Jump to ratings and reviews
Rate this book

Logika Agama

Rate this book

Unknown Binding

First published January 1, 2005

33 people are currently reading
381 people want to read

About the author

M. Quraish Shihab

85 books438 followers
Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, MA adalah seorang cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al Qur’an dan mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII(1998).

Ia dilahirkan di Rappang, pada tanggal 16 Februari 1944. Orangtua Quraish Shihab adalah Bapak Abdurrahman Shihab dan Ibu Asma Aburisyi. Quraish adalah putra ke-empat dari 12 bersaudara. Tiga kakaknya, Nur, Ali dan Umar serta dua adiknya, Wardah dan Alwi Shihab, juga lahir di Rappang. Tujuh adik lainnya yaitu Nina, Sida Nizar, Abdul Mutalib, Salwa dan adik kembar Ulfa dan Latifah, lahir di Kampung Buton.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Ujung Pandang, ia melanjutkan pendidikan tingkat menengah di Malang, yang ia lakukan sambil menyantri di Pondok Pesantren Darul-Hadits Al-Faqihiyyah.

Pada tahun 1958 Ia berangkat ke Kairo, Mesir, dan diterima di kelas II Tsanawiyah Al-Azhar. Tahun 1967, dia meraih gelar Lc (S-1) pada fakultas Ushuluddin jurusan Tafsir dan Hadits Universitas Al Azhar. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di fakultas yang sama dan pada tahun 1969 meraih gelar MA untuk spesialisasi bidang Tafsir Al Qur’an dengan tesis berjudul Al-I’jaz Al-Tasyri’i li Al-Qur’an Al-Karim.

Sekembalinya ke Ujung Pandang, Quraish Shihab dipercaya untuk menjabat Wakil Rektor bidang Akademis dan Kemahasiswaan pada IAIN Alauddin, Ujung Pandang. Selain itu, Ia juga diserahi jabatan-jabatan lain, baik di dalam lingkungan kampus seperti Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah VII Indonesia Bagian Timur, maupun di luar kampus seperti Pembantu Pimpinan Kepolisian Indonesia Timur dalam bidang pembinaan mental. Selama di Ujung Pandang, Ia juga sempat melakukan beberapa penelitian; antara lain, penelitian dengan tema “Penerapan Kerukunan Hidup Beragama di Indonesia Timur” (1975) dan “Masalah Wakaf Sulawesi Selatan” (1978).

Quraish Shihab menikah dengan Fatmawaty Assegaf pada 2 Februari 1975 di Solo. Mereka dikaruniai lima orang anak, Najelaa, Najwa, Nasywa, Ahmad dan Nahla. Najelaa menikah dengan Ahmad Fikri Assegaf dan memiliki tiga anak, Fathi, Nishrin dan Nihlah. Putri kedua, Najwa Shihab menikah dengan Ibrahim Syarief Assegaf dan memiliki dua orang anak, Izzat dan almarhumah Namiya. Putri ke tiga Nasywa, menikah dengan Muhammad Riza Alaydrus, dan memiliki dua orang putri, Naziha dan Nuha. Ahmad Shihab, satu-satunya anak laki-laki dari Quraish Shihab, menikah dengan Sidah Al Hadad.

Tahun 1980 , Quraish Shihab kembali ke Kairo dan melanjutkan pendidikan di almamater lamanya. Tahun 1982 Ia meraih doktornya dalam bidang ilmu-ilmu Al Qur’an dengan disertasi yang berjudul Nazhm Al-Durar li Al-Biqa’iy, Tahqiq wa Dirasah, Ia lulus dengan yudisium Summa Cum Laude disertai penghargaan tingkat I (mumtaz ma`a martabat al-syaraf al-’ula).

Sekembalinya ke Indonesia, sejak 1984 Quraish Shihab ditugaskan di Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Selain itu, di luar kampus, Ia juga dipercayakan untuk menduduki berbagai jabatan. Antara lain: Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat (sejak 1984); Anggota Lajnah Pentashbih Al Qur’an Departemen Agama (sejak 1989); Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional (sejak 1989).

Quraish Shihab juga banyak terlibat dalam beberapa organisasi profesional; antara lain: Pengurus Perhimpunan Ilmu-Ilmu Syari`ah; Pengurus Konsorsium Ilmu-Ilmu Agama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan; dan Asisten Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Saat ini, Quraish Shihab aktif menulis artikel, buku dan karya-karyanya diterbitkan oleh Penerbit Lentera Hati. Salah satu karanya yang terkenal adalah Tafsir al-Mishbah, yaitu tafsir lengkap yang terdiri dari 15 volume dan telah diterbitkan sejak 2003.

Selain sebagai penulis, sehari-hari Quraish Shihab memimpin Pusat Studi al-Qur’an, lembaga non profit yang bertujuan untuk membumikan al-Qur’an kepada masyarakat yang pluralistik dan menciptakan kader mufasir (ahli tafsir) al-Qur’an yang profesional.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
73 (48%)
4 stars
46 (30%)
3 stars
21 (14%)
2 stars
5 (3%)
1 star
4 (2%)
Displaying 1 - 13 of 13 reviews
Profile Image for Joe Satrianto.
35 reviews3 followers
January 8, 2017
Ada 2 jenis penanya. Yang pertama, yang bertanya dan berusaha mencari jawaban atas pertanyaannya. Yang kedua, yang bertanya tapi cuma sekadar mempertanyakan tanpa niatan buat mencari jawabannya. Biasanya cuma sebagai pembenaran untuk tingkahnya, yaitu mereka-mereka yang keburu yakin kalau nggak bakal ada jawaban untuk pertanyaannya.

Aku bersyukur, Quraish Shihab jaman muda ternyata juga bertanya tentang hal-hal yang kupertanyakan. Untungnya beliau punya niat buat nyari jawabannya. Untung lagi, sekarang jawaban dari pertanyaannya dibukuin sama dia. Buku ini lumayan menjawab pertanyaanku, bahwa akal manusia memang nggak punya batas pada konteks dunia fisik dan materi.
Profile Image for Agung Wicaksono.
1,092 reviews17 followers
September 23, 2020
Buku yang mencerahkan dan menambah pengetahuan saya tentang cara menggunakan dan menempatkan akal dalam beragama. Disajikan dengan bentuk tanya-jawab, menjadikan buku ini terasa dekat. Apalagi, pertanyaan-pertanyaan yang dimiliki oleh Prof. Quraish Shihab sewaktu muda tentang akal dan agama, kurang lebih sama seperti saya sekarang. Bedanya, beliau memang sejak kecil mendalami ilmu agama dan memiliki akses untuk bertanya langsung kepada guru yang kredibel dan mendamaikan hati. Sedangkan saya, saya bukanlah orang yang sejak kecil sudah mendalami ilmu agama dan sekarang harus berusaha mendapatkan informasi yang akurat di tengah banyaknya pemuka agama kontemporer yang suka berdakwah, padahal tak jarang dakwahnya tersebut memakai kata-kata yang keras dan penuh emosi, seakan-akan agama itu kaku dan menyusahkan. Oleh karena itu, saya menyukai pemikiran Prof. Quraish Shihab dalam menyampaikan pengetahuan tentang Islam karena mendamaikan dan menyejukkan hati serta pikiran saya.
Profile Image for Khairur Rosyidi.
25 reviews
February 8, 2020
Ibarat mobil F1. Logika akan terus melaju. Ibarat pembalap, Akal akan mengarahkan ke mana tujuan logika. Ibarat lintasan, itu peran agama. jangan sampai berlogika melebihi batas, kendatipun sudah melebihi batas, harus tau batasan mana yang akan diyakini dan dilakukan :)

bukunya santai ala orang tua menasihati anaknya. cocok untuk belajar logika awal mungkin sebelum memulai berfilsafat, atau juga cocok untuk "ngerem" setelah berjibaku dengan filsafat. Mantap. Semoga eyang Quraish sehat dan menghasilkan banyak karya
Profile Image for Fariq Ash.
10 reviews
January 2, 2021
Buku yang cukup mudah dipahami namun bukan tasawufnya. Pendekatan agama dengan logika dari sisi islami. Mungkin bagi pembaca yang non-muslim akan sedikit susah menerima, terlebih jika mereka skeptis.
Profile Image for Meutia Faradilla.
26 reviews4 followers
January 14, 2024
Kita akan selalu dipertemukan dengan apa yang kita cari. Beberapa saat ini saya sedang mencari tentang Ketuhanan dan Keberagamaan. Salah satunya adalah tentang Islam. Pemikiran Abi Quraish Shihab ini (yang didukung dengan berbagai literatur rujukan yang beliau baca) sangat membantu saya memahami Islam dalam konteks yang penuh kelembutan.

Bagian pertama buku ini memang berisi diskusi antara beliau dan gurunya dan proses tanya jawab yang terjadi sangatlah memantik pikiran untuk lebih merenungi jawaban-jawaban dari guru. Bagian tentang tasawuf memberikan pengantar dan pengenalan tentang apa itu tasawuf sebenarnya dan bagaimana seharusnya posisinya. Lalu nasihat-nasihat sufi, dialog Al-Ghazali yang berupa dialog-dialog singkat juga bagus sekali sebagai pengingat dan pelembut hati. Sementara bab terakhir tentang akal mendudukkan posisi akal menurut ulama Islam.

Buku ini, meski ditulis beberapa dekade silam, masih tetap relevan untuk dibaca hari ini. Terutama bagi kita yang sedang diliputi keraguan dan keresahan.
Profile Image for Izza.
386 reviews8 followers
July 26, 2017
Akal manusia terbatas. Sedangkan, Sang Pencipta tidak terbatas. Terima kasih atas pelajaran yang sangat berharga. Saya sangat bersyukur bisa belajar banyak mengenai Islam, akal, batin, dan tasawuf dari buku Bapak Quraish Shihab.
Profile Image for Joseph Mofle.
6 reviews
Read
May 19, 2025
Beliau menerjemahkan beberapa hal (yang mungkin bagi sebagian kita) harus diterima apa adanya kepada sesuatu yang (mungkin) terukur.
Profile Image for Maulana Achmad.
26 reviews8 followers
September 24, 2008
Buku ini ditulis oleh pak Quraish, tetangga saya - sebab kantor Lentera Hati cuma 10 menit dari rumah, hehehehe - berdasarkan catatan-catatan yang ia buat semasa kuliah di Mesir. Lalu catatan tersebut diolah dalam bentuk dialog antara beliau dengan para gurunya.

Tema dari buku ini, bagi saya, sangatlah penting. Dari buku ini saya mendapatkan informasi beberapa penjelasan dasar yang beliau kembangkan untuk menjawab pertanyaan saya, "seberapa jauh kah tersesatnya logika dalam memahami agama (Islam) ?".

Setidaknya saya tahu untuk kebutuhan saya ketika melihat fenomena bertaburnya pemahaman-pemahaman pelunakan aqidah.

Profile Image for Azhmy Fauzi Ahmad.
2 reviews1 follower
June 15, 2013
Membuka sudut pandang baru dalam ber-Tuhan. Menelusuri kapasitas akal, termasuk batas-batasnya. Agar akal dapat digunakan secara maksimal, tidak melampaui batas. Agar manusia menunjukkan totalitas dalam ber-Tuhan.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 13 of 13 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.