“Bukan Tuhan yang harus kau cari, tetapi jawaban mengapa kamu bodoh mencari yang sudah bersamamu.” “Kalau Kehidupan ini Palsu, mengapa uangnya harus asli? Saya hanya butuh penjelasan.” Jika doa bukan sebuah Permintaan, setidaknya itu adalah sebuah Pengakuan atas kelemahan diri manusia di hadapan-Nya.” “Di sekolah, mendapat pelajaran dulu, baru ujian. Kalau di Kehidupan ujian dulu, baru mendapat pelajaran.” “Mengapa istri harus bisa masak? Ini kan Rumah Tangga, bukan Rumah Makan?” “Aku Mencintaimu, biarlah ini urusanku. Bagaimana kamu kepadaku, terserah, itu urusanmu.”
“Guk guk guk!” -Si Kucing, Anjing Herder Pidi Baiq
“Rock on, Bad Boy” D. Bumelyte, Teman Rusia Pidi Baiq
Pidi Baiq adalah seorang seniman yang punya banyak kelebihan. Selain sebagai seorang musisi dan pencipta lagu, ia juga seorang penulis, ilustrator, pengajar dan komikus. Pidi Baiq mengaku imigran dari surga yang diselundupkan ke Bumi oleh ayahnya di Kamar Pengantin dan tegang.
Mau nulis quotes yang bagus, hampir semuanya bagus-bagus. Pertama, ga pernah kecewa sama karyanya Surayah Pidi Baiq. Nyeleneh memang, tapi pas baca gak bikin kesel gitu. Buku ini berisi banyak banget kutipan-kutipan yang bukan cuma tentang kehidupan manusia, tetapi kehidupan binatang! Bayangkan... hahahaha emang si Surayah ini.
Ada beberapa typo yang saya dapatkan, tetapi gak banyak kok. Bisa dimaklumi. Kutipan-kutipan sindiran yang terdapat di buku ini tidak menyakitkan hati, tetapi langsung menampar. Suka pokoknya....
"Aku hanya merasa lapang ketika mengabdi kepada Tuhanku dan memuliakan harkat diriku sebagai manusia yang hidup toleran bersama manusia lainnya". (Ke-Tuhan-an)
"Jaga nama baik ibumu, jangan sampai dia menjadi ibu yang melahirkan seorang pembenci". (Keibuan)
"Jika dia merasa hebat dengan mengaku Pasukan Berani Mati, aku merasa hebat dengan menjadi Pasukan Berani Hidup" dan "Jika kau ingin sama dengan orang lain, tidakkah kamu merasa sedang menzalimi dirimu yang khas?, karena "Setiap orang memiliki orang yang mencintainya, sama seperti setiap orang memiliki orang yang membencinya. Ada keseimbangan yang sempurna di dalam hidup ini". (Kehidupan)
"Manusia tidak bisa terbang seperti burung karena bisa membuat pesawat terbang". (Kemanusian)
"Senakal-nakalnya anak geng motor, mereka akan shalat pada waktu ujian praktek Agama". (Kesikapan)
"Pluralisme, entah apa itu, tapi aku takjub bahwa Al-Qur'an memuliakan semua nabi besar meski dari Yahudi sekalipun". (Kebinatangan)
"Jangankan aku, para nabi juga ada haters-nya". (Kesosialan)
"Kopi diciptakan oleh Sejarah, nikmatnya oleh Filsafat". (Kebudayaan)
"Nggak ngerti, kenapa namanya Pesawat Ulang Alik. Mungkin maksudnya Pulang Balik, tapi dimanja-manjain gitu. Oh, bahasa". (Kebahasaan)
"Hal utama dari enaknya kue adalah bisa dirasakan". (Keperasaan)
"Cinta, kalau kamu bertanya kepadaku, terdiri dari: Kompromi, Empati, dan Kesabaran", karena "Cinta lebih mudah dirasakan daripada harus dimengerti, itulah mungkin Cinta lebih membutuhkan balasan daripada alasan". (Keasmaraan)
"Rindu adalah emosi jujur tanpa tanda jasa". (Kerinduan)
"Sakit hati sebetulnya adalah potensi kreativitas, setidaknya dengan itu kau bisa membuat puisi". (Kesenian)
"Pramuka dan api unggun, ditambah selera humor, itu adalah apa yang aku inginkan selalu". (Kependidikan)
"Jangan ngelamar kerja, ngelamar orang aja, pas nikah, nanti juga disuruh kerja". (Kekerjaan)
Selalu lupa sama judulnya, malah ngomong hasbunallah. Jadi saya sebut saja kerupuk. Quotenya beberapa bikin termangu, ada juga yang buat ketawa. Rata-rata sudah taj asing lagi di telinga. Saya paling suka quote si anjing, sangat menggugah.
“Aku adalah hujan. Kalau kau tak suka, silahkan berteduh” Banyak quote bagus disini... banyak juga yang aneh! Hahahaha Saya rasa hebat bisa bikin quote yang sampai bisa mengisi satu buku! Kudos....!!
Bertahun lalu, sekitar tahun 2014 saya pernah mendapati dua buah buku pidi baiq yang nyeleneh tapi asik. Judulnya Al-Asbun Manfaatulngawur dan At-Twitter. Asbunayah. Ini seperti lebih banyak mirip At-Twitter, tapi bukan twit, karena lebih panjang sedikit. Sama-sama asbun, seperti Al-Asbun, tapi bahasanya ‘agak normal’, khas Pidi Baiq. Ada beberapa bab, yang tidak panjang-panjang, sekitar belasan sampai 30-an kutipan per bab. Kecuali bab Kesikapan yang sampai 84 qoutes. Karena memang sikap seorang Pidi Baiq ini unik, aneh, ajaib, nyentrik, nyeni, tapi mantap.
Tema-tema lain yang diangkat juga adalah tentang keibuan, kemanusiaan, kekeluargaan, dan kepolitikan. Sisanya banyak lagi yang sepertinya akan lebih seru untuk dijelajahi sendiri. Bagi yang mengikuti karya-karya Pidi Baiq sebelum ini, terutama seri ‘Drunken’, akan kenal dengan beberapa sikap dan hal-hal yang ada di buku Asbunayah ini. Tapi Asbunayah ini tidak mengecewakan bagi saya, karena cukup banyak hal baru yang menyegarkan. hehe
Ada bonus juga yang asik di bagian akhir. Yang sayang untuk dilewatkan. Hehe Tipikal buku Pidi baiq yang ini, saya rasa bisa dan perlu dibaca lagi, mungkin pada momen dan kebutuhannya. Kalau kamu suka dengan seri Dilan Pidi Baiq, saya rasa kamu akan lebih baiq juga menikmati karya Pidi Baiq yang lain. Karena di sana akan lebih banyak lagi hal-hal yang menurut saya luar biasa. Itulah yang saya dapatkan dari Pidi Baiq.
Asbunayah ini merupakan novel yang baru terbit tahun 2017 lalu terdiri dari 288 halaman cover depan gambar kerupuk. Aku sebenarnya sudah beli waktu pertama mejeng di gramedia tapi baru sempet baca semalem dan dibuat takjub akan banyak quotes dari Pidi Baiq. Ada banyak quotes yang Pidi Baiq banget tentunya dengan penyampaian yang khas sekali. Untuk reviewnya kutulis ulang quotes yang menurutku bagus aja ya. "Bukan Tuhan yang harus dicari, tetapi jawaban, mengapa bodoh mencari yang sudah bersamamu." "Mudah-mudahan sederhana. Ya Tuhan, tetapkanlah Pikiran kami selalu melangit dan dengan Hati yang terus membumi." "Jika kau ingin sama dengan orang lain, tidakkah kamu merasa sedang menzalimi dirimu yang khas?" "Terimakasih, Tuhan atas Sorga dan Neraka yang tidak sia-sia Engkau ciptakan sehingga kami tahu harus bagaimana di Bumi." "Manusia sempurna adalah justru memiliki kelebihan dan kekurangan." "Laki-laki sejati seorang muslim bagiku adalah yang bisa menempuh perjalanan berat dari rumahnya menuju mesjid ketika subuh." "Perpisahan adaah upacara menyambut hari penuh rindu." "Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografislebih jauh dari itu melibatkan perasaa yang bersamaku ketika sunyi."
Judul: Asbunayah Penulis: Pidi Baiq @pidibaiq Penerbit: Mizan digital publishing @mizanpublishing Dimensi: kira² 280 hlm, edisi digital di ipusnas, cetakan juni 2017 ISBN: 9786025257681
Buku ini merupakan kumpulan quote yang dibagi menjadi 28 kategori ke-...-an. Dimulai ketuhanan hingga kepanasdalaman dan tulisan dari masa lalu penulis. Dibuat per poin angka, seperti bahan ngetweet (nge-X). Tampilan halaman pun tidak tertulia dalam edisi digital ini. Makanya di identitas atas, saya tulis kira-kira 280, dengan asumsi tiap topik 10 halaman (meski ada yang lebih jauh fan kurang sedikit).
Sebab saya mengikuti series dilan, maka beberapa kalimat di quote ini pun ada yang sudah masuk ke dalam novel tersebut. Jadi rasanya kayak kadang Dilan bicara sama pembaca hehe.
Gaya penulis ada satir, tapi humoris. Konyol sebagaimana karakter Dilan yang kita ketahui. Tapi di bagian tulisan dari masa lalu, saya merasa justru seakan bukan penulis yang menuliskannya. Gaya tulisannya berbeda. Lebih serius dan tak mudah saya mengerti. Mungkin itu namanya proses kreatif. Penulis bertumbuh dari masa lalu ke saat ini. Cukup ringan dibaca sebagai selingan.
Judulnya yang sedikit membingungkan dengan periodenya yang tidak masuk akal, tidak serta membuat isinya begitu buruk. Nama besar Pidi Baiq dengan kemudian kenyelenehan judulnya bisa menjadi daya tarik bagi para pembaca untuk membacanya. Dan itu dirasakan langsung oleh saya.
Isi dari buku ini begitu beragam, mulai dari pernyataan-pernyataan Pidi Baiq, catatan harianya, puisi, dan cerita pendek di penghujung buku ini. Hanya saja penekanan dalan buku ini berkutat pada pernyataan-pernyataan darinya dengan melingkupi berbagai aspek.
Kenyelenehan Pidi Baiq tidak serta merta semua pernyataan tersebut juga ngawur, beberapa memang dan itu juga baik menurut saya agar tidak terlalu serius dalam membaca dengan sedikit tertawa untuk mengendurkan urat syaraf. Dan sekali yang serius, mampu memberikan kita sebuah pertanyaan besar dari dalam diri kita yang seringkali kita luput untuk diperhatikan.
Dulu beli buku ini ketika pertama kali diterbitkan, saat itu saya hanya membaca sekilas dan saya simpan dilemari.
Sempat mengalami depresi berat, dan anxiety. Sekarang saya sedang berobat dengan psikiater.
Saya mengambil buku asbunayah yang tidak pernah saya selesaikan. Dimalam hari sebelum tidur saya membuka dan membacanya. Saya menemukan ketenangan dengan bahasa pidi baiq yang apa adanya.
Kadang saya tertawa geli di beberapa quotes yang nyeleneh tapi relate. Banyak kalimat yang membuat saya merasa lebih baik. "Kegagalan dan merasa sedih tidak selalu berarti kegagalan" "Manusia yang sempurna adalah manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan"
Ga banyak mikir saat membacanya karena beliau seniman sejati yang ga perlu kalimat ribet untuk menjelaskan sesuatu agar sampai ke hati pembacanya. Pokonya silakan baca sendiri.
"Mau kecewa ke Tuhan, tapi gak enak. Nyatanya, banyakan Dia yang kecewa ke saya."
"Kita, maksudku termasuk aku sendiri, telah bertahan selama ini. Hidup seperti terjadi untuk meraih semuanya, tapi tak akan pernah terjadi."
"Mungkin kita tidak bisa mengubah kehidupan, tapi kita masih bisa mengubah di dalam cara memandangnya."
"Pada dasarnya hidup ini seru, kecuali kau keluhkan."
"Masalah adalah apa yang kau anggap masalah, jika tidak maka bukan."
5 quote favorite saya dari buku Asbunayah ini. Kumpulan quote-nya bagus-bagus, ada quote dari buku Dilan juga. Tapi saya pribadi kurang suka sama kumpulan puisi dibagian akhirnya.
Apakah Asbunayah ini singkatan dari asal bunyi Ayah...
Buku sederhana, tapi berisi kutipan-kutipan dari Pidi Baiq yang lumayang bikin saya "mikir". Karena ia seorang seniman, saya harus bisa memaknai beberapa kutipan "nyeleneh" yang ia tulis. Sebenarnya kebanyakan kutipan di sini sudah pernah saya baca di blog pribadinya, tapi ketika saya membacanya lagi, tetap membuat saya terhibur. Namun, di bagian terakhir berisi kata-kata yang boleh dianggap sebagai puisi dan curhatan-curhatan Pidi Baiq.
Seperti judulnya, buku ini nyaris memuat asbun meskipun tidak benar-benar asbun Buku dengan seabrek kutipan-kutipan ini cocok untuk dibaca kapan saja, sesuai kebutuhan Jika galau akan ketuhanan, bacalah bab ketuhanan, begitu pun dengan bab-bab lainnya Kalau kamu orang suka posting status dengan kutipan-kutipan yang "bijak, nyelekit, sedikit kocak, dan kadang buat pembacanya mikir" buku ini sangat cocok untuk kamu
"Kreatifitas itu sederhana, keinginan kita menjadi keren, itulah yang sudah membuatnya jadi ribet"
Definisi bermain-main dengan pemikiran ada dalam buku ini. Sederhana, ringan, logis dan tetap puitis. Rasanya seperti diberi petuah oleh ayah Pidi Baiq di halaman rumah sambil minum teh panas dan pisang goreng.
Seru juga baca kumpulan quote. Beberapa quote bikin ketawa, bikin nyadar 'iya juga yaa'.. Dan quote andalan Dilan juga ternyata ada disini hihii.. Pidi Baiq emng Ter-Baiq