kebiasaan dan masalah-masalah yang pernah dialami karakter utama, yang menjadikan dia seperti pada bab ganjilnya. disini juga diselipkan masalah-masalah rumah tangga yang jarang dibicarakan diumum. karakter utama, istri dan anaknya adalah keluarga yang sangat bahagia. tetapi karakter utama memiliki masa lalu yang masih butuh dilepas jangkarnya agar dia bisa hidup mencintai kehidupannya seutuhnya. dari sini juga saya mendapat pencerahan, bahwa cinta itu memang sesuatu yang aneh. suka menempatkan diri sesuka mereka.

kalau sujiwo tejo pernah mengatakan, nikah itu adalah soal nasib, tapi mencintai adalah soal martabat. dibuku ini juga dikatakan, orang menikah karena memang sudah waktunya menikah. tidak ada hubungannya dengan cinta. orang menikah dengan orang yang dicintai adalah orang yang sangat beruntung. menurut saya ini adalah sebuah quotes pahit yang harus ditelan utuh utuh.
Profile Image for Firman Maulana.
22 reviews6 followers
January 31, 2022
Saya ini termasuk jarang baca novel, nah sekalinya pengen baca novel, harus diusahakan baca novel yang seru. Alhamdulillah-nya novelnya Mas Puthut EA ini seru.

Nama beliau sendiri cukup familiar buat saya sejak sekian tahun lalu, tapi nggak ingat tahu dari mana, tahunya beliau itu penulis, sudah itu saja.

Novel ini adalah buku pertama beliau yang saya baca, enggak tahu kenapa pengen baca novel ini dan gak perlu dicari tahu juga, ya pengen baca saja.

Novel terbagi menjadi dua bagian; bagian awal yang begitu ganjil, menegangkan, dag-dig-dug, menimbulkan tanya dan berjalan cepat. Keganjilan yang lalu digenapkan dan dijelaskan di bagian kedua. Bagian kedua mengalun perlahan hingga menuju konklusi akhir kisah.

"Ini lelaki memang keluar dari mana?"
Ya memang sering keluar rumahnya, dan mungkin juga "rumah" di dalam dirinya.

"Nyebelinnya" karena terbiasa dengar podcast beliau, saya membaca bagian pertama novel sembari terngiang cara bicara serta intonasinya, termasuk saat umpatan-umpatan yang muncul. BIasanya baca novel itu seakan kita yang jadi tokoh utamanya, lha ini seakan beliau yang jadi tokoh utamanya (loh jangan-jangan ya memang begitu).

Ya ini novel yang seru untuk dibaca, yang seolah berpesan "tuntaskan apa yang belum dituntaskan, jangan biarkan menjadi bom waktu yang meledak di kemudian hari."

***
Terima kasih novelnya asyik, mari cari buku beliau yang lainnya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Sevma.
70 reviews14 followers
November 17, 2017
Dari judulnya, sebelum saya memutuskan untuk membaca, saya tahu bahwa novel ini mengandung kisah sedih. Selain itu, saya juga tahu: cerita bab ganjil pasti berbeda dengan bab genap. Tanpa basa-basi, saya mencoba membaca bab ganjil terlebih dahulu, baru kemudian bab genap.

Kenyataannya, novel tidak hanya memuat kisah sedih. Tapi juga menegangkan, khususnya di bab ganjil. Tema besar politik sangat terasa di bab ganjil itu. Mulai dari takutnya kebangkitan komunisme sampai ke kasus Salim Kancil.

Ketika memulai bab genap, tema politik hilang. Drama keluarga datang, seolah menawarkan penenang kepada pembaca. Ada upaya-upaya memaafkan dan menerima masa lalu, memaknai cinta dan pernikahan yang acap kali tidak linier, ada pula tentang keberanian untuk membantu kawan yang sakit (dalam hal ini: patah hati).
Profile Image for Umi Sholikhah.
2 reviews
February 7, 2018
Penasaran, karena katanya buku ini bisa dibaca dari bab ganjil ataupun genap. Tapi bukan sekadar memenuhi rasa penasaran, saya membeli buku ini. Terlebih saya tertarik dengan kutipan-kutipan yang isinya macam-macam. Saya pikir satu buku mengandung dua cerita yang berbeda. Nyatanya memang iya, tapi saling berkaitan. Saya memilih membaca buku ini seperti pada lazimnya dan saya baru paham kalau bab ganjil dan bab genap berkaitan ketika sampai di bab 5 atau 6, saya lupa.

Novel yang seru, menurut saya, isinya yang beragam. Mulai dari hal mistis, politik, kisah cinta dan sedikit tentang keluarga. Menimbulkan perasaan tertarik, geregetan, dan penasaran. Jujur bab ganjil lebih menarik. Saya rekomen baca dari bab ganjil dulu baru ke genap.
Profile Image for Rosi Amelia.
9 reviews
October 29, 2021
Ini adalah buku kedua Puthut yang gue baca sesudah ketagihan sama buku pertamanya "Cinta Tak Pernah Tepat Waktu".

Yang gue suka dari buku ini adalah Puthut menyisipkan cerita tentang Salim Kancil, seorang aktivis yang dibunuh karena menolak tambang pasir.

"Tambang. Kebrutalan. Massa yang beringas. Masyarakat menyiksa masyarakat yang lain. Ikut meneror. Ikut menyiksa. Ikut membunuh. Masyarakat bertarung dengan masyarakat yang lain. Untuk apa? Untuk siapa?"
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
January 6, 2023
Awalnya saya membaca novel ini sebagaimana biasanya secara berurutan, tapi rasanya ada yang membingungkan. Kemudian, mulai bab 5, saya mengikuti anjuran cara membaca novel ini, membaca bab ganjil terlebih dahulu kemudian membaca bab genap.
Kalau sering (/pernah) membaca tulisan Puthut EA maka membaca novel ini tidak akan asing. Gaya bertuturnya memang menarik, ada unsur komedinya, dan ada mistisnya juga (terutama soal pesan-pesan dari sahabat si Aku).
Profile Image for lilgirl 💕.
137 reviews9 followers
January 27, 2018
Pertama kalinya membaca buku yang back covernya sama sekali tidak ada hubungannya dengan ceritanya but somehow ini buku pertama yang back cover sama isinya saya temukan masuk akal. Good job, Puthut EA yang sudah memberikan sensasi horor dan sedikit humor serta politik dan detail-detail yang tidak terlalu rinci tetapi luar biasa.
Profile Image for Dewi Sukma.
2 reviews
February 12, 2018
Saya mulai membaca buku ini dari bab ganjil yang menojolkan kekuatan karakter utama 'si aku', lalu kemudian bab genap yang menonjolkan kelemahannya. Buku ini merupakan novel pertama Puthut EA yang saya baca, dan ketika buku ini selesai saya tamatkan hanya bisa mengumpat dalam hati bahwa lagi-lagi cinta dapat menjadi hal yang paling melumpuhkan.
Profile Image for lakinyaminami.
93 reviews2 followers
March 21, 2020
Awalanya saya mau membaca buku ini dari bab ganjil, ternyata cetakan 2019 sudah memilah buku ini menjadi 2 bagian, jadi tidak perlu membaca dari ganjil.

Seperti biasa puthut ea selalu memasukkan unsur politik, agama, dan sosial dalam setiap bukunya, hanya saja buku yang satu ini berfokus kepada kondisi suatu keluarga. Lengkapnya kalian baca sendiri aja hehe
Profile Image for Asy Amalia.
8 reviews
November 2, 2020
Buat saya yang notebannya adalah anak muda 20-an baca ini berasa dapet banyak gambaran apa yang akan terjadi di kemudian hari. Sangat kaget di bagian narasi Pandu, ternyata ada masalah cinta 'dewasa' dibalik ini semua. Bukan cuma itu, karena saya lahir setelah 65 dan 98, jadi makin menarik saya untuk tau cerita dibalik itu semua. Buku Puthut yang saya baca pertama kali dan gak nyesel. Keren 😁
Profile Image for Mochamad Rais.
8 reviews
April 20, 2021
Diawal buku, cukup sulit memahami buku ini tentang apa. Terlalu banyak hal yang terjadi dalam satu waktu. Tetapi lama-lama, akhirnya mulai nampak garis besarnya. Seperti judulnya, mengikuti cerita tentang seorang laki-laki yang sudah berkeluarga dan menghadapi berbagai hiruk pikuk dunia sebagai seorang lelaki, seorang suami dan seorang ayah.
Profile Image for Hilma Azhari.
33 reviews1 follower
June 9, 2024
Bercerita tentang tokoh "aku" yang mengalami kebingungan antara kejadian nyata dan tidak, lalu bagaimana cara mengatasinya.

Cara mengatasi masalahnya begitu memukau dan out of the box sekali.

Recommended dan direkomendasikan untuk orang-orang yang ingin mendapatkan pandangan lain tentang cinta yang sering digambarkan meng-uwu-kan. Karena tidak semua cinta menjadi kabar gembira
Profile Image for Ruben Damanik.
2 reviews
December 27, 2017
Buku ini cukup unik karna bisa di baca dengan beberapa cara, rekomendasi saya bacalah buku ini bab ganjil terlebih dahulu, setelah itu baru bab genap. Mengapa?? karna cerita di bab ganjil lebih menarik dibandingkan bab genap.
Profile Image for Alvin Qobulsyah.
75 reviews1 follower
December 27, 2019
Feels like sequel of "Cinta Tak Pernah Tepat Waktu".
.
The protagonist (or antagonist?) has a quite similar background: mental exhaustiveness due to political dissapointment after '98.
.
The most attracting feature? How you read the book. Try the suggested way by the author.. wkwk
Profile Image for merapunbilur.
1 review
November 2, 2022
Pengalaman membaca yang segar dan menyenangkan, dimulai dari membaca halaman ganjil setelah itu membaca halaman genap, meskipun keresahan pria menuju paruhbaya namun buku ini cukup asyik dibaca untuk siapa saja.
Profile Image for Asmin Kurniati.
22 reviews5 followers
November 12, 2017
ceritanya mengalir terlalu lancar dan ringan..sangat ringan malah. tapi bukan berarti remeh..karena ceritanya tak biasa.
Profile Image for Moh Ilham Farid Aji Sakti.
8 reviews1 follower
December 15, 2017
candu !
tiap bab-nya menyimpan misteri, jadi ya baca terus sampe baru sadar lah udah abis ?? hahaha
keren pokoknya 1 buku mempunyai 2 plot, dengan plotnya dibagi sesuai bab ganjil atau genap
Displaying 1 - 30 of 44 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.