Jump to ratings and reviews
Rate this book

Bellamia

Rate this book
Amia selalu percaya bahwa karier dan cinta tidak boleh berada dalam gedung yang sama. Interoffice romance lebih banyak membawa kerugian bagi karier seseorang. Sudah banyak kejadian pegawai mengundurkan diri setelah putus cinta dan Amia tidak ingin mengikuti jejak mereka.

Selain di kantor, di mana Gavin bisa bertemu dengan gadis yang menarik perhatiannya? Gavin tidak ada waktu untuk ikut komunitas, tidak bertemu dengan teman kuliah maupun teman SMA dan lebih banyak menghabiskan hidup di kantor.

Ketika Amia patah kaki dalam simulasi terorisme, Gavin—dengan alasan bertanggung jawab sebagai atasan—mulai membuka jalan untuk mengubah pandangan Amia. Namun Amia mengajukan satu syarat.

Merahasiakan hubungan dari semua orang.

305 pages, Paperback

Published August 26, 2017

4 people are currently reading
90 people want to read

About the author

Ika Vihara

19 books274 followers
Ika Vihara merupakan lulusan Fakultas Teknologi Elektro dan Komputer Cerdas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, yang terus berusaha menaikkan romance genre satu level lebih tinggi. Dalam buku-bukunya, Ika Vihara menggabungkan romansa yang manis, romantis, dan realistis; dengan STEM—Science, Technology, Engineering, and Mathematics yang logis dan kesehatan mental.

Pada tahun 2021, novel karya Ika Vihara yang berjudul Sepasang Sepatu Untuk Ava memenangkan kompetisi The Watty’s Award kategori Romance. Dua cerita pendek terbaiknya, Sebaik-baik Pelajaran dan Sebaik-baik Manusia, masing-masing menjadi juara pertama pada Lomba Teman Tulis 2021 dan 2022. Karya-karya Ika Vihara yang telah terbit di antaranya My Bittersweet Marriage, When Love Is Not Enough, The Game of Love, A Wedding Come True, The Perfect Match, The Promise of Forever dan Right Time To Fall In Love.

Selamanya Ika Vihara akan selalu percaya bahawa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua dan akhir yang bahagia. Ingin kenal lebih jauh mengenai Ika Vihara? Atau mendiskusikan apa saja dengannya? Kunjungi, ikuti, baca, dan tinggalkan komentar atau pesan di blog www.ikavihara.com dan Instagram/Facebook/Twitter/Tiktok ikavihara. Koleksi bab ekstra novel-novel Ika Vihara bisa dibaca di karyakarsa.com/ikavihara.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
139 (63%)
4 stars
54 (24%)
3 stars
22 (10%)
2 stars
1 (<1%)
1 star
4 (1%)
Displaying 1 - 30 of 103 reviews
Profile Image for Ika Vihara.
Author 19 books274 followers
October 28, 2017
description

description

description

description

description

“Apa kamu tahu alamat ini?” Gavin menunjukkan kertas putih itu kepada Amia.

“Tahu, Pak.” Sejak lahir dia tinggal di sini, tentu saja tahu.

“Antar saya ke sana.” Gavin berdiri. Memang ada GPS. Pengisi suaranya juga wanita. Tapi kalau tersedia GPS alami—penduduk lokal—yang menarik dan cantik seperti ini, semua laki-laki akan melupakan software navigasi tersebut. Gavin tersenyum dalam hati. Memuji dirinya atas keputusan cerdas yang baru dibuatnya.

Otomatis Amia memanfaatkan kesempatan ini untuk memperhatikan postur tubuh Gavin. Mungkin laki-laki itu benar-benar David versi manusia. Bahu dan dadanya lebar. Perutnya tidak menyembul sama sekali. Lengannya padat. Kakinya panjang. Kulitnya cokelat. Tidak putih seperti Riyad, yang malas kena sinar matahari.

“Sekarang, Pak?” Dalam kepalanya, Amia memperkirakan selisih tinggi badan dengan atasan barunya. Sepatu sepuluh sentinya seperti tidak banyak membantu untuk membuat tinggi badannya—yang hanya 161 cm—naik secara signifikan.

“Iya. Kamu keberatan?” Nada bicaranya seperti mengancam, kamu berani menolak?

“Iya.” Amia menjawab dengan jujur. “Ini bukan jobdesc saya, kebetulan orang yang seharusnya mengurus ini sedang tidak masuk jadi supervisor saya minta tolong.”

“Ya, supervisormu sudah menyuruhmu ke sini, sekalian saja. Namamu siapa?”

“Amia.”

“Tunggu di sini.” Gavin berjalan ke mejanya.

Siapa yang kuasa menolak? Meskipun berusaha tidak terbawa pesonanya, laki-laki itu tetap atasannya. Amia kembali menjatuhkan pantat di sofa.

“Pak Peter.”

Dengan horor Amia menoleh ke arah Gavin yang sedang bicara di telepon. Dia menelepon kepala departemen Amia.

“Saya ingin minta bantuan dari salah satu pegawai Bapak. Namanya Amia.”

Sial betul orang yang namanya Gavin ini, Amia mengerang dalam hati.

“Sudah diizinkan.” Gavin berjalan keluar mendahului Amia. Mau tidak mau, Amia mengekor di belakangnya.

“Kenapa ke lantai tiga?” Gavin menegur Amia yang memencet angka tiga di lift.

“Saya mau ambil tas saya, Pak.” Dompet dan ponsel Amia semua di sana.

“Itu buang-buang waktu dan kamu tidak akan memerlukan itu.”

“Bapak ini minta tolong kok ngatur.” Amia memberanikan diri untuk protes. Siang ini dia sudah berbaik hati menunda setumpuk pekerjaan untuk menemani Gavin menengok rumah baru dan dia tidak diperbolehkan membawa peralatan perang?
Profile Image for Nastiti_tsang.
2 reviews
September 17, 2017
Kemaren pas baca novel MBM pengen nikah dan punya suami cool dan pinter kayak Afnan-nya Hessa. trus pas punya novel WLINE, rasanya pengen nendang si genius Linus-nya Lily. Kenal sama si Fridjof-nya Kana, malah baper akunya. Yang masih di hati itu si sexy Dinar-nya Jasmine, cowok pinter IT tpi minus dalam percintaan. Dia yang bikin aku susah move on.
Sekarang dateng lagi si Gavin, sayangnya Amia. Alamak... si tukang listrik ini udah nyetrum hatiku. Mau cowok satu kayak gini. Di bungkus biar bisa di bawa pulang trus di bawa ke KUA dehh… Baper mampus sama cerita mereka berdua. Quote-nya juga bagus- bagus. Selalu ngena di hati.
Thanks kak ika udah kasih 1 lagi cowok idaman di rak novel-novelku. Sukses untuk novel selanjutnya. Di tunggu pastinya…
1 review
September 6, 2017
Pertama aku kaget karna Amia dan Daisy datang secara tiba2,, Terima kasih Autor Ketjeh😉

Untuk kesekian kalianya novel Ika Vihara bikin aku 'ngebut' , baper, dan terbayang-bayang😍
Karyanya selalu ringan dan ga lebay..
Entah kenapa setiap baca Novel Vihara aku berasa jadi tokohnya.. dari dialog disetiap partnya bahkan per adegan yg digambarkan di cerita itu seolah aku mengalaminya sendiri🙈
Aku jadi Hessa,
Aku jadi jasmine,
Aku jadi Kanna,
dan sekarang aku jadi Amia dan Daisy😍😍

Sukses terus buat Ika Vihara.. ditunggu karya2 selanjutnya😘😘
Tetap jadi penulis yg menyajikan karya2 yg ringan dibaca😗
Profile Image for Arii_.
6 reviews
September 6, 2017
si tukang listrik ini adalah favoritku.gak pernah bosen untuk baca lagi dan lagi.gk kehitung udh berapa kali kubaca,kuhayati,kubayangkan (lebay😜) si Gavin ini.aaaah,,aku jd pengen menjelma jd Amia!!
Bellamia ini buka cerita menye-menye atau drama bgt.Ceritanya ringan,enak dibaca,bikin senyam-senyum sendiri dan bikin baper maksimal! 😁
teruuus,,aku suka sama Amia disini.Amia ini keren.gak ada takut-takutnya sama bos.hahahaha
interaksi Amia-Gavin ini lucu-lucu gimanaa gt 😂


Ika Vihara ini kalo bikin cerita emang kebangetan!!!
aku jd pengen punya yg kayak Gavin 1 😅
Profile Image for Liliyana Halim.
311 reviews243 followers
November 14, 2017
Ada lucunyaaa... ada dramanya bikin gemes tp yang terakhir sukaaa 😍
Profile Image for Olivita.
1 review
October 27, 2017
OKE. Pertama, lima bintang dulu buat Bellamia ini. Karena, kenapa nggak? Bellamia punya SEMUA yang kuinginkan dari sebuah cerita cinta. Bikin ketagihan, bahagia, dan agak menguras emosi di sana-sini. Kalau pengen percaya bahwa cerita cinta yang indah itu nggak sekedar khayalan, harus baca buku ini. Kita bakal merasa bahwa kita bisa menjadi Amia dalam kisah kita sendiri. Bakal yakin bahwa kita bisa menemukan sosok Gavin kita. Real dan deket banget sama kita apa yang terjadi dalam Bellamia ini.

Aku baca buku ini awalnya karena pinjam dari temen. Semangat banget dia bilang:


Udah, nggak perlu lagi liat blurb-nya. Pokoknya apa aja yang ditulis Kak Ika itu bagus. Tulisannya berkarakter, kuat, dan bikin cerdas. Romantis udah pasti. Tapi yang bakal kamu dapat lebih dari itu. Seger banget ini cerita.


Woooooooop. Aku merasa aku adalah Amia, sepanjang cerita. Karena Kak Ika nggak masukin deskripsi secara fisik gimana sosok Amia. Cuma dibilang cantik. Aku juga cantik, Kak, hehehe. Jadi aku mengandaikan cantiknya Amia itu kayak aku. Sorry kalau bikin ilfil 😀

Cara memandang cinta dari kacamata Amia ini bikin aku suka. Patah hati atau jatuh cinta, semua dihadapi dengan dewasa. Mau banget niru Amia, kalau patah hati nggak perlu nangis, tapi merenung, instrospeksi apa yang salah sehingga kalo punya pasangan lagi bakalan lebih baik menjalaninya.


“Akan ada balasan kebahagian untukmu, Mia. Walaupun nanti bukan dengan Riyad, akan ada cinta lain untukmu. Akan ada orang yang mencintaimu sebesar rasa cintamu padanya. Yang dengan yakin akan memilihmu di antara banyak wanita di dunia.”
“Kita bukan takut untuk mencintai. Hanya lebih hati-hati memilih siapa yang layak untuk menerima cinta kita. Every relationship, broken or not, has made us better person. ”


This story is beautiful and honest. Beautiful karena Kak Ika pandai banget menyusun tiap-tiap kata. Kalimat per kalimat. Diksi-diksi pilihannya bikin cerita makin renyah. Honest karena Kak Ika menyatakan ketidaksetujuannya tentang menjalin hubungan dengan atasan melalui Amia dengan baik. Kebanyakan kisah atasan-bawahan itu serba menyenangkan. Si cewek dimanjakan, ikut pakai fasilitas kantor, bosnya PDA, dan sebagainya. Tapi Kak Ika nunjukin semua hal yang nggak enak di sini. Aku males bayanginnya kalau misalnya harus awkward di kantor karena di-iri-in banyak orang gara-gara deket sama atasan. Masuk akal kalau Amia males dideketin Gavin.


“…Kita nggak tahu di depan bakal seperti apa. Ya kalau hubungannya berhasil, kalau nggak? Kalau ada orang nanya yang mana yang namanya Amia, orang-orang akan bilang oh, gebetannya plant manager dulu. Setelah kami putus, aku akan dapat gelar mantan-gebetan-Plant-Manager selamanya….”


Tapi Gavin nggak menyerah buat mengubah pendirian Amia. Ada beberapa bagian yang bikin … aku pengen digituin sama Gavin.


Kamu kapan mau lepas cast?” Baiknya bicara dengan Amia, dia tidak perlu basa-basi.
“Minggu depan.”
“Aku yang antar ke rumah sakit, ya?” Gavin menyandarkan punggungnya.
“Buat apa? Saya bisa sendiri.” Tentu saja Amia menolak.
“Daripada naik taksi, kenapa kamu menolak kalau ada orang yang menolong kamu?” Kalau ada jalan yang lebih mudah, mengapa gadis itu tidak mau mempertimbangkan?
“Ya karena yang menolong itu Bapak.”
Jawaban yang tidak diduga Gavin. “Jadi kalau bukan aku, kamu mau?”
“Iya.”
“Kamu tidak adil, Amia. Aku harus punya kesempatan yang sama dengan yang lain.” Gavin telanjur menandai hari itu dan akan izin setengah hari.
“Terserah.”
“Jadi kamu setuju? Aku jemput kamu di rumahmu?” Punggungnya kembali tegak.
“Maksud saya, terserah apa pandangan Bapak tentang keadilan dan kesempatan.” Amia tidak mengerti kenapa Gavin sembarangan menyimpulkan.
“Dalam pandanganku, aku boleh menemanimu ke rumah sakit nanti.”


Jadi ini buku tentang apa sih? Kalau baca blurb-nya, ya tentang interoffice romance. Alias cinta sekantor. Atasan dengan bawahan. Gavin sebagai plant manager adalah atasan Amia yang paling atas. Seperti yang sudah kubilang, Gavin adalah seorang electrical enginner. Kerennya, kita bisa tahu tentang cinta dari sudut pandang engineer. Ada fisika-fisika di dalam situ dan NYAMBUNG AJA GITU SAMA CERITANYA.

Blurb-nya sudah menarik. Dan ISI BUKUNYA, CERITANYA lebih BAGUS lagi. Kak Ika dalam sekali menggali tiap-tiap masalah. Masa lalu Amia dan Gavin, masalah cinta sekantor, kecemburuan dan insecurity Gavin, keras kepalanya Amia, semua dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Setelah putus dengan Riyad, pacarnya sejak zaman kuliah, Amia memutuskan buat cooling down dulu. Nggak ngurus pacaran dan laki-laki. Tapi … ada power plant manager baru di kantronya dan KEBETULAN Amia disuruh atasannya untuk mengantarkan barang untuk si power plant manager. Amia terpesona pada atasan barunya, tapi membatasi diri sampai di situ saja. Sedangkan Gavin punya pikiran lain. Ada gadis cantik masuk ke ruangannya di hari pertama kerja, langsung otaknya menyusun rencana.


“Apa kamu tahu alamat ini?” Gavin menunjukkan kertas putih itu kepada Amia.

“Tahu, Pak.” Sejak lahir dia tinggal di sini, tentu saja tahu.

“Antar saya ke sana.” Gavin berdiri. Memang ada GPS. Pengisi suaranya juga wanita. Tapi kalau tersedia GPS alami—penduduk lokal—yang menarik dan cantik seperti ini, semua laki-laki akan melupakan software navigasi tersebut. Gavin tersenyum dalam hati. Memuji dirinya atas keputusan cerdas yang baru dibuatnya.


Gavin datang ke rumah Amia. Bukan nyari Mia. Tapi nyari Adrien, kakak Amia, yang ternyata adalah teman kuliah Gavin di Amerika. Adrien tahu masa lalu Gavin dan nggak menyetujui usaha Gavin mendekati Amia, Gavin tetap maju terus pantang mundur. Hasilnya sedikit mulai terlihat, karena Amia–yang terus menerus diberi perhatian–mulai melunak.


Tidak akan sulit baginya untuk menyukai Gavin. Seandainya Gavin tidak tampan dan seksi, Amia tetap akan mudah menyukainya setelah sedikit lebih jauh mengenalnya. He is not only intellectual, caring, and loving, but also naughty, active, spontaneous, and confident.
Amia mengamati kotak sepatunya, hadiah dari Gavin tadi. Apa lagi yang bisa dilakukan wanita kalau sudah mendapatkan perhatian seperti ini, selain membiarkan hatinya melambung jauh ke awan? Tidak ada yang lebih membuatnya bangga selain laki-laki luar biasa seperti Gavin, yang bisa mendapatkan wanita mana saja yang diinginkan, menyukainya.


Memang nggak sulit. AKU JUGA GAMPANG CINTA SAMA GAVIN.

Tantangan mereka banyak. Masa lalu, office romance, restu dari Adrien, kecemburuan, dan masalah komunikasi. Menarik banget mengikuti perjalanan mereka menghadapi itu semua. Apa mereka akan menyerah atau terus berjuang?


“Kalau kamu merasa nggak bisa mempercayaiku, nggak secure dengan hubungan kita, ada cara lain yang bisa kamu lakukan, Gavin.” Amia berhenti sebentar.

“You need to really reevaluate me, our relationship, and your readiness for an adult relationship.” Amia akan memilih mempertahankan pekerjaannya.

“Kamu mau kita putus?” Gavin tidak percaya ini.

“Itu terserah kamu.” Amia membuka pintu mobil dan turun tanpa memberi Gavin kesempatan bicara. “Aku pulang sendiri.”


Aku masih senyum-senyum sendiri ingat Gavin dan Amia. Aduh, bikin bahagia sangat. Banyak banget yang ingin kutulis. Karena banyak yang kusuka, tapi nanti spoiler. Silakan baca BELLAMIA. Aku jamin nggak akan rugi dan nggak akan nyesel. Dengan harga novel yang nggak mahal, tapi dapat SEGALANYA, siapa yang nggak pengen? Aku aja habis dipinjemin temen, tetap beli 😀
Profile Image for Niratisaya.
Author 3 books45 followers
August 3, 2017
I won't do any BS.

Bellamia adalah sebuah cerita romance sederhana, yang dibuat pekat dan memikat oleh Vihara. Lewat karakter Gavin yang ambooooy level kepercayaan dirinya (tapi bener, cowok yg percaya diri lebih memikat. Asal sumbut, aka sesuai dengan penampakan dan pembawaan). Juga lewat Amia yang keras kepalanya melebihi batu--kepala baja mungkin sesuai buat cewek ini ketimbang kepala batu. Nggak ada yang bisa mengalahkan "kelebihan" mereka ini.

Tapi ... kalau cinta sudah bicara, apa salah satu nggak mau "mengalah"?
Profile Image for Ika.
103 reviews3 followers
November 5, 2017
"Broken heart is never easy." — Hal. 1
.
Itu yang dialami Amia. Ia merasakan patah hati yang sungguh luar biasa ketika Riyad —pria yang telah dipacarinya selama 3 tahun— mengabarkan akan menikahi wanita lain.
.
Selain patah hati, ada lagi yang membuat hatinya sakit, pembicaraan mengenai orang tua kandungnya. Sepertinya sangat rumit ya kehidupan Amia? Jadi penasaran...
.
I dunno what i should write here 😳😳 aku benar-benar terkesima dengan alur ceritanya. Walaupun banyak kosa kata "teknik" namun kak Ika mengemasnya dengan apik sehingga terkesan ringan dan mudah dicerna.
.
"He isn't a supermodel, but darn sure all women turn their heads when he walks down the street." — Hal. 15
.
Gavin, seorang manajer power plant yang baru. Ketika Amia pertama kali bertemu dengannya, ia sukses melupakan bagaimana caranya bernapas.
.
Kesan pertama Amia bertemu Gavin adalah suram namun seksi. Gavin memiliki bahu dan dada lebar, perutnya tidak menyembul, lengannya padat, kakinya panjang. Looks yummy right? 😜😜
.
Gavin memang terlihat sempurna namun ternyata pria seksi itu masih merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Ia masih belum menemukan sesuatu yang amat penting baginya, yang membuatnya tidak bisa hidup apabila tidak ada dia.
.
Aku tersipu malu ketika Gavin memainkan pikirannya tentang Amia. Lucu dan sweet banget lho Gavin ini. Astaga.. jadi pengen bawa pulang Gavin.
.
Cedera yang dialami Amia saat simulasi terorisme membangkitkan dopamine Gavin. Pria itu meninggalkan rapat begitu saja hanya untuk mendatangi Amia di rumah sakit dan memastikan dengan mata kepalanya sendiri bahwa gadis itu baik-baik saja.
.
Unch unch ihh.. bau bau nya Gavin tertarik nich pada Amia. Terlepas tertarik atau tidak, Gavin harus berhadapan dengan Adrien terlebih dahulu sebelum mendapatkan Amia. Siapa Adrien ini? Ahhh... apakah Gavin bisa "melewati" Adrien? Penasaran?
.
.
Setelah kemarin kita berkenalan dengan Amia dan Gavin, kali ini aku mengajak berkenalan dengan Adrien dan Vara
.
Adrien, merupakan kakak tersayangnya Amia, saking sayangnya, Adrien terlalu posesif pada Amia. Yang tidak suka kalau teman-temannya —yang menurutnya bukan laki-laki yang layak— menggoda Amia.
.
Yang ternyata, Adrien merupakan senior Gavin saat kuliah di Berkeley, Amerika. Adrien sudah tau kebaikan dan kebejatan yang dilakukan Gavin. Adrien tidak suka Amia dekat dengan Gavin.
.
Akankah langkah Gavin untuk mendekati Amia berjalan mulus?
.
Selanjutnya Vara. Vara merupakan sahabat Amia. Gadis itu bertampang menarik hanya saja sangat jutek sehingga teman-teman cowok di kantornya lebih memilih Amia dibanding dirinya.
.
Vara, gadis yang dengan senang hati menceramahi Riyad —pria masa lalu Amia— ketika pria itu menanyakan soal Amia padanya.
.
Empat tokoh itu yang menarik perhatianku sepanjang membaca Bellamia ini.
.
Adrien, sungguh aku greget banget sama dirinya. Jangan terlalu posesif lah kak pada Amia. Sedangkan Vara, aku suka banget dengan karakter dia, ceplas ceplos dan sangat care pada Amia.
.
G: "I deserve a date, Amia."
A: "Calendar is the best place to find a date."
— Hal. 83
.
Sumpah aku ngakak lihat interaksi Gavin yang ngotot ngajak Amia kencan. Gercep sekali kamu, bang Gavin 😳😳
.
Amia tidak ingin terlibat pada interoffice romance, cinlok pada teman sekantor, karena ia tidak ingin mengalami bagian terburuk dari hubungan tersebut yaitu harus mengundurkan diri dari pekerjaannya ketika berpisah.
.
"Kita nggak bisa tahu bakal naksir sama siapa, Am. Mau jadi apa dunia kalau atasan cuma boleh pacaran sama atasan?" — Hal. 92
.
Apakah Amia mengijinkan Gavin masuk ke dalam relung hatinya? Apabila ia mengijinkan Gavin masuk, bagaimana dengan Adrien? Akankah Adrien memberi restunya?
.
.
"Fights are part of relationship. If people are dating someone, they are going to fight." — Hal. 262
.
"Kata orang, amarah seperti api. Dalam jumlah sedikit bisa bermanfaat bagi kita. Dalam jumlah banyak, amarah menghancurkan apa-apa yang berharga bagi kita. Menyakiti orang yang kita sayangi sampai bisa menghilangkan nyawa." — Hal. 273
.
.
Aku mengacungkan 4 jempol untuk kak ika dalam mengemas novel ini. Bahasanya ringan dan mengalir, alur yang digunakan alur maju namun kita sebagai pembaca juga "diseret" pada cerita masa lalu yang diselipin.
.
Menurutku idenya sederhana yaitu Interoffice romance, kisah cinta antara atasan —bukan CEO tampan dengan perut kotak-kotak tapi seorang engineer tampan nan seksi yang menjabat sebagai power plant manajer— dan bawahan, itu yang membuat novel ini unik ditambah kak Ika mengemasnya dengan sangat apik makinlah novel ini makin unik dan berbeda dari yang lain.
.
Aku berpikir bahwa pacaran dengan atasan yang paling atas itu, kencannya pasti di tempat yang mahal, memberi kado yang mahal pula daaaaan.. zoonk aku salah besar lho. Hal ini pula yang membuat novel ini makin spesial.
.
.
#Bellamia itu "sarapan" 4 sehat 5 sempurna, paket komplit. Tertawa, sedih, greget, senyum malu, marah, semua bercampur jadi satu.
.
#Bellamia...
Mengajarkan untuk berdamai dengan masa lalu dan membuka hati untuk cinta yang baru lewat Amia.
.
Mengajarkan agar tidak mudah menyerah untuk mendapatkan sesuatu lewat Gavin, yang tidak mudah menyerah untuk mendapatkan seorang Amia termasuk berdebat dengan Adrien.
.
mengajarkan untuk menerima masa lalu dan rahasia pasangan lewat Gavin yang bisa menerima masa lalu dan rahasia Amia.
.
Mengajarkan untuk selalu memastikan komunikasi dengan pasangan tetap berjalan sesibuk apapun pekerjaan.
.
Mengajarkan betapa pentingnya untuk duduk tenang dalam membereskan sebuah masalah.
.
Memberikan banyak pengetahuan tentang dunia teknik yang kebetulan aku juga bekerja di kantor yang pekerjanya mayoritas cowok jadi aku seolah ikut masuk pada kisah Amia dan Gavin ini.
.
Quotable banget. Semua quote yang tertuang disini seolah menyentil aku.
.
.
"Every relationship, broken or not, has made us better person." - Hal. 23
.
"There's no place like home. Homes can be houses, apartments, mansions, or anything." - Hal. 30
.
"All engineers can build a car, skyscraper, spaceship, and even time machine. But they can't build relationships with girls." - Hal. 78
.
Terima kasih aku ucapkan kepada Kak Ika Vihara dan Phoenix Publisher. Mohon maaf apabila review aku masih terdapat kekurangan.
.
Kamu mencari novel genre romance dengan ide yang berbeda dan unik, aku rekomendasikan novel ini, karena kalian akan menemukan romansa dari cowok engineer yang tidak ada duanya.
.
Selamat jatuh cinta.
Profile Image for Melani Ivi.
55 reviews5 followers
November 10, 2017
“Every relationship, broken or not, has made us better person.” (hal. 23)

“If someone truly wants to be with us, no external factors can stop them. If it does, that shows the priority they give us.” (hal. 46)

“Engineer tidak diajari untuk berbohong.” (hal. 141)

“Love, As it is an explosion of feeling. Seseorang tiba-tiba menjadi nomor satu dan mengalahkan segala hal lain dalam hidup.” (hal. 162)

“Menurut Amia, jealousy is ten percent flattering and ninety percent annoying.” (hal. 193)

“Orang-orang yang berhasil menjaga hubungannya—dengan pacar atau pasangan hidup—dalam waktu lama biasanya adalah orang yang tahu caranya ‘bertengkar’ dan tahu caranya mencegah pertengkaran agar tidak sampai membahayakan hubungan mereka.” (hal. 265)

Baru kali ini saya membaca novel romance yang mengangkat topik utama interoffice romance. Mungkin bisa dibilang, mirip kisah cinta lokasi (cinlok), rasa suka yang disebabkan terbiasa bertemu atau berinteraksi. Namun menurut saya, kisah Amia dan Gavin ini cukup berbeda, karena Gavin bukan co-worker Amia, tetapi atasan dari atasan, sehingga dari dekripsi tugas mereka logisnya tak kerap terlibat interaksi langsung. Maka bisa dibilang, ini adalah kisah cinta yang bermula dari ketidaksengajaan pertemuan di tempat kerja yang sama, berlanjut ketertarikan dan perkenalan lain yang berproses mendekatkan Amia dan Gavin.

Setting dunia kerja yang dipilih cukup unik, yaitu dunia engineering dan pembangkit listrik. Seharusnya banyak rekan kerja pria Amia yang tereksplor, namun penulis sengaja menfokuskan perhatian pembaca pada Gavin sebagai tokoh sentral. Sosok Gavin sekilas mendekati sempurna, dari segi fisik, penampilan, kecerdasan, latar belakang pendidikan, latar belakang keluarga, hingga dedikasinya pada profesi. Namun, lantas diungkapkan konflik-konflik pribadi yang membuka sisi-sisi lemah Gavin sehingga sosok ini menjadi sosok manusiawi yang nggak mustahil bisa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan sosok Amia saya rasa cukup familiar dalam novel romance umumnya. Cantik, berpenampilan menarik dan feminin, pintar, meskipun jutek dan ceplas-ceplos, juga dibesarkan dalam keluarga yang hangat. Sisi rahasia keluargalah yang kemudian menjadikan sosok Amia memiliki sisi msterius dan memendam luka. Dan penulis berhasil membuat saya penasaran dengan menahan detail rahasia itu hingga akhir.

Penggunaan POV orang ketiga menjadi pilihan aman. Alurnya pun relatif cepat, konfliknya padat tapi tak terkesan terlalu dipaksakan, gaya penulisannya santai, dipadukan dengan istilah dan pernyataan dalam bahasa Inggris. Secara keseluruhan sangat menghibur dan saya menikmati membacanya. Ada cukup banyak adegan lucu dan menyentil dan kutipan-kutipan yang tersebar yang menarik untuk diperhatikan. Bisa dikatakan, novel ini ‘quoteable’, cocok sekali bagi pembaca yang senang menandai berbagai pernyataan dalam novel yang dibaca. Ada satu kejutan manis yang dihadiahkan penulis di bagian paling akhir yang sukses membuat saya tersenyum. Saya juga menyukai unsur kisah keluarga di dalam novel ini, yang membuat novel ini menyentuh, selain menghibur. Kisah cinta yang sukses bikin baper dan kisahnya tak jauh dengan keseharian, terutama di dunia kerja kota besar.

“Their superordinate-subordinate reationship makes everything double trouble.”
Profile Image for Deva Aksara.
47 reviews2 followers
December 15, 2017
Bellamia mengisahkan kisah cinta antara seorang atasan dan bawahan di kantor yg bergerak dalam bidang Enginering.
Ada Amia, salah satu dari sedikitnya wanita yg bekerja di kantor dgn 90% isinya adalah Pria. Ia dipertemukan dgn Gavin, atasan barunya yg tidak peka dan menaruh hati pada Amia. Bagi Amia, hubungan antar karyawan d kantor adlah Forbidden 😂. Jadi, jangan salahkan Amia jika ia mengajukan syarat yg cukup membuat Gavin kesal, apalagi ia baru saja ditinggal nikah kekasihnya.
Amia yg keras kepala dan Gavin yg tidak peka.
Bagaimana kisah yg terjalin pada pasangan good looking ini?
.
.
Saya sangat menyukai novel ini. Banyak keunikan dan perbedaan yg signifikan saya temukan. Saya sudah menyebutkan beberapa di post sebelumnya.

Sebenarnya, kisah yg terjadi pada Amia dan Gavin sama seperti pasangan pada umumnya, tapi ka Ika mampu mengemaskan kisah cinta ini semakin menggemaskan. Saya tidak bisa berhenti terpukau dgn gaya tulisan kak Ika, terutama saat mendeskripsikan problematika yg sering terjadi diantara sepasang kekasih. Pentingnya komunikasi, kepercayaan, dan hal-hal kecil lainnya.
.
.
Tidak cukup sampai disitu, pemilihan diksi kak Ika dalam mengutarakan pendapatnya begitu menarik, semunya dikemaskan dgn manis. Penggunaan bahasa asingnya juga ditempatkan pada posisi yg tepat sehingga nilai estetika tulisannya semakin tinggi.
.
.
Dengan banyaknya kelebihan yg ada, tidak menutup kemungkinan adanya kesalahan. Saya menemukan beberapa kalimat rancu hingga membuat kalimatnya terkesan aneh. Menurut pendapat saya pribadi, kesalahan ini tidak cukup menganggu dan masih bisa diterima. Namun, agar novel ini semakin baik, alangkah baiknya diperbaiki sedikit.
.
.
Btw, Bellamia termasuk novel favorite saya. Saya rekomendasikan bagi penikmat romance yg menginginkan sensasi berbeda dgn mengenal lebih dekat cowok2 ENGINER seperti Gavin 😉.
.
.
Profile Image for Cahya Widyastutik.
43 reviews2 followers
December 1, 2017
Love. As it is an explosion of feeling. Seseorang tiba-tiba menjadi nomor satu dan mengalahkan segala hal lain dalam hidup. -hal. 162-

Ide cerita yang sederhana dieksekusi cukup baik oleh kak Ika. Diceritakan dengan ringan dan mengalir, membuat kisah ini sangat asik dinikmati. Alur maju yg disuguhkan penulis memang agak terasa membosankan di awal, tapi makin kesini cukup asik. Apalagi saat mulai terbukanya masa lalu Amia, sedikit percikan yg menambah rasa cerita ini.

Topik interoffice romance mungkin sering kita temui di cerita² wattpad lain, disini kita ngga akan bertemu dg sosok Ceo tampan bermobil mewah nan baik hati, tpi kita akan berkenalan dg seorang Engineer--yg tentu saja tampan. Dunia engineering-nya pun diceritakan cukup detail, kita akan bertemu engineer² tampan yg siap menyetrum hatimu.

Untuk konfliknya aman-aman saja, sedikit membosankan menurutku. Barangkali memang konflik seperti yg banyak kita temui di kehidupan nyata, ngga lebay yg sengaja dibuat-buat cuma utk kebutuhan cerita fiksi belaka. Misal saat Gavin dihadapkan dg sebuah pilihan akan cinta atau tanggung jawab pekerjaan.
Chemistry Gavin-Amia? Aku suka. Cukup memikat. Bikin gemash.

Banyak kalimat² quoteable yg wajib ditandai. Untuk kalimat² berbahasa inggris yg menyertai, agak sedikit menggangu sih menurutku. Karena terasa seperti kalimat penjelasan yg 'ngga perlu' aja. Ini pendapat pribadi aja sih.

Overall, aku cukup menikmati kisah ini. Recomended utk yg mencari bacaan romance ringan segar.
Selamat berkenalan dg Gavin.

Fights are part of relationship. -hal. 262-

3,6/5 ⭐(buletin aja 4) untuk engineer gans~
Profile Image for Farida.
6 reviews
September 8, 2017
Seneng banget...akhirnya, Bellamia yang ditunggu tunggu dateng juga siang ini. Langsung baca maraton malam ini. Selesai sudah....
Asyik, bikin senyum2 sendiri, gregetan pokoknya campur aduk deh rasanya pas baca ceritanya Gavin-Amia ini. Karena aku kerja di pembangkit listrik juga, pas baca awal tentang background tokohnya, aku bayangin setting novelnya pasti nggak jauh beda sama suasana di plant dan kantorku, ternyata...suasananya beda sih. Gak bisa bayangin kalau Gavin yang usianya bahkan lebih muda dari supervisorku bisa punya karier yang udah wah banget. Pasti aku gak bisa leha2 kalau ngantor di kantornya Amia...
Karakter tokoh Gavin-Amia bisa dibilang unik. Gavin yang matang tapi bisa jadi kayak anak kecil setelah kenal Amia. Tapi aku suka sama penjabaran karakter mereka dan perubahan2 karakter keduanya, bisa dibilang kayak menuju pendewasaan gitu. Dan pas bahas konfliknya mereka, aku brasa kayak training mengelola hubungan dan komunikasi dengan pasangan. Lumayan cukup detail penjabarannya.
Dan dari sekian banyak adegan di novel ini, gak tau kenapa kok suka banget sama adegan2 terakhir pas Amia menuliskan surat buat Gavin. So sweet banget...Walaupun masih penasaran sama cerita2 lain seputar mereka, dan rasanya agak nggak rela menutup lembar terakhir. Ternyata yang kubaca sudah sampai ending.
Yang pasti sekarang nambah lagi deh daftar tokoh bad guy di novel yg aku suka...yah walaupun kalau di dunia nyata sih, kalau bisa nggak usah deh jatuh cinta sama yang model Gavin gini.😂😂😂😂
Semangat menulis terus mbak Ika Vihara..Aku tunggu karya2 kerenmu selanjutnya.😊😊😊
Profile Image for Indri Octa Safitry.
Author 1 book18 followers
July 30, 2019
"Cemburu itu cuma akumulasi dari insecurity dan lack of trust." (hal.189)

Kisah Amia dan Gavin tidak sesederhana membuka hati, nyaman lalu happy ending. Lebih dari rumit. Tiap tokohnya memiliki masalah dalam diri. Amia dengan masa lalunya, Gavin yang cuek dengan sekitarnya terlebih dengan orang-orang yang sayang padanya. Membuat mereka seakan sulit untuk tidak bertengkar setiap harinya

Namun, apakah ketulusan dan sayang membuat mereka bersatu?

Ini ke 2 aku baca buku ka Ika Vihara. Lagi dan lagi aku jatuh cinta. Kalau setiap cerita biasa menyuguhkan tokoh pria yang mempesona dengan ketampanan disini pun ada Gavin yang keren bener. Tapiii, justru aku di buat terpesona yang berbeda, dimana Gavin yang ganteng nan keren ini punya ambisi untuk impian atau segala hal yang dipercaya ini terbaik untuknya. Bener2 laki-laki idaman kan hehe

Sosok Amia pun nggak kalah menariknya, merasa insecure terhadap masa lalu nya membuat dia selalu memikirkan apa kata orang dan berpikir nanti gimana.

Alur maju dengan sedikit mengulas kisah masa lalu masing-masing membuat cerita ini cukup detail dan menarik aku untuk tahu kenapa Gavin bisa memiliki ambisi yang begitu kuat jadi Engineering

Tema yang diangkat cukup ringan, tapi konflik yang muncul dengan pengeksekusian tiap konfliknya pas.

Aku suka ka Ika nggak hanya menyuguhkan romance yang menye-menye. Kalo kata anak sekarang Bucin alias budak cinta, tapi kisah Amia dan Gavin itu bener-bener realistis bahkan bikin gemas

Overall, kerennn dan recomended. Banyak hikmah dalam kisah ini. Sukses selalu ka ika di tunggu karya selanjutnya
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews143 followers
November 22, 2017
"Jika seseorang mencintai kita, pasti mereka mendorong kita untuk meningkatkan kualitas diri, menjadi pribadi yang lebih baik." [hal 286]
.
.
Baca kisah Amia dan Gavin ini, lumayan bikin krenyes-krenyes. Setelah ditinggal nikah sang mantan pacar, sifat defensif dari Amia muncul. Ya Dia takut kembali jatuh cinta, tapi saat Gavin mendekati rasa nya mungkin berkurang. Tapi ketakutan nya tetap ada. Sang kakak dan keluarga nya yang teramat sayang, seolah Amia adalah benda yang mudah retak. Tapi lama-lama sikap Amia mulai luluh oleh kemanisan Gavin. Ya, He is so sweet. Wanita mana yang nggak luluh.. Tapi Amia masih tetap merasa ketakutan, apalagi rahasia masa lalu yang sungguh menyesakkan bagi Amia. Nah loh ada apa ya dengan Amia? Baca sendiri yaa...
.
Ini novel ketiga yang aku baca dari ka @ikavihara, gaya cerita yang mengalir, detail dan asik. Membuat penasaran pembaca macam aku ini. Memakai POV ketiga, penyampaian yang cukup baik membuat aku terhanyut sama perasaan sang tokoh. Tokoh-tokoh nya lumayan kuat. Chemistry Gavin dan Amia pun dapet banget, sosok keluarga nya juga. Konflik nya bukan hanya tentang cinta, tentang masa lalu dan keluarga. Penyelesaian nya juga cukup apik, ngena banget di hati aku. Ditambah qoutes yang kece-kece. Novel ini mengajarkan tentang komunikasi itu hal yang utama dan keluarga adalah segalanya.
Rekomen buat yang suka cerita roman manis, wajib baca :)
1 review
October 13, 2017
“I’ll drive you home.”
“No, thanks. Tolong, Pak! Saya nunggu Vara, kasihan nanti dia kecele kalau datang ke sini.” Akan lebih aman kalau dia pulang bersama sahabatnya daripada dengan atasannya.
“Kalau dia tidak ketemu kamu di sini dia pasti cari kamu di rumah.” Gavin memberi alasan logis sambil terus mendorong kursi roda Amia menuju mobil.
“Pak, tolong! Saya sudah janji mau nunggu Vara!” Tentu saja Gavin tidak mendengarkan. “Astaga! Bapak nggak bisa memanfaatkan orang yang nggak berdaya gini.” Amia berteriak panik karena Gavin mengangkat tubuhnya dan mendudukkannya di kursi depan.
“Biar kamu cepat istirahat di rumah.” Gavin menutup pintu di samping kiri Amia.
“Bapak bisa nggak, jangan sembarangan menyentuh saya? Memangnya siapa yang kasih izin Bapak buat gendong saya? Salaman saja kita nggak pernah.”
(Bellamia halaman 61)
Interaksi antara Amia dan Gavin--engineer listrik favorit--ini nyenengin banget. Amia yang dikasih perhatian, yang baca ikut senyum-senyum bahagia. Semua yang ada dalam buku ini believable banget. Aku jadi percaya kalo bakalan ada laki-laki spt Gavin untukku di luar sana.
Recommended!!!!!!!!
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
November 22, 2017
Ini bukan pertama kalinya aku membaca tulisan Mba Ika. Entah kenapa sejak berkenalan dengan My Bittersweet Marriage, aku jatuh cinta dengan tulisannya. Seperti membaca kisah Bellamia, aku sekali lagi dengan tulisannya.

Ide sederhana tentang patah hati dan move on mungkin sering kamu baca di novel lainnya, tetapi Mba Ika membuat kisah Amia dan Gavin tak sesederhana itu.

Yang aku suka Mba Ika sering memasukkan hal-hal berbau engineering yang dekat sekali dengan dunianya dalam novelnya. Seperti tokoh Gavin dalam novel ini, si insinyur yang agak kaku dan kurang peka berhadapan dengan sosok Amia yang ceria dan tangguh. Hal ini membuat tarik ulur kisah mereka membuatku gregetan dan senyum-senyum sendiri membacanya.

Tapi aku bisa memahami alasan Amia untuk berhati-hati dengan lawan jenis, mulai dari latar belakang status dirinya, kisah patah hatinya hingga masalah hubungan profesional atasan dan bawahan.

Mengejutkan memang mengetahui latar belakang kisah Amia, bagaimana keraguan dia selalu datang jika berhadapan dengan status, itu terasa manusiawi sekali.

Kamu mencari sebuah kisah patah hati dan kesempatan kedua untuk cinta, dibalut romansa para engineer aku rekomendasikan novel ini untuk kamu baca.

Selamat jatuh cinta dengan Gavin :)
Profile Image for Zilvia.
1 review
October 14, 2017
Pacaran sama atasan di kantor> Tos dulu sama Amia. Dan atasanku engineer juga. Tapi kita di tambang, bukan pembangkit. Jujur saja, sebagai orang yg paham dengan kehidupan para engineer, pertama agak takut kalau buku ini salah memotret kehidupan kami. Tapi ternyata ... 90% tepat. Seperti yang dijelaskan penulis di buku, ada sedikit yang di-drama-kan supaya makin dapat aja. Namanya juga fiksi ya. Saran Kak Ika buat cari jodoh engineer itu patut diikuti.
Luar biasa seru kisah Amia ini. Lucu, manis, nyebeli, pokoknya bercampur. Gaya bahasa Kak Ika juga asyik. Asyik banget sampai aku suka baca keras-keras supaya temenku dengar dan dia tertarik.
Jalan ceritanya juga mirip yang kita jumpai sehari-hari. Jadi kita bisa relate dengan ceritanya.
INGAT! CARI JODOH ENGINEER, SEPERTI KATA AMIA:
But engineers are good at comitting long term relationship. Mereka sudah terlatih untuk itu. Amia sudah melihat Adrien kuliah sangat lama dan tidak pernah merasa bosan atau mengeluh kesulitan. Sepertinya mereka tahu bagaimana cara menghadapi rasa bosan dan kesulitan dengan baik.
Profile Image for Rahila.
3 reviews
November 1, 2017
Setiap baca tulisan Kak Ika, aku selalu diingatkan pada realita. Waktu baca My Bittersweet Marriage by Ika Vihara My Bittersweet Marriage, aku disuguhi realita bahwa hidup di negara orang bukan berarti surga. When Love is Not Enough by Ika Vihara When Love Is Not Enough, aku diingatkan pada realita bahwa cinta aja nggak cukup buat menjalani pernikahan. Di Bellamia ini, mataku dibuka sama Kak Ika, bahwa pacaran sama atasan itu banyak nggak enaknya juga. EH, lebih banyak nggaknya daripada enaknya. Makanya Amia males waktu Gavin naksir dia hihihi
Dan buku ini layak banget buat dibaca kalau pas lagi suntuk karena kerjaan di kantor. Bikin bertanya-tanya kapan bakal dapat atasan kayak Gavin. Eh tapi Gavin kan hidup di pembangkit listrik. Ya besok aku pindah :-D
Overall, buku ini memenuhi semua yang kucari dalam cerita cinta. Indah banget,asli.
Profile Image for Anita.
4 reviews
March 7, 2020
pertama kalinya membaca novel dengan tokoh utama berprofesi sebagai seorang engineer, sejujurnya aku punya temen yang profesi'y seperti Gavin seorang engineer dan ketika aku baca yang aku pikirkan "apa iya?", "kayake iya deh", "hmm sepertinya emang seperti itu", "oh gitu" dan masih banyak lagi.

kak Ika membuktikan lewat novel Bellamia bahwa novel dengan konflik tanpa orang ke-3 pun aku bisa menikmati novelnya dari awal sampai akhir. Manis, gk terlalu banyak drama, yang jelas novel ini mengajarkan "Communication is key to the success of any relationship." simple tapi gk semudah yang dibayangkan apalagi ada sifat beberapa cewe (termasuk aku mungkin) yang kadang2 menduga-duga jalan pikiran pasangan dan jadinya drama sendiri. hahaha

Aku nyesel kemarin kenapa tdk memanfaatkan gratis ongkir dengan belanja nol persen dari salah satu e-commerce platform buat beli novel Savara, sepertinya Savara ini adalah si Vara2 temen Amia. Semoga novel berikutnya segera beli dan aku bisa memeluk anak2 kamu yang lain. :)
Profile Image for Jesica Assa.
9 reviews1 follower
September 21, 2017
I loved that point when Amia say "to what extent is a relationship without communication?". Waktu Gavin masih ngejar Amia juga pake komunikasi, lah apalagi kalo udah pacaran wkwk. Se sibuk apapun juga seseorang, setidaknya jangan pernah melupakan orang2 yang terdekat, walaupun textnya hanya "udah makan ya" ato "udah nyampe dirumah" menurutku sangat penting. Kayak yang dibilang juga sama kakaknya Gavin " Communication is key to the success of any relationship" terus kalo nggak pake komunikasi terus Amia-nya jadi ahli nujum aja biar tahu Gavin ngapain biar nggak perlu di tnya2 lagi lgsng ke orangnya? haha. Jujur aja Kak ika waktu aku nge-baca cerita ini yang ada malah "kok bisa senasib ya sama Amia?" wkwk. Pokoknya yang bisa kuambil dari cerita ini Communication is matter in every type of relationship. P.s: Kayaknya Jasmine jadi punya temen baru yang sering ditinggal pacarnya kalo udah mode "hardworking" wkwk
Profile Image for Lila Firitza.
2 reviews
October 14, 2017
Relationship is hard. Adding interoffice makes it harder.
Dari Amia ini kita bakalan tahu bahwa menjalin hubungan sama teman sekantor itu banyak nggak indahnya. Apalagi sama atasan, tantangannya besar. Tanpa ada orang ketiga pun, itu sudah jadi ujian. Belum lagi kalau melanggar pertauran kantor.
Bellamia ini manis.
Bellamia ini realistis.
Ya memang begini ini kalau pacaran. Sesuai kenyataan. Nggak muluk-muluk. Setiap hari kita nggak ciuman terus sama pacar. Kita juga ketemu sesekali. Karena sibuk kita cuma bisa jalan-jalan di sekitar kantor. Karena kita dua orang yg berbeda, jadi kita ribut sama pacar. Kita cemburu, kita ngambek, kita manja, kita keras kepala.
Jalan ceritanya nggak berbelit. Nggak dipanjang-panjangin, sudah komplit dari awal sampai akhir. Ada happy nya, ada sedihnya, ada manisnya, ada lucunya, ada romantisnya, ada marahannya. Semua ada.
Quote-quote kak Ika bagus dan supaya nggak repot nyari, ditaruh di atas di bawah judul bab. Dua jempol buat cerita ini.
3 reviews
November 4, 2017
Semua yang ditulis Ika bagus. Terutama buku Bellamia ini. Ringan banget. Tapi tetap berbobot. Cara menceritakannya yang ringan. Sedangkan isinya betul-betul bikin aku jadi banyak berpikir. Soal pentingnya komunikasi terutama. Nggak cuma komunikasi sama pacar, tapi juga dengan orangtua. Bisa banget Ika menyentil masalah-masalah di sekitar kita yang biasanya kita abaikan.
Genre cerita ini romance. Fokus pada kisah Gavin, power plant engineer yang baru saja pindah ke Indonesia. Gavin ini sempurna nggak sempurna. Lovable banget. Hahaha. Siapa yang nggak mau punya cowok cerdas seperti dia? Amia yang mati-matian nggak mau. Karena dia punya alasan kuat yang kusetujui. Ditulis dengan indahh oleh Ika. Pemilihan diksi yangg cantik. Kalimat-kalimatnya pas. Interaksi Gavin dengan Amia, bikin ketawa, senyum, marah, campur-aduk. Konfliknya menarik dan digali dalam banget. Endingnya nendang. Dah almost perfect.
2 reviews
September 19, 2017
Semangat banget buat baca Bellamia sejak cerita ini kembali di reupload di akun Wattpad kak ika.
The cover : loving it.
The story :
Jujur, ngak pernah tertarik dengan hal-hal yang berbau teknik. Sejak, ketemu buku kak ika, aku suka jadi punya presfektif baru tentang itu.
Bukan hanya bercerita tentang teknik dalam Bellamia di temukan unsur cinta dalam keluarga yang di tuturkan dengan apik dan menyentuh hati. If i can quote my favorite part is (spoiler alert) "never hit on your bestfriend's sister".
Hal lain yang membuat aku agak tersentil saat membaca adalah komunikasi dalam hubungan. Kak ika kembali membalik prespektif dalam hubungam romansa. Komunikasi jelas memainkan peran krusial dalam hubungan.
Cerita di sampaikan dengan santai khas kak ika. Alur cerita dan penokohan karakter di tulis dengan baik, makes woman go crazy about Gavin,tbh.
1 review
November 4, 2017
Sesuai dengan harapan banget nih. Aku nggak biasa nulis review tapi akan kucoba. Cara bercerita Kak Ika ini bikin aku betah baca. Kalimat per kalimat. Nggak ada yang kuskip. Jalan ceritanya menarik dan mengalir dengan santai, nggak terburu-buru. Penempatan konflik batin Amia dan Gavin yang bergantian nggak bikin bosan karena cara berpikir mereka beda banget. Unik dan menarik. Tokoh-tokohnya kuat, bakal lekat di ingatan. Aku bakal terus ingat sosok Gavin yang power engineer. Juga ingat sama Amia yang nggak penting banget mengkhawatirkan sepatu padahal kakinya cedera. Dan paling favorit adalah endingnya. Biasanya aku kurang puas dengan ending, karena pengen baca lebih banyak lagi. Tapi Bellamia ini bikin aku puas. Aku bisa membayangkan sendiri gimana kehidupan AMia setelah ending. Bagus dan recommended banget.
1 review
October 13, 2017
Setelah dibikin mewek oleh Linusnya Kak Ika sepanjang buku, sekarang dibikin senyum terus sama Kak Ika di Bellamia. Meski ada momen menyebalkan saat Mia keras kepala atau Gavin semaunya. Tapi manusia selalu punya kelemahan, kan?
"But nobody's perfect. Gavin punya banyak kelemahan di sana-sini. Begitu juga dengan Amia. Tapi siapa peduli. Sepanjang bisa menerima, mereka bahagia." (hlmn. 155)
Ah, aku jadi tahu bahwa nggak mungkin aku akan dapat pasangan sempurna. Tapi pasti akan dapat yang terbaik.
Thank you banyak, Kak Ika. Tulisanmu selalu membuka mata mengenai hal-hal kecil namun penting dari sudut pandang berbeda. Gaya bercerita Kak Ika juga makin berkembang. Aku berharap segera ada buku selanjutnya.
Profile Image for Siwi Hika.
1 review
October 14, 2017
Coba aku masih SMA, pasti aku bakalan bisa suka sama fisika. Supaya bisa kerja di pembangkit listrik lalu kenal sama engineer kayak Gavin! Sukses banget Ika bawa sesuatu yang baru, engineering ke dalam sebuah novel romance. Seperti yang Ika tulis sebagai slogan di profilnya: kata siapa engineer tidak bisa romantis? Gavin romantis abiiiiiiiiissss dengan caranya sendiri. Bikin meleleh.
Aku suka gaya bercerita Kak Ika. Cerdas tapi nggak menggurui kita. Ada banyak pengetahuan dan sudut pandang baru yang bikin pinter. Baca novel romance itu nggak cuma buang waktu. Tapi kita dapat banyak pelajaran juga: hubungan laki-laki dan perempuan, hubungan dengan keluarga, sampai pengetahuan umum. Aku baru tahu kalau ada ilmuwan namanya Nikola Tesla.
Good job, Ika! Kutunggu buku selanjutnya.
Profile Image for Elfira Maheswari.
1 review
October 23, 2017
PASANGAN FAVORIT SETELAH AFNAN DAN HESSA INI. Ceritanya bikin adem hati yang sedang galau. Amia ini mewakili gadis-gadis seusianya. Yang pusing pas putus cinta, karena bingung mau nyari di mana lagi. Ngadepin patah hati bareng sahabat. Itu friendship goal aku banget Amia dan Savara. Dan relationship goalnya adalah seperti Amia dan Gavin. Bermimpi gratis kan?
Anyway, seperti kubilang cerita ini believable banget. Aku bisa ngeganti tokoh Amia dengan diriku dan Gavin ... ya tetap Gavin. Percaya banget aku kisah cinta seindah ini ada di dunia nyata. Ada di sekitarku. Dan bisa terjadi pada diriku.
WAJIB DIBACA BUAT YANG GALAU, karena kalimat-kalimat Kak Ika yang indah banget di sini bakal mengobati itu semua. PERCAYALAH.
Profile Image for Aisyah Farhani.
3 reviews
October 26, 2017

Apa pernah aku bilang aku ingin bersamamu setiap hari? Aku sudah sangat pengertian, Gavin. Hanya satu hari dari akhir pekan yang kuminta. Bukan satu minggu. Terlalu banyak? Terlalu berat untuk kamu penuhi?


Susahnya pacaran dengn power plant manager yang selalu sibuk, meski satu kantor tapi gak bisa ketemu. Ika menjelaskan kelebihan dan kekurangan hubungan dengan atasan lalu mengubahnya menjadi konflik. Ditambah insecurity Amia dan payahnya Gavin dalam berkomunikasi, bikin konfliknya jadi nggak biasa. Kadang penulis menyerah untuk menggali konflik. Lebih memilih untuk menghadirkan orang ketiga. Tapi Ika bisa membuat hal sederhana menjadi sebuah masalah yang patut untuk kita pikirkan dan menimbulkan pemahaman baru dalam cinta dan hubungan.
1 review
November 18, 2017
Kemarin ramai sama save tiang listrik, jadi ingat belum review tukang listrik ganteng. Eh, power plant manager deng namanya ya... tapi Gavin bosnya tukang listrik. Kenapa aku baca buku ini? Karena blurb-nya!!! Gavin nyari jodoh saat simulasi terorisme. Menarik banget jalan ceritanya dari sini aja.
Gavin yang seenaknya, Amia yang keras kepala. Kedua orang ini adalah pasangan yang tak sempurna dan karena ketidaksempurnaannya menjadi sempurn. Gimana sih? Pokoknya begitu. Semua interaksi mereka menyenangkan buat diikuti. Pemikiran-pemikiran Kak Ika menginspirasi. Menginspirasi buat cari cowok engineer. Semuanya bagus banget dari depan sampai belakang. Kalau ada kekurangan ya... kurang panjang aja. Selebihnya passssssss. Bagusssssss.
1 review
November 18, 2017
Buuku yang menemaniku seharian ini. Nggak rela banget bukunya habis dan aku melongo membayangkan-bayangkan kehidupan berikutnya Amia dan Gavin. Tapi Kak Ika janji mau kasih ekstra epilog kan? baiklah, aku bakal review suapaya dapat.
Buku ini sesuai dengan yang kuinginkan. Penokohan kuat. Jalan cerita menarik. Ending nendang. Aduh apalagi ya. Semuanya bagus. Chemistry antara Amia dan Gavin terasa banget. Meskipun Amia awalnya bersikeras gak mau pacaran sama atasannya. Ya memang berpotensi repot sih. Tapi kan cinta layak dicoba, Mia. Untungnya Gavin cerdas dan gerak cepat buat berusaha mengubah pandangan Amia. Tapi ... Amia juga punya pendirian kuat untuk mempertahankan pendapatnya. Keren banget ketika dua orang cerdas membicarakan cinta.
Displaying 1 - 30 of 103 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.