Jump to ratings and reviews
Rate this book

말의 품격

Rate this book
말과 사람과 품격에 대한 이야기

『말의 품격』은 《언어의 온도》로 많은 독자의 공감을 얻은 이기주 작가의 에세이집이다. 경청, 공감, 반응, 뒷말, 인향, 소음 등의 24개의 키워드를 통해 말과 사람과 품격에 대한 생각들을 풀어낸다. 저자의 인문학적 소양을 바탕과 감성이 더해져 볼거리와 생각거리를 동시에 전한다. 한 장 한 장 넘길 때마다 자신의 말과 세계관에 대해 끝없는 질문을 던지게 될 것이다.

말은 마음을 담아낸다. 말은 마음의 소리이다. 때문에 무심코 던지 한마디에 사람의 품성이 드러난다. 품성이 말하고 품성이 듣는 것이다. 격과 수준을 의미하는 한자‘품(品)’은 입‘구(口)’가 세 개 모여 이루어져있음을 알 수 있다. 말이 쌓이고 쌓여 한 사람의 품격이 된다는 뜻이다. 말을 죽일지 살릴지 신중히 결정해야 한다. 말은 한 사람의 입에서 나오지만 천 사람의 귀로 들어가고 끝내 만 사람의 입으로 옮겨지기 때문이다.

Unknown Binding

Published January 1, 2017

8 people are currently reading
73 people want to read

About the author

Ki Ju Lee

4 books7 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
19 (27%)
4 stars
25 (35%)
3 stars
18 (25%)
2 stars
6 (8%)
1 star
2 (2%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for h.
375 reviews147 followers
February 25, 2022
I dunno... ini buku essai korea yg menurut aku paling berat or am i just👀
Profile Image for Joo Shim.
112 reviews7 followers
July 1, 2019
"무심코 던진 말 한마디에 품격이 드러난다.
나만의 체취, 내가 지닌 고유한 인향은
내가 구사하는 말에서 뿜어져 나온다."
Profile Image for 효인.
6 reviews
December 17, 2017
읽기 쉽지만, 문장 하나 하나 반복하여 읽게 되는 책. 짧은 책이지만 나 자신을 뒤돌아보며 느리게 읽는 책. 또한 바쁜 삶을 살아갈 때 되돌아 천천히 읽어야 하는 책.
Profile Image for Rizkana.
248 reviews29 followers
March 30, 2024
"Ketika seseorang mengatakan, "Ayo makan bersama lain kali," sebelum menutup telepon, cobalah untuk membuat janji makan siang bersama. Tahukah Anda, ketika kita melihat wajah orang lain dan makan siang bersama, masalah yang kita hadapi di dunia ini seakan hilang dan kegiatan makan bersama bukan hanya berfungsi untuk menghilangkan rasa lapar, tapi untuk mengisi hati kita."


Saya membubuhkan banyak markah buku di halaman-halaman buku ini. Namun, sesingkat dan sesederhananya, inilah yang berkesan di pikiran:

1. pada dasarnya, buku ini mengajak orang untuk berpikir dua kali dalam menggunakan kata-katanya, lisan maupun tulisan;

"Kata-kata dan tulisan akan terpatri dalam sifat seseorang. Kata-kata yang diucapkan sembarangan akan menjadi karakter seseorang. Kata-kata adalah jati diri kita. Diri kita yang berkata, diri kita pula yang mendengarkannya."


2. ada banyak bahan renungan dan kutipan, yang untuk saya, sukses membuat bertanya pada diri sendiri, "sudahkah saya melakukan itu?" contohnya tentang konsep:
menghormati, ketulusan, simpati dan rasa kasihan, negosiasi, political dining, makna bawah sadar dari pertanyaan "Kau sudah makan?" momen hening, true but useless akibat kebiasaan berbicara tanpa tujuan, index quotient atau indeks koeksistensi (kemampuan hidup bersama orang lain!), perbedaan kejujuran dan sindiran, cara berkomunikasi sesuai situasi dan lawan (seorang ibu yang berbicara dengan anaknya dari sudut pandang si anak sebagai Spiderman), retorik, permintaan maaf sebagai cara berkomunikasi terkuat, self-serving bias, the burnout society, hard thinking & soft thinking, serta empat jenis pertemanan;


3. banyak mengambil referensi contoh dari sikap Barack Obama, Confusius, penulis asal Korea, dan makna di balik karakter huruf China juga Korea--ada referensi etimologi dalam pemaknaan suatu kata;

4. cukup ringan, dalam konteks bahasa, bahasan, dan halaman, bisa dibaca dalam sehari saja.

Karena saya menemukan cukup banyak kutipan dalam buku ini yang dapat menjadi bahan renungan, berikut beberapa yang ingin saya bagi:

"Anda harus memutuskan dengan sangat hati-hati apakah kata-kata itu (merujuk ke kata-kata buruk) harus diucapkan atau tidak. Kata-kata dapat keluar dari mulut satu orang, tapi didengar oleh seribu orang. Kemudian kata-kata itu kembali diucapkan oleh sepuluh ribu orang."


"Jika kau bisa berbicara kepada satu orang teman dengan tulus, dengan perasaan yang sama, kau bisa berbicara pada beribu-ribu orang."


"Rata-rata dalam satu menit manusia bisa mengatakan dua ratus kata. Di sisi lain, otak manusia bisa menerima empat kali lipat lebih banyak, yakni delapan ratus kata setiap menitnya. Dengan kemampuan otak yang bisa menerima sepuluh ribu kata dalam empat menit, otak tidak perlu mengartikan setiap kata yang diucapkan seseorang sehingga kita tidak perlu mendengarkannya dengan saksama." (inilah mengapa kita sulit menyimak dan sebatas mendengar)


"Dalam tahap berbincang dengan orang lain dan memulai sebuah hubungan, kita harus melewati jembatan penghubung bernama obrolan ringan berkali-kali. Dengan kata lain, obrolan ringan adalah awal dari semua jenis hubungan."


"Anda tidak perlu terburu-buru menghadapi orang lain dan kehidupan. Karena kehidupan dan hubungan bukanlah diciptakan, tetapi dibangun perlahan-lahan."


"Anda harus menjadi orang yang lucu, jangan menjadi orang yang konyol."


"Dibandingkan perkataan, kesunyian lebih bermakna, tapi terkadang kita harus bertanya apa yang orang lain sukai dan apa yang mereka pikirkan. Itu adalah fungsi dari pertanyaan."


"Saat kita berbicara dengan orang lain, bagaimana kalau kita mengintip taman orang lain dari sudut dan perlahan berjalan masuk melalui pertanyaan? Karena bagaimanapun juga, kegiatan mendekati orang lain adalah dasar dari kehidupan."


Jadi, dengan uraian panjang lebar seperti ini, mengapa hanya bintang empat? Mungkin saya bias, tapi pemilihan contoh-contoh penulis terkesan mengidolakan satu sosok yang ternyata, saat ini, tidak terlihat sesuai dengan kata-katanya.

"Semoga kata-kata yang Anda ucapkan dapat menjadi sekuntum bunga bagi orang lain."
Profile Image for RA Cendani.
87 reviews4 followers
December 13, 2023
Baca buku ini aku jadi ingat tentang pernyataan bahwa kekuatan kata sebetulnya tanpa kita sadari jauh lebih besar ketimbang kekuatan fisik. Karna hal ini juga kerap jadi alasan kita untuk terus memberikan afirmasi positif ke diri sendiri. (kekuatan kata yang berfokus ke diri sendiri)

Nah, alih-alih membahas ke arah yang seperti itu, penulis dalam buku ini memberi sudut pandang yang lebih luas lagi kepada pembaca melalui 4 tema perkuliahan miliknya (kekuatan kata yang tidak hanya berfokus pada diri sendiri tapi juga kepada orang yang mendengarkan).

"°Kuliah 1 : Mendengarkan untuk menyampaikan isi hati
"°Kuliah 2 : Dengan sedikit berbicara, tak ada yang perlu dikhawatirkan
"°Kuliah 3 : Kata-kata adalah suara hati
"°Kuliah 4 : Kekuatan dibalik kata-kata yang indah

Dengan harapan kita bisa lebih banyak mendengar, memahami orang lain, serta menumbuhkan ketulusan lewat perkataan yang mungkin bisa menjadi obat atas rasa sakit yang orang lain rasakan, ketimbang banyak berbicara pada sesuatu hal yang tidak sesuai pada tempatnya.

Penulis pun memberikan berbagai kisah dari tokoh-tokoh terkenal seperti presiden obama, kutipan/riset yang mendukung tentang betapa pengaruhnya dari kekuatan kata itu sendiri.

Ada beberapa insight menarik yang aku dapat dari buku ini:
1. Apa yang kita ucapkan memiliki efek boomerang pada diri sendiri, seperti ikan salmon yang menelusuri sungai, tanpa sadar memiliki insting ke tempat mereka dilahirkan. Singkatnya, yang kita ucapkan tidak hanya keluar dari mulut tapi juga diresapi oleh telinga dan tubuh kita. (berhati-hati dalam berucap sekalipun ucapan itu tertuju ke orang lain)
2. Manusia memiliki kemampuan berfokus terbatas. (hanya 18 menit untuk fokus pada pembicaraan yang berlangsung)
3. Orang yang hatinya tidak terbuka, kata-katanya kasar.
4. Mendengar dengan saksama bukan berarti mendengar dalam diam, tapi benar-benar mendengarkan dan merespon sungguh-sungguh.
Profile Image for Sarah Reza.
237 reviews4 followers
March 2, 2024
Buku ini menurutku kayak guide book dalam berkomunikasi. Bukan cuma secara teori saja, tetapi juga dengan beberapa contoh terkait poin-poin tentang penggunaan bahasa dalam kehidupan kita. Tak hanya itu, buku ini juga ngasih tau kalo diam juga salah satu bentuk komunikasi. Hanya dengan ekspresi saja, kita sudah bisa paham apa yang sedang disampaikan oleh seseorang melalui raut wajahnya.
Siapa sangka, orang bisa menilai karakter seseorang dari pemilihan kata yg digunakan. Bahkan, bagaimana kekuatan dan kata yang diucapkan dan apa saja dampaknya juga dibahas di buku ini secara singkat.

Bacaan non fiksi yang ringan untuk dibaca. Bahasa terjemahannya juga nyaman.
Profile Image for Alliya Rahma Heriadi.
5 reviews
February 2, 2024
It was refreshing, the word was kinda phoetic and that's great, i'd like how soft and gentle the word was. My favorite thing on this book and thats stuck on my head is when Ki ju lee said how simple quenstion like "have you eat? " Is represent a truly pure love, how our parents ask that to make sure is we are "oke" and have a appropriate life.
Profile Image for Zaza Hafizhah.
17 reviews
December 3, 2022
Worth to buy, worth to read. Bikin merenung dan introspeksi diri terhadap kata-kata yg diucapkan, ditulis, maupun diketik
Displaying 1 - 10 of 10 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.