Buku yang tidak sengaja saya temukan saat menjelajahi acara Buka Gudang di Gramedia Matraman.
Membaca blurbnya membuat saya tercengang, jarang sekali ada novel indonesia yang mengangkat tema detektif, dan teens pula.
Ingatan saya langsung terbang ke manga-manga jepang yang zaman sekolah dulu selalu saya baca, Detektif Conan dan Kindaichi, saya juga langsung teringat kepada novel detektif remaja yang juga selalu saya baca, yaitu serial STOP karangan Stefan Wolf. Saya jadi penasaran, novel ini lebih dekat ke mana, Conan atau STOP?
Novelnya cukup tipis, hanya 147 halaman. jika benar-benar berniat, bisa selesai dalam sekali atau dua kali duduk.
Novel ini menceritakan tentang Erlan, Mansa, Cinta, dan Clara, empat siswa SMA di satu sekolah, yang bertemu karena insiden kecelakaan bus saat karyawisata. Cerita dibangun dalam format kasus-kasus pendek. dari tiap kasus kita bisa melihat dinamisasi dari hubungan keempat sahabat ini.
Trope karakter yang digunakan dalam novel ini lebih mirip manga.
Ada Erlan yang jago deduksi dan matematika, Mansa yang jago komputer, Cinta yang jago bela diri, dan Clara ... yang belum diperlihatkan kemampuannya. (mungkin di buku selanjutnya).
Secara teknis, buku ini ditulis dengan rapi. style tulisannya ringan dan mengalir. Walaupun mungkin di beberapa bagian terkesan 'telling', tapi rasanya cerita detektif memang rawan akan metode tersebut.
Overall, it's a breath of fresh air, and nostalgia. Kasus-kasusnya ringan, dan atmosfir bukunya juga ceria. cocok sebagai bacaan santai di hari minggu pagi, pengganti tayangan televisi detektif conan.
Terima kasih, atas bukunya. Looking forward to read the sequels.