Jump to ratings and reviews
Rate this book

Badrul Mustafa, Badrul Mustafa, Badrul Mustafa: Kitab Puisi

Rate this book

80 pages, Paperback

First published May 1, 2017

2 people are currently reading
26 people want to read

About the author

Heru Joni Putra

8 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (15%)
4 stars
18 (46%)
3 stars
13 (33%)
2 stars
2 (5%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews
Profile Image for Alpha Hambally.
Author 4 books7 followers
Read
October 14, 2017
Ada yang menarik di dalam kitab puisi ini. Selain puisi-puisi di dalamnya, kitab puisi ini memicu komentar yang sungguh beragam dari pembaca (dan penyair) yang saya temui sejak kitab ini terbit. Saya mencatat semua komentar itu dengan sungguh-sungguh. Dengan sungguh-sungguh pula saya mencernanya. Maka itu kitab puisi ini belum bisa saya beri komentar, maupun rating. Karena tidak ada pengertian dan keputusan final terhadap sebuah puisi.

Apa yang saya mengerti hari ini dari Badrul Mustafa, belum tentu bisa dipakai di kemudian hari. Badrul Mustafa pasti akan bergeser kemungkinannya, karena ia bukan sebuah ketunggalan. Namun meskipun ia bukan kesimpulan maupun ketunggalan, Badrul Mustafa telah menjadi bagian di dalam bumi ini.
Profile Image for Aya Canina.
Author 2 books44 followers
July 28, 2023
suatu waktu Willy Fahmy Agiska berkata, "jadi begini. kalau bukumu ingin dibaca Aya Canina, mesti lebih dulu menang event". Itu lucu, tapi juga tidak. Katakanlah memang begitu, untuk satu kondisi. Rasanya tanpa ada kompetisi, tanpa penghargaan bergengsi (dan tidak), mustahil saya membaca semua buku puisi di muka bumi ini. Dan ini masalahnya, buku puisi bagus—sekalipun predikat tersebut sungguh subjektif, cukup sulit ditemukan, bukan?

Inilah buku puisi pertama Heru Joni Putra yang saya baca, persis setelah beliau mendapat juara 2 Sayembara Manuskrip Puisi DKJ tahun ini. Sulit mencarinya. satu toko di e-commerce bilang buku ini sudah menguning di raknya, jadi kurang pantas bila masih dijual. Akhirnya saya dapat juga, dari satu toko buku di Jogja.

Segera setelah saya baca beberapa judul awal, saya tanya Titan Sadewo, penyair muda berbahaya Medan itu, "Badrul Mustafa itu tokoh fiksi, kan?". Iya, jawabnya. Dan erat kaitannya dengan Minangkabau. Titan merekomendasikanku menonton siaran ulang instagram live @ngobrol.buku—percakapannya dengan Heru pada Januari 2022 silam. Yes, saya menontonnya, dengan khusyuk dan tabah (reels instagram tidak menyediakan fitur mempercepat/memperlambat). Percakapan itu membuat saya memahami teks puisi ini, yang mustahil saya pahami meski pemahaman bukan kewajiban yang kudu saya kejar. Tapi kenikmatan suatu hal akan bertambah jika saya memahaminya—termasuk pada puisi.

Sesuatu yang baru seringkali membuat kita membuncah, seperti jatuh cinta. Puisi-puisi seperti ini baru dalam pengalaman membaca saya selama ini, jadi saya menyukainya (kayaknya saya mudah menyukai sesuatu. He-he-he).

Badrul Mustafa 3x
Jika benar-benar ada si Badrul ini, ingin rasanya saya timpuk kepala beliau ini. Pakai batang pisang. Toh dia mencintainya kan? Dia akan mati bahagia.
Profile Image for Ariel Seraphino.
Author 1 book52 followers
October 31, 2017
Bagus. Karya eksperimental yang mengantarkan penulisnya menjadi salah satu nominasi Kusala Sastra tahun ini Sebagai karya perdana. Puisi-puisi yang bermain dan berkelindan dengan pantung dan kisah-kisah tak kalah menarik. Favoritnya tentu adalah Jenggot Haji Agus Salim. Di mana seolah digambarkan orang-orang merindu sosok beliau yang berada di surga dan jenggot panjang khas miliknya menjuntai hingga ke bumi dan semua orang berebut meraih dan memanjatnya. Penuh metafora dan pemikiran yang dalam. Salah satu penyair Padang yang cukup menjanjikan apalagi di usianya yang masih muda.
Profile Image for Stebby Julionatan.
Author 16 books55 followers
January 15, 2019
Sama seperti yang kusampaikan sebelumnya, membaca buku puisi ini, saya jadi ingat puisi-puisi "mbeling"nya Jokpin -bukan Remi Silado. Cuma, yang ini versi padang yang banyak pantun-pantunya. Seksi sekali. Jadi ingat di rumah makan Padang dan beli rendang tambo es tehnya ciek, Uda. Hahahaha...
Profile Image for Natasha.
38 reviews
November 13, 2017
Aku menikmati puisi-puisi Heru, karena entah, ia membuatku tersenyum simpul.
Maju terus, Heru. Kutunggu karya-karyamu selanjutnya!
Displaying 1 - 6 of 6 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.